24
Pengaruh Sifat Percaya Diri terhadap Hasil Belajar pada Siswa SMA Negeri 3 Kupang Timur Tahun Ajaran 2021/2022
Filbertus Nejang1*, Yeheskiel Nggandung1, Ari Data1
1Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Nusa Cendana, Indonesia
*e-mail: [email protected]
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara sifat percaya diri dengan hasil balajar pada siswa SMA Negeri 3 Kupang Timur. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI (XI 1PS II). Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui bagaimana rasa percaya diri siswa di SMA Negeri 3 Kupang Timur, 2) Untuk mengetahui bagaimana tingkat hasil belajar siswa di SMA Negeri 3 Kupang Timur, 3) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh rasa percaya diri terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 3 Kupang Timur. Dalam melakukan pengumpilan data, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu dengan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan dalam melakukan analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. untuk menganalisis data tersebut, peneliti menggunakan program SPSS dengan versi 25. Hasil penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut:
Berdasarkan tabel hasil uji t dapat dijelaskan, jika t hitung 4,485 > t tabel 1,70113 dengan tingkat signifikasinya sebesar 0,000 yang artinya 0,000 > 0,05 maka Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa sifat Percaya Diri secara signifikan mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar.
Kata Kunci: Percaya Diri, Belajar, Hasil Belajar
Abstract: This study aims to determine how much influence there is between self-confidence and learning outcomes in SMA Negeri 3 Kupang Timur students. The subjects in this study were students of class XI (XI 1PS II). The purposes of this study were 1) to find out how the students' self-confidence in SMA Negeri 3 Kupang Timur, 2) to find out how the level of student learning outcomes in SMA Negeri 3 Kupang Timur, 3) to find out whether there is an effect of self-confidence on learning outcomes students at SMA Negeri 3 Kupang Timur. In conducting data collection, researchers used data collection techniques, namely by questionnaires, interviews and documentation. Meanwhile, in conducting data analysis, researchers used a simple linear regression analysis technique. to analyze the data, the researcher used the SPSS program with version 25. The results of the study can be explained as follows: Based on the t test results table it can be explained, if t count 4.485 > t table 1.70113 with a significance level of 0.000, which means 0.000 > 0.05 then Ha is accepted. So it can be concluded that the nature of Confidence significantly has an influence on learning outcomes.
Keywords:Self-Confidence , Learning , Outcomes
PENDAHULUAN
Pada hakikatnya pendidikan adalah usaha yang disengaja dan terstruktur untuk membentuk lingkungan belajar dan mengajar yang memungkinkan siswa mewujudkan potensinya secara penuh (Saragih & Simbolon, 2022). Education adalah nama bahasa Inggris dari
pendidikan, yang secara etimologis berasal dari bahasa Latin yaitu Eductum. Educatum terdiri dari dua kata yakni: E yang berarti perkembangan dari dalam ke luar, dan Duco yang artinya berkembang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu proses dimana individu mengembangkan potensi dirinya
25
melalui kegiatan belajar . pengalaman bagi siswa untuk memahami sesuatu dan menjadikan mereka orang yang kritis dalam berpikir (Nisa, 2019; Saragih, 2020).
Memanusiakan manusia adalah tujuan utama pendidikan.
Seseorang yang percaya diri dan tahu bahwa ia mampu melakukan sesuatu bisa dikatakan memiliki percaya diri. Seseorang yang memiliki keberanian adalah seseorang yang dapat bekerja secara efektif, dapat melakukan usaha dengan tepat dan penuh tanggung jawab(Nurani et al., 2018; Sardin
& Ode Nurmita, 2017). Modal dasar seseorang untuk mengembangkan kemampuan atau potensi adalah percaya diri. Seseorang akan dapat mengenal dan memahami dirinya sendiri jika memiliki rasa percaya diri. Loekmono, (1983), Percaya diri tidak terbentuk dengan sendirinya melainkan berkaitan dengan keperibadian seseorang
Enung Fatimah (dalam Khusnia &
Rahayu, 2010), mendefinisikan kepercayaan diri sebagai sikap individu yang positif yang memungkinkannya mengembangkan penilaian positif tidak hanya terhadap dirinya sendiri tetapi juga terhadap lingkungannya dan keadaan yang ia hadapi.
Lauster, (2002), kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan keinginan dan tanggung jawab atas perbuatannya, memiliki dorongan prestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri Lauster menggambarkan bahwa orang yang mempunyai kepercayaan diri memiliki ciri- ciri tidak mementigkan diri sendiri (toleransi).
Thantaway, (2005), kepercayaan diri adalah suatu keadaan mental atau psikologis dimana seseorang memiliki keyakinan yang kuat akan kemampuannya dalam melakukan sesuatu. mengisolasi diri.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa kepercayaan diri adalah suatu perasaan bahwa seseorang atau individu memiliki kondisi psikis atau mental yang baik untuk
Tabel 1.1 Nilai Siswa XI IPS A SMA N 3 Kupang Timur
No
Nilai (KKM)
Jumlah
siswa % Ket
1 ≥75 14 46,70 Tuntas
2 ≤75 16 53,30
Belum Tuntas
Total 30 100
Sumber: KKM SMA N 3 Kupang Timur.
Data pada tabel di atas menggambarkan persentase yang belum tuntas lebih tinggi dari persentase yang tuntas, seperti ditunjukkan pada tabel data. Terlihat dari melakukan suatu tindakan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain tanpa rasa cemas dan mampu mempertanggung jawabkan apa yang dilakukannya. Kesimpulan ini berdasarkan pendapat para ahli tersebut di atas.
Belajar adalah proses memperoleh pengetahuan. Belajar adalah proses penguasaan keterampilan tertentu. Individu akan mengalami perubahan tingkah laku sebagai akibat dari berbagai materi yang telah dipelajarinya, baik berupa pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun nilai-nilai positif.
Rasa percaya diri siswa terhadap kemampuannya untuk mencapai tujuan tidak lepas dari pembahasan proses pembelajaran (Sari & Purwaningsih, 2018;
Yanti & Has, 2020). Sikap percaya diri adalah percaya pada kemampuan diri sendiri untuk memenuhi keinginan dan harapannya. Seperti yang ditunjukkan oleh Maslow, keberanian adalah dasar modal untuk peningkatan kelengkapan diri (penyelidikan terhadap semua kapasitas yang ada di dalamnya).
Menurut Dimyati & Mudjiono, (2006) faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah, motivasi belajar, kepercayaan diri siswa, kecerdasan, kebiasaan belajar, serta sarana dan prasarana belajar. Penjelasan hasil belajar siswa SMA Negeri 3 Kupang Timur dengan menggunakan KKM yang ditentukan, serta jumlah siswa yang tuntas dan belum tuntas, dapat dilihat di bawah ini.
26
fakta bahwa rata-rata nilai kelas yang diperoleh tidak memenuhi standar KKM yang telah ditetapkan, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dan keaktifan siswa jauh dari indikator keberhasilan.
Berikut ini adalah asumsi yang dibuat oleh peneliti dalam penelitian ini berdasarkan latar belakang di SMA Negeri 3 Kupang Timur, kepercayaan diri siswa berdampak pada keberhasilan belajarnya.
Berdasarkan latar belakang, maka penulis tertarik melakukan penelitian tentang:
Pengaruh Antara Sifat Percaya Diri Dengan Hasil Balajar Pada Siswa SMA Negeri 3 Kupang Timur Tahun Ajaran 2021/2022.
METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 3 Kupang Timur yang berjumlah 455 orang siswa, dan sampelnya adalah siswa kelas XI IPS II sebanyak 30 siswa.
Instrumen penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen yang bukan tes. Kuesioner dan dokumentasi berdasarkan nilai siswa merupakan instrumen non tes yang digunakan dalam penelitian ini.
Teknik pengumpulan data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode pengumpulan yaitu:
1. Angket atau kuesioner
Menurut Sugiyono, (2017) menyatakan bahwa metode angket (kuesioner) adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
2. Dokumentasi
Sebagaimana menurut Sugiyono, (2017) menyatakan bahawa dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan atau transkip nilai
UJI INSTRUMEN
Uji validitas
Menurut Sugiyono, (2017) uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut.
Uji reliabilitas
Uji Reliabilitas adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui sejauh mana alat ukur dapat diandalkan secara konsisten. Hasil pengukuran dapat dipercaya jika hasilnya sama walaupun dilakukan pengujian berulang kali. Uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Cronbach’s Alpha (Sugiyono, 2017).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini mengumpulkan data dan informasi kuantitatif dari sampel sebanyak 30 siswa dari satu kelas (XII IPS II) di SMA Negeri 3 Kupang Timur. Populasi siswa meliputi seluruh siswa SMA Negeri 3 Kupang Timur. Data primer yang dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan wali kelas XII IPS II digunakan sebagai sumber data. Sedangkan data primer dalam penelitian ini , berasal dari dokumen dan sumber lain yang relevan.
HASIL
Analisis regresi linear sederhana
Arah hubungan baik positif maupun negatif antara variabel independen dan variabel dependen ditentukan melalui analisis ini.
Tabel berikut menampilkan hasil analisis regresi linier sederhana:
Tabel. 4.4 Uji Regresi Linear Sederhana.
27
Berdasarkan hasil analisis pada tabel. 4.4 dapat dilihat model persamaan regresi yang diperoleh ialah: a= angka konstan dari unstandardized. Dalam tabel di atas, nilai constant sebesar 5,601. Nilai ini adalah besarnya nilai konstan yang berarti bahwa jika tidak ada Percaya Diri (X) maka nilai konsisten Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 5,601. Sedangkan b= nilai koefisien regresi.
Nilainya sebesar 0,626. Nilai ini mengandung arti bahwa setiap penambahan 1% tingkat percaya diri (X), maka Hasil belajar (Y) akan meningkat sebesar 0,626.
Maka dengan demikian, didapatkan persamaan regresinya sebagai berikut.
Y= 5.601 + 0,626 X
Uji hipotesis (uji t)
Uji t merupakan salah satu tes statistik yang dipergunakan untuk menguji kebenaran dan kepalsuan hipotesis yang menyatakan bahwa diantara dua mean sampel yang diambil secara random dari populasi yang sama, tidak terdapat perbedaan yang signifikan (Sudjono, 2010).
Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara melihat nilai signifikan pada data tabel Coefficient. Biasanya dasar pengujian hasil regresi dilakukan dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau dengan taraf signifikannya sebesar 5%
(α=0,05). Berikut kriteria uji statistik t (Ghozali, 2009):
1. Ho diterima dan Ha ditolak jika nilai signifikansi uji t lebih besar dari 0,05.
Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen sama sekali tidak
berpengaruh terhadap variabel dependen.
2. Ho ditolak dan Ha diterima jika nilai signifikansi uji t sebesar 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel dependen dipengaruhi oleh variabel independen.
Tabel. 4.5 Hasil uji t (parsial)
Berdasarkan hasil pada tabel. 4.5 dapat dijelaskan nilai t hitung sebesar 4.485, dengan derajad kebebasan/degree of freedom (df) = n-2 dimana n= jumlah sampel. Jadi df= 30-2= 28. Maka t tabelnya adalah 1,70113. Dengan demikian jika t hitung 4,485 > t tabel 1,70113 dengan tingkat signifikannya sebesar 0,000 yang artinya 0,000 > 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa sifat Percaya Diri secara signifikan mempunyai hubungan terhadap prestasi belajar.
Uji koefisien determinasi
Uji ini digunakan untuk menghitung seberapa besar sumbangan atau kontribusi variabel X terhadap variabel Y. Berikut disajikan tabel Uji Koefisien Determinasi yaitu
Tabel.4.6 Uji Koefisien Determinasi
28
Berdasarkan perhitungan nilai pada tabel 4.6 diatas diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,418. Hal ini menunjukan bahwa Sifat Percaya Diri (X) dapat menjelaskan pengaruhnya sebesar 41,8% terhadap Hasil Belajar (Y).
Sedangkan sisahnya sebanyak 58,2%
dipengaruhi oleh hal-hal lain yang dalam hal ini tidak diteliti.
PEMBAHASAN
Penelitian ini dilakukan dengan 30 responden di SMA Negeri 3 Kupang Timur. Dalam penelitian ini, jumlah populasi sebanyak 455 siswa dengan sa,pel 30 orang siswa dengan menyebar angket atau kuesioner ke masing-masing siswa yang diambil sebagai sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil olah data yang dilakukan oleh peneliti maka didapatkan hasilnya sebagai berikut: Dasar untuk mengambil keputuan adalah dengan cara melihat nilai signifikasi pada data tabel Coefficient. Berdasarkan hasil output data yang diolah peneliti dengan menggunakan SPSS versi 25,2022 pada uji t (parsial) terdapat nilai t hitung 4,485 > t tabel 1,70113 dengan tingkat signifikasinya sebesar 0,000 dalam arti 0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa sifat Percaya Diri secara signifikan mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa dalam mencapai hasil belajar yang tinggi atau baik, salah satu faktor pendukungnya adalah Rasa Percaya Diri. Hal ini dapat dilihat dari koefisien variabel Percaya Diri pada data tabel 4.6 Uji Koefisien Determinasi yang bernilai sebesar 4,485 >1,70113 yang merupakan nilai dari t tabel. Dengan tingkat signifikasinya yaitu
0,000 < 0,05. Sedangkan pada tabel koefisien determinasi didapatkan nilai (R2) sebesar 0,418. Hal ini ditunjukan bahwa Sifat Percaya Diri (X) dapat menjelaskan pengaruhnya sebesar 41,8% terhadap Hasil Belajar (Y). Sedangkan sisahnya sebanyak 58,2% dipengaruhi oleh hal-hal lain yang dalam hal ini tidak diteliti.Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa rasa Percaya Diri memiliki pengaruh yang sangat penting dalam mewujudkan atau dalam mencapai Hasil Belajar yang tinggi atau baik.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis uji t disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara rasa percaya diri terhadap hasil belajar siswa terbukti, nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 <
0,05 ) atau t hitung lebih besar t tabel (4,485 > 1,70113).
Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,418. Hal ini menunjukan bahwa Sifat Percaya Diri (X) dapat menjelaskan pengaruhnya sebesar 41,8% terhadap Hasil Belajar (Y). Sedangkan sisahnya sebanyak 58,2% dipengaruhi oleh hal-hal lain yang dalam hal ini tidak diteliti.
Dari perolehan data yang diolah dengan SPSS versi 25, 2022, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa rasa Percaya Diri mempunyai hubungan sebesar 41,8%
terhadap Hasil Belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Dimyati, & Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Rineke Cipta.
Ghozali, I. (2009). Analisis multivariate lanjutan dengan program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Khusnia, S., & Rahayu, S. A. (2010).
Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Kepercayaan Diri Remaja Tuna Netra. Jurnal Penelitian, 1(1), 41–42.
Lauster, P. (2002). Tes Kepribadian. Bumi Aksara.
Loekmono. (1983). Rasa Percaya Diri Sendiri.
Pusat BimbinganUniversitas Kristen
29
Satya Wacana.
Nisa, M. (2019). Pengaruh Pengalaman Belajar Terhadap Sikap Positif Siswa Dalam Pembelajaran Matematika di SMP NU Dukuhjati. Pediamatika,
01(01), 145–154.
http://syekhnurjati.ac.id/jurnal/index .php/pmat
Nurani, Sunarto, & Wardani, D. K. (2018).
Pengaruh Kepercayaan Diri dan Motivasi Berprestasi Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 8 Surakarta. Jurnal Pendidikan Bisnis dan
Ekonomi, 4(2), 1–13.
https://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.ph p/ptn/article/view/12274
Saragih, F. (2020). Pengaruh Lingkungan terhadap Kemandirian Belajar. Jurnal
Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, 1(2), 62–72.
https://web.archive.org/web/2020120 3142733id_/https://jurnal.untan.ac.id /index.php/JPPKn/article/download /40875/pdf
Saragih, F., & Simbolon, G. (2022). Apakah Faktor Internal Masih Relevan Dalam Menentukan Jurusan Kuliah ? Education For All: Jurnal Pendidikan, 1(April).
Sardin, & Ode Nurmita, W. (2017).
Pengaruh Kepercayaan Diri Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Di SMP Negeri 1 Batauga. Jurnal, 9(1), 43–54.
Sari, E. P., & Purwaningsih, S. M. (2018).
Pengaruh Kepercayaan Diri Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas X Program IPA di Sma Negeri 1 Cerme Gresik.
Avatara, 6(3), 79–87.
Sudjono, A. (2010). Pengantar Statistik pendidikan. Rineka Cipta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Cv.Alfabeta.
Thantaway. (2005). Kamus Istilah Bimbingan dan Konseling. Kanisius.
Yanti, L., & Has, Z. (2020). Pengaruh
Tingkat Percaya Diri Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X IPS Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di Sma YLPI Pekanbaru. PeKA: Jurnal Pendidikan Ekonomi Akuntansi FKIP UIR, 8(1), 9–15.