PENGARUH TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM KAMPUNG KOPI TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
PEKON RIGIS JAYA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Dwi Ameliya Partiwi1, Helmia Adita Fitra, S.T., M.T.2, Hafi Munirwan, S.T., M.Sc.3 Institut Teknologi Sumatera, Jl. Terusan Ryacudu, Way Huwi, Kec. Jati Agung, Kabupaten
Lampung Selatan, Lampung 35365
1Email: [email protected]
2 Email: [email protected]
3 Email: [email protected]
ABSTRAK
Kopi adalah penghasil devisa terbesar keempat di Indonesia setelah minyak sawit, karet dan kakao. Di Indonesia perkebunan kopi terkonsentrasi di Pulau Sumatera, Salah satunya di Provinsi Lampung yang memiliki perkebunan kopi terluas kedua di Pulau Sumatera. Kabupaten Lampung Barat adalah pengahasil kopi terbesar di Provinsi Lampung. Salah satu visi misi Kabupaten Lampung Barat adalah Meningkatkan perekonomian yang berorientasi pada agrobisnis dan agrowisata berbasis sumberdaya lokal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan setempat telah mengembangkan agrowisata Kampung Kopi. Studi ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh tingkat partisipasi masyarakat dalam program kampung kopi terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, studi ini memiliki beberapa sasaran yaitu (1) Mengidentifikasi karakteristik sosial ekonomi masyarakat di Kawasan Kampung Kopi Kabupaten Lampung Barat (2) Mengidentifikasi karakteristik partisipasi masyarakat dalam Program Kampung Kopi Pekon Rigis Jaya dan (3) Analisis pengaruh tingkat partisipasi masyarakat dalam program Kampung Kopi terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kawasan Kampung Kopi Kabupaten Lampung Barat. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian deduktif dengan penerapan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis asosiasi. Dari analisis tersebut, didapatkan hasil temuan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam program kampung kopi memiliki pengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat khususnya pengaruh pada kondisi infrastruktur transportasi yang mana mempermudah pergerakan masyarakat dalam melkaukan kegiatan sehari-hari maupun kegiatan dalam program kampung kopi serta membuat masyarakat menjadi lebih aktif dalam kegiatan umkm yang mana secara tidak langsung memberikan pengaruh pada pendapatan masyarakat di Kawasan Kampung Kopi pekon Rigis Jaya. Meskipun pengaruhnya belum signifikan, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung program kampung kopi supaya program kegiatan dalam program kampung kopi dapat terus berlanjut dan ditingkatkan agar masyarakat pula dapat merasakan pengaruh yang lebih signifikan.
Kata kunci:Kopi, pariwisata, Tingkat partisipasi, sosial ekonomi.
ABSTRACT
Coffee is the fourth largest foreign exchange earner in Indonesia after palm oil, rubber and cocoa. In Indonesia, coffee plantations are concentrated on the island of Sumatra, one of which is in the province of Lampung, which has the second largest coffee plantation on the island of Sumatra. West Lampung Regency is the largest coffee producer in Lampung Province. One of the visions and missions of West Lampung Regency is to improve the economy that is oriented towards agribusiness and agro-tourism based on local resources. The West Lampung Regency Government (Pemkab) through the local Plantation and Livestock Service has developed Kampung Kopi agro-tourism. This study aims to examine the influence of the level of community participation in the coffee village program on the social
and economic conditions of the community. To achieve these objectives, this study has several objectives, namely (1) Identifying the socio-economic characteristics of the community in the Kampung Kopi area, West Lampung Regency (2) Identifying the characteristics of community participation in the Kampung Kopi Pekon Rigis Jaya Program and (3) Analysis of the effect of the level of community participation in the Kampung Kopi program on the socio-economic conditions of the community in the Kampung Kopi area, West Lampung Regency. This study uses a deductive research approach with the application of quantitative descriptive analysis and association analysis. From this analysis, it was found that the level of community participation in the coffee village program has an influence on the socio-economic conditions of the community, especially the effect on the condition of transportation infrastructure which facilitates the movement of people in carrying out daily activities and activities in the coffee village program and makes the community more comfortable. active in MSME activities which indirectly affect the income of the community in the Kampung Kopi Pekon Rigis Jaya area. Although the effect is not yet significant, community participation is needed to support the coffee village program so that the program activities in the coffee village program can continue and be improved so that the community can also feel a more significant effect.
Keywords: coffee, tourism, community participation, socio-economic A. Pendahuluan
Kopi adalah penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet dan kakao (Kementrian Kominfo,2018). Sebaran perkebunan kopi di Indonesia ada di setiap daerah namun lebih banyak terkonsentrasi di Pulau Sumatera. Provinsi Lampung merupakan provinsi penghasil kopi terbesar kedua di Pulau Sumatera dilihat dari persentase hasil produksi kopi lampung yaitu 16% dari total produksi kopi di Indonesia (Kementrian Kominfo,2018). Kabupaten Lampung Barat merupakan wilayah dengan angka produksi terbesar di Provinsi Lampung, yaitu mencapai 52.543 ton/tahun (BPS Provinsi Lampung, 2018). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan setempat telah mengembangkan agrowisata Kampung Kopi. Langkah ini sebagai upaya perlindungan sumber daya dan ekosistem perkebunan kopi dan mengembangkan pariwisata di kawasan perkebunan kopi.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Barat Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Tahun 2016 – 2031 menyatakan bahwa Kawasan strategis pembangunan pariwisata di bidang kawasan Ekowisata menjadikan Kecamatan Air Hitam Sebagai Sentra Kopi Organik. Pekon Rigis Jaya ditetapkan sebagai Kawasan Kampung Kopi. Tujuan pengembangan Kawasan Kampung Kopi ini adalah menghadirkan berbagai fungsi pengembangan manusia sehingga mampu memberikan kontribusi dalam mengembangkan kopi untuk kesejahteraan masyarakat (Kabupaten Lampung Barat Dalam Angka, 2019). Dalam mewujudkan pariwisata yang berkembang dibutuhkan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi atau dapat dikatakan tanpa adanya partisipasi masyarakat maka tidak dapat dipastikan perkembangan pariwisata akan muncul, demikian pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pariwisata (Lutpi,2016).
Dalam konteks keberadaan Kawasan Kampung Kopi di Kecamatan Air Hitam, kajian mengenai dampak keberadaan aktivitas pariwisata terhadap kondisi lokal belum banyak dikaji.
Aspek sosial ekonomi masyarakat merupakan salah satu aspek yang paling umum terdampak akibat adanya aktivitas pariwisata. Dan salah satu tujuan Program Kampung Kopi yang tertuang dalam RTRW Kabupaten Lampung Barat adalah untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Tujuan utama dalam mengembangkan pariwisata yang melibatkan peran masyarakat secara aktif adalah untuk memberdayakan masyarakat, memperbaiki ekonomi masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah setempat. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mengenai pengaruh tingkat partisipasi masyarakat dalam program Kampung Kopi di
Lampung Barat guna meminimalisir dampak negatif dan menyiapkan keberlanjutan program Kampung Kopi kedepannya. Maka, pada penelitian ini dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut:
“Bagaimana Pengaruh Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Program Kampung Kopi Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kawasan Kampung Kopi Kabupaten Lampung Barat?”
Berdasarkan rumusan masalah dan pertanyaan penelitian yang di buat maka tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tingkat partisipasi masyarakat dalam program kampung kopi terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kawasan Kampung Kopi Kabupaten Lampung Barat. Dengan ruang lingkup wilayah nya adalah Kawasan Kampung Kopi yang berada di Pekon Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Desa ini adalah desa pemekaran dari Gunung Terang sejak tahun 2010.
Desa ini adalah desa yang menjadi letak lokasi kampung kopi Di kabupaten Lampung Barat dan menjadi satu-satunya Kampung Kopi yang di miliki Kabupaten Lampung Barat sehingga segala studi dan kebutuhan data yang terkait dengan penelitian ini di ambil di Pekon Rigis Jaya.
B. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Adapun metode pengumpulan data pada penelitian ini meliputi pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Yang mana data primer diperoleh melalui observasi, kuisioner dan wawancara.
Untuk metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif yang merupakan metode penelitian yang menggunakan analisis yang mengedepankan penggunaan data angka, tabel, grafik serta diagram dengan menggunakan analisis statistik. Pada penelitian ini metode kuantitaif yang digunakan pada sasaran pertama adalah analisis deskriptif kuantitatif. Pada sasaran kedua analisis yang digunakan adalah dengan analisis asosiasi V creamer dan analisis asosiasi regresi linier berganda.
Unit amatan pada penelitian adalah masyarakat lokal Kawasan Kampung Kopi Kabupaten Lampung Barat. Sedangkan untuk unit analisis sendiri memiliki beberapa variabel yaitu variabel pada aspek ekonomi dan variabel pada aspek sosial serta variabel untuk menganalisis pengaruh tingkat partisipasi masyarakat dalam program kampung kopi terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Kawasan Kampung Kopi. Variabel sosial nya adalah perubahan pola perilaku masyakat, jenis pekerjaan, pendidikan, kejadian keriminalitas, dan tingkat kejahatan. Sedangkan untuk Variabel ekonomi yang digunakan adalah perubahan pendapatan sebelum dan sesudah adanya kampung kopi, perubahan pengeluaran sebelum dan sesudah adanya kampung kopi, jenis rumah tinggal, kepemilikan kendaraan, dan kesempatan kerja. Untuk tingkat partisipasi ada 4 variabel yang digunakan yaitu variabel partisipasi ( Mikkelsen dalam Rukminto Adi, 2008), varibael bentuk partisipasi ( Holil dalam Aziz Nisrinan, 2018), variabel peran partisipasi (Cohen dan Uphoff,1977), dan Durasi partisipasi ( Cohen dan Uphoff).
Pada penentuan sample peneliti menggunakan teknik probability sampling. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2014). Pada teknik probability sampling ada beberapa teknik salah satunya simple random sampling Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik simple random sampling. Pada saat pemilihan sampel dipilih secara purposive oleh kepala desa Pekon Rigis Jaya sebanyak 70 orang yang mana termasuk dalam komunitas Kampung Kopi Pekon Rigis Jaya. Dikarenakan teknik yang digunakan adalah simple random sampling maka dari jumlah sampel yang diperoleh dihitung
lagi menggunakan rumus slovin dengan ketelitian 1% sehingga diperoleh jumlah sampel sebagai berikut:
n = 70/(1+(70 x 0,0012)
dari perhitungan diatas diperoleh sampel sejumlah 69 sampel, yang mana sampel ini akan dipilih secara acak dari 70 sampel yang sudah terpilih sebelumnya. Dimana 70 sampel yang telah dipilih sebelumnya dipilih secara purposive oleh kepala desa sehingga untuk tidak melihat latar belakang sampel maka sampel dipilih acak dengan dadu. Sampel diberi nomor urut. Lalu dadu dikocok random sehingga keluar angka. Setelah itu dihitung dari sampel yang pertama maka itulah yang terpilih. Untuk selanjutnya akan dihitung dari nomor sesudah sampel yang terpilih, begitu seterusnya hingga diperoleh 69 sampel terpilih secara acak.
C. Hasil dan Pembahasan
1. Analisis Pengaruh Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Program Kampung Kopi Terhadap Kondisi Sosial Masyarakat di Kawasan Kampung Kopi Kabupaten Lampung Barat
Untuk mengidentifikasi pengaruh program Kampung Kopi terhadap kondisi sosial masyarakat Kawasan Kampung Kopi digunakan variabel perubahan kegiatan masyarakat sebagai variabel terikatnya. Sedangkan variabel bebas yang digunakan adalah partisiapasi, bentuk partisipasi, peran partisipasi dan durasi partisipasi. Analisis yang digunakan adalah analisis asosiasi V-creamer. Berikut adalah tabel hasil perhitungan menggunakan apliskasi SPSS.
TABEL 1. HASIL SPSS ASOSIASI V-CREAMER ASPEK SOSIAL
Variabel Level
Sign V Creamer Perubahan Kegiatan Sosial (Y)
Patisipasi (X1) 0,84 0,24
Bentuk Pastisipasi (X2) 0,56 0,17
Peran Partisipasi (X3) 0,05 0,32
Durasi Partispasi (X4) 0,96 0,05
Sumber: Peneliti, 2021.
Hipotesa yang dilakukan untuk melihat korelasi anatar variabel bebas dengan variabel terikat pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
H0 : Jika level signifikansi ≤ 0,1 maka ada korelasi antara variabel bebas dengan variabel terikat.
H1 : Jika level signifikansi ≥ 0,1 maka tidak ada korelasi antara variabel bebas dengan variabel terikat.
Kemudian untuk melihat keeratan korelasi menggunakan nilai V-cremer yang mana : a. Jika H0 diterima dengan nilai V creamer mendekati 1 maka variabel bebas dan
variabel terikat berhubungan erat.
Jika H0 diterima dengan nilai V creamer mendekati 0 maka variabel bebas dan variabel terikat berhubungan lemah. Dilihat dari hasil analisis yang telah dilakukan dimana hanya peran partisipasi yang memiliki hubungan dengan perubahan kegiatan bersama masyarakat. Untuk melihat pengaruh peran partisipasi masyarakat terhadap perubahan kegiatan sosial maka dilakukan triangulasi data. Setelah dilakukan triangulasi data diperoleh bahwa pengaruh yang dirasakan oleh masyarakat masih secara umum perubahan akibat adanya program Kampung kopi karena adanya perbaikan infrastruktur yang mana memudahkan masyarakat untuk
melakukan aktivitasnya. Sedangkan untuk merasakan pengaruhnya secara khusus terhadap individu masyarakat harus berperan aktif pada program Kampung Kopi di Pekon Rigis Jaya.
2. Analisis Pengaruh Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Program Kampung Kopi Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat di Kawasan Kampung Kopi Kabupaten Lampung Barat
Untuk mengidentifikasi pengaruh program Kampung Kopi terhadap kondisi sosial masyarakat Kawasan Kampung Kopi digunakan variabel selisih perubahan pendapatan sebelum dan setelah adanya program Kampung Kopi. masyarakat sebagai variabel terikatnya.
Sedangkan variabel bebas yang digunakan adalah partisiapasi, bentuk partisipasi, peran partisipasi dan durasi partisipasi. Analisis yang digunakan adalah analisis asosiasi regresi linear berganda. Metode yang digunakan adalah metode stepwise, metode ini dipilih karena memiliki hasil nilai signifikansi paling kecil. Berikut adalah tabel hasil perhitungan menggunakan apliskasi SPSS.
TABEL 1. HASIL SPSS ASOSIASI REGRESI ASPEK EKONOMI Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .355a .126 .113 258551.180
a. Predictors: (Constant), BentukPartisipasi(X2) Sumber: Peneliti, 2021
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh nilai Adjusted R square sebesar 0,113 yang mana nilai ini hanya menjelaskan sebesar 11,3% variabel dependent, maksudnya sebesar 88,7 % pengaruh yang diberikan oleh variabel bebas pada variabel terikat selisih pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah adanya kampug kopi berasal dari variabel lain yang tidak diteliti. Maka 4 variabel independent belum cukup untuk melihat apakah perubahan pendapatan pada masyarakat Kawasan Kampung Kopi adalah akibat adanya program Kampung Kopi. Maka dari perlu ada penambahan variabel lain untuk melihat apakah perubahan pendapatan masyarakat Kawasan Kampung Kopi disebabkan oleh pengadaan program Kampung Kopi. Dari hasil analisis yang dilakukan terdapat 3 model dari 4 variabel yang ada. Model yang terpilih ada model yang meiliki nilai Adjusted R square terbesar dan nilai signifikansi terkecil maka terpilih model dengan variabel bebas bentuk partisipasi.
TABEL 3. HASIL SPSS ASOSIASI REGRESI ASPEK EKONOMI Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -31700.000 56645.725 -.560 .578
BentukPartisipasi(X2) 149225.000 48023.750 .355 3.107 .003
a. Dependent Variable: PerubahanPendapatan(Y) Sumber: Peneliti, 2021
Maka dapat dilihat dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0,003 yang mana nilai nya lebih kecil dari pada 0,05 maka model yang digunakan sudah tepat untuk memprediksi apakah
variabel independent memengaruhi variabel dependent. Dari hasil analisis yang telah di lakukan diperoleh hasil nilai signifikansi konstanta adalah sebesar 0,578 Yang mana lebih besar dari 0,05 maka nilai konstanta dianggap 0. Sedangkan pada variabel X2 bentuk partisipasi memiliki nilai signifikansi 0,003 yang mana ≤ 0,1 maka variabel X2 memiliki pengaruh terhadap variabel perubahan pendapatan masyarakat. Maka dari sini di peroleh model sebagai berikut:
Y= 149225 X2
Dari model yang terbentuk maka dapat dilihat bahwa perubahan pendapatan yang dirasakan masyarakat kawasan kampung kopi dipengaruhi oleh variabel bebas X2 yaitu bentuk partisipasi. Yang mana menurut Holil (dalam Ariz Nisrina, 2018) menyatakan bahwa ada 3 bentuk partisipasi yaitu tenaga, uang dan barang. Hipotesa yang digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel bebas terhadap varibael terikat adalah sebagai berikut:
H0 : Variabel bebas Tidak berpengaruh terhadap variabel terikat H1 : Variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.
Kemudian untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat diliaht dari nilai t .
A. Jika t hitung ≤ t tabel maka H0 diterima
B. Jika t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Maka dapat dilihat nilai t hitung adalah sebesar 3,107 sedangkan t Table adalah sebesar 2.653. dari sini dapat dilihat bahwa t hitung > t tabel. Maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Berdasarkan hipotesa maka dapat disimpulkan bahwa variabel bentuk partisipasi berpengaruh terhadap selisih pendapapatan masyarakat di Kawasan Kampung Kopi Pekon Rigis Jaya.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terlihat bahwa hanya bentuk partisipasi yang meberikan pengaruh pada perubahan pendapatan masyarakat Kawasan Kampung Kopi Pekon Rigis Jaya. Maka semakin besar dan banyak bentuk partisipasi yang diberikan, akan semakin berpengaruh pada perubahan pendapatan masyarakat di Kawasan Kampung Kopi.
D. Kesimpulan
Kawasan Kampung Kopi sudah didirikan sejak tahun 2018. Hingga sampai saat ini program kampung kopi sudah menginjak tahun ketiga. Kegiatan yang ada di Kampung Kopi sendiri salah satunya adalah kegiatan wisata. Dimana pariwisata sendiri memiliki sifat multiplier effect yang mampu mendorong sektor – sektor lain seperti misalnya sektor perdagangan dan jasa, hunian, tenaga kerja, untuk ikut tumbuh dan mampu berkembang bersamanya . Seperti yang telah dijelaskan bahwa pariwisata memiliki efek/ pengaruh terhadap lingkungan sekiatarnya, pada penelitian kali ini melihat Pengaruh Keberadaan Program Kampung Kopi Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kawasan Kampung Kopi Kabupaten Lampung Barat berdasarkan partisipasi masyarakat.penelitian ini menggunakan variabel partisipasi, bentuk partisipasi, peran partisipasi dan durasi partisipasi yang mana pada aspek sosial dianalisis dengan variabel kegiatan bersama masyarakat dan aspek ekonomi di analisis dengan variabel selisih perubahan pendapatan masyarakat. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa keberadaan program kampung kopi belum memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat hal ini dibuktikan dari hanya ada 2 varibel yang memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat di kawasan kampung yang mana aspek sosial dipengaruhi oleh peran pasrtisipasi dan aspek ekonomi di pengaruhi oleh bentuk partisipasi. Hubungan dan pengaruh variabel tersebut terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat juga cenderung lemah. Maka dari itu Pemerintah Kaupaten Lampung Barat harus
lebih meningkatkan lagi program kegiatan untuk mendukung keberlangsungan Kawasan Kampung Kopi agar perubahan yang dirasakan oleh masyarakat dapat lebih terasa seperti peningkatan pendapatan dan juga program yang ada lebih berfokus kepada keikut sertaan masyarakat setempat dalam semua golongan serta Masyarakat khusus Kawasan Kampung Kopi harus lebih aktif dan mengedukasi diri tentang potensi yang ada di Kawasan Kampung Kopi sehingga dapat berpartisipasi secara penuh dan memperoleh keuntungan secara optimal dengan adanya keberadaan program Kampung Kopi.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistika Kabupaten Lampung Barat. 2018. Kabupaten Lampung Barat Dalam Angka 2018. Kabupaten Lampung Barat: BPS.
Badan Pusat Statistika Kabupaten Lampung Barat. 2014. Kabupaten Lampung Barat Dalam Angka 2014. Kabupaten Lampung Barat: BPS
Badan Pusat Statistika Provinsi Lampung . 2018. Provinsi Lampung Dalam Angka 2018.
Provinsi Lampung: BPS
Cohen and Uphoff. 1977. Rural Development Participation. Cornel University. New York.
Hamzah, dkk.2018. Evaluasi Dampak Pariwisata Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal.
Jurnal Pariwisata Volume 5 Nomor 3. Universitas BSI Bandung
Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Barat Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Tahun 2016 – 2031
Peraturan Pemerintah No.26 tahun 2008 tentang RTRWN
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daeah tahun 2017-2022.
Sawitri D. Maryati S. 2016. Metode Analisis Perencanaan. Tanggerang Selatan: Universitas Terbuka.
Undang-Undang Republik Nomor 10 Tahun 2009 Indonesia Tentang Kepariwisataan.