• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURAT PENGANTAR Nomor :W15.PAS.PAS.39-PK No Naskah Dinas Yang Dikirim Banyaknya Keterangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SURAT PENGANTAR Nomor :W15.PAS.PAS.39-PK No Naskah Dinas Yang Dikirim Banyaknya Keterangan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

BALAI PEMASYARAKATAN KELAS I MALANG

Jl. Barito No. 1 Malang, Tlp. 0341- 491131 Fax. (0341) – 409432 e-mail : [email protected]

Malang, 29 September 2021 Kepada Yth. :

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Malang Di -

MALANG

SURAT PENGANTAR

Nomor :W15.PAS.PAS.39-PK.01.04.03-4618

No Naskah Dinas Yang Dikirim Banyaknya Keterangan

1. Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) untuk usul Assimilasi an.

US WATUL KASANAH BINTI IMAM HANAFI

01 (Satu) eksemplar

Dikirim dengan hormat memenuhi Surat dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Malang, tanggal 30 Agustus 2021 Nomor: W15.PAS.PAS.9.PK.01.05.09- 1831.

Demikian untuk dipergunakan seperlunya.

K e p a l a

SUGANDI

NIP. 19650305 199003 1 001

Tembusan Kepada Yth. :

1. Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur UP. Kepala Divisi Pemasyarakatan

Di Surabaya (tanpa lampiran) 2. A r s i p

(2)

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

BALAI PEMASYARAKATAN KELAS I MALANG

Jl. Barito No. 1 Malang, Tlp. 0341- 491131 Fax. (0341) – 409432 e-mail : [email protected]

PENELITIAN KEMASYRAKATAN

UNTUK PERENCANAAN PROGRAM ASSIMILASI

N A M A : US WATUL KASANAH BINTI IMAM HANAFI PERKARA : Narkotika/ Pasal 114 Ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009

DIBUAT OLEH :

N A M A : MENIK AMBARWATI NIP : 19920512 201712 2 001

JABATAN : Pembimbing Kemasyarakatan ( PK ) Pertama

M A L A N G

2021

R A H A S I A

(3)

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

BALAI PEMASYARAKATAN KELAS I MALANG

Jl. Barito No. 1 Malang, Tlp. 0341- 491131 Fax. (0341) – 409432 e-mail : [email protected]

LAPORAN HASIL PENELITIAN KEMASYARAKATAN UNTUK PROGRAM ASSIMILASI

Nama Klien : US WATUL KASANAH BINTI IMAM HANAFI Nomor Reg. Litmas : 1133/BKD/ASM/IX/2021

I. PENDAHULUAN.

Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) ini dilaksanakan berdasarkan Surat dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Malang, tanggal 30 Agustus 2021 Nomor:

W15.PAS.PAS.9.PK.01.05.09-1831 perihal pembuatan Litmas usul Assimilasi An US WATUL KASANAH BINTI IMAM HANAFI.

Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) ini dimaksudkan untuk mengemukakan kondisi klien selama menjalani pembinaan, serta kelayakan penjamin dan pihak keluarga terkait evaluasi atas usulan Assimilasi.

Pengumpulan data/ informasi dilakukan melalui wawancara, observasi, studi literatur, dokumentasi dan lain-lain terhadap sumber informasi yang relevan, dilaksanakan pada 23 September 2021. Sumber informasi dalam pengumpulan data/ informasi ini meliputi dokumentasi perkembangan pembinaan klien selama di lembaga pemasyarakatan, wawancara langsung dengan WBP atas nama tersebut diatas, wali napi dan obervasi tempat assimilasi.

Data dan informasi yang terkumpul dan relevan didiskripsikan, dan dianalisis hubungan antar variabel (faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kejahatan/ tindak pidana), dan pada bagian akhir disampaikan kesimpulan dan rekomendasi. Kesimpulan meliputi data pribadi, keluarga dan perkembangan kehidupan sosial klien, latar belakang dilakukannya tindak pidana/

kejahatan, dan kedaan korban. Rekomendasi berupa alternatif solusi pemecahan masalah, sekaligus dengan memberikan pertimbangan yuridis, sosiologis untuk kepentingan terbaik bagi klien.

II. IDENTITAS.

A. K l i e n.

1. Nama : US WATUL KASANAH BINTI IMAM HANAFI

2. Nomor Register : BI 91/2019

3. Nomor Putusan Pengadilan : 993 K/PID.SUS/2018 4. Tanggal Putusan Pengadilan : 03 Juli 2018

5. Lama Pidana/ Ekspirasi PB : 9 tahun denda Rp.1.000.000.000, Subsidair 2 bulan/

04-09-2022

6. Tempat/ Tanggal Lahir : Magetan, 04 November 1980 (41 tahun) 7. Jenis kelamin : Perempuan

8. Agama : Islam

9. Suku/ Bangsa/ Warga Negara : Jawa/ Indonesia/ WNI 10. Pendidikan Terakhir : SMK-Sekretaris

R A H A S I A

(4)

11. Pekerjaan / Status : -

12. Status Perkawinan : Cerai hidup (Janda)

13. Alamat : Jl. Raya KPR Selosari No. 1 RT 001 RW 008 Desa Selosari, Kec. Magetan, Kab. Magetan

14. Ciri-ciri khusus : - B. Identitas Orang Tua/Istri/Penjamin :

1. A y a h

a. Nama : IMAM HANAFI

b. Tempat/Tanggal Lahir : Malang/ 15 Mei 1954

c. Agama : Islam

d. Suku/Bangsa/Warga Negara : Jawa/ Indonesia/ WNI e. Pendidikan Terakhir : SD

f. Pekerjaan : Wiraswasta

g. Alamat : Jl. Raya KPR Selosari No. 1 RT 001 RW 008 Desa Selosari, Kec. Magetan, Kab. Magetan

h. Hubungan : Ayah kandung klien 2. I b u

a. N a m a : SUHARTI

b. Tempat/Tanggal Lahir : Magetan/ 10 Oktober 1957

c. Agama : Islam

d. Suku/Bangsa/Warga Negara : Jawa/ Indonesia/ WNI e. Pendidikan Terakhir : SD

f. Pekerjaan : Mengurus Rumah Tangga

g. Alamat : Jl. Raya KPR Selosari No. 1 RT 001 RW 008 Desa Selosari, Kec. Magetan, Kab. Magetan

h. Hubungan : Ibu kandung klien

3. Penjamin/ Kakak Kandung Klien

a. Nama : NURHAYATI

b. Tempat/Tanggal Lahir : Magetan/ 12 Agustus 1975

c. Agama : Islam

d. Suku/Bangsa/Warga Negara : Jawa/ Indonesia/ WNI e. Pendidikan Terakhir : SMA

f. Pekerjaan : Mengurus Rumah Tangga

g. Alamat : Jl. Hayam Wuruk 26 RT 004 RW 004 Desa/ Kel.

Tawanganom, Kec. Magetan, Kab. Magetan h. Hubungan : Kakak Kandung klien

i. No HP : 082245875504 / 085606227206

C. Penanggung Jawab Tempat Assimilasi.

a. N a m a : Hj. KOMARIAH, S.H., M.Si.

b. Tempat/ Tanggal Lahir : Blitar, 04 Februari 1953

c. Agama : Islam

d. Suku/Bangsa/Warga Negara : Jawa/Indonesia/WNI e. Pendidikan Terakhir : Magister (S2)

f. Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil (PNS) g. Status Perkawinan : Kawin

h. Alamat : Jl. Keben 2 Blok A No. 16 RT 015 RW 004 Kel.

(5)

Bandugrejosari, Kec. Sukun, Kota Malang

i. Nama tempat assimilasi : Pondok pesantren An Nisa Lapas Perempuan Kelas IIA Malang (dibawah pengawasan Yayasan Sosial

“Aisyiyah”)

j. Jabatan : Wakil Ketua IV Pimpinan Daerah “Aisyiyah Kota

Malang”

D. Susunan Keluarga

1. Susunan Keluarga Klien

No Nama L/P Usia Pendidikan Pekerjaan Keterangan

1 Us Watul Kasanah P 41 th SMK - KK/ Klien

2. Susunan Keluarga Penjamin

Penjamin adalah kakak kandung klien dengan susunan keluarga sebagai berikut:

No Nama L/P Usia Pendidikan Pekerjaan Keterangan

1 Elly Wijut Tjahjono L 34 th DIV/S1 Guru KK

2 Nurhayati P 46 th SLTA IRT/ Warung Istri KK/ Penjamin

3 Meydiana Rossari P 23 th SMA Kelas 2 - Anak KK

4 Mutiara Yasmiin P 17 th - Pelajar Anak KK

5 Bramastio Aji L 15 th - Pelajar Anak KK

III. RIWAYAT HIDUP DAN PERKEMBANGAN KLIEN.

A. Riwayat Kelahiran, Pertumbuhan dan Perkembangan Klien.

1. Riwayat Kelahiran Klien.

Klien dilahirkan sekitar 41 tahun yang lalu di Magetan tepatnya pada tanggal, 04 November 1980 dengan kondisi sehat dalam proses persalinan normal. Klien merupakan anak ke-4 dari 4 bersaudara pasangan Bapak Imam Hanafi dan Ibu Suharti.

2. Riwayat Pertumbuhan ( fisik ) Klien.

Sejak kecil, kanak-kanak, hingga dewasa pertumbuhan dan perkembangan fisik klien normal. Klien mengaku tidak memiliki riwayat sakit kronis atau parah. Sakit yang pernah diderita hanya pilek dan demam sehingga dapat diatasi dengan membeli obat di warung. Kondisi klien ketika diwawancara cukup baik.

3. Riwayat Perkembangan ( psikososial ) Klien

Perkembangan klien sejak kecil sampai dewasa berlangsung cukup baik. Klien dibesarkan sendiri oleh orangtuanya dan mendapat pengasuhan yang baik. Orangtua klien memberi kasih sayang penuh kepada klien sehingga tidak terlihat mengalami hambatan psikologi.

B. Riwayat Pendidikan Klien 1. Pendidikan Dalam Keluarga

Klien mendapat pendidikan keluarga dari orangtua. Klien selalu dinasehati dan diingatkan untuk selalu menjaga sikap dan perilaku, baik dalam keluarga maupun di masyarakat sekitarnya.

2. Pendidikan Formal

Klien mulai bersekolah di TK Nirwana 2 dan setelah itu melanjutkan ke SDN 4 Magtan dan lulus tahun 1993. Setelah itu klien melanjutkan ke SMPN 6 Magetan dan

(6)

setelah lulus tahun 1996 klien melanjutkan ke SMK BPN Magetan hingga lulus tahun 1999. Setelah lulus klien tidak melanjutkan lagi ke tingkat yang lebih tinggi.

3. Pendidikan Non Formal

Klien menerima pendidikan non formal yaitu pendidikan moral dan budi pekerti dari orangtuanya di rumah.

C. Riwayat Tingkah Laku Klien

1. Bakat Dan Potensi Yang Dimiliki Klien

Bakat klien terutama adalah berdagang. Klien mengaku pernah berdagang bawang merah dan bawang putih di pasar Magetan.

2. Relasi Sosial Dengan Orang Tua Dan Keluarga

Hubungan antara klien dengan keluarga cukup baik, tidak pernah ada permasalahan yang dapat meretakkan hubungan diantara anggota keluarga. Hubungan dengan keluarga terjalin akrab, khususnya dengan orangtua.

3. Ketaatan Klien Dalam Menjalani Agama.

Klien beragama Islam namun selama di rumah mengaku tidak taat dalam menjalankan perintah sesuai ajaran agamanya.

4. Kebiasaan Klien Yang Baik

Klien adalah pribadi yang menyayangi keluarga dan tidak pelit. 5. Kebiasaan Klien Yang Buruk

Kebiasaan klien yang buruk adalah ingin cepat memperoleh hasil (utamanya uang) tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya.

6. Sikap Klien Dalam Bekerja

Klien pernah berdagang bawang merah dan bawang putih di pasar Magetan selama 5 tahun bersama dengan mantan suaminya. Setelah mereka berpisah, klien tetap berjualan bawang namun lama kelamaan klien membutuhkan tambahan modal untuk membesarkan usahanya tersebut. Selama menjadi pedagang, klien cukup rajin dan ulet.

7. Riwayat Pelanggaran Hukum.

Sebelum ini klien belum pernah terlibat tindak pidana.

8. Riwayat Penggunaan Rokok, Napza dan Alkohol

Sebelum dipindana, klien mengaku mengenal rokok sejak SMA namun dalam sehari merokok kurang dari 1 bungkus. Klien mengenal minuman beralkohol namun tidak rutin mengkonsumsi. Klien mengenal sabu sejak SMA karena diajak temannya.

Setelahnya klien sempat berhenti namun ketika menikah dengan suami keduanya klien menggunakan sabu lagi hingga pada tahun 2016 klien mulai berjualan sabu. Selain sabu, klien juga pernah mencoba inex namun mengaku tidak cocok (kurang menguntungkan untuk dijual).

D. Riwayat Perkawinan Klien

Klien menikah secara sah dengan Yoni pada tahun 2000 atas dasar suka sama suka di KUA Magetan. Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai 1 orang anak. Pada tahun 2010 mereka bercerai karena alasan tidak cocok dan anak klien diasuh oleh ayahnya. Pada tahun

(7)

2011 klien menikah lagi dengan suami keduanya yang bernama Erfin Rafi Kana di Magetan namun pada tahun 2015 mereka memutuskan untuk bercerai karena alasan sifat temperamental suami klien. Mereka belum dikaruniai anak.

IV. KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANG TUA.

A. Riwayat Perkawinan Orang Tua

Orangtua klien menkah secara sah di Magetan dandikaruniai 4 orang anak. Pernikahan tersebut berjalan harmonis sampai sekarang.

B. Relasi Sosial Dalam Keluarga

Hubungan sosial antara orang tua klien dengan anak-anaknya cukup baik dan harmonis tidak pernah terjadi keributan. Interaksi dan komunikasi orangtua dengan anak cukup baik.

C. Pekerjaan Dan Keadaan Ekonomi 1. Pekerjaan

Ayah klien bekerja sebagai wiraswasta sedangkan ibu klien adalah ibu rumah tangga.

Penghasilan ayah klien tidak menentu tapi cukup untuk memenuhi keutuhan hidup sehari-hari.

2. Keadaan Rumah Tempat Tinggal Klien

Orangtua klien tinggal di Jl. Raya KPR Selosari No. 1 RT 001 RW 008 Desa Selosari, Kec. Magetan, Kab. Magetan. Rumah tersebut sangat layak.

V. RIWAYAT TINDAK PIDANA A. Latar Belakang

Klien telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana

“Narkotika”, sehingga melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 karena faktor ekonomi dan pengaruh lingkungan pergaulan.

B. Kronologis.

Berdasar pengakuan klien, sebelumnya klien bekerja berjualan bawang di pasar Magetan. Klien mengaku sempat menggadaikan sertifikat rumah orangtuanya untuk menambah modal usahanya, namun ternyata usaha tersebut merugi.

Pada tahun 2016 klien berinisiatif untuk berjualan sabu. Klien memilih berjualan sabu karena selain digunakan untuk sendiri, menjual sabu memberi keuntungan pada klien.

Mulai dari sana akhirnya klien kos di daerah Pandaan pada awal tahun 2017.

Setiap 2 hari sekali klien akan mengambil sabu di Surabaya, setelahnya sabu dikirimkan ke Maospati, Kab. Magetan. Berdasar pengakuan klien, ketika sampai di Maospati sabu tersebut sudah ada yang mengambil. Selain di Magetan, ada beberapa pembeli yang berasal dari Ngawi. Setelah mengantar sabu, klien akan kembali ke Pandaan dan 2 hari kemudian mengantar sabu lagi. Biasanya klien membeli sabu sejumlah 25 gram, dengan harga beli per gram adalah Rp.800.000,-. Klien menjual sabu tersebut seharga Rp.1.500.000,- per gram nya. Klien memperoleh untung sekitar Rp.700.000,- . Total keuntungan klien setiap membeli sabu diatas Rp.10.000.000,-. Selain sabu, klien mengaku pernah menjual inex namun keuntungan yang diperoleh sangat sedikit yaitu Rp.50.000,- sampai Rp.100.000,-. Oleh karena itu akhirnya klien fokus berjualan sabu.

Pada 4 Agustus 2017, klien mendapat pesanan sabu dari temannya yang bernama Agus. Klien diminta mengambil sabu di daerah Mojoagung. Klien mengajak temannya yang bernama Novi untuk mengambil sabu seberat 15 gram. Akhirnya sabu tersebut dipisah menjadi 2, 8 gram untuk digunakan sendiri, 7 gram untuk dijual. Klien menitipkan

(8)

sabu 7 gram kepada Novi untuk dibawa ke Pandaan karena klien ingin pulang ke Magetan.

Setelahnya Novi dijemput oleh suaminya yang bernama Ahmad menggunakan sepeda motor. Ahmad juga merupakan seorang pengguna sabu, sedangkan Novi tidak.

Ahmad dan Novi berangkat menuju Pandaan menggunakan sepeda motor tanpa mengenakan helm. Ketika sampai di Jatirogo ada operasi dan mereka akhirnya terkena tilang. Mereka sempat kabur karena ketakutan jika ketahuan membawa sabu. Namun akhirnya polisi menangkap mereka dan menemukan barang bukti 7 gram sabu. Darisana akhirnya mereka diminta oleh polisi untuk menghubungi klien.

Klien yang dihubungi mereka telah sampai di Jombang. Klien diminta untuk datang ke Jampirogo karena mereka mengaku terkena tilang polisi. Klien akhirnya putar balik menuju Jampirogo. Pada saat perjalanan menuju Jampirogo, klien dihentikan oleh 2 orang polisi yang ternyata sudah mengenali klien dari plat no mobil yang dikendarai. Awalnya klien akan ditilang, tapi ketika pintu mobil dibuka, kedua polisi tersebut langsung menggeledah mobil klien dan menemukan barang bukti 8 gram sabu. Klien dibawa ke Pos Polisi dan setelahnya dibawa ke Polres Mojosari.

Klien menjalani pemeriksaan di Polres Mojosari sekana 2 minggu dan setelahnya dipindah ke Lapas Mojokerto dan pada 3 April 2018 klien dipindahkan ke Lapas Perempuan Kelas II A Malang. Klien menjalani beberapa kali persidangan hingga oleh Pengadilan Negeri Mojokerto klien divonis pidana penjara selama 10 tahun, denda Rp.1.000.000.000,- Subsidair 12 bulan. Pihak penuntut umum (jaksa) mengajukan banding dan berharap mobil yang dikendarai klien dijadikan barang sitaan. Oleh Pengadilan Tinggi Jawa Timur di Surabaya vonis klien tetap. Pihak penuntut umum akhirnya melakukan upaya kasasi. Pada 3 Juli 2018 putusan kasasi klien keluar dan oleh Mahkamah Agung vonis klien diperbaiki menjadi 9 tahun dan denda Rp.1.000.000.000,- Subsidair 2 bulan dengan putusan Nomor 993 K/PID.SUS/2018.

Klien menjalani pidana di Lapas Perempuan Kelas II A Malang hingga laporan usul Assimilasi ini dibuat.

C. Keadaan Korban

Korban akibat tindak pidan “Narkotika” ini adalah klien, masyarakat, dan pemerintah.

Klien harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan menjalani pidana sedangkan masyarakat dan pemerinta dirugikan utamanya dengan rusaknya generasi muda penerus bangsa akibat sabu yang dijual klien.

D. Akibat Kejahatan Yang Dilakukan Terhadap Korban.

Klien harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan menjalani pidana di Lapas Perempuan Kelas II A Malang. Masyarakat pengguna sabu di daerah Magetan dan Ngawi semakin meningkat.

E. Akibat Yang Ditimbulkan Terhadap Klien, Orang Tua Dan Masyarakat.

Akibat yang diterima klien karena perbuatannya yaitu klien kehilangan kebebasannya, karena harus menjalani pidana penjara di Lapas Perempuan Kelas IIA Malang. Suami serta keluarga merasa kaget dan sedih atas musibah yang dialami klien. Anak klien juga merasa terpukul dengan kejadian ini. Para tetangga sempat kaget atas musibah yang dialami klien dikarenakan klien dikenal sebagai orang yang baik, tidak pernah melanggar norma dan nilai sosial masyarakat.

VI. SIKAP DAN TANGGAPAN KLIEN.

Klien menanggapi bahwa apa yang dituduhkan kepadanya adalah benar. Klien pun memahami bahwa tindakannya bisa dijatuhi sanksi pidana. Klien menyesali dan merasa bersalah atas

(9)

semua yang telah dilakukan. Klien berjanji akan lebih berhati-hati kedepannya dengan tidak menghalalkan segala cara untuk memperoleh uang. Klien berharap segera mendapatkan Pembebasan Bersyarat agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Klien berencana ingin berjualan bawang lagi seperti sebelumnya.

VII. SIKAP DAN TANGGAPAN KELUARGA KLIEN DAN PENANGGUNG JAWAB TERHADAP RENCANA PROGRAM ASSIMILASI.

A. Tanggapan Dan Harapan Keluarga

Keluarga klien merasa kaget, sedih, dan menyesalkan terhadap perbuatan klien, dan menganggap peristiwa ini sebagai cobaan bagi klien dalam hidup bermasyarakat. Keluarga sangat mendukung dengan program assimilasi yang akan dijalani oleh klien, sebab sebagai langkah awal klien untuk menambah bekal ilmu agama bagi klien sebelum selesai menjalani pidana, atau menjalani pembimbingan pembebasan bersyarat.

B. Tanggapan Dan Harapan Penanggung Jawab Terkait Program pembinaan.

Pihak Lapas Perempuan Kelas II A Malang sebagai penanggung jawab tempat assimilasi memberikan tanggapan, bahwa klien sudah memungkinkan untuk menjalani program assimilasi memperdalam ilmu agama Islam di Pondok Pesantren An Nisa Lapas Perempuan Kelas IIA Malang (dibawah pengawasan Yayasan Sosial “Aisyiyah”) dan berharap klien dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, menjaga keamanan dan ketertiban tempat assimilasi, sehingga nama baik lembaga dapat terjaga.

VIII. EVALUASI PERKEMBANGAN PEMBINAAN KLIEN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN.

A. Evaluasi Pelaksanaan Program Admisi, Orientasi Dan Observasi.

Program admisi, orientasi, dan observasi telah dilaksanakan klien dengan baik. Kegiatan berupa pengenalan lingkungan di dalam lapas, penyuluhan dan peraturan mengenai kewajiban dan hak warga binaan, serta kegiatan sehat jasmani berupa senam pagi diikuti klien dengan baik. Selain itu, kegiatan seperti kegiatan keagamaan, upacara kesadaran nasional, program pembinaan ekstra moral, kerja bakti, dan kegiatan lain juga diikuti dengan baik oleh klien.

Admisi Orientasi : 08-05-2019 s/d 20-05-2019

Remisi : RU’20 = 02 bulan RK’21 = 01 bulan RU’21 = 03 bulan RK’22 = 01 bulan RU’22 =04 bulan

Total Remisi : 11 bulan 1/3 mp : 04-09-2019

½ mp : 03-03-2021

2/3 mp : 04-09-2022 Ekspirasi : 09-09-2025 B. Program Pembinaan Kepribadian.

Klien mengikuti program pembinaan di dalam Lapas Perempuan Kelas II A Malang berupa pendidikan moral, budi pekerti dan keagamaan berupa kegiatan sholat dan mengaji. Klien sempat menjadi tamping mushola. Saat ini klien mengaku menjadi pribadi yang lebih taat menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianut

(10)

C. Program Pembinaan Kemandirian.

Selama menjalani pidana di Lapas Perempuan Kelas II A Malang klien menjadi tamping di mushola. Setelahnya hingga saat ini klien menjadi tamping perpustakaan. Dari kegiatan ini terlihat klien termotivasi untuk belajar hal baru dan menjadi pribadi yang lebih mandiri.

D. Relasi Sosial Selama Didalam Lembaga Pemasyarakatan.

1. Sesama warga binaan pemasyarakatan.

Saat ini klien berada di Blok 4 Kamar 8. Klien mengaku dapat bersosialisasi dengan baik dengan sesama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Klien tidak pernah terlibat dalam keributan mapun salah paham dengan WBP lain. Hingga kini, klien tidak pernah mempunyai masalah yang menyebabkan klien terdaftar dalam buku register F.

2. Petugas.

Hubungan klien dengan petugas terjalin cukup baik, klien menaruh rasa hormat dan sopan kepada petugas dan belum pernah melanggar tata tertib yang ada di Lapas Perempuan Kelas II A Malang.

3. Keluarga.

Hubungan klien dengan keluarga terjalin dengan sangat baik meskipun klien jarang dikunjungi oleh keluarga karean jauh. Sebelum pandemi Covid-19, klien 1 tahun sekali dikunjungi namun selama pandemi Covid-19 hubungan klien dengan keluarga hanya terjalin melalui telpon di wartel lapas.

4. Masyarakat Luar.

Klien tidak pernah dikunjungi oleh orang lain selain keluarga.

E. Evaluasi Pelaksanaan Program Pembinaan Tahap Awal dan Program Lanjutan.

Klien dapat menjalani program pembinaan tahap awal dan program lanjutan dengan baik.

IX. KONDISI TEMPAT ASSIMILASI.

Klien menjalani program asimilasi di Pondok pesantren An Nisa Lapas Perempuan Kelas II A Malang (dibawah pengawasan Yayasan Sosial “Aisyiyah”). Kegiatan asimilasi itu meliputi assimilasi memperdalam ilmu agama Islam di pondok pesantren, sedangkan tempat asimilasi cukup layak dan aman.

X. HASIL / REKOMENDASI ASSESMENT.

Hasil penilaian asesmen Resiko Residivisme Indonesia (RRI) pada tanggal 22 September 2021 yang dilakukan oleh PK Bapas Malang, klien mendapat nilai 6 (enam). Nilai tersebut menunjukkan bahwa klien an. US WATUL KASANAH BINTI IMAM HANAFI berada pada kategori rendah sehingga resiko kemungkinan mengulangi tindak pidana kecil.

Faktor yang menjadi latar belakang klien terlibat tindak pidana ini adalah ekonomi dan terpengaruh lingkungan pergaulan. Klien menjual sabu untuk memenuhi kebutuhan ekonominya (termasuk hutang) dan sebagian digunakan sendiri. Keadaan klien yang menginginkan memperoleh uang dengan hasil cepat membuat klien menjadi pemasok sabu.

Ketika nanti klien menjalani program Reintegrasi Sosial, peran, pengawasan, dan dukungan dari keluarga sangat penting agar klien tidak terjerat untuk menggunakan maupun berjualan sabu lagi.

(11)

XI. ANALISIS.

Sesuai dengan bentuk dari penelitian yang dilakukan (penelitian kasus dan penelitian lapangan), maka data yang diperoleh dianalisis dan didiskripsikan sebagai berikut :

A. Selama menjalani pembinaan didalam Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Malang, klien dapat mengikuti program pembinaan dengan baik dan tertib, berkelakuan baik dan tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin. Hal ini dibuktikan dengan tidak tercantumnya klien dalam daftar register F. Klien telah menyadari kesalahan dan menyesali perbuatannya, serta berjanji akan menjadi warga yang baik, dan pondok pesantren tempat assimilasi ada di dalam lembaga, sehingga kemungkinan untuk melarikan diri sangat rendah.

B. Hubungan klien dengan sesama warga binaan dan petugas cukup baik, tidak pernah ada permasalahan.

C. Klien telah menunjukkan perkembangan dan perubahan perilaku yang positif setelah menjalani program pembinaan, hal ini terlihat dari kepribadian klien yang berani terbuka dalam penyampaian masalah, cepat dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan.

D. Klien sudah layak untuk menjalani program assimilasi, karena adanya jaminan dari penjamin dan tempat assimilasi yang sudah siap untuk menerima klien.

XII. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI.

A. Kesimpulan.

1. Klien telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Narkotika”, sehingga melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 karena faktor ekonomi dan pengaruh lingkungan pergaulan.

2. Selama menjalani pembinaan didalam Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Malang, klien dapat mengikuti program pembinaan dengan baik dan tertib, berkelakuan baik, dan tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin. Hal ini dibuktikan dengan tidak tercantumnya klien dalam daftar register F.

3. Berdasarkan sikap klien selama menjalani pembinaan yang berkelakukan baik, maka risiko untuk melarikan diri cukup rendah.

4. Perkembangan perilaku klien berdasarkan sikap klien selama menjalani pembinaan baik dan menunjukkan perkembangan positif.

5. Tempat klien untuk menjalani assimilasi yaitu Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Malang yang sangat memungkinkan ditinjau dari segi keamanan maupun lingkungannya selama menjalani program asimilasi yang cukup memenuhi persyaratan.

B. Rekomendasi.

Sesuai kesimpulan tersebut diatas, dan berdasarkan hasil sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan ( TPP ) Balai Pemasyarakatan Kelas I Malang, pada hari Rabu tanggal 29 September 2021, kami selaku Pembimbing Kemasyarakatan menyarankan :

1. Menyetujui pelaksanaan assimilasi bagi klien di pondok pesantren dalam lembaga pemasyarakatan, dengan pertimbangan sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 3 Tahun 2018 pasal 45 ayat 1 yaitu :

a. Klien berkelakuan baik.

b. Klien aktif mengikuti program pembinaan dengan baik dan tertib.

c. Telah menjalani 2/3 ( dua pertiga ) masa pidana.

2. Pelaksanaan Asimilasi dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Malang oleh Pondok pesantren An Nisa Lapas Perempuan Kelas II A Malang (dibawah pengawasan Yayasan Sosial “Aisyiyah”) dalam bentuk pembinaan rohani pada klien.

(12)

3. Selama menjalani asimilasi agar klien diberi pendidikan keagamaan Islam melalui ceramah agama dan pengajian serta tetap mentaati peraturan Tata tertib Lembaga Pemasyarakatan yang tercantum dalam Catur Tata tertib Narapidana.

XIII. PENUTUP

Demikian laporan hasil Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) dibuat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagai salah satu persyaratan dan bahan pertimbangan di dalam pelaksanaan usul assimilasi bagi klien yang bersangkutan.

Mengetahui K e p a l a,

SUGANDI

NIP. 19650305 199003 1 001

Malang, 29 September 2021

Pembimbing Kemasyarakatan Pertama

MENIK AMBARWATI NIP. 19920512 201712 2 001

Referensi

Dokumen terkait

Maksud dari penyusunan Perubahan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali Tahun 2020 – 2023 adalah menyediakan dokumen perencanaan

- Relaas Penyerahan Pernyataan PK kepada Pemohon Peninjauan Kembali (PK) Perdata Agama - Relaas Pemberitahuan Putusan Sela Kasasi kepada Pemohon/ Termohon Kasasi Perdata Agama -

Hair et al (1998) menyebutkan bahwa ukuran sampel yang dipandang memadai dalam penelitian adalah 100 sampai dengan 200 sampel. Karakteristik populasi diputuskan hanya kepada

Permasalahan yang ditimbulkan klien di tengah masyarakat membuat masyarakat khawatir akan tetapi masyarakat juga menyadari kesalahan klien telah ditebusnya

1. Klien telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 UU RI No. Klien telah menjalani

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) adalah pola penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana yang dilakukan oleh masing- masing PTN berdasarkan

Sebagai perwujudan penerapan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 53 Tahun 2014

YANG AKAN DIANGKAT SEBAGAI PTT DEPKES.. PAS FOTO No Formulir :