14 3.1. Jenis Penelitian dan Sampel Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian historical analysis, yaitu sebuah analisa yang menggunakan data masa lalu yang telah ada, dengan tujuan untuk membuktikan hipotesa. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah Perusahaan Telekomunikasi Indonesia dan Indosat, yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.
3.2. Variabel, Konsep, Dan Definisi Operasional 3.2.1. Variabel
Dalam penelitian ini terdapat satu variabel terikat dan satu variabel bebas yang digunakan, dimana :
1. Variabel terikat Rit adalah actual return sekuritas, yaitu saham Telkom atau Indosat.
2. Variabel bebas Rmt adalah actual return IHSG.
3.2.2 Konsep dan Definisi Operasional 3.2.2.1 Konsep: Abnormal Return
Definisi operasional: merupakan selisih antara actual return dengan expected return, pada periode tertentu.
Indikator Empirik: actual return dikurangi dengan expected return saham harian.
3.2.2.2 Konsep: Actual Return
Definisi operasional: return sesungguhnya yang terjadi untuk sekuritas ke – i pada peristiwa ke – t.
Indikator Empirik: harga saham sekarang dikurangi dengan harga saham kemarin, dibagi dengan harga saham kemarin.
3.2.2.3 Konsep: Expected Return
Definisi operasional: return yang diharapkan sekuritas ke– i untuk periode peristiwa ke– t.
Indikator Empirik: return yang diestimasi selama periode sebelum periode jendela.
3.3. Teknik Analisa Data
Tahap-tahap dalam menganalisa data : 1. Menghitung β perusahaan.
a. Mengidentifikasi tanggal publikasi dividen. Tanggal tersebut dijadikan sebagai event date. Event date adalah hari terjadinya peristiwa atau hari ke nol (t = 0).
b. Menentukan periode estimasi dan periode jendela untuk menganalisa abnormal return. Periode estimasi yang digunakan adalah t-130 sampai dengan t-11 dan t-10 sampai dengan t+10 adalah periode jendela, serta t0
merupakan saat terjadinya peristiwa (saat publikasi dividen kepada publik)
2. Menghitung abnormal return periode estimasi dan periode jendela Tahap-tahapnya adalah sebagai berikut :
a. Menghitung actual return saham yang terjadi selama periode estimasi dan periode jendela, dimana actual return dapat dihitung dengan persamaan :
Rit = (Pt – Pt-1) / Pt –1 (3.1)
Rit = actual return
Pt = harga saham untuk sekuritas i pada periode ke-t Periode Jendela
Periode Estimasi
t-130 t-11 t-10 t0 t+10
Gambar 3.1 Periode estimasi & periode jendela
Pt-1 = harga saham untuk sekuritas i pada periode ke-t-1
b. Menghitung return indeks pasar yang terjadi selama periode estimasi dan periode jendela, dimana return indeks pasar dapat dihitung dengan persamaan :
Rmt = (IHSG t – IHSG t – 1) / IHSG t – 1 (3.2) Rmt = return indeks pasar pada periode estimasi ke-t
IHSG t = IHSG untuk bursa yang diteliti pada periode peristiwa ke – t IHSG t-1 = IHSG utuk bursa yang diteliti pada periode peristiwa t – 1
c. Menghitung expected return saham yang terjadi selama periode estimasi, dimana expected return dapat dihitung dengan menggunakan regresi OLS (ordinary least square) dengan persamaan :
E(Rit) = αi + βIRmt (3.3) E(Rit) = expected return saham Telkom atau Indosat ke-i pada
periode estimasi ke-t
αi = intercept untuk sekuritas ke-i
βI = koefisien slope yang merupakan beta dari saham Telkom atau Indosat ke-i
Rmt = actual return IHSG pada periode estimasi ke-t
d. Menghitung abnormal return yang terjadi selama periode jendela, dimana abnormal return dapat dihitung dengan persamaan :
AR = Ri.t – E(Ri.t) (3.4) AR = abnormal return saham Telkom atau Indosat ke – i pada
periode ke-t
Ri.t = actual return yang terjadi untuk saham Telkom atau Indosat ke-i pada periode peristiwa ke-t
E(Ri.t) = expected return saham Telkom atau Indosat ke-i untuk periode peristiwa ke-t
3. Melakukan Uji F.
Uji F dilakukan untuk menguji model regresi.
H0: β = 0, model regresi ditolak.
H1: β ≠ 0, model regresi diterima.
Rumus statistik :
Fhitung =
) k n /(
) R 1 (
) 1 k /(
R
2 2
−
−
− (3.5)
Dimana :
R2 = explained sum-squares-ESS (1-R2) = residual sum-squares - ESS n = jumlah observasi
k = jumlah variabel Membuat keputusan statistik :
Jika | F hitung | > F tabel atau jika p-value < α = 0.05 maka H0 ditolak.
Jika | F hitung | < F tabel atau jika p-value > α = 0.05 maka H0 diterima.
Bila P-value pada uji F < α = 0.05, berarti Ho ditolak dan HI diterima.
Hal ini berarti model regresi diterima.
Bila P-value pada uji F > α = 0.05, berarti Ho diterima dan HI ditolak.
Hal ini berarti model regresi ditolak.
4. Melakukan Uji T.
Uji T dilakukan untuk menguji signifikasi koefisien regresi.
H0: β = 0, hal ini berarti koefisien regresi tidak dapat diterima.
H1: β ≠ 0, hal ini berarti koefisien regresi dapat diterima.
Rumus statistik : t =
bj j
S
b (3.6)
Dimana :
t = tes statistik untuk suatu distribusi t dengan n-p-1 derajat kebebasan
bj = koefisien kemiringan variabel independen terhadap variabel dependen
Sbj = standar error dari koefisien regresi variabel bebas.
Membuat keputusan statistik :
Jika | t hitung | > t tabel atau jika p-value < α = 0.05 maka H0 ditolak.
Jika | t hitung | < t tabel atau jika p-value > α = 0.05 maka H0 diterima.
Bila P-value pada uji T < α = 0.05, berarti H0 ditolak dan H1 diterima.
Hal ini berarti koefisien regresi adalah signifikan.
Bila P-value pada uji T > α = 0.05, berarti H0 diterima dan H1 ditolak.
Hal ini berarti koefisien regresi adalah tidak signifikan .
3.4. Pengujian Nilai Abnormal Return Dengan One-Sample Test.
1. Melakukan uji Statistik (One Sample Test), terhadap nilai- nilai abnormal return yang diperoleh.
Dengan menggunakan persamaan :
t-test = (X - µo) / (S / n) (3.7) X = rata-rata sampel
µo = nol (0)
S = standar deviasi n = banyaknya sampel i
2. Menentukan level of significant (α) dan ukuran sampel (n) Ukuran sampel (n) = perusahaan yang memenuhi kriteria Level of significant = 0.05
3. Menentukan daerah penerimaan dan penolakan
Kriteria Pengujian :
Ho diterima atau Hi ditolak jika:
-t (α/2; df) ≤ t-test ≤ t (α/2 ; df)
Hal ini berarti pengumuman dividen tidak berpengaruh terhadap abnormal return (P-value > α = 0.05)
Ho ditolak atau Hi diterima jika:
t-test > t (α/2 ; df) atau t-test < -t (α/2 ; df) Daerah Penerimaan Hi
-t (α / 2 ; df) 0
Daerah Penerimaan Ho Daerah Penerimaan Hi
t (α / 2 ; df)
Hal ini berarti pengumuman dividen berpengaruh terhadap abnormal return (P-value < α = 0.05)
4. Penarikan kesimpulan berdasarkan uji statistik yang dilakukan.
3.5. Pengujian Nilai Abnormal Return Dengan Uji T (Before and After Test).
Langkah – langkah pengujian hipotesis dengan analisis uji T before and after test, yaitu:
1. Hipotesis nol (Ho) : nilai rata – rata abnormal return sebelum pengumuman dividen sama dengan nilai rata – rata abnormal return sesudah pengumuman dividen.
Hipotesis alternatif (Hi) : nilai rata – rata abnormal return sebelum dividen berbeda dengan nilai rata – rata abnormal return sesudah pengumuman dividen.
2. Menentukan level of significant (α) = 0.05 3. Melakukan pengujian dengan persamaan:
T = S n
d d
d
− 0
(3.8)
db = n – 1 (3.9)
sd =
) 1 n ( n
) d ( d
n 2i i 2
−
∑
−
∑ (3.10)
d = Selisih nilai abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman deviden
db = derajad bebas
n = banyaknya pengamatan / data 4. Penarikan kesimpulan:
Ho ditolak atau Hi diterima jika:
T hitung > T tabel atau P-value < α = 0.05
Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai abnormal return sebelum pengumuman dividen dengan nilai abnormal return sesudah pengumuman dividen.
Ho diterima atau Hi ditolak jika:
T hitung < T tabel atau P-value > α = 0.05
Hal ini berarti bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai abnormal return sebelum pengumuman dividen dengan nilai abnormal return sesudah pengumuman dividen.