PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM

106  Download (0)

Teks penuh

(1)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

PELATIHAN

PEJABAT INTI SATUAN KERJA (PISK)

BIDANG JALAN DAN JEMBATAN

PENGADAAN TANAH BAGI

PEMBANGUNAN UNTUK

KEPENTINGAN UMUM

JAKARTA , 30 JULI 2020

(2)

NAMA

NIP

.

IR. WIJAYA SETA, MT.

195509141985011001

Pendidikan

S1 Teknik Sipil, UI, Jakarta

Pasca Sarjana Jalan Raya PU-ITB, Bandung

S2 Magister Teknik Sipil UNDIP, Semarang

1982

1985

2006

Jabatan

Saat ini

• Widyaiswara Utama,

Kementrian PUPR

Juni 2015

Riwayat

Jabatan

• Staf Subag Teknik Dit Wil Barat, DJBM

• Pimbagpro Peningkt jalan Prop Lampung

• Pimpro Pembangunan Jalan Prop. Riau

• Pimpro Pemel Jalan Prop. Jawa Tengah

• Pimpro Pemb Jalan Pantura Jawa Barat

• Kasubdit Pengadaan Lahan, Dit Jalan Bebas

Hambatan dan Jalan Kota, DJBM.

• Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan

Nasional Wilayah I Medan, DJBM.

• Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah I, DJBM

1983 – 1986

1988 - 1994

1994 -1999

2000 – 2003

2003 -2005

2005 - 2010

2011 - 2013

2013 - 2015

(3)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

BEKERJA KERAS

BERGERAK CEPAT

BERTINDAK TEPAT

KOMPETENSI DASAR

(11

BM)

Level

2,

Setelah

mengikuti

pembelajaran ini,

peserta diharapkan

mampu menerapkan prinsip-prinsip dan

tahapan

pengadaan

tanah

bagi

pembangunan

untuk

kepentingan

umum, meliputi Tahapan perencanaan,

persiapan,

pelaksanaan,

penyerahan

hasil

dan sertifikasi hasil pengadaan

(4)

BEKERJA KERAS

BERGERAK CEPAT

BERTINDAK TEPAT

INDIKATOR HASIL BELAJAR

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

1.PESERTA MAMPU MEMAHAMI PRINSIP

PENGADAAN TANAH BAGI

PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN

UMUM

2.PESERTA MAMPU MENERAPKAN

TAHAPAN PELAKSANAAN PENGADAAN

TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK

KEPENTINGAN UMUM

(5)

MATERI POKOK

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

1

PRINSIP PENGADAAN TANAH

2

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

3

STUDI KASUS PERMASALAHAN

PELAKSANAAN PENGADAAN

(6)

PEMROGRAMA

N JALAN

PERATURAN

DAN

PENGENALAN

JALAN

STUDI

KELAYAKAN

DAN DOKUMEN

LINGKUNGAN

HIDUP

PERENCANAA

N TEKNIS DAN

SPESIFIKASI

TEKNIS

MANAJEMEN

PROYEK (JENIS

KONTRAK, DOK.

LELANG & DOK.

KONTRAK

PELAKSANAAN

DAN

PENGAWASAN

KONSTRUKSI

JALAN

PEMELIHARAA

N JALAN DAN

TINDAK

DARURAT

PENGADAAN

TANAH

LAIK FUNGSI

DAN

KESELAMATAN

JALAN

INOVASI

TEKNOLOGI

EVALUASI

KINERJA &

PERTANGGUN

G JAWABAN

JALAN TOL

PENGENALAN PRINSIP

TEKNIS KE-BINA MARGA-AN

TEPAT WAKTU

TEPAT MUTU

TEPAT BIAYA

AKUNTABEL

(7)

PENGADAAN

TANAH

MERUJUK KEPADA

SIDLACOM

Terutama desain

KETERSEDIAAN

KAPASITAS SANGAT

BERPENGARUH /

KRITIS

PADA PENYELESAIAN

PROYEK

(8)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

(9)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

PRINSIP PENGADAAN TANAH

Jembatan Voided Slab

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah

Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum (selanjutnya disebut “UU

Pengadaan Tanah”), Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan

Untuk Kepentingan Umum

ditujukan untuk menjamin

terselenggaranya pembangunan untuk kepentingan umum

yang pelaksanaannya dilakukan dengan mengedepankan

prinsip kemanusiaan, demokratis, dan adil

.

(10)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

PRINSIP PENGADAAN TANAH

Jembatan Voided Slab

ISU – ISU PENGADAAN TANAH

1. Pelaksanaan Pembangunan terhambat, karena masalah

Pengadaan tanah.

2. Dalam masa Pelaksanaan Konstruksi, dijumpai adanya gugatan

permintaan ganti rugi;

3. Masyarakat mengklaim belum pernah diberi ganti rugi,

meskipun secara fisik sudah berupa jalan.

4. Ketidak sepakatan harga ganti rugi, permintaan pemilik sangat

tinggi disbanding penawaran.

5. Ketidak jelasan Alas Hak atas tanah/tumpang tindih.

6. Keraguan/ketakutan pelaku pengadaan tanah.

(11)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

PRINSIP PENGADAAN TANAH

PENGERTIAN-PENGERTIAN

1. PENGADAAN TANAH adalah kegiatan menyediakan tanah dg cara

memberi ganti kerugian yg layak dan adil kepada pihak yg berhak

2. KEPENTINGAN UMUM adalah kepentingan bangsa, negara dan

masyarakat yg harus diwujudkan oleh pemerintah dan digunakan

sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat

(18 item)

3. PELEPASAN HAK adalah kegiatan pemutusan hubungan hukum dari

pihak yg berhak kepada negara melalui Lembaga Pertanahan

(12)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

PRINSIP PENGADAAN TANAH

PENGERTIAN-PENGERTIAN

4. KONSULTASI PUBLIK adalah proses komunikasi dialogis atau musyawarah

antarpihak yg berkepentingan guna mencapai kesepahaman dan

kesepakatan dlm perencanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk

kepentingan umum.

5.Ganti Kerugian adalah penggantian yg layak dan adil kepada pihak yg berhak

dalam proses pengadaan tanah

6. SATUAN TUGAS disebut Satgas adalah satuan yg dibentuk oleh BPN utk

membantu pelaksanaan Pengadaan Tanah

(13)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

PRINSIP PENGADAAN TANAH

PENGERTIAN-PENGERTIAN

7. PENILAI PERTANAHAN (PENILAI) adalah orang perseorangan yg melakukan penilaian

secara independen dan profesional yg telah mendapat izin praktik penilaian dari Menteri

Keuangan dan telah mendapat lisensi dari Lembaga Pertanahan utk menghitung nilai/harga

objek pengadaan tanah

8. PENETAPAN LOKASI adalah penetapan atas lokasi pembangunan utk kepentingan umum

yg ditetapkan dg keputusan gubernur, yg dipergunakan sbg izin untuk Pengadaan Tanah,

perubahan penggunaan tanah dan peralihan hak atas tanah dalam Pengadaan Tanah

9. TIM KAJIAN ad. tim yg dibentuk oleh Gubernur utk mem bantu dlm melaksanakan

inventarisasi masalah yg menjadi alasan keberatan, melakukan utk klarifikasi dg pihak yg

keberatan, melakukan kajian dan rekomendasi diterima atau ditolaknya keberatan.

(14)

AZAS – AZAS PENGADAAN TANAH

1.

Kemanusiaan.

3. Kemanfaatan

5. Keterbukaan

7. Keikutsertaan

2. Keadilan

4. Kepastian

6. Kesepakatan

9. Keberlanjutan

8. Kesejahteraan

10

Azas PT

10. Keselarasan

(15)

Memberikan perlindungan dan menghormati HAM,

harkat dan maratabat setiap warga negara dengan

proporsional

ARTI 10 ASAS PENGADAAN TANAH

Memberi dampak positif bagi pihak yang memerlukan

tanah

3. Asas

Kemanfaatan

Memberi ganti kerugian yang dapat memulihkan

kondisi sosial ekonomi

2. Asas

Keadilan

Hak dan Kewajiban setiap pihak dilakukan menurut

tata cara yang diatur peraturan

perundangan-undangan

1. Asas

Kemanusiaan

4 . Asas

Kepastian

Masyarakat yang terkena dampak pengadaan tanah

berhak memperoleh informasi

5. Asas

Keterbukaan

(16)

Seluruh kegiatan pengadaan tanah didasari

kesepakatan antara kedua belah pihak

6. Asas

Kesepakatan

Peran serta seluruh pemangku kepentingan dalam tiap

pengadaan tanah diperlukan agar meminimalkan penolakan

masyarakat

Kegiatan pembangunan dapat berlangsung secara

terus-menerus, berkesinambungan, untuk mencapai

tujuan yang diharapkan

Pengadaan tanah dapat memberikan nilai tambah

bagi masyarakat

7. Asas

Keikutsertaan

Pengadaan Tanah untuk pembangunan dapat

seimbang dan sejalan dengan kepentingan

Masyarakat dan Negara

8. Asas

Kesejahteraan

9. Asas

Keberlanjutan

10. Asas

Keselarasan

(17)

PERUNTUKAN PEMBANGUNAN BAGI

KEPENTINGAN

UMUM

SESUAI UU. No. 2/2012 DAN PERPRES No. 71/2012

(

18

buah)

1. Pertahanan dan

Keamanan Nasional

2.

Jalan umum, jalan tol,

terowongan, jalur kereta

api, stasiun kereta api,

dan fasilitas operasi

kereta api

3

. Waduk, bendungan, bendung,

irigasi, saluran air minum, saluran

pembuangan air dan sanitasi dan

bangunan pengairan lainnya

4. Pelabuhan, Bandar

Udara dan Terminal

5. Infrastruktur

minyak, gas, dan panas

bumi

6. Pembangkit transmisi,

gardu, jaringan dan

distribusi tenaga listrik

7. Jaringan telekomunikasi dan

informatika pemerintah

8.

Tempat

pembuangan dan

pengolahan

(18)

9.Rumah Sakit

Pemerintah/Pemerin

tah Daerah

12.Fasilitas Sosial,

fasilitas umum dan

ruang terbka hijau

publik

13.Cagar alam dan

Cagar Budaya

14.Kantor

Pemerintah/Pemerintah

Daerah/ Desa

15.Penataan Permukimah

Kumuh Perkotaan

dan/atau Konsolidasi

Tanah, serta Perumahan

untuk Masyarakat

Berpenghasilan Rendah

11

. Pemakaman

Umum pemerintah

dan pemerintah

daerah

16.Prasana

Pendidikan atau

Sekolah

Pemerintahan/Peme

rintah Desa

17.Prasarana Olahraga

Pemerintah/Pemerintah

Daerah

10. Fasilitas Keselamatan

Umum .

18.Pasar Umum dan

Lapangan Parkir

(19)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

PRINSIP PENGADAAN TANAH

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TENTANG

PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN

UNTUK KEPENTINGAN UMUM

UU NO

2

Tahun 2012

TENTANG PENGADAAN TANAH

PERPRES NO 71 tahun 2012

TENTANG PENYELENGGARAAN PENGADAAN TANAH

PERATURAN KEPALA BPN

NO 5 TAHUN 2012

PERATURAN KEPALA BPN

NO 6 TAHUN 2015

PERMENDAGRI

NO 72 TAHUN 2012

-

PERPRES NO. 40 TAHUN 2014

- PERPRES NO. 99 TAHUN 2014

- PERPRES NO. 30 TAHUN 2015

- PERPRES NO. 148 TAHUN 2015

PER MEN KEUANGAN RI

NO 13 TAHUN 2013

PERMEN KEUANGAN

NOMOR 10/PMK.02/2016

(20)

A. UU No 2 TAHUN 2012 – Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan

Umum

B. Perpres No 71 Tahun 2012- Penyelenggaraan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Bagi

Kepentingan Umum

B-1.Perpres No 40 Tahun 2012- Perubahan Perpres No 71 Tahun 2012, Penyelenggaraan

Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Bagi Kepentingan Umum

B-2.Perpres No 99 Tahun 2012- Perubahan Kedua Perpres No 71 Tahun 2012, Penyelenggaraan

Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Bagi Kepentingan Umum

B-3.Perpres No 30 Tahun 2015 - Perubahan ke tiga Perpres No 71 Tahun 2012, Tentang

Penyelesaian pengadaan Tanah

B-4.Perpres No 148 Tahun 2015 - Perubahan Keempat Perpres No 71 Tahun 2012,

(21)

21

B-5.Inpres No 1 Tahun 2016 - Tentang. Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis

Nasional ( PSN)

.

B-6.Perpres No 3 Tahun 2016 – Tentang Percepatan Pelaksa

naan Proyek Strategis

Nasional

.

PERPRES NO. 58 TAHUN 2017 TTG PERUBAHAN PERPRES N0. 3 TAHUN 2017 TTG PERCEPATAN

PELAKSANAAN PSN.

PERPRES NO. 66 TAHUN 2020, TTG PENDANAAN PENGADAAN TANAH BAGI PEMB UNTUK

KEPENTINGAN UMUM DALAM RANGKA PELAKSANAAN PSN PSN

(22)

22

C

. Per Ka BPN No 5 Tahun 2012 – Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengadaan Tanah

D-1 Peraturan Mendagri No 72 Tahun 2012- Biaya Operasional dan Biaya

Pendukung Penyelenggaraan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Bagi

Kepentingan Umum Bersumber APBD

D-2.Peraturan MenKeu No 13 Tahun 2013 - Biaya Operasional dan Biaya Pendukung

Penyelenggaraan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Bagi Kepentingan Umum Bersumber

APBN

(23)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN

(24)

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

SESUAI UU. NO. 02/2012 DAN PERPRES N0. 71/2012

PENYERAHAN

HASIL

PENGADAAN TANAH

PERATURAN LAMA (PERPRES 36/2005

, 65/2006, PER. Ka. BPN RI 3/2007)

SETELAH

TERBIT SP2LP

1

TAHAP

PERENCANAAN

PENYIAPAN DOKUMEN

PERENCANAAN OLEH

INSTANSI YANG

MEMERLUKAN

TANAH

4

TAHAP

PENYERAHAN

HASIL

ANTARA : P2T

DAN INSTANSI YANG

MEMERLUKAN

TANAH

3

TAHAP

PELAKSANAAN

PELAKSANAAN

PENGADAAN TANAH

OLEH PELAKSANA

PENGADAAN TANAH

(P2T) DAN INSTANSI

YANG MEMERLU-

KAN TANAH

2

TAHAP

PERSIAPAN

DALAM RANGKA

PENERBITAN SP2LP

OLEH GUBERNUR/

BUPATI/WALIKOTA

DAN INSTANSI YANG

MEMERLUKAN

TANAH

(25)

MEKANISME PENGADAAN TANAH

SESUAI UU NO. 2 TAHUN 2012 DAN PERPRES NO. 71 TAHUN 2012

DILAKSANAKAN ANTARA :

- KANWIL BPN/KANTOR PERTANAHAN KAB/KOTA - INSTANSI YANG MEMERLUKAN TANAH

TERDIRI DARI UNSUR :

- PEMERINTAH PROPINSI/KABUPATEN/KOTA - PEMERNTAH KECAMATAN/DESA/KELURAHAN

- INSTANSI YANG MEMERLUKAN TANAH - PERGURUAN TINGGI/AKADEMISI

TERDIRI DARI UNSUR :

- KANWIL BPN/KANTOR PERTANAHAN KAB/KOTA - PEMERINTAH PROPINSI/KABUPATEN/KOTA - PEMERINTAH KECAMATAN/DESA/KELURAHAN

- INSTANSI YANG MEMERLUKAN TANAH

PELAKSANA :

1. TIM PERSIAPAN PENGADAAN TANAH 2. TIM KAJIAN KEBERATAN RLP

PELAKSANA :

PELAKSANA PENGADAA TANAH (P2T)

PELAKSANA :

INSTANSI YANG MEMERLUKAN TANAH

I. TAHAP

PERENCANAAN

II. TAHAP

PERSIAPAN

III. TAHAP

PELAKSANAAN

DOKUMEN PERENCANAAN,

BERDASARKAN STUDI KELAYAKAN YANG MENCAKUP :

1. SURVEI SOSIAL EKONOMI 2. KELAYAKAN LOKASI

3. ANALISA BIAYA DAN MANFAAT PEMBANGUNAN BAGI WILAYAH DAN MASYARAKAT

4. PERKIRAAN NILAI TANAH 5. DAMPAK LINGKUNGAN DAN DAMPAK SOSIAL

6. STUDI LAIN YANG DIPERLUKAN

SURAT PERSETUJUAN

PENETAPAN LOKASI

PEMBANGUNAN (SP2LP)

(masa berlaku 2+1 tahun)

HASIL PENGADAAN TANAH :

1. TANAH YANG TELAH DILEPASKAN HAKNYA 2. TANAH YANG DIKONSINYASIKAN DI DILAN NEGERI SETEMPAT

SERAH TERIMA HASIL

PENGADAAN TANAH

GUBERNUR

INSTANSI YANG

MEMERLUKAN TANAH

KETUA P2T

INSTANSI YANG

MEMERLUKAN TANAH

1 2 3 4 KETERANGAN KELENGKAPAN DOKUMEN : 1 DOKUMEN PERENCANAAN 2 SP2LP 3 - SP2LP - DOKUMEN PERENCANAAN 4 TANAH BEBAS : - DILEPASKAN HAKNYA - DIKONSINYASIKAN

IV. TAHAP

PENYERAHAN

HASIL

SERTIFIKASI

(26)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN

UNTUK KEPENTINGAN UMUM

MAKSUD

• DOKUMEN

PERENCANAAN

PENGADAAN

TANAH

INI

MENCAKUP

KETENTUAN

ADMINISTRATIF, KETENTUAN

TEKNIS,

DAN

TAHAPAN

PENYUSUNAN

DOKUMEN

PERENCANAAN PENGADAAN TANAH YANG DIPERUNTUKKAN BAGI TIM YANG DIBENTUK

/DITUNJUK

OLEH

INSTANSI

YANG

MEMERLUKAN

TANAH

UNTUK

KEPERLUAN

INFRASTRUKTUR PUPR.

TUJUAN

• SBG ACUAN BAGI PEJABAT YANG DITUNJUK UNTUK MELAKSANAKAN PENGADAAN TANAH

DAN MERUPAKAN PRASYARAT UNTUK MENGAJUKAN PERMOHONAN

PENETAPAN LOKASI

PADA TAHAP PERSIAPAN PENGADAAN TANAH OLEH GUBERNUR.

TAHAP 1. PERENCANAAN PENGADAAN TANAH,

(27)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

KE

TEN

TU

AN2

KEWENANGAN PENYUSUNAN

DOKUMEN PERENCANAAN

PENGADAAN TANAH

OLEH PEJABAT PIMPINAN TINGGI PRATAMA ATAU KEPALA UPT YANG

BERWENANG DALAM PENGADAAN TANAH DALAM TIAP UNIT ORGANISASI

PERSYARATAN DOKUMEN

PERENCANAAN PENGADAAN

TANAH MEMUAT:

MAKSUD DAN TUJUAN RENCANA PEMBANGUNAN

KESESUAIAN DENGAN RTRW & RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL

& DAERAH

LETAK TANAH

LUAS TANAH YANG DIBUTUHKAN

GAMBARAN UMUM STATUS TANAH

PERKIRAAN WAKTU PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH

PERKIRAAN JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEMBANGUNAN

PERKIRAAN NILAI TANAH

RENCANA PENGANGGARAN

TAHAPAN PERENCANAAN

PENGADAAN TANAH

(28)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

MAKSUD

&

TUJUAN,

DOKUMEN

PERENCANA

AN

MAKSUD

MENGURAIKAN GAMBARAN SECARA UMUM YANG INGIN DICAPAI

DARI RENCANA PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM

TUJUAN

MENGURAIKAN HAL – HAL SPESIFIK YANG AKAN DICAPAI UNTUK DAPAT

MEWUJUDKAN MAKSUD RENCANA PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN

UMUM

MANFAAT

MENGURAIKAN KEGUNAAN YANG AKAN DIPEROLEH OLEH MASYARAKAT

UMUM DARI RENCANA PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM

DASAR URAIAN

MAKSUD, TUJUAN &

MANFAAT

BERDASARKAN

ANALISA:

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL, PROVINSI, DAN

KABUPATEN/KOTA;

RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN

RAKYAT;

RENCANA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN

RAKYAT.

(29)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

KESESUAIAN

TRACE JALAN

DGN RTRW &

RPND

LOKASI

RENCANA

PEMBANGUNAN

Berdasarkan

pada:

RENCANA TATA RUANG WILAYAH NSIONAL,

PROVINSI, DAN/ATAU KABUPATEN KOTA

PRIORITAS PEMBANGUNAN (RPJM, RENCANA KERJA

KEMENTERIAN PUPR, DAN RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN

PUPR)

KESESUAIAN

LOKASI RENCANA

PEMBANGUNAN

DGN RTRW &

PRIORITAS

PEMBANGUNAN

Diperoleh dari:

KOORDINASI DENGAN PEMERINTAH DAERAH

DAN INSTANSI TERKAIT LAINNYA

UTK RENCANA PEMBANGUNAN YG BELUM DITETAPKAN DALAM

RTRW

DAN/ATAU

PRIORITAS

PEMBANGUNAN,

MAKA

KEMENTERIAN PUPR SEGERA BERKOORDINASI LEBIH LANJUT

DENGAN PEMERINTAH DAERAH DAN INSTANSI TERKAIT LAINNYA

UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN TSB.

DOKUMEN PERENCANAAN PENGADAAN TANAH

YANG DILAMPIRI DENGAN PERATURAN RTRW

DAN PRIORITAS LOKASI RENCANA

PEMBANGUNANPEMBANGUNAN YANG TELAH

DITETAPKAN LENGKAP DENGAN PETA

(30)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

LETAK

TANAH

MENGURAIKAN WILAYAH ADMINISTRASI

RENCANA PENGADAAN TANAH BERADA, terdiri

dari dari:

PROVINSI;

KABUPATEN/KOTA;

KECAMATAN;

DESA/KELURAHAN

DITUANGKAN DALAM PETA RENCANA LOKASI

PEMBANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN

SKALA 1:50.000

PETA RENCANA LOKASI MERUPAKAN PETA

RUPA BUMI YANG MEMUAT BATAS WILAYAH

ADMINISTRASI DARI PROVINSI,

(31)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

LUAS TANAH YG

DIBUTUHKAN

PERKIRAAN LUAS TANAH YANG DIBUTUHKAN

DALAM PENGADAAN

TANAH DALAM SATUAN M2

PERKIRAAN LUAS TANAH DIURAIKAN

BERDASARKAN PERKIRAAN LUAS TANAH YANG

DIBUTUHKAN PER WILAYAH ADMINISTRASI

RENCANA PENGADAAN TANAH BERADA, terdiri

dari:

DESA/KELURAHAN

KECAMATAN

KABUPATEN/KOTA

(32)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

GAMBARAN

UMUM

STATUS TANAH

MENGURAIKAN DATA AWAL MENGENAI

PENGUASAAN DAN PEMILIKAN ATAS TANAH

DATA PEMILIK YANG BERHAK SEPERTI YANG

DIMAKSUD PALING SEDIKIT MEMUAT :

BIDANG TANAH.

NAMA PEMILIK

STATUS

KEPEMILIKAN/PENGUASAAN

PERUNTUKAN TANAH.

OBJEK PENGADAAN TANAH

LAINNYA.

PENGUMPULAN DATA DILAKSANAKAN MELALUI

SURVEI LAPANGAN & WAWANCARA LANGSUNG DGN

MASYARAKAT YANG TERINDIKASI TERKENA

PENGADAAN TANAH

DATA PEMILIK YANG BERHAK DITUANGKAN DALAM

BENTUK TABEL & PETA DATA AWAL YG MEMUAT

INFORMASI BIDANG TANAH, NAMA PEMILIK &

OBJEK PENGADAAN TANAH LAINNYA

(33)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

PERKIRAAN

WAKTU

PELAKSANAAN

PENGADAAN

TANAH

MENGURAIKAN PERKIRAAN WAKTU YANG DIPERLUKAN UNTUK MASING-MASING

TAHAPAN PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH

JANGKA WAKTU TAHAP PERSIAPAN

: SEJAK PEMBUATAN DOKUMEN PERENCANAAN

PENGADAAN TANAH → PENETAPAN DOKUMEN PERENCANAAN

JANGKA WAKTU TAHAP PERENCANAAN

MENGURAIKAN JANGKA WAKTU

PELAKSANAAN

: SEJAK DITERIMANYA DOKUMEN PERENCANAAN PENGADAAN

TANAH OLEH GUBERNUR → PENGUMUMAN PENETAPAN LOKASI

JANGKA WAKTU TAHAP PELAKSANAAN

MENGURAIKAN PERKIRAAN JANGKA

WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN :

SEJAK DITERIMANYA PERMOHONAN

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH OLEH KEPALA KANWIL BPN → PENYERAHAN

DOKUMEN PENGADAAN TANAH KE KEMENTERIAN PUPR

JANGKA WAKTU TAHAP PENYERAHAN HASIL

MENGURAIKAN PERKIRAAN JANGKA

WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN :

SEJAK PENGAJUAN PENSERTIPIKATAN OLEH

(34)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

PERKIRAAN

JANGKA WAKTU

PELAKSANAAN

PEMBANGUNAN

MENGURAIKAN PERKIRAAN WAKTU YANG DIPERLUKAN

UNTUK MELAKSANAKAN PEMBANGUNAN

WAKTU PELAKSANAAN

: WAKTU YANG DIPERLUKAN

UNTUK MENYELESAIKAN SETIAP TAHAPAN PEKERJAAN

(35)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

PERKIRAAN NILAI

TANAH

MENGURAIKAN PERKIRAAN NILAI GANTI KERUGIAN OBYEK

PENGADAAN

MELIPUTI : TANAH, RUANG ATAS TANAH DAN BAWAH TANAH,

BANGUNAN, TANAMAN, BENDA YANG BERKAITAN DENGAN

TANAH, DAN/ATAU KERUGIAN LAIN YANG DAPAT DINILAI

DIHITUNG BERDASARKAN

STANDAR PENILAIAN NILAI

GANTI KERUGIAN PENGADAAN TANAH BAGI

PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM (SPI 306)

ATAU STANDAR PENILAIAN TANAH LAINNYA

PENILAIAN

DAPAT MELIBATKAN

PENILAI PUBLIK,

INSTANSI TERKAIT, ATAU LEMBAGA LAINNYA YANG

(36)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

RENCANA

PENGANGGARAN

BIAYA OPERASIONAL

DAN

BIAYA PENDUKUNG

:

BIAYA YANG DIPERLUKAN UNTUK PENYELENGARAAN PENGADAAN

TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM

(PMK No. 13/PMK.02/2013 dan PMK No. 10/PMK.02/2016)

BESARAN SATUAN BIAYA YANG DIGUNAKAN UNTUK BIAYA

OPERASIONAL DAN BIAYA PENDUKUNG DALAM RANGKA KEGIATAN

PADA TAHAPAN PERENCANAAN, PERSIAPAN, PELAKSANAAN &

PENYERAHAN HASIL

MENGURAIKAN

BESARAN DANA, SUMBER DANA, DAN RINCIAN

ALOKASI DANA

UNTUK PERENCANAAN, PERSIAPAN, PELAKSANAAN,

PENYERAHAN HASIL, ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN, SERTA

SOSIALISASI

(37)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

PEMBIAYAAN PENYUSUNAN DOKUMEN

• SWAKELOLA : PEJABAT PIMPINAN TINGGI PRATAMA ATAU KEPALA

UPT, MEMBENTUK TIM PENYUSUN DENGAN SURAT KEPUTUSAN.

• KONTRAKTUAL : DITUNJUK KONSULTAN SESUAI KETENTUAN

(38)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

PERSONIL PENYUSUN

DOKUMEN

OLEH UNIT ORGANISASI

TIM TEKNIS DARI

UNIT ORGANISASI

PELAKSANA

TIM TEKNIS DARI

INSTANSI

TERKAIT

OLEH PENYEDIA JASA

TENAGA AHLI SURVEYOR &

TENAGA AHLI PENILAI

BERSERTIFIKAT KEAHLIAN

YANG DIKELUARKAN OLEH

ASOSIASI PROFESI TERKAIT

TENAGA AHLI &

PERSONIL LAINNYA YANG

DISESUAIKAN DENGAN

KEBUTUHAN

MASING-MASING PROYEK

INFRASTRUKTUR

(39)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

PE

TA

RE

NCA

NA

L

O

K

A

SI

PE

MBA

N

G

UNA

N

&

SK

A

LA

PE

TA

PETA LOKASI

RENCANA

LOKASI

PEMBANGUN

AN

PETA :

SUATU GAMBARAN DARI UNSUR-UNSUR ALAM DAN/ATAU BUATAN

MANUSIA, YANG BERADA DI ATAS /DI BAWAH PERMUKAAN BUMI YANG

DIGAMBARKAN PADA SUATU BIDANG DATAR DENGAN SKALA TERTENTU

PETA LOKASI RENCANA PEMBANGUNAN :

DIBUAT PADA PETA RUPA BUMI YANG MINIMAL MEMUAT

BATAS WILAYAH ADMINISTRASI DARI PROVINSI, KAB/KOTA,

& DESA/KELURAHAN

SKALA PETA

SKALA SUATU PETA :

ANGKA PERBANDINGAN ANTARA JARAK DUA TITIK DIATAS PETA DENGAN

JARAK TERSEBUT DIATAS PERMUKAAN BUMI

SKALA PETA LOKASI RENCANA PEMBANGUNAN MINIMAL MENGGUNAKAN

SKALA 1 : 50.000

(40)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

FE

AS

IB

IL

IT

Y

S

TU

D

Y

BENDUNGAN

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor

27/PRT/M/2015 tentang Bendungan

SALURAN IRIGASI

Aturan teknis yang mengatur tentang Saluran Irigasi

BANGUNAN AIR

Aturan teknis yang mengatur tentang Bangunan Air

JALAN, JEMBATAN DAN

TEROWONGAN

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Persyaratan Teknis Jalan

dan Kriteria Perencanaan Teknis Jalan, yaitu Peraturan Menteri

Pekerjaan Umum Nomor 19/PRT/M/2011

(41)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

MENGGUNAKAN DANA PUBLIK DAN ATAU PROYEK YANG PENTING

DAN STRATEGIS BERDASARKAN KEBIJAKAN PUBLIK

MEMPUNYAI SIFAT KETIDAKPASTIAN DAN RESIKO CUKUP

TINGGI

MERINCI PROYEK-PROYEK YANG DIHASILKAN DALAM PRA

STUDI KELAYAKAN YANG MEMPUNYAI INDIKASI

KELAYAKAN YANG TINGGI

PROYEK MEMERLUKAN PENAJAMAN DALAM RENCANA,

MELALUI PEMBANDINGAN DUA ATAU LEBIH ALTERNATIF

SOLUSI YANG UNGGUL

PROYEK MEMERLUKAN INDIKATOR KELAYAKAN YANG

LEBIH TELITI

KRITERIA STUDI

KELAYAKAN

(42)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

FUNGSI

Feasibility Study (FS)

MENGINDENTIFIKASI

ALTERNATIF SOLUSI UNTUK

MENILAI

TINGKAT KELAYAKAN

DENGAN MEMBANDINGKAN

KINERJA EKONOMIS SUATU

ALTERNATIF TERHADAP

ALTERNATIF YANG LAIN

(43)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

HASIL SURVEI KELAYAKAN SOSIAL EKONOMI

•Hasil survei ekonomi harus

mengakomodasi dampak-dampak

kepada:

•Kependudukan,

•Perubahan mata pencaharian,

•Perubahan mata pencaharian,

•Pengaruh terhadap kekerabatan,

•Ganti kerugian dalam pengadaan tanah,

•Keamanan,

•Kesehatan masyarakat,

•Pendidikan,

•Cagar budaya dan peninggalan sejarah,

•Estetika visual,

•Perubahan pola interaksi.

KELAYA

KAN

LOKASI

ANALISIS BIAYA & MANFAAT

PEMBANGUNAN BAGI WILAYAH &

MASYARAKAT

• Biaya pengadaan tanah

• Biaya

administrasi

dan

sertifikasi

• Biaya Perancangan

• Biaya konstruksi

• Biaya supervisi

• Komponen bukan biaya proyek

• Nilai sisa kontruksi

PERKIRAAN

HARGA

TANAH

DAMPAK LINGKUNGAN

& SOSIAL

• Lingkungan Biologi

• Lingkungan Fisika-Kimia

• Lingkungan Sosial

Ekonomi dan Budaya

• Keselamatan Jalan

RINCIAN DOKUMEN FS (FEASIBILITY STUDY)

(44)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

CONTOH

D

OKUMEN

PERENCANAAN

RUAS JALAN TOL

JOGYA - SOLO

(45)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

CONTOH

DOKUMEN PERENCANAAN

RUAS JALAN JOGYA - SOLO

(46)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

RINGKASAN EKSEKUTIF ... i

DAFTAR ISI... v

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR TABEL... x

BAB

1 PENDAHULUAN

... 1 - 1

1.1 Latar Belakang... 1 - 1

1.2 Maksud dan Tujuan... 1 – 2

BAB

2 LANDASAN HUKUM DAN

KEBIJAKAN

... 2 - 1

CONTOH DOKUMEN

PERENCANAAN

DAFTAR ISI

DOKUMEN PERENCANAAN PENGADAAN TANAH

JALAN TOL SOLO – YOGYAKARTA.

(47)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

BAB

2 LANDASAN HUKUM DAN KEBIJAKAN

... 2 - 1

1.1 Referensi Hukum ... 2 - 1

1.2 Pokok-Pokok Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum

Menurut UU No. 2 Tahun 2012 ... 2 - 2

1. Prinsip-Prinsip Pengadaan Tanah ... 2 - 2

2. Asas Pelaksanaan Pengadaan Tanah... 2 - 2

3. Pokok-Pokok Pengadaan Tanah ... 2 - 3

4. Kegunaan Tanah Untuk Kepentingan Umum ... 2 - 4

5. Penyelenggaraan Pengadaan Tanah ... 2 - 4

6. Sumber Dana Pengadaan Tanah ... 2 - 5

7. Peran Serta Masyarakat ... 2 - 5

8. Kelebihan dan Kekurangan...

2 – 5

BAB

3 KESESUAIAN DENGAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH

CONTOH DOKUMEN

PERENCANAAN

(48)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

BAB

3

KESESUAIAN DENGAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH

DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN... 3 – 1

3.1

RTRW Nasional ... 3 - 1

3.2 RTRW Provinsi Jawa Tengah ... 3 - 5

3.3 RTRW Kabupaten/Kota... 3 - 5

CONTOH DOKUMEN

PERENCANAAN

DAFTAR ISI

3.3.1 RTRW Kabupaten Karanganyar... 3 - 5

3.3.2 RTRW Kabupaten Boyolali... 3 - 5

3.3.3 RTRW Kabupaten Klaten ... 3 - 6

(49)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

BAB 4 TINJAUAN ASPEK LINGKUNGAN

... 4 - 1

4.1 Kegiatan Analisis Kajian Lingkungan ... 4 - 1

4.2 Penyaringan Kewajiban Pelaksanaan Analisis Lingkungan ... 4 - 3

4.2.1 Identifikasi Proyek Jalan... 4 - 3

4.2.2 Penetapan Kawasan Sensitif... 4 - 5

4.2.3 Penetapan Dampak Penting... 4 - 7

4.3 Upaya Pengelolaan Lingkungan (Ukl) Dan Upaya Pemantauan

Lingkungan (Upl)... 4 - 9

4.3.1 Lingkup Kegiatan... 4 - 9

4.3.2 Komponen Kegiatan UPL dan UKL ... 4 - 10

4.4 Komponen Dampak Lingkungan... 4 – 12

BAB 5 LETAK/LOKASI JALAN TOL ...

5 - 1

(50)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

BAB

6 LUAS TANAH YANG DIBUTUHKAN

... 6 – 1

BAB 7

GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN STATUS TANAH ... 7 – 1

7.1 Gambaran Umum Wilayah Provinsi Jawa Tengah... 7 - 1

7.1.1 Kondisi Geografis ... 7 - 1

7.1.2 Pemerintahan ... 7 - 2

7.1.3 Kependudukan ... 7 - 3

7.1.4 Pendidikan... 7 - 4

7.1.5 Kesehatan ... 7 - 4

7.1.6 Perekonomian ... 7 - 4

7.2 Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Boyolali ... 7 - 6

7.2.1 Kondisi Geografis ... 7 - 6

7.2.2 Kondisi Topografi... 7 - 7

7.2.3 Iklim dan Cuaca... 7 - 8

7.2.4 Kependudukan ... 7 - 8

7.2.5 Perekonomian ... 7 - 9

7.2.6 Infrastruktur ... 7 - 11

(51)

I

NTEGRITAS *

PR

OFESIONAL *

O

RIENTASI MISI *

V

ISIONER *

E

TIKA-AKHLAKUL KARIMAH

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

7.3 Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Klaten... 7 - 12

7.3.1 Kondisi Geografis ... 7 - 13

7.3.2 Kondisi Fisik Alam ... 7 - 13

7.3.3 Administrasi Kabupaten Klaten... 7 - 14

7.3.4 Kondisi Sosial Budaya... 7 - 15

7.3.5 Perekonomian ... 7 - 15

7.4 Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Karanganyar ... 7 - 16

7.4.1 Letak Geografis ... 7 - 16

7.4.2 Topografi ... 7 - 17

7.4.3 Klimatologi... 7 – 17

7.4.4 Kependudukan ... 7 - 18

7.4.5 Luas Wilayah di Kabupaten Karanganyar... 7 - 18

7.5 Gambaran Umum Status Tanah ... 7 - 20

7.5.1 Data Status Kepemilikan Tanah ... 7 - 20

7.5.2. Data Kepemilikan Tanah ... 7 - 24

7.5.3. Data Tata Guna Lahan (Land Use) ... 7 - 27

7.5.4. Data Fasilitas Sosial/Fasilitas Umum Dan Objek Penting

Lainnya... 7 - 30

(52)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

BAB 8 PERKIRAAN WAKTU PELAKSANAAN...

8 - 1

8.1 Proses Pengadaan Tanah ... 8 - 1

8.2 Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol... 8 - 4

BAB 9 PERKIRAAN NILAI GANTI KERUGIAN ...

9 - 1

9.1 Metode dan Pendekatan Penilaian Tanah ... 9 - 1

9.1.1 Penilaian Kerugian Fisik ... 9 - 1

9.1.2 Penilaian Kerugian Non Fisik... 9 - 3

9.2 Hasil Perkiraan Nilai Ganti Kerugian ... 9 - 4

9.2.1 Perkiraan Nilai Ganti Kerugian Fisik (mencakup tanah,

bangunan, tanaman, utilitas) ... 9 - 5

9.2.2 Perkiraan Nilai Ganti Kerugian Non Fisik... 9 - 7

9.2.3 Total Nilai Penggantian Wajar (Fisik dan Non Fisik)... 9 - 9

BAB 10 RENCANA PENGANGGARAN

... 10 - 1

10.1 Rincian Alokasi Dana Untuk Perencanaan ... 10 - 1

10.2 Rincian Alokasi Dana Untuk Persiapan... 10 - 2

10.3 Rincian Alokasi Dana Untuk Pelaksanaan ... 10 - 3

10.4 Estimasi Total Anggaran Pengadaan Tanah... 10 - 4

LAMPIRAN

- Daftar Kepemilikan

- Laporan KA-Andal

(53)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

TAHAP 2

PERSIAPAN PENGADAAN

TANAH,

TUGAS GUBERNUR

DENGAN PRODUK PENETAPAN LOKASI

PEMBANGUNAN(PENLOK)

(54)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

GUBERNUR

/BUPATI

/WALIKOTA

MEMBENTUK TIM

KAJIAN

KEBERATAN

LOKASI RENCANA

PEMBANGUNAN

MEMBENTUK TIM

PERSIAPAN

PENGADAAN

TANAH

Tugas Tim Persiapan:

• Melakukan Pemberitauan Rencana Pembangunan

• Melakukan Pendataan Awal Lokasi Rencana

Pembangunan

• Melaksanakan Konsultasi Publik Rencana

Pembangunan

• Menyiapkan Penlok Pembangunan

• Mengumumkan Penlok Pembangunan untuk

kepentingan umum

• Melakukan tugaslainnya

Tugas Tim Kajian:

Melakukan Kajian Atas Keberatan Lokasi Rencana

Pembangunan:

• Menginventarisasi masalah yang menjadi alasan

keberatan

• Melakukan pertemuan atau klarifikasi denagn pihak

yang keberatan

• Membuat rekomendasi diterima atau ditolaknya

keberatan terrhadap:

- RTRW Nasional, Provinsi, Kab/Kota

Catatan: Tim kajian keberatan BEKERJA bila dalam

konsultasi publik ulang masih terdapat keberatan dari

pihak yang berhak

(55)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

SUSUNAN TIM KAJIAN,

KEBERATAN RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN

1. SEKDA ATAU PEJABAT YANG DITUNJUK SEBAGAI KETUA

2. KAKANWIL BPN SEBAGAI SEKRETARIS

3. INSTANSI PEMERINTAHAN DIBIDANG PERENCANAAN SEBAGAI ANGGOTA

4. KAKANWIL KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM SEBAGAI ANGGOTA

5. BUPATI/WALIKOTA ATAU PEJABAT ANG DITUNJUK SEBAGAI ANGGOTA

6. UNSUR AKADEMISI/PERGURUAN TINGGI

SEBAGAI ANGGOTA

SUSUNAN TIM PERSIAPAN PENGADAAN TAN

AH

,

BERANGGOTAKAN BUPATI/WALIKOTA, SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

PROVINSI TERKAIT, INSTANSI YANG MEMERLUKAN TANA DAN INSTANSI

TERKAIT LAINNYA

SUSUNAN TIM PERSIAPAN DAN TIM KAJIAN

PENGADAAN TANAH

(56)

TUGAS TIM PERSIAPAN PENGADAAN TANAH (1)

MATERI PEMBERITAHUAN RENCANA PEMBANGUNAN, MEMUAT INFORMASI MENGENAI :

1. MAKSUD DAN TUJUAN RENCANA PEMBANGUNAN 4. PERKIRAAN JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH

2. LETAK TANAH DAN LUAS TANAH YANG DIBUTUIHKAN 5. PERKIRAAN JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEMBANGUNAN

3. TAHAPAN RENCANA PENGADAAN TANAH 6. INFORMASI LAINNYA YANG DIANGGAP PERLU

2.

PENDATAAN AWAL

LOKASI RENCANA

PEMBANGUNAN

PENGUMPULAN DATA PIHAK YANG BERHAK

PENGUMPULAN DATA OBJEK PENGADAAN TANAH

1.

PEMBERITAHUAN

RENCANA

PEMBANGUNAN

a. LANGSUNG

b. TIDAK LANGSUNG

MEDIA CETAK

MEDIA ELEKTRONIK

SOSIALISASI

TATAP MUKA

SURAT PEMBERITAHUAN

PEMATOKAN LOKASI

RENC. PEMBANGUNAN

OLEH INSTANSI YANG

MEMERLUKAN TANAH

(57)

MELALUI MEDIA CETAK DAN/ATAU MEDIA ELEKTRONIK

TUGAS TIM PERSIAPAN PENGADAAN TANAH

KONSULTASI PUBLIK, PENYIAPAN DAN PENGUMUMAN PENETAPAN LOKASI PEMBANGUNAN

MENJELASKAN :

- MAKSUD DAN TUJUAN RENCANA PEMBANGUNAN

- TAHAPAN DAN WAKTU PROSES PENYELENGGARAN

PENGADAAN TANAH

- PERAN PENILAI DALAM MENENTUKAN NILAI GANTI RUGI

- INSENTIF YANG AKAN DIBERIKAN KEPADA PEMEGANG HAK

- OBJEK YANG DI NILAI GANTI KERUGIAN

- BENTUK GANTI KERUGIAN

- HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK YANG BERHAK

3.

KONSULTASI

PUBLIK/KONSULTASI

PUBLIK ULANG

5.

MENGUMUMKAN

PENETAPAN LOKASI

PEMBANGUNAN

MEMBUAT BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL KONSULTASI

PUBLIK / KONSULTASI PUBLIK ULANG

DI KANTOR KELURAHAN/DESA. KANTOR KECAMATAN DAN

DI KANTOR KABUPATEN/KOTA DAN DI LOKASI PEMBANGUNAN

4.

MENYIAPKAN

PENETAPAN LOKASI

(58)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

PENETAPAN LOKASI PEMBANGUNAN

SUDAH DITERBITKAN DAN SUDAH

DIUMUMKAN

TAHAPAN PERSIAPAN PENGADAAN TANAH, DINYATAKAN

SELESAI BILA

:

1. HASIL KONSULTASI PUBLIK TIDAK TERDAPAT PIHAK YANG

KEBERATAN

2. KEBERATAN PIHAK YANG BERHAK TELAH DITOLAK OLEH

BUPATI/WALIKOTA, TETAPI PIHAK YANG BERHAK TIDAK

MENGAJUKAN KEBERATAN

3. KEBERATAN PIHAK YANG BERHAK DITOLAK OLEH PTUN, TETAPI

PIHAK YANG BERHAK TIDAK MENGAJUKAN KEBERATAN KE

MAHKAMAH AGUNG

4. KEBERATAN PIHAK YANG BERHAK DITOLAK OLEH MAHKAMAH

AGUNG

INSTANSI YANG MEMERLUKAN

TANAH MENGAJUKAN

PERMINTAAN UNTUK

DILAKSANAKAN TAHAP

PELAKSANAAN PENGADAAN

TANA KE KANWIL

PERTANAHAN

KAKANWIL PERTANAHAN

DAPAT MENDELEGASIKAN

KEWENANGANNYA KEPADA

KAKAN PERTANAHAN

KABUPATEN/KOTA

PERSIAPAN PENGADAAN TANAH DINYATAKAN SELESAI

(59)

MEKANISME KEBERATAN LOKASI RENCANA PEMBANGUNAN

TIM KAJIAN

MEMINTA AGAR DILAKUKAN KAJIAN ATAS KEBERATAN

KONSULTASI PUBLIK

TIM PERSIAPAN

PEMEGANG HAK

KEBERATAN

KONSULTASI

PUBLIK ULANG

SETUJU

SETUJU

KEBERATAN

MELAPORKAN

GUBERNUR/BUPATI/

WALIKOTA

TIM PERSIAPAN

MENYETUJUI

MENOLAK

LOKASI DIPINDAHKAN

SP2LP DIPERSIAPKAN

(60)

MEKANISME KEBERATAN ATAS PENERBITAN SP2LP KE P.T.U.N

MENGAJUKAN GUGATAN

PENGADILAN TATA

USAHA NEGARA (PTUN)

MENYETUJUI

MENOLAK

TIM KAJIAN MENOLAK

KEBERATAN ATAS

RENCANA LOKASI

PEMBANGUNAN

GUBERNUR/

BUPATI/WALIKOTA

MENERBITKAN

SP2LP

SP2LP DIBATALKAN DAN

LOKASI PEMBANGUNAN

DIPINDAHKAN

PERSIAPAN KE TAHAP

YANG BERHAK TETAP BERKEBERATAN

(61)

MEKANISME KEBERATAN ATAS PENERBITAN SP2LP KE M.A

PENGADILAN TATA

USAHA NEGARA (PTUN)

MENOLAK

YANG BERHAK

TETAP BERKEBERATAN

MAHKAMAH AGUNG (MA)

KEPUTUSAN BERKEKUATAN

HUKUM TETAP (INKRACHT)

KASASI

MENYETUJUI

MENOLAK

SP2LP DIBATALKAN DAN

LOKASI PEMBANGUNAN

DIPINDAHKAN

DILANJUTKAN KE TAHAP

PELAKSANAAN

KEBERATAN PYB

(62)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAP 3

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH,

TUGAS PELAKSANA PENGADAAN TANAH(P2T) DIKETUAI UNSUR BPN,

DENGAN PRODUK TANAH YANG SUDAH DIBEBASKAN

INVENTARISASI DAN

IDENTIFIKASI DATA PIHAK

YANG BERHAK DAN OBJEK

PENGADAAN TANAH

MUSYAWARAH BENTUK

DAN BESARNYA GANTI

RUGI

PENELITIAN DOKUMEN

PEMBAYARAN (PEMBERKASAN)

PEMBAYARAN UANG

GANTI RUGI (UGR)

PENGADAAN

PENILAI

(APRAISAL)

PENILAIAN HARGA

GANTI RUGI

PYB SEPAKAT

(63)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

MUSYAWARAH HARGA GANTI RUGI

HASIL PENILAIAN GANTI

RUGI OLEH PENILAI

(APRAISAL) ATAS BIDANG

PERBIDANG TANAH

DALAM 1 HARGA

DISERAHKAN OLEH INSTANSI YANG MEMER-

LUKAN TANAH UNTUK DITETAPKAN

PELAKSANA

PENGADAAN TANAH

(P2T)

MENGUNDANG PEMILIK YANG

BERHAK UNTUK BERMUSYAWA-

RAH BENTUK DAN BESARNYA

GANTI RUGI

CATATAN : DALAM KEGIATAN MUSYAWARAH, SESUAI KESEPAKATAN, P2T MENYAMPAIKAN LANGSUNG NILAI GANTI RUGI SESUAI HASIL PERHITUNGAN PENILAI (APRAISAL) ATAS TANAH/BANGUNAN /TANAMAN DALAM 1 HARGA

PYB SETUJU

(64)

MEKANISME PENGAJUAN KEBERATAN ATAS NILAI GANTI RUGI

KEBERATAN HARGA

DITOLAK PENGADILAN

NEGERI

SETUJU

KEBERATAN

TIDAK

MENGAJUKAN

KEBERATAN

DIANGGAP

SETUJU

MAHKAMAH

AGUNG (MA)

KEBERATAN

DITERIMA

PENILAIAN

ULANG

KEBERATAN

DITOLAK

MENGAJUKAN

KEBERATAN KE

MAHKAMAH

AGUNG (MA)

(KASASI)

PYB

MENGAJUKAN

KEBERATAN HARGA

KE PN

DIBAYAR

PYB

(65)

MEKANISME PENGAJUAN KEBERATAN ATAS NILAI GANTI RUGI

KEBERATAN HARGA

DITOLAK MAHKAMAH

AGUNG (MA)

SETUJU

TETAP KEBERATAN

GANTI RUGI DITITIPKAN

DIPENGADILAN NEGERI

(KONSINYASI)

MERUPAKAN KEPUTUSAN

BERKEKUATAN HUKUM

TETAP (INKRACHT)

(66)

PENITIPAN UANG GANTI RUGI (KONSINYASI)

MENOLAK NILAI GANTI RUGI YANG DITAWARKAN

TETAPI TIDAK MENGAJUKAN KEBERATAN

PENITIPAN UANG GANTI

RUGI KE PENGADILAN NEGERI

(KONSINYASI)

MENOLAK NILAI GANTI RUGI HASIL KEPUTUSAN

PENGADILAN NEGERI/MAHKAMAH AGUNG YANG

TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP

TIDAK DIKETAHUI KEBERADAANNYA

- MENJADI OBJEK PERKARA DI PENGADILAN

- DIPERSENGKETAKAN KEPEMILIKANNYA

- DISITA OLEH PIHAK YANG BERWEWENANG

- MENJADI JAMINAN DI BANK

SYARAT

PIHAK YANG BERHAK

(67)

● TERJAMINNYA HAK-HAK MASYARAKAT ATAS TANAH

- LOKASI PEMBANGUNAN DI KONSULTASIKAN TERLEBIH DAHULU

- TERSEDIANYA JALUR HUKUM UNTUK MENYATAKAN KEBERATAN SAMPAI KE MA

- PEMBAYARAN DAPAT DIPRIORITASKAN UNTUK KEBUTUHAN DANA MENDESAK

- PENILAIAN HARGA TANAH/BANGUNAN / TANAMAN DILAKUKAN OLEH PENILAI

INDEPENDEN (APRAISAL)

● TERHINDARNYA MASYARAKAT DARI UPAYA SPEKULASI TANAH

- PERALIHAN TANAH SETELAH DITERBITKANNYA SP2LP HANYA DAPAT DILAKUKAN

KEPADA PELAKSANA PENGADAAN TANAH (P2T) ATAU BILA DILAKUKAN KEPADA

PIHAK LAIN DENGAN SYARAT PERALIHAN BERIKUTNYA HANYA KEPADA P2T

● TERJAMINNYA PEROLEHAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM

- ADANYA KEPASTIAN HUKUM STATUS TANAH PASKA KONSINYASI DAN KEPASTIAN

PIHAK YANG MELAKUKAN PENGOSONGAN LOKASI BILA TANAH SETELAH DIBEBAS

KAN/DIKONSINYASI TETAP DIKUASAI OLEH PEMILIK.

PRINSIP-PRINSIP PENGADAAN TANAH

(68)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

PELAKSANA PENGADAAN

TANAH (P2T)

INSTANSI YANG MEMERLUKAN

TANAH

PENGADILAN NEGERI DILOKASI

PENGADAAN TANAH BERADA

MENYAMPAIKAN KEPADA INSTANSI YANG

MEMERLUKAN TANAH UNTUK MELAKUKAN

PENITIPAN UANG GANTI RUGI (KONSINYASI) KE

PENGADILAN NEGERI DI LOKASI TANAH BERADA

DISERTAI ALASAN DILAKUKANNYA PENITIPAN

UANG GANTI RUGI

MENGAJUKAN PERMOHONAN PENITIPAN UANG

GANTI RUGI DISERTAI ALASAN PENITIPAN UANG

GANTI RUGI

(69)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

PENGADILAN NEGERI DILOKASI

PENGADAAN TANAH BERADA

PENITIPAN DENGAN ALASAN

KEBERATAN ATAS NILAI GANTI

RUGI

MENAWARKAN KEMBALI NILAI

GANTI RUGI KEPADA PEMILIK

YANG BERHAK

DIPROSES PEMBAYARANNYA

MENERIMA

TETAP KEBERATAN

PENITIPAN DENGAN

ALASAN LAINNYA

DITERBITKAN SURAT

KEPUTUSAN PENITIPAN

UANG GANTI RUGI

DITERBITKAN SURAT

KEPUTUSAN PENITIPAN UANG

GANTI RUGI

PENITIPAN UANG

GANTI RUGI

(70)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

TELAH DILAKUKAN

PEMBAYARAN/DILEPASKAN

HAKNYA

BIDANG TANAH YANG TELAH

DIBEBASKAN UNTUK

KEPENTINGAN UMUM

TELAH DITERBITKAN SURAT

KEPUTUSAN PENITIPAN GANTI

RUGI OLEH KETUA PENGAILAN

NEGERI SETEMPAT

HUBUNGAN HUKUM ANTARA

PEMILIK YANG BERHAK DAN

TANAHNYA HAPUS DEMI

HUKUM

KEPALA KANTOR PERTANAHAN:

1. MELAKUKAN

PENCATATAN

PENGAPUSAN HAK PADA BUKU

TANAH (SERTIFIKAT)

2. MENYAMPAIKAN

UNTUK

DILAKUKAN PENGHAPUSAN HAK

KEPADA

KEPALA

DESA/LURAH

PADA BUKU TANAH (GIRIK)

(71)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

TANAH YANG TELAH

DILEPASKAN HAKNYA

TANAH YANG GANTI RUGINYA

DITITIPKAN DI PENGADILAN

NEGERI

HASIL

PENGADAAN

TANAH OLEH

PELAKSANA

PENGADAAN

TANAH (P2T)

INSTANSI

YANG

MEMERLUKAN

TANAH

KANTOR

PERTANAHAN

KAB/KOTA

DAN KANWIL

BPN

1

2

1. SERAH TERIMA HASIL PENGADAAN TANAH YANG

DITUANGKAN DALAM BERITA ACARA SERAH TERIMA

2. SELAMBAT-LAMBATNYA 30 HARI KERJA,

MENGAJUKAN PERMINTAAN SERTIFIKASI

SERAH TERIMA HASIL

PENGADAAN TANAH

(72)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN

PENGADAAN TANAH

TIDAK SETUJU SETUJU DITOLAK TIDAK SETUJU SETUJU SETUJU TIDAK SETUJU VERIFIKASI

INSTANSI YANG

MEMERLUKAN TANAH

GUBERN

UR

TIM PERSIAPAN SOSIALISASI KEPADA PIHAK YG BERHAK DAN PENDATAAN AWAL PENGUMU MAN INVENTARIS ASI & IDENTIFIKASI TIDAK LENGKAP MENOLAK

DOKU

MEN

PENGADAAN PENILAI OLEH INSTANSI

DAFTAR

NOMINATIF &

PETA BIDANG

KONSULTAS I PUBLIK KONSULTASI PUBLIK ULANG

DOKUMEN

PERENCANAAN

SETUJU DIBATAL KAN SK PENETAPA N LOKASI TIM KAJIAN KEBERAT AN LENGKAP

MA

PEMBENT UKAN PELAKSAN A PT PERMOHONAN KE KANWIL BPN PEMBENTUKAN SATGAS A & B PELEPASAN HAK DIHADAPAN KAKANTAH PENAKSIRAN GANTI RUGI OLEH PENILAI MUSYAWAR AH BENTUK GANTI RUGI PEMBERIAN GANTI RUGI

PN

TAHAPAN

PERENCANAAN

KANTAH

TAHAPAN

PENYERAHAN

HASIL

TAHAPAN

PERSIAPAN

TAHAPAN

PELAKSANAAN

DIUMUMKAN 14 HARI SETUJU PENETAPAN PENILAI OLEH KETUA PPT PENYERAHAN HASIL

01

02

03

04

3hr

+20 hr

+ 30 hr

60 hr

30 hr

30

hr

14

hr

14 hr

30 hr

30

hr

30

hr

JW putusan

30 hr

JW putusan 30 hr

10 hr

2 hr

14 hr 7 hr KEBERATAN Gugatan ke MA SETUJU Gugatan PTUN Putusan MA lanjut/ tidak 14 hr 30 hr 30 hr 14 hr 7 hr KEBERATAN 14 hr 3 hr 30 hr

14 hr

7 hr

2 hr 2 hr 2 hr m in 2 hr 3 hr

RANGKUMAN

(73)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

(74)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

10 LANGKAH

PENSERTIFIKATAN

TANAH

JALAN NASIONAL

PENGUMPULAN DATA TANAH

1

MEMASANG TANDA PENGUASAAN TANAH

2

MEMBUAT LEGER JALAN

3

KOORDINASI DENGAN KPKNL DAN KANWIL BPN

4

MENGAJUKAN PERMOHONAN HAK PAKAI KEPADA KANTAH SETEMPAT

5

MENUNJUKAN BATAS-BATAS KEPADA PETUGAS PENGUKURAN BPN

6

MEMVERIFIKASI HASIL PENGUKURAN OLEH SATKER

7

SK TTG PEMBERIAN HAK PAKAI (KANTAH)

8

PENERBITAN SERTIFIKAT (KANTAH)

9

(75)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

(76)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

MEMASANG TANDA PENGUASAAN

(77)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

MEMBUAT

LEGER JALAN

(78)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

• Untuk rekonsiliasi data tanah jalan nasional yang tercatat dalam SIMAK-BMN

dengan KPKNL.

• Untuk mengisi aplikasi SIMANTAP yang berada di KPKNL.

• Untuk mengetahui jumlah bidang yang dialokasikan kepada Kementerian PU.

BERKOORDINASI DENGAN

KPKNL DAN KANWIL BPN

(79)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

MENGAJUKAN

PERMOHONAN

PENDAFTARAN HAK

KEPADA KANTAH

SETEMPAT

(80)

PUSDIKLAT JALAN, PERUMAHAN, PERMUKIMAN

DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

TAHAPAN PENGADAAN TANAH

PENGAJUAN PERMOHONAN HAK PAKAI

Permohonan Hak Pakai dari Kepala Satker diajukan kepada Kepala Kantor

Pertanahan yang daerah kerjanya meliputi letak tanah yang bersangkutan.

Dilampiri dengan:

Fotokopi KTP

Fotokopi peraturan atau akta pendiriannya sesuai dengan ketentuan peraturan

perundangan yang berlaku

Surat bukti perolehan tanahnya

Surat ukur/Gambar Situasi/Peta Bidang Tanah

Apabila tidak mempunyai bukti perolehan tanahnya. Dilengkapi dengan surat

peRayataan penguasaan fisik tanah yang menyebutkan

Bahwa bidang tanah secara fisik dikuasai digunakan untuk jalan nasional

berdasarkan SK Menteri PU.

Tanah sudah terdaftar dalan Daftar Barang Milik Negara

Tanah tersebut tidak ada permasalahan/sengketa dengan pihak lain.

Jika suatu ruas jalan terdiri atas beberapa bidang maka jumlah permohonan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...