IV-138
DAFTAR ISTILAH
Evaporasi; (penguapan air dari kulit) dapat memfasilitasi perpindahan panas tubuh. Setiap satu gram air yang mengalami evaporasi akan menyebabkan kehilangan panas tubuh sebesar 0,58 kilokalori. Pada kondisi individu tidak berkeringat, mekanisme evaporasi berlangsung sekitar 450 – 600 ml/hari. Hal ini menyebabkan kehilangan panas terus menerus dengan kecepatan 12 – 16 kalori per jam. Evaporasi ini tidak dapat dikendalikan karena evaporasi terjadi akibat difusi molekul air secara terus menerus melalui kulit dan sistem pernafasan.
Heat strain; didefenisikan sebagai efek akut atau kronis baik pada fisik maupun mental seseorang akibat paparan panas di lingkungan kerja baik mulai dari efek yang sangat ringan bahkan hingga yang dapat menyebabkan kematian. Oleh sebab itu perlu dimiliki kemampuan akan pengenalan terhadap bahaya dan pencegahannya (Rodahl, 2003).
Heat rash; disebut juga dengan biang keringat yang mengakibatkan kulit memerah dan terasa gatal. Heat rash biasanya terjadi pada bagian tubuh yang basah oleh keringat dimana keringat tersebut tidak dapat menguap akibat tertutup oleh pakaian. Hal ini dapat dicegah dengan mengeringkan bagian tubuh yang basah oleh keringat (OSH Department of labor Wellington New Zealand, 1997).
Heat syncope; disebut juga dengan heat collapse. Heat syncope dihubungkan dengan kondisi tubuh yang cepat lelah akibat paparan panas yang terus menerus.
Heat syncope; biasanya terjadi pada saat berdiri di lingkungan yang panas dalam
waktu yang cukup lama mengakibatkan terjadinya pelebaran pembuluh darah
pada bagian kaki dan darah terkumpul pada tubuh bagian tersebut (kaki) sehingga
suplai darah ke otak akan berkurang. Sebaiknya korban segera dipindahkan ke
lingkungan yang lebih dingin dan diberi minum (OSH Department of labor
Wellington New Zealand, 1997).
IV-139
Heat cramps; kejang pada otot-otot yang digunakan pada saat bekerja. Hal ini diduga akibat turunnya konsentrasi sodium klorida (NaCl) di dalam darah hingga pada level yang sangat rendah. Gejala yang timbul adalah rasa kejang pada lengan, kaki atau juga perut yang terjadi secara tiba-tiba baik pada saat bekerja ataupun sesudah bekerja (OSH Department of labor Wellington New Zealand, 1997).
Heat exhaustion; umumnya disertai dengan gejala-gejala seperti lelah, pusing- pusing, sesak nafas, muntah-muntah, pingsan, keringat dingin, hipotensi, denyut nadi yang cepat. Keadaan ini disebabkan terjadinya dilatasi atau pelebaran pembuluh darah yang disertai penurunan kemampuan darah untuk bersirkulasi melepaskan panas menyebabkan suhu inti tubuh akan meningkat dan tubuh akan terus menerus berkeringat yang pada akhirnya tubuh akan kekurangan cairan (dehidrasi). Tetapi heat exhaustion tidak selalu dihubungkan dengan kenaikan suhu inti tubuh, hal ini dapat dilihat pada seseorang yang dalam kondisi tidak fit atau tidak terbiasa bekerja di lingkungan yang panas maka akan sangat rentan terkena heat exhaustion (OSH Department of labor Wellington New Zealand, 1997).
Heat stroke; sangat berbahaya bagi kesehatan seseorang oleh sebab itu sebaiknya sesegera mungkin korban mendapat perawatan medis. Heat stroke dikarakterisasikan sebagai berikut: naiknya temperatur inti tubuh hingga melebihi 104
oF, berhentinya produksi keringat, kulit panas dan kering, denyut nadi dan pernafasan yang cepat, hipertensi, pusing, dan hilang kesadaran. Jika korban tidak segera mendapat perawatan, heat stroke dapat menyebabkan koma dan bahkan kematian (OSH Department of labor Wellington New Zealand, 1997).
Kelembaban adalah kadar air di dalam udara. Kelembaban yang tinggi cenderung
membuat orang merasa lebih panas dibandingkan kelembaban yang rendah. Hal
ini disebabkan karena keringat yang diproduksi oleh tubuh tidak dapat menguap
karena udara di sekitar telah jenuh dengan uap air.
IV-140
Konduksi adalah perpindahan panas akibat paparan langsung kulit dengan benda- benda yang ada di sekitar tubuh. Biasanya proses kehilangan panas dengan mekanisme konduksi sangat kecil. Sentuhan dengan benda umumnya memberi dampak kehilangan suhu yang kecil karena dua mekanisme, yaitu kecenderungan tubuh untuk terpapar langsung dengan benda relative jauh lebih kecil dari pada paparan dengan udara, dan sifat isolator benda menyebabkan proses perpindahan panas tidak dapat terjadi secara efektif terus menerus.
Pakaian; dapat melindungi atau mencegah transfer panas dari tubuh ke lingkungan sekitar selain itu pakaian juga dapat melindungi seseorang dari faktor- faktor lingkungan seperti panas radiasi ataupun angin. Pada saat udara berhembus di permukaan kulit, biasanya temperaturnya lebih rendah dibanding kulit dan bersifat mendinginkan. Oleh karena itu panas akan dilepaskan ke udara melalui kulit. Ketika terdapat perbedaan antara temperatur permukaan tubuh dengan temperatur ruangan maka panas akan dilepaskan secara radiasi. Tubuh juga dapat melepaskan panas dengan cara evaporasi melalui keringat.
Panas adalah energi kinetik pada gerakan molekul. Sebagian besar energi pada gerakan ini dapat di pindahkan ke udara bila suhu udara lebih dingin dari kulit.
Sekali suhu udara bersentuhan dengan kulit, suhu udara menjadi sama dan tidak terjadi lagi pertukaran panas, yang terjadi hanya proses pergerakan udara sehingga udara baru yang suhunya lebih dingin dari suhu tubuh.
Pergerakan udara; Pada umumnya pergerakan udara akan memberikan rasa sejuk pada seseorang. Kecepatan aliran udara merupakan salah satu faktor yang diukur di lingkungan yang panas.
Radiasi adalah mekanisme kehilangan panas tubuh dalam bentuk gelombang
panas inframerah. Gelombang inframerah yang dipancarkan dari tubuh memiliki
panjang gelombang 5 – 20 mikrometer. Tubuh manusia memancarkan gelombang
panas ke segala penjuru tubuh. Radiasi merupakan mekanisme kehilangan panas
IV-141
Temperatur udara; Temperatur udara dapat diukur dengan menggunakan termometer. Temperatur udara akan mempengaruhi seseorang merasakan sensasi panas atau dingin lingkungan.
Termoregulasi; Sistem termoregulasi merupakan suatu sistem yang terjadi di dalam tubuh yang bertujuan untuk mempertahankan temperatur tubuh agar tetap konstan. Perubahan ini dapat diakibatkan oleh perubahan kondisi eksternal lingkungan seperti kelembaban, temperatur udara, pergerakan udara, panas radiasi, aktivitas fisik, dan pakaian yang digunakan serta akibat proses metabolisme (pencernaan dan penyerapan makanan yang merubahnya menjadi panas) (Polk et.al, 1995).
Vasodilatasi; Vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) ini disebabkan oleh
hambatan dari pusat simpatis pada hipotalamus posterior yang menyebabkan
vasokontriksi sehingga terjadi vasodilatasi yang kuat pada kulit, yang
memungkinkan percepatan pemindahan panas dari tubuh ke kulit hingga delapan
kali lipat lebih banyak.
IV-142
Kuesioner Penelitian Lingkungan Termal
KUESIONER PENELITIAN
Harap diisi dengan data yang sebenar-benarnya Nama Pekerja :
Jenis Kelamin :
Formasi/Shift Kerja :
Posisi :
Tinggi/Berat Badan : cm/ kg Umur : tahun
Hari/Tanggal :
Kondisi Fisik :Sehat Tidak Sehat
Identifikasi Kondisi Termal Lingkungan Kerja Sebelum Bekerja
1. Sensasi termal seperti apa yang saat ini anda rasakan?
-3 -2 -1 0 1 2 3
Dingin Sejuk Sedikit Sejuk
Netral Sedikit Hangat
Hangat Panas
2. Bagaimana kondisi termal yang saat ini anda rasakan?
3 2
0 1
Nyaman Sedikit Tidak Nyaman
Tidak Nyaman
Sangat Tidak Nyaman 3. Apa yang anda harapkan dari kondisi termal saat ini?
4. Bagaimana kondisi aliran udara yang saat ini anda eerasakan?
5. Apa yang anda harapkan dari kondisi aliran udara saat aaini?
Netral
2
0 Sedikit 1
Berangin Berangin
Netral
2
0 Sedikit 1
Berangin Berangin
Jauh Lebih Hangat
Sedikit Lebih Hangat
Netral Sedikit Lebih Sejuk
Jauh Lebih Sejuk
2 1
0 -1
-2
1. Tangan
Identifikasi Kelelahan Fisik pada Kondisi Termal Lingkungan Kerja Sebelum Bekerja
2. Bahu
4. Kaki 3. Punggung
3 2
1 0
Tidak Lelah Sedikit Lelah Lelah Sangat Lelah
3 2
1 0
Tidak Lelah Sedikit Lelah Lelah Sangat Lelah
3 2
1 0
Tidak Lelah Sedikit Lelah Lelah Sangat Lelah
3 2
1 0
Tidak Lelah Sedikit Lelah Lelah Sangat Lelah
Bahan Baju :
Jenis Sepatu :
Identifikasi Kondisi Termal Lingkungan Kerja Sesudah Bekerja
1. Sensasi termal seperti apa yang saat ini anda rasakan?
-3 -2 -1 0 1 2 3
Dingin Sejuk Sedikit Sejuk
Netral Sedikit Hangat
Hangat Panas
2. Bagaimana kondisi termal yang saat ini anda rasakan?
3 2
0 1
Nyaman Sedikit Tidak Nyaman
Tidak Nyaman
Sangat Tidak Nyaman 3. Apa yang anda harapkan dari kondisi termal saat ini?
4. Bagaimana kondisi aliran udara yang saat ini anda eerasakan?
5. Apa yang anda harapkan dari kondisi aliran udara saat aaini?
Netral
2
0 Sedikit 1
Berangin Berangin
Netral
2
0 Sedikit 1
Berangin Berangin
Jauh Lebih Hangat
Sedikit Lebih Hangat
Netral Sedikit Lebih Sejuk
Jauh Lebih Sejuk
2 1
0 -1
-2
1. Tangan
Identifikasi Kelelahan Fisik pada Kondisi Termal Lingkungan Kerja Sesudah Bekerja
2. Bahu
4. Kaki 3. Punggung
3 2
1 0
Tidak Lelah Sedikit Lelah Lelah Sangat Lelah
3 2
1 0
Tidak Lelah Sedikit Lelah Lelah Sangat Lelah
3 2
1 0
Tidak Lelah Sedikit Lelah Lelah Sangat Lelah
3 2
1 0
Tidak Lelah Sedikit Lelah Lelah Sangat Lelah
Denyut Nadi Sesudah Bekerja: denyut/menit Denyut Nadi Sebelum Bekerja: denyut/menit