blik
lridonesiaTENTANG
PEMBERLAKUAN STANDAR NASIONAL BAJA LEMBARAN DAN GULUNGAN CANAI
SECARA WAJIB
N.-*'
Menteri Perindustrian Repu
PERATURAN
MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR:
eolM_rND/pEW8/20L0INDONESIA
DTNGtN (BJ.D)
Menimbang
Mengingat
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA,
: a. bahwa daram rangka
meningkatkandaya saing
industrinasional dan menjamin mutu hasir industri,
rierinountikonsumen terhadap mutu produk serta
menciptaka"n persaingan usaha yang sehat dan adir, perru memberrakukanstandar
Nasionar rndonesia(sNr) Baja
Lembaran danGulungan Canai Dingin (Bj
D)
secara wajib;b. bahwa
berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksudpada huruf a, perlu dikeluarkan Feraturan
Menteri Perindustrian;t 1.
undang-Undang Nomor 5 Tahun 1gg4 tentang perindustrian (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 19g4 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Repubrik rndonesia Nomor 3274);
2'
undang-Undang Nomor7
Tahun 1994 tentang pengesahanAgreement
F-stabrishingThe worrd rrade
org;nization (Persetujuan pembentukan organisasi perdagangln ounia;(Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 19g4 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Repubrik rndonesia Nomor 356a);
3.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1gg5 tentang Kepabeanan (LembaranNegara Tahun 1gg5 Nomor r"s,
TambahanLembaran Negara Republik lndonesia Nomor
3612)lIf"hqn
2006 (Lembaran Negaia Repubrilirndone# Tahun?096
Nomor93'
Tambahan- Lembaranruetara
Repubrik lndonesia Nomor 4661);"Copy Peraturan ini di buat untuk penayangan di website http://bpkimi.kemenperin.go.id/pusat/ "
Peraturan Menteri Perindustrian Rl
Nomor:
90/M-IM/PER/8/20104.
Undang-Undang NomorI
Tahun 1999 tentang PerlindunganKonsumen (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun
1999 Nomor
42,
Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 3821);5,
Undang-UndangNomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negera Republik lndonesiaTahun 2004
Nomor
125, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (LembaranNegara
Republik lndonesiaTahun 2008 Nomor
59,Tambahan Lembardn Negara Republik lndonesia Nomor 4844);
6.
Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentangStandardisasi
Nasional (Lembaran Negara
Republiklndonesia Tahun 2000 Nomor 199, Tambahan Lembaran Negara Nomor a02O);
7.
Peraturan Pemerintah Nomor38 Tahun 2007
tentangPembagian
Urusan
PemerintahanAntara
Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsidan
Pemerintahan DaerahKabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik lndonesia
Tahun 2007 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4737);8.
Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor47
Tahun2009 tentang Pembentukan
dan
Organisasi Kementerian Negara;9.
Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor24
Tahun2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;
10. Keputusan Presiden Republik lndonesia Nomor 78 Tahun 2001 tentang Komite Akreditasi Nasional;
11. Keputusan Presiden Republik lndonesia Nomor 84/P Tahun
2009 tentang Pembentukan Kabinet lndonesia Bersatu ll Periode Tahun 2009-201 4;
12.
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor
01/M-IND/PER/3/2005
tentang
Organisasidan Tata
KerjaDepartemen Perindustrian;
13.
Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
14lM-DAG/PER/312007
tentang
StandardisasiJasa
BidangPerdagangan dan Pengawasan Standar Nasional lndonesia (SNl) Wajib Terhadap Barang dan Jasa yang diperdagangkan
sebagaimana
telah diubah dengan
Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 30/M-DAG IPERT n007',"Copy Peraturan ini di buat untuk penayangan di website http://bpkimi.kemenperin.go.id/pusat/ "
Menetapkan
Nomor: 9O/tu-IM/PER/8/2010Rl
14.
Peraturan Menteri perdagangan Nomor
2AM- DAG/PER/5/2009tentang
Ketentuandan Tata
Cara Pengawasan Barang dan atau Jasa;15.
Peraturan Menteri perindustrian Nomor
g6/M_IND/PER/912009 tentang standar Nasional lndonesia Bidang lndustri;
16.
Peraturan Menteri perindustrian Nomor
SZIM_IND/PER/4/2010 tentang Kedudukan
dan
Tugas pejabat Kementerian Perindustrian Dalam Masa peralihan struktur Organisasi.MEMUTUSKAN:
PEMTURAN MENTERI
PERINDUSTRIAN TENTANG PEMBERLAKUAN STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI)BAJA LEMBARAN DAN GULUNGAN CANAT DINGIN tbi
oi
SECARA WAJIB.
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan :
1-
sertifikat Produk Penggunaan TandasNl
yang selanjutnyadisebut sPPT-sNl adalah sertifikat produk penggunaan
Tanda sNl yang dikeluarkan oleh Lembaga sertifikasi produk kepada produsen yang mampu memprooursi Baja Lembaran dan Gulungan Canai Dingin (Bj D) sesuai persyarbtan SNl.
2.
Lembaga sertifikasi Produk yang selanjutnya disebut LSpro adalah lembaga yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional yang ditujuk oleh Menteri untuk melakukan kegiatan Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNl.3.
Laboratorium Penguji adalah laboratorium yang ditujuk oleh Menteri dan melakukan kegiatan pengujian terhadap contoh barang sesuai spesifikasi/metode uji SNl.4.
Petugas Pengawas standar Barang dan atau Jasa di pabrik yang selanjutnya disebut Ppsp adalah pegawai Negeri sipildi
pusat atau daerah yang ditugaskan untuk m6lakukan pengawasan barang danatau
jasadi
lokasi produksi dandiluar lokasi kegiatan produksi yang sirttnya
telah diberlakukan secara wajib.5.
Komite Akreditasi Nasional yang selanjutnya disebut KANadalah lembaga
yang
berwenanguntuk
mengakreditasilembaga
dan
laboratoriumuntuk
melakukan kegiatansertifikasi.
6.
Menteri adalah Menteri yang membidangi urusan lndustri."Copy Peraturan ini di buat untuk penayangan di website http://bpkimi.kemenperin.go.id/pusat/ "
Peraturan Menteri Perindustrian Rl
Nomor: 9Olttt-IM/PER/8 /20L0
7.
Direktur Jenderal Pembina lndustri adalah Direktur Jenderal lndustri Logam, Mesin, Tekstildan
Aneka, Kementerian Perindustrian.8. Kepala BPPI adalah Kepala Badan
Penelitian dan Pengembangan lndustri, Kementerian Perindustrian yangmelaksanakan pembinaan terhadap Lembaga Penilaian Kesesuaian.
9.
Kepala Dinas Provinsi adalah Kepala Dinas di tingkat Provinsiyang
melaksanakantugas
urusan pemerintahan bidang perindustrian.10. Kepala
Dinas
Kabupaten/Kotaadalah
Kepala Dinas diKabupaten/Kota
yang melaksanakan tugas
urusan pemerintahan bidang perindustrian.Pasal 2
(1)
Memberlakukan SNI Secara Wajib terhadap produk Baja Lembaran dan Gulungan Canai Dingin (Bj.D), meliputi:Jenis Produk No SNI HS
Baja Lembaran dan Gulungan Canai
Dingin (Bj.D)
07-3567-2006 7209.15.00.00 7209.16.00.10 7209.16.00.90 7209.17.00.10 7209.17.00.90 7209.18.20.00 7209.18.90.00 7209.25.00.00 7209.26.00.10 7209.26.00.90 7209.27.00.10 7209.27.A0.90 7209.28.10.00 7209.28.90.00 7209.90.90.00 7211.23.20.00 7211.2334.00 7211.23.90.10 7211.23.90.90 7211.29.20.00 7211.29.30.00 7211.29.90.00 721 1.90.10.00 721 1.90.30.00 7211.90.90.00
"Copy Peraturan ini di buat untuk penayangan di website http://bpkimi.kemenperin.go.id/pusat/ "
Nomor: 90/M-IM/PER/S/Z0j.0
(2)
Apabila SNI Baja Lembaran dan Gulungan Canai Dingin (Bj.D) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) direvisi, makayang berlaku
SNI
Baja Lembarandan
Gulungan Canai Dingin (Bj D) hasil revisiterakhir.(3)
Yang dimaksud dengan Baja Lembarandan
Gulungan Canai Dingin (Bj D) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan baja lembaran dan gulungan yang dibuat dariBaja
GulunganCanai
Panasyang
dilakukan melaluitahapan proses canai dingin dibawah
temperaturrekristalisasi;
Pasal 3
(1)
Untuk Produk Baja Lembaran dan Gulungan Canai Dingin (Bj.D) dengan jenis tertentu selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat(1)
akan tetapi memiliki kesamaan Pos Tarif maka tidak wajib mengikuti ketentuan dalam peraturan ini apabila :a. telah memiliki Standar Nasional
lndonesia (SNl)tersendiri atau standar lain dengan ruang lingkup, atau
jenis atau spesifikasi yang berbeda terhadap SNI O7-
3567, atau,
b.
digunakan sebagai bahan baku industri peralatan listrik konsumsi/elektronikadan industri otomotif
besertakomponennya yang spesifikasinya berbeda terhadap SNI 07-3567 dan produk baja lembaran dan gulungan canai dingin (Bj D) dimaksud tidak dapat dipindahtangankan, atau,
c.
digunakan sebagai bahan baku untuk keperluan ekspor.(2)
Penetapan terhadap Produk Baja Lembaran dan GulunganCanai Dingin (Bj D) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dengan pertimbangan teknis dari Direktur J.enderal
Pembina lndustri. Adapun pertimbangan teknis' diatur
didalam petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pembina lndustri, Kementerian Perindustrian.
Pasal 4
Perusahaan yang memproduksi Baja Lembaran dan Gulungan Canai Dingin (Bj D) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 wajib menerapkan SNI dengan:
a.
memiliki SPPT-SNI Baja Lembaran .dan Gulungan Canai Dingin (Bj D) sesuai dengan ketentuan yang berlaku; danb.
membubuhkan tandaSNI
pada setiap produk dengan penandaan yang mudah dibaca dan tidak mudah hilang.Pasal 5
(1)
Penerbitan SPPT-SNI Baja Lembaran dan Gulungan Canai Dingin (Bj.D) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a dilaksanakan oleh LSPro yang ditunjuk oleh Menteri."Copy Peraturan ini di buat untuk penayangan di website http://bpkimi.kemenperin.go.id/pusat/ "
Peraturan Menteri Perindustrian Rl
Nomor:
90/M-IM/pER/8/Z0j_0(2) penerbitan SPPT-SNl Baja Lembaran dan Gulungan canai Oingin (Bj
D)
sebagaimana dimaksudpada ayat
(1)ditaksanakan melalui :
a.
pengujian kesesuaianmutu
produk terhadap BajaLem-O"tan dan Gulungan Canai Dingin (Bj
D)
sesuaid"ng.n
ketentuanditam SNI
07-3567-2006 ataurevisinYa, dan
b.
audit penerapan Sistem Manajemen MutuSNI
ISO 9001_i00g atau revisinya, atau sistem manajemen mutu lain yang diakui.PenEujian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dapat disubkontrakkan Pada :
a'Laboratoriumpengujiyangditunjukolehmenteridengan ruang lingkuP Yang sesuai; atau
b.
Laboratorium penguji di luar negeri dapat ditunjuk oleh Menteri sepanjang ielah mempunyai Perjanjian saling pengakuanaiau Mutual
Recognition. Arrangement(MiA)
antara KAN dan Badan Akreditasi Negara yang bersangkutan, serta mempunyai perjanjian bilateral.atau multilat-eral di bidang regulasi teknis antara Pemerintah Republik lndonesia dengan negara yang bersangkutan'Audit Sistem Manajemen Mutu sebagaimana dimaksud
pti.
ayat (2) hurufb
berdasarkan jaminan oleh-lembaga sertifikasi sisiem mutu yang diakreditasi oleh KAN ataubadanakreditasidiluarnegeriyangmemilikiMRAdengan
KAN.
Pasal 6
LSPro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) wajib
*"r"poirin-
pelaksanaan sertifikasinya _kepada Direktur Jenderal Pembina lndustridan Kepala BPPI'LSPro yang menerbitkan SPPT-SNI Baja Lembaran dan Currngin 6anai Dingin (Bj
D)
bertanggung jawab ataspelakslnaan pengawasan
dan
pemantauan penggunaan ianda SNI dari SPPT-SNI yang diterbitkan'Pasal 7
Setiap
Baja
Lembarandan
GulunganCanai
Dingin (Bj D),.U.grirrha
dimaksud dalam Pasal 2 yarlg.diperdagangkan di dalari negeri, yang berasal dari hasil produksi dalam negeri atau impor*ajio
mbmenuhi persyaratan sNl sebagaimana dimaksud dalam Pasal4.(3)
(4)
(1)
(2)
"Copy Peraturan ini di buat untuk penayangan di website http://bpkimi.kemenperin.go.id/pusat/ "
Peraturan Menteri Perindustrian Rl
Nomor: 9o/M-rM/pER/g/z01o
(1)
(2)
(3)
(1)
(2)
Pasal 8
Baja
Lembarandan
GulunganCanai Dingin
(Bj D) sebagaimana dimaksud pada pasar2
yang o6rasaiiari
impordan
memasuki daerah pabean rndonesia wajib memenuhi ketentuansNl
sebagaimana dimaksud dalam Pasal4 dan melampirkan Milt Ceiificate.Baja Lembaran dan. G-ulungan Canai Dingin (Bj
D)
impor yang telah memirikisppr-sNr
wajib dioaftirtian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Baja
Lembarandan
GulunganCanai Dingin
(Bj.D) sebagaimana dimaksud daram pasar2
berasariiri
imior, dalam .rangka pengawasanpabean dapat
dilakukanpengambilan contoh produk untuk dilakukan p"ngr;irn
sesuai
SNI; '
v-"Pasal 9
Baja Lembaran dan Gulungan Canai Dingin
(Bj.D)
yangberasal
dari
hasir produlisi daram negeri'v.n6
lioar memenuhi ketentuan
sNl
sebagaimana oimatisud dalampasal 4 dilarang beredar dan haru! dimusnahkan.
Baja Lembaran dan Gulungan Canai Dingin (Bj
D)
imporyang tidak
memenuhi ketentuansNr
ie'oagaimana dimaksud pada Pasal 7 apabila masuk ke daerah'prn"rn lndonesia harus dimusnahkan atau diekspor remoati o-tenimportir yang bersangkutan.
Pasal 10
(1)
Pembinaan!1
nenOawasanterhadap
pelaksanaan penerapan sNl Baja Lembaran dan Gulungan danai Dingin(pj,o) , sebagaimana dimaksud daram
pisar z
Jitarukanoleh
DirektoratJenderal pembina lndustri
,"kurrng- kurangnya 1 (satu) kari daram setahun yang diraksanakangleh Pelugas pengawas standar Barang oa"n atau Jasa di Pabrik (PPSp).
(2)
Dalam merakukan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Direktorat Jenderar pembina rndustri dapat berkoordinasi dengan Dinas provinsidan atau
Dinas Kabupaten/Kota atau instansi terkait.(3) BPPI
meraksanakan pembinaanterhadap
Lembaga Penilaian Kesesuaian daram rangka penerapan sNr Bija Lembaran dan Gulungan Canai Dinginigi
Ot"Copy Peraturan ini di buat untuk penayangan di website http://bpkimi.kemenperin.go.id/pusat/ "
Peraturan Menteri Perindustrian Rl
Nomor:
90/M-lND/PER/8/2010Pasal 11
Direktur Jenderal Pembina lndustri menetapkan petunjuk reknis dan Petunjuk Pengawasan Penerapan sNr Baja Lembaran dan Gulungan Canai Dingin (Bj.D) di Pabrik.
Pasal 12
Pelaku usaha
dan atau
LSProyang
melakukan pelanggaranterhadap
ketentuandalam
PeraturanMenteri ini
dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 13
Peraturan Menteri ini mulai berlaku 6 (enam) bulan sejak tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang
mengetahuinya,peraturan Menteri
ini diundangkandengan
penempatannyadatam Berita
Negara Republik tndonesia.Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 25 Agustus 2010
MENTERI PERINDUSTRIAN RI
ttd
MOHAMAD S. HIDAYAT
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 27-8-2010
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
ttd
PATRIALIS AKBAR
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2O1O NOMOR 41 1
Salinan sesuai dengan aslinya Sekretariat Jenderal
ian Perindustrian
\.. -?{'"
s*!
dan Organisasi
"Copy Peraturan ini di buat untuk penayangan di website http://bpkimi.kemenperin.go.id/pusat/ "