30
BAB III
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1 Profile Perusahaan
Bank XYZ adalah salah satu perusahaan perbankan yang didirikan pada tahun 1956. Jaringan Bank XYZ terdiri dari 41 kantor cabang dengan 168 kantor cabang pembantu dan 191 ATM yang tersebar di 54 kota 18 propinsi. Layanan Bank XYZ juga dinikmati melalui jaringan ATM Regional Bank XYZ, ATM Prima, ATM bersama serta jaringan VISA.
Bank XYZ memperoleh tingkat kelayakan investasi AAA (idn) dari lembaga pemeringkat independen, Fitch Ratings. Bank XYZ juga berhasil memenangkan pernghargaan Platinum Award dari majalah infobank atas kinerja keuangan “Sangat Bagus” selama 10 tahun berturut-turut.
Bank XYZ juga dikenal sebagai Bank dengan fokus pada layanan Usaha Kecil Menengah (UKM), layanan kepada nasabah retail, serta mengembangkan bisnis consumer dan corporate banking melalui layanan
treasury dan cash management.
Dengan jaringan layanan yang luas, sistem teknologi informasi, struktur permodalan yang sehat dan sumber daya manusia yang berkualitas Bank XYZ bertujuan menciptakan manfaat jangka panjang yang berkesinambungan bagi para pemangku kepentingan. Fokus Bank XYZ senantiasa mengarah pada pembaharuan untuk menjadi Bank Premier melalui pertumbuhan yang berdisiplin dan stabilitas bisnis.
Bank XYZ melalui program Corporate Social Responsilbility turut berpartisipasi aktif membangun komunitas. Kegiatan CSR Bank XYZ fokus pada dunia seni, pendidikan dan anak – anak.
3.2 Analisa Eksisting
Bank XYZ pada saat ini memiliki system mail server yang sudah menggunakan exchange server tetapi masih banyak kekurangannya karena seiring dengan perkembangan mail server serta pertumbuhan user yang
tentunya muncul banyak kebutuhan untuk messaging dengan harapan system yang baru bisa mengcover kebutuhan tersebut dengan feature – feature nya. Secara umum environtment eksisting yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
a. System Active Directory
Pemegang saham utama Bank XYZ pada saat ini adalah dari
Singapore, hal ini tentunya semua kendali informasi dan kebijakan
sebagian besar akan muncul dari negara tersebut. Ketika Bank XYZ yang ada di Indonesia menerapkan policy maka akan ada benturan antara policy yang diterapkan di Singapore dengan policy yang eksisting yang ada di Indonesia. Pengaturan Policy tersebut diatur oleh system active directory dimana Bank XYZ pada saat ini menggunakan system active directory dari feature windows server 2003. System active directory merupakan salah satu prequisites sebelum membangun Exchange Server. Saat ini Bank XYZ memiliki sistem active directory dengan single forest dan
multiple domain. Berikut detailnya yang digambarkan oleh gambar 3.2.1 :
Forest Name bankxyz.com
Indonesia Child Domain id.bankxyz.com
Gambar 3.1. System Active Directory Bank XYZ bankxyz.com Policy Policy Policy Policy Policy sg.bankxyz.com id.bankxyz.com my.bankxyz.com th.bankxyz.com ch.bankxyz.com
b. Messaging Environtment
Untuk messaging Bank XYZ saat ini menggunakan Microsoft
Exchange Server 2003 yang terintegrasi dengan Windows Server 2003 Active Directory. Jumlah server Exchange yang digunakan adalah 8
(delapan) yang terdiri dari 5 Backend Server yang berperan sebagai
mailbox server dan 3 Frontend server yang berperan sebagai SMTP dan
OWA. Semua internal user Bank XYZ akan mengakses email mereka
dengan menggunakan Outlook MAPI (Messaging Application
Programming Interface) pada PC masing – masing dan untuk beberapa
user yang sering mobile menggunakan aplikasi lain yang terintegrasi
dengan Microsoft Exchange Server yang diinstall di handphone dan tablet. c. Service Lainnya
Beberapa service lainnya yang digunakan di Bank XYZ dan berhubungan dengan environtment Exchange Server 2003 yang existing adalah sebagai berikut:
a. BlackBerry Enterprise Server b. Symantec Backup
c. Trendmicro IMSS d. Good for Enterprise
Prioritas utama pada saat melakukan implementasi upgrade dari
Exchange Server 2010 adalah permasalahan compatibility antara exchange server 2010 dengan service yang sedang berjalan.
3.3 Analisa Masalah
Ada beberapa analisa permasalahan yang saat ini menjadi isu sehingga hasil analisa permasalahan tersebut disarankan untuk melakukan upgrade dari
exchange server 2003 ke exchange server 2010 dengan konsep multiple site.
Beberapa hal yang mendasar mengenai komparasi antara Microsoft Exchange Server 2003 yang saat ini sedang digunakan dengan Microsoft Exchange 2010 digambarkan pada tabel di bawah ini:
Exchange 2003 Exchange 2010
OWA Browser Support
Hanya bisa
menggunakan Internet
Explorer 7+
Kaya akan fitur outlook yang bisa diakses oleh multiple browser:
Explorer 7+
Firefox 3+ (Mac and
Windows)
Safari 3+ (Mac dan OSx)
Mobile Access
Inbox terbatas dengan
simple read, reply functionality
Integrasi inbox untuk text
messages (SMS), email,
voicemails dan instant messages
Integrasi instant
messaging dengan presence
Tidak tersedia Outlook dan OWA
OWA single page view
Tidak tersedia tampilan inbox pada
multiple pages
Tersedia di OWA, users bisa melakukan scroll inbox pada satu halaman
Menampilkan percakapan dan nickname cache
Hanya tersedia di
Outlook 2007+ Outlook, OWA dan mobile phone Advanced inbox search Hanya di Outlook Outlook dan OWA
Menampilkan sharing
calendars Hanya di Outlook Outlook, OWA dan mobile phone Performance 32-bit hardware 64-bit hardware untuk kecepatan
dan performance yang lebih baik
Mailbox resiliency
Tidak tersedia ; Single
Copy Cluster (SCC) create single point failure
High Availability dengan
menggunakan Database
Availability Group (DAG)
Penambahan ukuran
mailbox 250 MB terbatas
25 GB untuk perencanaan standar dan untuk penambahan tidak terbatas
Berikut adalah analisa masalah yang ada:
a. Konsep mail server yang sekarang berjalan adalah menggunakan exchange
server 2003 dengan penempatan messaging environtment hanya
ditempatkan di data center sehingga apabila terjadi permasalahan di data
center baik itu disaster atau masalah lainnya yang akan mengganggu mail server akan menjadi masalah besar yang mengakibatkan user tidak bisa
mengakses emailnya dan tentunya akan berakibat fatal pada proses bisnis. b. Exchange server 2010 akan ditempatkan pada child domain dari forest
sg.xyz.com yang tentunya ada beberapa policy di child domain yang akan
menghambat enforce policy dari forest sg.xyz.com ke domain
bankxyz.com pada saat tejadi proses two way forest trust.
c. Compatibility Exchange Server 2010 dengan service yang existing.
3.4 Analisa Kebutuhan Sistem
Analisa kebutuhan sistem berdasarkan pertumbuhan bisnis proses sehingga bisa menyesuaikan dengan jumlah user dan perkembangannya,
environtment yang eksisting, kapasitas data center dan data recovery center
serta tentunya dari sisi security dan policy yang ada. Analisa kebutuhan sistem dikategorikan sebagai berikut:
3.4.1 Analisa kebutuhan hardware
Untuk Client Access and Hub Transport roles, berikut ini adalah minimum hardware requirement (untuk primary data center and DRC): 3.4.1.1 Edge Transport (7 servers):
a. Processor: 2 processors Six Cores. b. RAM: 32 GB.
c. Windows Server 2008 R2 Standard Edition. d. Exchange Server 2010 Standard Edition. 3.4.1.2 Client Access (4 servers):
a. Processor: 2 processors Six Cores. b. RAM: 64 GB.
c. Windows Server 2008 R2 Standard Edition. d. Exchange Server 2010 Standard Edition.
Untuk Mailbox Server Roles berdasarkan data proyeksi pertumbuhan user yang tersedia berikut ini adalah hardware
requirement untuk Mailbox & Hub Transport server menggunakan 2 Database Availability Group (3 servers per DAG):
3.4.1.3 Mailbox DAG01 & Hub Transport for 4 profiles (5 servers): a. Processor: 4 processors Six Cores (> 3.2 Ghz).
b. Windows Server 2008 R2 Enterprise Edition. c. Exchange Server 2010 Enterprise Edition. d. RAM: 128GB.
3.4.1.4 Mailbox DAG02 & Hub Transport for Journaling (2 servers): a. Processor: 2 processors Quad Cores (> 3.2 Ghz).
b. Windows Server 2008 R2 Enterprise Edition. c. Exchange Server 2010 Enterprise Edition. d. RAM: 32GB.
Berikut ini adalah gambaran storage requirements untuk semua
Exchange 2010 Servers, dan detail dari disk storage configuration di
semua Exchange 2010 Servers.
IOPS (Input/Output Operation Per Second) for DBs number
Requirement for Data Center site Server:
a. DAG 1 (Server 1, Server 2 and Server 3) : 1300 + 1300 + 1300= 3900 IOPS
b. DAG 2 (Server 6) : 100 IOPS
In Total = 4000 IOPS
IOPS for Logs number Requirement for Data Center site Server:
a. DAG 1 (Server 1, Server 2 and Server 3) : 300 + 300 + 300 = 900
IOPS
b. DAG 2 (Server 6) : 50 IOPS
In Total = 950 IOPS
IOPS for DBs number Requirement for Data Recovery Center site Server:
a. DAG 1 (Server 4 and Server 5) : 1300 + 1300 = 2600 IOPS b. DAG 2 (Server 7) : 100
In Total = 2700 IOPS
IOPS for Logs number Requirement for Data Recovery Center site Server:
a. DAG 1 (Server 4 and Server 5) : 300 + 300 b. DAG 2 (Server 7) : 50
In Total = 650 IOPS
Storage IOPS for Data Recovery Center : 2700 + 650 = 3350 IOPS
Total Storage Size for Data Center site Server:
a. DAG 1 (Server 1, Server 2 and Server 3) : 8 TB + 8 TB + 8 TB = 24 TB
b. DAG 2 (Server 6) : 3 TB
In Total = 27 TB
Total Storage Size for Data Recovery Center site Server: a. DAG 1 (Server 4 and Server 5) : 8 TB + 8 TB = 16 TB b. DAG 2 (Server 6) : 3 TB
In Total = 19 TB
Tabel 3.4.1 di bawah ini merupakan suatu ilustrasi bagaimana storage pada exchange server 2010 yang akan dikonfigurasi berdasarkan pada
Exchange Server Role type. Exchange Server Role Type Physical Disk Configuration Logical Disk Configuration Client Access 3x300 GB SAS 15K
Internal Disk
1. RAID 1+0 Drive C (with spare disk): Untuk Windows dan
Edge Transport 3x300 GB SAS 15K Internal Disk
1. RAID 1+0 Drive C (with spare disk): Untuk Windows dan
Exchange Program Mailbox + Hub
Transport
3x300 GB SAS 15K
Internal Disk + 10x1 TB External Disk SAN FC +
2x1 TB External Disk
SAN FC
1. RAID 1+0 Drive C (dengan spare disk): untuk Windows dan
Exchange Program
2. RAID 5 Drive D (dengan spare disk): Untuk Exchange
Database .edb
3. RAID 1+0 Drive E: untuk Exchange
Transaction Logs
Tabel 3.2. Kebutuhan Storage Pada tabel 3.4.1 di atas kita bisa menganalisa mengenai kebutuhan
storage untuk penempatan exchange role type serta pengalokasian logical disk configuration nya
3.4.2 Analisa Kebutuhan Software
Berikut ini adalah analisa kebutuhan software yang dibutuhkan dengan proyeksi pertumbuhan user untuk 5 tahun ke depan:
a. 11 Windows Server 2008 R2 Standard Edition. b. 7 Windows Server 2008 R2 Enterprise Edition. c. 11 Exchange Server 2010 Standard Edition. d. 7 Exchange Server 2010 Enterprise Edition. e. 11000 Exchange 2010 Standard CAL. f. 11000 Windows Server 2008 R2 CAL.
3.4.3 Analisa kebutuhan kapasitas mailbox
Analisa ini berdasarkan pada proyeksi pertumbuhan user untuk 5 tahun ke depan dengan mengacu pada data user yang sekarang ada di Bank XYZ yang digambarkan oleh tabel 3.3.
User Community Group Name
User
Mailbox Quota (MB)
Growth Per Year (%)
FVP-MD 105 1,536 5%
AVP-VP2 581 750 10%
Others-SM 4130 250 20%
Tabel 3.3. Proyeksi Pertumbuhan User
Berikut ini adalah analisa kebutuhan kapasitas mailbox berdasarkan level user community group name untuk lima tahun kedepan.
Tahun User Community Group Name User Mailbox Quota (MB) Pertama FVP-MD 111 1,536 AVP-VP2 639 750 Others-SM 4891 250 Kedua FVP-MD 116 1,536 AVP-VP2 703 750 Others-SM 5795 250 Ketiga FVP-MD 122 1,536 AVP-VP2 774 750 Others-SM 6867 250 Keempat FVP-MD 128 1,536 AVP-VP2 851 750 Others-SM 8142 250 Kelima FVP-MD 161 1,536
Tabel 3.4. Proyeksi Pertumbuhan User Lima Tahun ke depan
Tabel di 3.4. di atas menjelaskan mengenai pertumbuhan user berdasarkan level masing – masing user dari level staff sampai dengan
Managing Director. Pertumbuhan tersebut akan mempengaruhi kapasitas mailbox dari masing – masing user serta quotanya. Yang diproyeksikan
dari tahun pertama sampai dengan tahun ke lima.
3.5 Proposed Design
Dengan tetap mengacu pada kondisi existing Exchange Server 2010 akan ditempatkan dengan menggunakan konsep multiple site, berikut ini adalah gambaran design yang akan dipropose :
a. Mailbox server role akan dideploy sebagai bagian dari salah satu DAG yang mencakup primary data center dan disaster recovery center.
b. Client Access server roles akan dideploy tentative load-balanced oleh
hardware load balancing infrastructure.
c. Users dan workstations adalah bagian dari Bank XYZ Active Directory
child domain.
d. Exchange Server 2010 memerlukan certificates untuk client access
encryption dan server-to-server communication encryption. Selama
pelaksanaan installasi, Exchange Server 2010 akan melakukan generate
self - signed certificates, tetapi akan diganti dengan certificates dari Certification Authority (CA), dan akan dipropose menggunakan public certificate.
AVP-VP2 936 750
Policy
Policy Policy Policy Policy
Singapore Single Forest Multiple Domain
Forest : bankxyz.com
Indonesia Child domain : id.bankxyz.com
Malaysia Child domain :my.bankxyz.com
Thailand Child domain : th.bankxyz.com
Singapore Child domain : sg.bankxyz.com Berikut ini adalah settingan konfigurasi untuk Exchange Server 2010 di Bank XYZ:
a. Support untuk kuota mailbox dengan ukuran diantara 250MB, 750MB dan 1.5GB.
b. Penyimpanan deleted items akan terus disimpan selama 14 hari (default
setting).
c. Penyimpanan Deleted mailbox akan terus disimpan selama 7 hari (default
setting).
d. Pesan yang berasal dari internal dan external user akan dibatasi dan disetting dengan ukuran sekitar 10 Mb.
Exchange 2010 di Bank XYZ akan diinstall di child domain id.bankxyz.com dibawah Singapore forest domain bankxyz.com yang
terlihat seperti gambar di bawah ini:
SITE DC SITE DRC
IMSS
IMSS Edge Transport
Server Edge Transport Server
Client Access Server Client Access Server CAS Array 01 CAS Array 02 BIG-IP 89x0 BIG-IP 89x0 LTM GTM BIG-IP 89x0 BIG-IP 89x0 LTM GTM
Mailbox Server Mailbox Server
DAG 01
DAG 02
Database Availability Group
Mailbox Server Mailbox Server
Berdasarkan gambar 3.2 Singapore sebagai central dari Bank XYZ mempunya
single forest dengan multiple domain yang terdapat di beberapa negara yaitu di
Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapore sendiri. Design yang akan dipropose adalah ditempatkan di Indonesia dengan namespace domain id.bankxyz.com. Indonesia mempuyai satu Domain Controller yang ditempatkan di Data Center yang berperan sebagai PDC (Primary Domain
Controller) dan satu Domain Contoller yang ditempkan di DRC yang berperan
sebagai ADC (Aditional Domain Controller). Cost latency untuk replikasi adalah 100 menit dan replikasi dilakukan setiap 15 menit antara PDC dan ADC.
Sedangkan physical design implementasi topologi untuk solusi yang akan di propose dengan mengacu pada high availability bisa dilihat di gambar di bawah ini.
Gambar 3.3 merupakan implementasi topologi yang terdapat pada dua site yang berbeda yaitu di site DC dan site DRC. Exchange Server akan ditempatkan di
Data Center site dan Data Recovery Center site. Database Availability Group
(DAG) digunakan sebagai local high availabity dan disaster recovery apabila terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Exchange Server akan dideploy dengan
role berikut yaitu menggabungkan Hub Transport dan Mailbox Server, dedicated
Client Access dan dedicated Edge Transport server roles. Dari DAG perspective, Mailbox server role akan dideploy dengan metode active/active. Konfigurasi
dengan databasenya diantara 2 sites yaitu DC dan DRC. Kantor pusat akan di
handle oleh site DC dan cabang akan di handle oleh site DRC. Apabila site DC
mengalami disaster maka failover akan terjadi secara otomatis dengan Database
Availability Group dari site DC ke site DRC ataupun sebaliknya. Sehingga