TANGGAPAN HUJAN-ALIRAN DAN PENGARUHNYA
TERHADAP FENOMENA PENGHANTARAN SEDIMEN
(Rainfall-Runoff Response and Effects on Sediment Delivery Phenomena)
LATAR BELAKANG
1. Laju erosi dan sedimentasi daerah tangkapan air masih menjadi
permasalahan utama dalam pengelolaan waduk di Indonesia
2. Salah satu penentu terjadinya erosi adalah intensitas hujan yang cukup tinggi. Lahan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi, kecenderungan terjadi erosi dan
sedimentasi umumnya cukup besar.
3. Faktor lain selain curah hujan adalah karakteristik tanah dan kemiringan lahan
yang juga berpotensi menimbulkan kemungkinan terjadinya erosi dan sedimentasi.
TUJUAN PENELITIAN
¾ Menentukan besaran erosi dan sedimentasi pada berbagai variasi
intensitas hujan, jenis tanah dan kemiringan lahan
¾ Mencari hubungan hujan-aliran dengan fenomena penghantaran sedimen
MANFAAT PENELITIAN
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi tentang penentuan erosi dan sedimentasi pada skala laboratorium dan diharapkan dapat diaplikasikan pada suatu DAS dengan karakteristik DAS yang tersedia.
LANDASAN TEORI
a. Formula USLE mengacu Wischmeier & Smith (1978)
m = indeks kemiringan
L = panjang profil kemiringan ( lebih besar dari 122 m, Renard, et al, (1997)) s = persen kemiringan
k, k1 , k2 , k3 = konstanta empirik dengan besaran : 22,1; 65,41; 4,56 dan 0,065
CKR
L
E
=
S
1. Model Perhitungan Erosi
)
,
,
,
,
(
C
T
V
S
H
f
E
=
E = erosif = faktor yang mempengaruhi erosi C = klimatologi (iklim)
T = topografi V = vegetasi
S = karakteristik tanah H = kegiatan manusia
2. Aliran Permukaan
Laju aliran permukaan adalah jumlah atau volume air yang mengalir melalui suatu titik per detik atau per jam.
v
A
Q
=
Q = debit air (m3/det)
A = luas penampang air (m2) v = kecepatan aliran (m/detik)
Kecepatan aliran permukaan dipengaruhi oleh kedalaman aliran, kondisi kekasaran permukaan dan kecuraman dari lereng.
n
S
R
v
2 1 3 2=
v = kecepatan aliran (m/detik)R = radius hidrolik (m)
A = luas penampang air (m2) S = kecuraman lereng (%)
AT
V
I
=
I = intensitas hujan (mm/jam) V = volume air (ml)
A = luas penampang (m2)
T = waktu (jam)
3. Intensitas Hujan
Intensitas hujan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam proses erosi pada suatu lahan. Intensitas hujan yang sangat tinggi akan mempunyai daya hancur yang sangat besar terhadap agregat-agregat tanah hingga menjadi partikel yang lebih kecil yang mudah untuk
Sifat hujan yang sangat penting dalam proses erosi adalah energi kinetik dari hujan tersebut.
2
2
1
mv
Ek
=
Ek = energi kinetik (kg(m/dt)) m = massa butir (kg) v = kecepatan jatuh (m/dt)Ukuran butiran hujan (mm) Kecepatan jatuh (mm/dt) 1.25 1.50 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 4.85 5.51 6.58 8.06 8.86 9.25 9.30
Tabel Kecepatan jatuh berbagai ukuran butir hujan setelah jatuh 20 m
METODE PENELITIAN
Secara garis besar langkah-langkah penelitian ini meliputi lima tahap:
1. Persiapan Penelitian 2. Telaah hasil-hasil penelitian 3. Penyiapan instrumen, alat dan bahan penelitian 4. Proses penelitian di Lab. PPK Penanganan Sabo 5. Proses eksperimen
dan analisis data
1.
Langkah-langkah
penelitian
5. Pembuatan simpulan dan
Mulai Pengujian sifa-sifat fisik tanah Pengambilan sampel tanah Penyiapan alat Kalibrasi intensitas hujan
Penyiapan air dan pompa
Penyiapan plot model
A
Selesai
Analisis data dan pembuatan kesimpulan hasil eksperimen Penghamparan
tanah pada plot
Pengaturan kemiringan plot
Running Model
Pengukuran dan pencatatan A
Persiapan running model
3. Alat Penelitian
1. Rainfall Simulator 2. Tabung Tembaga 3. Saringan 4. Timbangan 5. Oven 6. Gelas Ukur 7. Alat Pemadat8. Kotak Uji (Model Plot ukuran 100 x 80 x 50 cm) 9. Kamera/video
Tanah merupakan salah satu komponen penting dalam proses erosi lahan. Masing-masing jenis tanah memiliki kepekaan yang berbeda dalam menahan jatuhnya air hujan. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui perbedaan karakteristik tanah pada proses erosi lahan.
Pada penelitian ini, tanah yang digunakan direncanakan menggunakan dua macam jenis tanah yang diambil pada lokasi yang dekat dengan stasiun hujan. Sebagai sampel pada penelitian ini digunakan tanah jenis Regosol kompleks abu dan Pasir Volkan yang terletak di dekat stasiun Hujan Cebongan (Sleman) dan tanah jenis Grunusol hitam batu kapur dan Mergel yang terletak di dekat stasiun hujan Patukan (Sleman). Peta lokasi tanah dan stasiun hujan yang dipilih dapat dilihat pada Gambar.
Air yang digunakan untuk pengaturan hujan berasal dari sumur yang terletak disekitar laboratorium PPK Sabo.
4. Bahan Penelitian
a. Tanah
Gambar Peta jenis tanah di kabupaten Sleman Rencana
Lokasi 1
Rencana Lokasi 2
Erosion Plot Model
a. Sebelum terjadi hujan
θ
Lapisan Tanah yang dipadatkan
b. Awal hujan
Hujan, diatur melalui rainfall simulator Sudut kemiringan (°)
5. Mekanisme proses penelitian laboratorium
Sudut kemiringan (°)
Erosion Plot Model
θ
aliran permukaan
d. Aliran permukaan yang mengangkut sedimen
Tanah tererosi
Hujan, diatur melalui rainfall simulator
Hujan, diatur melalui rainfall simulator
c. Awal aliran permukaan
aliran permukaan
5. Mekanisme proses penelitian laboratorium
MOHON SARAN DAN
TERIMAKASIH
Arsyad, S, 1989, Konservasi Tanah dan Air, Penerbit, IPB, Bogor
As-syakur, A., A., 2008, Prediksi Erosi dengan Menggunakan Metode USLE dan Sistem Informasi Geografis (SIG) Berbasis Piksel di Daerah Tangkapan Air Danau Buyan, PIT MAPIN XVII, Bandung 10-12-2008
Banasik, K., 1985, Sediment Yield Prediction from Small Watershed with The Universal Soil Loss Equation and Sediment delivery ratio, Euromech 192: Transport of suspended \solids in Open channels, warsawa Agricultural University, Poland
Banuwa, I., S., 2004, Dinamika Aliran Permukaan dan Erosi Akibat Tindakan Konservasi Tanah di Pengalengan Jawa Barat, Sekolah Pascasarjana IPB, Bogor
Baver, L., D. and Gardner, W., R., 1956, Soil Physics ,Wiley, 489 pages, Original from the University of Michigan
Budihardja, D. dan Syaifudin, 2001, Erosi dan Sedimentasi di DPS Danau Beratan, Bali, Balai Sungai, Pusat Litbang Sumberdaya Air, Jl Solo-Kartosuro, KM 7 PO Box 159, Surakarta
Dradjad, M., 2003, A Study on The influence of Soil Conditioner on The Rate Soil Los Using a rainfall Simulator, Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 4 (1) (2003) pp 50-54 Fernandez, C., Stockle, C., O., Wu, J., Q. and McCool, D., K., 2002, Predicting Erosion and
Sediment Yield Using Geographic Information System : Application to The Lawyera Creek Watershed, Research & Extension Regional water Quality Conference
Gregory , K.J. and Walling, D.E., 1973, Drainage Basin Form and Process, Erward Arnold
Hardwinanto, S., 2000, Dampak Gangguan Penutupan lahan terhadap Sedimentasi pada Waduk di DAS Wain, Balikpapan, Jurnal Frontir UNMUL, Samarinda,No 30., hal. 53-64
Hopley, D., 1999, Geological & Geomorphological Input into Tropical Coastal Management with special reference to Balikpapan Bay, East Kalimantan, Laporan Penelitian
Hudson, N., W., 1971, Soil Conservation, Coenell University Press, Ithaca, New York
Julien, P., Y., and Dawod, A., M., 1987, On Predicting Upland Erosion Losses
from rainffall Depth, Stochastic Hydrol. Hydraul. 1 (127-134), Civil
Engineering Dept., Engineering Research Ceenter, Colorado State University, Fort Collins, CO 80523, USA
Kartasapoetra, 1991, Teknologi Konservasi Tanah dan Air, Rineka Cipta. Jakarta.
Law, J., O. and D. A. Pearson, 1944, The relation of rain drop size to intensity, Trans. Amer, Geopphys. Union. 24: 452-460
Lim, K., J., et al, 2005, GIS-Based Sediment Assessment Tool
Linsley, R. K., et al, 1980, Applied Hydrology, New Delhi: Mc. Graw-Hill, Publication
Lu, H., et al, 2003, Modelling Sediment Delivery Ratio over the Murray Darling
Basin, CSIRO Land and Water, Canberra, Australia.
Lu, H., et al, 2003, Sheet and Rill Erosion and Sediment Delivery to Stream : A
Basin Wide Estimation at Hillslope to Medium Cathment scale, Report E
to Project D10012 of Muray darling Basin Commission
Morgan, R.P.C., 1986, Soil Erosion and conservation, longman Group, Hongkong
Morgan R.P.C. and Nearing, M. A., 2000, Soil erosion models: present and
future, Man and soil at the Third Millennium. Proceedings International
Congress of the European Society for Soil Conservation, Valencia, Spain, 28 March-1 April, 2000. Volume 1