• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA TAHUN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA TAHUN 2021"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA

TAHUN 2021

DINAS PERINDUSTRIAN DAN

PERDAGANGAN

PROVINSI LAMPUNG

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung

Jl. Cut Mutia No. 44 B Telukbetung Utara

(2)

Rahmat, Karunia dan HidayahNya, sehingga Rencana Kerja (RENJA) SKPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Tahun 2021 dapat diselesaikan.

Dokumen ini merupakan Rencana Kerja (RENJA) SKPD Dinas Perdagangan Provinsi Lampung yang disusun berdasarkan atas usulan dari masing-masing unit kerja dilingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung dengan berpedoman kepada Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2019-2024, Rancangan Awal RKPD Provinsi Lampung, Arah Kebijakan Pembangunan sektor perindustrian dan sektor perdagangan serta usulan masyarakat yang berkembang selama proses musrenbang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung baik pada skala Provinsi Lampung maupun Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Dari rencana kerja ini diperoleh gambaran mengenai rencana kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung selama satu tahun kedepan untuk mencapai target kinerja yang telah ditentukan dan menjadi ukuran keberhasilan sektor perdagangan di Provinsi Lampung dimasa yang akan datang.

Semoga dokumen ini bermanfaat bagi semua pihak dan terima kasih.

Bandar Lampung, Mei 2020 KEPALA DINAS

SATRIA ALAM, SE. M.Si. Pembina Utama Madya NIP. 19610307 198603 1 007

(3)

Kata Pengantar... I

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Landasan Hukum ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan ... 3

1.4 Sistematika Dokumen Renja ... 3

BAB II HASIL EVALUASI RENJA ... 5

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Tahun 2019 dan Capaian Renja terhadap Renstra ... 5

2.2 Analisis Pelayanan Kinerja Perangkat Daerah... ... 19

2.3 Isu-Isu Yang Terkait Dengan Penyelenggaraan Tupoksi Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan Provinsi Lampung ... 19

2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ... 21

2.5 Penelaahan Usul Program dan Kegiatan dari Pemangku Kepentingan Pembangunan ... 23

BAB III TUJUAN DAN SASARAN ... 24

3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Naional ...24

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Tahun 2021 ... 27

(4)

4.2 Matriks Hasil Pemetaan Nomenklatur Yang Mengacu Pada Permendagri 90 Tahun 2019 ... 47 BAB V PENUTUP... ... 64

(5)

1.1 Latar Belakang

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mewajibkan setiap SKPD untuk menyusun Rencana Kerja (Renja) SKPD sebagai pedoman kerja selama 1 tahun dan berfungsi untuk menerjemahkan perencanaan strategis lima tahunan kedalam perencanaan tahunan yang sifatnya lebih operasional. Berdasarkan Permendagri No. 86 Tahun 2017 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah, proses penyusunan Renja SKPD terdiri dari tiga tahapan utama yaitu tahap persiapan penyusunan, tahap penyusunan rancangan, dan tahap penyusunan Renja.

Renja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung merupakan dokumen rencana yang memuat program dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai sasaran pembangunan, dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka anggaran yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi yang diemban oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung serta telah menyesuaikan dengan arah kebijakan yang tertuang dalam RKPD Provinsi Lampung dan telah sesuai dengan arah kebijakan maupun strategi yang tertuang dalam RENSTRA Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung 2019-2024. Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja-OPD) merupakan dokumen perencanaan Operasi Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun. Renja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2021 merupakan Renja untuk tahun kedua dari Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan 2019-2024. Selanjutnya Renja-OPD akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan RAPBD Provinsi Lampung tahun 2021.

(6)

1. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1964 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 3 Tahun 1964 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Lampung;

2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

4. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

5. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;

6. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik; 7. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan

Daerah;

9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 tentang RPJPD dan

RPJMD Serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD;

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;

13. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Lampung;

14. Peraturan Gubernur Nomor 56 Tahun 2019 tenatng Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Lampung.

(7)

perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan maupun pembangunan sektor perindustrian dan sektor perdagangan di Provinsi Lampung. Sedangkan tujuan penyusunan Renja OPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2021 adalah :

1. Memberikan arah dan pedoman kepada semua pemangku kepentingan sektor perindustrian dan sektor perdagangan di Provinsi Lampung mengenai rencana kerja satu tahun kedepan sehingga masing-masing pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan dapat melaksanakan tugas dan perannya secara baik. 2. Mewujudkan integrasi, sinkronisasi dan sinergitas pembangunan baik

antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintahan maupun antar tingkat pemerintahan.

3. Mewujudkan keterkaitan, konsistensi tahapan serta mekanisme antara perencanaan dan penganggaran, dimana Renja OPD secara paralel digunakan bagi penyusunan dokumen RKPD Provinsi Lampung sebagai bahan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2021 sebagai landasan penyusunan Rancangan APBD Provinsi Lampung Tahun 2021.

4. Menjadi ukuran keberhasilan pembangunan sektor perindustrian dan sektor perdagangan di Provinsi Lampung dalam hal pengendalian, pengawasan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam rangka perwujudan kesejahteraan masyarakat.

1.4 Sistematika Dokumen Renja

Rencana Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Tahun 2021 disusun dengan sistematika sebagai berikut :

(8)

penganggaran, memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renja, dan menguraikan pokok bahasan dalam penyusunan Renja.

BAB II. EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU Pada bagian ini dijelaskan mengenai evaluasi renja pada pelaksanaan program dan kegiatan – kegiatan yang terdapat dalam renja tahun sebelumnya.

BAB III. TUJUAN DAN SASARAN

Berisikan telaahan terhadap kebijakan nasional, kemudiaan tujuan serta sasaran renja pada tahun yang akan datang serta rumusan program dan kegiatan guna menunjang tujuan serta sasaran renja yang akan dicapai.

BAB IV. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN

Berisikan matriks rencana program dan kegiatan, kebutuhan pendanaan indikatif, lokasi, indikator, target dan prakiraan maju

BAB V. PENUTUP

Berisikan uraian penutup, berupa: catatan penting yang perlu mendapat perhatian, baik dalam rangka pelaksanaan maupun ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan; kaidah-kaidah pelaksanaan; serta rencana tindak lanjut.

(9)

Perdagangan Provinsi Lampung Tahun 2019 dan Capaian Renja terhadap Renstra.

Dinas Perindustrian Provinsi Lampung pada tahun 2019 memiliki pagu anggaran berdasarkan APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 11.488.137.931,- yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 7.602.971.931,- dan Belanja Langsung sebesar Rp. 3.885.166.000,- dengan melaksanakan 7 (tujuh) program pembangunan yang terdiri dari 34 kegiatan. Tetapi pada perjalanannya terjadi rasionalisasi sehingga pagu anggaran Dinas Perindustrian Provinsi Lampung berdasarkan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019 menjadi sebesar Rp. 13.842.803.664,- yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 9.178.353.378,- dan Belanja Langsung sebesar Rp. 4.664.450.286,- dengan melaksanakan 7 (tujuh) program pembangunan yang terdiri dari 32 kegiatan. Realisasi anggaran pada tahun 2019 sebesar Rp. 12.908.968.779,00,- atau sebesar 93,52%, yang terdiri dari realisasi anggaran Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 8.390.644.789,- atau sebesar 91,41% dan realisasi anggaran Belanja Langsung sebesar Rp. 4.518.323.990,- atau sebesar 96,87%.

Berikut uraian realisasi capaian program dan kegiatan Dinas Perindustrian Provinsi Lampung Tahun 2019:

(10)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 = 8 / 7 10 = 6 + 8 11 = 10 / 5 1 03.07.23.011 Supervisi Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota Jumlah Supervisi penyusnan RPIK 15 138.040.000,00 6 84.942.000,00 5 50.850.216,00 4 47.720.000,00 80 93,84 10 132.662.000,00 66,67 96,1 2 03.07.23.010 Kemitraan Antara Industri Kecil, Mengengah dan Besar Jumlah Dokumen inventarisasi peluang kemitraan IKM dengan industri besar 3 449.950.000,00 0 22.521.250,00 1 0 0 0 0 0 0 22.521.250,00 0 5,01 3 03.07.23.009 Bimtek Penerapan Standar Mutu Produk IKM Jumlah peserta pelatihan 3 210.000.000,00 1 144.732.500,00 1 167.185.676,00 1 162.762.390,00 100 97,35 2 307.494.890,00 66,67 146,43 4 03.07.15.051 Pengembangan Industri Furniture Jumlah Peserta 140 550.000.000,00 50 279.767.000,00 30 98.544.997,00 30 98.544.997,00 100 100 80 378.311.997,00 57,14 68,78 5 03.07.15.048 Pengembangan Industri Olahan Pangan Berbasis Komoditi Hasil Perkebunan dan kehutanan Jumlah Peserta 1 0 30 242.097.300,00 30 662.050.000,00 30 661.019.600,00 100 99,84 60 903.116.900,00 6.000,00 0 6 03.07.15.052 Pengembangan Industri Sandang, Tenun dan Kain Tradisional

Jumlah Peserta 320 1.200.000.000,00 50 574.565.700,00 30 109.141.856,00 30 108.149.859,00 100 99,09 80 682.715.559,00 25 56,89

7 05.04.15.002 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

Jumlah Waktu 60 880.000.000,00 54 552.389.932,00 12 277.998.708,00 12 249.426.629,00 100 89,72 66 801.816.561,00 110 91,12

8 05.04.15.007 Penyediaan jasa administrasi

(11)

9 05.04.15.008 Penyediaan jasa kebersihan kantor Jumlah Waktu 60 273.351.600,00 48 104.694.600,00 12 22.818.974,00 12 22.775.500,00 100 99,81 60 127.470.100,00 100 46,63 10 05.04.15.011 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Jumlah Waktu 60 275.000.000,00 48 126.236.200,00 12 27.922.000,00 12 27.921.500,00 100 100 60 154.157.700,00 100 56,06 11 05.04.15.010 Penyediaan alat tulis kantor Jumlah Waktu 60 270.000.000,00 48 1.067.996.100,00 12 40.129.891,00 12 40.129.050,00 100 100 60 1.108.125.150,00 100 410,42 12 05.04.15.012 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor Jumlah Waktu 60 335.000.000,00 48 134.360.000,00 12 13.788.570,00 12 13.788.570,00 100 100 60 148.148.570,00 100 44,22 13 05.04.15.015 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan Jumlah Waktu 60 115.000.000,00 48 210.388.000,00 12 53.180.000,00 12 38.680.000,00 100 72,73 60 249.068.000,00 100 216,58 14 05.04.15.017 Penyediaan makanan dan minuman rapat Jumlah Waktu 60 274.750.000,00 48 114.195.000,00 12 18.720.000,00 12 40.560.000,00 100 216,67 60 154.755.000,00 100 56,33 15 05.04.15.018 Rapat - Rapat Koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Jumlah pelaksanaan koordinasi dan konsultasi ke luar daerah 60 935.000.000,00 48 604.454.163,00 12 143.029.000,00 12 142.995.000,00 100 99,98 60 747.449.163,00 100 79,94 16 05.04.15.022 Rapat - Rapat Koordinasi dan konsultasi dalam daerah Jumlah Waktu 60 549.880.000,00 48 334.775.000,00 12 108.740.000,00 12 111.794.000,00 100 102,81 60 446.569.000,00 100 81,21 17 05.04.15.029 Pameran dan Promosi Pembangunan Jumlah Kegiatan 5 408.000.000,00 3 352.740.000,00 1 145.360.050,00 1 145.312.750,00 100 99,97 4 498.052.750,00 80 122,07 18 05.04.16.020 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional Jumlah Waktu 60 560.000.000,00 48 335.844.566,00 12 97.352.400,00 12 84.980.650,00 100 87,29 60 420.825.216,00 100 75,15 19 05.04.16.007 Pengadaan perlengkapan gedung kantor Jumlah Paket 13 1.374.000.000,00 3 979.945.000,00 1 26.100.000,00 2 19.325.000,00 200 74,04 5 999.270.000,00 38,46 72,73

(12)

20 05.04.16.024 Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor Jumlah Waktu 60 420.000.000,00 43 116.200.000,00 12 26.100.000,00 9 26.100.000,00 75 100 52 142.300.000,00 86,67 33,88 21 05.04.19.006 Koordinasi dan Sinkronisasi Program Jumlah Koordinasi dan Sinkronisasi 19 330.000.000,00 19 355.510.450,00 5 95.623.801,00 5 93.295.290,00 100 97,56 24 448.805.740,00 126,32 136 22 05.04.19.028 Monitoring, evaluasi dan pelaporan Banyaknya perjalanan dinas 75 305.000.000,00 44 139.999.400,00 10 50.066.782,00 10 49.906.800,00 100 99,68 54 189.906.200,00 72 62,26 23 05.04.19.026 Pengelolaan SDM Umum, Kepegawaian dan Diklat Pegawai Jumlah Bulan 60 295.000.000,00 6 99.727.800,00 12 21.487.276,00 0 0 0 0 6 99.727.800,00 10 33,81 24 05.04.19.035 Koordinasi dan pengawasan evaluasi dan pelaporan (PEP) Efek Gas Rumah Kaca disektor Industri

Terlaksananya koordinasi dan pengawasan evaluasi dan pelaporan (PEP) efek gas rumah kaca disektor industri 5 385.000.000,00 26 249.320.064,00 2 77.471.841,00 2 63.178.441,00 100 81,55 28 312.498.505,00 560 81,17 25 05.04.19.106 Fasilitasi Pengembangan Kawasan Industri di Propinsi Lampung Jumlah Kawasan industri yang dilakukan fasilitasi 6 400.000.000,00 9 468.152.593,00 1 144.979.906,00 1 102.166.326,00 100 70,47 10 570.318.919,00 166,67 142,58 26 05.04.20.001 Penyusunan laporan Keuangan Jumlah Dokumen 10 280.000.000,00 7 184.605.575,00 2 9.447.000,00 2 9.421.561,00 100 99,73 9 194.027.136,00 90 69,3 27 03.07.15.053 Fasilitas Promosi Produk Kerajinan Khas dan Unggulan Daerah Jumlah Event 16 1.600.000.000,00 6 2.265.999.412,00 2 605.291.065,00 2 605.068.465,00 100 99,96 8 2.871.067.877,00 50 179,44

(13)

28 03.07.15.054 Pengembangan IKM Logam dan Mesin

Jumlah Kegiatan 3 675.000.000,00 31 301.204.400,00 1 87.166.711,00 1 87.143.900,00 100 99,97 32 388.348.300,00 1.066,67 57,53

29 03.07.16.005 Pelatihan Industri Kreatif Berbahan Baku Tanah Liat

Jumlah Peserta 20 75.000.000,00 1 75.028.500,00 20 92.033.159,00 20 91.964.000,00 100 99,92 21 166.992.500,00 105 222,66 30 03.07.23.001 Pembinaan dan pengawasan industri hijau Terlaksananya pembinaan dan pengawasan industri hijau 50 257.000.000,00 38 164.364.386,00 15 81.930.095,00 11 76.450.603,00 73,33 93,31 49 240.814.989,00 98 93,7 31 03.07.23.007 Pengembangan Industri dan Kemasan Jumlah kegiatan 12 1.200.000.000,00 85 678.296.200,00 2 217.607.000,00 2 217.586.700,00 100 99,99 87 895.882.900,00 725 74,66 32 05.04.20.006 Penyusunan Renstra - Jumlah Dokumen 1 200.000.000,00 0 0 1 95.533.858,00 1 90.502.936,00 100 94,73 1 90.502.936,00 100 45,25 33 03.07.15.050 Pengembangan Industri Kerajinan dan Olahan Kulit Jumlah Peserta Pelatihan 320 1.150.000.000,00 1 99.980.000,00 30 107.127.954,00 30 106.377.954,00 100 99,3 31 206.357.954,00 9,69 17,94 34 03.07.15.031 Peningkatan Kualitas Prodk olahan pangan berbasis Hortikultura dan Ikan Jumlah Peserta 90 202.000.000,00 0 0 60 144.454.000,00 60 143.415.019,00 100 99,28 60 143.415.019,00 66,67 71 35 03.07.15.018 Partisipasi pameran Agro Expo Jumlah Event 5 596.517.000,00 6 637.216.307,00 2 356.021.500,00 2 354.214.500,00 100 99,49 8 991.430.807,00 160 166,2

(14)

program pembangunan yang terdiri dari 48 kegiatan. Tetapi pada perjalanannya terjadi rasionalisasi sehingga pagu anggaran Dinas Perdagangan Provinsi Lampung berdasarkan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019 menjadi Rp. 14.994.575.950,- yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 10.008.587.000,- dan Belanja Langsung sebesar Rp. 4.985.988.950,- dengan melaksanakn 11 (sebelas) program pembangunan yang terdiri dari 48 kegiatan. Realisasi anggaran pada tahun 2019 sebesar Rp. 14.076.030.139,- atau sebesar 93,87%, yang terdiri dari realisasi anggaran Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 9.346.552.868,- atau sebesar 93,39% dan realisasi anggaran Belanja Langsung sebesar Rp. 4.729.477.271,- atau sebesar 94,86%.

Berikut uraian realisasi capaian program dan kegiatan Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Tahun 2019:

(15)

Kode

Permendagri Program / Kegiatan

Indikator Kinerja Program(outcome) / Kegiatan(Outcome)

Capaian Program (Renstra SKPD) s/d Akhir Tahun Renstra

Realisasi Renstra s/d Tahun 2018 Capaian Program (Renja SKPD) Tahun 2019 Realisasi Renja SKPD Tahun 2019 Tingkat Capaian Tahun 2019 Realisasi Kinerja s/d Tahun 2019 Tingkat Capaian (%) K Rp. K Rp. K Rp. K Rp. K Rp. K Rp. K Rp. 2 3 4 5 6 7 8 9 = 8 / 7 10 = 6 + 8 11 = 10 / 5 03.06.28.012 Verifikasi standar interkomparasi ke luar provinsi dan kab/kota

Jumlah verifikasi standar ukuran dan lab

4,00 210.000.000 3,00 98.724.000 1,00 59.500.000 1,00 39.820.000 100 66,92 4,00 138.544.000 100 65,97 03.06.28.009 Sosialisasi dokumen mutu laboratorium ISO 17025 Jumlah peserta sosialisasi tentang manajemen mutu ISO 17025 90,00 320.000.000 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 05.04.25.025 Penyelenggaraan Musrenbang SKPD Jumlah laporan 4,00 350.000.000 4,00 240.864.994 1,00 109.328.000 1,00 108.343.790 100 99,10 5,00 349.208.784 125 99,77 05.04.25.005 Rapat Koordinasi dan Konsultasi Perencanaan Jumlah pelaksanaan koordinasi program/kegiatan antar daerah dan antara pusat dengan daerah

15,00 320.000.000 12,00 86.907.047 2,00 41.078.000 2,00 41.078.000 100 100 14,00 127.985.047 93,33 40,00

05.04.20.077 Peningkatan Data dan Informasi

Jumlah jasa sistem informasi sektor perdagangan 10,00 590.800.000 6,00 226.611.500 1,00 11.868.000 1,00 11.868.000 100 100 7,00 238.479.500 70,00 40,37 05.04.20.069 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja Jumlah dokumen 85,00 560.000.000 38,00 257.949.100 15,00 11.400.000 15,00 11.400.000 100 100 53,00 269.349.100 62,35 48,10

(16)

2 3 4 5 6 7 8 9 = 8 / 7 10 = 6 + 8 11 = 10 / 5 05.04.20.001 Penyusunan laporan Keuangan Jumlah laporan keuangan 10,00 582.000.000 8,00 129.777.900 1,00 15.875.800 1,00 15.875.700 100 100 9,00 145.653.600 90,00 25,03

05.04.19.114 Penyusunan Renstra Jumlah dokumen Renstra Dinas Perdagangan Provinsi Lampung 1,00 85.000.000 0,00 0,00 1,00 71.626.000 1,00 71.545.400 100 99,89 1,00 71.545.400 100 84,17 05.04.19.028 Monitoring, evaluasi dan pelaporan Jumlah kegiatan monitoring dan evaluasi 36,00 310.000.000 23,00 117.064.500 6,00 31.152.000 6,00 31.152.000 100 100 29,00 148.216.500 80,56 47,81 05.04.19.026 Pengelolaan SDM Umum, Kepegawaian dan Diklat Pegawai Jumlah waktu pengelolaan SDM Umum dan Kepegawaian 60,00 395.000.000 36,00 124.466.000 12,00 25.600.000 12,00 20.240.000 100 79,06 48,00 144.706.000 80,00 36,63 05.04.20.022 Penyusunan data kepegawaian Jumlah data kepegawaian 20,00 360.000.000 20,00 118.278.000 4,00 6.314.000 4,00 6.314.000 100 100 24,00 124.592.000 120 34,61 05.04.16.024 Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor Jumlah pemeliharaan peralatan gedung kantor 90,00 310.000.000 141 192.270.000 50,00 30.000.000 50,00 29.925.000 100 99,75 191 222.195.000 212,22 71,68 05.04.16.020 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional Jumlah kendaraan dinas/operasional 41,00 1.199.878.400 19,00 527.559.658 11,00 291.834.500 11,00 253.263.811 100 86,78 30,00 780.823.469 73,17 65,08 05.04.16.018 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Jumlah waktu pemeliharaan secara rutin/berkala gedung kantor 48,00 800.000.000 12,00 50.000.000 12,00 250.000.000 12,00 249.581.700 100 99,83 24,00 299.581.700 50,00 37,45

(17)

2 3 4 5 6 7 8 9 = 8 / 7 10 = 6 + 8 11 = 10 / 5 05.04.15.029 Pameran dan Promosi Pembangunan Jumlah partisipasi promosi pembangunan 4,00 565.000.000 2,00 117.860.000 1,00 85.000.000 1,00 85.000.000 100 100,00 3,00 202.860.000 75,00 35,90 05.04.15.022 Rapat - Rapat Koordinasi dan konsultasi dalam daerah Jumlah pelaksanaan koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah 219 580.835.000 171 283.321.300 48,00 58.020.000 48,00 57.985.000 100 99,94 219 341.306.300 100 58,76 05.04.15.018 Rapat - Rapat Koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Jumlah pelaksanaan koordinasi dan konsultasi ke luar daerah 129 919.143.000 75,00 445.600.137 20,00 111.260.000 20,00 109.415.400 100 98,34 95,00 555.015.537 73,64 60,38 05.04.15.017 Penyediaan makanan dan minuman rapat

Jumlah waktu penyediaan makanan dan minuman rapat

60,00 235.000.000 48,00 80.255.000 12,00 12.480.000 12,00 12.480.000 100 100 60,00 92.735.000 100 39,46

05.04.15.015 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan

Jumlah waktu penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan

60,00 210.000.000 48,00 92.200.000 12,00 24.492.000 12,00 24.484.000 100 99,97 60,00 116.684.000 100 55,56

05.04.15.002 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

Jumlah waktu penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

60,00 1.740.000.000 48,00 1.017.080.682 12,00 622.766.000 12,00 565.237.611 100 90,76 60,00 1.582.318.293 100 90,94 05.04.15.007 Penyediaan jasa administrasi keuangan Jumlah waktu pelayanan administrasi keuangan 60,00 1.960.200.000 48,00 1.578.260.000 12,00 704.000.000 12,00 701.300.000 100 99,62 60,00 2.279.560.000 100 116,29 05.04.15.008 Penyediaan jasa kebersihan kantor Jumlah waktu penyediaan jasa kebersihan kantor 60,00 420.000.000 48,00 119.100.497 12,00 120.000.000 12,00 120.000.000 100 100 60,00 239.100.497 100 56,93

(18)

2 3 4 5 6 7 8 9 = 8 / 7 10 = 6 + 8 11 = 10 / 5 05.04.15.010 Penyediaan alat tulis

kantor

Jumlah waktu penyediaan alat tulis kantor 60,00 465.171.600 48,00 195.535.950 12,00 37.186.700 12,00 36.982.800 100 99,45 60,00 232.518.750 100 49,99 05.04.15.012 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor Jumlah waktu penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan 60,00 265.000.000 36,00 36.968.500 12,00 7.537.500 12,00 7.491.027 100 99,38 48,00 44.459.527 80,00 16,78 05.04.15.011 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Jumlah waktu penyediaan barang cetakan dan penggandaan 60,00 365.000.000 48,00 103.565.550 12,00 20.000.000 12,00 19.645.300 100 98,23 60,00 123.210.850 100 33,76 03.06.31.002 Perluasan ruang lingkup pengujian komoditi eksport CPO, kayu manis, gabah, beras dan karet konvensional

Jumlah jenis komoditi ekspor yang diuji

20,00 465.000.000 0,00 0,00 5,00 150.000.000 5,00 61.890.000 100 41,26 5,00 61.890.000 25,00 13,31 03.06.31.006 Peningkatan pelayanan pengujian mutu komoditi Jumlah pelayanan pengujian mutu komoditi 16,00 660.000.000 8,00 272.362.000 4,00 112.217.950 4,00 112.191.200 100 99,98 12,00 384.553.200 75,00 58,27 03.06.31.004 Peningkatan kompetensi penguji mutu barang dan petugas pengambil contoh Jumlah SDM fungsional mutu barang yang ditingkatkan kompetensinya 55,00 570.000.000 10,00 17.907.400 4,00 31.000.000 4,00 30.967.250 100 99,89 14,00 48.874.650 25,45 8,57

(19)

2 3 4 5 6 7 8 9 = 8 / 7 10 = 6 + 8 11 = 10 / 5 03.06.30.016 Koordinasi dan pengendalian lintas sektoral dalam rangka pengembangan produk dan promosi ke luar negeri

Jumlah koordinasi pengembangan produk dan pemasaran di luar negeri 9,00 250.000.000 1,00 76.612.577 1,00 168.500.000 1,00 168.461.659 100 99,98 2,00 245.074.236 22,22 98,03 03.06.30.012 Pembinaan, fasilitasi dan pencitraan produk unggulan daerah Jumlah pembinaan, fasilitasi dan pencitraan produk unggulan daerah 10,00 320.000.000 1,00 74.800.000 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 1,00 74.800.000 10,00 23,38 03.06.30.011 Partisipasi pameran produk unggulan di luar negeri

Jumlah pameran yang diikuti

1,00 0,00 2,00 586.828.500 1,00 450.000.000 1,00 450.000.000 100 100 3,00 1.036.828.500 300 0,00

03.06.30.009 Diklat peningkatan pemahaman eksportir dan calon eksportir terhadap dukomen dan persayaratan dalam perdagangan internasional

Jumlah pelaku usaha yang mengikuti diklat

(20)

2 3 4 5 6 7 8 9 = 8 / 7 10 = 6 + 8 11 = 10 / 5 03.06.30.008 Fasilitasi bagi

eksportir dan calon eksportir dalam rangka akses terhadap pembiayaan untuk mendukung proses eksport

Jumlah fasilitasi bagi ekportir dan calon eksportir

24,00 400.000.000 2,00 86.009.000 1,00 48.000.000 1,00 47.377.100 100 98,70 3,00 133.386.100 12,50 33,35

03.06.30.006 Bimtek bagi eksportir dan importir pemula

Jumlah eksportir dan importir yang mengikuti bimtek 450 455.000.000 140 101.036.000 80,00 55.050.000 80,00 53.963.600 100 98,03 220 154.999.600 48,89 34,07 03.06.30.004 Forum koordinasi implementasi kebijakan perdagangan luar negeri

Jumlah peserta forum koordinasi

240 355.000.000 40,00 42.770.000 60,00 9.000.000 60,00 8.799.000 100 97,77 100 51.569.000 41,67 14,53

03.06.30.001 Partisipasi pameran produk eksport dan komoditi potensial

Jumlah pameran produk ekspor dan unggulan yang diikuti

24,00 1.775.000.000 8,00 715.993.000 2,00 130.000.000 2,00 127.210.650 100 97,85 10,00 843.203.650 41,67 47,50

03.06.29.007 Membangun jejaring pasar dalam dan luar provinsi Jumlah kegiatan pembangunan jejaring pasar 4,00 520.000.000 1,00 5.480.000 1,00 38.000.000 1,00 37.998.300 100 100 2,00 43.478.300 50,00 8,36 03.06.27.011 Peningkatan kerjasama pemasaran produk antar daerah

Jumlah kegiatan peningkatan kerjasama pemasaran produk antar daerah

(21)

2 3 4 5 6 7 8 9 = 8 / 7 10 = 6 + 8 11 = 10 / 5 03.06.27.005 Partisipasi pameran

luar daerah

Jumlah pameran yang diikuti

8,00 975.000.000 4,00 203.793.000 1,00 120.000.000 1,00 114.869.828 100 95,72 5,00 318.662.828 62,50 32,68

03.06.27.009 Fasilitasi merk dagang dan barcode

Jumlah fasilitasi merek dagang dan barcode

8,00 650.000.000 2,00 104.250.000 2,00 90.000.000 2,00 88.722.200 100 98,58 4,00 192.972.200 50,00 29,69

03.06.27.004 Pasar murah bersubsidi

Jumlah kegiatan pasar murah bersubsidi

40,00 4.150.000.000 54,00 2.263.199.000 2,00 103.955.000 2,00 98.387.500 100 94,64 56,00 2.361.586.500 140 56,91

03.06.27.002 Pemantauan dan informasi stok dan harga bahan pokok serta barang strategis

Jumlah laporan pemantauan stok dan harga barang strategis dan bahan pokok per tahun 8,00 485.000.000 1,00 23.200.000 1,00 36.000.000 1,00 35.700.000 100 99,17 2,00 58.900.000 25,00 12,14 03.06.25.030 Dukungan Badan Penyelesaiaan Sengketa Konsumen (BPSK) Kab/Kota Jumlah BPSK yang didukung 6,00 975.000.000 0,00 0,00 1,00 49.309.600 1,00 27.506.600 100 55,78 1,00 27.506.600 16,67 2,82 03.06.25.008 Pengawasan barang-barang dalam pengawasan (zat berbahaya dan minuman beralkohol) Jumlah pengawasan bahan berbahaya dan minuman beralkohol

20,00 345.000.000 12,00 146.920.000 5,00 33.500.000 5,00 33.425.970 100 99,78 17,00 180.345.970 85,00 52,27

03.06.25.016 Pengawasan barang beredar ber SNI wajib

Jumlah pengawasan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan per tahun

(22)

2 3 4 5 6 7 8 9 = 8 / 7 10 = 6 + 8 11 = 10 / 5 03.06.25.025 Kampanye dan edukasi masyarakat tentang perlindungan konsumen Jumlah kegiatan pemahaman pentingnya perlindungan bagi konsumen 4,00 500.000.000 5,00 327.372.000 1,00 150.000.000 1,00 149.801.500 100 99,87 6,00 477.173.500 150 95,43 05.04.16.015 Pengadaan sarana dan prasarana kantor

Jumlah pengadaan sarana dan prasarana kantor 3,00 290.000.000 2,00 171.850.000 1,00 160.867.900 1,00 160.680.900 100 99,88 3,00 332.530.900 100 114,67 03.06.31.009 Peningkatan sarana pengujian laboratorium Jumlah penyediaan sarana pengujian laboratorium 19,00 650.000.000 11,00 212.491.000 2,00 136.170.000 2,00 136.020.000 100 99,89 13,00 348.511.000 68,42 53,62

(23)

Pelayanan pada Dinas Perdagangan Provinsi Lampung selama tahun 2019 adalah sebagai berikut :

a. Penerbitan SKA (Surat Keterangan Asal).

Surat Keterangan Asal (SKA) merupakan sertifikasi asal barang, dimana dinyatakan dalam sertifikat tersebut bahwa barang / komoditas yang diekspor adalah berasal dari daerah / negara pengekspor. Sepanjang tahun 2019, Dinas Perdagangan Provinsi Lampung talah menerbitkan SKA (secara online) ssebanyak 17.113 buah.

b. Pelayanan pengujian dan sertifikasi mutu

Sepanjang tahun 2019, UPTD Balai Pengujian Dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) telah melakukan pelayanan pengujian mutu barang. Jumlah sertifikasi mutu barang yang telah diterbitkan oleh UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Dinas Perdagangan Provinsi Lampung pada tahun 2019 adalah sebanyak 2.123 sertifikat yang terdiri dari; komoditas kopi sebanyak 1.847 sertifikat, komoditas lada sebanyak 139 sertifikat, komoditas coklat sebanyak 92 sertifikat, komoditas kayu manis sebanyak 5 sertifikat, komoditas gabah sebanyak 4 sertifikat, komoditas beras sebanyak 13 sertifikat, komoditas jagung sebanyak 3 sertifikat, komoditas karet sebanyak 14 sertifikat, kalibrasi cevatester sebanyak 6 sertifikat.

2.3 Isu-Isu Penting Yang Terkait Dengan Penyelenggaraan Tupoksi Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan Provinsi Lampung

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan Provinsi di bidang perindustrian dan perdagangan. Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung tidak selalu berjalan dengan mulus. Terdapat hambatan yang dialami oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung untuk menjalankan tugas pokok serta fungsinya

(24)

1. Masih terbatasnya kemampuan indutri kecil dan menengah terutama dalam hal penerapan standar mutu, penggunaan teknologi, pengembangan kreatifitas, inovasi dan diversifikasi produk;

2. Masih rendahnya kesadaran dari pelaku industri untuk melakukan proses produksi yang berorientasi lingkungan dan berkelanjutan melalui penerapan prinsip-prinsip industri hijau;

3. Tidak tersedianya rodmap pembangunan SDM Industri yang mengakibatkan belum tercapainya sinergi antara dunia pendidikan selaku penyedia dengan dunia industri selaku user;

4. Hilirisasi pengolahan sumber daya alam belum optimal dilakukan di Provinsi Lampung, masih banyak sumber daya alam dari Provinsi Lampung yang dikirim keluar daerah dalam bentuk bahan mentah;

5. Masih banyak potensi kerjasama antara industri kecil dan menengah (IKM) dengan perusahaan besar dan BUMN yang belum difasilitasi oleh pemerintah; 6. Informasi yang terkait potensi investasi dan perizinan dibidang perindustrian di Provinsi Lampung belum ter-diseminasikan dengan baik kepada calon investor dan ada pada skala nasional maupun internasional;

7. Masih rendahnya kompetensi aparatur Dinas Perindustrian terutama dalam hal pengawasan dan pengendalian terhadap kepatuhan berusaha industri; 8. Penerapan SNI wajib masih belum tersosialisasi dengan baik kepada pelaku

industri terutama industri kecil dan menengah;

9. Pembangunan industri masih terkendala pengembangan perwilayahan industri (WPPI, KPI, KI, SIKIM) keterbatasan infrastruktur penunjang industri; 10. Belum tersedianya data yang mutakhir terkait unit usaha industri dan kawasan

industri yang ada di Provinsi Lampung;

11. Belum meratanya penerapan teknologi informasi dalam perdagangan; 12. Pengelolaan dan pengawasan e-commerce yang belum jelas;

13. Rendahnya kinerja BPSK;

(25)

18. Masih mengandalkan negara tujuan ekspor utama;

19. Fluktuasi harga bahan pangan pokok penting khusunya pada saat HBKN. Berdasarkan hambatan yang dihadapi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung serta dari hasil evaluasi Renja tahun sebelumnya, maka isu-isu strategis yang perlu ditindaklanjuti pada penyusunan Renja tahun 2019 guna mencapai target kinerja yang telah ditetapkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung serta terkait dengan tugas pokok dan fungsinya adalah sebgai berikut :

1. Sektor industri pengolahan yang belum menjadi kontributor utama PDRB Provinsi Lampung;

2. Kesiapan dalam menghadapi industri 4.0

3. Peningkatan kapasitas lembaga, daya saing, literasi PKM dalam menghadapi era ekonomi digital.

4. Peningkatan koordinasi dengan stakeholder terkait guna menjaga pergerakan harga bahan pangan pokok penting.

5. Peningkatan perlindungan konsumen.

6. Pembentukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di tiap kota dan kabupaten.

7. Pengembangan produk ekspor potensial dan inovatif. 8. Peningkatan informasi guna membuka akses pasar ekspor. 9. Pengembangan citra produk/komoditi Provinsi Lampung. 2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD.

Untuk menjaga kesinambungan pembangunan daerah dan memperhatikan bauran hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun sebelumnya, situasi dan tantangan perkonomian daerah, kerangka pendanaan pembangunan daerah dan sinergi pembangunan antara daerah dan nasional; sasaran pembangunan daerah Provinsi Lampung tahun 2021 di arahkan pada :

(26)

Sasaran Makro Pertumbuhan Ekonomi (%) 5,4 - 5,6

Inflasi (%) 3,5 – 4

Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 4

Tingkat Kemiskinan (%) 12,36

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 69,59 – 70

Indeks Gini 0,33 - 0,32

PDRB Per Kapita ADHB (Juta Rupiah) 40,56

Nilai Tukar Petani (NTP) 105

Pertumbuhan PAD (%) 85

Persentase pemantapan jalan Provinsi 12,36

Berdasarkan kewenangan pemerintah Provinsi Lampung sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan mengacu pada sasaran pokok dan prioritas pembangunan sebagimana tercantum dalam RPJMD Provinsi Lampung Tahun 2019-2024, maka dalam rangka menjaga konsistensi dan sinergi pencapaian target sasaran pembangunan daerah dan nasional, prioritas pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2021 juga diarahkan pada dukungan terhadap pencapaian sasaran pembangunan dalam RPJMN 2020-2021 dan RKP Tahun 2020-2021 maupun program strategis nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Sejalan dengan RKP Tahun 2021, Pemerintah Provinsi Lampung telah pula menetapkan prioritas Pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2021 yang bertema : “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Infrastruktur Menuju Lampung Berjaya”. Dengan prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahun 2021 sebagai beerikut :

1. Pembanguna sumber daya manusia; 2. Pembangunan infrastruktur;

3. Peningkatan investasi dan nilai tambah produk unggulan; 4. Reformasi birokrasi;

(27)

pembangunan RPJMD Provinsi Lampung Tahun 2019-2024. Mengacu pada dimensi pembangunan sebagaimana telah tercantum dalam RPJMN 2020-2024 dan sesuai dengan arahan presiden malalui surat edaran mendagri nomor 050/13402/SJ Tanggal 2 Des 2019, maka 6 (enam) prioritas pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2021 telah pula dirancang dan selaras dengan Pokok arahan presiden tersebut, yaitu :

Prioritas Pembangunan Provinsi Lampung

Pokok Arahan Presiden (Surat Edaran Mendagri Nomor 050/13402/SJ Tanggal 2 Des 2019) 1. Pembanguna sumber daya manusia

Pembangunan Sumber Daya Manusia

5. Kehidupan masyarakat yang religius, aman dan berbudaya 6. Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan mitigasi bencana

2. Pembangunan infrastruktur Pembangunan Infrastruktur 3. Peningkatan investasi dan nilai

tambah produk unggulan Transformasi ekonomi

4. Reformasi birokrasi Penyederhanaan Birokrasi Penyederhanaan Regulasi

2.5 Penelaahan Usul Program dan Kegiatan dari Pemangku Kepentingan Pembangunan

Rancangan rencana kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung harus didiskusikan didalam Musrenbang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung. Pembahasan dilakukan untuk menyelaraskan rumusan rancangan Renja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung dengan Renja Dinas Sektor Perdagangan kabupaten/kota. Sehingga terciptanya keselarasan pembangunan sektor perindustrian dan perdagangan di Provinsi Lampung. Sampai saat penyusunan rancangan rencana kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung belum melaksanakan musrenbang sektor perindustrian dan perdagangan.

(28)

Tema Pembangunan Nasional Tahun 2021 : “Meningkatkan Industri, Pariwisata dan Investasi di Berbagai Wilayah Didukung oleh SDM, dan Infrastruktur untuk Pertumbuhan Berkualitas”. Dalam rangka mendukung pencapaian target pembangunan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam rancangan RKP Tahun 2021, pemerintah pusat telah menyusun prioritas pembangunan nasional tahun 2021 yang sesuai dengan agenda pembangunan dalam RPJMN 2020-2024 , sebagai berikut :

1. Penguatan ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan;

2. Pengembangan wilayah untuk mengurangi kesenjangan; 3. SDM berkulaitas dan berdaya saing;

4. Revolusi mental dan pembangunan kebudayaan; 5. Infrastruktur untuk ekonomi dan pelayanan dasar;

6. Lingkungan hidup, ketahanan bencana, dan perubahan iklim; 7. Stabilitas polhukhankam dan transformasi pelayanan public.

Adapun, sasaran makro pembangunan nasional selama tahun 2020 - 2024, adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1 Sasaran Makro Pembangunan Nasional 2020 - 2024 Sasaran Dalam RPJMN 2020 - 2024 Indikator Target Tahun 2020 -2024 Sasaran Makro Pertumbuhan Ekonomi (%) 5,7 – 6,0 Rasio Gini (%) 0,360 – 0,374

Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 3,6 – 4,3

Tingkat Kemiskinan (%) 6,0 – 7,0

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 75,54 Sesuai dengan penjabaran diatas, Arahan sektor perindustrian dan sektor perdagangan pada tahun 2021 adalah sebagai berikut :

(29)

berkualitas dan berkeadilan. Prioritas nasional ini memiliki 8 program prioritas, dimana sektor perindustrian berada dalam 4 program prioritas dengan setiap program prioritas memiliki kegiatan prioritas. Penjabaran dari keempat program prioritas yang menjadi arah bagi sektor industri adalah sebagai berikut :

1. Program Prioritas 5 : Penguatan Kewirausahaan, UMKM, dan Koperasi. Dengan kegiatan prioritas :

 KP 1. Peningkatan kemitraan usaha antara usaha mikro kecil dan usaha menengah besar.

 KP 2. Peningkatan kapasitas usaha dan akses pembiayaan bagi wirausaha  KP 4. Peningkatan pencipataan peluang usaha dan start-up.

2. Program Prioritas 6 : Peningkatan nilai tambah, lapangan kerja, dan investasi di sektor riil, dan industrialisasi. Dengan kegiatan prioritas :

 KP 1. Peningkatan industrialisasi berbasis pengolahan, pertanian, kemaritiman dan non agro yang terintegrasi hulu-hilir.

 KP 2. Peningkatan industrialisasi melalui pengembangan smelter dan kawasan industri terutama di luar Jawa

 KP 3. Peningkatan daya saing destinasi dan industri pariwisata yang didukung penguatan rantai pasok dan ekosistem pariwisata

 KP 4. Peningkatan nilai tambah dan daya saing produk dan usaha dan digital

 KP 6. Pengembangan Industri halal

3. Program Prioritas 7 : Peningkatan ekspor bernilai tambah tinggi dan penguatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) Dengan kegiatan prioritas :

 KP 1. Peningkatan diversifikasi, nilai tambah, dan daya saing produk ekspor dan jasa

 KP 4. Peningkatan kandungan dan penggunaan produk dalam negeri termasuk melalui pengadaan pemerintah yang efekti

(30)

 KP 4. Peningkatan penerapan praktik berkelanjutan pada industri pengolahan dan pariwisata

Sektor Perdagangan

Dalam RPJMN tahun 2020 – 2024, sektor perdagangan berada dalam agenda pembangunan/prioritas nasional Penguatan ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan. Arah sektor perdagangan dalam program prioritas pada tahun 2021 adalah sebagai berikut :

1. Program Prioritas 5 : Penguatan Kewirausahaan, UMKM, dan Koperasi. Dengan kegiatan prioritas :

 KP 1. Peningkatan kemitraan usaha antara usaha mikro kecil dan usaha menengah besar.

 KP 2. Peningkatan kapasitas usaha dan akses pembiayaan bagi wirausaha  KP 4. Peningkatan pencipataan peluang usaha dan start-up.

2. Program Prioritas 6 : Peningkatan ekspor bernilai tambah tinggi dan penguatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Dengan kegiatan prioritas :

 KP 1. Peningkatan diversifikasi, nilai tambah, dan daya saing produk ekspor dan jasa

 KP 2. Peningkatan akses dan pendalaman pasar ekspor  KP 3. Pengelolaan impor

 KP 4. Peningkatan kandungan dan penggunaan produk dalam negeri termasuk melalui pengadaan pemerintah yang efektif

 KP 5. Peningkatan partisipasi dalam jaringan produksi global

 KP 6. Peningkatan citra dan diversifikasi pemasaran pariwisata, serta produk kreatif dan digital

(31)

3. Program Prioritas 8 : Penguatan pilar pertumbuhan dan daya saing ekonomi. Dengan kegiatan prioritas :

 KP 3. Peningkatan sistem logistik dan stabilitas harga

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2021

Mengacu pada Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Arah kebijakan Provinsi Lampung yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Lampung 2019 -2024 , Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Tahun 2019 - 2024, isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan, evaluasi capaian kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2019 maupun perkiraan kinerja Tahun berjalan maka dirumuskan tujuan dan sasaran Rencana Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2021 dijabarkan pada tabel dibawah ini sebagai berikut :

Tabel 3.2 Sasaran dan Target Kinerja Tahun 2021

No Tujuan Indikator Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Target Kinerja Tahun 2021 1 2 3 4 5 6 1 Meningkatnya pertumbuhan sektor industri dan perdagangan Pertumbuhan PDRB sektor industri pengolahan (%) 1 Meningkatkan Kontribusi Sektor Industri Pengolahan Persentase Kontribusi Sektor Industri Pengolahan terhadap PDRB (%) 20,5 Pertumbuhan PDRB Sektor Perdagangan (%) 2 Meningkatkan Kontribusi sektor perdagangan Persentase Kontribusi Sektor Perdagangan dalam PDRB (%) 11,25

(32)

3 Meningkatnya nilai perdagangan luar negeri Nilai Ekspor Non Migas (Miliar US$) 3,55 2 Menjaga Stabilitas Harga Laju Inflasi (%) 4 Menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok penting Andil inflasi bahan makanan (%) 0,10 - 0,51

3.3 Rumusan Program dan Kegiatan.

Pada Renja tahun 2021 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung mengusulkan akan melaksanakan 13 program dengan 80 kegiatan dengan usulan pagu anggaran sebesar Rp. 23.834.130.000,- guna mendukung target kinerja tahun 2021 yang telah ditetapkan. Usulan ini telah mengacu kepada Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2019-2024 serta telah disesuaikan dengan prioritas pembangunan Provinsi Lampung pada tahun 2021. Dibawah ini kami sajikan rumusan program serta kegiatan pada tahun 2021 sebagai berikut :

1. Program peningkatan dan pengembangan perdagangan dalam negeri.. Program ini terdiri dari 4 kegiatan.

2. Program perlindungan konsumen dan pengawasan barang beredar dan/atau jasa. Program ini terdiri dari 6 kegiatan.

3. Program pengujian mutu barang. Program ini terdiri dari 3 kegiatan.

4. Program peningkatan perdagangan luar negeri di daerah. Program ini terdiri dari 5 kegiatan.

5. Program pengembangan sumber daya industri. Program ini terdiri 5 kegiatan. 6. Program peingkatan kerjasama, pengawasan, dan promosi investasi dan

industri. Program ini terdiri dari 5 kegiatan.

(33)

10. Program pelayanan administrasi perkantoran. Program ini terdiri dari 10 kegiatan.

11. Program peningkatan sarana dan prasarana apartur. Program ini terdiri dari 4 kegiatan

12. Program peningkatan kapasitas kelembagaan perangkat daerah. Program ini terdiri dari 2 kegiatan.

13. Program perencanaan, Evaluasi dan keuangan, serta asset perangkat daerah. Program ini terdiri dari 5 kegiatan.

(34)

2024

Pada bab ini kami menyajikan matrik/tabel rencana program dan kegiatan, kebutuhan pendanaan indikatif, lokasi, indikator, target dan prakiraan maju dari tiap program dan kegiatan pada renja tahun 2021 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung sebagai berikut :

(35)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Program Peningkatan dan Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Menjaga Stabilisasi harga bahan pangan pokok penting ≤ 4,5 % Laju Perubahan Harga Rata-rata Bahan Pangan Pokok Penting (%) 0 - 2,5 3.005.000.000 3.723.060.000 Menjaga nilai PDRB Sektor Perdagangan 31,61 Nilai PDRB sektor perdagangan (triliun rupiah) 31,61 1 Pemantauan harga bahan pokok serta barang strategis Bandar Lampung Tersedianya laporan pergerakan harga bahan pokok penting

1 laporan Jumlah laporan pergerakan harga bahan pokok serta barang strategis (lap) 1 75.000.000 90.000.000 DINAS PERINDAG 2 Penetrasi pasar kebutuhan bahan pokok Bandar Lampung dan Metro Terjaganya kestabilan harga bahan pokok penting melalui kegiatan ini

5 kali Jumlah kegiatan penetrasi pasar kebutuhan bahan pokok (kali) 5 100.000.000 175.000.000 DINAS PERINDAG 3 Pasar Murah Bersubsidi

Kab/Kota Menjaga stabiliitas harga bahan pokok menjelang HBKN

20 kali Jumlah kegiatan pasar murah bersubsidi (kali) 20 1.000.000.000 1.500.000.000 DINAS PERINDAG 4 Pemantauan sarana distribusi perdagangan

Kab/Kota Tersedianya data valid tentang sarana distribusi perdagangan di Provinsi Lampung

1 laporan Jumlah laporan sarana distribusi perdagangan per tahun (lap)

1 50.000.000 75.000.000 DINAS PERINDAG

(36)

Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan produk PKM PKM (event) 6 Forum Koordinasi Penataan Pasar dan Sarana Perdagangan Bandar Lampung Meningkatkan kualitas pengelolaan paar dan saran perdagangan 2 kali Jumlah koordinasi penataan pasar dan sarana perdagangan (kali) 2 150.000.000 175.000.000 DINAS PERINDAG 7 Fasilitasi Merk Dagang dan Halal

5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Bandar Lampung Meningkatkan kualitas produkPKM/UKM

50 UKM Jumlah UKM yang terfasilitasi (UKM) 60 200.000.000 250.000.000 DINAS PERINDAG 8 Diklat Peningkatan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap Dokumen dan Persyaratan Dalam Perdagangan Dalam Negeri Bandar Lampung Meningkatkan pemahaman pelaku usaha 50 UKM/PKM Jumlah pelaku usaha yang mengikuti diklat (UKM/PKM) 50 50.000.000 75.000.000 DINAS PERINDAG 9 Transformasi Digital UKM/PKM Unggulan 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Bandar Lampung Meningkatkan kualitas dan pemasaran produk UKM/PKM 100 UKM/PKM Jumlah PKM/UKM yang mengikuti kegiatan (UKM/PKM) 100 400.000.000 450.000.000 DINAS PERINDAG

(37)

Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan unggulan dan potensial diikuti (event) 11 Promosi Produk Unggulan Pada Even Nasional 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Luar Provinsi Meningkatkan pemasaran produk unggulan dan potensial Provinsi Lampung 2 event Jumlah partisipasi event nasional 2 250.000.000 300.000.000 DINAS PERINDAG 12 Profil Produk Unggulan Bandar Lampung Tersedianya pemetaan PKM dengan produk-produk unggulan maupun potensial

1 (buku) Jumlah buku produk unggulan (buku) 1 200.000.000 - DINAS PERINDAG 13 Membangun Jejaring Pasar Dalam Daerah dan Luar Daerah Luar Provinsi Meningkatkan kerjasama pemasaran komoditi unggulan 1 kali Jumlah kerjasama pemasaran komoditi unggulan (kali) 1 80.000.000 83.060.000 DINAS PERINDAG Program Perlindungan Konsumen dan Pengawasan Barang beredar dan atau/jasa

Meningkatkan kepatuhan produsen maupun penjual terhadap ketentuan yang berlaku 17% Persentase barang beredar yang sesuai ketentuan (%) 12,5 1.265.000.000 1.430.000.000 1 Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Perlindungan Konsumen Bandar Lampung Meningkatkan pemahaman tentang perlindungan konsumen 1 kali Jumlah sosialisasi pemahaman pentingnya perlindungan bagi konsumen (kali) 1 50.000.000 55.000.000 DINAS PERINDAG

(38)

dalam pengawasan (Barang Berbahaya dan minuman beralkohol) pengecer bahan berbahaya dan minuman beralkohol terhadap peraturan yang berlaku dan minuman beralkohol yang diperdagangkan per tahun (kali)

3 Pengawasan barang beredar dan jasa Kab/Kota Persentase kepatuhan produsen, distributor ,pengecer terhadap peraturan yang berlaku 80% Jumlah pengawasan barang beredar dan jasa (kali)

10 110.000.000 150.000.000 DINAS PERINDAG 4 Pengawasan Barang yang diatur tata niaganya Kab/Kota Persentase kepatuhan produsen, distributor ,pengecer terhadap peraturan yang berlaku 80% Jumlah pengawasan (kali) 9 95.000.000 110.000.000 DINAS PERINDAG 5 Fasilitasi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kab/Kota Meningkatkan kinerja Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen 3 unit Jumlah BPSK yang difasilitasi (unit) 3 350.000.000 350.000.000 DINAS PERINDAG 6 Diklat Penyusunan ISO 9000 dalam rangka penerapan SNI Kab/Kota Meningkatkan pemahaman pelaku usah terhadap ISO 9000

50 orang jumlah pelaku usaha yang ikut diklat penerapan ISO 9000 (org)

50 70.000.000 80.000.000 DINAS PERINDAG

(39)

pengetahuan pelaku usaha dan masyarakat tentang hak konsumen pelaku usaha peserta festival (Orang) 9 Penegakkan hukum berdasarkan UU Perlindungan Konsumen & UU Perdagangan Bandar Lampung Meninkgatnya perlindungan hak konsumen

3 kasus kali Jumlah kasus yang ditangani 3 85.000.000 85.000.000 DINAS PERINDAG 10 Pengawasan tata niaga perdagangan. Kab/Kota Persentase kepatuhan pelaku usaha terhadap peraturan yang berlaku 80% Jumlah pengawasan tata niaga perdagangan (kali) 5 85.000.000 100.000.000 DINAS PERINDAG Program Pengujian Mutu Barang Meningkatnya pengujian mutu komoditi dan kalibrasi di Provinsi Lampung 1% Persentase Peningkatan Pengujian Mutu 2% 2.075.000.000 2.020.000.000 1 Peningkatan Sarana Laboratorium Bandar Lampung Meningkatnya sarana laboratorium UPTD BPSMB 7 unit Jumlah pengadaan sarana pengujian laboratorium (unit) 8 700.000.000 500.000.000 DINAS PERINDAG

(40)

Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan

Provinsi Lampung (sertifikat)

3 Peningkatan Kompetensi penguji mutu barang dan petugas pengambil contoh Luar Provinsi Meningkatnya kompetensi fungsional UPTD BPSMB 2 orang jumlah SDM penguji mutu barang dan petugas pengambil contoh 3 200.000.000 250.000.000 DINAS PERINDAG 4 Pelayanan Pengawasan Sertifikasi Mutu Barang Bandar Lampung Terakreditasinya pelayanan pada UPTD BPSMB

1 tahun Jumlah waktu pelayanan (tahun) 1 375.000.000 400.000.000 DINAS PERINDAG 5 Pelayanan Sertifikat Kalibrasi Bandar Lampung Tersedianya pelayanan kalibrasi di Provinsi Lampung

1 tahun Jumlah sertifikat kalibrasi (sertifikat) 24 150.000.000 150.000.000 DINAS PERINDAG 6 Peningkatan kompetensi SDM Lab.kalibrasi Luar Provinsi Meningkatnya kompetensi SDM pada Lab. Kalibrasi 5 orang Jumlah SDM yang mengikuti pelatihan (orang) 5 150.000.000 170.000.000 DINAS PERINDAG Program Peningkatan Perdagangan Luar Negeri Di Daerah Meningkatkan nilai ekspor non migas 3,5 miliar US$ Pelaku uisaha yang menjadi eksportir (UKM) 10 2.750.000.000 3.500.000.000

1 Akses, Survey dan Konsultasi Pasar Ekspor Bagi UKM Melalui Digital Marketing 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Bandar Lampung Meningkatkan pertumbuhan eksportir baru

4 orang Jumlah eksportir baru yang memanfaatkan digital market (orang) 5 300.000.000 450.000.000 DINAS PERINDAG

(41)

Eksportir Terbaik Tahunan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan

Provinsi Lampung eksportir terbaik (kegiatan) 3 Diklat Peningkatan Kualitas Ekspor 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Bandar Lampung Meninkgatkan kualitas eksportir

100 orang Jumlah peserta diklat peningkatan kualitas ekspor (orang) 100 250.000.000 350.000.000 DINAS PERINDAG

4 Bimtek bagi calon eksportir dan eksportir pemula 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Bandar Lampung Meninkgatkan kualitas eksportir

100 orang Jumlah eksportir yang mengikuti diklat (orang) 100 250.000.000 350.000.000 DINAS PERINDAG 5 Verifikasi dan Identifikasi Asal Barang Ekspor di Provinsi Lampung

Kab/Kota Tersedianya data barang ekspor yang berasal dari Provinsi Lampung

12 laporan Jumlah Laporan Produk Asal Lampung (laporan) 12 200.000.000 250.000.000 DINAS PERINDAG 6 Monitoring dan Evaluasi Ekspor dan Impor Bandar Lampung Tersedianya laporan kinerja ekspor dan impor Provinsi Lampung 2 laporan Laporan Realisasi Ekspor dan Impor (laporan) 2 75.000.000 75.000.000 DINAS PERINDAG

(42)

Hambatan Peningkatan, Hilirasi dan Diversifikasi Produk Ekspor Lampung komoditi ekspor untuk meningkatkan ekspor Provinsi Lampung (produk) 8 Promosi Produk Ekspor 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Luar Provinsi Meningkatkan pemasaran produk ekspor unggulan dan potensial

4 UKM Jumlah UKM yang dipromosikan (UKM) 4 225.000.000 300.000.000 DINAS PERINDAG 9 Promosi Luar Negeri Luar Negeri Meningkatkan pemasaran produk unggulan dan potensial di luar negeri

3 UKM Jumlah UKM yang dipromosikan (UKM) 3 600.000.000 700.000.000 DINAS PERINDAG 10 Pencitraan Produk Unggulan Ke Luar Negeri 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Luar Negeri Meningkatkan citra produk unggulan dan potensial Provinsi Lampung

10 Negara Jumlah tujuan negara promosi (negara) 25 400.000.000 500.000.000 DINAS PERINDAG Program Pengembangan Sumber Daya Industri

Meningkatnya akses Sumber Daya Industri 8,27 Prosentase peningkatan akses pada Sumber Daya Industri (%) 8,27 1.190.000.000 1.605.000.000

(43)

Pendidikan dengan Dunia Industri Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Industri peningkatan akses SDM Industri 3 Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi SDM Industri 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Provinsi Lampung Meningkatnya kompetensi SDM industri 60 Jumlah SDM Industri yang mendapatkan sertifikat kompetensi 60 400.000.000 650.000.000 DINAS PERINDAG 5 Penjaminan Ketersediaan, Pemanfaatan dan Distribusi Sumber Daya Alam untuk Bahan Baku Industri 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Provinsi Lampung Meningkatnya akses SDA Industri 5 Jumlah fasilitasi teknik peningkatan akses SDA Industri 5 275.000.000 365.000.000 DINAS PERINDAG 6 Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Industri 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Provinsi Lampung Meningkatnya pengembangan dan pemanfaatan teknologi 2 Jumlah fasilitasi teknik pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri 2 250.000.000 300.000.000 DINAS PERINDAG Program Peningkatan Kerjasama, Pengawasan dan Promosi Investasi Industri Meningktnya nilai investasi sektor industri Prosentase peningkatan nilai investasi Sektor Industri (%) 4,36 1.630.000.000 2.047.500.000

(44)

Kemitraan Bidang Industri kerjasama dan/atau kemitraan bidang industri kerja sama dan/atau kemitraan bidang industri 4 Peningkatan Promosi Investasi dan Fasilitasi Penanaman Modal Bidang Industri 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Provinsi Lampung Meningkatnya promosi investasi bidang industri 6 Jumlah fasilitasi promosi investasi bidang industri 6 480.000.000 580.000.000 DINAS PERINDAG 5 Pemantauan dan Pengawasan Kepatuhan Usaha Bidang Industri Provinsi Lampung Meningkatnya kepatuhan pelaku usaha bidang industri terhadap peraturan yang berlaku 120 Jumlah pemantauan terhadap unit usaha industri besar 120 450.000.000 580.000.000 DINAS PERINDAG 6 Fasilitasi Perizinan Bidang Industri 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Provinsi Lampung Meningkatnya penerbitan rekomendasi IUI besar 13 Jumlah penerbitan Rekomendasi IUI Besar 13 250.000.000 302.500.000 DINAS PERINDAG Program Pemberdayaan Industri Meningkatnya nilai ekspor industri pengolahan 2,12 Prosentase peningkatan nilai ekspor produk Industri (%) 2,12 2.730.000.000 3.125.000.000

(45)

Mutu (GKM) Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan pelatihan GKM 2 Bimbingan Teknis Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) IKM Makanan dan Minuman 5. Meningkatkan daya saing pariwisata, koperasi, dan UMKM Provinsi Lampung Meningkatnya kulitas IKM 100 Jumlah IKM yang mendapat pelatihan GMP 100 325.000.000 350.000.000 DINAS PERINDAG 3 Bimbingan Teknis Diversifikasi Produk IKM 5. Meningkatkan daya saing pariwisata, koperasi, dan UMKM Provinsi Lampung Meningkatnya diversifikasi produk IKM 140 Jumlah IKM yang mendapat pelatihan diversifikasi produk 140 480.000.000 600.000.000 DINAS PERINDAG 4 Pengembangan dan Pemanfaatan Kreatifitas dan Inovasi Industri 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Provinsi Lampung Meningkatnya kulitas IKM 4 Jumlah fasilitasi pengembangan dan pemanfaatan kreatifitas dan inovasi industri 4 1.200.000.000 1.300.000.000 DINAS PERINDAG 5 Pembinaan Industri Hijau 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Provinsi Lampung Meningkatnya kulitas IKM 30 Jumlah industri yang terfasilitasi dalam penerapan prinsip-prinsip industri hijau 30 400.000.000 500.000.000 DINAS PERINDAG

(46)

Pengembangan Sarana dan Prasarana Industri sarana dan prasaran industri peningkatan jumlah unit usaha Industri Besar (%) 1 Pembinaan Standarisasi Industri 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Provinsi Lampung Meningkatnya penerapan standarisasi industri 35 Jumlah unit usaha industri yang menerapkan standarisasi industri 35 550.000.000 700.000.000 DINAS PERINDAG 2 Fasilitasi Pengembangan Kawasan Industri 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Provinsi Lampung Berkembangnya kawasan industri 10 Jumlah fasilitasi pengembangan KI 10 1.000.000.000 1.150.000.000 DINAS PERINDAG 3 Fasilitasi Pengembangan Sentra IKM 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Provinsi Lampung Berkembangnya sentra IKM 12 Jumlah fasilitasi pengembangan SIKIM 12 300.000.000 375.000.000 DINAS PERINDAG 4 Fasilitasi Pembangunan Infrastruktur Penunjang Industri Provinsi Lampung Meningkatkan pembangunan infrastruktur penunjang industri 2 Jumlah fasilitasi pembangunan infrastruktur penunjang industri 2 200.000.000 250.000.000 DINAS PERINDAG 5 Pengelolaan Data dan Informasi Industri 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Provinsi Lampung Tersedianya data dan informasi industri 1 Jumlah dokumen laporan data dan informasi industri besar

1 715.000.000 850.000.000 DINAS PERINDAG

(47)

Layanan Rumah Kemasan, dan Workshop Industri layanan pada UPTD Balai Industri pangan, olaham, dan kemasan peningkatan Jumlah IKM yang terlayani (%) 1 Penyediaan Jasa Administrasi dan Sarana Prasarana perkatoran Bandar Lampung Tersedianya jasa administrasi dan sarana prasaran perkantoran 12 Jumlah waktu layanan jasa administrasi dan sarana prasarana perkantoran 12 500.000.000 550.000.000 DINAS PERINDAG 2 Peningkatan Layanan Rumah Kemasan 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Bandar Lampung Meningkatkan layanan jumlah kemasan 600 Jumlah IKM yang memperoleh layanan rumah kemasan 600 550.000.000 725.000.000 DINAS PERINDAG 3 Peningkatan Layanan Workshop Industri 5. Peningkatan Investasi dan Nilai Tambah Produk Unggulan Bandar Lampung meningkatkan kualitas IKM 80 Jumlah IKM yang memperoleh layanan workshop industri 80 500.000.000 620.000.000 DINAS PERINDAG PENUNJANG Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Tersedianya layanan administrasi perkantoran 85% Tingkat layanan administrasi perkantoran (%) 88 2.917.130.000 2.996.000.000

(48)

Sumber Daya Air dan Listrik

Sumber Daya Air dan Listrik

sumber daya air dan listrik (%) 2 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan Tersedianya Jasa Administrasi Keuangan 100% Layanan administrasi keuangan (%) 100 640.000.000 640.000.000 DINAS PERINDAG 3 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Tersedianya Jasa Kebersihan Kantor 100% Layanan kebersihan kantor (%) 100 120.000.000 120.000.000 DINAS PERINDAG 4 Penyediaan Alat Tulis Kantor Tersedianya Alat Tulis Kantor 750 buah Jumlah pengadaan ATK (buah) 1500 80.130.000 81.000.000 DINAS PERINDAG 5 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Tersedianya Barang Cetakan dan Penggandaan 75650 lembar Jumlah barang cetak dan penggandaan (lembar) 110.875 50.000.000 55.000.000 DINAS PERINDAG 6 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga dan Peralatan Listrik Tersedianya Peralatan Rumah Tangga dan Peralatan Listrik

100 buah Jumlah Peralatan Rumah Tangga dan Peralatan Listrik (buah) 210 50.000.000 50.000.000 DINAS PERINDAG 7 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan Tersedianya Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan

15 buku Jumlah bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan (buku) 7 27.000.000 30.000.000 DINAS PERINDAG

(49)

Minuman Minuman minum (kali) 9 Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Tersedianya Koordinasi dan Konsultasi 72 kali Jumlah koordinasi dan konsultasi (kali) 110 330.000.000 350.000.000 DINAS PERINDAG 10 Penyediaan jasa tenaga pendukung administrasi/teknis perkantoran Tersedianya jasa tenaga pendukung administrasi/teknis perkantoran

22 orang Jumlah tenaga PTHL (orang) 28 680.000.000 680.000.000 DINAS PERINDAG Program Peningkatan Sarana danPrasarana Aparatur Tersedianya dan terawatnya sarana dan prasarana aparatur 70% Tingkat ketersediaan sarpras kantor (%) 73 1.110.000.000 1.170.000.000 1 Pengadaan perlengkapan gedung kantor Tersedianya perlengkapan gedung kantor 8 unit Jumlah pengadaan perlengkapan gedung (unit) 9 225.000.000 250.000.000 DINAS PERINDAG 2 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Terpeliharanya rutin/berkala gedung kantor 3 unit Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor (unit) 4 250.000.000 250.000.000 DINAS PERINDAG 3 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional Terpeliharanya rutin/berkala kendaraan dinas/operasional 17 unit Jumlah pemeliharaan kendaraan dinas/operasional (unit) 17 575.000.000 600.000.000 DINAS PERINDAG

(50)

perlengkapan gedung kantor perlengkapan gedung kantor rutin/berkala perlengkapan gedung kantor (unit) Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perangkat Daerah Meningkatnya kapasitas kelembagaan perangkat daerah 100.000.000 105.000.000 1 Pengembangan Kompetensi Aparatur dan Jabatan Fungsional Meningkatnya Kompetensi Aparatur dan Jabatan Fungsional

15 orang Jumlah ASN yang mengikuti Bimtek dan sosialisasi (orang) 30 75.000.000 75.000.000 DINAS PERINDAG 2 Pengembangan Budaya Kerja dan Disiplin Aparatur

Meningkatnya Budaya Kerja dan Disiplin Aparatur 95% Persentase capaian kinerja dan kehadiran bulanan (persen) 95 25.000.000 30.000.000 DINAS PERINDAG Program Perencanaan, Evaluasi Kinerja dan

Keuangan, serta Asset Perangkat Daerah Meningkatnya kesesuaian substansi perencanaan dan evaluasi sesuai peraturan 85% Persentase Kesesuaian Substansi Perencanaan dan Evaluasi Sesuai Peraturan (%) 88 747.000.000 765.000.000 1 Penyusunan Laporan dan Evaluasi Kinerja Tersedianya laporan dan evaluasi kinerja

9 dokumen Jumlah dokumen pelaporan dan evaluasi Kinerja (dok) 9 110.000.000 115.000.000 DINAS PERINDAG 2 Penyusunan Laporan Capaian Keuangan Tersedianya laporan keuangan

2 dokumen Jumlah dokumen pelaporan capaian Keuangan (dok)

2 27.000.000 30.000.000 DINAS PERINDAG

(51)

Perencanaan perencanaan (dok) 4 Pengembangan E-Goverment OPD dan Publikasi Pembangunan Meningkatkan peyampaian informasi seputar Perdagangan Provinsi Lampung

12 bulan Jumlah waktu pembaharuan data dan informasi (bulan) 12 300.000.000 300.000.000 DINAS PERINDAG 5 Penyusunan Rencanan Kebutuhan Barang dan Pengelolaan Asset Tersedianya informasi akan kebutuhan barang pada Dinas Perdagangan Provinsi Lampung

4 dokumen Jumlah dokumen rencana kebutuhan barang dan pengelolaan asset (dokumen) 3 35.000.000 35.000.000 DINAS PERINDAG TOTAL 23.834.130.000 27.706.560.000

Gambar

Tabel 3.1 Sasaran Makro Pembangunan Nasional 2020 - 2024  Sasaran Dalam  RPJMN 2020 -  2024  Indikator  Target  Tahun 2020 -2024  Sasaran Makro  Pertumbuhan Ekonomi (%)  5,7 – 6,0 Rasio Gini (%)  0,360 – 0,374
Tabel 3.2 Sasaran dan Target Kinerja Tahun 2021

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan : PENYEDIAAN SARANA MAUPUN PRASARANA KLASTER INDUSTRI Pekerjaan : PEMBANGUNAN GEDUNG SENTRA IKM.. Lokasi

RENCANA TINGKAT CAPAIAN (TARGET) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Fasilitasi Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Masukan : Tersedianya Dana Rp 110.453.200 Keluaran :

Kurangnya jumlah peserta ini mengakibatkan rendahnya realisasi keuangan yaitu sebesar Rp.78.908.950,- (52,61%).. Rencana Kerja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi

Program percepatan pembangunan dan pengembangan infrastruktur pada kawasan khusus dan daerah tertinggal. kawasan - Meningkatnya pembangunan infrastruktur pada kawasan khusus

Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan mempunyai tugas melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan fasilitasi perencanaan, pengembangan, pembangunan,

06 Jumlah Pengadaan/Pengembangan Teknologi Media Baru 07 Jumlah Pembangunan Studio Penyiaran di Wilayah 3 T 08 Jumlah Pembangunan Stasiun Relay di Wilayah 3T 09 Pengadaan tanah

Dinas Perindustrian dan Ketahanan Pangan Program Pengembangan Sarana Prasarana Industri Program Perencanaan dan Pembangunan Industri Fasilitasi pengembangan Kawasan

Berdasarkan beberapa tantangan yang telah diuraikan, maka arah kebijakan pembangunan infrastruktur pada tahun 2021 akan difokuskan pada upaya mendukung pemulihan ekonomi pascapandemi