• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS PROGRAM PARENTING DI PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA (PUSPAGA) KOTA TANGERANG SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EFEKTIVITAS PROGRAM PARENTING DI PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA (PUSPAGA) KOTA TANGERANG SELATAN"

Copied!
162
0
0

Teks penuh

(1)

EFEKTIVITAS PROGRAM PARENTING DI PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA (PUSPAGA) KOTA TANGERANG SELATAN

Skripsi:

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos)

Oleh : Amira Ahadiana

11160541000047

PROGRAM STUDI KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

1443 H / 2021 M

(2)

ii

EFEKTIVITAS PROGRAM PARENTING DI PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA (PUSPAGA) KOTA TANGERANG SELATAN

Skripsi:

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos)

Oleh : Amira Ahadiana

11160541000047

Pembimbing Skripsi

Wati Nilamsari, M.Si, NIP.197105201999032002

PROGRAM STUDI KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

1443 H / 2021 M

(3)

i

(4)
(5)

i ABSTRAK

Amira Ahadiana, 11160541000047 “Efektivitas Program

Parenting Di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA)

Kota Tangerang Selatan”

Program Parenting Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberikan suatu edukasi kepada para Orang tua tentang pengasuhan anak yang baik dan benar, terutama menangani masalah yang di hadapi oleh para Orang tua kepada anak.

Terdapat empat tahapan kegiatan parenting yaitu; menjelaskan tentang program parenting kepada para Orangtua, memberikan gambaran masa kehamilan hingga persalinan dalam bentuk video, dan tahap diskusi/sharing Orang tua.

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu sampel yang diambil berdasarkan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat efektivitas program parenting dalam pemahaman Orang tua tentang pengasuhan anak dengan menggunakan teori Cambel J.P yang mengemukakan bahwa pengukuran efektivitas menggunakan empat indikator yaitu; keberhasilan kegiatan/program, keberhasilan sasaran, kepuasan sasaran, dan pencapaian tujuan menyeluruh.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa program parenting sudah berjalan Efektif bagi para Orang tua, kerena penerima manfaat sudah merasa mengerti dan paham dengan edukasi yang telah di berikan oleh pemateri, bahkan para Orang tua sudah menerapkan secara langsung pengasuhan yang baik dan benar kepada anak mereka. Maka dari itu, sesuai dengan tujuan kegiatan/program parenting ini mampu memberikan perubahan yang lebih baik kepada Orang tua yang sudah mengikuti kegiatan tersebut.

Kata kunci: Pengasuhan Orang tua kepada Anak, edukasi

Parenting, Efektivitas Program.

(6)

ii

KATA PENGANTAR

مْيِحهرلا ِنَم ْحهرلا ِ هاللَّ ِمْسِب

Alhamdulillah Puji Sukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Efektivitas Program Parenting Di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan” shalawat serta salam tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, beserta kwluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Skripsi ini merupakan tugas akhir dibuat untuk diajukan sebagai syarat guna meraih gelar Sarjana Jurusan Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Peneliti menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dan keterbatasan dalam penelitian ini. Maka dari itu masukan serta saran sangat diperlukan untuk menyempurnakan skripsi ini. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan, dan keikhlasan hati, peneliti ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar- besarnya kepada:

1. Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Yang terhormat Bapak Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed. Ibu Dr. Siti Napsiyah, MSW. Selaku Wakil Dekan bidang Akademik, Bapak Dr. Sihabudin Noor, MA. Selaku Wakil Dekan bidang Administrasi Umum, dan Bapak Drs. Cecep Castrawijaya, MA. Selaku Wkil Dekan bidang Kemahasiswaan.

2. Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, Bapak Ahmad

Zaky, M.Si. Ibu Nunung Khoiriyah, M.Ag. Selaku sekretaris

Program Studi Kesejahteraan Sosial,

(7)

iii

3. Seluruh jajaran dosen Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta. Yang telah memberikan yang berharga untuk di masa depan, dan seluruh para pegawai Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang secara langsung dan tidak langsung telah membantu penulis selama perkulihan.

4. Ibu Wati Nilamsari, M.Si, selaku dosen pembimbing penulis skripsi yang telah meluangkan segenap waktunya untuk memberikan bimbingan serta memberikan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

5. Dr. Hj. Khadijah, MA sebagai Dosen Pembimbing Akademik.

6. Pihak Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan, yang telah membantu memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian skripsi.

7. Kedua Orangtua yang tercinta Alm Ayah H. Abi Sindu Harto dan Mamah Marlinah. Terimakasih telah membesarkan, mendidik, mendoakan saya, serta tidak pernah henti memberikan dukungan, kasih sayang dan rasa cinta yang tak pernah padam, dan tak pernah bosan memberikan semangat kepada penulis.

8. Serta tak lupa ucapan terimakasih juga kepada kakak Ines

Putri Karunia dan abang ipar Ibnu Hardi Sudiana yang telah

memberikan motivasi- motivasi kepada penulis. Dan yang

terakhir kepada adik saya Hania Syawalina, keponakan saya

Keanu dan kaylo yang telah menjadi penyemangat kepada

penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

(8)

iv

9. Sahabat- sahabat saya JHS, dan di InTeam yang telah menjadi penyemangat dan acuan penulis untuk lulus dan menyelesaikan skripsi ini.

10. Raffly Rizaldi Azami yang selalu ada di saat senang maupun susah dan menjadi penyemangat penulis dalam Menyusun skripsi ini.

11. Sahabat tercinta Uswatun Hasanah, terimakasih sudah menemani saya disaat keadaan susah dan telah menjadi penyemangat di masa perkulihan.

12. Serta teman- teman penulis yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan masukan, do’a, dan semangat di setiap perbincangan. Semoga skripsi ini bermanfaat dan semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap langkah kita. Aamiin yaa Rabb al- alamin.

Jakarta, 5 Agustus 2021

Amira Ahadiana

(9)

v DAFTAR ISI

ABSTRAK ...i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ...ix

DAFTAR BAGAN ... x

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 7

C. Batasan Masalah ... 7

D. Rumusan Masalah ... 8

E. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian ... 8

F. Tinjauan Kajian Terdahulu ... 10

G. Metode Penelitian ... 15

H. Sistematika Penulisan ... 24

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 26

A. Landasan Teori ... 26

1. Efektivitas ... 26

2. Definisi Tentang Parenting ... 33

B. Kerangka Berpikir ... 35

BAB III GAMBARAN UMUM PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA (PUSPAGA) TANGERANG SELATAN ... 39

A. Sajarah Pendirian Lembaga ... 39

B. Struktur Organisasi ... 41

(10)

vi

C. Visi dan Misi Pusat Pembelajaran Keluarga

(PUSPAGA) ... 42

1. Visi ... 42

2. Misi ... 42

D. Tujuan, Sasaran, dan Moto ... 43

1. Tujuan ... 43

2. Sasaran ... 43

3. Moto ... 44

E. Ruang Lingkup ... 44

F. Dasar Pelaksanaan Kegiatan ... 45

G. Program dan Kegiatan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA)... 45

H. Mekanisme Layanan ... 48

I. Struktur Kegiatan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA)... 50

BAB IV TEMUAN DATA ... 52

A. Keberhasilan kegiatan/program Parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan ... 52

B. Keberhasilan sasaran kegiatan/program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan ... 59

C. Kepuasan sasaran kegiatan/program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) ... 64

D. Pencapaian tujuan menyeluruh

kegiatan/program parenting di Pusat

Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) ... 68

(11)

vii

BAB V PEMBAHASAN ... 87

A. Keberhasilan kegiatan/program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan ... 88

B. Keberhasilan sasaran kegiatan/program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan ... 89

C. Kepuasan sasaran kegiatan/program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan ... 91

D. Pencapaian Tujuan menyeluruh kegiatan/program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan ... 92

BAB VI PENUTUP ... 99

A. Kesimpulan ... 99

B. Saran ... 100

DAFTAR PUSTAKA ... 102

LAMPIRAN ... 105

(12)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. 1 Kerangka Informan Penelitian ... 18

Tabel 4. 1 Kepuasan Penerima Manfaat ... 66

Tabel 4. 2 Indikator Pencapaian Tujuan ... 84

(13)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3. 1 Gedung Pusat Pembelajaran Keluarga

(PUSPAGA) Tangerang Selatan ... 40

Gambar 3. 2 Struktur Organisasi ... 42

Gambar 4. 1 Poster Webinar Program Parenting... 54

Gambar 4. 2 Kegiatan Program Parenting Secara Online ... 58

Gambar 4. 3 Kegiatan Sosialisasi Program Parenting di Majelis Taklim... 61

Gambar 4. 4 Setelah Melakukan Kegiatan/Program Parenting ... 61

Gambar 4. 5 Kegiatan Sosialisasi Program Parenting di TK ... 61

Gambar 4. 6 Setelah Melakukan Kegiatan/Program

Parenting ... 62

(14)

x

DAFTAR BAGAN

Bagan 2. 1 Kerangka Berpikir ... 36 Bagan 3. 1 Mekanisme Pelayanan Pusat Pembelajaran

Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan ... 48 Bagan 3. 2 Struktur kegiatan Pusat Pembelajaran

Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan ... 51

(15)

1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Keluarga mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian anak dalam hal praktek pengasuhan orang tua terhadap anaknya. Orang tua sebagai pengasuh dan pembimbing dalam keluarga sangat berperan dalam meletakkan dasar-dasar perilaku anaknya. Sikap, perilaku dan kebiasaan orang tua selalu dilihat, dinilai dan ditiru oleh anak yang kemudian menjadi kebiasaan pula bagi anak-anak.

Keluarga yang tentram, bahagia, dan sejahtera merupakan dambaan setiap manusia.

Keluarga sebagai satuan unit sosial terkecil merupakan lingkungan Pendidikan yang paling utama dan pertama.

Artinya, keluarga merupakan lingkungan yang paling bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak. Mengasuh dan membesarkan anak secara umum merupakan tanggung jawab kedua orang tua. (Djamarah, 2014, p. 33). Sebagai firman Allah SWT :

ُساَّنلٱ ا َه ُدى ُق َو اًراَه ْم ُكيِل ْه َ

أ َو ْم ُك َس ُفه َ

أ ۟ا َٰٓى ُق ۟اىُن َما َء َني ِذ َّلٱ اَهُّيَأَٰٓ َي

ْْم ُهَز َم َ أ َٰٓ

ا َم َهَّللٱ َنى ُصْعَي َّلَّ ٌدا َد ِش ٌظ َلَِغ ٌةَكِئ َٰٓ َ

ل َم ا َهْيَل َع ُةَرا َج ِح لٱ َو ْ

َْنوُز َم ْؤُي ا َم َنىُلَع ْفَي َو

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak

(16)

2

mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS At- Tahrim:6)

Orang tua bertanggung jawab untuk mewariskan nilai- nilai kepada anak-anaknya yaitu dengan cara memberikan kasih sayang sepenuhnya pada anak. Pengasuhan Orang tua merupakan cara yang di tempuh dalam mengasuh dan menerapkan kemandirian kepada anaknya dalam membentuk watak, kepribadian, dan memberikan nilai-nilai bagi anak agar menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak Orang tua yang masih mempunnyai pola pikir bahwa Pendidikan sepenuhnya tanggung jawab Lembaga Pendidikan saja. Hal ini seharusnya keliru, dalam membentuk kepribadian anak untuk menjadi lebih baik, peran pertama yang dilakukan adalah di dalam keluarga, terutama peran ayah dan ibu. Dengan kata lain kepribadian anak sangat di pengaruhi oleh bagaimana orang tua menanamkan tata nilai kepada anak-anaknya. Dan tidak kalah pentingnya anak-anak yang di didik dalam keluarga yang baik akan membentuk anak-anak yang berkarakter dan tidak mudah di pengaruhi oleh perilaku ataupun budaya buruk dari luar.

Di dalam Pasal 13 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23

Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU Perlindungan

Anak”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang

Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-

Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

(17)

(“UU 35/2014”) yang menyatakan bahwa setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan: diskriminasi; eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual; penelantaran; kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan; ketidakadilan; dan perlakuan salah lainnya.

Pengasuhan yang baik dari Orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan moral anak ketika dewasa. Pada dasarnya orang tua merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk mendapatkan pengetahuan, pemahaman tentang pola asuh yang diterima anak dalam lingkungan keluarga sangat penting bagi masa depan anak. Dalam keluargalah anak dipersiapkan untuk membangun pengetahuan tentang perkembangan sebelum memasuki tingkatan-tingkatan perkembangannya dunia lainnya seperti dunia orang dewasa, bahasa, adat istiadat dan kebudayaan.

Dampak pengasuhan yang kurang baik pada anak, akan

timbul berbagai dampak negatif bagi anak seperti kesulitan

beradaptasi dengan lingkungan sosial, pada saat memasuki

bangku sekolah anak akan mengalami kesulitan untuk

menerima pelajaran karena kurangnya perhatian yang

diberikan oleh orangtua. Maka, Orang tua dituntut untuk

menyadari dalam memberikan pemahaman kepada anak sejak

dini. Saat anak mulai beradaptasi dengan dunia luar, anak

tidak akan mudah terbawa kedalam hal-hal negatif yang

(18)

4

banyak terjadi di lingkungan sosial, namun demikian masih banyak juga keluarga yang tidak terlalu memikirkan pemahaman akan pengasuhan yang baik bagi anak-anaknya.

Di tahun 2020 Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi, Valentina Gintings menyoroti maraknya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi selama pandemi. “Berdasarkan data SIMFONI PPA, pada 1 Januari-19 Juni 2020 telah terjadi 3.087 kasus kekerasan terhadap anak, diantaranya 852 kekerasan fisik, 768 psikis, dan 1.848 kasus kekerasan seksual, angka ini tergolong tinggi (Indonesia, 2020).

Sedangkan tahun 2021 terdapat 5.463 kasus kekerasan terhadap anak. Dari total kasus kekerasan pada perempuan dan anak, sebanyak 5.198 kasus terjadi di lingkup rumah tangga. Sementara, lainnya terjadi di tempat kerja, sekolah, fasilitas umum dan lembaga pendidikan kilat. Jenis kekerasan yang dialami anak pun beragam, mulai dari kekerasan seksual, fisik, psikis, penelantaran, trafficing dan eksploitasi.

(Saptoyo, 2021)

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat,

Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga

Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel, Khairati

mengatakan, sebanyak 126 kasus kekerasan terhadap anak

yang terjadi pada 2018, diantaranya adalah penelantaran,

kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga pelecehan

seksual. (Deniansyah, 2019)

(19)

Berdasarkan temuan data dari Lembaga Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) pada 2018 terdapat 21 kasus mengenai penanganan tentang pengasuhan Orang tua, serta terdapat 30 kunjungan orang tua untuk meminta bimbingan konseling/ konsultasi pengasuhan yang baik pada Anak, di susul pada tahun 2019 terdapat peningkatan jumlah kasus sebanyak 27 kasus dan terdapat 41 kunjungan Orang tua yang datang untuk meminta bimbingan konseling di Lembaga PUSPAGA dimana pada tahun tersebut terjadi peningkatan yang signifikan dalam penanganan kasus Anak yang terjadi di Tangerang Selatan (Data. Puspaga 2019).

Berdasarkan data di atas terdapat masih banyaknya orang tua yang datang ke Lembaga PUSPAGA untuk melakukan bimbingan konseling mengenai permasalahan terhadap anak yang meminta bantuan kepada Lembaga Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), oleh karena itu permasalahan terhadap anak pada tahun 2018 dan 2019 disebabkan terjadi oleh faktor kurangnya keterampilan Orang tua dalam memberikan pengasuhan yang baik terhadap Anak.

PUSPAGA menyediakan program parenting untuk

meningkatkan pemahaman dan keterampilan Orang tua

tentang pengasuhan, serta perlindungan anak program

tersebut di selenggarakan dengan cara menyampaikan materi-

materi penting tentang bagaimana cara menerapkan pola asuh

yang benar kepada anak-anak. Parenting memiliki berbagai

macam makna. Secara tirminologi dapat diidentfikasikan

sebagai proses mengasuh anak. Di dalam Bahasa Indonesia,

(20)

6

kata mengasuh mengandung makna metode atau cara orang tua mencukupi kebutuhan fisiologis dan psikologis anak, membesarkan anak berdasarkan dan standar kriteria yang orangtua terapkan, menanamkan dan memberlakukan tata nilai kepada anak. (Surbakti, 2012, p. 3)

Alasan peneliti melakukan penelitian tentang kegiatan program parenting yaitu, peneliti ingin mengetahui apakah program parenting ini akan efektif terhadap meningkatnya pemahaman dan kemampuan keterampilan dalam pengasuhan yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan anak dan tuntunan zaman.

Menurut Agung Kurniawan efektivitas merupakan kemampuan melaksanakan tugas, fungsi (operasi kegiatan program atau misi) dari suatu organisasi atau sejenisnya yang tidak adanya tekanan atau ketegangan di antara pelaksanaanya. (Kurniawan, 2005, p. 109). Selain itu efektivitas merupakan unsur pokok untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan di dalam setiap organisasi, kegiatan ataupun program. Disebut efektif apabila tercapai tujuan ataupun sasaran seperti yang telah ditentukan.

Kegiatan dapat dikatakan efektif apabila telah mencapai tujuan yang telah ditentukan, sejauh mana keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang di harapkan, dan sesuatu pekerjaan dapat di selesaikan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Berdasarkan latar belakang penelitian diatas peneliti

tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang efektivitas

(21)

kegiatan dari program parenting sehingga peneliti akan memfokuskan dengan judul “Efektivitas Program Parenting Di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Tangerang Selatan”

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang tertulis, penulis memberikan informasi berikut tentang masalah yang akan digunakan sebagai bahan penelitian yaitu:

1. Tingginya kasus kekerasan terhadap Anak di Tangerang Selatan.

2. Kurangnya perhatian Orangtua terhadap Anak

3. Minimnya pengetahuan Orangtua dalam memberikan pola pengasuhan yang baik kepada Anak.

C. Batasan Masalah

Pada penelitian ini, peneliti memberikan batasan

masalah pada pembahasan dalam skripsi. Tujuan dari batasan

masalah agar terhindar dari terjadinya perluasan materi yang

akan dibahas, mengingat keterbatasan peneliti dalam hal ilmu

pengetahuan, waktu, biaya, dan tenaga serta pikiran. Maka

peneliti memberikan batasan dalam lingkup penelitian yang

akan dilakukan dan hanya memfokuskan pada bahasan

efektivitas program parenting di pusat pembelajaran keluarga

(PUSPAGA) Kota Tangerang Selatan.

(22)

8

D. Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang dan batasan masalah diatas, maka di jelaskan melalui beberapa pertanyaan umum dan yang menjadi permasalahan dalam rumusan masalah adalah tentang Efektivitas program Parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Tangerang Selatan. Adapun terdapat pertanyaan-pertanyaannya yang meliputi rumusan masalah penelitian ini, sebagai berikut:

Bagaimana efektivitas program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga Kota Tangerang Selatan?

E. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini saya memiliki tujuan dan manfaat penelitian. Berikut adalah tujuan dan manfaat penelitian saya:

1. Tujuan penelitian

Untuk mengetahui efektivitas program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga Kota Tangerang Selatan.

Adapun tujuan penelitian ini secara khusus yaitu:

a. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan.

b. Untuk mengetahui keberhasilan sasaran kegiatan

program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga

(PUSPAGA) Tangerang Selatan.

(23)

c. Untuk mengetahui kepuasan penerima manfaat terhadap kegiatan program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan.

d. Untuk mengetahui pencapaian tujuan menyeluruh kegiaran parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan.

2. Manfaat Penelitian a. Manfaat Akademis

1) Memberikan ilmu pengetahuan pada pembaca dan khususnya bagi penulis yang berkaitan dengan konsep dan metedeologinya.

2) Memberikan pengetahuan pada Mahasiswa Kesejahteraan Sosial pada khususnya dan masyarakat pada umumnya mengenai dari efektvitas program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Tangerang Selatan.

b. Manfaat Praktis

Hasil dari penelitian ini diharapkan untuk

menambah pengetahuan mengenai upaya dalam

memberikan perlindungan anak. Dan juga dapat

menambah wawasan ilmu pengetahuan bagi penulis

dan pembacanya.

(24)

10

F. Tinjauan Kajian Terdahulu

Sebelum mengadakan penelitian ini terlebih dahulu dilakukan tinjauan kajian untuk mengetahui apakah penelitian di bidang yang sama sudah dilakukan penelitian atau belum, sekaligus untuk menghindari penjiplakan dalam penelitian.

Setelah penulis melakukan tinjauan kajian, penulis menemukan 10 skripsi dengan judul:

1. Efektivitas kegiatan

parenting

skill dalam pemberdayaan keluarga anak jalanan di pusat pengembangan pelayanan sosial anak atau Social Development Center For Children (SDC) disusun oleh Bani Fauziyyah Jehan (2015). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah di teliti oleh penulis dapat disimpulkan bahwa terdapat lima tahapan kegiatan yang terstruktur dalam kegiatan parenting skill yaitu;

memberikan pemahaman tentang arti anak dalam kegiatan orang tua, memberikan pemahaman tentang kewajiban orang tua terhadap anak, memberikan gambaran perjalanan hidup anak dari dalam kandungan sampai lahir ke dunia, memberikan pemahaman dan berdiskusi tentang keahlian yang harus dimiliki orang tua, memberikan gambaran kisah nyata tentang kehidupan anak jalanan yang terpisah dan menderita karena terpisah dari orang tuanya.

2. Evaluasi hasil program parenting skill Unit Pelayanan

Disabilitas (UPD) Yayasan Sayap Ibu (YSI) Cabang

(25)

Provinsi Banten terhadap anak binaan Disusun oleh Muhammad Norman Novian (2017). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah di teliti oleh penulis dapat di simpulkan bahwa Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa konsep program parenting skill di UPD, (i) Memberikan informasi kepada wali anak binaan atau keluarga anak binaan (sosialisasi) tentang pengasuhan yang baik (good parenting) untuk anak disabilitas, (ii) Meningkatkan kemampuan baik fisik, psikis maupun sosial secara optimal, (iii) Mendukung pengasuhan dengan keluarga anak dengan disabilitas atau wali anak binaan. Pelaksanaan program ini seharusnya dilaksanakan 7 kali pertemuan atau selama 7 bulan.

Karena pelaksanaannya fleksibel, maka dilakukan 3 kali pada bulan Agustus, Oktober dan Desember. Evaluasi hasil terhadap program ini sudah berjalan sesuai dengan tujuannya, yaitu memberikan informasi kepada wali anak binaan agar anaknya mendapatkan pola pengasuhan yang lebih baik, hal ini juga diperkuat dengan pemenuhan indikator dalam pencapaian tujuan. Perubahan yang dihasilkan dalam program parenting skill ini tidak jauh dari materi atau topik bahasan dalam modul yang dipakai 3. Pola Asuh Orang Tua Dalam Menanamkan Akhlak

Pada Anak Sejak Usia Dini (Studi Kasus TK Bakti

Nusa Indah, Ciputat Timur, Tangerang Selatan

Banten) disusun oleh Susylowati (2019). Berdasarkan

(26)

12

hasil penelitian dan pembahasan yang telah di teliti oleh penulis dapat disimpulkan bahwa adanya keragaman pola asuh yang dilakukan oleh wali murid TK Bakti Nusa Indah dalam menanamkan akhlak pada anak sejak usia dini, diantara pola asuh tersebut adalah pola asuh demokratis, permisif dan otoriter. Pada pola asuh demokratis menunjukkan tingkat penerimaan yang paling besar dibandingkan dengan tipe permisif dan otoriter.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari data penelitian yang ada orang tua memiliki kecenderungan dalam menanamkan akhlak pada sejak usia dini dengan menggunakan pola asuh demokratis.

4. Efektivitas Program Pelatihan

Parenting

Skill

Terhadap Peningkatan Pemahaman Orang Tua

Tentang Pola Asuh disusun oleh Yani Komariah (2015)

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah

di teliti oleh penulis dapat disimpulkan bahwa hasil

program pelatihan parenting skill efektif meningkatkan

pemahaman pola asuh orang tua siswa. Rekomendasi

penelitian ditujukan kepada pihak-pihak pertama kepala

MI untuk dapat mengimplementasikan program sebagai

layanan bimbingan bagi orang tua siswa, kedua jurusan

PPB dan Prodi PGSD Universitas Pendidikan Indonesia,

untuk menjadikan program ini sebagai kajian pada

matakuliah yang relevan.

(27)

5. Peran Kegiatan Parenting Dalam Pola Asuh Orang Tua Di Paud Cinta Kasih Amelia Di Desa Wunut, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo di susun oleh Wahyu Mega Mustikaningrum (2014). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kegiatan parenting di Paud Cinta Kasih dilakukan melalui proses perencanaan, pelaksaan, dan evaluasi dengan dilibatkannya orang tua sebagai pendukung untuk keberlangsungan kegiatan.

Dukungan orang tua dalam perencanaan kegiatan parenting cukup memadai terlihat sebagian besar orang tua mendukung secara aktif. Selain itu juga ada proses pelaksaan kegiatan yaitu orang tua berpartisipasi aktif secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan parenting yang ditunjukkan melalui sumbangan saran dan mengungkapkan permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam keluarga.

6. Pelaksanaan Program Parenting di Paud Uswatun Khasanah Kec. Pondok Kelapa Kab. Bengkulu Tengah disusun oleh Rafika Klaudia (2018). Di dalam skripsi ini dapat di simpulkan bahwa pelaksanaan program parenting di Paud Khasanah dibagi menjadi 3 tahap.

Pertama tahap perencanaan, kedua tahap pelaksanaan

program, ketiga tahap evaluasi. Selain itu ada juga faktor

pendukung dan penghambst pelaksanaan program

parenting di Paud Uswatun Khasanah adalah faktor

pendukung dalam pelakasanaan program parenting yaitu

(28)

14

adanya dukungan dari pihak sekolah dan orang tua serta masyarakat desa setempat. Serta penghambat kegiatan program parenting di Paud Uswatun Khasanah yaitu kurangnya sarana yang digunakan dalam pelaksaan program kegiatan.

7. Pelaksanaan Program Parenting Bagi Orang Tua Siswa Di Kuttab Al- Fatih Banda Aceh disusun oleh Yulmita Sari, Nelliraharti, Herawati (2019). Di dalam jurnal ini dapat di simpulkan bahwa proses pelaksanaan program parenting dimulai dengan perencanaan, perencanaan dibuat secara tertulis dengan pembukaan, acara inti, dan penutup. Evaluasi program parenting meliputi seluruh kegiatan dari awal sampai akhir berjalan sesuai dengan perencanaan. Hal ini didukung dengan beberapa faktor antara lain semangat kekompakan dan keseriusan dari seluruh pihak, materi program yang sesuai dengan kebutuhan serta sarana dan prasarana yang sangat mendukung. Namun ada beberapa hal yang perlu di tingkatkan yaitu tingkat kesadaran orang tua terhadap program parenting tersebut, serta kesiapan acara yang kurang matang.

8. Efektivitas Komunikasi Orangtua Pada Anak Dalam

Membentuk Perilaku Positif (Studi Deskriptif di

Kelurahan Sungai Pinang Dalam Kecamatan Sungai

Pinang) disusun oleh Neri Aprilia Inoq (2017). Hasil dari

(29)

penelitian dan pembahasan di dalam jurnal ini dapat disimpulkan yaitu keterbukaan (openness), empati (emphaty), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan keseteraan (equality). Maka dari itu orang tua haruslah mempunnyai sikap-sikap yang di sebutkan di atas agar anak mudah untuk terbuka dengan orang tuanya. Merasa dirinya nyaman berada di dekat orang tua.

G. Metode Penelitian

Metodologi penelitian adalah teknik atau cara mengumpulkan data atau bukti yang dalam hal ini perencanaan tindakan yang di lakukan serta langkah- langkah apa yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan dan sasaran penelitian. (Poerwandri, E. Kristi, 1998, p. 78)

1. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu sebagai metode penelitian Ilmu- ilmu Sosial yang mengumpulkan dan menganalisis data berupa kata-kata (lisan maupun tulisan) dan perbuatan- perbuatan manusia serta peneliti tidak berusaha menghitung atau mengkuantifikasikan data kualitatif yang telah di peroleh dan dengan demikian tidak menganalisis angka-angka (Afrizal, Metode Penelitian Kualitatif, 2015, p. 13).

Dengan pendekatan kualitatif ini, peneliti dapat menggali

lebih dalam mengenai data dan fakta yang ada di Pusat

(30)

16

Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), guna mendapatkan data yang akurat mengenai efektivitas program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Tangerang Selatan.

Dalam penelitian kualitatif juga diusahakan pengumpulan data secara deskriptif yang kemudian ditulis dalam bentuk laporan.

Data yang di peroleh dari penelitian ini berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka, maka dari itu saya memilih metode penelitian kualitatif. Penelitian ini berupaya bagaimana cara PUSPAGA memberikan tentang pemahaman pola asuh yang baik kepada orang tua melalui media MS. Power Point, Video, dan Sharing

2. Jenis Penelitian

Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian data deskriktif berupa kata-kata, analisis dalam menguji keabsahan data maka peneliti menentukan data valid, akurat, dan signifikan untuk mengungkapkan permasalahan yang diteliti. Karena peneliti menganggap bahwa metode penelitian ini dapat menggambarkan tentang suatu peristiwa, kondisi, dan situasi terutama dalam menganalisis efektivitas kegiatan program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Tangerang Selatan.

Kata deskriktif berasal dari Bahasa Inggris, descriptive, yang berarti sifat menggambarkan atau melukiskan suatu hal.

Menggambarkan atau melukiskan hal ini dalam arti sebenarnya

(harfiah), yaitu berupa foto yang didapat dari data lapangan

dengan kata-kata. Penelitian deskriptif kualitatif dijelaskan

(31)

dengan kata-kata sesuai dengan data yang diperoleh dari responden, apa adanya sesuai dengan pertanyaan penelitiannya., kemudian dianalisis dengan kata-kata apa yang melatarbelakangi responden berperilaku, berperasaan, dan bertindak. Lalu direduksi, ditriangulasi, disimpulkan (diberi makna oleh peneliti), dan diverivikasi (dikonsultasikan kembali kepada responden dan teman sejawat). (Usman, 2009, p. 41)

3. Sumber Data

Sumber data yang diambil oleh penulis ini terdapat dua data, data primer (pokok), dan data sekunder (pendukung).

a. Data Primer

Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari para informan yang ada di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) pada waktu penelitian. Data primer ini diperoleh melalui observasi partisipasi moderat dan wawancara.

b. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang didapatkan oleh seorang peneliti secara tidak langsung. Seperti data-data yang ada di perpustakaan, dokumen, data- data perusahaan atau lembaga.

4. Teknik Pemilihan Informan

(32)

18

Dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling (bertujuan). Purposive sampling teknik purposive penentuan sample dengan pertimbangan tertentu. Peneliti memilih 8 orang informan dari 50 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan program parenting tanpa melihat kriteria tertentu guna mengetahui Efektivitas yang di rasakan oleh orangtua dalam kegiatan yang di laksanakan di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan.

Tabel 1. 1

Kerangka Informan Penelitian No. Informasi

yang dicari

Informan Metode

pengumpulan data

Jumlah 1. Data dan

Profil.

1. Ketua PUSPAGA Wawancara,

Dokumentasi, dan data sekunder.

1 orang

2. Pelaksanaan program parenting.

1. Koordinator pelaksana kegiatan program parenting 2. Staff pelaksanaan 3. Staff penerimaan

Wawancara, Dokumentasi.

3 orang

3. - Manfaat program parenting - Hasil kegiatan program parenting

Orang tua yang berpartisipasi dalam

kegiatan program parenting

Wawancara, dokumentasi.

8 orang

Sumber: Data Primer

5. Tempat dan Waktu Penelitian

(33)

a. Tempat Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di Pusat Pembelajaran Keluarga Tangerang selatan (PUSPAGA), Ruko Sentra Serua, Jl. Bukit Indah No.

3, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310. Disana peneliti melakukan penelitian untuk mendapat informasi dari beberapa staff yang berada di PUSPAGA, sedangkan objeknya dalam penelitian ini adalah peserta yang melakukan bimbingan konseling pranikah di PUSPAGA.

Dengan melakukan wawancara secara langsung dan melakukan observasi untuk mendapatkan data tertulis seperti dokumentasi dan data-data lain untuk mendukung dalam penelitian ini.

b. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan dari November 2020 hingga April 2021.

6. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data sangatlah di perlukan dalam data dan informasi untuk dapat menjawab dan menjelaskan permasalahan ini. Ada beberapa teknik dalam pengumpulan data yaitu:

a. Wawancara

Wawancara adalah bentuk komunikasi antar dua

orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh

(34)

20

informasi dari seseorang yang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu (Mulyana, 2004, p. 180). Dalam hal ini, peneliti melakukan tanya jawab kepada Koordinator pelaksanaan program kegiatan parenting, serta 8 dari 50 orang tua wali murid TK AL-Falah yang berpartisipasi dalam kegiatan program parenting di PUSPAGA untuk mengetahui seberapa efektif program parenting yang di laksanakan oleh Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Tangerang Selatan.

Dapat dijelaskan melalui instrumen Wawancara bahwa Orang tua yang mengikuti kegiatan Parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) 8 dari 50 Orang tua yang di wawancarai dapat disimpulkan oleh peneliti yaitu: bertujuan ingin meningkatkan keterampilan dalam mengasuh Anak, Konseling/konsultasi keluh-kesah berbagai macam permasalahan di Lingkungan Keluarga, Mengintimidasi hubungan Orang tua dan Anak dengan lebih baik.

b. Dokumentasi

Teknik dokumentasi yang berupa informasi

yang berasal dari catatan penting baik dari Lembaga

atau pun organisasi maupun perorangan. Peneliti

menggunakan metode ini untuk berusaha

(35)

mendapatkan data sekunder sebagai pendukung dari data primer. Dokumentasi dilakukan dengan cara pengumpulan foto-foto, profil Lembaga, mempelajari arsip-arsip, serta berbagai bentuk data tertulis lainnya di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Tangerang Selatan berkaitan dengan masalah yang di teliti.

7. Teknik Analisa Data

Dalam suatu penelitian sangat diperlukan suatu analisis data yang berguna untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan yang diteliti. Dalam menulis data tersebut peneliti menggunakan analisis deskriptif, yaitu mendeskripsikan hasil temuan penelitian secara sistematis, faktual dan akurat yang disertai dengan petikan hasil wawancara.

Analisa adalah aktivitas yang dilakukan secara terus- menerus selama penelitian berlangsung, dilakukan mulai dari mengumpulkan data sampai pada tahap penulisan laporan (Afrizal, Metode Penelitian Kualitatif, 2015, p. 176).

Aktivitas dalam analisis data yaitu:

a. Reduksi Data

Merangkum atau memilih hal-hal pokok,

memfokuskan pada hal-hal yang penting. Dan dicari

tema beserta polanya.

(36)

22

b. Display Data (Penyajian Data)

Kegiatan memaparkan data yang telah dianalisis dan dikaji terlebih dahulu dalam bentuk diagram batang, diagram lingkaran, table, naratif atau grafik. Pada umumnya peneliti mengkaji data dalam bentuk naratif atau statistik.

c. Pengambilan Kesimpulan dan Verifikasi

Langkah ketiga dari analisis kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan atau dapat dikatakan sebagai verifikasi data.

Verifikasi data dapat dilakukan apabila kesimpulan awal masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak dibarengi dengan bukti-bukti kuat untuk mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Masalah yang timbul dalam penelitian kualitatif biasanya terletak pada sifatnya yang masih sementara dan dapat berkembang setelah peneliti terjun ke lapangan. Harapan dalam penelitian kualitatif adalah menemukan teori baru. Temuan itu dapat berupa gambaran suatu objek yang dianggap belum jelas, setelah ada penelitian gambaran yang belum jelas itu bisa dijelaskan. (Sugiyono, 2007, pp.

247-252)

8. Teknik keabsahan Data

(37)

Dalam penelitian kali ini menggunakan teknik triangulasi, merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk pengecekan atau perbandingan data tersebut (Moleong, 2000, p. 178). Peneliti menggunakan triangulasi sumber data karena untuk menggali kebenaran informasi tertentu melalui beberapa metode dan sumber perolehan data. Yaitu:

a. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara, misalnya untuk mengetahui efektivitas kegiatan parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA).

b. Membandingkan keadaan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang lain, misalnya dalam hal ini peneliti membandingkan jawaban yang diberikan oleh penerima manfaat dengan jawaban yang diberikan oleh pegawai atau instruktur di Pusat Pembelajaran Keluaraga (PUSPAGA).

9. Pedoman Penulisan Skripsi

Penulisan penelitian kali ini mengacu pada Keputusan

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor 507 Tahun 2017

tentang pedoman penulisan karja ilmiah (skripsi, tesis, dan

disertasi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

(38)

24

H. Sistematika Penulisan

Dalam penulisan kali ini disajikan dalam enam bab, sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfat penelitian, kajian terdahulu, metode penelitian (yang terdiri dari pendekatan penelitian, jenis penelitian, sumber data, tempat dan waktu penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisa data, teknik kebasahan data, pedoman penulisan skripsi, dan teknik pemlihan informan), dan sistematika penulisan.

BAB II : KAJIAN PUSTAKA

Berisi tentang landasan teori apa yang digunakan dalam membahas permasalahan yang berisikan tentang efektivitas program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), kajian pustaka, dan kerangka berpikir.

BAB III : GAMBARAN UMUM LATAR PENELITIAN

Peneliti menuliskan gambaran tempat penelitian

baik secara historis, struktur organisasi serta

efektivitas program parenting di Pusat

(39)

Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan.

BAB IV : DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

Berisi uraian penyajian dan data temuan penelitian yang dilakukan di lapangan sesuai dengan judul “Efektivitas Program Parenting Di Pusat Pembelajaran Keluarga Kota Tangerang Selatan”

BAB V : PEMBAHASAN

Membahas tentang bagaimana efektivitas program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Tangerang Selatan, dan manfaat apa saja yang di dapat oleh orang tua setelah mengikutin kegiatan program parenting di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan.

BAB VI : PENUTUP

Yang terdiri dari kesimpulan dan implikasi dari

penelitian tersebut serta saran untuk lembaga

atau untuk prodi Kesejahteraan Sosial

kedepannya.

(40)

26 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori

1. Efektivitas

a. Pengertian Efektivitas

Pada dasarnya pengertian efektivitas yang umum menunjukkan pada taraf tercapainya hasil.

Senantiasa dikaitkan dengan pengertian efisien, meskipun sebenarnya ada perbedaan diantara keduanya. Efektifitas menekankan pada hal yang dicapai, sedangkan efisiensi lebih melihat pada bagaimana cara mencapai hasil yang dicapai itu dengan membandingkan antara input dan outputnya.

Istilah efektif (effective) dan efisien (efficient) merupakan dua istilah yang saling berkaitan dan patut dihayati dalam upaya untuk mencapai tujuan suatu organisasi.

Efektivitas adalah tingkat keberhasilan dalam

mencapai tujuan atau sasaran. Efektivitas ini

sesungguhnya merupakan suatu konsep yang lebih

luas mencakup berbagai fator di dalam maupun di luar

diri seseorang. Dengan demikian efektivitas tidak

hanya dapat dilihat dari sisi produktvitas, tetapi juga

dilihat dari sisi persepsi atau sikap individu (M., 2008,

p. 31)

(41)

Beberapa pengertian efektivitas menurut para ahli:

1) Menurut Agung Kurniawan efektivitas merupakan kemampuan melaksanakan tugas, fungsi (operasi kegiatan program atau misi) dari suatu organisasi atau sejenisnya yang tidak adanya tekanan atau ketegangan di antara pelaksanaanya. (Kurniawan, 2005, p. 109).

2) Menurut Supriyono efektivitas merupakan hubungan antara keluaran suatu pusat tanggung jawab dengan sasaran yang mesti dicapai, semakin besar kontribusi dari pada keluaran yang di hasilkan terhadap nilai pencapaian sasaran tersebut, maka dikatakan efektif pula unit tersebut.

(Supriyono, 2000, p. 29)

3) Selain itu menurut pendapat H. Emerson yang dikutip Soewarno Handayaningrat S. yang menyatakan bahwa efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya tujuan yang telah di tentukan sebelumnya. Jadi apabila tujuan atau sasaran itu tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka pekerjaan itu tidak efektif.

Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat

disimpulkan bahwa efektivitas merupakan suatu

ukuran yang dapat menyatakan seberapa jauh

target berupa kuantitas, kualitas dan waktu yang

(42)

28

telah dicapai oleh dengan sebuah perencanaan dan penerapan, yang dimana hal tersebut sudah ditentukan terlebih dahulu. Dengan bahasa sederhana efektif berarti “mencapai tujuan”, dan efektivitas adalah “proses mencapai tujuan”.

b. Pengukuran Efektivitas

Efeketivitas di ukur dari tercapainya karena adanya proses kegiatan. Dengan fokus tujuan peneliti pada program parenting di Lembaga (PUSPAGA) dengan wawancara, studi dokumentasi dan Observasi secara langsung. Peneliti dapat melihat keberhasilan dari program tersebut. Dari Analisa yang di lakukan oleh peneliti program Efektivitas pada pola asuh anak dan perempuan sudah berjalan dengan baik di karenakan program tersebut rutin di adakan khususnya terhadap orang tua yang pola asuh serta kesadaran kepada masa depan anak belum dilakukan dengan Relevan. Dengan begitu metode kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif dapat di pergunakan melalui hasil Analisa langsung peneliti dengan informasi yang di dapat dari wawancara di Lembaga (PUSPAGA) Tangerang Selatan.

Menurut Campbell (Mutiarin, 2014, p. 14)

pengukuran efektivitas secara umum dan yang paling

menonjol adalah:

(43)

1) Keberhasilan kegiatan/program

Suatu kegitatan dikatakan efektif apabila kegiatan/program tersebut berhasil dilaksanakan dari tahap pertama hingga terakhir dan dapat menanggulangi hambatan yang ada.

2) Keberhasilan sasaran

Apabila tujuan tercapai dan tepat pada sasaran yang dituju maka suatu kegiatan dinyatakan efektif.

3) Kepuasan terhadap kegiatan/program

Tingkat kepuasan yang diperoleh, artinya ukuran dalam efektifitas ini bersifat kualitatif (berdasarkan pada mutu). Jika kegiatan telah berhasil dilaksanakan dan tepat sasaran maka kegiatan akan dikatakan efektif bila pelaksana dan penerima manfaat sama-sama merasakan keouasan atas kegiatan tersebut.

4) Pencapaian tujuan menyeluruh

Ukuran dalam efektivitas ini bersifat kualitatif

(berdasarkan pada mutu). Jika kegiatan telah

berhasil dilaksanakan dan tepat sasaran makan

kegiatan akan dikatakatan efektif bila pelaksanaan

dan penerima manfaat sama-sama merasakan

kepuasan dalam kegiatan tersebut.

(44)

30

Budiani (2007:53) menyatakan bahwa untuk mengukur efektvitas suatu program dapat dilakukan dengan menggunakan variable-variabel sebagai berikut:

1) Ketetapan sasaran program

Yaitu sejauhmana peserta program tepat dengan sasaran yang sudah ditentukan sebelumnya.

2) Sosialisasi program

Kemampuan penyelenggara program dalam melakukan sosialisasi program sehingga informasi mengenai pelaksanaan program dapat tersampaikan kepada masyarakat pada umumnya dan sasaran peserta program pada khususnya.

3) Pencapaian tujuan program

Sejauhmana kesesuaian dilakukan setelah dilaksanakan antara hasil pelaksanaan program dengan tujuan program yang telah di tetapkan sebelumnya.

4) Pemantauan program

Kegiatan yang dilakukan setelah dilaksanakannya program program sebagai bentuk perhatian kepada peserta program.

Sedangkan menurut Subagyo ada beberapa

indikator yang digunakan untuk mengukur efektivitas

yaitu sebagai berikut:

(45)

1) Ketepatan sasaran program

Ketepatan sasaran program yaitu sejauh mana peserta program tepat dengan sasaran yang sudah di tetapkan sebelumnya.

2) Sosialisasi program

Sosialisasi program yaitu kemampuan pelaksanaan program dalam melakukan sosialisasi program sehingga informasi mengenai pelaksanaan program dapat tersampaikan kepada masyarakat pada umumnya dan sasaran peserta program pada umumnya.

3) Tujuan Program

Tujuan program adalah sejauh mana kesesuaian antara hasil pelaksaan program dengan tujuan program yang telah ditetapkan sebelumnya.

4) Pemantauan Program

Pemantauan program merupakan kegiatan yang dilakukan setelah dilaksanakan program sebagai bentuk perhatian kepada para peserta.

Berdasarkan pengukuran dari efektivitas diatas

maka peneliti menggunakan indikator-indikator untuk

mengukur efektivitas menurut Campbell karena

peneliti ingin mengetahui ukuran efektivitas program

parenting di PUSPAGA Kota Tangerang Selatan

melalui keberhasilan kegiatan/program, kebersihasilan

(46)

32

sasaran, kepuasan terhadap kegiatan/ program, pencapaian tujuan, menyulruh.

Keberhasilan program dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah, merupakan sebuah pencapaian tujuan kegiatan/program yang ada dalam suatu lembaga. Selain itu efektivitas program dari sebuah lembaga dapat dijalanakan dengan kemampuan operasional dalam melaksanakan program-progran tersebut secara terencana dan sistematis, dengan demikian efektivitas dapat diartikan sebagai tingkat kemampuan suatu lembaga atau instansi untuk dapat melaksanakan seluruh tugas-tugas pokoknya untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan sebelumnya. Oleh karena itu, ukuran dalam penelitian ini mengenai efektivitas mencakup:

a. Orang tua/dewasa yang memiliki pengetahuan pengasuhan dalam pola asuh anak yang dilakukan melalui kegiatan parenting.

b. Orang tua yang telah mengikuti kegiatan program

parenting yang diselenggarakan oleh lembaga

PUSPAGA dapat menerapkan pengetahuannya itu

kepada anak-anak mereka sehingga orang tua

memiliki keterampilan pengasuhan yang telah di

berikan oleh PUSPAGA.

(47)

2. Definisi Tentang Parenting a. Pengertian Parenting

Secara tirminologi dapat diidentifikasikan sebagai proses mengasuh anak. Di dalam Bahasa Indonesia, kata mengasuh mengandung makna metode atau cara orang tua mencukupi kebutuhan fisiologis dan psikologis anak, membesarkan anak berdasarkan dan standar kriteria yang orangtua terapkan, menanamkan dan memberlakukan tata nilai kepada anak. (Surbakti, 2012, p. 3)

Selain itu parenting anak-anak dapat digambarkan sebagai rangkaian Tindakan, perbuatan, dan interaksi dari orang tua untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak-anak agar mereka tumbuh dan berkembang sesuai dengan pola asuh yang baik dan benar. Parenting bukanlah kegiatan satu pihak arah dari orangtua untuk mengayomi, mengasuh, mendidik, melindungi atau membesarkan mereka melainkan proses interaksi dua belah pihak yakni antara sekolah dan rumah atau antara guru dan orang tua.

Pada kamus Besar Indonesia, pengasuhan

berarti hal (cara, perbuatan, dan sebagainya)

mengasuh. Di dalam mengasuh terkandung makna

menjaga, merawat, mendidik, membimbing,

membantu, melatih, memimpin mengepalai, dan

menyelenggarakan.

(48)

34

b. Manfaat Parenting

Manfaat yang diperoleh dalam melaksanakan program parenting khususnya bagi orang tua yaitu, memiliki pengetahuan dan pengertian tentang tumbuh kembang anak, cara mendidik anak dengan baik, dan cara mengatasi permasalahan anak, dengan harapan mereka mampu memberikan bimbingan yang tepat bagi anak-anaknya.

1) Manfaat Parenting bagi orang tua

a) Meningkatkan perasaan orang tua untuk mawas diri dalam memberikan pengaruh pelayanan Pendidikan.

b) Membantu meningkatkan kepercayaan diri orang tua dalam mendidik anak, sehingg anggota keluarga lebih terlibat satu sama lain dalam sebuah totalitas keluarga yang harmonis.

c) Orang tua dapat belajar pentingnya Pendidikan bagi anak dan membantu sekolah memaksimalkan tujuan Pendidikan.

d) Orang tua menjadi pendukung dan penyokong program-program sekolah

2) Manfaat Parenting bagi anak

a) Perhatian orang tua lebih berkualitas dapat

meningkatkan peluang untuk meningkatkan

prestasi lebih baik pada anak.

(49)

b) Memberikan akibat yang positif dalam menjalin program sosial.

c) Orang tua dapat membantu mengembangkan program Pendidikan bagi anak yang berkualitas.

Dari beberapa penjelasan di atas mengenai parenting dan manfaatnya, penulis mengambil tema ini dalam bentuk penelitian skripsi mengenai bentuk kebermanfaatan program parenting serta efektivitas atas audiens yang telah mengikuti kegiatan parenting di Lembaga Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA).

B. Kerangka Berpikir

Keluarga mempunnyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian anak terutama Orang tua sebagai pengasuh dan pembimbing dalam keluarga yang sama berperan sangat penting dalam meletakan dasar-dasar perilaku anak. Setiap orang tua mempunnyai pola pengasuhan yang berbeda-beda, ada yang mengutamakan komunikasi sebagai kunci pola pengasuhan terhadap anaknya, namun tidak sedikit juga orang tua yang mengutamakan kekerasan dalam pola asuh terhadap anaknya.

Perbedaan pola pengasuhan pada tiap-tiap orang tua

berbeda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya

tingkat Pendidikan, jumlah anak, kondisi ekonomi, dan

lingkungan sekitar.

(50)

36

Bagan 2. 1 Kerangka Berpikir

Sumber: Data Primer

Menurut kerangka berpikir penulis, meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak dan minimnya pemahaman pengasuhan menjadi faktor utama, dalam hal ini harusnya orang tua dapat membantu mengembangkan ataupun mampu membangkitkan emosional sosial anak. Seorang anak masih membutuhkan dukungan penuh dari orang tuanya agar terciptanya kasih sayang dari orang tua maka dari itu perlunya suasana keluarga yang terbuka, saling menghargai, saling menerima dan mendengarkan pendapat-pendapat anggota keluarganya, maka ia akan tumbuh menjadi generasi yang terbuka, fleksibel, penuh inisiatif dan percaya diri.

Perilaku anak yang tidak dapat di pengaruhi oleh lingkungan luar membawa dampak negatif pada anak.

- Meningkatnya Kasus Keresanan terhadap Anak.

- Minimnya pemahaman pola pengasuhan

Program Parenting

- Menurunnya angka kasus kekerasan terhadap anak - Meningkatnya

pemahaman orang tua tentang pola asuh.

- Orang tua dapat mengetahui karakter masing-masing anakanya

Deteksi Dini Anak

Sosialisasi/Penyuluhan Menanggapi Kasus

Permasalahan pada Anak

(51)

Perilaku anak yang menyimpang dengan tidak adanya dukungan ataupun penerapan yang baik di dalam keluarga/orang tua. Maka mendorong seorang anak untuk melakukan penyimpangan sosial secara berulang. Tidak adanya kedisiplinan yang di buat oleh orang tua maka memudahkan seorang anak melakukan penyimpangan sosial, menjadikan anak tidak betah berada di dalam rumah, rendahnya pertemuan dengan orang tua karena lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah menjadikan interaksi untuk mengembangkan dan menerepakan kedisiplinan pada anak menjadi sangat sulit. Oleh karena itu, seorang anak menjadi tidak memiliki visi hidup kedepan dan tidak mampu mengembangkan emosional sosialnya secara efektif dengan demikian anak menjadi tidak ingin maju dan tumbuh.

Dimasa pandemi ini banyak sekali permasalahan pola

asuh pada anak terutama masalah bagaimana cara orangtua

mengajarkan anak dirumah, karena dengan adanya sekolah

online orangtua menjadi lebih ekstra untuk mengajarkan

anak terutama dalam belajar. Dan disinilah orangtua banyak

sekali yang kesulitan akan hal tersebut. Maka dari itu Pusat

Pembelajaran Keluarga membentuk suatu kegiatan/program

parenting, tujuan dari program parenting ini untuk

mengedukasi para Orangtua untuk mendapatkan ilmu- ilmu

yang bermanfaat dalam pengasuhan anak. Program ini sudah

di jalankan dari pertama kali berdirinya Pusat Pembelajaran

(52)

38

Keluarga (PUSPAGA) di tahun 2016 guna mencapai tujuan

dari visi dan misi yaitu untuk layanan pencegahan.

(53)

39 BAB III

GAMBARAN UMUM PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA (PUSPAGA) TANGERANG SELATAN A. Sajarah Pendirian Lembaga

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Tangerang selatan, tepatnya di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) telah menyajikan program unggulan yaitu Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan di dirikan pada bulan September tahun 2016, (PUSPAGA) hadir sebagai tempat pembelajaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera melalui peningkatan kapasitas orang tua, keluarga, atau setiap orang yang bertanggungjawab terhadap anak dalam menjalankan tanggungjawab mengasuh dan melindungi anak, agar tercipta kebutuhan akan kasih sayang, kelekatan, keselamatan demi kepentingan terbaik bagi anak, agar anak merasa terlindungi dan terhindar dari kekerasan, eksploitasi, dan juga penelantaran.

Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) adalah

bentuk layanan pencegahan di bawah koordinator bidang

Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Tangerang Selatan,

yang terdiri dari tenaga profesional seperti tenaga konselor,

baik psikolog atau sarjana profesional bidang psikologi.

(54)

40

Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA) telah menginisiasi Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dengan jumlah mencapai 18, yaitu di 2 Provinsi dan 16 Kabupaten/ Kota minimal satu Pusat Pembelajaran Keluarag (PUSPAGA).

Maka dari itu hadirlah Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) sebagai perogram pemerintah dalam membantu atau memberdayaakan keluarga untuk mengasuh dan melindungi anak, dikhwatirkan akan menyebabkan anak berada dalam kondisi rentan beresiko mengalami kekerasan, eksplorasi penelantaran, dan perlakuan salah lainnya

Gambar 3. 1

Gedung Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan

Sumber: Data Primer

(55)

B. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan:

Dalam struktur Organisasi pusat pembelajaran Keluarga

(PUSPAGA) Tangerang Selatan dapat terlihat pada gambar di

bawah ini yang terdiri dari Ketua yang bertugas dalam

memimpin serta bertanggung jawab penuh dalam Organisasi

(PUSPAGA), setelah itu ada Divisi Pencegahan yang

pelayanannya memberikan seluruh rangkaian kegiatan di

Organisasi (PUSPAGA) contoh kegiatanya adalah program

Parenting, Ada juga bagian Divisi tenaga administrasi yang

pelayanannya adalah memberikan/mencatat setiap bentuk

laporan-laporan di Organisasi (PUSPAGA). Dan yang

terakhir adalah Divisi rujukan yang pelayanannya berfungsi

memberikan suatu pelayanan rujukan terhadap kasus berat

yang harus di tangani lebih lanjut ke Lembaga besar yang

dapat menangani dengan lebih signifikan. Adapun beberapa

Lembaga rujukan tersebut yaitu (P2TP2A), Lembaga hukum,

psikolog, dsb.

(56)

42

Gambar 3. 2 Struktur Organisasi

Sumber: Data Sekunder Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA)

C. Visi dan Misi Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Tangerang Selatan memiliki visi dan misi sebagai berikut:

1. Visi

Adapun visinya yaitu, terwujudnya keluarga yang memiliki kemampuan dalam mengasuh dan melindungi anak

2. Misi

Untuk mendukung misi berjalan dengan baik maka di perlukan adanya misi, yaitu:

a. Melakukan pembelajaran fungsi keluarga

b. Memberikan informasi dan edukasi tentang pola asuh dan perlindungan anak

c. Melakukan bimbingan kepada calon orang tua

d. Koordinasi dengan jejaring perlindungan keluarga dan anak

e. Memberikan layanan konseling terkait permasalahan

keluarga.

(57)

D. Tujuan, Sasaran, dan Moto

Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) memiliki tujuan, sasaran dan moto sebagai berikut:

1. Tujuan

Di bentuknya Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) mempunnyai tujuan yaitu:

a. Tersedianya “one stop services” layanan satu pintu keluarga, Holistik Integratif Berbasis Hak Anak

b. Tersedianya tempat belajar keluarga melalui Pendidikan bagi orang tua

c. Tersedianya tempat penghubung rujukan sebagai solusi bagi permasalahan anak dan keluarga

d. Menguatnya kemampuan keluarga dalam mengasuh dan melindungi anak

e. Menguatnya senergitas Kerjasama antara pusat dan daerah dalam pemenuhan hak anak terutama mengenai pembelajaran keluarga.

2. Sasaran

Untuk dapat memenuhi tujuan dari Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) sasaran yang tepat yaitu:

a. Anak

b. Orang tua/wali

(58)

44

c. Orang yang bertanggung jawab terhadap pengasuhan anak

d. Seluruh lapisan masyarakat yang berpartisipasi dalam memberikan pencegahan terhadap kasus dalam Keluarga

3. Moto

Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) memiliki moto yaitu:

a. Ceria b. Empati c. Respons d. Inspiratif e. Amanah

E. Ruang Lingkup

Pelaksanaan pelayanan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) merupakan acuan bagi pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam membentuk atau mengembangkan keluarga yang sejahtera dan pemenuhan konvensi hak anak.

Pusat Pembelajaran Keluarga berfungsi secara optimal dalam

melakukan pelayanan dalam ruang lingkup rumah tangga,

pengasuhan berbasis hak anak, edukasi calon pengantin, dan

edukasi calon orang tua dan lain-lainnya.

Gambar

Tabel 1. 1   Kerangka Informan Penelitian .................................. 18  Tabel 4
Gambar 3. 2   Struktur Organisasi
Foto Wawancara Informan Orangtua (Penerima Manfaat)
Foto kegiatan Sosialisasi kegiatan Parenting
+2

Referensi

Dokumen terkait

1) Pertimbangan terhadap tujuan yang hendak dicapai. 2) Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran. 3) Pertimbangan dari sudut peserta didik atau

Seperti yang sudah diuraikan pada keterangan sebelumnya bahwa mata pelajaran Aqidah Akhlak merupakan sub mata pelajaran pendidikan agama islam yang tujuannya untuk

Dengan adanya masalah penelitian ( research problem ) mengenai pengaruh profitabilitas, likuiditas, kebijakan dividen, dan aset berwujud yang mempengaruhi nilai perusahaan,

kebiri dapat diberikan kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak karena kasus kekerasan seksual terhadap anak saat ini merupakan kejahatan yang serius dan diberikan kepada

Sebagai akibat dari Proposisi 12, teorema limit untuk penjumlahan dan perkalian dengan skalar berlaku untuk fungsi bernilai vektor (namun tidak untuk perkalian dan pembagian

Faktor risiko terjadinya hipertensi obesitik pada remaja adalah interaksi antara faktor keturunan (hereditas) dan faktor lingkungan yang salah satunya adalah asupan

Nilai pH, produksi protein mikrobia, degradabilitas bahan kering dan bahan organik pada ransum T1 dengan penambahan tepung bonggol pisang dan pada ransum T2 dengan

Berbeda dengan Mayendra, penelitian Kamilah (2014) dengan judul Analisa Hubungan Dana Alokasi Umum dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di