Abstract
Along with decentralization, autonomy in managing education and preparing human resources to face global challenges in this modern and technological age, Education has a very important role. This study aims to describe the implementation of School-Based Management at SMAN 1 Serang Baru. This research is a qualitative research by taking the SMAN 1 Serang Baru object. Data col- lection is done by holding observations, in- depth interviews and documentation. Check- ing the validity of the data is done through Triangulation using multiple sources. The results of this study are expected to be used as an evaluation material for the implemen- tation of the School Based Management. The results of the implementation of school-based management in SMAN 1 Serang Baru are effective, because the results obtained from the implementation of school-based manage- ment can support the achievement of school programs.
Abstrak
Seiring dengan desentralisasi, otonomi dalam pengelolaan pendidikan dan penyiapan sum- ber daya manusia untuk menghadapi tan- tangan global pada abad modern dan teknologi ini, Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di SMAN 1 Serang Baru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil obyek SMAN 1 Serang Baru. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan penga- matan, wawancara mendalam dan dokumen- tasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui Triangulasi dengan menggunakan sumber ganda. Hasil penelitian ini diharap- kan akan dapat dipergunakan untuk bahan evaluasi atas pelaksanaan Manajemen Ber- basis Sekolah tersebut. Hasil dari pelaksa- naan manajemen berbasis sekolah di SMAN 1 Serang Baru adalah efektif, karena hasil yang diperoleh dari pelaksanaan manajemen berbasis sekolah dapat menunjang tercapainya program sekolah.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DI SMAN 1 SERANG BARU
Eri Orpa
(Plt Kepala Sekolah SMAN 1 Cikarang Pusat)
Pendahuluan
Perubahan adalah transformasi dari keadaan sekarang menuju keadaan yang akan datang menjadi suatu keadaan yang lebih baik. Apabila segala sesuatu di dunia ini tidak terjadi perubahan, maka akan terjadi kemandegan dan kehidupan tidak dapat berkembang.
Oleh karena itu harus ada pergeseran paradigma pembangunan pen- didikan dari ketergantungan menjadi pemberdayaan. Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pen- didikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Sebenarnya usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan telah banyak dilakukan baik aspek kualifikasi Guru, sarana, kurikulum maupun penga- daan buku dan alat pelajaran.
Seiring dengan desentralisasi, otonomi dalam pengelolaan pendidikan dan penyiapan sumber daya manusia un- tuk menghadapi tantangan global pada abad modern dan teknologi ini (Ace Suryadi & HAR Tilaar. 1998: 12), SMAN 1 Serang Baru mempunyai peran yang sangat penting. SMAN tersebut merupakan sekolah yang termasuk
unggul, maju dalam pembelajaranya dan telah menerapkan sistem Kurtilas (k-13).
Sebagai SMAN 1 Serang Baru harus mampu menghadapi tantangan yang se- makin berat sejalan dengan perubahan masyarakat yang semakin cepat. Untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas yang mampu mempertahankan ke- percayaan umat, maka SMAN 1 Serang Baru harus mampu menyelenggarakan pendidikan yang profesional, efektif dan efisien.
Bertolak dari kenyataan dan per- soalan tersebut, untuk meningkatkan mu- tu pengelolaan pendidikan yang mampu melakukan proses belajar mengajar yang efektif dan menghasilkan out put yang berkualitas, maka perlu diadakan tinda- kan yang terencana dengan baik. Karena sebagaimana dikatakan oleh Nanang Fat- tah bahwa aspek manajemen merupakan suatu kebutuhan bagi sebuah organisasi yang manginginkan pelaksanaannya ber- jalan secara efektif dan efisien (Nanang Fattah. 1999: 24).
Dalam konteks penelitian yang penulis lakukan ini, maka tujuannya ada- lah untuk mengetahui upaya pengelolaan manajemen komponenkomponen sekolah yang dilaksanakan oleh SMAN 1 Serang
Baru dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan, dalam penelitian ini bersifat Kualitatif (Qualitative Research) (Chlmid Narbuko dan Abu Achmad . 2003: 34).
Kepala Sekolah, Guru Karyawan menjadi subyek atau sumber data. Dalam melakukan pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa metode yang sal- ing mendukung dan melengkapi yang sesuai dengan metodologi research, yai- tu: Observasi, Interview (wawancara), Dokumentasi, Teknik Triangulasi. Dalam metode analisis data ini penulis digunakan cara berfikir Induktif: Yaitu suatu cara untuk menarik suatu kes- impulan yang berangkat dari fakta-fakta yang khusus, kemudian ditarik kes- impulan yang bersifat umum (Lexy Moleong. 1999: 48).
Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
Dalam sebuah institusi / lembaga pendidikan, baik lembaga tersebut berada dibawah naungan pemerintah (Negeri) atau mandiri (Swasta), tingkat dasar, menengah atau perguruan tinggi, pasti didalam institusi pendidikan tersebut
membutuhkan manajemen yang bagus (efektif dan efisien) (Depdiknas. 2000:
25). Karena dengan adanya manajemen sekolah yang bagus diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pening- katan kualitas pendidikan secara kese- luruhan di sekolah tersebut. Manajemen sekolah secara langsung akan mempengaruhi dan menentukan efektif tidaknya kurikulum, peralatan belajar, waktu mengajar dan proses pembelajaran (Hadari Nawawi. 1983: 48).
Pelaksanaan MBS di SMAN 1 Serang Baru meliputi:
1. Manajemen Bidang Kesiswaan Pelaksanaan manajemen bidang kesiswaan SMAN 1 Serang Baru diatas berjalan dengan lancar dan dapat disim- pulkan bahwa dalam penerimaan siswa baru di SMAN 1 Serang Baru diperlukan persiapan yang matang, yang dapat di- pertanggungjawabkan sehingga nantinya persyaratan yang diperlukan bagi siswa baru dapat dengan rapi terselesaikan dan kegiatan orientasi siswa baru maupun kegiatan belajar mengajar sudah dapat dimulai pada hari pertama setiap tahun ajaran baru. Dengan demikian akan memudahkan dan memperlancar pihak
sekolah dalam pencatatan data siswa ba- ru, karena dengan data yang lengkap akan mempermudah pihak sekolah dalam pencatatan, baik dalam buku klaper, buku induk, buku rapor maupun buku laporan keadaan siswa yang nantinya dapat di- pergunakan untuk mengetahui dan men- gontrol perkembangan dan kemajuan prestasi siswa didik.
Selain kegiatan Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang dilaksanakan da- lam manajemen kesiswaan di SMAN 1 Serang Baru yaitu kegiatan kemajuan belajar serta bimbingan dan pembinaan disiplin selama siswa berada di sekolah.
Dari kedua kegiatan dalam manajemen kesiswaan di SMAN 1 Serang Baru ini saling berhubungan, dalam usaha meningkatkan prestasi siswa. Kegiatan les pada setiap kelas sangat perlu diada- kan dalam rangka membantu para siswa untuk memahami, mempelajari dan memperjelas pelajaran yang dirasa ku- rang jelas sewaktu pelajaran dikelas.
Demikian pula kegiatan tamba- han belajar sehabis sekolah bagi siswa yang sangat membutuhkan karena nilainya tertinggal jauh dengan teman- teman kelasnya sangat dirasakan penting, karena dengan kegiatan yang dil-
aksanakan seperti prifat ini akan menghilangkan rasa malu bagi siswa un- tuk mau bertanya kepada guru jika me- mang belum paham, kegiatan tambahan ini juga akan mengurangi rasa malu ter- hadap teman-teman dikelas yang lebih pintar.
Kegiatan bimbingan dan pem- binaan disiplin di SMAN 1 Serang Baru n sangat penting dilaksanakan, meng- ingat hal ini berhubungan dengan tata tertib yang harus ditaati oleh siswa, dengan tata tertib sekolah dapat digunakan untuk melatih siswa agar dapat mempraktekkan disiplin disekolah yang nantinya diharapkan menjadi sikap dan kepribadian di masyarakat sosial.
Kegiatan bimbingan dan pembinaan disiplin ini juga sangat menentukan ke- lancaran dalam proses belajar mengajar.
2. Manajemen Bidang Guru
Pelaksanaan manajemen bidang guru di SMAN 1 Serang Baru meliputi:
a. Perencanaan dan pengadaan guru SMAN 1 Serang Baru men- ampung seluruh berkas lamaran dari para pelamar, baik yang dikirimkan sendiri atau melalui pos. selanjutnya akan diadakan tahapan seleksi ber-
kas lamaran sebagai berikut: Kuali- fikasi Pelamar disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, Pemanggilan Pelamar yang telah lulus seleksi, Tes seleksi dilaksanakan oleh tim yang dibentuk oleh sekolah Adapun materi-materi tes seleksi meliputi:
Tertulis, Wawancara, Microteach- ing (Praktek mengajar langsung dikelas).
b. Pembinaan atau pengembangan guru Dalam rangka pembinaan dan pengembangan guru, usaha yang dilakukan oleh sekolah yaitu dengan mengadakan:
1) Rapat KKG ini disesuaikan dengan guru tersebut mengajar kelas berapa dan rapat ini bersifat kondisional.
2) Rapat intern sekolah, rapat ini diadakan ketika ada hal-hal yang harus diselesaikan bersama dengan para guru satu sekolahan.
Rapat ini juga bersifat kondision- al.
3) Workshop.
4) Seminar dengan nara sumber ber- beda, terkadang nara sumber mendatangkan dari Diknas. Hal ini sangat baik sekali dilakukan
dalam rangka menunjang kualitas dan perkembangan keilmuan yang harus dimiliki bagi para guru untuk meningkatkan kuali- tas pembelajaran. Dalam rangka promosi, bagi guru tidak tetap yang berprestasi diberikan kes- empatan untuk mengikuti ujian atau mendaftarkan sebagai CPNS. Kemudian bagi guru yang berprestasi dipromosikan men- jadi kepala sekolah. Selain itu guru juga diberikan kesempatan untuk menuntut ilmu lagi.
c. Pemberhentian guru
Dalam hal pemberhentian guru, pihak sekolah tidak segan- segan mengeluarkan guru yang ser- ing melanggar peraturan yang berada di SMAN 1 Serang Baru, dengan syarat apabila sudah sekian kali di- peringatkan tidak memperhatikann- ya.
d. Kompensasi atau Balas Jasa
Untuk pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal, SMAN 1 Serang Baru sangat memperhatikan tentang kesejahteraan para pegawai.
Karena tanpa memperhatikan kese- jahteraan yang cukup tentu para
gurupun juga tidak akan maksimal dalam mendidik para siswa.
Kompensasi yang diberikan oleh pihak SMAN 1 Serang Baru kepada para guru yaitu: Uang THR, Uang Tutup tahun, Gaji bulanan, Gaji Pokok, Uang tunjangan peningkatan SDM setiap satu tahun sekali, Uang kegiatan.
e. Penilaian Guru
Secara langsung penilaian guru dilakukan oleh kepala sekolah sendiri. Penilaian ini dapat dilihat dari cara kerja, kedisiplinan dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru dalam usaha peningkatan proses belajar mengajar. Hal ini dapat dilihat dari absensi harian, daftar urut kepangkatan, daftar konduite, ri- wayat hidup, dan riwayat pekerjaan.
Pelaksanaan manajemen bi- dang guru di SMAN 1 Serang Baru sudah bagus. Hal ini perlu dilakukan dengan terencana dan sistematis.
Dari data yang diperoleh, dalam hal perencanaan dan pengadaan guru, pihak sekolah dengan teliti mengada- kan tahapan seleksi bagi calon guru, hal ini harus dilakukan untuk menge- tahui kualifikasi pelamar sesuai
kebutuhan sekolah atau belum, men- guasai materi test atau belum. Yang lebih penting lagi untuk menghindar- kan dari berkembangnya sifat-sifat nepotisme di lingkungan SMAN 1 Serang Baru yang akan membuat kecemburuan sosial dan ketidakadi- lan.
Kegiatan pembinaan dan pengembangan guru di SMAN 1 Se- rang Baru mutlak dilaksanakan da- lam rangka meningkatkan kinerja, memperbaiki dan juga sebagai sarana menambah pengetahuan bagi para guru. Hal ini juga akan bermanfaat bagi sekolah karena nantinya para guru melaksanakan tugas dengan op- timal untuk kemajuan SMAN 1 Se- rang Baru. Selain itu untuk kemajuan prestasi di SMAN 1 Serang Baru dan untuk kelancaran program sekolah, pihak sekolah juga membuat pera- turan bagi para guru, dan apabila ter- dapat guru yang sering melanggar peraturan sekolah yang telah ditetap- kan, pihak sekolah tidak akan ragu dan segan memberhentikannya dari jabatan guru di SMAN 1 Serang Ba- ru, karena hal ini akan mempengaruhi citra buruk sekolah.
Dengan melihat data dari pihak SMAN 1 Serang Baru tentang pemberian kompensasi atau balas jasa, hal ini membuktikan bahwa SMAN 1 Serang Baru adalah pihak sekolah yang sangat memperhatikan kesejahteraan para guru, karena guru merupakan penentu berjalan tidaknya program pembelajaran yang juga menentukan prestasi peserta didik dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Seperti semboyan yang diungkapkan Ki Hajar Dewantoro, guru adalah pahla- wan tanpa tanda jasa, semboyan ini menandakan bahwa jasa para guru sangat berarti dan sulit dilupakan, maka wajib bagi pihak SMAN 1 Se- rang Baru memberikan balas jasa bagi para guru sesuai dengan kualifi- kasinya.
Proses penentuan penilaian bagi para guru SMAN 1 Serang Baru adalah tugas kepala sekolah. Hal ini sangat perlu dilakukan untuk pem- binaan para guru terutama bagi guru yang kurang berhasil dalam peker- jaannya agar mampu dan bersedia memperbaiki kelemahannya. Selain itu tujuan dari penilaian guru yaitu
sebagai data tentang golongan gaji dan pangkat, sehingga kepala sekolah harus teliti dan objektif da- lam memberikan penilaian bagi para guru.
3. Manajemen Bidang Kurikulum Manajemen dalam bidang kuriku- lum di SMAN 1 Serang Baru meliputi kegiatan pelaksanaan kurikulum yang dititik beratkan pada kelancaran pem- binaan situasi belajar mengajar.
Perencanaan dan pengembangan kurikulum nasional pada umumnya telah dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional di tingkat pusat. Karena itu pihak sekolah yang paling penting adalah bagaimana merealisasikan dan me- nyesuaikan kurikulum tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Disamping itu sekolah juga bertugas dan berwenang untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan setempat (Mulyasa. 2004: 40).
Dalam pelaksanaan manajemen kurikulum di SMAN 1 Serang Baru me- nyesuaikan dengan kurikulum yang telah direncanakan oleh Departemen Pendidi- kan Nasional.
Kurikulum yang dipergunakan di SMAN 1 Serang Baru yaitu Kurikulum 2013 (K-13). Dalam Kurikulum 2013 dikembangkan sesuai dengan karakteris- tik masing-masing mata pelajaran. Setiap mata pelajaran memiliki dimensi yang berbeda satu dengan yang lainnya, se- hingga orientasi pembelajaran dan penilaian adalah penguasaan kompetensi sesuai dengan dimensi masing-masing mata pelajaran. Dengan demikian nilai pada rapor bukan nilai tunggal tetapi dik- umpulkan menurut dimensi masing- masing mata pelajaran.
Pelaksanaan penilaian kurikulum di SMAN 1 Serang Baru terdiri dari em- pat macam, Pertama : Ulangan harian yang diadakan dalam satu semester mini- mal lima kali pelaksanaan. Kedua, ulangan akhir bulan yang diadakan setiap akhir bulan. Dalam ulangan akhir bulan ini SMAN 1 Serang Baru mengadakan secara serempak, minimal empat hari.
Khusus untuk ulangan harian dan ulangan akhir bulan, soal dibuat oleh guru kelas. Ketiga, UUB yang diadakan dan pembuatan soalnya oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) cabang Diknas. UUB ini dilaksanakan setiap semester. Keem- pat, THB. Ujian ini dilaksanakan hanya
untuk semester II dan soalnya dibuat oleh Diknas.
4. Manajemen Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan
Untuk menunjang pelaksa- naan pendidikan diperlukan fasilitas pendukung yang sesuai dengan tujuan kurikulum. Dalam mengelola fasilitas agar mempunyai manfaat yang tinggi diperlukan aturan yang jelas, serta pengetahuan dan ket- erampilan personal sekolah dalam administrasi prasarana dan sarana tersebut (Soetjipto dan Raflis Kosasi.
1999: 170).
Kegiatan dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMAN 1 Serang Baru meliputi:
a. Perencanaan Kebutuhan sarana dan prasarana di SMAN 1 Serang Ba- ru berdasarkan pada:
1) Pengadaan kebutuhan sarana dan prasarana di SMAN 1 Se- rang Baru karena berkem- bangnya kebutuhan sekolah.
2) Untuk penggantian barang- barang yang rusak atau hilang di SMAN 1 Serang Baru.
b. Pengadaan Sarana dan Prasarana
Pendidikan dilaksanakan dengan cara: Pembelian dan Bantuan atau hibah. Dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan ini dil- akukan dengan menggunakan da- na rutin atau dari penerimaan bantuan dari Pemerintah.
c. Pemeliharaan Sarana dan Prasara- na Pendidikan
“Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencega- han dari kerusakan suatu barang, sehingga barang tersebut kondisi baik dan siap dipakai” (Soetjipto dan Raflis Kosasi. 1999: 170).
Pemeliharaan sarana dan prasara- na di SMAN 1 Serang Baru dil- akukan secara kontinyu terhadap semua barang. Sarana dan prasa- rana yang dibeli dengan harga mahal akan bertambah mahal apa- bila tidak dipelihara dan di- pergunakan dengan asal-asalan tanpa memperhatikan cara pemakaiannya. Pemeliharaan sa- rana dan prasarana pendidikan dilakukan dengan cara berhati- hati dalam penggunaan sarana dan prasarana pendidikan.
d. Pengawasan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Pengawasan sarana dan
prasarana pendidikan di SMAN 1 Serang Baru dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana yang telah tersedia, dalam hal ini pengawasan dilakukan secara langsung dan setiap hari oleh Bapak Kepala Sekolah maupun oleh para guru di SMAN 1 Serang Baru. Untuk pendokumentasian sarana dan prasarana diadakan buku dokumentasi tentang sarana dan prasarana.
Pelaksanaan mana- jemen sarana dan prasarana ini dapat berjalan dengan baik dan lancar tidak lupa didukung oleh keuangan sekolah yang lancar, peran serta dan rasa memiliki para guru sehingga para guru memiliki rasa kebersamaan atau kekompa- kan dalam menjaga dan menggunakan sarana dan fasilitas yang tersedia. Akan tetapi ter- dapat juga hambatan dalam pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana, contohnya ketika pihak sekolah akan mengem- bangkan sarana yang lebih luas dan lengkap akan terhambat kare-
na lahannya terlalu sempit, dekat dengan pemukiman warga.
5. Manajemen Bidang Keuangan
“Dalam suatu lembaga pendidikan, biaya pendidikan merupakan salah satu komponen penunjang yang penting yang sifatnya melengkapi, akan tetapi tidak dapat ditinggalkan” (Soetjipto dan Raflis Kosasi. 1999: 188).
Penanggung jawab manajemen keuangan dalam pendidikan di SMAN 1 Serang Baru adalah Kepala Sekolah. Na- mun dalam hal ini Kepala Sekolah diban- tu oleh para Guru yang ditunjuk dan di- tugasi sebagai bendahara. Manajemen bidang keuangan di SMAN 1 Serang Ba- ru meliputi:
a. Perencanaan penggunaan
Dalam setiap perencanaan penggunaan keuangan pendidikan ha- rus direncanakan terlebih dahulu dis- esuaikan dengan Rencana Anggaran pendapatan dan belanja SMAN 1 Se- rang Baru, dan disesuaikan dengan kebutuhan primer yang harus dipenuhi dan mana kebutuhan sekunder sebagai pelengkap apabila kebutuhan primer telah terpenuhi.
Pelaksanaan manajemen keu- angan di SMAN 1 Serang Baru ber- jalan dengan bagus dan transparan, hal ini dapat dilihat dari perencanaan ang- garan, penggunaan, evaluasi serta per-
tanggungjawaban anggaran keuangan dapat dilaporkan ke majlis DIKDAS- MEN setiap bulan dengan diadakan tutup buku, dan sebelum diserahkan ke majlis direkap terlebih dulu oleh ben- dahara, juga harus mendapatkan tanda tangan kepala sekolah sebagai bukti keabsahan penggunaan keuangan, da- lam artian tidak terdapat penipuan da- lam pencantuman anggaran.
Kegiatan pelaporan keuangan dengan tutup buku setiap bulannya akan mempengaruhi proses penilaian atau akreditasi di SMAN 1 Serang Ba- ru, karena dalam akreditasi harus me- nyertakan laporan pertanggungjawaban keuangan secara transparan sebagai bukti keabsahan dan pertanggungjawa- ban dalam pengelolaan pendidikan yang bagus.
6. Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan sarana yang sangat bermanfaat dalam memajukan dan mengembangkan sekolah untuk mencapai tujuan sekolah melalui pem- belajaran. Sekolah merupakan bagian dari system sosial dalam suatu masyarakat yang tidak dapat hidup dengan sendirian, oleh karena itu anta- ra sekolah dan pihak masyarakat harus terdapat hubungan yang baik dan menguntungkan bagi kedua belah
pihak. Dalam hal ini kegiatan hub- ungan sekolah dengan masyarakat di SMAN 1 Serang Baru meliputi:
a. Kegiatan Internal adalah publisitas kedalam lingkungan sekolah yakni kepala sekolah, para guru dan se- luruh siswa di SMAN 1 Serang Ba- ru.
b. Kegiatan eksternal, kegiatan ini berhubungan dengan masyarakat di luar warga SMAN 1 Serang Baru.
Dari kedua kegiatan hub- ungan dengan masyarakat baik inter- nal maupun eksternal di SMAN 1 Serang Baru menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan humas SMAN 1 Serang Baru harus didukung dengan program dan perencanaan yang matang, karena dengan demikian akan bermanfaat untuk memajukan dan mengem- bangkan program sekolah. Pelaksa- naan kegiatan hubungan dengan masyarakat di SMAN 1 Serang Baru sudah bagus dan berjalan dengan lancar, akan tetapi penggunaan me- dia seperti penyebaran informasi me- lalui radio,media cetak belum ter- penuhi.
7. Manajemen Bidang Layanan Khu-
sus
Pelaksanaan manajemen layanan khusus di SMAN 1 Serang Baru meliputi:
a. Manajemen bidang UKS
Dalam rangka mewujudkan sekolah sehat baik fisik, mental dan social maka perlu dibentuk team pelaksana UKS di SMAN 1 Serang Baru.
Pelaksanaan manajemen bi- dang UKS di SMAN 1 Serang Baru sudah dapat berjalan dengan bagus dan lancar, hal ini dapat dilihat dari program kegiatan UKS yang dil- aksanakan, penyediaan sarana UKS juga penanganan terhadap anak yang sakit dapat langsung tertan- gani, karena setiap hari senin dan rabu, mendatangkan dokter.
Kegiatan bidang UKS dapat ber- jalan dengan lancar tidak terlepas dari biaya pengadaan sarana UKS lancar, dan juga dukungan dan pem- binaan dari puskesmas dan rumah sakit.
b. Manajemen bidang perpustakaan Dengan melihat perkem- bangan IPTEK, maka peranan buku sebagai sumber informasi dan penge-
tahuan sangat diperlukan baik di ting- kat SD, SMP, SMU Perguruan tinggi maupun masyarakat umum.
Pelaksanaan manajemen bi- dang perpustakaan SMAN 1 Serang Baru belum bisa dikatakan sebagai perpustakaan yang lengkap. Sebab buku-buku yang tersedia belum lengkap dan belum bisa menarik per- hatian siswa, terbukti belum banyak siswa yang mau meminjam atau mem- bacanya ditempat.
Kebanyakan dari para siswa lebih suka membeli sendiri di toko- toko. Selain itu ruang perpustakaan SMAN 1 Serang Baru cukup sempit dan belum banyak disediakan tempat duduk untuk membaca diruangan per- pustakaan. Untuk itu pihak sekolah seharusnya senantiasa melakukan penambahan koleksi buku-buku per- pustakaan agar para siswa tertarik un- tuk membacanya, dan juga pihak sekolah diharapkan untuk selalu mem- berikan himbauan kepada para siswa untuk menyempatkan berkunjung ke perpustakaan.
Hasil Pelaksanaan Manajemen Ber- basis Sekolah di SMAN 1 Serang Baru 1. Manajemen Bidang Kesiswaan
Pelaksanaan dari ketiga pro- gram kerja dalam bidang kesiswaan di SMAN 1 Serang Baru meliputi: Pen- erimaan murid baru, Kegiatan kema- juan belajar, Bimbingan dan pem- binaan disiplin (selama siswa berada di sekolah). Dapat dilihat hasilnya, yaitu:
a. Disiplin para siswa dalam mentaati peraturan meningkat, terlihat dengan berpakaian lebih rapi, dan datang ke sekolah tepat waktu.
b. Para siswa menjadi bersemangat dalam belajar.
c. Sebagian siswa prestasinya mening- kat, hal ini dapat dilihat dalam mengikuti proses pembelajaran keseharian di sekolah dan juga dapat dilihat dalam nilainya baik nilai harian maupun nilai dalam rapor.
2. Manajemen Bidang Guru
Hasil yang dapat dipetik dari pelaksanaan manajemen bidang guru atau tenaga kependidikan di SMAN 1 Serang Baru adalah:
a. Kesadaran para guru dalam hal perbaikan mengajar dan kedisipli- nan sebagai pendidik.
b. Bertambahnya wawasan para guru
dalam hal pendidikan.
3. Manajemen Bidang Kurikulum
Hasil yang dapat dipetik dari pelaksanaan manajemen bidang ku- rikulum di SMAN 1 Serang Baru yai- tu:
a. Proses pembelajaran dapat ber- jalan dengan lancar.
b. Untuk kemajuan pendidikan, pihak SMAN 1 Serang Baru setelah menggunakan kurikulum 2013 dapat dengan leluasa menentukan pembagian jam bela- jar.
4. Manajemen Bidang Sarana dan prasa- rana
Hasil dari pelaksanaan mana- jemen bidang sarana dan prasarana di SMAN 1 Serang Baru yaitu:
a. Dengan tersedianya sarana dan prasarana yang lebih lengkap, se- bagian anak didik prestasinya menjadi lebih bagus
b. Sarana dan prasarana yang lengkap minat dan semangat anak didik dalam proses pembelajaran menjadi bersemangat.
5. Manajemen Bidang Keuangan
Hasil dari pelaksanaan mana- jemen bidang keuangan di SMAN 1
Serang Baru yaitu:
a. Proses kegiatan dalam sekolah dapat berjalan dengan baik dan lancar.
b. Semua kegiatan dapat terlaksana dan tercukupi, karena dalam lem- baga pendidikan masalah keuangan merupakan hal yang sangat menen- tukan dalam terlaksananya kegiatan atau proses pembelajaran.
6. Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Hasil dari pelaksanaan mana- jemen hubungan sekolah dengan masyarakat yaitu:
a. Tercipta hubungan dan kerja sama yang harmonis antara warga sekolah yakni kepala sekolah, pa- ra guru dan seluruh siswa.
b. Tercipta hubungan yang baik an- tara para guru dengan orang tua murid tentang program penye- lenggaraan sekolah dan juga un- tuk mengetahui kemajuan belajar para siswa.
c. Tercipta hubungan yang baik anta- ra para guru dalam rapat ke- lompok kerja.
d. Tercipta kerjasama dan hubungan yang baik antara sekolah dengan
pengurus komite SMAN 1 Serang Baru dalam usaha memajukan program sekolah.
7. Manajemen Bidang Layanan Khusus a. Manajemen Bidang Usaha
Kesehatan Sekolah
Hasil dari pelaksanaan mana- jemen bidang UKS di SMAN 1 Se- rang Baru yaitu:
1) Apabila ada anak yang sakit dapat langsung tertangani.
2) Timbulnya kesadaran yang ting- gi tentang UKS bagi warga sekolah.
3) Warga sekolah sadar membina dirinya dan lingkungannya un- tuk sadar sehat.
4) Tercipta kerjasama antara ang- gota BP3 dan guru serta Pem- bina dan masyarakat untuk men- dukung kesehatan lingkungan.
5) Karena tercipta lingkungan sehat akan berakibat prestasi anak meningkat.
b. Manajemen Bidang Perpustakaan Timbulnya kesadaran tentang pentingnya perpustakaan dengan menumbuhkan sikap senang mem- baca bagi siswa untuk memperkaya pengetahuan dan informasi.
1) Timbulnya kesadaran untuk mengembangkan layanan per- pustakaan yang lengkap diling- kungan SMAN 1 Serang Baru.
2) Dengan usaha menciptakan per- pustakaan yang lengkap dan dapat menarik perhatian siswa untuk memanfaatkan dan mem- baca koleksi perpustakaan, maka akan tercipta suasana gemar membaca yang nantinya akan berakibat pada prestasi dan wa- wasan siswa meningkat.
PENUTUP
Setelah penulis mengadakan penelitian mengenai pelaksanaan Mana- jemen Berbasis Sekolah di SMAN 1 Se- rang Baru, maka dapat disimpulkan.
Pelaksanaan manajemen berbasis sekolah di SMAN 1 Serang Baru melipu- ti: pertama, manajemen bidang kesiswaan, kedua: manajemen bidang guru atau tenaga kependidikan, ketiga:
manajemen bidang kurikulum, keempat:
manajemen bidang sarana dan prasarana pendidikan, kelima: manajemen bidang keuangan dan keenam: manajemen hub- ungan sekolah dengan masyarakat.
ketujuh: manajemen bidang layanan khu-
sus yang meliputi manajemen bidang UKS dan Perpustakaan. Dalam setiap bidang manajemen sekolah yang dil- aksanakan di SMAN 1 Serang Baru meli- puti beberapa kegiatan yang di sesuaikan dengan bidang masing-masing untuk memajukan sekolah.
Hasil dari pelaksanaan mana- jemen berbasis sekolah di SMAN 1 Se- rang Baru adalah efektif, karena hasil yang diperoleh dari pelaksanaan mana- jemen berbasis sekolah dapat menunjang tercapainya program sekolah.
Daftar Pustaka
Ace Suryadi & HAR Tilaar, Analisis Ke- bijakan Pendidikan, Bandung : Remaja Rosda Karya, 1998.
Chlmid Narbuko dan Abu Achmad, Metodologi penelitian, Jakarta : Bumi Aksara, 2003.
Depdiknas, Manajemen Peningkatan Mu- tu Berbasis Sekolah, Jakarta : Depdiknas, 2000.
Hadari Nawawi, Administrasi Pendidi- kan, Jakarta: Gunung Agung, 1983.
Lexy Moleong, Metode Penelitian Kuali- tatif, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1999.
Nanang Fattah, Manajemen Berbasis
Sekolah, Bandung: Aldira, 1999.
Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2004.
Soetjipto dan Raflis Kosasi, Profesi Keguruan, Jakarta: Rineka Cipta,1999.
Wawancara Dengan Wk. Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Se- rang Baru, Senin, 6 Juli 2020.
Wawancara Dengan Kepala Sekolah SMAN 1 Serang Baru, Senin, 6 Juli 2020.
Wawancara Dengan Wk. Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Se- rang Baru, Senin, 6 Juli 2020.
Wawancara Dengan Kepala Sekolah Se- rang Baru, Senin, 6 Juli 2020.
Wawancara Dengan Wk. Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana SMAN 1 Serang Baru, Senin, 6 Juli 2020.
Wawancara Dengan Kepala TU SMAN 1 Serang Baru, Senin, 6 Juli 2020.
Wawancara Dengan Wk. Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana SMAN 1 Serang Baru, Senin, 6 Juli 2020.
Wawancara Dengan Wk. Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Se- rang Baru, Senin, 6 Juli 2020.