i DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI ... i BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Dasar Hukum ... 3
1.3. Maksud dan Tujuan... 5
1.4. Sistematika Penulisan ... 5
BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA PD TAHUN 2019 .. 6
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2019 dan Capaian Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah ... 8
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah ... ... 23
2.3. Isu-isu Penting Penyelengaraan Tugas dan Fungsi PD ... 25
2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ... ... 32
2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat ... 37
BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN ... 41
3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ... 41
3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah ... 43
3.3. Program dan Kegiatan ... 46
BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH ... 53
ii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
2.1 Rekapitulasi Hasil Evaluasi Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah s/d Tahun
2019 Dinas Pertanian dan Perternakan Provinsi Riau... 9
2.2 Kinerja Pelayanan SKPD Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi
Riau Tahun 2019... 24
2.3 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Tahun 2020 ... 34
2.4 Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat Tahun 2020 Dinas Perternakan dan
Kesehatan Hewan Provinsi Riau ... 39
3.1 Tujuan dan Sasaran Pembangunan Peternakan Jangka Menengah Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Tahun 2019 – 2024 ...
44
3.2 Rumusan Program Kegiatan Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi
Riau Tahun Anggaran 2021dan Perkiraan Maju Tahun 2022 ... 50
4.1 Rencana Program/Kegiatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi
Riau tahun 2020……….. 53
1
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Rencana Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut Renja Perangkat Daerah adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun. Undang-undang No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan Perangkat Daerah untuk menyusun Renja Perangkat Daerah sebagai pedoman kerja selama periode satu tahun yang merupakan terjemahan dari perencanaan strategis lima tahunan yang dituangkan dalam Rencana Strategis Perangkat Daerah ke dalam perencanaan tahunan yang sifatnya lebih operasional.
Sebagai dokumen Perangkat Daerah, Renja mempunyai kedudukan strategis dalam menjembatani perencanaan Perangkat Daerah dengan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), sebagai implementasi pelaksanaan strategis jangka menengah (RPJMD) dan Renstra Perangkat Daerah yang menjadi satu kesatuan untuk mendukung pencapaian Visi dan Misi Kepala Daerah. Disamping itu Renja PD juga bersinergi dengan Renja Kementerian/Lembaga (K/L) dan Renja Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan kabupaten/kota yang akan dilaksanakan untuk jangka waktu satu tahun yang memuat tentang kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta dengan mendorong partisipasi masyarakat.
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan , Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, terdapat enam (6) Tahapan utama dalam Penyusunan Renja Perangkat Daerah yakni: persiapan penyusunan Renja Perangkat Daerah, tahap penyusunan rancangan Awal Renja Perangkat Daerah, Penyusunan Rancangan Renja Perangkat Daerah, Pelaksanaan forum Perangkat Daerah/ Lintas Perangkat Daerah, Perumusan
2
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
Rancangan Akhir Renja Perangkat Daerah dan tahap penetapan Renja Perangkat Daerah. Sedangkan Tahapan dalam penyusunan Renja Perangkat Daerah sesuai Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2008 melalui beberapa tahapan, yaitu: Penyusunan Rancangan Awal, Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik, Pelaksanaan Musrenbang, Penyusunan Rancangan Akhir dan Penetapan Rencana. Sehingga dapat dijelaskan bahwa tahapan penyusunan Renja Perangkat Daerah terlihat seperti gambar berikut ini:
Renja Perangkat Daerah disusun dengan mengacu pada kerangka arahan yang dirumuskan dalam rancangan awal RKPD serta didasarkan pada evaluasi pelaksanaan Renja Perangkat Daerah tahun sebelumnya dan evaluasi kinerja terhadap pencapaian Renstra Perangkat Daerah dan pada akhirnya Renja Perangkat Daerah digunakan sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Perangkat Daerah untuk penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
3
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan 1.2. Dasar Hukum
Dasar hukum penyusunan Rencana Kerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Tahun 2021 adalah :
1) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
3) Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5015);
4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); 5) Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 338, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5619);
6) Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6178);
7) Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 136);
8) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang
4
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);
9) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312);
10) Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Riau (Lembaran Daerah Provinsi Riau Tahun 2016 Nomor 4);
11) Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Riau Tahun 2016 Nomor 6);
12) Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 12 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 9 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Riau Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Riau Tahun 2017 Nomor 12);
13) Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 10 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau Tahun 2018-2038 (Lembaran Daerah Provinsi Riau Tahun 2018 Nomor 10);
14) Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner;
15) Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Riau Tahun (Lembaran Daerah Provinsi Riau Tahun 2019 Nomor 11);
16) Peraturan Gubernur Riau Nomor 87 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi, Serta Tata Kerja Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau;
5
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
17) Peraturan Gubernur Riau Nomor 70 Tahun 2017 Tentang Pembentukan Unit
Pelaksana Teknis Pada Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau (Berita Daerah Provinsi Riau Tahun 2017 Nomor 74);
18) Peraturan Gubernur Riau Nomor 42 Tahun 2019 Tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi RiauTahun 2019-2024; 19) Peraturan Gubernur Riau Nomor 52 Tahun 2020 Tentang Rencana Kerja
Perangkat Daerah (Renja PD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau Tahun 2021.
1.3. Maksud dan Tujuan
Penyusunan Renja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau dimaksudkan untuk menjabarkan perencanaan pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan di Provinsi Riau selama 1 (satu) tahun anggaran yaitu tahun 2021 yang dituangkan dalam program dan kegiatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau .
Sedangkan tujuan penyusunan Renja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Tahun 2021 adalah sebagai pedoman :
1) pelaksanaan pelayanan Perangkat;
2) pelaksanaan dan evaluasi program dan kegiatan; 3) penyusunan rencana anggaran Perangkat Daerah
1.4. Sistematika Penulisan
Berdasarkan Permendagri No. 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang daerah dan rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, Sistematika Penulisan Rencana Kerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Tahun 2021 disusun sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan
Berisi tentang gambaran umum penyusunan Rancangan Renja PD ; latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan, dan sistematika penulisan.
6
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
Bab II Hasil Evaluasi Renja Perangkat Daerah Tahun 2019
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun 2019 dan Capaian Renstra Perangkat Daerah.
Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja PD tahun lalu 2019 dan perkiraan capaian tahun 2020, mengacu pada APBD tahun berjalan sudah disahkan. Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra PD berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja Perangkat Daerah tahun-tahun sebelumnya.
Review hasil evaluasi pelaksanaan Renja PD tahun lalu, dan realisasi Renstra PD mengacu pada hasil laporan kinerja tahunan Perangkat Daerah dan/atau realisasi APBD untuk Perangkat Daerah yang bersangkutan
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah
Berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan Perangkat Daerah sesuai dengan tugas dan pokok dan fungsinya.
2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah
Bab ini memuat tingkat capaian kinerja pelayanan PD dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan PD, memuat permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi PD serta dampaknya terhadap pencapaian visi dan misi kepala daerah. Dalam bab ini juga memuat tantangan dan peluang dalam menungkatkan pelayanan PD serta formulasi isu-isu penting dan strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas.
2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD
Berisikan uraian tentang proses yang dilakukan dengan membandingkan antara rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan serta catatan penting terhadap perbedaan dengan rancangan awal RKPD.
2.5. Penelahaan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Berisikan uraian tentang proses bagaimana usulan program/kegiata, usulan pemangku kepentingan tersebut diperoleh dan penjelasan kesesuaian usulan tersebut dikaitkan dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Perangkat Daerah.
7
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
Bab III Tujuan dan Sasaran Perangkat Daerah 3.1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional
Penelaahan arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dengan tugas pokok dan fungsi PD
3.2. Tujuan dan Sasaran Renja PD
Didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggara tugas dan fungsi PD yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra PD.
3.3. Program dan Kegiatan
Berisikan penjelasan mengenai :
1. Faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan.
2. Uraian garis besar mengenai rekapitulasi program dan kegiatan.
3. Penjelasan jika rumusan program dan kegiatan tidak sesuai dengan rancangan awal RKPD.
Bab IV Rencana Kerja dan Pendanaan PD Bab V Penutup
Berisikan catatan penting yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai kebutuhan dan uraian tentang kaidah-kaidah pelaksanaan serta rencana tindak lanjut.
8
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA PERANGKAT DAERAH TAHUN 2019
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2019 dan Capaian Renstra Perangkat Daerah
Pelaksanaan evaluasi sebagai sebagai salah satu fungsi peningkatan kualitas kinerja instansi pemerintah, dilaksanakan guna mengetahui program/kegiatan yang tidak memenuhi target, telah memenuhi target ataupun melebihi target kinerja yang direncanakan, sehingga atas dasar evaluasi pelaksanaan tersebut dapat diketahui:
1. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi target kinerja program/kegiatan;
2. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra Perangkat Daerah;
3. Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut.
Rencana Kerja PD tahun 2021 disusun berdasarkan analisa kondisi objektif permasalahan pembangunan saat ini. Analisis kondisi objektif diharapkan dapat memberikan gambaran permasalahan yang masih dihadapi perangkat daerah. Gambaran permasalahan tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan pemahaman besarnya tantangan yang dihadapi perangkat daerah saat ini serta estimasi kondisi yang akan datang.
Pada Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja Perangkat Daerah tahun 2019 lalu dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun 2020), mengacu pada APBD tahun 2020. Namun kajian terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun 2019 berdasarkan capaian Renstra Tahun 2019-2024 tidak dapat digambarkan secara utuh mengingat Renja Tahun 2019 masih berdasarkan Renstra periode Tahun 2014-2019. Untuk melihat evaluasi Renja Tahun 2019 berdasarkan Renstra Tahun 2019-2024 dapat dilhat pada tabel berikut :
9
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Target Renja PD Tahun 2019 Realisasi Renja PD Tahun 2019 Tingkat Realisasi (%) Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d Tahun 2020 Tingkat Capaian Realisasi Target Renstra (%) 2 3 4 5 6 7 8 9 10 110. 0. 00. 01. PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
Persentase Pemenuhan Kebutuhan Pelayanan Administrasi
Perkantoran
100 100 100 100%
0. 0. 00. 01. 001. Penyediaan Jasa Surat menyurat Jumlah Surat yang Dikirim 8649 Surat 0 0 0 0 1752 1752 20
0. 0. 00. 01. 002. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
Jumlah rekening yang dibayar 240 Rekening 0 0 0 0 36 36 15
0. 0. 00. 01. 004. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Rentang waktu penyediaan jasa kebersihan kantor
60 Bulan 0 0 0 0 12 12 20
0. 0. 00. 01. 006. Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional
Jumlah kendaraan
dinas/operasional yang dipelihara
377 Unit 0 0 0 0 76 76 20
0. 0. 00. 01. 007. Penyediaan Alat Tulis Kantor Jumlah Jenis Alat Tulis Kantor yang disediakan
160 Jenis 0 0 0 0 38 38 24
0. 0. 00. 01. 008. Penyediaan Barang Cetakan Dan Penggandaan
Jumlah jenis laporan yang dicetak dan digandakan
242 Jenis 0 0 0 0 43 43 18
0. 0. 00. 01. 009. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
Jumlah komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor yang disediakan
156 Jenis 0 0 0 0 24 24 15
0. 0. 00. 01. 010. Penyediaaan Makan dan Minuman Jumlah makanan dan minuman yang disediakan
48320 Porsi 0 0 0 0 9810 9810 20
0. 0. 00. 01. 011. Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Ke Luar Daerah
Frekuensi rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah
421 Kali 0 0 0 0 166 166 39
0. 0. 00. 01. 012. Penyediaan Jasa Administrasi Kantor Jumlah Tenaga Administrasi Kantor yang Disediakan
3300 OB 0 0 0 0 648 648 20
0. 0. 00. 01. 013. Penyediaan Jasa Keamanan Kantor Jumlah tenaga satpam yang disediakan
18000 OB 0 0 0 0 3600 3600 20
0. 0. 00. 01. 037. Pengelolaan Barang Milik Daerah OPD Persentase Pelaksanaan Pengelolaan Barang Milik Daerah OPD
79 Persen 0 0 0 0 11 11 14
1
Tabel. 2.1. Rekap Hasil Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah dan Pencapaian Renstra Perangkat Daerah s/d Tahun 2020 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau (Tabel.T-C.29)
Kode Urusan / Bidang / Urusan Pemerintah Daerah dan Program / Kegiatan
Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan (Output)
Target Kinerja Capaian Program (Renstra PD) Tahun 2019 - 2024 Target Program Kegiatan (Renja PD Tahun 2020) Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d tahun 2018
Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2019
Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra Perangkat
10
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
0. 0. 00. 02. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR
Persentase Pemenuhan Sarana Prasarana Aparatur
100 100 100 100%
0. 0. 00. 02. 007. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor
Jumlah perlengkapan gedung kantor yang diadakan
75 Unit 0 0 0 0 35 35 47
0. 0. 00. 02. 009. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Jumlah peralatan gedung kantor yang disediakan
17 Unit 0 0 0 0 7 7 41
0. 0. 00. 02. 013. Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Jabatan
Jumlah mobil jabatan yang dipelihara
25 Unit 0 0 0 0 5 5 20
0. 0. 00. 02. 014. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional
Jumlah kendaraan
dinas/operasional yang dipelihara
40 Unit 0 0 0 0 8 8 20
0. 0. 00. 02. 016. Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor
Jumlah peralatan gedung kantor yang dipelihara
514 Unit 0 0 0 0 131 131 25
2. 0. 03. 19. PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT TERNAK
Persentase Angka Kematian Ternak 2,20 3,4 3,4 45%
2. 0. 03. 19. 001. Pengembangan sarana dan prasarana UPT. RSH
Jumlah Sarana dan Prasarana yang Diadakan
62 Unit 0 0 0 0 22 22 100
2. 0. 03. 19. 002. Pelayanan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Hewan
Jumlah Pelayanan 10646 Ekor 0 0 0 0 1744 1744 100
2. 0. 03. 19. 3 Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Hewan Menular
Jumlah Ternak yang Dilayani 390000 Ekor 0 0 0 0 74000 74000 100
2. 0. 03. 19. 004. Penanggulangan gangguan dan penyakit reproduksi asal hewan
Jumlah Kasus yang Ditanggulangi 13431 Kasus 0 0 0 0 2200 2200 100
2. 0. 03. 20. PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI HASIL PETERNAKAN
Jumlah Populasi Ternak (ekor) 576.390 ekor 501.632 501.632 87%
2. 0. 03. 20. 001. Pengembangan Inseminasi Buatan (IB) Jumlah Ternak yang di Inseminasi Buatan (IB)
157000 Ekor 0 0 0 0 29800 29800 100
2. 0. 03. 20. 2 Pengembangan Produksi Semen Beku Jumlah Produksi Semen Beku 249000 Dosis 0 0 0 0 24000 24000 100
2. 0. 03. 20. 003. Pengembangan sarana dan prasarana inseminasi buatan ternak
Jumlah Sarana dan Prasarana Produksi Inseminasi Buatan Ternak
44 Unit 0 0 0 0 4 4 100
2. 0. 03. 20. 004. Penguatan perbibitan ternak Jumlah Ternak yang ber SKLB 1300 Ekor 0 0 0 0 250 250 100
2. 0. 03. 20. 005. Pembinaan ternak Ruminansia Jumlah Petugas Lapangan Teknis Peternakan
4747 Orang Bulan
0 0 0 0 847 847 100
2. 0. 03. 20. 006. Pengembangan Agribisnis Pertenakan Jumlah Ternak yang Disalurkan untuk Model Integrasi
744 Ekor 0 0 0 0 168 168 100
11
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
2. 0. 03. 20. 007. Pembibitan dan perawatan ternak Jumlah Ternak yang Dipelihara 1255 Ekor 0 0 0 0 200 200 100
2. 0. 03. 20. 008. Pendistribusian Ternak Sapi kepada masyarakat
Jumlah Ternak Sapi yang Didistribusikan
972 Ekor 0 0 0 0 204 204 100
2. 0. 03. 20. 009. Pendistribusian ternak kambing Jumlah Ternak Kambing yang Didistribusikan
900 Ekor 0 0 0 0 180 180 100
2. 0. 03. 20. 010. Pendistribusian ternak kerbau Jumlah Ternak Kerbau yang Didistribusikan
240 Ekor 0 0 0 0 40 40 100
2. 0. 03. 20. 011. Verifikasi Lokasi dan Kelompok Peternakan
Jumlah Kelompok yang Diverifikasi 1054 Kelompok
0 0 0 0 160 160 100
2. 0. 03. 20. 012. Pengembangan Pakan Ternak Jumlah Unit Pengolahan Pakan 61 Unit 0 0 0 0 13 13 100
2. 0. 03. 20. 013. Pembangunan Sarana dan Prasarana Laboratorium Pakan Ternak
Jumlah Sarana Prasarana UPT. Laboratorium Pakan Ternak
24 Unit 0 0 0 0 4 4 100
2. 0. 03. 20. 014. Pengembangan dan Penyediaan Pakan Ternak
Jumlah Produksi Hijauan Pakan Ternak (HPT)
21625 Ton 0 0 0 0 3875 3875 100
2. 0. 03. 20. 015. Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis Peternakan
Jumlah Petani dan Pelaku Usaha yang Dilatih
367 Orang 0 0 0 0 60 60 100
2. 0. 03. 20. 016. Pengawasan Penerapan NKV dan Peredaran PAH
Jumlah Unit Usaha yang Menerapkan NKV
105 Unit Usaha
0 0 0 0 19 19 100
2. 0. 03. 20. 017. Peningkatan Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi
Jumlah Unit Pengolahan Limbah Ternak Sapi
61 Unit 0 0 0 0 13 13 100
2. 0. 03. 20. 018. Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau Jumlah Polis Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K)
15000 Polis 0 0 0 0 3000 3000 100
12
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
Dari Tabel 2.1 dapat dilihat bahwa evaluasi hasil pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun 2019 s/d Tahun 2020 pada Renstra Tahun 2019-2024 tidak dapat tergambar dengan baik mengingat Renja Tahun 2019 masih mengacu pada Renstra Tahun 2014-2019 dimana Program dan Kegiatan yang dilaksanakan pada Renja Tahun 2019 adalah berdasarkan Renstra periode tahun 2014-2019.
Mengingat pentingnya Evaluasi hasil pelaksanaan Renja tahun 2019, maka pada Renja Tahun 2021 ini juga ditampilkan evaluasi hasil pelaksanaan Renja Tahun 2019 berdasarkan Renstra tahun 2014-2019 yang juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijkan selanjutnya.
Adapaun Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Tahun 2019 yang mengacu pada Renstra Tahun 2014-2019 dapat dilihat pada Tabel 2.1.a. berikut :
13
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
Target Kinerja dan Anggaran Renja Tahun berjalan yang dievaluasi (2019) Realisasi Capaian Kinerja dan Anggaran Renja PD Yang Di Evaluasi Tingkat Capaian Kinerja Dan Realisasi Anggaran Renja PD Tahun 2019(%) 1 3 4 6 7 8 9 10 11 0 Non Urusan 0 0 NON URUSAN
1 0 0 1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 0.00 00 001 000
1
Penyediaan Jasa Surat Menyurat Jumlah surat yang dikirim (surat) 6600 surat 1.150 2.000 1.750 87,50 2.900 43,94 0.00 00 001 000
2
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air Dan Listrik
Jumlah jasa komunikasi, air dan listrik yang disediakan (rekening)
10 rekening 7 4 16 400,00 23 230 0.00 00 001 000
6
Penyediaan Jasa Pemeliharaan Dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional
Jumlah kendaraan dinas yang dipelihara (unit) 232 unit 139 90 39 43,33 178 76,72 0.00 00 001 000
7
Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan Jumlah tenaga administrasi keuangan yang disediakan (orang/bulan)
72 orang/ hari 36 20 20 100,00 56 77,78 0.00 00 001 000
8
Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Jumlah tenaga kebersihan yang disediakan (orang/hari)
6600 orang/hari 2.388 2.640 2.620 99,24 5.008 75,88 0.00 00 001 010 Penyediaan Alat Tulis Kantor Jumlah ATK yang disediakan (Jenis) 97 jenis 41 33 75 227,27 116 119,59 0.00 00 001 011 Penyediaan Barang Cetakan Dan Penggandaan Jumlah barang cetakan yang digandakan 81 jenis 41 29 35 120,69 76 93,83 0.00 00 001 012 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan
Bangunan Kantor
Jumlah komponen listrik yang disediakan (unit) 56 unit 27 24 47 195,83 74 132,14 0.00 00 001 015 Penyediaan Bahan Bacaan Dan Peraturan
Perundang-Undangan
Jumlah bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan yang disediakan (jenis)
12 jenis 29 2 2 100,00 31 258,33 0.00 00 001 016 Penyediaan Bahan Logistik Kantor Tersedianya bahan logistik kantor (bulan) 12 bulan 0 12 12 100,00 12 100 0.00 00 001 017 Penyediaan Makanan Dan Minuman Jumlah makanan dan miniman rapat (porsi) 3070 porsi 2.487 2.575 2.446 94,99 4.933 160,68 0.00 00 001 018 Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Ke Luar
Daerah
Jumlah rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah (kali)
421 kali 125 166 149 89,76 274 65,08 0.00 00 001 019 Penyediaan Jasa Keamanan Kantor Jumlah tenaga keamanan kantor (orang/hari) 7560 orang/hari 2.527 3.285 3.294 100,27 5.821 77 0.00 00 001 022 Penyediaan jasa sosialisasi, informasi, publikasi dan
kehumasan SKPD
Jumlah informasi yang dipublikasikan (kali) 55 kali 13 75 36 48,00 49 89,09 0.00 00 001 299 Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat
Daerah
Jumlah Renstra (Dokumen) 1 Dokumen 0 1 1 100,00 1 100 0.00 00 001 300 Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Jumlah Rencana Kerja (Dokumen) 4 Dokumen 0 4 4 100,00 4 100 0.00 00 001 301 Penyusunan Pelaporan Keuangan Penyampaian OPD
Dan PPKD
Jumlah Laporan Keuangan (Laporan) 2 Laporan 0 2 2 100,00 2 100 123.93 111.77 Sangat Sangat Tinggi Tinggi Target dan Realisasi Kinerja Program dan
Kegiatan Tahun 2019
No Kode Urusan/Bidang/Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan
Indikator Kinerja Program (Outcome)/Kegiatan (Output)
Target Renstra pada Tahun 2015 s/d 2019 Realisasi Capaian Kinerja Renstra sampai dengan Renja Tahun (2015 s/d 2018) Realisasi Kinerja dan Anggaran Renstra Perangkat Daerah s/d Tahun 2019 (Akhir Tahun Pelaksanaan Renja PD Tahun 2019) Tingkat Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Renstra Perangkat Daerah s/d Tahun 2019 (%) Predikat Kinerja Rata-rata Capaian Kinerja (%)
2 5
Tabel.2.1.a. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Tahun 2019 Berdasarkan Renstra 2014-2019 Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau
14
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
1 3 4 6 7 8 9 10 11
2 0 0 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
0.00 00 002 009 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Jumlah pengadaan peralatan kantor yang diadakan (unit)
112 unit 77 22 21 95,45 98 87,50
0.00 00 002 010 Pengadaan Mebeleur Terlaksananya pengadaan mebeleur kantor dinas (unit)
43 unit 0 33 33 100,00 33 76,74
0.00 00 002 022 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor Jumlah gedung kantor yang dipelihara (unit) 2 unit 0 1 1 100,00 1 50
0.00 00 002 023 Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Jabatan Jumlah Mobil Jabatan yang dipelihara (unit) 18 unit 8 5 12 240,00 20 111,11
0.00 00 002 024 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional
Jumlah kendaraan dinas/operasional yang dipelihara (unit)
20 unit 12 8 18 225,00 30 150
0.00 00 002 028 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor
Jumlah peralatan gedung kantor yang dipelihara (unit)
129 unit 110 18 27 150,00 137 106,20
0.00 00 002 043 Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor Tersedianya Rehabilitas Sedang/Berat Gedung Kantor
1 unit 1 1 0 0,00 1 100
0.00 00 002 131 Pengamanan Aset Milik Daerah Jumlah Barang Milik Daerah yang diinventarisasi, dinilai, diamankan, ditertibkan dan dipelihara (Unit)
52 Unit 0 52 10 19,23 10 19,23
0.00 00 002 199 Penyediaan Sarana Kearsipan Jumlah Sarana dan Prasarana Arsip (Unit) 9 Unit 0 9 5 55,56 5 55,56
109.47 84.04
Sangat Tinggi 3 0 0 3 Program Peningkatan Disiplin Aparatur
0.00 00 003 000 6
Pembinaan Fisik dan Mental Aparatur Jumlah pelaksanaan senam dan ceramah agama (kali)
170 kali 239 74 54 72,97 293 172,35
72.97 172.35
Sangat Tinggi 4 0 0 5 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya
Aparatur
0.00 00 005 000 1
Pendidikan Dan Pelatihan Formal Jumlah ASN yang mengikuti pendidikan dan pelatihan formal (orang)
198 orang 70 54 30 55,56 100 50,51
55.56 50.51
2 URUSAN PILIHAN
2 3 PERTANIAN
5 2 3 15 Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
-55.56 50.51
6 2 3 21 Program Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit Ternak
2.00 03 21 000 1
Pendataan Masalah Peternakan Terlaksananya buku statistik peternakan dan data base peternakan
6 Dokumen 4 3 3 100,00 7 116,67
2.00 03 21 000 2
Pemeliharaan Kesehatan Dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak
Jumlah penanganan kesehatan ternak (ekor) 12924 ekor 18.149 7.500 47.955 639,40 66.104 511,48
2.00 03 21 000 7
Pengadaan Obat Hewan Jumlah obat hewan dan vaksin (dosis) 16500 0
dosis 120.000 79.000 79.000 100,00 199.000 120,61
2.00 03 21 000 8
Penanggulangan Rabies dan SE Jumlah penanganan kasus dan SE (kasus) 96 kasus 5.532 32 35 109,38 5.567 5.798,96
2 5
Rendah Rata-rata Capaian Kinerja (%)
Predikat Kinerja Rendah Rata-rata Capaian Kinerja (%)
Predikat Kinerja Rendah Rendah
Predikat Kinerja Sedang
Tinggi
Rata-rata Capaian Kinerja (%) Rata-rata Capaian Kinerja (%) Predikat Kinerja
15
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
1 3 4 6 7 8 9 10 11
2.00 03 21 009 Peningkatan Kualitas Pelayanan Puskeswan Jumlah tenaga medis (orang) 180 orang 128 70 70 100,00 198 110
2.00 03 21 012 Pengamatan Penyidikan Penyakit Hewan dan Pengamatan Produksi Hasil Hewan
Jumlah spesimen hewan dan sampel produk asal hewan (sampel)
54000 sampel 97.612 18.000 89.795 498,86 187.407 347,05
2.00 03 21 013 Penanggulangan Gangguan dan Penyakit Reproduksi Asal Hewan
Jumlah penanganan kasus gangguan reproduksi (kasus)
5862 kasus 3.033 2.000 3.003 150,15 6.036 102,97
2.00 03 21 019 Pengawasan Peredaran Produk Pangan Asal Hewan dan Non Pangan Asal Hewan
Jumlah unit usaha yang diawasi penerapan penjaminan produk hewan yang ASUH (unit usaha)
60 unit usaha 30 26 32 123,08 62 103,33
2.00 03 21 020 Pengawasan Penerapan Kesejahteraan Hewan dan Zoonosis
jumlah unit usaha yang diawasi dari aspek kesrawan dan zoonosis (unit usaha)
140 unit 2.219 70 70 100,00 2.289 1.635
2.00 03 21 021 Pengadaan Sarana dan Prasarana UPT. RSH Jumlah Sarana dan Prasarana UPT RSH yang diadakan (Paket)
18 Paket 0 14 14 100,00 14 77,78
2.00 03 21 022 Pelayanan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Hewan UPT. RSH
Jumlah Hewan yang Diobati dan Divaksinasi (Ekor) 2600 Ekor 0 1.500 4.479 298,60 4.479 172,27 2.00 03 21 023. Pembangunan/Perbaikan UPT. Rumah Sakit Hewan
Dan Penyediaan Sarana Pendukungnya (DAK)
Sarana dan Prasarana UPT RSH yang diadakan (Paket)
0 10 Paket 0 0 10 0,00 10 0
193.29 758.01
Sangat Sangat
Tinggi Tinggi
7 2 3 22 Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan 2.00 03 22 000
2
Pembibitan Dan Perawatan Ternak Jumlah bibit ternak yang dipelihara (ekor) 862 ekor 481 230 230 100,00 711 82,48 2.00 03 22 000
8
Pengembangan Agribisnis Pertenakan Jumlah ternak sapi model integrasi (ekor) 2723 ekor 1.223 95 95 100,00 1.318 48,40
2.00 03 22 009 Monitoring, Evaluasi Dan Pelaporan Frekuensi monev (kali) 56 kali 15 24 24 100,00 39 69,64
2.00 03 22 011 Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembibitan Ternak
Jumlah Sarana dan Prasarana UPT Laboratorium Pakan Ternak (Paket)
3 Paket 0 3 3 100,00 3 100
2.00 03 22 015 Pengembangan Produksi Semen Beku Jumlah straw yang diproduksi (dosis) 10000 0
dosis 60.878 40.000 46.009 115,02 106.887 106,89
2.00 03 22 017 Pendamping Teknis Ternak yang Didistribusikan Pada Masyarakat
Jumlah pendamping teknis peternakan (orang) 225 orang 150 750 750 100,00 900 400
2.00 03 22 019 Pengembangan Inseminasi Buatan (IB) Jumlah kebuntingan ternak hasil IB (ekor) 65000 ekor 43.000 4.896 8.679 177,27 51.679 79,51 2.00 03 22 020 Pengembangan budidaya ternak ruminansia Jumlah kelompok ternak ruminansia yang
menerapkan GFP (kelompok)
135 kelompok 222 25 49 196,00 271 200,74
2.00 03 22 024 Pemutakhiran Data Teknis Peternakan dan Keswan Jumlah Dokumen (buku) 3 buku 2 2 2 100,00 4 133,33
2.00 03 22 035 Pengembangan dan Penyediaan Pakan Ternak Jumlah bibit BPT yang dihasilkan (batang) 10200 00
batang 420.020 1.020 722 70,78 420.742 41,25
2.00 03 22 036 Pengembangan Kawasan Peternakan Pengembangan SPR yang dibina (SPR) 23 SPR 13 3 3 100,00 16 69,57
2.00 03 22 037 Pengembangan Sarana dan Prasarana Peternakan Jumlah sarana dan prasarana IB yang disediakan (unit)
20524 unit 23.900 9.000 9.000 100,00 32.900 160,30
2 5
Predikat Kinerja Rata-rata Capaian Kinerja (%)
16
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
1 3 4 6 7 8 9 10 11
2.00 03 22 042 Pengembangan Sarana dan Prasarana Peternakan Iseminasi Buatan
Jumlah sarana dan prasarana UPT IB yang disediakan (unit)
80 unit 24 20 20 100,00 44 55
2.00 03 22 043 Penguatan Pembibitan Ternak Jumlah kelompok yang melaksanakan GBP (kelompok)
12 kelompok 4 6 6 100,00 10 83,33
2.00 03 22 045 Pendistribusian Ternak Sapi kepada Masyarakat Jumlah Ternak Sapi yang didistribusikan (Ekor) 2357 ekor 465 165 165 100,00 630 26,73
2.00 03 22 046 Verifikasi Lokasi dan Kelompok Peternakan Jumlah Kelompok yang diverifikasi (kelompok) 300 kelompok 44 150 172 114,67 216 72
2.00 03 22 047 Monitoring dan Evaluasi Straw UPT. IBT Frekuensi Monev Straw (Kali) 2 Kali 0 2 2 100,00 2 100
2.00 03 22 048. Pembangunan/Perbaikan UPT. Inseminasi Buatan Ternak Dan Penyediaan Sarana Pendukungnya (DAK)
Jumlah Sarana dan Prasarana UPT. IBT 0 13 Unit 0 0 13 0,00 13 0
104.1 101.62
Sangat Sangat
Tinggi Tinggi
8 2 3 23 Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan
2.00 03 23 016 Promosi atas hasil produksi peternakan unggulan daerah
Jumlah Promosi (kali) 1 Kali 0 1 1 100,00 1 100
2.00 03 23 032 Penguatan Permodalan Kelompok Usaha Peternakan Jumlah pelaku usaha yang difasilitasi ke lembaga pembiayaan (unit usaha)
100 unit usaha 40 40 2 5,00 42 42
2.00 03 23 034 Pengawasan dan Pembinaan Penerapan Hygiene Sanitasi
Penerapan penjaminan produk hewan yang asuh (unit usaha) 60 unit usaha 30 19 19 100,00 49 81,67 68.33 74.56 Sedang Sedang 97.9 175.42 Sangat Sangat Tinggi Tinggi Predikat Kinerja
TOTAL RATA-RATA CAPAIAN KINERJA DAN ANGGARAN DARI SELURUH PROGRAM (PROGRAM 1 s.d PROGRAM 8) PREDIKAT KINERJA DARI SELURUH PROGRAM (PROGRAM 1 s.d PROGRAM 8)
2 5
Rata-rata Capaian Kinerja (%) Rata-rata Capaian Kinerja (%) Predikat Kinerja
17
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
Dari Tabel 2.1.a. yang menggambarkan hasil evaluasi pelaksanaan Renja Tahun 2019 berdasarkan Renstra Tahun 2014-2019 dapat dilihat bahwa terdapat program dan kegiatan yang memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan, namun terdapat juga beberapa program dan kegiatan yang belum mencapai target. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Tahun 2019 berdasarkan Renstra 2014-2019 memiliki 6 Program yang terdiri dari 3 Program Non Urusan dengan 28 Kegiatan dan 3 Program Urusan Pilihan Pertanian dengan 33 kegiatan dengan Program yang terdiri dari Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak, Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan dan Program Peningkatan Pemasaran hasil Produksi Peternakan.
1) Realisasi Program/Kegiatan Yang Tidak Memenuhi Target Kinerja Hasil/Keluaran Yang Direncanakan
Pada Program Non Urusan yang terdiri dari Program Pelayanan Adminsitrasi Perkantoran, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Program Peningkatan Disiplin Aparatur, dan Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dengan hasil hampir seluruh kegiatan pada program tersebut telah mencapai target. Dari 29 Kegiatan, hanya terdapat 10 kegiatan yang tidak mencapai target yakni pada kegiatan Penyediaan Surat Menyurat dengan tingkat realisasi 87,5%, Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional 43,3%, Penyediaan Makanan dan Minuman 94,4%, Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 90,00%, Kegiatan Penyediaan Jasa Sosialisasi, Informasi, Publikasi Dan Kehumasan SKPD 48%, Kegiatan Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 95,45%, Pengamanan Aset Milik Daerah 19,23%, Penyediaan Sarana Kearsipan 55,56%, Pembinaan Fisik dan Mental Aparatur 72,97%, dan Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Formal 55,56%.
Pada Urusan Pilihan Pertanian, terdapat 2 kegiatan yang tidak mencapai target yakni pada Program Peningkatan Produksi hasil Peternakan dengan kegiatan Pengembangan dan Penyediaan Pakan Ternak dengan capaian 70,78% dan pada Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan dengan Kegiatan Penguatan Permodalan Kelompok Usaha Peternakan dengan capaian hanya 5%.
18
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
2) Realisasi Program/Kegiatan Yang Telah Memenuhi Target Kinerja Hasil/Keluaran Yang Direncanakan
Dari 62 Kegiatan sebagian besar realisasi kinerjanya telah mencapai target. Program/Kegiatan yang memenuhi target kinerja adalah sebagai berikut :
a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, dengan kegiatan : - Penyediaan Jasa Komunikasi Sumber Daya Air dan Listrik - Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan
- Penyediaan Alat Tulis Kantor
- Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan
- Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/ Penerapangan Bangunan Kantor
- Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan - Penyediaan Bahan Logistik Kantor
- Penyediaan Jasa Keamanan Kantor - Penyusunan Renstra Perangkat Daerah - Penyusunan Renja Perangkat Daerah
- Penyusunan Pelaporan Keuangan Penyemapaian OPD dan PPKD b. Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur, dengan kegiatan :
- Pengadaan Meubelair
- Pemeliharaan Rutin Berkala Gedung Kantor
c. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak, dengan kegiatan :
- Pendataan Masalah Peternakan - Pengadaan Obat Hewan
- Peningkatan Kualitas Pelayanan Puskeswan
- Pengawasan Penerapan Kesejahteraan Hewan dan Zoonosis - Pengadaan Sarana Prasarana UPT.RSH
d. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan, dengan kegiatan : - Pembibitan dan Perawatan Ternak
- Pengembangan Agribisnis Peternakan - Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
- Pembangunan Sarana Prasarana Pembibitan Ternak
19
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
- Pemutakhiran Data Teknis Peternakan dan Keswan - Pengembangan Kawasan Peternakan
- Pengembangan Sarana Prasarana Peternakan
- Pengembangan Sarana Prasarana Peternakan Inseminasi Buatan - Penguatan Perbibitan Ternak
- Pendistribusian Ternak Sapi kepada Masyarakat - Monitoring dan Evaluasi Straw UPT.IBT
e. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan, dengan kegiatan :
- Promosi atas Produksi Peternakan Unggulan Daerah - Pengawasan dan Pembinaan Penerapan Hygiene Sanitasi
3). Realisasi Program /Kegiatan Yang Melebihi Target Kinerja Hasil/Keluaran Yang Direncanakan
a. Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur, dengan kegiatan :
- Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraaan Dinas/Operasional (225%) - Pemeliharaan Rutin Berkala Peralatan Gedung Kantor (150%)
b. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak, dengan kegiatan :
- Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak (639,40%)
- Penanggulangan Rabies dan SE (109,38%)
- Pengamatan Penyidikan Penyakit Hewan dan Pengamatan Produksi Hasil Hewan (498,86%)
- Penanggulangan Rabies dan SE (109,38%)
- Pengawasan Peredaran Produk Pangan Asal Hewan dan Non Pangan Asal Hewan (123%)
c. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan, dengan kegiatan :
- Pengembangan Produksi Semen Beku (115%) - Pengembangan Inseminasi Buatan (177%)
- Pengembangan Budidaya Ternak Ruminansia (196%) - Verifikasi Lokasi dan Kelompok Peternakan (114,67%)
20
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
Terdapat 11 kegiatan dengan 3 Program yang melebihi target kinerja yang
direncanakan yakni pada Program Peningkatan Sarana dan prasaran Aparatur, Program Pencegahan dan penanggulangan Penyakit Ternak dan Program
Peningkatan Produksi Hasil Peternakan. Pada Program Pencegahan dan penanggulangan Penyakit Ternak kegiatan yang melebihi target yakni Kegiatan Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak target sebanyak 7.500 ekor dengan realisasi sebanyak 47.955 ekor atau 639,40%, Penanggulangan Penyakit Rabies dan SE target sebanyak 32 kasus dengan realisasi 35 kasus atau 109,38%, Pengamatan Penyidikan Penyakit Hewan dan Pengamatan Produksi Hasil Hewan dengan target jumlah spesimen hewan dan sampel produk asal hewan yang diamati sebanyak 18.000 sampel dengan realisasi 89.795 sample atau 498,86%, Kegiatan Penanggulangan Gangguan dan Penyakit Reproduksi Asal Hewan dengan target jumlah penanganan kasus gangguan reproduksi sebanyak 2.000 kasus dengan realisasi 3.003 kasus atau 150,15%, Pengawasan Peredaraan Produk Pangan Asal Hewan dan Non Pangan Asal Hewan sebanyak 26 unit usaha dengan realisasi 32 unit usaha atau 123,08%, Pelayanan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Hewan UPT. RSH sebanyak 1.500 ekor dengan realisasi 4.479 ekor atau 298,60%.
Sedangkan pada Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan kegiatan yang capaian kinerjanya melebihi target adalah pada Kegiatan Pengembangan Produksi Semen Beku target sebanyak 40.000 dosis dengan realisasi 46.009 dosis atau 115,02%, Pengembangan Inseminasi Buatan (IB) target sebanyak 4.896 ekor dengan realisasi 8.679 ekor atau 177,27%, Pengembangan Budidaya Ternak Ruminansia target 25 kelompok dengan realisasi 49 kelompok atau 196.00% dan kegiatan Verifikasi Lokasi dan Kelompok Peternakan dengan target sebanyak 150 kelompok dan realisasinya sebanyak 172 kelompok atau 114,67%.
4) Faktor Penyebab Tidak Tercapainya, Terpenuhinya Atau Melebihi Target Program/Kegiatan
Faktor-faktor yang menyebabkan tidak tercapainya kinerja beberapa kegiatan pada tahun 2019 adalah sebagai berikut :
- Kegiatan Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan
21
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
capaian kinerjanya hanya mencapai 43,33% disebabkan karena terdapat kesalahan kode rekening belanja yang tidak sesuai dengan kegiatan dan pada belanja KIR dan Belanja Surat Tanda Nomor Kendaraan karena sebagian kendaraan Operasional masih dalam pengamanan BPKAD.
- Kegiatan Penyediaan Jasa Sosialisasi Informasi, Publikasi, dan Kehumasan SKPD pada Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, capaian kinerjanya hanya 48% disebabkan karena pada Belanja Jasa Publikasi Media Cetak (Publikasi Koran Lokal) dilaksanakan hanya 1 kali, dan pada Belanja Jasa Publikasi Media Audi Visual (Publikasi melalui Televisi) kegiatan tersebut tidak dilaksanakan.
- Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor pada Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur, capaiannya sangat rendah karena sampai dengan akhir Bulan November 2019, Surat Hibah dari Pemerintah Pusat (Ditjen PKH/ Kementeraian Pertanian) ke Pemerintah Provinsi Riau (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau) baru keluar atas Bangunan UPT. Rumah Sakit Hewan. Dan berdasarkan pertimbangan teknis, proses lelang rehab UPT. Rumah Sakit Hewan tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.
- Kegiatan Pengembangan dan Penyediaan Pakan Ternak pada Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan capaian kinerjanya hanya 70,78% dikarenakan sub kegiatan pendampingan sertifikasi Indigofera tidak bisa dilaksanakan karena kebun induk indigoferanya terserang hama dan penyakit dan dimusnahkan untuk membatasi penularan dan memutus rantai penularan. Tidak tercapaianya target kinerja juga disebabkan karena sub Kegiatan Pengadaan Bahan Pakan baru terlaksana di akhir tahun anggaran sehingga pengadaan tersebut distop sampai dengan nilai 60,000 kg dari 100.000 kg yang tersedia. Mengingat pakan yang diadakan (Bungkil Sawit) merupakan bahan organik yang rentan terhadap kerusakan apabila disimpan dalam waktu cukup lama (lembab, jamur, bau tengik, dll), proses proses lelang pakan diselenggarakan oleh ULP diumumkan pemenangnya pada akhir tahun bulan November 2019, karena kendala RKBMD yang tidak sesuai dengan DPA dan mengingat pada TA. 2020 pengadaan pakan juga sudah bisa dilaksanakan di awal tahun anggaran.
22
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
- Kegiatan Penguatan Permodalan Kelompok Usaha Peternakan pada Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan capaian kinerjanya hanya 5% disebabkan karena Jumlah Penerbitan Polis Asuransi Usaha Ternak Sapi/ Kerbau (AUTS/K) tidak mencapai target yang disebabkan oleh beberapa hal ; (1) Sosialisasi Asuransi Usaha Ternak Sapi masih lemah / belum merata hingga ke seluruh Kecamatan maupun ke Desa di Seluruh Provinsi Riau, (2) Dinas Pelaksana Fungsi Peternakan Kabupaten/Kota Kesulitan mengumpulkan Berkas Calon Peserta AUTS/K dikarenakan tidak adanya biaya operasional (3) Berkas calon peserta AUTS/K ditolak oleh PT. JASINDO karena banyak yang tidak memenuhi persyaratan diantaranya Foto Ternak harus jelas, Ternak wajib memiliki Tanda Pengenal (eartag), Ternak dilengkapi Dokumen SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) dan peserta harus melengkapi Dokumen lainnya (Form-1, Form-2, dst) sesuai Pedoman Pelaksanaan Asuransi Usaha Ternak Sapi / Kerbau.
Capaian Kinerja yang melebihi target sebagian besar merupakan kegiatan-kegiatan pada Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak. Faktor yang menyebabkan capaian kinerja yang melebihi target adalah karena kegiatannya lebih dominan berupa pelayanan yang kinerjanya dipengaruhi juga dengan permintaan masyarakat terhadap layanan kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan bagi ternak ataupun hewan kesayangan dan permintaan uji lab baik dari perorangan maupun perusahaan yang bergerak di bidang peternakan.
5) Implikasi yang Timbul Terhadap Target Capaian Program Renstra Perangkat Daerah
Pada tahun 2019, terdapat dua kegiatan teknis yang menjadi bagian pada Program Utama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau yang kinerjanya tidak mencapai target yakni Kegiatan Pengembangan dan Penyediaan Pakan Ternak dan Kegiatan Penguatan Permodalan Kelompok Usaha Peternakan. Kedua kegiatan ini tidak berpengaruh langsung dengan capaian Renstra dimana pada Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan yang menjadi indikator kinerjanya adalah jumlah populasi. Jumlah populasi lebih dipengaruhi oleh angka kelahiran sebagai hasil dari kegiatan Inseminasi Buatan dan Penyediaan sarana prasarana yang berkaitan dengan Inseminasi Buatan. Sedangkan Kegiatan Pengembangan dan
23
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
Penyediaan Pakan Ternak lebih terfokus untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak yang dipelihara di UPT. Laboratorium Pakan Ternak sehingga tidak berkaitan langsung dengan penambahan populasi ternak sebagai target program di renstra. Adapun kegiatan yang berkaitan dengan penyediaan pakan dan berpengaruh langsung dalam menunjang penambahan populasi dengan pemenuhan penyediaan pakan ternak ada pada kegiatan Pengembangan Pakan Ternak yang memberikan bantuan unit pengolah pakan kepada peternak sehingga peternak dapat menghasilkan pakan yang berkualitas dan dapat memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Dengan terpenuhinya kebutuhan pakan, ternak menjadi sehat dan lebih besar kemungkinan dapat bunting karena tidak mengalami kekurangan pakan. Sedangkan pada program/kegiatan yang capaiannya melebihi target yang sebagian besar terdapat pada Program Penegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak tentunya berimplikasi pada capaian kinerja Program Pencegahan dan Penggulangan Penyakit Ternak pada Renstra Tahun 2014-2019. Tentunya hal ini merupakan suatu keberhasilan yang perlu dipertahankan atau lebih ditingkatkan lagi.
6) Kebijakan/Tindakan Perencanaan dan Penganggaran yang Perlu diambil
Dalam upaya mengatasi faktor-faktor penyebab tidak tercapainya kinerja kegiatan, maka perlu diperhatikan dan diantisipasi melalui analisis resiko terhadap semua kegiatan dan perlu adanya pengedalian interen dalam pelaksanaan kegiatan.
Sedangkan pada program dan kegiatan yang melebihi target maka untuk prestasi yang lebih baik lagi perlu dilakukan penambahan target kinerja sesuai dengan pelayanan dan pengobatan yang dibutuhkan oleh masyarat yang memiliki ternak. Tentunya penambahan target ini dibarengi dengan penambahan anggaran dalam pengadaan obat-obatan dan biaya operasional sehingga kegiatan pelayanan pengobatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah
Hasil analisis capaian kinerja pelayanan Perangkat Daerah berdasarkan indikator yang telah ditentukan di dalam Renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Tahun 2019-2024 adalah sebagai berikut :
24
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
Tabel 2.2. Kinerja Pelayanan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD. (Tabel T-C.30)
No Indikator SPM/ Standar Nasion al IKK
Target Renstra Perangkat Daerah Realisasi Capaian Proyeksi
Catatan Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021 Tahun 2022 Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021 Tahun 2022 Catatan Analisis (1) (2) ( 3 (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 1
Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Peternakan - - 111 113 115 117 108,40 - - - 2 Jumlah Produksi Daging Ruminansia Lokal (Ton) - - 2,253.70 2,338.30 2,426.20 2,591.92 2,214.73 - - - 3 Persentase Status Kesehatan Hewan (%) - - 94.50 95.20 95.90 96,6 95,5% - - - 4 Persentase Angka Kematian Ternak (%) - - 3,8% 3,4% 3,10% 2,80% 2,2% - - - 5 Populasi Ternak (ekor) - - 492.749 501.632 519.341 537,688 407,174 - - -
Dari Tabel 2.2 dapat dilihat bahwa kinerja pelayanan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau berdasarkan indikator yang menjadi pendukung terhadap capaian tujuan dan sasaran dalam RPJMD Provinsi Riau tahun 2019-2024 menunjukkan bahwa sebagian indikator telah mencapai target dan sebagian lagi belum mencapai target. Pada indikator NTUP, jumlah produksi daging ruminasia lokal dan indikator polulasi ternak pada tahun 2019 belum mencapai target. Sedangkan pada indikator persentase status kesehatan hewan dan persentase angka kematian ternak telah mencapai target.
Tercapainya target peningkatan status kesehatan hewan dan target
penurunan angka kematian ternak menunjukkan bahwa Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit berjalan dengan baik dan lancar dan memberikan outcome yang baik terhadap peningkatan status kesehatan hewan dan penurunan angka kematian ternak. Target angka kematian ternak tahun 2019 sebesar 5% dapat ditekan kematian ternaknya menjadi 2,2%. Pada Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Hewan, seluruh kegiatannya telah mencapai target yang telah ditetapkan bahkan pada beberapa kegiatan realisasinya jauh melebihi target. Kegiatan-kegiatan pada Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Hewan antara lain adalah Kegiatan Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak dengan
25
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
capaian kinerja hingga 639,4%, Kegiatan Pengadaan obat Hewan dengan capaian kinerja 100%, Kegiatan Penanggulangan Rabies dan SE dengan capaian kinerja 109,38%, Kegiatan Peningkatan Kualitas Pelayanan Puskeswan dengan capaian kinerja 100%, Kegiatan Pelayanan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Hewan dengan capaian melebihi target sebesar 298%, Kegiatan Pengamatan Penyidikan Penyakit Hewan dengan capaian kinerja melebihi target sebesar 498,86%, Kegiatan Penanggulangan Gangguan Penyakit Reproduksi Asal Hewan dengan capaian 150,15% dan kegiatan-kegiatan lainnya yang capaiannya juga melebihi target.
Dengan capaian kinerja kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam
Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Hewan maka tahun 2019 persentase status kesehatan hewan dapat meningkat dan bahkan melebihi target dengan status Kesehatan hewan mencapai 95,5% dan berhasil juga menurunkan angka kematian ternak dari yang ditargetkan sebesar 5% menjadi turun hingga 2,2%.
2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaran Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah
1) Tingkat Kinerja Pelayanan PD dan Hal Kritis Terkait Pelayanan PD
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 4 Tahun 2016 tentang Organisasi Dinas Daerah Provinsi Riau yang ditetapkan pada tanggal 4 November 2016 dan pada Peraturan Gubernur Riau Nomor 86 Tahun 2016 tentang Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Lembaga Daerah di Lingkungan Pemerintah
Provinsi Riau, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau dipimpin oleh
Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau dapat menjadi salah satu tumpuan dalam percepatan pembangunan wilayah di Provinsi Riau. Pembangunan sub sektor peternakan diusahakan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak dengan tujuan disamping untuk memperbaiki serta meningkatkan gizi masyarakat, juga merupakan sumber pendapatan masyarakat.
Untuk melihat perkembangan pembangunan peternakan di Provinsi Riau selama tahun 2014-2019 dapat dilihat pada Tabel 2.3.1a, Tabel 2.3.1b dan Tabel 2.3.1c.
26
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
Tabel 2.3.1a
Populasi Ternak Tahun 2015 – 2019 di Provinsi Riau
No Jenis Ternak
Populasi (ekor) Rata-Rata
2015 2016 2017 2018 2019 Pertumbuhan (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1. Sapi potong 229,634 231,860 238,190 163,047 197,565 (3.69) 2. Sapi Perah 140 132 92 84 100 (8.07) 3. Kerbau 39,367 33,855 34,542 23,213 27,202 (8.83) 4. Kambing 195,827 180,671 199,037 212,848 242,664 5.51 5. Domba 7,354 9,225 13,632 16,167 28,974 40.85 6. Babi 48,033 47,543 48,637 51,897 51,399 1.71 7. Kuda 34 56 62 76 88 26.84 8. Ayam Buras 3,746,784 5,372,975 6,175,056 7,345,052 6,949,977 16.70 9. Ayam Ras Petelur 65,628 162,285 158,389 171,191 378,520 54.97 10. Ayam ras Pedaging 39,304,056 46,266,787 46,980,702 49,111,339 29,418,269 (6.99) 11. Itik 259,363 244,039 230,560 247,533 229,757 (2.98) 12. Kelinci 3,488 2,518 2,626 2,411 4,357 5.72 13. Puyuh 141,323 124,992 125,382 118,405 110,533 (5.96) 14. Merpati 17,760 12,863 16,354 18,475 22,160 5.69 15. Itik Manila 47,524 49,052 50,664 61,827 65,195 8.22
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Tahun 2020.
Pada Tabel 2.3.1a terlihat bahwa populasi beberapa komoditas peternakan dari tahun 2015 sampai 2019 menunjukkan penurunan, diantaranya populasi sapi potong dari 229.634 ekor pada tahun 2015 menjadi 197.565 ekor tahun 2019, populasi sapi perah dari 140 ekor pada tahun 2015 menjadi 100 ekor tahun 2019, populasi kerbau dari 39.367 ekor pada tahun 2015 menjadi 27.202 ekor tahun 2019, populasi ayam ras pedaging dari 39.304.056 ekor pada tahun 2015 menjadi 29.418.269 ekor tahun 2019, populasi itik dari 259.363 ekor pada tahun 2015 menjadi 229.757 ekor tahun 2019.
27
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
Bila dilihat dari rata-rata pertumbuhan populasi tahun 2015-2019 terlihat bahwa sebagian besar jenis ternak mengalami pertumbuhan positif diantaranya populasi kambing 5,51%, domba 40,85%, babi 1,71%, kuda 26,48%, ayam buras 16,70%, ayam ras petelur 54,97%, kelinci 5,72%, merpati 5,69% dan itik manila sebesar 8,22%.
Tabel 2.3.1b.
Pemotongan Ternak Tahun 2015 – 2019 di Provinsi Riau
No Jenis Ternak
Pemotongan (ekor) Rata-Rata
Pertumbuha n (%) 2015 2016 2017 2018 2019 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1. Sapi potong 53,102 62,444 54,034 61,687 51,000 (1.00) 2. Sapi Perah - - - - - 3. Kerbau 10,358 11,781 9,007 10,696 9,668 (1.71) 4. Kambing 63,384 65,641 70,658 66,111 53,286 (4.25) 5. Domba 1,202 1,370 1,474 1,788 2,089 14.82 6. Babi 30,606 17,065 21,173 21.669 25,375 (4.58) 8. Ayam Buras 4,937,768 3,920,527 3,947,416 3.042.515 3,160,208 (10.56) 9. Ayam Ras Petelur 1,006,666 370,650 704,753 430.896 713,476 (8.25) 10. Ayam ras Pedaging 40,543,940 42,768,292 48,409,615 49.529.264 51,124,532 5.97 11. Itik 298,034 272,499 339,229 262.337 221,995 (7.10) 13. Puyuh 13,140 74,995 39,807 49.455 56,408 43.94 15. Itik Manila 6,205 11,301 20,065 19.742 25,914 42.95
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Tahun 2020.
Dari data Tabel 2.3.1b. terlihat bahwa rata-rata pertumbuhan pemotongan ternak sebagian besar komoditas mengalami penurunan. Menurunnya pendapatan dan daya beli masyarakat sangat mempengaruhi jumlah pemotongan di Provinsi Riau. Peningkatan rata-rata pertumbuhan terjadi pada jenis ternak domba, ayam ras pedaging, puyuh dan itik manila.
28
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
Tabel 2.3.1c.
Produksi Daging Tahun 2015 – 2019 di Provinsi Riau
No Jenis Ternak Daging (kg) Rata-Rata Pertumbuhan (%) 2015 2016 2017 2018 2019 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1. Sapi potong 9,297,618 9,396,286 7,700,427 9,792,531 9,906,198 1.60 2. Sapi Perah - - - - - 3. Kerbau 1,839,675 2,074,966 1,579,985 1,868,530 1,696,646 2.00 4. Kambing 620,342 652,278 729,620 826,614 787,101 6.13 5. Domba 13,461 15,715 19,084 23,878 21,725 12.12 6. Babi 2,127,926 1,127,715 1,360,000 1,232,713 1.540,987 (7.75) 7. Ayam Buras 4,043,996 4,178,656 4,137,169 2,975,458 3.302,509 (4.94) 8. Ayam Ras Petelur 501,706 499,175 929,573 589,057 878,989 15.05 9. Ayam ras Pedaging 40,731,586 47,575,101 54,094,654 59,368,148 61.312,398 10.77 10. Itik 282,502 266,426 333,179 262,871 275,071 (0.66) 11. Kelinci - - - 50 610 12. Puyuh 8,184 3,205 3,981 5,047 6,008 (7.44) 13. Merpati - - - - 42 14. Itik Manila 21,800 11,385 20,958 21,519 27,714 6.18 Jumlah 65,707,148 59,488,796 65,800,908 76,966,414 79,755,998 Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Tahun 2020.
Dari tabel 2.3.1.c dapat dilihat bahwa produksi daging secara keseluruhan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dari 65.707.148 kg pada tahun 2015 menjadi 79,755,998 kg pada tahun 2019. Pada komoditas tertentu seperti sapi potong dan kerbau pada tahun 2017 mengalami penurunan namun produksi kembali meningkat
29
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
pada tahun 2018. Sementara pada tahun 2019 produksi daging ternak kerbau kembali mengalami penurunan sebesar 1,696,646 kg. Untuk rata-rata pertumbuhan dari tahun 2015 sampai dengan 2019 sebagian besar komoditas mengalami pertumbuhan.
Peningkatan produksi daging dari tahun 2015-2019 bertolak belakang dengan jumlah populasi dan jumlah pemotongan terutama pada daging ternak ruminansia. Hal ini dapat terjadi dikarenakan selama periode 2015-2019 produksi daging ruminasia yang dihitung adalah produksi daging dari pemotongan ternak secara keseluruhan baik ternak lokal maupoun ternak yang didatangkan dari luar. Oleh karena itu untuk menggambarkan kinerja dinas maka mulai tahun 2019 atau dengan ditetapkannya Renstra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau tahun 2019-2024, produksi daging yang dihitung adalah produksi daging yang berasal dari ternak lokal saja.
Upaya untuk mewujudkan pengembangan peternakan berkelanjutan
dilaksanakan dengan pengembangan kawasan secara terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir. Pendekatan pengembangan kawasan dirancang untuk meningkatkan efektifitas kegiatan, efisiensi anggaran dan mendorong keberlanjutan kawasan komoditas unggulan. Pengembangan kawasan peternakan ini dituangkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 50/Permentan/OT.140/8/2012 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Peternakan.
Pendekatan kawasan peternakan dilaksanakan pada kawasan usaha peternakan yang disatukan oleh faktor alamiah, sosial budaya, dan infrastruktur fisik buatan serta dibatasi oleh agrosistem yang sama sedemikian rupa mencapai skala ekonomi dan terhubung dengan aksebilitas memadai. Luas agregat kawasan untuk masing-masing jenis ternak yaitu untuk sapi minimal 1.000 ekor sedangkan untuk kerbau minimal 500 ekor betina.
Untuk kawasan peternakan dikembangkan pada wilayah existing atau lokasi baru yang memiliki sumberdaya alam sesuai agroekosistem dengan lokasi dapat berupa hamparan atau spot partial (luasan terpisah) yang terhubung secara fungsional melalui aksesibilitas yang baik dan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pengembangan ternak yang memadai. Pengembangan kawasan peternakan di Provinsi Riau dilaksanakan dengan pola integrasi ternak-perkebunan dan ternak-tanaman pangan.
30
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2021 Dinas Peternakan dan KesehatanHewan
2) Permasalahan dan Hambatan yang Dihadapi dalam Menyelenggarakan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah
Selama periode 2015-2019, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau telah mengupayakan secara optimal pelaksanaan tugas dan fungsinya. Namun demikian, upaya tersebut masih menyisakan persoalan yang belum sepenuhnya sesuai dengan harapan, antara lain belum sepenuhnya selaras antara rencana pembangunan dengan pelaksanaannya baik pusat maupun daerah. Potensi permasalahan pembangunan daerah pada umumnya timbul dari kekuatan yang belum didayagunakan secara optimal, kelemahan yang tidak diatasi, peluang yang tidak dimanfaatkan, dan ancaman yang tidak diantisipasi. Masalah-masalah tersebut mempengaruhi hasil yang dicapai dalam pelaksanaan pembangunan peternakan di Provinsi Riau, setelah dilakukan diidentifikasi permasalahan maka permasalahan dihadapi dapat dilihat pada Tabel 2.2.3.
Tabel.2.3.2. .Permasalahan Dalam Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah
No Masalah
Pokok Masalah Akar Masalah
(1) (2) (3) (4) 1 Produksi Daging Ruminansia Lokal rendah Jumlah populasi ternak ruminansia rendah
Angka Kelahiran IB rendah Angka Kelahiran INKA rendah Jumlah bibit ternak terbatas Kualitas bibit ternak tidak unggul Kurang pakan berkualitas
Skala usaha peternakan kecil
Terbatasnya modal usaha
Akses permodalan usaha peternakan yang masih sulit bagi peternak
Peternak belum berorientasi bisnis Kompetensi SDM
Peternakan yang terbatas
Petugas pelayanan reproduksi belum terlatih
Pengetahuan dan keterampilan Petugas Lapangan Teknis terbatas
Minimnya pengetahuan peternak tentang teknik budidaya ternak
Terbatasnya kemampuan peternak dalam mengelola kelembagaan petani 2 Keamanan masyarakat dari ancaman penyakit hewan masih rendah Pengendalian penyakit hewan menular belum optimal
Penyakit hewan belum terpantau dengan baik Pelayanan veteriner belum maksimal
Minimnya sarana prasarana Puskeswan Pengawasan
pangan asal ternak ASUH belum optimal
Penerapan NKV rendah
Terbatasnya jumlah dan kapasitas SDM kesmavet Pengawasan peredaran pangan Asal Hewan belum optimal