• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA (LKJ)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA (LKJ)"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

LAPORAN KINERJA

(LKJ)

DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN DAN PASAR

KABUPATEN MALANG

(2)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rakhmat dan hidayahnya Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang dapat menyelesaikan Laporan Kinerja Tahun 2014, yang merupakan suatu laporan wajib yang harus dibuat oleh masing-masing unit kerja dilingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.

Dalam laporan ini disajikan gambaran umum tentang keberadaan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang serta Tugas Pokok dan Fungsi yang diemban dalam menjalankan kegiatan di bidang Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar. Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dijabarkan dalam visi, misi, tujuan, sasaran serta kebijakan dan program Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang.

Dalam laporan kinerja ini, secara umum pelaksanaan kegiatan pada tahun 2014 dapat dilaksanakan dengan seefektif dan seefisien mungkin, baik dari aspek Rencana Kinerja Tahunan maupun dari aspek keuangan. Target peningkatan jumlah PAD dari sektor restribusi pasar, serta pertumbuhan sentra merupakan fokus utama dalam meningkatkan kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar. Dampak dari ini semua adalah terwujudnya peningkatan pertumbuhan ekonomi baik secara mikro maupun makro di Kabupaten Malang.

Namun kondisi tersebut tidak lepas dari banyaknya hambatan atau kendala di dalam pelaksanaannya, baik itu kendala internal maupun eksternal. Oleh karena itu berbagai upaya telah dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar didalam strategi pemecahannya. Secara umum kendala internal masih perlunya semangat kemajuan baik segi pola pikir, pola juang dan dimilikinya jiwa interpreuner disetiap sumber daya manusia pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar yang terlibat langsung sebagai penggerak ekonomi. Sedangkan pada sisi faktor eksternal juga merupakan pendorong faktor keberhasilan dari kinerja dalam mendukung upaya pertumbuhan ekonomi, yaitu perlunya peningkatan penataan kembali prinsip-prinsip demokrasi, partisipasi dan peran serta masyarakat, pemerataan dan keadilan serta memperhatikan keaneka ragaman potensi dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.

(3)

ii

Kendala belum kondusifnya iklim ekonomi bukan berarti menjadi penghalang untuk berkembangnya perekonomian di Kabupaten Malang. Hal ini justru menjadi tantangan yang harus dihadapi dan dicari solusi pemecahannya sesuai kondisi dan keadaan setempat.

Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang dalam menghadapi permasalahan maupun kendala diatas, diantaranya dengan meningkatkan peran dan ketrampilan sumber daya manusia Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar melalui pendidikan formal maupun non formal seperti diklat teknis. Memperbanyak pembuatan profil industri dan sentra yang berpotensi didaerah serta melibatkan secara langsung maupun pengiriman produk-produk unggulan para pengusaha, pengrajin dalam mengikuti promosi potensi daerah baik dalam negeri maupun luar negeri guna meningkatkan ekspor non migas.

Kami mengakui bahwa Laporan Kinerja ini masih banyak kekurangan disana sini dan masukan dari berbagai pihak sangat diharapkan bagi penyempurnaan buku laporan ini selanjutnya.

Demikian kiranya mudah-mudahan Allah S.W.T. senantiasa dapat memberi bimbingan bagi kita semua.

Malang, Pebruari 2015

KEPALA DINAS

PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN DAN PASAR KABUPATEN MALANG

Ir. HELIJANTI KOENTARI

Pembina Utama Muda NIP. 19600314 198503 2 007

(4)

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi Ringkasan Eksekutif BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Maksud dan Tujuan C. Gambaran Umum

1. Organisasi Perangkat Daerah 2. Sumber Daya Aparatur

3. Capaian Kinerja SKPD Tahun 2013 D. Dasar Hukum

E. Sistematika

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA

A. Perencanaan Strategis 1. Visi

2. Misi

3. Tujuan, Sasaran, Kebijakan dan Program B. Perjajian Kinerja

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja

1. Perbandingan antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2014.

2. Perbandingan antara Realisasi Kinerja serta Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan RealisasiKinerja serta Capaian Kinerja Tahun 2013 dan Beberapa Tahun Sebelumnya.

3. Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai dengan Tahun 2014 dengan Target Jangkah Menengah yang Terdapat Dalam Dokumen Perencanaan Strategis Organisasi.

4. Analisa Penyebab Keberhasilan / Kegagalan atau Peningkatan/ Penurunan Kinerja serta Alternatif Solusi yang telah dilakukan.

5. Analisis Atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya.

6. Analisi Program / Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan ataupun Kegagalan Pencapaian Pernyataan Kinerja.

BAB IV PENUTUP

LAMPIRAN – LAMPIRAN

- Penetapan Kinerja 2014 - Pengukuran Kinerja 2014

- Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2014 - Renstra

(5)

iii

RINGKASAN EKSEKUTIF

Penetapan Visi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar sangat penting sebagai sumber acuan pelaksanaan tugas yang diemban oleh seluruh jajaran pimpinan dan staf, oleh karena itu diperlukan sebuah visi yang digunakan dalam melaksanakan tugas tersebut yang berupa

” Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Malang yang Mandiri, Agamis, Demokratis, Produktif, Maju, Aman, Tertip dan Berdayasaing (MADEP MANTEB)

Melalui Peningkatan Peranan Industri, Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar.”

Dari visi tersebut ditentukan misi yang dapat menunjang terlaksananya visi itu yaitu : 1. Mewujudkan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan industri dan

perdagangan serta meningkatkan daya saing Industri Kecil Menengah.

2. Pengembangan dan pembinaan usaha perdagangan, eksport, import dan perlindungan konsumen.

3. Meningkatkan Pengelolaan Pasar untuk mewujudkan pasar yang tertib, bersih, indah, nyaman dan aman..

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar merupakan unsur pelaksana dari Pemerintah Kabupaten Malang yang menangani, membina dan mengelola bidang Industri, Perdagangan dan Pasar di wilayah.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2011-2015 langkah-langkah kebijakan yang diprioritaskan dan dimantapkan dalam pembangunan industri selama 2011-2015 meliputi : meningkatkan peran industri kecil, menengah dan besar dalam perekonomian, dan pengembangan industri kecil termasuk industri tradisional dalam penciptaan lapangan usaha dan lapangan kerja yang luas serta pengembangan industri pengeolahan hasil pertanian dalam rangka pemanfaatan seoptimal mungkin potensi sektor pertanian.

Pembangunan di sektor Industri, Perdagangan dan Pasar, sebagai motor penggerak perekonomian, akan terus didorong peran dan kontribusinya terhadap pembangunan. Sektor industri dan perdagangan telah menunjukkan peranan yang penting dan strategis bagi perekonomian Kabupaten Malang hal ini dapat ditunjukkan pada

Kinerja Ekonomi Kabupaten Malang tahun 2013 yaitu : PDRB Rp. 46.830.737.76 trilliun dengan kontribusi : Pertanian 24.74 %, Perdagangan 29.04 %,

Industri 22.00 %, Jasa-jasa 11.10 % dan Sektor lainnya 0 %, dengan pertumbuhan

(6)

iv Perkembangan Industri sampai dengan Tahun 2014 berjumlah 22.234 Unit Usaha yang terdiri dari industri formal sebanyak 1.804 unit usaha dan industri non formal 20.430 unit usaha,

Sedangkan untuk Perkembangan Investasi sampai dengan Tahun 2014 berjumlah Rp. 2.746.151.790.000. Demikian pula untuk perkembangan penyerapan tenaga kerja sampai dengan Tahun 2014 berjumlah : 162.237 Orang.

Perkembangannya Industri kecil sampai dengan tahun 2014 ada 50 Sentra, dengan jumlah Unit Usaha 21.959 Unit, Investasi Industri formal: Rp. 2.707.796.585 dengan penyerapan tenaga kerja 106.476 Orang.

Ada beberapa masalah dalam pembangunan di sector industri, perdagangan dan pasar. Beberapa masalah dalam pembangunan Industri diantaranya kurangnya SDM yang memahami perkembangan IPTEK, serta adanya industri-industri kecil yang masih menggunakan peralatan yang masih tradisional sehingga kapasitas produksi dirasakan masih kurang, banyaknya toko modern (Indomart, Alfamart dan sejenisnya) yang berdekatan dengan pasar tradisional, sehingga menghambat orang untuk berbelanja ke pasar tradisional akibatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, begitu juga terhadap industri kecil, terutama yang menghasilkan barang/keperluan masyarakat kelas menengah kebawah. Pentingnya kepedulian pasar modern untuk dapat menampung produk-produk jadi dari masyarakat. Hal ini merupakan tantangan yang cukup berat bagi industri karena berimbas pada kenaikan harga bahan baku industri dan biaya transportasi,. Masalah lain adalah masih terdapat adanya keterbatasan dalam kemampuan teknologi serta informasi teknologi. Serta belum optimalnya pemanfaatan hasil kekayaan sumber daya alam, terutama hasil pertanian. Disamping itu terdapat pula permasalahan bagi kelompok industri kecil, terutama pada masih rendahnya kemampuan manajemen produksi, pemasaran dan permodalan khususnya dalam mengakses kredit/modal pada PERBANKAN.

Perkembangan nilai realisasi eksport 2014 sebesar US$ 345.541.449,41 jika dibandingkan 2013 sebesar US$ 338.275.135,85 yang berarti mengalami kenaikan 2.14%. Volume ekspor 2014 sebesar 209.507.659,64 kg dibandingkan tahun 2013 sebesar 201.720.017 kg mengalami kenaikan 3.86%. Komoditi utama kopi, tekstil, audio dan TV cabinet, kerajinan rotan, kakao, kertas lines, kerajinan alumunium, rokok dan kayu. Neraca perdagangan ekspor impor tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar US$ 269.541.306,56 jika dibandingkan neraca perdagangan pada tahun 2013 sebesar US$ 266.601.461,23 mengalami kenaikan sebesar US$ 2.939.845,33 naik 1.10%. Sedangkan impor tahun 2014 sebesar US$ 76.000.142,85 meningkat di banding tahun 2013 sebesar 71.671.674,94 atau meningkat 7.83%.

Beberapa permasalahan dalam Perdagangan diantaranya terhambatnya distribusi barang adanya kebijakan publik berupa kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Maraknya isu kesehatan terhadap produk makanan dan minuman melalui media massa, tuntutan masyarakat terhadap mutu barang yang beredar , Kesadaran

(7)

v pelaku usaha terhadap metrologi belum optimal, globalisasi dibidang perdagangan yang menuntut adanya persaingan yang semakin tajam belum optimalnya perlindungan konsumen.

Pasar selain bidang yang penggali potensi pendapatan asli daerah dari sektor retribusi pengelolaan pasar, mempunyai tugas untuk menyediakan tempat bagi bertemunya pembeli dan penjual dalam rangka memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi pengguna jasa pasar. Untuk target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun tahun 2014 Realisasi PAD dari sektor restribusi pasar daerah sebesar Rp. 5.298.361.434 dari target Rp. 5.115.000.000.

Dalam rangka meningkatkan kinerja untuk menyelesaikan permasalahan selain dibutuhkan kebijakan dan program yang tepat diperlukan pula Aparatur yang mampu mendukung kelancaran dan keterpaduan pelaksanaan tugas dan fungsi.

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut didukung oleh 396 orang terdiri dari 213 orang berstatus pegawai negeri sipil dan183 orang berstatus sebagai tenaga kontrak/ non PNS. Apabila dilihat dari segi kualitas pendidikan : Pasca Sarjana (S2) 4 Orang, Sarjana (S1) 41 orang, D-III 6 orang, SLTA 102. orang, SMP 30 orang, SD 30 orang. Ini berarti bahwa SDM Aparatur Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang dalam segi kuantitas belum memadai dari segi kualitas masih diperlukan beberapa orang yang mempunyai kualifikasi pendidikan seperti Sarjana Bahasa Inggris, Sarjana Ekonomi atau Akuntansi, serta Sarjana Teknik Hasil Pertanian, Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan Hidup. Kemudian bila dilihat dari jumlah personil dibandingkan luas wilayah dan beban kerja masih belum sesuai.

Dari segi ruang kantor untuk melaksanakan tugas bahwa sampai saat ini Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang menempati gedung baru, Luas bangunan yang ditempati seluas 1.380 M2, kondisi ini belum ideal dengan adanya tuntutan tugas-tugas yang setiap saat membutuhkan pelayanan dan koordinasi, namun demikian masih diperlukan adanya sarana gudang untuk tempat arsip dan kursi, meja kerja, almari dan komputer yang saat ini perlu untuk diperbaharui mengingat usia pemakaian yang sudah cukup lama

Sedangkan untuk mobilitas di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang baru terdapat 8 Unit Mobil, 1 unit untuk Kepala, 1 unit untuk mobil sekretaris, 1 unit untuk Bidang Pengelolaan Pasar, 1 unit mobil untuk bidang Industri Logam, Mesin, Kimia dan Aneka , 1 unit mobil untuk bidang Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan,1 unit untuk Bidang Perdagangan serta 1 unit untuk mobil Metrologi, 1 unit untuk dekranasda, karena setiap bidang dituntut setiap saat kelapangan untuk mengadakan pembinaan, monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Demikian juga dengan kendaraan roda dua sejumlah 45 unit.

(8)

vi Dengan berakhir dan selesainya tahun anggaran 2014 serta menyongsong tahun anggaran 2015 Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang masih berpedoman pada Renstra yang dipakai sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan acuan dalam pembangunan tahun-tahun mendatang.

(9)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Laporan Kinerja ( LKJ ) merupakan media yang menerangkan tentang kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam bentuk pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik.

Akuntabilitas didefinisikan sebagai kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/badan hukum/pimpinan satu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban.

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar merupakan sebagai unsur pelaksana teknis Pemerintah Daerah yang bertugas untuk mengawasi, membina dan mengelola rumah tangga daerah dibidang industri, perdagangan dan pasar, berkewajiban untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan tentang hasil kegiatan atau pelaksanaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya tersebut kepada Bupati. Untuk itu maka, disusun dokumen Laporan Kinerja sebagai salah satu media pertanggung jawaban.

Laporan Kinerja ini juga berfungsi untuk mengetahui kemampuannya dalam mencapai visi, misi dan tujuan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang yang tertuang dalam Rencana Strategis Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang tahun 2011 - 2015.

B. Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang ini adalah terwujudnya bentuk pertanggungjawaban Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar kepada Bupati Malang dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan di sektor industri, perdagangan dan pasar se-wilayah Kabupaten Malang yang merupakan kewenangan wajib dalam menyelenggarakan Otonomi Daerah.

Evaluasi terhadap pelaksanaan capaian kinerja bertujuan untuk :

1. Peningkatan akuntabilitas Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang

(10)

2 2. Umpan balik bagi peningkatan kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan

Pasar Kabupaten Malang

3. Meningkatkan kredibilitas terhadap pemberi wewenang.

4. Mengetahui tingkat keberhasilan dan kegagalan dalam nelaksanakan tugas, sehingga tugas-tugas akan dapat dilaksanakan lebih efektif-efisien dan responsive terhadap lingkungannya.

C. Gambaran Umum

1. Organisasi Perangkat Daerah

a. Sejarah Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang salah satu dinas teknis dilingkungan Pemerintah Kabupaten Malang terbentuk mulai tanggal 29 Pebruari 2008 sesuai dengan Peraturan Bupati Malang Nomor 16 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang dengan terbitnya Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2008 maka Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang yang merupakan gabungan dari Dinas Pasar yang terbentuk Tahun 1991 dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan yang didalam terdapat Bidang Koperasi, Bidang Perindustrian, Bidang Perdagangan dan Bidang Penanaman Modal terbentuk mulai Tahun 1 Mei 2004. Mulai tahun 2008 Bidang Koperasi dan Bidang Penanaman Modal berdiri sendiri menjadi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang berkantor di jalan Trunojoyo Kav. 1 Kepanjen Kab. Malang sedangkan Kantor Penanaman Modal yang berkantor di jalan Nusa Barong 12 Kota Malang untuk Bidang Perindustrian dan Bidang Perdagangan bergabung dengan Dinas Pasar menjadi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang yang terdiri dari Bidang Bidang Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan, Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia dan Aneka, Bidang Perdagangan dan Bidang Pengelolaan Pasar yang berkantor Jalan Trunojoyo Kav. VI Kepanjen Kabupaten Malang. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang petama kali adalah Ir. M. Syakur Kullu, M.Si dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang sekarang ini adalah Ir. Helijanti Koentari. Adapun Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang terdiri dari 1 Sekretariat dan 4 Bidang yaitu :

a. Sekretariat;

b. Bidang Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan; c. Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia dan Aneka;

(11)

3 d. Bidang Perdagangan;

e. Bidang Pengelolaan Pasar

b. Tugas dan Fungsi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar

Dinas Perindustrian, Perdagangan Pasar Kabupaten Malang merupakan unsur pelaksana Otonomi daerah bidang Perindustrian, Perdagangan dan Pasar yang mempunyai tugas :

a. Melaksanakan urusan pemerintah daerah Bidang Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan;

b. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati Malang sesuai bidang tugasnya ;

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang mempunyai fungsi :

a. Pengumpulan, pengelolaan dan pengendalian data yang berbentuk data base serta analisis data untuk penyusunan program kegiatan;

b. Perencanaan strategis pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar; c. Perumusan kebijakan teknis bidang perindustrian, perdagangan dan pasar; d. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang

bidang perindustrian, perdagangan dan pasar;

e. Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang perindustrian, perdagangan dan pasar;

f. Pelaksanaan, pengawasan, pengendalian serta evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan bidang perindustrian, perdagangan dan pasar;

g. Pelaksanaan standar pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan bidang perindustrian, perdagangan dan pasar;

h. Penyelenggara kesekretariatan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar;

i. Pembinaan UPTD;

j. Pelaksanaan bimbingan teknis di bidang industri hasil pertanian, kehutanan, logam, mesin, kimia, dan aneka industri;

k. Pemantauan, pengawasan pengadaan peredaran serta penyaluran barang dan jasa;

l. Pelaksanaan pengembangan ekspor dan pengawasan barang impor;

m. Pelaksanaan bimbingan teknis penanganan dan pengendalian bahaya pencemaran yang diakibatkan oleh kegiatan industri;

n. Pembinaan fasilitas kegiatan distribusi bahan-bahan pokok masyarakat; o. Pelaksanaan urusan pendaftaran perusahaan;

(12)

4 p. Pengkoordinasian, integrasi dan sinkronisasi kegiatan bidang industri,

perdagangan dan pasar;

q. Pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan bidang perindustrian, perdagangan dan pasar;

c. Visi dan Misi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar

Sejalan dengan Visi Kabupatem Malang Visi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang adalah :

“ Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Malang yang Mandiri, Produktif dan Berdaya saing Melalui Peningkatan Peran Perindustrian, Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar “.

Bahwa dengan melalui peningkatkan Peran Perindustrian, Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar diharapkan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan berdaya saing serta memperluas kesempatan kerja untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Malang yang Mandiri, Produktif dan Berdaya Saing dalam mengelola Sumber Daya yang ada.

Misi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar adalah :

a. Mewujudkan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan perindustrian dan perdagangan serta meningkatkan daya saing Industri Kecil Menengah

b. Pengembangan dan pembinaan usaha perdagangan, ekspor, impor dan perlindungan konsumen.

c. Meningkatkan Pengelolaan Pasar untuk mewujudkan pasar yang tertib, bersih, indah dan nyaman

Dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.35-803 tahun 2010 tentang pengesahan pemberhentian dan pengesahan pengangkatan Bupati Malang Provinsi Jawa Timur serta Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.35-804 tahun 2010 tentang pengesahan pemberhentian dan pengesahan pengangkatan Wakil Bupati Malang Provinsi Jawa Timur periode 2010-2015, maka Bupati dan Wakil Bupati yang baru resmi dilantik pada tanggal 26 Oktober 2010, serta berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2011-2015 Langkah-langkah kebijakan yang diprioritaskan dan dimantapkan dalam pembangunan Industri selama 2011-2015 meliputi : Meningkatkan peran industri kecil, menengah dan besar dalam perekonomian, dan pengembangan industri kecil termasuk industri tradisional dalam penciptaan lapangan usaha dan lapangan kerja yang luas serta pengembangan industri pengolahan hasil pertanian dan kehutanan dalam rangka pemanfaatan seoptimal mungkin potensi sektor

(13)

5 pertanian. Untuk itu sektor pembangunan industri, perdagangan dan pengelolaan pasar sebagai motor penggerak perekonomian, akan terus didorong peran dan kontribusinya terhadap pembangunan.

2. Sumber Daya Aparatur

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut didukung oleh 396 orang terdiri dari 213 orang berstatus pegawai negeri sipil dan183 orang berstatus sebagai tenaga kontrak/ non PNS. Apabila dilihat dari segi kualitas pendidikan : Pasca Sarjana (S2) 4 Orang, Sarjana (S1) 41 orang, D-III 6 orang, SLTA 102. orang, SMP 30 orang, SD 30 orang, Golongan IV : 6 orang, Golongan III : 57 orang, Gol. II : 97 orang dan Gol. I : 53 orang. Ini berarti bahwa SDM Aparatur Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang dalam segi kuantitas belum memadai dari segi kualitas masih diperlukan beberapa orang yang mempunyai kualifikasi pendidikan seperti Sarjana Bahasa Inggris, Sarjana Ekonomi atau Akuntansi, serta Sarjana Teknik Hasil Pertanian, Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan Hidup. Kemudian bila dilihat dari jumlah personil dibandingkan luas wilayah dan beban kerja masih belum sesuai.

Dari segi ruang kantor untuk melaksanakan tugas bahwa sampai saat ini Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang menempati gedung baru, Luas bangunan yang ditempati seluas 1.380 M2, kondisi ini belum ideal dengan adanya tuntutan tugas-tugas yang setiap saat membutuhkan pelayanan dan koordinasi, namun demikian masih diperlukan adanya sarana gudang untuk tempat arsip dan kursi, meja kerja, almari dan komputer yang saat ini perlu untuk diperbaharui mengingat usia pemakaian yang sudah cukup lama

Sedangkan untuk mobilitas di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang baru terdapat 8 Unit Mobil, 1 unit untuk Kepala, 1 unit untuk mobil sekretaris, 1 unit untuk Bidang Pengelolaan Pasar, 1 unit mobil untuk bidang Industri Logam, Mesin, Kimia dan Aneka , 1 unit mobil untuk bidang Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan,1 unit untuk Bidang Perdagangan serta 1 unit untuk mobil Metrologi, 1 unit untuk dekranasda, karena setiap bidang dituntut setiap saat kelapangan untuk mengadakan pembinaan, monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Demikian juga dengan kendaraan roda dua sejumlah 45 unit.

(14)

6

3. Capaian Kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Tahun 2013

Realisasi Perjanjian Kinerja Tahun 2013 Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang secara lengkap tergambar pada tabel berikut ini:

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA TERGET REALISASI %

1 Peningkatan peranan sektor industri dalam perekonomian sehingga mampu memperluas kesempatan berusaha,

meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui peningkatkan kemampuan sumber daya manusia serta kualitas dan kuantitas produksi

Prosentase Tingkat Pertumbuhan Industri 1,50 % 2,53 % 168,89 1. Sasaran Strategis : Indikator Kinerja : Target Kinerja : Realisasi Kinerja : Capaian Kinerja :

Peningkatan peranan sektor industri dalam perekonomian sehingga mampu memperluas kesempatan berusaha, meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui peningkatkan kemampuan sumber daya manusia serta kualitas dan kuantitas produksi.

Prosentase Tingkat Pertumbuhan Industri

1,50 % Total jumlah unit usaha di sektor industri, baik itu industri formal maupun informal tahun lalu 2,53 %

168,89 %

Alasan tercapainya :

Dari hasil capaian indikator kinerja pada prosentase tingkat pertumbuhan industri, dapat dijelaskan bahwa target indikator kinerja dapat tercapai karena adanya kesinambungan program dan kegiatan dalam rangka menumbuhkembangkan sektor industri formal dan non formal untuk terus meningkatkan daya saing industri. Adapun program yang dilaksanakan adalah Program Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau yang dijabarkan dalam Kegiatan Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau serta Kegiatan Pembinaan Lingkungan

(15)

7 Sosial Industri dan Tanam Tembakau yang diaplikasikan dalam bentuk pendataan dan pemetaan industri, pelatihan peningkatan ketrampilan masyarakat di bidang industri, bantuan mesin/peralatan industri serta bimbingan teknis bagi calon penerima bantuan mesin/peralatan industri, sehingga industri rumah tangga terus ditumbuhkan untuk menjadi embrio dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada serta dikembangkan untuk menjadi industri kecil formal dengan memiliki legalitas usaha industri. Demikian juga industri kecil formal dapat berkembang menjadi industri menengah dan besar formal. Dengan dimilikinya legalitas usaha, serta makin meningkatnya kualitas dan kuantitas produk maka diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri.

Perkembangan Industri sampai dengan tahun 2013 berjumlah 21.895 unit usaha yang terdiri dari industri formal sebanyak 1.767 unit usaha dan industri non formal 20.128 unit usaha. Sedangkan untuk perkembangan investasi sampai dengan tahun 2013 berjumlah Rp.2.701.677.411,00. Demikian pula untuk perkembangan penyerapan tenaga kerja sampai dengan tahun 2013 berjumlah 160.222 Orang

Untuk sasaran pertama yaitu meningkatnya daya saing industri dengan indikator pertumbuhan industri dari berbagai jenis usaha industri dengan target sebesar 1,50% dan anggaran sebesar Rp. 5.209.919.100,00 dapat terealisasi 168,89%.

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA TERGET REALISASI %

2 Peningkatan peranan sektor perdagangan dalam perekonomian melalui penguatan perdagangan dalam dan luar negeri melalui peningkatkan persentase nilai ekspor impor sebagai salah satu indikasi peningkatan kegiatan sektor perdagangan

Prosentase Peningkatan Nilai Ekspor 2,00 % 2,72 % 136,00 Prosentase Peningkatan Nilai Impor 2,00 % 10,60 % 529,86 2. Sasaran Strategis : Indikator Kinerja :

Peningkatan peranan sektor perdagangan dalam perekonomian melalui penguatan perdagangan dalam dan luar negeri melalui peningkatkan persentase nilai ekspor impor sebagai salah satu indikasi peningkatan kegiatan sektor perdagangan. Prosentase Peningkatan nilai ekspor dan impor

(16)

8 Target Kinerja :

Realisasi Kinerja :

Capaian Kinerja :

2,00 % dari nilai ekspor tahun lalu dan 2,00% dari nilai impor tahun lalu

2,72 % dari nilai ekspor tahun lalu dan 10,60 % dari nilai impor tahun lalu

136,00 % untuk nilai ekspor dan 529,86 % untuk nilai impor

Alasan tercapainya :

Dari hasil capaian indikator kinerja pada prosentase peningkatan nilai ekspor dan impor, dapat dijelaskan bahwa target indikator kinerja dapat tercapai karena adanya pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar di sektor perdagangan sehingga mempu meningkatkan perdagangan baik di dalam negeri maupun ekspor. Adapun program yang dilaksanakan adalah Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor dan Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri yang dijabarkan dalam Kegiatan Promosi Perdagangan, Kegiatan Pengembangan Pasar dan Distribusi Barang/Produk, Kegiatan Peningkatan Sistem dan Jaringan Informasi Perdagangan.

Perkembangan nilai ekspor pada tahun 2013 sebesar US$ 338.273.235,89 atau bertambah sebesar 2,72% dari nilai ekspor tahun sebelumnya. Sedangkan perkembangan nilai impor pada tahun 2013 sebesar US$ 71.671.674,94 atau bertambah sebesar 10,60 % dari nilai impor tahun sebelumnya.

Sasaran kedua adalah Meningkatnya perdagangan dalam negeri dan meningkatnya ekspor dengan target sebesar 2,00% dan anggaran sebesar Rp. 160.834.000 terealisasi 136,00 % dan Meningkatnya perdagangan dalam negeri dengan target 2,00 % dan anggaran sebesar Rp. 152.300.000 dan terealisasi 529,86%.

(17)

9 3 Terciptanya pasar daerah

yang tertib dan aman sebagai penggerak dan penguat roda perekonomian rakyat melalui peningkatan manajemen pengelolaan pasar dan disiplin pedagang, serta pemberdayaan PKL di dalam lingkungan pasar Prosentase Peningkatan Administrasi Pungutan Retribusi Pasar 4,00 % 4,30 % 107,38 Prosentase Biaya Balik Nama dan Perpanjangan SK 7,00 % 5,00 % 83,40 3. Sasaran Strategis : Indikator Kinerja : Target Kinerja : Realisasi Kinerja : Capaian Kinerja :

Terciptanya pasar daerah yang tertib dan aman sebagai penggerak dan penguat roda perekonomian rakyat melalui peningkatan manajemen pengelolaan pasar dan disiplin pedagang, serta pemberdayaan PKL di dalam lingkungan pasar

Prosentase Peningkatan Administrasi Pungutan Retribusi Pasar dan Prosentase Biaya Balik Nama dan Perpanjangan SK

4,00 % dan 7,00% dari tahun lalu 4,30 % dan 5,00 % dari tahun lalu 107,38 % dan 83,40 %

Alasan tercapainya :

Dari hasil capaian indikator kinerja pada Prosentase Peningkatan Administrasi Pungutan Retribusi Pasar dan Prosentase Biaya Balik Nama dan Perpanjangan SK, dapat dijelaskan bahwa target indikator dapat tercapai karena adanya peningkatan sistem manajemen pengolahan pasar dan disiplin pedagang,serta pemberdayaan PKL di dalam pasar. Dimana Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar terus melakukan pembinaan kepada para pedagang dimana kesadaran untuk membayar retribusi pelayanan pasar yang dibagi atas retribusi pasar dan biaya balik nama dan perpanjangan SK.

Pada Tahun 2013, pencapaian retribusi pasar (non BBN) sebesar Rp 4.935.138.550,00 atau naik sebesar 4,30 % dari tahun lalu. Sedangkan untuk biaya

(18)

10 balik nama dan perpanjangan SK sebesar Rp197.353.100,00 atau naik sebesar 5,00 % dari tahun lalu. Adapun program yang dilaksanakan adalah Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan yang dijabarkan dalam Kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan; Program Pengelolaan Pasar dan Pembinaan Pedagang yang dijabarkan dalam Kegiatan Penataan tempat berusaha di pasar, Pembinaan disiplin pedagang, Intensifikasi dan ekstensifikasi pungutan retribusi pasar; serta Program Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar yang dijabarkan dalam Kegiatan Pemeliharaan sarana dan prasarana pasar.

Terdapat beberapa kendala yang dihadapi di tahun 2013 adalah dalam pembangunan sektor Industri, Perdagangan dan Pasar. Kendala dalam pembangunan sektor Industri diantaranya keterkaitan sektor industri dan sektor ekonomi lainnya belum mantap, keterbatasan dalam kemampuan teknologi, keterbatasan dalam kemampuan manajemen produksi dan manajemen pemasaran produk yang dihasilkan disamping masalah permodalan, belum optimalnya pemanfataan hasil kekayaan sumber daya alam yang ada tertutama hasil pertanian, serta iklim usaha belum kondusif (belum adanya harmonisasi peraturan perundang-undangan). Beberapa kendala dalam sektor Perdagangan diantaranya terhambatnya distribusi barang karena masih adanya dari dampak lapindo, hujan debu dan banjir, serta kekeringan yang melanda Kabupaten Malang akhir-akhir ini, maraknya isu kesehatan terhadap produk makanan dan minuman melalui media massa, tuntutan masyarakat terhadap mutu barang yang beredar, kurangnya kesadaran pelaku usaha terhadap metrologi, globalisasi serta masuknya beberapa produk-produk impor yang menyaingi produk dalam negeri, tuntutan adanya persaingan yang semakin tajam, dan belum optimalnya perlindungan konsumen. Sedangkan beberapa kendala dalam pengelolaan pasar adalah rendahnya kesadaran para pedagang, penertiban dan penataan PKL yang sangat mengganggu para pedagang tetap dalam pasar, fasilitas sarana dan prasarana yang kurang memadai dan masih terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) pengelolaan pasar terutama dalam manajemen pengelolaan pasar.

Dari berbagai kendala yang dihadapi, sasaran dan target tahun 2013 dapat tercapai melalui adanya kebijakan dalam pelaksanaan dari dokumen perencanaan kegiatan. Di sektor industri menyelesaian kendala yang ada dengan memberikan pembinaan berkelanjutan berupa berbagai pelatihan dan mesin/peralatan untuk menumbuhkan industri, meningkatkan keterkaitan IKM dengan industri besar dan sektor ekonomi lainnya, serta fasilitasi permasalahan (klinik bisnis) dalam mendukung menciptakan iklim usaha yang kondusif. Di sektor perdagangan menyelesaian kendala yang ada dengan memperlancar distribusi barang;

(19)

11 meningkatkan mutu produk makanan dan minuman dengan melakukan pengawasan internal maupun eksternal; meningkatkan pengawasan di bidang metrologi khususnya terhadap alat UTTP (Ukur, Takar, Timbang dan Perelengkapannya); serta mengendalikan masuknya produk impor untuk meningkatkan produk dalam negeri. Sedangkan dalam pengelolaan pasar menyelesaian kendala yang ada dengan mensosialisasikan pengelolaan pasar yang baik, pemeliharaan sarana dan prasarana pasar serta pelatihan manajemen pengelolaan pasar agar dapat bekerja secara optimal.

D. Landasan Hukum

Seperti dikemukakan sebelumnya bahwa penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dimaksudkan sebagai perwujudan pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dalam kurun waktu tertentu.

Penyusunan Laporan Kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang berpedoman pada:

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara; 3. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan

Penjabarannya

4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional

5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintahan;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741)

7. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntanbilitas Inastansi pemerintah;

8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan tata cara Revisi atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

9. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah

10. Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2008 Tentang Perangkat Daerah Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang

(20)

12 11. Peraturan Bupati Nomor 43 Tahun 2008 Tentang Koordinasi Lintas Organisasi

Perangkat Daerah

12. Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2013 Tetang Indikator Kinerja Utama di lingkungan pemerintah Kabupaten Malang

13. Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Review Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Malang Tahun 2010 – 2015 atas Implementasi dan Pencapaian Visi dan Misi Kabupaten Malang “MADEP MANTEP” Paruh Waktu

14. Surat Keputusan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang Nomor 180/427.1/KEP/421.113/2014 Tentang REVIEW RENSTRA

E. Sistematika

Untuk memudahkan memahami Laporan Kinerja (LKJ) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang tahun 2014 ini, maka disusun sistematika penulisan sebagai berikut :

Kata Pengantar Daftar Isi

Ringkasan Eksekutif BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang B. Maksud dan Tujuan C. Gambaran Umum

1. Organisasi Perangkat Daerah 2. Sumber Daya Aparatur

3. Capaian Kinerja SKPD Tahun 2013 D. Dasar Hukum

E. Sistematika

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA A. Perencanaan Strategis

1. Visi 2. Misi

3. Tujuan, Sasaran, Kebijakan dan Program B. Perjajian Kinerja

(21)

13 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja

1. Perbandingan antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2014.

2. Perbandingan antara Realisasi Kinerja serta Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan RealisasiKinerja serta Capaian Kinerja Tahun 2013 dan Beberapa Tahun Sebelumnya.

3. Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai dengan Tahun 2014 dengan Target Jangkah Menengah yang Terdapat Dalam Dokumen Perencanaan Strategis Organisasi.

4. Analisa Penyebab Keberhasilan / Kegagalan atau Peningkatan/ Penurunan Kinerja serta Alternatif Solusi yang telah dilakukan.

5. Analisis Atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya.

6. Analisi Program / Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan ataupun Kegagalan Pencapaian Pernyataan Kinerja.

BAB IV PENUTUP

LAMPIRAN – LAMPIRAN - Penetapan Kinerja 2014 - Pengukuran Kinerja 2014

- Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2014 - Renstra

(22)

13

BAB II

PERENCANAAN STRATEGIK

A. PERENCANAAN STRATEGIK

1. VISI

Sebagaimana kita ketahui bahawa visi dapat diartikan sebagai cara pandang jauh kedepan kemana instansi pemerintah harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh instansi pemerintah. Keadaan masa depan tersebut haruslah kondisi yang diinginkan dan menantang sehingga memotivasi dan memberi inspirasi seluruh anggota organisasi dan mempengaruhi pengambilan keputusan. Salain itu, pada saat yang bersamaan, visi masa depan organisasi harus realistis dan kredibel. Visi juga merupakan kerangka dari proses perencanaan organisasi.

Penetapan Visi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar sangat penting sebagai sumber acuan pelaksanaan tugas yang diemban oleh seluruh jajaran pimpinan dan staf. Visi tersebut digali dari keyakinan dasar dan nilai-nilai yang dianut seluruh anggota organisasi dengan mempertimbangkan lingkungan sekitarnya.

Visi

Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Malang Yang Mandiri, Agamis, Demokratis, Produktif, Maju, Aman, Tertif dan Berdaya Saing (MADEP

MANTEB) Melalui Peningkatan Peranan Industri, Perdagangan Dan

Pengelolaan Pasar

Penjelasan dari Visi tersebut diatas adalah sebagai berikut :

Bahwa dengan peningkatan peranan Industri, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar diharapkan masyarakat Kabupaten Malang akan Mandiri, Produktif, Berdaya saing sehingga dapat sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja dan akhirnya berdampak pada pangentasan kemiskinan.

2. MISI

Misi adalah sesuatu yang harus diemban dan dilaksanakan oleh instansi Pemerintah, sesuai dengan visi yang ditetapkan, agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik.

Untuk mewujudkan Visi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar tersebut, perlu dirumuskan Misi, yang menggambarkan amanah apa yang harus

(23)

14 dituntaskan oleh organisasi agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil sesuai dengan Visi yang ditetapkan.

Dengan adanya Misi diharapkan seluruh pegawai dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dapat mengenal Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar dan mengetahui peran dan program-program serta hasil yang akan diperoleh di masa akan datang

Misi

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar

Misi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang adalah sebagai berikut :

1. Mewujudkan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan industri dan perdagangan serta meningkatkan daya saing Industri Kecil Menengah.

2. Pengembangan dan pembinaan usaha perdagangan, eksport, import dan perlindungan konsumen.

3. Meningkatkan Pengelolaan Pasar untuk mewujudkan pasar yang tertib, bersih, indah, nyaman dan aman.

3. TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, KEBIJAKAN DAN PROGRAM Tujuan yang dirumuskan adalah :

a. Meningkatkan peranan industri, perdagangan dalam perekonomian sehingga mampu memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha.

b. Meningkatkan ketertiban, kenyamanan dan keindahan serta pelayanan pasar agar kenyamanan pembeli dapat terpenuhi.

c. Serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dalam menerbitkan perijinan yang dibutuhkan.

Sasaran Dan Indikator Sasaran

Adapun sasaran Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar adalah : a. Presentase Tingkat Pertumbuhan Industri

Meningkatnya daya saing industri dengan indikator pertumbuhan industri rata-rata 6% pertahun, dari berbagai jenis usaha industri penyerapan tenaga kerja 7% dan investasi 10%. Peningkatan peranan sektor industri dalam perekonomian sehingga mampu memperluas kesempatan berusaha, meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui peningkatkan kemampuan sumber daya manusia serta kualitas dan kuantitas produksi.

(24)

15 b. Presentase Peningkatan Nilai Ekspor dan Presentase Peningkatan Nilai Impor

Meningkatnya perdagangan dalam negeri dan perkembangan Ekspor 2% pertahun, Peningkatan peranan sektor perdagangan dalam perekonomian melalui penguatan perdagangan dalam dan luar negeri melalui peningkatkan persentase nilai ekspor impor sebagai salah satu indikasi peningkatan kegiatan sektor perdagangan

c. Prosentase Peningkatan Administrasi Pungutan Retribusi Pasar dan Prosentase Biaya Balik Nama dan Perpanjangan SK

Terciptanya pasar daerah yang tertib dan aman sebagai penggerak dan penguat roda perekonomian rakyat melalui peningkatan manajemen pengelolaan pasar dan disiplin pedagang, serta pemberdayaan PKL di dalam lingkungan pasar. Sehingga bisa menarik para pembeli untuk bertransaksi di pasar sehingga pasar tradisional tidak ditinggalkan oleh konsumennya.

Strategi yang diterapkan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar adalah :

1. Peningkatan pelayanan dan fasilitasi dalam meningkatkan daya saing industri secara berkelanjutan serta meningkatkan upaya pengembangan industri unggulan daerah.

2. Peningkatan ketrampilan, teknologi proses dan jaringan distribusi serta menyediakan fasilitas, konsultasi dan informasi bagi industri (utamanya industri kecil) dan perdagangan untuk memperluas akses pasar dan daya saing,

3. Mengembangkan sentra-sentra IKM potensial,

4. Penyediaan layanan informasi yang dapat digunakan oleh masyarakat, dunia usaha, pemerintah dan pihak-pihak yang membutuhkan serta berpartisipasi aktif dalam pameran-pameran

5. Meningkatkan peranan ekspor dalam memacu pertumbuhan ekonomi,

6. Pembinaan pengembangan usaha, Lembaga Perdagangan, dan Pendaftaran Perusahaan,

7. Peningkatan koordinasi dan kerjasama baik dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat maupun Swasta dan Dunia usaha,

8. Peningkatan ketertiban, kebersihan dan keindahan pasar dengan didukung sarana dan prasaran pasar yang memadai, penataan pedagang serta data yang akurat dan valid ,

9. Peningkatan pelayanan sarana dan prasarana serta administrasi keuangan yang tepat waktu dan akuntable,

10. Mengikutsertakan Aparatur yang berkompeten dalam berbagai diklat dan penekanan penerapan Good Governance.

(25)

16

Untuk mendukung strategi tersebut di laksanakan kebijakan antara lain :

1. Meningkatkan Peranan Industri, Perdagangan dalam perekonomian sehingga mampu memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha serta meningkatkan produktivitas dan mampu bersaing di pasar global,

2. Meningkatkan perdagangan yang berkeadilan, efisien dan efektif dengan memanfaatkan ketersediaan barang dan jasa, kelancaran arus distribusi, perlindungan kepentingan konsumen dan produsen,

3. Meningkatkan pelayanan terhadap pemakai Jasa Pasar.

4. Meningkatnya Disiplin Aparatur dalam pelayanan kepada masyarakat.

Program merupakan kumpulan kegiatan nyata, sistimatis dan terpadu yang dilaksanakan oleh Bidang-Bidang dan Bagian Sekretariat guna mencapai tujuan dan sasaran. Hal-hal yang menjadi landasan penetapan program kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar tahun 2014 adalah :

3.2.1 Kesekretariatan

־ Pelayanan administrasi perkantoran

־ Peningkatan sarana dan prasarana aparatur

־ Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

־ Penataan dan Peneyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan

3.2.2 Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia dan Aneka

- Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau 3.2.2 Bidang Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan

- Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau 3.2.3 Bidang Perdagangan

- Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan - Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri - Peningkatan dan Pengembangan Ekspor

־ Resi Gudang

3.2.4 Bidang Pengelolaan Pasar

- Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

- Peningkatan Pengelolaan Pasar dan Pembinaan Pedagang - Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar

(26)

17

3. KEGIATAN

Adapun kegiatan dari program diatas pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar adalah :

3.1 Kesekretariatan

1. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air Dan Listrik 2. Penyediaan Jasa Pemeliharaan Dan Perizinan Kendaraan

Dinas/Operasional

3. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan 4. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 5. Penyediaan Alat Tulis Kantor

6. Penyediaan Barang Cetakan Dan Penggandaan 7. Penyediaan Makanan Dan Minuman

8. Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Keluar Daerah 9. Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Kedalam Daerah 10. Pemeliharaan Rutin/ Berkala Kendaraan Dinas/ Operasional 11. Pemeliharaan Rutin/ Berkala Peralatan Gedung Kantor 12. Penyusunan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan

3.2 Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia Dan Aneka

1. Pembinaan Lingkungan Sosial Industri Rokok Dan Tanam Tembakau

3.3 Bidang Industri Hasil Pertanian Dan Kehutanan

1. Pembinaan Industri Rokok Dan Tembakau.

3.4 Bidang Perdagangan

1. Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang Dan Jasa

2. Operasionalisasi Dan Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah

3. Operasionalisasi Dan Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah (DAK) 4. Operasionalisasi Dan Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah

(Pendamping DAK + BOP) 5. Promosi Perdagangan

6. Pengembangan Pasar Dan Distribusi Barang/Produk 7. Peningkatan Sistem Dan Jaringan Informasi Perdagangan 8. Resi Gudang

3.5 Bidang Pengelolaan Pasar

1. Penyediaan Prasarana Dan Sarana Pengelolaan Persampahan 2. Penataan Tempat Berusaha Di Pasar

(27)

18 3. Pembinaan Disiplin Pedagang

4. Intensifikasi Dan Ekstensifikasi Pungutan Restribusi Pasar 5. Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pasar

6. Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pasar (DAK)

7. Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pasar (Pendamping DAK)

B. PERJANJIAN KINERJA Tahun 2014

Untuk melaksanakan program dan kegiatan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar yang di dasarkan pada Perjanjian Kinerja yang ditandatangani oleh Kepala Dinas dan Bupati Malang. Adapun Perjanjian Kinerja yang di sampaikan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang tahun 2014 adalah sebagai berikut :

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA TARGET PROGRAM

ANGGARAN (Rp)

1 Peningkatan peranan sektor industri dalam perekonomian sehingga mampu memperluas kesempatan berusaha, meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui peningkatkan kemampuan sumber daya manusia serta kualitas dan kuantitas produksi Prosentase Tingkat Pertumbuhan Industri 1,50 % Program Pembinanan Industri Rokok dan Tembakau 5.445.000.000 2 Peningkatan peranan sektor perdagangan dalam perekonomian melalui penguatan perdagangan dalam dan luar negeri melalui peningkatkan persentase nilai ekspor impor sebagai salah satu indikasi peningkatan kegiatan sektor perdagangan Prosentase Peningkatan Nilai Ekspor 2,00 % Program Peningkatan dan Pengembang an Ekspor 160.834.000 Prosentase Peningkatan Nilai Impor 2,00 % Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri 183.300.000

(28)

19

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA TARGET PROGRAM

ANGGARAN (Rp)

3 Terciptanya pasar daerah yang tertib dan aman sebagai penggerak dan penguat roda

perekonomian rakyat melalui peningkatan manajemen pengelolaan pasar dan disiplin

pedagang, serta pemberdayaan PKL di dalam lingkungan pasar Prosentase Peningkatan Administrasi Pungutan Retribusi Pasar 4,00 % Program Peningkatan Pengelolaan Pasar dan Pembinaan Pedagang 248.521.000 Prosentase Biaya Balik Nama dan Perpanjanga n SK 7,00 % JUMLAH 6.037.655.000

Dari tabel diatas dapat dilihat tentang kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar, sasaran pertama adalah Meningkatnya daya saing industri dengan indikator pertumbuhan industri dengan target sebesar 1,50 % dan anggaran sebesar Rp. 5.445.000.000.00 terealisasi 103,22 %. Kenapa pertumbuhan industri sangat kecil prosentasenya karena untuk ijin industri besar ditangani langsung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur, sesuai dengan Peraturan Mentri Perindustrian NOMOR 41/M-IND/PER/6/2008 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Perizinan Pemberi Perizinan Industri, dan Tanda Daftar Industri bahwa mulai Tanggal 25 Juni 2008 bahwa untuk Ijin Usaha Industri Besar ditangani oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur. Juga untuk ijin industri menengah ditangani oleh Badan Pelayanan Perijinan Terpada (BPPT) sesuai dengan Peraturan Bupati NOMOR 20 TAHUN 2014 Tentang Pelimpahan Sebagai Urusan yang Menjadi Wewenang Bupati di Bidang Pelayanan Administrasi Perijinan Kepada Badan Pelayanan Perijinan Terpadu, bahwa mulai Tanggal 19 Agustus 2014. Pencapaian target ini dikarenakan adanya pembinaan di sektor industri terus berkelanjutan berupa kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Program dan kegiatan 2014 untuk menumbuhkan industri nonformal berupa pelatihan ketrampilan dan bantuan mesin/peralatan industri untuk kelompok industri kecil sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.

Sasaran kedua adalah Meningkat dan berkembangnya ekspor dengan target sebesar 2% dan anggaran sebesar Rp.160.834.000.00 terealisasi 107,43% dan

(29)

20 Meningkatnya perdagangan dalam negeri dengan target 2% dan anggaran sebesar Rp. 183.300.000.00 dan terealisasi 301,97%.

Sasaran yang ketiga Meningkatnya manajemen pengolahan pasar dan disiplin pedagang,serta pemberdayaan PKL di dalam pasar dengan target 4% untuk retribusi pungutan pasar (non BBN) dan 7% untuk BBN dengan anggaran sebesar Rp. 248.521.000.00 dan terealisasi 48,47% untuk retribusi pungutan pasar (non BBN) dan 508,14% untuk BBN.

Perkembangan industri dapat dilihat dari jumlah unit usaha tahun 2014 sebanyak 22.234 unit usaha. Nilai investasi sektor industri pada tahun 2014 Rp. 2.746.151.790.000 dengan tenaga yang terserap pada tahun 2014 menjadi 162.237 Perkembangan industri tersebut terbagi menjadi industri formal dan informal, sektor formal pada tahun 2014 meningkat menjadi 1.804 unit usaha. Untuk nilai investasi sektor industri formal pada tahun 2014 mencapai Rp. 2.729.225.460.000

Tenaga kerja yang terserap disektor industri formal juga mengalami peningkatan pada tahun 2014 menjadi 107.121 orang. Sedangkan pada industri formal dan industri rumah tangga pada tahun 2014 menjadi 20.430 unit. Penyerapan tenaga kerja dari sektor ini pada tahun 2014 menjadi sebanyak 55.116 orang. Perkembangan kinerja di sektor perdagangan juga menunjukkan trend yang terus meningkat, hal ini bisa dilihat dari beberapa faktor indikator yaitu : Tanda Daftar Perusahaan (TDP) pada tahun 2014 secara akumulatif menjadi sebanyak 20.598 perusahaan.

Ekspor pada tahun 2014 meningkat menjadi US$ 345.541.449.41 dan Impor pada tahun 2014 mengalami peningkatan menjadi US$ 76.000.142.85 Perkembangan kinerja di sektor retribusi pasar juga mengalami peningkatan pada tahun 2014 Rp. 5.298.361.434.00 dari target Rp. 5.115.000.000.00

Tetapi setelah PAK anggaran tersebut berubah menjadi :

No Program / Kegiatan Sebelum P A K Setelah P A K

1 2 3 4

1 Program Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau

5.445.000.000,00 5.445.000.000,00

1.1 Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau

275.000.000,00 275.000.000,00

1.2 Pembinaan Lingkungan Sosial Industri Rokok dan Tembakau

(30)

21

No Program / Kegiatan Sebelum P A K Setelah P A K

1 2 3 4

2 Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan

250.700.000,00 395.295.999,80

2.1 Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa

31,200,000.00 31,200,000.00 2.2 Operasionalisasi dan Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah 219,500,000.00 262,300,000.00 2.3 Operasionalisasi dan Pengembangan UPT

Kemetrologian Daerah (DAK)

- 92,541,818.00 2.4 Operasionalisasi dan Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah (pendamping DAK+BOP) - 9,254,181.80

3 Program Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar

3,263,993,000.00 3,263,993,000.00

3.1 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar

750,300,000.00 750,300,000.00

3.2 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar (DAK)

2,185,820,000.00 2,185,820,000.00

3.3 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar (Pendamping DAK)

327,873,000.00 327,873,000.00

4. Program Peningkatan Pengelolaan Pasar dan Pembinaan Pedagang

248,521,000.00 248,521,000.00

4.1 Penataan Tempat Berusaha di Pasar

12,890,000.00 12,890,000.00

4.2 Pembinaan Disiplin Pedagang 76,166,000.00 76,166,000.00 4.3 Intensifikasi dan Ekstensifikasi

Pungutan Retribusi Pasar

(31)

22

No Program / Kegiatan Sebelum P A K Setelah P A K

1 2 3 4

5. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

1,145,510,000.00 1,145,510,000.00

5.1 Penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan Persampahan

1,145,510,000.00 1,145,510,000.00

6. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor

160,834,000.00 160,834,000.00

6.1 Promosi Perdagangan 160,834,000.00 160,834,000.00

7. Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan

40,990,000.00 40,990,000.00

7.1 Penyusunan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan

40,990,000.00 40,990,000.00

8 Program Resi Gudang 135,000,000.00 123,610,113.00

8.1 Resi Gudang 135,000,000.00 123,610,113.00

9. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri

183,300,000.00 183,300,000.00

9.1 Pengembangan Pasar danDistribusi Barang/Produk

128,850,000.00 128,850,000.00

9.2 Peningkatan Sistem dan

Jaringan Informasi Perdagangan 54,450,000.00 54,450,000.00 10. Program Pelayanan Admistrasi Perkantoran 510,829,000.00 629,418,887.00

10.1 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber daya Air dan Listrik

79,540,000.00 97,729,887.00

10.2 Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional

6,000,000.00 6,000,000.00

10.3 Penyediaan Jasa Admistrasi Keuangan

(32)

23

No Program / Kegiatan Sebelum P A K Setelah P A K

1 2 3 4

10.4 Penyediaan Jasa Kebersihan kantor

48,000,000.00 48,000,000.00

10.5 Penyediaan Alat Tulis Kantor 25,284,000.00 25,684,000.00 10.6 Penyediaan Barang Cetakan

dan Penggandaan

181,855,000.00 280,855,000.00

10.7 Penyediaan Makanan dan Minuman

7,000,000.00 7,000,000.00

10.8 Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah dalam daerah

37,900,000.00 37,900,000.00

10.9 Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah

41,250,000.00 41,250,000.00

11. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

29,800,000.00 29,800,000.00

11.1 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional

20,800,000.00 20,800,000.00

11.2 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor

9,000,000.00 9,000,000.00

12. Program Peninghkatan Pengembangan sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

4,216,000.00 4,216,000.00

12.1 Penyusunan Pelaporan Keuangan akhir tahun

4,216,000.00 4,216,000.00

(33)

24

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Pengukuran kinerja dimaksud, disamping sebagai upaya pengembangan strategi organisasi ke depan, secara teknis wajib dilihat sebagai suatu sistem lacak performasi masing - masing bidang dan sekretariat pada Satuan Kerja Perangkat Daerah/SKPD Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang yang merupakan entry point untuk pengendalian fungsi-fungsi manajerial secara menyeluruh.

Dalam akuntabilitas kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang akan diulas mengenai pengukuran kinerja secara kuantitatif dan kualitatif tingkat capaian kinerja mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan tahap penyelesaian kegiatan.

Dalam tahap penetapan indikator kinerja didasarkan pada jenis/kelompok menurut masukan (input), keluaran (output), hasil (outcomes) manfaat (benefit) dan dampak (impact). Indikator input dan output dinilai sebelum kegiatan selesai atau saat kegiatan sedang berlangsung. Indikator outcomes, benefit, impact dinilai setelah kegiatan selesai dilaksanakan.

Dari pengukuran-pengukuran kinerja diharapkan dapat diperoleh informasi; antara lain :

a. Kejelasan tentang apa, berapa, dan kapan kegiatan dilaksanakan; b. Terciptanya konsensus untuk menghindarkan kesalahan interprestasi; c. Merupakan alat untuk pengukuran analisis dan evaluasi kinerja.

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang adalah melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang perindustrian, perdagangan dan pasar berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.

Pada sub bab ini akan diulas tingkat capaian performansi organisasi berdasarkan sasaran-sasaran strategis yang telah ditargetkan pada tahun 2014 sekaligus tingkat capaian performansi organisasi secara menyeluruh. Capaian kinerja atas setiap sasaran strategis pada setiap program kerja yaitu menggambarkan capaian kinerja berdasarkan indikator kunci berupa indikator hasil (outcomes /key performance indicators). Capaian kinerja kebijakan dan program yaitu menggambarkan capaian kinerja yang ada termasuk indikator pemicu (performance driven : inputs dan outputs).

(34)

25 Dalam proses capaian kinerja dilakukan dengan penyusunan kinerja kegiatan tahun anggaran 2014 pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang.

Guna menilai capaian kinerja sasaran digunakan skala ordinal sebagai parameter keberhasilan atau kegagalan dari pelaksanaan kebijakan teknis, program dan kegiatan sebagai berikut:

No Capaian Kinerja Keterangan 1. 2. 3. 4. Nilai 85 s.d 100 Nilai 70 < 85 Nilai 55 < 70 Nilai < 55 BERHASIL CUKUP BERHASIL KURANG BERHASIL TIDAK BERHASIL

Capaian Indikator Kinerja Sasaran pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang di Tahun Anggaran 2014 diuraikan sebagai berikut :

Secara umum semua program dan kegiatan yang telah direncanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang di Tahun Anggaran 2014 telah dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu dan tujuan serta sasaran yang ditetapkan.

Pengukuran kinerja sasaran sebagaimana dijelaskan dimuka disamping sebagai upaya pengembangan strategi organisasi ke masa yang akan datang, secara teknis dapat dipergunakan untuk melihat performance masing-masing yang ada dan untuk mengendalikan fungsi-fungsi manajerial secara menyeluruh. Dalam akuntabilitas kinerja akan diulas mengenai pengukuran indikator kinerja outcome kegiatan yang selanjutnya akan dapat diketahui juga pengukuran indikator kinerja yang telah ditentukan.

Dalam pengukuran kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar, pelaporan disusun dengan melakukan pendekatan terhadap indikator kinerja baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu dalam pengukuran kinerja diupayakan dapat dilakukan pengukuran secara kualitatif maupun secara kuantitatif tingkat kinerja sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai tahap kegiatan selesai dilaksanaan. Indikator kinerja input dan output dinilai sebelum kegiatan yang dilakukan selesai.

Merujuk pada uraian tabel diatas dapat disimpulkan bahwa Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang dalam rangka capaian kinerja tahun 2014 antara target dan realisasi dapat terlaksana untuk

(35)

26 prosentase tingkat pertumbuhan industri formal sebesar 2,09% dari jumlah industri formal sampai dengan tahun lalu atau tumbuh menjadi 1.804 unit usaha industri formal sehingga antara target dan realisasi tercapai 34,90%. Untuk Prosentase peningkatan nilai ekspor sebesar 2,15% dari nilai ekspor tahun lalu atau sebesar 345.541.449,41 US$ sehingga antara target dan realisasi tercapai 107,43%. Untuk Prosentase peningkatan nilai impor sebesar 6,04% dari nilai impor tahun lalu atau sebesar 76.000.142,85 US$ sehingga antara target dan realisasi tercapai 301,97%. Untuk Prosentase peningkatan administrasi pungutan retribusi pasar sebesar 2,94% dari nilai tahun lalu atau sebesar Rp 5.125.446.534,00 sehingga antara target dan realisasi tercapai 147,00%. Untuk Prosentase biaya balik nama dan perpanjangan SK sebesar 12,71% dari nilai tahun lalu atau sebesar Rp 172.924.900,00 sehingga antara target dan realisasi tercapai 635,50%. Hal tersebut salah bukti keberhasilan yang telah dicapai dalam penyusunan rencana kinerja.

Pengukuran indikator-indikator kunci keberhasilan pencapaian sasaran-sasaran strategis Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang, didasarkan pada indikator outcomes. Indikator outcomes tersebut merupakan hasil (result) dari indikator pemicu (performance driven) yaitu input dan output pada setiap kegiatan.

1. Perbandingan Antara Target dan Realisasi Tahun 2014

Dari evaluasi kinerja akan diperoleh beberapa alasan rasional atas keberhasilan dan tidak tercapainya target strategi pencapaian visi dan misi organisasi melalui kebijakan, program, dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (RENSTRA) untuk seluruh indikator kinerja yang ditetapkan.

Berdasarkan capaian kinerja tahun 2014 yang telah diuraikan pada sub bab sebelumnya maka dapat disimpulkan keberhasilan dan ketidakberhasilan sasaran-sasaran strategis tergambar pada realisasi Penetapan Kinerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang tahun 2014 sebagai berikut:

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI %

1 Peningkatan peranan sektor industri dalam perekonomian sehingga mampu memperluas kesempatan berusaha,

meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui peningkatkan kemampuan sumber daya manusia serta kualitas dan kuantitas produksi Prosentase Tingkat Pertumbuhan Industri 1,50 % 1,55 % 103,22

(36)

27 1. Sasaran Strategis : Indikator Kinerja : Target Kinerja : Realisasi Kinerja : Capaian Kinerja :

Peningkatan peranan sektor industri dalam perekonomian sehingga mampu memperluas kesempatan berusaha, meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui peningkatkan kemampuan sumber daya manusia serta kualitas dan kuantitas produksi. Prosentase Tingkat Pertumbuhan Industri

1,50 % Total jumlah unit usaha di sektor industri, baik itu industri formal maupun informal tahun lalu

1,55 % 103,22 %

Alasan tercapainya :

Dari hasil capaian indikator kinerja pada prosentase tingkat pertumbuhan industri, dapat dijelaskan bahwa target indikator kinerja dapat tercapai karena adanya kesinambungan program dan kegiatan dalam rangka menumbuhkembangkan sektor industri formal dan non formal untuk terus meningkatkan daya saing industri. Adapun program yang dilaksanakan adalah Program Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau yang dijabarkan dalam Kegiatan Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau serta Kegiatan Pembinaan Lingkungan Sosial Industri dan Tanam Tembakau yang diaplikasikan dalam bentuk pendataan dan pemetaan industri, pelatihan peningkatan ketrampilan masyarakat di bidang industri, bantuan mesin/peralatan industri serta bimbingan teknis bagi calon penerima bantuan mesin/peralatan industri, sehingga industri rumah tangga terus ditumbuhkan untuk menjadi embrio dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada serta dikembangkan untuk menjadi industri kecil formal dengan memiliki legalitas usaha industri. Demikian juga industri kecil formal dapat berkembang menjadi industri menengah dan besar formal. Dengan dimilikinya legalitas usaha, serta makin meningkatnya kualitas dan kuantitas produk maka diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri.

Perkembangan Industri sampai dengan tahun 2014 berjumlah 22.234 unit usaha yang terdiri dari industri formal sebanyak 1.804 unit usaha dan industri non formal 20.430 unit usaha. Sedangkan untuk perkembangan investasi sampai dengan tahun 2014 berjumlah Rp.2.746.151.790,00. Demikian pula untuk perkembangan penyerapan tenaga kerja sampai dengan tahun 2014 berjumlah 162.237 Orang

Referensi

Dokumen terkait

According to Munajat (2004) pro- duction of copal per tree was influenced very much by various factors such as: quality of growth site, tree age, stand density, genetic properties,

Proses komunikasi interpersonal antar pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan hasil penelitian pada indikator bertemu satu sama lain secara

Hipertensi Reabsorpsi AUs meningkat pada keadaan dimana resistensi vaskuler ginjal meningkat; penyakit mikrovaskuler mempredisposisi timbulnya iskemik jaringan yang

mudharabah mutlaqah dimana pengelolaan dana sepenuhnya diserahkan kepada mudharib. Tabungan Mudharabah ini tidak dapat diambil sewaktu waktu karena merupakan

Variabel Kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar

Membaca al-Qur’an mempunyai kaidah tertentu agar ketika membacanya tidak mengalami kekeliruan dan kesalahan makna yang akan berakibat dosa bagi pembacanya. Untuk itu agar bacaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hasil rancangan dan realisasi Pengembangan E -Modul Berbasis Model Pembelajaran Projet Based Learning pada Mata Pelajaran

Pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programing) adalah suatu pendekatan yang memungkinkan suatu kode yang digunakan untuk menyusun program menjadi lebih