• Tidak ada hasil yang ditemukan

waktu berharga untuk anak kita

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "waktu berharga untuk anak kita"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

WAKTU BERHARGA

Untuk Anak Kita

Dwi Budiyanto

(2)

Kita ingat kembali pesan Rasulullah saw.

Ketika kita berpulang ke rahmatullah,

hanya tiga hal yang bisa kita

harapkan:

ilmu yang bermanfaat,

amal jariyah

, dan

anak-anak salih

yang mendoakan orang tua

(3)
(4)

Ada doa yang selalu kita harapkan dari anak-anak kita kelak:

Ya Allah, ampunilah kedua orangtuaku dan sayangilah mereka

sebagaimana mereka

(5)

menyayangi ataukah

(6)
(7)

Berapa kalikah kita

memeluk dan mencium

anak

kita dalam sehari?

(8)

Bukankah Rasulullah pernah

menegur al-Aqra

’ bin

Habis

at-Tamimy karena tak pernah sekalipun

memeluk dan mencium anaknya?

Apa dayaku bila Allah mencabut

kasih sayang dari hatimu?

(9)

Rasulullah juga

mengingatkan,

Barang

siapa tidak menyayangi

tidak akan disayangi

.

(10)

Seringkah kita

berbincang

akrab dengan anak

untuk

menanamkan keimanan yang

kuat, meluruskan orientasi

(11)
(12)

Berapa seringkah orangtua

mendoakan

anak-anak dengan doa tulus

, agar

mereka tidak sekedar menjadi anak

yang cerdas tetapi juga memiliki

(13)

Banyak yang berharap anak-anak mendoakan saat orangtua mati. Tapi, banyak yang lupa

(14)

Hargailah setiap Kelebihan

Anak dan Terimalah setiap

Kekurangan yang dimiliki Anak

(15)

Anak-anak yang dibesarkan dengan

kedekatan yang aman (

secure

attachment

) lebih bebas

bereksplorasi untuk memenuhi rasa

ingin tahunya, lebih berani untuk

mencoba hal-hal baru, lebih mudah

menyesuaikan diri dengan orang

lain.

(16)

Anak yang sering dicela dan dimaki akan

cenderung rendah diri (minder). Bahkan, akan cenderung menjadi anak yang menyesali

(17)
(18)

Rasulullah memberikan keteladanan tentang bagaimana bersikap. Beliau seorang

pendidik yang berkesan di hati sahabat.

(19)

Andy F Noya dan Bu Ana

Kamu anak pandai, Nak. Suatu hari kelak kamu akan berhasil. Dengan kepandaianmu

mengarang, nanti besar kamu bisa jadi pengarang atau wartawan,

(20)

Salihkan diri dan Kembangkan

komunikasi suportif kepada anak-anak

(21)

“Dan hendaklah orang-orang takut kalau-kalau di belakang hari mereka meninggalkan keturunan yang lemah, dan mencemaskan akan mereka. Bertakwalah kepada Allah dan berkatalah

dengan qaulan sadiidan (perkataan yang benar).”

(22)

Belajarlah untuk mendengarkan anak

Sudahkah kita sering ungkapkan

(23)

Kenapa, sih, kamu nangis terus? Udah, diam

ah!

(24)

Bantulah anak-anak untuk

sukses belajar dengan doa

(25)

Bangunlah di tengah malam. Berdoalah dengan tulus untuk anak-anak kita, meski mungkin

mereka masih tertidur pulas.

Berdoalah agar mereka menjadi anak-anak yang mencintai Allah dan Rasulullah. Berdoalah agar mereka menjadi pribadi yang mulia dan cerdas. Doa orang tua seringkali lebih didengarkan Allah

(26)
(27)

Jazakumullahu

khairan katsiira

Dwi Budiyanto

Referensi

Dokumen terkait

Maka dari itu, tujuan perancangan ini adalah agar anak-anak di Indonesia dapat mempelajari kedisiplinan dalam hal manajemen waktu untuk membangun pribadi

Data 1) di atas merupakan bentuk kesantunan direktif anak pada orang tua untuk meminta doa agar keinginannya tercapai. Konteks situasi pada data 1) menggambarkan

• Diharapkan rencana kampanye mengenai pola asuh dan komunikasi antara orang tua dan anak dapat direalisasikan agar kesadaran orang tua untuk menjadi orang tua yang. lebih

Sholawat serta salam penulis ucapkan kepada Allah SWT agar disampaikan kepada Nabi Besar Muhammad Sallallahu’alaihiwassalam, dan Orang Tua yang selalu memberi doa

Sholawat serta salam penulis ucapkan kepada Allah SWT agar disampaikan kepada Nabi Besar Muhammad Sallallahu’alaihiwassalam, dan Orang Tua yang selalu memberi doa

Dari hal ini dapat dilihat bahwa anak-anak harus menghormati sekaligus taat kepada orang tua dan sebelum itu orang tua harus mendidik anak-anak agar mereka menjadi

Kegiatan tahfizh ini dengan izin Allah Subḥānahu wataʿālā berhasil mengubah akhlak anak anak di desa talaok menjadi anak anak yang berakhlak mulia, orang tua peserta

Di lingkup orang tua, sering mereka mengeluh kurangya kesopanan dari orang muda, di lain pihak orang muda juga melihat, bahwa orang tua tidak dapat ditiru dan