Rumah Sakit TK. IV Dr. Bratanata
VCT (VOLUNTARY COUNSELLING DAN TESTING)
No. Dokumen Rajal/ 16/X/2014
No. Revisi Halaman
1 dari 1 SPO ( STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ) Tanggal Terbit : 13/10/2014 Ditetapkan,
Kepala Rumah Sakit TK. IV dr. Bratanata Jambi
dr. Nirwan Arief, Sp.M, MARS Mayor Ckm Nrp 11000010390473
PENGERTIAN
Adalah suatu proses interaksi antara konselor dan konseling yang
datang dengan sukarela untuk mendapatkan bantuan dan akses ke
semua layanan kesehatan, baik informasi, edukasi, pemecahan
masalah, testing, terapi, perawatan dan dukungan psikososial yang
berhubungan dengan HIV & AIDS.
TUJUAN
1. Mendiskusikan alasan pengembangan sistem rujukan dan jejaring. 2. Mengembangkan sumber daya untuk memfasilitasi rujukan pada tempat
pelayanan VCT mereka.
3. Melakukan rujukan sebagai bagian kewajiban klinik pada tempat layanan VCT mereka.
KEBIJAKAN SK Kepala Rumah Sakit Nomor : Skep/ 17 /X/2014 Tentang Pedomanpelayanan HIV dan AIDS.
PROSEDUR
1. Pasien datang ke ruang VCT
2. Konselor mendata dan melakukan pencatatan ke buku kunjungan VCT 3. Konselor melakukan konseling kepada klien
4. Setelah dilakukan konseling apabila klien setuju untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium, klien diminta untuk mengisi formulir persetujuan untuk testing HIV.
5. Pasien diarahkan ke laboratorium dengan membawa surat pengantar pemeriksaan laboratorium.
6. Sampel darah diambil oleh petugas laboratorium.
7. Klien kembali ke klinik VCT untuk membuat janji untuk pertemuan berikutnya.
UNIT TERKAIT 1. Petugas VCT2. Petugas laboratorium
SPO ( STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ) Tanggal Terbit : 13/10/2014 Ditetapkan,
Kepala Rumah Sakit TK. IV dr. Bratanata Jambi
dr. Nirwan Arief, Sp.M, MARS Mayor Ckm Nrp 11000010390473
PENGERTIAN Pendaftaran untuk mendapatkan nomor registrasi pelayanan VCT.
TUJUAN
1. Klien dapat terdokumentasi dengan baik.
2. Klien teridentifikasi
3. Rahasia klien terjaga
KEBIJAKAN SK Kepala Rumah Sakit Nomor Skep/17/X/2014 tentang pedoman pelayanan HIV dan AIDS.
PROSEDUR
A. WAKTU
Hari Senin, Kamis, Sabtu pkl.08.00-10.00 WIB atau sesuai perjanjian
B. RINCIAN TUGAS
a. Klien/pasien dipersilahkan masuk dan duduk dengan santai
b. Klien/pasien diberi nomor/kode sesuai dengan nomor/kode
masing-masing konselor
c. Klien diberi kartu identitas klien
d. Pengiriman laboratorium hanya ditulis nomor/kode/register
e. Setelah Konseling, kartu identitas tersebut disimpan baik-baik dan
dibawa pada waktu pasca konseling dan bila akan konseling lanjutan
atau tes ulang
Rumah Sakit TK. IV Dr. Bratanata
CARA PENGAMBILAN DAN PENAMPUNGAN SPESIMEN
DARAH DARI RAWAT INAP DI LABORATORIUM
No. Dokumen :
Rajal/17/X/2014
No.Revisi :
Halaman :
1 dari 2
SPO
(STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL)
Tanggal terbit :
16/10/2014
Ditetapkan,Kepala Rumah Sakit TK. IV dr. Bratanata Jambi
dr. Nirwan Arief, Sp.M, MARS Mayor Ckm Nrp 11000010390473
PENGERTIAN
Pengambilan dan penampungan spesimen darah di rawat inap
merupakan bagian dari penanganan spesimen di unit laboratorium
TUJUAN
Sebagai arahan penerapan langkah-langkah penanganan spesimen untuk
pengambilan dan penampungan spesimen darah dari rawat inap sehingga
dapat menghasilkan spesimen yang baik dan benar.
KEBIJAKAN
SK Kepala Rumah Sakit Nomor : Skep/ 17 /X/2014 Tentang Pedoman pelayanan HIV dan AIDSPROSEDUR
Langkah-langkah pengambilan dan penampungan spesimen darah
dari rawat inap.
a. Persiapan alat yang akan digunakan dalam pengambilan dan
menampung spesimen darah dari rawat inap.
1. Box tempat alat-alat pengambilan darah
2. Tourniquet
3. Spuit 3cc atau 5 cc
4. Tabung K2/K3 yang terdapat anti koegulan
5. Kapas alkohol 70 %
6. Lancet
7. Autoclik
8. Pipet kapiler terdapat heparin
9. Plester
10. Spidol / etiket
11. Tabung reaksi
CARA PENGAMBILAN DAN PENAMPUNGAN SPESIMEN
DARAH DARI RAWAT INAP DI LABORATORIUM
Dr. Bratanata
UNIT TERKAIT
Semua ruang perawatan dan laboratorium
Rumah Sakit TK. IV Dr. Bratanata
No. Dokumen :
Rajal/19/X/2014
No.Revisi :
Halaman :
1 dari 1
SPO
(STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL)
Tanggal terbit :
16 /10/2014
Kepala Rumah Sakit TK. IV dr. BratanataDitetapkan, Jambidr. Nirwan Arief, Sp.M, MARS Mayor Ckm Nrp 11000010390473
PENGERTIAN
Pemeriksaan yang dilakukan oleh klien rawat jalan dari poli VCT
TUJUAN
Mempermudah klien dalam melakukan pemeriksaan laboratorium setelah
dari klinik VCT
KEBIJAKAN
SK Kepala Rumah Sakit Nomor : Skep/ 17 /X/2014 Tentang Pedoman pelayanan HIV dan AIDSPROSEDUR
A. SASARAN
Semua klien/pasien yang berkunjung ke klinik VCT
B. RINCIAN TUGAS
1. Klien/pasien datang di Poli VCT
2. Konseling Pre Test
3. Bila klien/pasien setuju dilakukan testing, menanda tangani Inform
Consent
4. Dilakukan pengambilan darah di Laboratorium
5. Kembali datang untuk Post Test sesuai perjanjian dengan konselor
6. Bila hasil negatif, kembali tes Ulang bila diperlukan
7. Bila hasil positif dilakukan konseling lanjutan dan dirujuk ke rumah
sakit rujukan ODHA
UNIT TERKAIT
VCT,Poli umum, poli spesialis
SPO
(STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL)
Tanggal terbit :
13/10/2014
Ditetapkan,Kepala Rumah Sakit TK. IV dr. Bratanata Jambi
dr. Nirwan Arief, Sp.M, MARS Mayor Ckm Nrp 11000010390473
PENGERTIAN
Penandatanganan persetujuan secara sukarela oleh klien/pasien atau
keluarga yang berhak secara hukum, setelah mendapatkan penjelasan
yang lengkap oleh konselor dan diberi kesempatan untuk bertanya hal-hal
yang kurang dimengertinya untuk keperluan tes darah klien/pasien dalam
rangkaian pelayanan konseling dan test sukarela untuk penyakit infeksi
HIV & AIDS.
TUJUAN
1. Untuk memberikan informasi tentang informed consent pada yang
membutuhkan pelayanan konseling dan tes HIV & AIDS.
2. Untuk menggugah kesadaran tentang kesukarelaan tes darah untuk
HIV & AIDS yang diperlukan.
3. Untuk memberikan perlindungan hukum bagi klien/pasien dan
konselor.
KEBIJAKAN
SK Kepala Rumah Sakit Nomor : Skep/ 17 /X/2014 Tentang Pedoman pelayanan HIV dan AIDSRumah Sakit TK. IV Dr. Bratanata
No. Dokumen :
Rajal/18/X/2014
No.Revisi :
Halaman :
2 dari 3
PROSEDUR
A. PENANGGUNG JAWAB
Konselor
B. SASARAN
Siapa saja yang datang baik dengan atau tanpa rujukan yang setuju
dilakukan
tes
HIV
&AIDS
di
pelayanan
VCT.BAHAN/PERLENGKAPAN
Buku registrasi
Kartu nomor VCT
Formulir Informed Consent
Cek lis konseling pre tes
C. WAKTU
Hari Senin, Kamis, Sabtupkl. 08.00 – 10.00 WIB
Sesuai perjanjian
D. RINCIAN TUGAS
1. Persiapan:
Klien/pasien diberi informasi mengenai kegunaan informed
consent pelayanan VCT
2. Pelaksanaan:
a. Penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan informed
consent: penjelasan ini terkait dalam pelayanan konseling pre
tes.
b. Pemberian formulir informed consent kepada klien/pasien
untuk dibaca, dimengerti, dan ditandatangani secara sukarela.
c. Bila masih di bawah 18 tahun, diwakili oleh orangtuanya,
kecuali sudah menikah.
Dr. Bratanata
d. Bila karena sesuatu dan lain hal tidak mampu dengan secara
sadar menandatangani informed consent, maka diwakili oleh
keluarga yang berhak mewakili secara hukum.
Mereka yang berhak secara hukum adalah suami, anak
kandung, orang tua kandung, saudara kandung
e. Bila dalam keadaan gawat dan tidak mampu menerima
penjelasan dan/atau menandatangani informed consent, maka
dapat dilakukan tes darah tanpa informed consent bila
diperlukan tes darah
f. Bila karena penyakitnya, memerlukan segera dites darahnya
untuk kepentingan terapi, maka dokter yang menanganinya
boleh memintakan informed consent dengan memberikan
penjelasan sebelumnya tanpa dilakukan konseling pre test
oleh konselor. (PITC)
UNIT TERKAIT
Seluruh tim medis HIV &AIDS
Pelaksana pelayanan VCT
Seluruh staf medis
Seluruh perawat
Rumah Sakit TK. IV Dr. Bratanata No. Dokumen Rajal /16/X/2014 No. Revisi Halaman 1 dari 1 SPO ( STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ) Tanggal Terbit : 16/10/2014 Ditetapkan,
Kepala Rumah Sakit TK. IV dr. Bratanata Jambi
dr. Nirwan Arief, Sp.M, MARS Mayor Ckm Nrp 11000010390473
PENGERTIAN
Rujukan merupakan proses ketika petugas kesehatan atau pekerja masyarakat melakukan penilaiian bahwa klien mereka memerlukan pelayanan tambahan lainnya.
TUJUAN
1. Mendiskusikan alasan pengembangan sistem rujukan dan jejaring.
2. Mengembangkan sumber daya untuk memfasilitasi rujukan pada tempat pelayanan VCT.
3. Melakukan rujukan sebagai bagian kewajiban klinik pada tempat layanan VCT.
KEBIJAKAN SK Kepala Rumah Sakit Nomor : Skep/17 /X/2014 Tentang pedomanpelayanan HIV dan AIDS.
PROSEDUR
1. Klien dengan HIV Positif
2. Pemberian penjelasan rencana rujukan kepada klien atau keluarga 3. Perawat menghungi rumah sakit rujukan
4. Dilakukan rujukan ke Rumah sakit rujukan HIV dan AIDS 5. Petugas yang terlibat langsung dalam transportasi klien harus
menggunakan APD sesuai standar PPI
6. Fasilitas dan alat yang kontak dengan pasien haus dibersihkan dengan desinfektan.
UNIT TERKAIT 1. Petugas VCT2. Semua ruang perawatan dan ruang tindakan
SPO ( STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ) Tanggal Terbit : 16/10/2014 Ditetapkan,
Kepala Rumah Sakit TK. IV dr. Bratanata Jambi
dr. Nirwan Arief, Sp.M, MARS Mayor Ckm Nrp 11000010390473
PENGERTIAN
Pembacaan hasil laboratorium adalah pemberian informasi kepada klien setelah dilakukannya pemeriksaan laboratorium, sehingga klien memperoleh informasi tentang hasil dari pemeriksaan tersebut .
TUJUAN 1. Klien memperoleh informasi tentang hasil laboratorium 2. Klien memperoleh penjelasan dari tim VCT
KEBIJAKAN
SK Kepala Rumah Sakit Nomor : Skep/ 17/X/2014 Tentang pedoman pelayanan HIV dan AIDS.
PROSEDUR
1. Klien bertemu dengan konselor
2. Konselor membuka hasil laboratorium di hadapan klien
3. Bila hasil laboratorium klien POSITIF HIV dilakukan konseling pasca test terhadap klien.
4. Bila hasil laboratorium klien NEGATIF HIV dilakukan konseling pasca test kemudian disarankan untuk dilakukan pemeriksaan HIV dan AIDS 3 bulan yang akan datang
.
UNIT TERKAIT Petugas VCT
PENATALAKSANAAN PAJANAN BENDA TAJAM DAN CAIRAN TUBUH PASIEN HIV DAN AIDS
Rumah Sakit TK. IV Dr. Bratanata
No. Dokumen K3/066/X/2014
No. Revisi Halaman
1 dari 2 SPO ( STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ) Tanggal Terbit : 20/10/2014 Ditetapkan,
Kepala Rumah Sakit TK. IV dr. Bratanata Jambi
dr. Nirwan Arief, Sp.M, MARS Mayor Ckm Nrp 11000010390473
PENGERTIAN
Penatalaksanaan tertusuk jarum dan benda tajam adalah salah satu upaya pencegahan dan pengendalian infeksi terhadap petugas yang tertusuk benda yang memiliki sudut tajam runcing yang menusuk, memotong, melukai kulit seperti jarum suntik, jarum jahit bedah,skalpel, gunting, atau benang kawat
TUJUAN Melindungi peugas Medis dan paramedis dari tertular penyakit HIV
KEBIJAKAN
SK Kepala Rumah Sakit Nomor : Skep/17 /X/2014 Tentang pedoman pelayanan HIV dan AIDS.
PROSEDUR
1. Pertolongan pertama
A. Jangan panik
B. Penatalaksanaan lokasi terpapar.
1) Segera cuci bagian yang terpapar dengan sabun antiseptik dan air mengalir.
2) Bilas dengan air bila terpapar pada daerah membran mukosa. 3) Bilas dengan air atau cairan NaCl bila terpapar pada daerah mata
2.
Melaporkan ke tim VCT, laporan meliputin : hari, tanggal, jam,dimana, bagaimana kejadian, bagian mana yang terkena ,penyebab, jenis sumber, dan jumlah sumber yang mencemari.
3.
Dilakukan konseling pratesting4.
Bila klien setuju dilakukan tes HIV dan AIDS, klien di minta mengisi formulir persetujuan untuk testing HIV.PENATALAKSANAAN PAJANAN BENDA TAJAM DAN CAIRAN TUBUH PASIEN HIV DAN AIDS
PROSEDUR
5.
Bila klien tidak setuju dilakukan konseling klien di motifasi sampai klien siap dilakukan testing HIV6.
Apabila status klien HIV harus diberikan propilaksis pasca pajanan berupa obat ARV 4 jam setelah paparan, maksimal 48-72 jam diberikan selama 28 hari ( peberian propilaksis dilakukan di Rumah sakir rujukan HIV dan AIDS)7.
Tes hiv di ulang setelah 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan.UNIT TERKAIT
1. Tim VCT2. Petugas laboratorium
Rumah Sakit TK. IV Dr. Bratanata
PEMERIKSAAN LABORATORIUM HIV DAN AIDS UNTUK PELAYANAN ANTENATAL CARE (ANC)
No. Dokumen No. Revisi Halaman
SPO ( STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ) Tanggal Terbit : Ditetapkan,
Kepala Rumah Sakit TK. IV dr. Bratanata Jambi
dr. Nirwan Arief, Sp.M, MARS Mayor Ckm Nrp 11000010390473
PENGERTIAN
Memberikan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama kehamilanya sesuai dengan standar pelayanan ante natal care (ANC) Selengkapnya mencangkup banyak hal meliputi anamnesa, pemeriksaan fisik baik umum dan kebidanan, pemeriksaan laboratorium serta intervensi dasar dan khusus sesuai dengan resiko yang ada.
TUJUAN
Peningkatan pada upaya deteksi dini dan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPAI)
KEBIJAKAN
SK Kepala Rumah Sakit Nomor : Skep/17/X/2014 Tentang pedoman pelayanan tes HIV dan AIDS.
PROSEDUR
1. Ibu hamil dating untuk pertama kali mendapatkan pelayanan antenatal
2. Bidan / perawat mengecek buku laporan HIV dan AIDS atau Rekam medis untuk mendapatkan riwayat HIV sebelumnya
3. Bila pasien belum pernah di test HIV, maka Bidan /Perawat akan menjelaskan rencana pemeriksaan test secara singkat.
4. Bidan/ Perawat menghubungi petugas laboratorium. 5. Petugas laboratorium mengambil sampel darah pasien.
6. Bila hasil test Hiv positif, bidan/ perawat menghubungi tim VCT untuk melakukan konseling .
UNIT TERKAIT
1. Petugas diruang kebidanan 2. Tim vct