• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENJA RENCANA KERJA TAHUN ANGGARAN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENJA RENCANA KERJA TAHUN ANGGARAN 2021"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG

RENJA

RENCANA KERJA

TAHUN ANGGARAN 2021

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

Jl. Jend. Hariyono No. 25 Lumajang Telp. (0334) 881467

(2)

i

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa atas tersusunnya dokumen Rencana Kerja (Renja) Tahun 2021 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang. Dokumen Renja Tahun 2021 ini merupakan penjabaran dari dokumen perencanaan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang Tahun 2018-2023 guna mendukung perencanaan tahunan daerah khususnya di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang pada Tahun 2021.

Proses perencanaan pembangunan tahun 2021 di kabupaten Lumajang terus mengalami peningkatan baik secara manajemen maupun aplikasi di masyarakat, tuntutan perubahan terus kita respon secara positif sehingga mekanisme tahunan pemerintah Kabupaten Lumajang yang telah berjalan dengan baik, selalu kita upayakan sebagai tindak lanjut pemberian pelayanan kepada masyarakat secara maksimal melalui program yang telah kita rencanakan khususnya dalam penyusunan Rencana Kinerja Tahunan.

Renja Tahun 2021 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang memuat tujuan, sasaran, perencanaan program dan kegiatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang pada Tahun 2021 dengan melakukan evaluasi dan analisis terhadap pelaksanaan Renja tahun-tahun sebelumnya. Selanjutnya Renja Tahun 2021 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang menjadi landasan atau pedoman bagi pelaksanaan kegiatan pada Tahun 2021.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2014 dan Peraturan Daerah Kabupaten Lumajang Nomor 15 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang dimaksudkan untuk mewujudkan peningkatan kinerja aparatur Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam mengemban Amanah pembangunan di Kabupaten Lumajang khususnya dalam memberikan pelayanan dan pembinaan disektor Pemberdayaan Masyarakat.

Hal - hal yang berkenan dengan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kami tuangkan dalam bentuk Rencana Kinerja, penjabaranya kami berpedoman pada Rencana Kegiatan Tahun 2021 dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Tahun 2021, sedangkan kegiatan - kegiatan rutin yang melekat dalam Tupoksi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kami laksanakan guna menunjang program kegiatan dalam bentuk pelayanan publik.

(3)
(4)

iii

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI iii

BAB. I : PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang………..……1

1.2. Landasan hukum……….……4

1.3. Maksud dan tujuan……….………..6

1.4. Sistematika Penulisan……….………..…..7

BAB. II : HASIL EVALUASI RENJA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA TAHUN 2018 2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2018 dan Capaian Renstra Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang...8

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa...20

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa...23

2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD...24

2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat...33

BAB. III : TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH 3.1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional...39

3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah...41

3.3. Program dan Kegiatan...42

BAB. IV : RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH A. Program Utama...54

B. Sasaran dan Indikator Kinerja...56

C. Jumlah Anggaran yang Dialokasikan...61

BAB.V : PENUTUP

(5)

iv

TABEL-TABEL & GAMBAR :

Gambar 1.0...3 Tabel 2.0...9 Tabel 2.1...9 Tabel 2.2...10 Tabel 2.3...11 Tabel 2.4...13 Tabel 2.5...14 Tabel T-C.29...16 Tabel 2.6...21 Tabel T-C.30...22 Tabel 2.7...23 Tabel T-C.31...25 Tabel T-C.32...33 Tabel 3.0...42 Tabel T-C.33...45 Tabel 4.0...54 Tabel 4.1...56

(6)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam rangka meningkatkan kualitas manajemen pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat, perlu terus didukung dengan penciptaan iklim yang mendorong perkembangan pembangunan dalam artian pemberdayaan masyarakat, melalui pemanfaatan secara efektif berbagai potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, kelembagaan serta prasarana dan sarana guna mendukung berbagai kebijaksanaan pembangunan, terutama dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi.

Pengukuran keberhasilan pembangunan serta usaha pemecahan masalah yang data dan informasinya diperoleh dari hasil analisa data dasar profil desa, laporan pelaksanaan program/kegiatan serta informasi lainnya kita jadikan kelengkapan pedoman untuk menentukan arah dan kebijakan yang kita ambil dalam proses pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Lumajang. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2014 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Daerah Nomor 15 tahun 2016 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang, dalam pelaksanaannya memerlukan pemikiran dan kerja keras bagi semua jajaran staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta dukungan Dinas, Badan, Kantor dan Bagian yang terkait berperan aktif dalam membangun masyarakat yang pada akhirnya dapat diperoleh hasil maksimal.

Dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah yang mendorong adanya paradigma baru dari sistem sentralisasi menuju sistem desentralisasi. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional merupakan landasan hukum bagi sistem perencanaan pembangunan yang didalamnya memuat tahapan perencanaan pembangunan terdiri dari perencanaan jangka panjang, menengah dan tahunan, yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara pemerintahan dan masyarakat. Khusus perencanaan tahunan atau disebut Rencana Kerja (Renja) adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk

(7)

2 periode 1 (satu) tahun. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi. Sebagai implikasi dari berlakunya Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang berkewajiban menyusun perencanaan program dan kegiatan yang dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) yang menjadi pedoman kerja untuk jangka waktu 5 (lima) tahunan dan program kerja tahunan yang disebut dengan Renja Perangkat Daerah.

Penyusunan Renja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang dilakukan melalui dua tahapan yang merupakan suatu rangkaian proses yang berurutan, mencakup :

- Tahap perumusan rancangan Renja; dan - Tahap penyajian rancangan Renja.

Penyusunan rancangan Renja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dilakukan melalui serangkaian kegiatan berupa :

1. Menerima surat dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lumajang tentang Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun Anggaran 2021;

2. Disposisi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk menyusun Rancangan Awal Renja Perangkat Daerah Tahun 2021;

3. Pengolahan data informasi;

4. Analisis gambaran pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa;

5. Mereview hasil evaluasi pelaksanaan Renja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa tahun lalu berdasarkan Renstra Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; 6. Isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Pemberdayaan Masyarakat

dan Desa;

7. Telaah terhadap rancangan awal Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; 8. Perumusan tujuan dan sasaran;

9. Penelaahan usulan program dan kegiatan dari masyarakat; 10. Perumusan kegiatan prioritas;

11. Penyajian awal dokumen Renja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; 12. Penyempurnaan Renja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa;

(8)

3 13. Penyesuaian dokumen Renja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sesuai prioritas dan sasaran pembangunan tahun rencana dengan mempertimbangkan arah dan kebijakan umum pembangunan daerah.

Keterkaitan antara Renja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dengan RKPD, Renstra dan dokumen perencanaan lain dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 1.0

Bagan Hubungan Antar Dokumen Perencanaan Daerah

DPA PD RKP Daerah RPJ PD & RT/RW RKA PD Renstra PD RPJM Daerah Renja PD RAPBD APBD RPJM Nasional RKP Nasional

(9)

4

1.2 Landasan Hukum

Dasar Hukum pembentukan Kelembagaan pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang adalah :

1. Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Kinerja Pemerintah;

2. Instruksi Presiden RI Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;

3. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XI/MPR/l998 Tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

4. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239 / IX / 6 / 8 / 2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

5. Undang Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

6. Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

7. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

8. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

9. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;

11. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

12. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan;

13. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

14. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan;

(10)

5 15. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan

Kinerja Instansi Pemerintah;

16. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;

17. Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah;

18. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat; 19. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

20. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

21. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;

22. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif Kepada Pejabat Pemerintahan;

23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Daerah;

26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;

27. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Tehnis Perjanjian Kinerja Pelaporaan kinerja dan Tata cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

(11)

6 28. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara

Perencanaan, Pengendalian Evaluasi Rancangan Perda;

29. Peraturan Daerah Kabupaten Lumajang Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kabupaten Lumajang Tahun 2018-2023;

30. Peraturan Pemerintah Daerah nomor 15 tahun 2016 tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah;

31. Peraturan Bupati Lumajang Nomor: 79 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

1.3 Maksud Dan Tujuan : - Maksud

Penyusunan program kerja tahunan dimaksudkan :

a. Menciptakan kesinambungan pembangunan di desa/kelurahan melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

b. Sebagai bahan informasi bagi Aparatur Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas/Badan, Bagian, Kantor di lingkup Pemerintah Kabupaten dan Masyarakat dalam memahami Program Kerja Tahun 2021

c. Sebagai pedoman bagi aparatur Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang dalam melaksanakan pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat

d. Menumbuh kembangkan pemikiran dan pengertian terhadap esensi Pemberdayaan Masyarakat.

- Tujuan

Penyusunan Program Kerja Tahunan bertujuan :

a. Meningkatkan kualitas pemahaman dan pengertian aparatur Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa terhadap Rencana Kerja Tahun 2021 b. Mewujudkan panca tertib yakni tertib program, tertib anggaran, tertib

administrasi, tertib pelaksanaan dan tertib pengendalian sehingga akan diperoleh hasil capaian kinerja yang maksimal

c. Meningkatkan kualitas pembinaan dalam pemberdayaan masyarakat dan desa d. Mempercepat tumbuhnya kemandirian masyarakat dalam memenuhi

(12)

7

1.4 Sistematika Penulisan

Bab I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan

Bab II HASIL EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA TAHUN 2019

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2019 dan Capaian Renstra Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

2.4 Reviu terhadap Rancangan Awal RKPD

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat Bab III TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

3.2 Tujuan dan Sasaran Rencana Kerja Perangkat Daerah 3.3 Program dan Kegiatan

Bab IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH Bab V PENUTUP

(13)

8

BAB II

HASIL EVALUASI RENJA

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA TAHUN 2019

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun 2019 dan Capaian Renstra Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang

A. Capaian Kinerja Tahun 2019

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa Kabupaten Lumajang tidak terlepas dari rangkaian mekanisme fungsi perencanaan yang sudah berjalan mulai dari Perencanaan Strategis (Renstra) dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT/Renja), dan Perjanjian Kinerja (PK) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang. Laporan kinerja adalan pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisasis terhadap pengukuran kinerja.

Pengukuran kinerja merupakan klarifikasi output dan outcome yang akan dan seharusnya diacapai sehingga diperoleh gambaran terwujudnya akuntabilitas organsasi. Pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan kinerja yang (seharusnya) terjadi dengan kinerja yang diharapkan.

Berdasarkan hasil pengukurannya, pengukuran kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa Kabupaten Lumajang dapat diilustrasikan pada uraian dibawah ini :

a) Tujuan DPMD

Tujuan DPMD adalah mendukung capaian sasaran Review RPJMD 2018 – 2023 yaitu Meningkatkan keberdayaan masyarakat perdesaan dengan indikator Persentase Desa Cepat Berkembang.

(14)

9 Tabel 2.0

Indikator Satuan

Tahun 2018 Tahun 2019

Target Realisasi Capaian

Kinerja (%) Target Realisasi

Capaian Kinerja (%) Katagori (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Persentase Desa Cepat Berkembang % * * * 20% 16.7% 83.33% Sangat Baik

Capaian Rata-Rata Sasaran * 83.33%

Catatan : * terjadi perubahan indikator pada tahun 2019 sehingga tidak dapat di bandingkan

b) Sasaran DPMD (Indikator Kinerja Utama/Eselon 2)

Untuk mencapai tujuan DPMD mempunyai tiga sasaran yaitu :

 Meningkatnya Swadaya Masyarakat

 Meningkatnya Peran Lembaga Ekonomi Desa

 Meningkatnya Kualitas Tata Kelola Pemerintahan Desa Tabel 2.1

Sasaran Strategis 1 : Meningkatnya Swadaya Masyarakat

Indikator Satuan

Tahun 2018 Tahun 2019

Target Realisasi Capaian

Kinerja (%) Target Realisasi

Capaian Kinerja (%) Katagori (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Persentase Dana Swadaya Masyarakat % 1.9% 1.95% 102.6% 2% 2.01% 100.5% Sangat Baik

Capaian Kinerja Sasaran Strategis 1 102.6% 100.5%

Pencapaian Kinerja Sasaran Strategis 1 dengan ukuran indikator Persentase Dana Swadaya Masyarakat, secara operasional diwujudkan melalui Pelaksanaan Program berikut :

1. Program Pemberdayaan dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat terdapat 4 kegiatan dengan anggaran Rp. 1.689.725.000 yang realisasinya Rp. 1.518.162.352 (89,84%).

Dengan jalannya program diatas dengan pendekatan pemberdayaan melalui Pemberdayaan dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat maka di tahun 2019 terhimpun

(15)

10 swadaya masyarakat kabupaten lumajang sebesar Rp. 31.298.990.000,- dan APBD Kabupaten Lumajang Tahun 2019 terdiri dari:

No Uraian Jumlah

1 Belanja 1.559.558.035.634,06

2 Belanja Tidak Langsung Pos Belanja Pegawai 771.056.447.420,87 3 Belanja Langsung Pos Belanja Pegawai 41.665.346.865,00 2.372.279.829.919,93

Dengan data diatas , maka capaian kinerja Dinas Pemberdaayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang pada Indikator Kinerja Sasaran 1 mencapai 2,01% Partispasi Masyarakat, hasil perhitungan Rp. 31.298.990.000,- dibagi Rp. 1.559.558.035.634,06 kali 100

Tabel 2.2

Sasaran Strategis 2 : Meningkatnya Peran Lembaga Ekonomi Desa

Indikator Satuan

Tahun 2018 Tahun 2019

Target Realisasi Capaian

Kinerja (%) Target Realisasi

Capaian

Kinerja (%) Katagori

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Nilai SHU (Sisa Hasil Usaha) Lembaga Ekonomi Desa Rp 0* 0* 0* 100jt 218.532.213 (6.099.976.194 - 5.881.443.981) 218.5% Sangat Baik

Capaian Kinerja Sasaran Strategis 2 0* 218.5%

Keterangan 0* : Belum Bisa diukur karena Perubahan Indikator kinerja di tahun pertama Renstra DPMD 2019-2023 (tahun 2019)

Pencapaian Kinerja Sasaran Strategis 2 dengan ukuran indikator Nilai SHU (Sisa Hasil Usaha) Lembaga Ekonomi Desa, secara operasional diwujudkan melalui Pelaksanaan Program berikut:

1. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan terdapat 3 kegiatan dengan anggaran Rp. 542.005.000,- yang realisasinya Rp. 522.435.500,- ( 96,39%)

2. Program Pembinaan Lingkungan Sosial terdapat 1 Kegiatan dengan anggaran Rp. 100.000.000,- yang realisasinya Rp. 97.070.500,- ( 97,07%)

(16)

11 Dengan pelaksanaan program diatas dengan pendekatan pemberdayaan Desa melalui Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan dan Pembinaan Lingkungan Sosialmaka terjadi Peningkatan SHU (Sisa Hasil Usaha) Lembaga Ekonomi Desa, sebagai berikut :

No Tahun UPK PNPM-MPd BUMDesa UPKu Jumlah Total 1 2018 5.769.939.231 16.267.300 95.237.450 5.881.443.981 2 2019 6.039.609.494 7.309.500 53.057.200 6.099.976.194

Dari data diatas maka capaian sasaran Strategi 2 Realisasinya melebihi target yaitu dari perhitungan Nilai SHU (Sisa Hasil Usaha) Lembaga Ekonomi Desa 2019 - Nilai SHU (Sisa HasilUsaha)Lembaga Ekonomi Desa 2018 : Rp. 6.099.976.194,- Rp. 5.881.443.981,- = Rp. 218.532.213,-

Tabel 2.3

Sasaran Strategis 3 : Meningkatnya Kualitas Tata Kelola Pemerintahan Desa

Indikator Satuan

Tahun 2018 Tahun 2019

Target Realisasi Capaian

Kinerja (%) Target Realisasi

Capaian Kinerja (%) Katagori (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Persentase Desa dengan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang berkualitas % 0* 0* 0* 10% 8.59% 17/198 x 100 85.9% Sangat Baik

Capaian Kinerja Sasaran Strategis 2 0* 85.9%

Keterangan 0* : Belum Bisa diukur karena Perubahan Indikator kinerja di tahun pertama Renstra DPMD 2019-2023 (tahun 2019)

Dari data diatas maka capaian Sasaran Strategis 3 dengan ukuran indikator Persentase Desa dengan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang berkualitas, secara operasional diwujudkan melalui Pelaksanaan Program berikut :

1. Program Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa terdapat 3 kegiatan dengan anggaran Rp. 1.641.256.600,- yang realisasinya Rp. 1.338.356.000,- ( 81,5%).

(17)

12 Berdasarkan tabel hasil pengukuran kinerja diatas (Sasaran 1, Sasaran 2, dan Sasaran 3 rata-rata pencapaian kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang adalah sebesar 134.97% (sangat baik). Hasil Rata-rata pencapaian kinerja 3 Sasaran Strategis yaitu :

1. Meningkatnya Swadaya Masyarakat senilai sebesar 100,5% 2. Meningkatnya Peran Lembaga Ekonomi Desa sebesar 218.5 %

3. Meningkatnya Kualitas Tata Kelola Pemerintahan Desa sebesar 85.9%

c) Indikator Kinerja Individu (Capaian Sasaran Eselon 3)

 Untuk Pencapaian Sasaran Strategis 1 “Meningkatnya Swadaya Masyarakat” melakukan 1 Sasaran Program (eselon 3) yaitu :

1. Meningkatnya Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Partisipasi Masyarakat, dengan indikator Kinerja :

 Persentase Lembaga Kemasyarakatan desa yang aktif  Persentase Anggota PKK yang aktif

 Untuk Pencapaian Sasaran Strategis 2 “Meningkatnya Peran Lembaga Ekonomi Desa” melakukan 1 Sasaran Program (Eselon 3) yaitu :

1. Meningkatnya pengelolaan usaha ekonomi pedesaan, dengan Indikator Kinerja :

 Persentase Desa yang memiliki BUM Desa  Persentase Lembaga Ekonomi Desa yang aktif

 Untuk Pencapaian Sasaran Strategis 3 “Meningkatnya Kualitas Tata Kelola Pemerintahan Desa” melakukan 1 Sasaran Program (Eselon 3) yaitu :

1. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan Pemerintahan Desa, dengan Indikator Kinerja :

 Persentase Desa yang pengelolaan keuangan desa sesuai aturan

 Persentase Desa yang tertib laporan penyelenggaraan pemerintahan desa

(18)

13 Tabel 2.4

Tabel Capaian Kinerja Individu

Indikator Satuan

Tahun 2017 Tahun 2018

Target Realisasi Capaian

Kinerja (%) Target Realisasi

Capaian

Kinerja (%) Katagori Sasaran 1 : Meningkatnya Swadaya Masyarakat.

Persentase Lembaga Kemasyarakatan desa yang aktif % 25 25,49 101,96 30 30.8 102.6 Sangat Berhasil Persentase Anggota PKK yang aktif % 50 80 160 81 96.2 118.76 Sangat Berhasil Rata-rata Capaian Sasaran 1 130.98 110.68 Sangat Berhasil Sasaran 2 : Meningkatnya Peran Lembaga Ekonomi Desa

Persentase Desa yang memiliki BUMDesa % 60 59.98 (1349/2249) 99.97 75 75.25 (149/198) 100.3 Sangat Berhasil Persentase Lembaga

Ekonomi Desa yang aktif % 45 0* 0* 50 54 (135/250) 108 Sangat Berhasil Rata-rata Capaian Sasaran 2 0* 104.15 Sangat Berhasil Sasaran 3 : Meningkatnya kapasitas manajemen dan pelayanan penyelenggara Pemerintah Desa

Persentase Desa yang Pengelolaan Keuangan Desa sesuai aturan

% 51 0* 0* 55 62.12

(123/190 x100%)

112.94 Sangat

Berhasil Persentase Desa yang

tertib Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa % 32 0* 0* 40 45.45 (90/198 x100%) 113.62 Sangat Berhasil

Persentase Desa yang tertib Perencanaan Pembangunan Desa % 27 0* 0* 35 41.92 (80/198 x100%) 119.77 Sangat Berhasil Rata-rata Capaian Sasaran 3 76.83 115.44

Keterangan 0* : Belum Bisa diukur karena Perubahan Indikator kinerja di tahun pertama Renstra DPMD 2019-2023 (tahun 2019)

Jadi Rata-rata Sasaran Kinerja Individu Untuk 3 sasaran diatas adalah 110,01 (Sangat Berhasil) dari perhitungan 110,68 (sasaran 1) + 104,15 (sasaran 2) + 115,44 (sasaran 3) dibagi 3 sama dengan 110,01 (Sangat Berhasil).

(19)

14

B. Realisasi Anggaran Tahun 2019

Anggaran Belanja Tahun 2019 sebesar Rp. 8.164.795.335,- dengan realisasi Rp. 7.392.145.184 (90,54%) Terdiri dari Belanja Tak Langsung Rp. 2.386.983.635,- dengan Realisasi Rp. 2.259.740.717,- (94,67%) dan Belanja Langsung Rp. 5.777.811.700,- dengan Realisasi Rp, 5.132.404.467,- (88,83%). Belanja langsung ini digunakan untuk 7 Program dan 17 Kegiatan dengan rincian tabel dibawah ini :

Tabel 2.5

NO PROGRAM DAN KEGIATAN ANGGARAN

(Rp.) REALISASI (Rp.)

CAPAIAN (%)

1 Program Pelayanan Administrasi

Perkantoran

1.344.808.031 92.38%

1.1 Pelayanan Administrasi dan Operasional Perkantoran

1.455.708.200 1.344.808.031 92.38%

2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana

Aparatur

339.700.900 302.197.284 88.96%

2.1 Pembangunan/Pengadaan dan rehabilitasi Sarana dan Prasarana Aparatur

175.778.000 171.176.500 97% 2.2 Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan

Prasarana Aparatur

163.922.900 131.020.784 80%

3 Program Peningkatan Pengembangan Sistem

Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

9.416.000 9.374.800 99.56%

3.1 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD / LAKIP

4.100.000 4.100.000 100% 3.2 Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran

dan Prognosis Realisasi Anggaran

1.116.000 1.085.800 97.3% 3.3 Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun 4.200.000 4.189.000 99.7%

4 Program Pengembangan Lembaga Ekonomi

Pedesaan

542.005.000 522.435.500 96.39%

4.1 Fasilitasi dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Masyarakat

281.780.000 275.244.500 97.68% 4.2 Fasilitasi dan Pengembangan Teknologi Tepat

Guna dan SDA

150.475.000 143.956.000 95,66% 4.3 Fasilitasi dan Kerjasama Lembaga Ekonomi

Desa

109.750.000 103.235.000 94,06%

5 Program Pembinaan Lingkungan Sosial 100.000.000 97.070.500 97.07%

5.1 Pembinaan dan Pelatihan Ketrampilan Kerja bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat

100.000.000 97.070.500 97.07%

6 Program Pemberdayaan dan Peningkatan

Partisipasi Masyarakat

1.689.725.000 1.518.162.352 89.84%

6.1 Fasilitasi Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa

246.973.000 209.184.650 84.67% 6.2 Fasilitasi dan Pembinaan Kader

Pemberdayaan Masyarakat

(20)

15 6.3 Fasilitasi Pelaksanaan Program Kegiatan PKK 1.040.800.000 973.090.380 93,5% 6.4 Fasilitasi Pemberdayaan Kelembagaan

Masyarakat

146.986.000 127.830.000 86.97%

7 Program Peningkatan Kapasitas

Pemerintahan Desa

1.641.256.600 1.338.356.000 81.54%

7.1 Fasilitasi dan Pendampingan Pengelolaan Keuangan Desa

226.504.600 202.330.000 89% 7.2 Fasilitasi Penyelenggaraan Pemerintahan

Desa

1.310.913.000 1.058.998.000 80.8% 7.3 Fasilitasi Perencanaan Pembangunan dan

Evaluasi Desa

103.839.000 77.028.000 74%

(21)

Tabel T-C.29.

Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah dan Pencapaian Renstra Perangkat Daerah s/d Tahun 2019 Kabupaten Lumajang

Nama Perangkat Daerah : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan

Program/Kegiatan

Indikator Kinerja Program (outcomes)/ Kegiatan (output)

Target Kinerja Capaian Program Renstra DPMD tahun 2018-2023 Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d tahun 2018

Target Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun lalu 2019 Target Program dan Kegiatan Renja DPMD tahun 2020

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra Perangkat Daerah

s/d tahun 2020 Target Renja Perangkat Daerah tahun 2019 Realisasi Renja Perangkat Daerah tahun 2019 Tingkat Realisasi (%) Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun 2020 Tingkat Capaian Realisasi Target Renstra (%) 2 3 4 5 6 7 8=7/6 9 10=5+7+9 11=10/4 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Persentase tingkat pemenuhan pelayanan administrasi perkantoran

100 100 100 100 100

Pelayanan Administrasi dan Operasional Perkantoran

Jumlah Pelayanan adm. Perkantoran yg terlaksana

60 12 12 100 12

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Persentase pemenuhan Sarana dan Prasarana aparatur

80 60 60 100 60

Pembangunan/Pengadaan dan rehabilitasi Sarana dan Prasarana Aparatur

Jumlah sarana dan prasarana yang tersedia

140 30 30 100 35

Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Aparatur

Jumlah sarana dan prasarana yang terpelihara

582 30 30 100 136

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Persentase Penyusunan laporan tepat waktu

(22)

Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD / LAKIP

Jumlah Laporan LKj OPD 1 1 1 100 1

Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran dan Prognosis Realisasi Anggaran

Jumlah Laporan Keuangan semesteran dan prognosis

1 1 1 100 1

Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun

Jumlah Laporan keuangan akhir tahun

1 1 1 100 1

Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan

Persentase Desa yang memiliki BUM Desa

100 75 75,25%

(149/198)

100,3% 82

Persentase Lembaga Ekonomi Desa yang aktif

66 50 54%

(135/250)

108% 55

Fasilitasi dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Masyarakat

Jumlah KRTP yang terfasilitasi 1800 400 400 100 350

Jumlah BUM Desa yang terfasilitasi

198 135 135 100 140

Jumlah LKM yang dibina 30 60 60 100 48

Fasilitasi dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna dan SDA

Jumlah Pemenang Inovasi TTG 40 8 8 100 8

Jumlah Masy yg dilatih pemanfaatan TTG

250 60 60 100 50

Jumlah Pameran TTG 9 1 1 100 2

Fasilitasi dan Kerjasama Lembaga Ekonomi Desa

Jumlah Lembaga Ex PNPM yang terfasilitasi

60 60 60 100 60

Jumlah Pasar Desa yang terbina 21 21 21 100 21

Program Pembinaan Lingkungan Sosial

Persentase Lembaga Ekonomi Desa yang aktif

(23)

Pembinaan dan Pelatihan Ketrampilan Kerja bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat

Jumlah Peserta yang dilatih 210 40 40 100 40

Jumlah Alat TTG diserahkan 100 20 20 100 20

Program Pemberdayaan dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat

Persentase Lembaga Kemasyarakatan desa yang aktif

50 30 30,8% 102,6% 35

Persentase Anggota PKK yang aktif

85 81 96,2% 118,76% 82

Fasilitasi Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam

Pembangunan Desa

Jumlah Desa yang berpartisipasi dlm lomba desa

63 63 42 66 63

Jumlah Desa yang berpartisipasi dlm BBGRM

205 205 205 100 205

Fasilitasi dan Pembinaan Kader Pemberdayaan Masyarakat

Jumlah Posyandu yg Terfasilitasi 1289 1281 1271 99 1283

Jumlah KPMD yang dilatih 2050 410 289 70.5 410

Fasilitasi Pelaksanaan Program Kegiatan PKK

Jumlah anggota PKK yang difasilitasi

6920 1184 1184 100 1284

Fasilitasi Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat

Jumlah Pengurus LKMD yang dibina

3075 615 615 100 615

Jumlah RT/RW yang dibina 91448 615 615 100 615

Program Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa

Persentase Desa yang pengelolaan keuangan desa sesuai aturan

75 55 62.12 % 112.94% 60

Persentase Desa yang tertib laporan penyelenggaraan pemerintahan desa

(24)

Persentase desa yang tertib perencanaan pembangunan desa

55 35 41.92 % 119.77% 40

Fasilitasi dan Pendampingan Pengelolaan Keuangan Desa

Jumlah Desa yang Difasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset desa

198 198 90 45 198

Jumlah Desa yang penyusunan APBDesnya tepat waktu

148 108 105 97 118

Fasilitasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

Jumlah Desa yang difasilitasi pelaksanaan PILKADES serentak

198 158 158 100 -

Jumlah Desa yang difasilitasi penyelenggaraan Pemerintahan Desa

198 198 198 100 198

Jumlah Desa yang penyusunan LPPDesa Tetap Waktu

119 79 90 113.92 89

Jumlah Desa terfasilitasi Kegiatan TMMD

2 0 0 0 1

Fasilitasi Perencanaan Pembangunan dan Evaluasi Desa

Jumlah Desa yg difasilitasi Sistem Informasi Desa

198 198 198 100 0

Jumlah Desa yang updating Data Profil Desa

109 198 166 83 0

Jumlah Desa yg difasilitasi Perencanaan Pembangunan dan Evaluasi Desa

198 0 0 0 198

Jumlah Desa yang penyusunan RKPDesa tepat waktu

(25)

20

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa a) Analisa Penyebab Keberhasilan / Kegagalan

Keberhasilan pencapaian target kinerja sasaran srategis tidak terlapas dengan adanya sumber daya aparatur, sarana dan prasarana pendukung serta sumber dana program/kegiatan dari APBD Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2018 yang selaras dengan pencapaian target di masing- masing program/kegiatan.

Kendala dan hambatan dalam pencapaian indikator kinerja utama : 1. Belum semua Kepala Desa mengerti tentang BUMDesa

2. Kurangnya kapasitas SDM pengelola BUMDesa tentang cara pengelolaan BUMDesa

3. BUMDesa masih belum mampu untuk berkontribusi untuk meningkatkan PADes 4. Belum semua Perangkat Desa menguasai Siskeudes

5. Kurangnya kapasitas SDM Perangkat Desa dan Kesadaran untuk mempelajari Siskeudes

6. Masih banyak Desa yang belum menggunakan SID secara optimal 7. Sebagian desa masih belum memasukan data profil desa

8. Kurangnya antusias Masyarakat Kabupaten Lumajang dalam berinovasi 9. Kurangnya fasilitas dan perhatian Desa kepada Pasar Desa setempat

10. Tahun 2019 adalah tahun pelaksanaan PILKADES serentak sebanyak 158 Desa, hal ini sanngat berpengaruh terhadap peran-peran kelembagaan kemasyarakatan yang ada di desa. Terutama dalam hal memberdayakan masyarakat menjadi menurun.

Strategi untuk mencapai permasalahan yang dihadapi :

1. Melaksanakan sosialisasi dan pembinaan kepada Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat

2. Menyarankan desa untuk memberikan penyertaan modal bila BUMDesa sudah terbentuk

3. Menyarankan Desa untuk menganggarkan kegiatan peningkatan kapasitas pengelolaan BUMDesa

4. Mendorong keterlibatan Pemerintah Desa yang terkait Pembinaan kelompok Pokmas penerimaan bantuan TTG dan keterkaitan dalam rencana lomba Inovasi TTG

5. Melaksanakan pembinaan dan dan pengawasan kepada Perangkat Desa dan operator Siskeudes

(26)

21 6. Melakukan Bimtek tentang Siskeudes untuk meningkatkan pemahaman

perangkat desa dan operator

7. Menyarankan Desa untuk menggunakan SID dalam pelayanan Desa 8. Perlu Bimtek terkait updating data Profil Desa

9. Mendorong keterlibatan Pemerintah Desa yang terkait dalam pembinaan dan fasilitasi Pasar Desa

10. Pemerintah Desa untuk lebih memfasilitasi secara bertahap tentang perbaikan fasilitasi Pasar Desa di wilayahnya

11. Penguatan Kelembagaan berbasis Komunitas bagi Kelembagaan Masyarakat 12. Peran dan tugas Kelembagaan Masyarakat bagian dari materi pada saat bimtek

Kepala Desa

13. Monitoring evaluasi periodik dan berkelanjutan

b) Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Sasaran / Program Indikator Kinerja Anggaran

Target Realisasi Capaian Alokasi Realisasi Capaian

Sasaran 1 Meningkatnya Swadaya Masyarakat Persentase Partisipasi Masyarakat 2% 2.01% 100,5% 1.689.725.000 1.518.162.352 89.84% Program Pemberdayaan dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat

1.689.725.000 1.518.162.352 89.84%

Sasaran 2

Meningkatnya Peran Lembaga Ekonomi Desa

Nilai SHU (Sisa Hasil Usaha) Lembaga Ekonomi Desa 100jt 218.532.2 13 218.5% 642.005.000 619.506.000 96.49% Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan 542.005.000 522.435.500 96.39% Program Pembinaan Lingkungan Sosial 100.000.000 97.070.500 97.07% Sasaran 3

Meningkatnya Kualitas Tata Kelola Pemerintahan Desa

Persentase Desa Dengan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Yang Berkualitas 10% 8.59% 85.9% 1.641.256.600 1.338.356.000 81.5% Program Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa 1.641.256.600 1.338.356.000 81.5% Rata-Rata Capaian Sasaran 134.97% 3.972.986.600 3.476.024.352 87.5% Tabel 2.6

Perbandingan Capaian Kinerja Sasaran Strategis dan Anggaran

Melihat tabel diatas terjadi efisieni anggaran karena dengan realisasi anggaran sebesar 87,5 % telah mencapai kinerja sasaran strategis sebesar 134,97 % senilai 47,47 %.

(27)

22 TABEL T-C30

PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN LUMAJANG

No Indikator SPM/Standar

Nasional IKK

Target Realisasi Capaian Proyeksi Catatan

Analisis Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021 Tahun 2022 Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021 Tahun 2022 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

1 Jumlah Desa Maju/ Persentase Desa Cepat Berkembang - 20% 20% 23% 25% Tdk ada data Tahun Berjalan Tahun Berjalan 25% Tdk ada data 2 Persentase Partisipasi Masyarakat - Tdk ada

data Tdk ada data Tdk ada data Tdk ada data Tdk ada data

Tdk ada data Tdk ada data

Tdk ada data

Tdk ada data 3 Persentase Desa yg memiliki Bumdes - Tdk ada

data Tdk ada data Tdk ada data Tdk ada data Tdk ada data

Tdk ada data Tdk ada data

Tdk ada data

Tdk ada data 4 Persentase Desa dengan

penyelenggaraan pemdes yangg berkualitas

- 10% 10% 15% 20% 25% 8.59% Tahun

Berjalan

20% 25%

6 Persentase Dana Swadaya Masyarakat Tdk ada data

2% 2% 2,1% 2,2% 2,3% 2.01% Tahun

Berjalan

2,2% 2,3% 7 Nilai SHU (Sisa Hasil Usaha) Lembaga

Ekonomi Desa Tdk ada data 100jt 100jt 200jt 300jt 400jt 218.532.213 Tahun Berjalan 300jt 400jt

(28)

23

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Setiap Perangkat Daerah dalam menjalankan tugas dan fungsinya sering mengalami permasalahan dan hambatan yang harus dihadapi demi tetap menjaga keberadaan suatu organisasi. Berdasarkan pengamatan terhadap kondisi internal Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa berupa kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) serta kondisi eksternal berupa peluang / kesempatan (opportunties) dan ancaman (threats) yang melekat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dapat di identifikasikan.

Identifikasi atas ke empat aspek positif dan negatif tersebut akan menentukan strategi yang tepat dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Hasil identifikasi yang diperoleh setelah dilakukan analisis terhadap kondisi yang ada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa didapatkan permasalahan yang saat ini masih menjadi kendala dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Adapun permasalahan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.7

No Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Keberdayaan Masyarakat Perdesaan masih rendah

Peran Lembaga ekonomi Desa di masyarakat belum optimal

Belum Semua Desa Membentuk Bumdesa Sebagian Besar lembaga ekonomi

desa/Bumdes belum berjalan sehat Pemanfaatan TTG belum optimal Networking usaha belum optimal Keberadaan Lembaga

Kemasyarakatan desa belum berperan optimal

Partisipasi Lembaga Kemasyarakatan menurun

Sinergitas Lembaga Kemasyarakatan Desa Kurang

Kurangnya kualitas SDM Lembaga Kemasyarakatan Desa

Penyelenggaraan

Pemerintahan Desa belum optimal

Tingkat kepatuhan desa thd aturan pengelolaan keuangan desa masih dalam katagori sedang

Penyelenggaraan administrasi desa belum maksimal

Proses perencanaan pembangunan desa belum optimal

Dari matrik diatas terdapat isu strategisnya adalah Tingkat Keberdayaan Masyarakat dan Desa masih rendah, hal ini ditandai masih sedikit jumlah desa maju/cepat berkembang yaitu sebesar 34 Desa (16,7%)

(29)

24

2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

Perencanaan Kinerja merupakan proses penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Renstra Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang akan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan tahunan.

Dalam Dokumen Renja memuat informasi tentang sasaran yang ingin dicapai berikut indikator kinerja sasaran, dan rencana capaiannya yang merupakan representasi tugas pokok dan fungsi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Disamping itu dokumen Renja juga memuat informasi tentang program, kegiatan, serta kelompok indikator kinerja dan rencana capaiannya. Melalui dokumen ini akan diketahui keterkaitan antara kegiatan dengan sasaran, kebijakan dengan programnya, serta keterkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

(30)

25 Berdasarkan Peraturan Bupati Kab. Lumajang No. 22 Tahun 2016 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Lumajang Tahun 2017, maka Rancangan Awal Renja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2021 terdiri dari program dan kegiatan yang akan dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel T-C 31

Review terhadap rancangan awal RKPD Tahun 2021

No

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan

Catatan Penting Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target

Capaian Pagu Indikatif

Program/

Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja

Target Capaian Kebutuhan Dana 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran DPMD 1. Persentense tingkat pemenuhan pelayanan administrasi perkantoran 100% 1.500.000.000 Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota

DPMD 2. Persentase Desa dengan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang berkualitas 100% 5.544.148.983 1.1 Pelayanan Administrasi dan Operasional Perkantoran

DPMD Jumlah Pelayanan adm. Perkantoran yg terlaksana 12 Bulan 1.500.000.000 Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran 100% 6.002.400

(31)

26

2. Program Peningkatan Sarana Dan

Prasarana Aparatur

DPMD Persentanse

Pemenuhan Sarana dan Prasarana Aparatur 60% 500.000.000 Administrasi Keuangan Perangkat Daerah DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran 100% 2.435.310.475 2.1 Pembangunan/Penga daan dan Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Aparatur

DPMD Jumlah sarana dan prasarana yang tersedia

35 Unit,

Paket 250.000.000 Administrasi Kepegawaian Perangkat Daerah DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran 100% 3.044.500 2.2 Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Aparatur

DPMD Jumlah sarana dan prasarana yang terpelihara

136 Unit,

Paket 250.000.000 Administrasi Umum Perangkat Daerah DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran 100% 225.920.668 3. Program Peningkatan Pengembangan sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan DPMD Presentase penyusunan laporan tepat waktu 100% 48.650.000 Pengadaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintah Daerah DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran 100% 22.220.000 3.1 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kierja SKPD/LAKIP

DPMD Jumlah Laporan LKj OPD

1 Dokumen 15.000.000 Penyediaan Jasa Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran 100% 2.737.110.540

(32)

27 3.2 Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran dan prognosis Realisasi Anggaran DPMD Jumlah Laporan Keuangan semesteran dan prognosis 1 Dokumen 1.150.000 Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran 100% 119.020.400 3.3 Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun DPMD Jumlah Laporan keuangan akhir tahun

1 Dokumen 7.500.000 DPMD

3.4 Penyusunan Laporan Indeks Kepuasan Masyarakat

DPMD Jumlah Laporan 2 Dokumen 5.000.000 DPMD

3.5 Penyusunan Rencana Kerja

DPMD Jumlah Laporan 1 Dokumen 5.000.000 DPMD

3.6 Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) SKPD

DPMD Jumlah Laporan 2 Dokumen 15.000.000 DPMD

4. Program pengembangan lembaga ekonomi pedesaan

DPMD - Persentase Desa yang memiliki BUM Desa - Persentase Lembaga

Ekonomi Desa yang aktif

- 82%

- 55%

735.000.000 Program Penataan Desa

DPMD Persentase Desa yang Terfasilitasi Penataan Desa sesuai Regulasi

(33)

28 4.1 Fasilitasi dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Masyarakat DPMD - Jumlah KRTP yang terfasilitasi - Jumlah BUM Desa

yang terfasilitasi - Jumlah LKM yang dibina - 350 Orang - 140 BUM Desa - 48 LKM 400.000.000 Penyelenggaraan Penataan Desa

DPMD Jumlah Desa yang Terfasilitasi Penataan Desa sesuai regulasi

198

desa 0

4.2 Fasilitasi dan Pengembanagn Teknologi Tepat Guna dan SDA

DPMD - Jumlah Pemenang Inovasi TTG - Jumlah Masy yg dilatih pemanfaatan TTG - Jumlah Pameran TTG - 8 Lembaga/ org - 50 org 185.000.000 DPMD 4.3 Fasilitasi dan Kerjasama Lembaga Ekonomi Desa DPMD - Jumlah Lembaga Ex PNPM yang terfasilitasi - Jumlah Pasar Desa

yang terbina - 60 lembaga - 21 Desa 150.000.000 DPMD 5 Program Pembinaan Lingkungan Sosial DPMD - Persentase Lembaga Ekonomi Desa yang aktif

- 55% 125.000.000 Program Peningkatan Kerjasama Desa

DPMD Persentase Desa yang melakukan kerjasama

7% 35.400.000

5.1 Pembinaan dan Pelatihan

Ketrampilan Kerja bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat

DPMD - Jumlah Peserta yang dilatih - Jumlah Alat TTG diserahkan - 40 org - 20 unit 125.000.000 Fasilitasi Kerja sama antar Desa

DPMD Persentase kerjasama Desa yang terfasilitasi

(34)

29 6 Program Pemberdayaan dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat DPMD - Persentase Lembaga Kemasyarakatan desa yang aktif - Persentase Anggota PKK yang aktif - 35% - 82% 2.884.775.000 Program Administrasi Pemerintahan Desa

DPMD Persentase Desa yang Administrasi Pemerintahan Desa sesuai aturan 70% 676.222.900 6.1 Fasilitasi peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam pembangunan desa

DPMD - Jumlah Desa yang berpartisipasi dlm lomba desa - Jumlah Desa yang

berpartisipasi dlm BBGRM - 63 Desa - 205 Desa/kel 322.748.000 Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan Desa

DPMD Jumlah Desa yang terfasilitasi Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan administrasi pemerintahan Desa 198 desa 676.222.900 6.2 Fasilitasi dan Pembinaan Kader Pemberdayaan Masyarakat DPMD - Jumlah Posyandu yg Terfasilitasi - Jumlah KPMD yang dilatih - 1.283 Posyandu - 410 org 315.141.000 DPMD - - 6.3 Fasilitasi Pelaksanaan Program Kegiatan PKK DPMD - Jumlah anggota PKK yang difasilitasi - 1.284 Orang 1.000.000.000 DPMD - - 6.4 Fasilitasi Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat DPMD - Jumlah Pengurus LKMD yang dibina - Jumlah RT/RW yang dibina - 615 Orang - 615 Orang 1.246.886.000 DPMD - -

(35)

30 7 Program Penigkatan Kapasitas Pemerintah Desa DPMD - Persentase Desa yang pengelolaan keuangan desa sesuai aturan

- Persentase Desa yang tertib laporan

penyelenggaraan pemerintahan desa - Persentase desa yang

tertib perencanaan pembangunan desa - 60% - 45% - 40% 3.380.000.000 Program Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat Dan Masyarakat Hukum Adat DPMD Persentase Lembaga Kemasyarakatan desa yang aktif 75% 1,652,868,200 7.1 Fasilitasi dan Pendampingan Pengelolaan Keuangan Desa

DPMD - Jumlah Desa yang Difasilitasi

Pengelolaan Keuangan dan Aset desa

- Jumlah Desa yang penyusunan APBDesnya tepat waktu - 198 Desa - 118 Desa 600.000.000 Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan yang Bergerak di Bidang Pemberdayaan Desa dan Lembaga Adat Tingkat Daerah Kabupaten/Kota serta Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat yang Masyarakat

DPMD Persentase lembaga kemasyarakatan yang terfasilitasi

(36)

31

Pelakunya Hukum Adat yang Sama dalam Daerah Kabupaten/Kota 7.2 Fasilitasi

Penyelenggaraan Pemerintah Desa

DPMD - Jumlah Desa yang difasilitasi

penyelenggaraan Pemerintahan Desa - Jumlah Desa yang

penyusunan LPPDesa Tetap Waktu - Jumlah Desa terfasilitasi Kegiatan TMMD - 198 Desa - 89 Desa - 1 Desa 2.280.000.000 DPMD 7.3 Fasilitasi Perencanaan Pembangunan dan Evaluasi Desa DPMD - Jumlah Desa yg difasilitasi Perencanaan Pembangunan dan Evaluasi Desa - Jumlah Desa yang

penyusunan RKPDesa tepat waktu

- 198 Desa

- 79 Desa

(37)

32 Pelayanan yang diberikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, khususnya dalam mendukung pembangunan Daerah di Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa berdasarkan pedoman dan kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati Kabupaten Lumajang, diarahkan untuk mendukung aktifitas Pemerintahan Desa, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat.

Sedangkan fungsi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang adalah memberikan fasilitasi berupa pembinaan, pelaksanaan pengendalian, pengawasan, monitoring evaluasi, pelaporan pelaksanaan dan pertanggung jawaban bidang pemberdayaan masyarakat dan desa.

Terkait dengan pembangunan Daerah di Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa juga mendukung untuk mewujudkan kesetaraan gender sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJPN dan menjadi salah satu tujuan yang akan dicapai dalam RPJMD Kabupaten Lumajang 2018-2023. Lebih operasional lagi, Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 telah memerintahkan kepada seluruh Kementerian/lembaga serta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk melaksanakan pengarusutamaan gender ke dalam siklus manajemen, yakni perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program yang berperspektif gender di seluruh aspek pembangunan.

Pengarusutamaan gender ini telah menjadi komitmen Nasional yang akan diterapkan dalam setiap penyusunan kebijakan, perencanaan dan penganggaran, serta implementasinya melalui program dan kegiatan. Secara umum, program dan kegiatan pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang direncanakan, dilaksanakan dan dapat dimanfaatkan untuk semua gender. Konsep setara dan adil gender harus benar-benar menjadi pegangan dalam setiap tahapan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat. Setara berarti seimbang relasi antara laki-laki dan perempuan (dan orang lanjut usia, anak- anak di bawah umur, orang cacat/disable, serta orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi), kemampuan memadai yang meliputi Knowledge Attitude Practise, pengakuan terhadap eksistensi, ruang partisipasi, pengambilan peran dan fungsi secara proporsional dalam proses pembangunan secara utuh menyeluruh baik dari pemanfaatan hasil, pelaksanaan, pemeliharaan, pengawasan, penyusunan, evaluasi maupun perencanaan pembangunan di bidang Pemberdayaan Masyarakat. Sementara adil dapat diartikan sebagai tidak adanya pembakuan peran, beban ganda, subordinasi, dan marginalisasi terhadap perempuan maupun laki-laki. Jika

(38)

33 melihat definisi setara dan adil di atas dan dikaitkan dengan tolok ukur pengarusutamaan gender yang dapat diukur dari sisi akses, partisipasi, kontrol dan manfaat, maka “setara” berada pada ukuran akses, partisipasi dan kontrol sedangkan “adil” dilihat dari sisi pemanfaatannya.

2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Dengan pertimbangan prinsip penyelenggaraan pemerintah yang baik dengan memperhatikan hasil MUSRENBANG tingkat kabupaten, responsif terhadap permasalahan serta isu-isu strategis, efesien dalam perencanaan anggaran dan efektif dalam pencapaian tujuan. Dengan demikian rencana kerja ini tidak hanya memenuhi kepentingan perangkat daerah saja melainkan juga dapat menjawab permasalahan yang ada di masyarakat.

Usulan kegiatan dari masyarakat yang tertuang dalam rancangan rencana kerja didiskusikan dalam pembahasan forum OPD Kabupaten. Pembahasan dilakukan untuk menyelaraskan rumusan rancangan Renja dengan kesepakatan hasil musrenbang OPD. Pada forum OPD ada usulan program/kegiatan yang ditujukan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Usulan yang disampaikan pada saat pembahasan forum OPD dan tentunya menyesuaikan prioritas program dan kegiatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang, seperti tersaji dalam Tabel T.C- 32.

Tabel T-C.32

USULAN PROGRAM/KEGIATAN DARI PEMANGKU KEPENTINGAN TAHUN 2021 KABUPATEN LUMAJANG

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

No Program/ Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Target Catatan

1 2 3 4 5

1. PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

KABUPATEN/KOTA

DPMD Persentase Desa dengan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang berkualitas

100%

1.1 Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah

DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran

100%

1.1.1 Penyusunan Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah

(39)

34

1.1.2 Koordinasi dan

Penyusunan Dokumen RKA-SKPD

DPMD Jumlah Jenis dokumen RKA-SKPD 1 Jenis

1.1.3 Koordinasi dan

Penyusunan Dokumen Perubahan RKA-SKPD

Jumlah dokumen Perubahan RKA-SKPD

1 Jenis

1.1.6 Koordinasi dan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

DPMD Jumlah Jenis dokumen LAKIP 16 Jenis

1.2 Administrasi Keuangan Perangkat Daerah

DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran

100%

1.2.1 Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN

DPMD Jumlah ASN terlayani gaji dan tunjangan

23 ASN

1.2.2 Penyediaan Administrasi Pelaksanaan Tugas ASN

DPMD Jumlah fasilitasi administrasi keuangan pelaksanaan tugas ASN

3 fasilitasi

1.2.4 Koordinasi dan

Pelaksanaan Akuntansi SKPD

Jumlah Dokumen Akuntansi SKPD 1 jenis

Jumlah fasilitasi pelaksanaan akuntasi SKPD

1 fasilitasi

1.2.5 Koordinasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun SKPD

DPMD Jumlah jenis Laporan Keuangan Akhir Tahun

1 jenis

1.2.6 Pengelolaan dan penyiapan bahan tanggapan pemeriksaan

DPMD Jumlah Laporan Tanggapan pemeriksaan 1 jenis 1.2.7 Koordinasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Bulanan/Triwulanan/Seme steran SKPD

DPMD Jumlah Jenis Laporan Keuangan 3 jenis

1.2.8 Penyusunan Pelaporan dan Analisis Prognosis Realisasi Anggaran

DPMD Jumlah Jenis Laporan Prognosis realisasi anggaran

1 jenis

1.3 Administrasi Barang Milik Daerah pada Perangkat Daerah

Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran

100%

1.3.6 Penatausahaan Barang Milik Daerah pada SKPD

Jumlah fasilitasi penatausahaan BMD

1 fasilitasi

1.5 Administrasi Kepegawaian Perangkat Daerah

DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran

100%

1.5.3 Pendataan dan

Pengolahan Administrasi Kepegawaian

DPMD Jumlah ASN terdata 23 ASN

Jumlah fasilitasi administrasi kepegawaian

1 fasilitasi

1.6 Administrasi Umum Perangkat Daerah

DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran

(40)

35

1.6.1 Penyediaan Komponen Instalasi

Listrik/Penerangan Bangunan Kantor

DPMD Jumlah jenis komponen instalasi Listrik/Penerangan yang disediakan

6 jenis

1.6.4 Penyediaan Bahan Logistik Kantor

DPMD Jumlah jenis logistik kantor yang disediakan

87 jenis

1.6.5 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan

DPMD Jumlah fasilitasi penggandaan dokumen

1 fasilitasi

DPMD Jumlah jenis barang cetakan yang disediakan

5 jenis

1.6.6 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan

DPMD Jumlah jenis bahan bacaan disediakan

1 jenis

1.6.9 Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Konsultasi SKPD

DPMD Jumlah fasilitasi korrdinasi dan konsultasi SKPD

1 fasilitasi

DPMD Jumlah fasilitasi rakor SKPD 1 fasilitasi

1.7 Pengadaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintah Daerah

DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran

100%

1.7.6 Pengadaan Peralatan dan Mesin lainnya

DPMD Jumlah jenis peralatan kantor yang disediakan

2 jenis

1.8 Penyediaan Jasa Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah

DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran

100%

1.8.1 Penyediaan Jasa Surat Menyurat

DPMD Jumlah fasilitasi jasa surat menyurat 2 fasilitasi

1.8.2 Penyediaan Jasa

Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

DPMD Jumlah rekening yang dibayar 8 rekening

1.8.4 Penyediaan Jasa

Pelayanan Umum Kantor

DPMD Jumlah fasilitasi jasa pelayanan umum kantor

7 fasilitasi

1.9 Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah

DPMD Persentase pemenuhan fasilitasi kebutuhan operasional perkantoran

100%

1.9.2 Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan, Pajak, dan Perizinan Kendaraan Dinas Operasional atau

Lapangan

DPMD Jumlah kendaraan dinas operasional/lapangan yang dipelihara

3 kendaraan

1.9.6 Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Lainnya

DPMD Jumlah jenis peralatan yang dipelihara

3 jenis

4. PROGRAM PENATAAN DESA

DPMD Persentase Desa yang Terfasilitasi Penataan Desa sesuai Regulasi

70%

4.1 Penyelenggaraan Penataan Desa

DPMD Jumlah Desa yang Terfasilitasi Penataan Desa sesuai regulasi

198 desa

4.1.1 Fasilitasi Penataan Kewenangan Desa

DPMD Jumlah Desa yang terfasilitasi Penataan Kewenangan Desa

198 desa

5 PROGRAM PENINGKATAN KERJASAMA DESA

DPMD Persentase Desa yang melakukan kerjasama

(41)

36

5.1 Fasilitasi Kerja sama antar Desa

DPMD Persentase kerjasama Desa yang terfasilitasi

100%

5.1.1 Fasilitasi Kerja Sama Antar Desa dalam

Kabupaten/Kota

DPMD Jumlah kerjasama antar Desa yang terbentuk

1 kerjasama

5.1.2 Fasilitasi Kerja Sama Antar Desa dengan Pihak Ketiga dalam Kabupaten/Kota

DPMD Jumlah kerjasama Desa dengan pihak ketiga yang terbentuk

0 kerjasama

6 PROGRAM ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA

DPMD Persentase Desa yang Administrasi Pemerintahan Desa sesuai aturan

70% 6.1 Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan Desa

DPMD Jumlah Desa yang terfasilitasi Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan administrasi pemerintahan Desa 198 desa 6.1.1 Fasilitasi Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan Desa

DPMD Jumlah fasilitasi penyelenggaraan administrasi pemerintahan desa

0 lokasi

6.1.2 Fasilitasi Penyusunan Produk Hukum Desa

DPMD Jumlah Desa yang penyusunan APBDesnya tepat waktu

0 desa

6.1.3 Fasilitasi Penyusunan Perencanaan

Pembangunan Desa

DPMD Jumlah Desa yang penyusunan RKPDesa tepat waktu

0 desa

Jumlah desa terfasilitasi penyusunan RPJMDes

0 desa

6.1.4 Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa

DPMD Jumlah Desa yang difasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa

198 desa

Jumlah fasilitasi aplikasi pengelolaan keuangan desa

0 Aplikasi

6.1.5 Pembinaan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa

DPMD Jumlah desa yang terfasilitasi peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa

0 desa

6.1.6 Pembinaan dan

Pemberdayaan BUM Desa dan Lembaga Kerja sama antar Desa

DPMD Jumlah BUM Desa yang terfasilitasi 145 BUMDesa

6.1.7 Penyelenggaraan

Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa

DPMD Jumlah Desa yang difasilitasi pelaksanaan PILKADES serentak

32 Desa

6.1.8 Fasilitasi Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa

DPMD Jumlah pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa yang terfasilitasi

0 desa

6.1.9 Fasilitasi Penyusunan Profil Desa

DPMD Jumlah Desa yang difasilitasi Updating Profil Desa dan Kelurahan

205 Desa/ Kelurahan 6.1.10 Fasilitasi Manajemen

Pemerintahan Desa

DPMD Jumlah Desa yang difasilitasi penyelenggaraan Pemerintahan Desa

198 desa

DPMD Jumlah desa difasilitasi serap aspirasi masyarakat desa

3 kegiatan

6.1.11 Fasilitasi Pengelolaan Aset Desa

DPMD Jumlah Desa yang difasilitasi Pengelolaan Aset Desa

(42)

37

6.1.12 Pembinaan Peningkatan Kapasitas Anggota BPD

DPMD Jumlah Desa yang dibina

Peningkatan Kapasitas Anggota BPD

0 desa

6.1.13 Fasilitasi Penetapan dan Penegasan Batas Desa

DPMD Jumlah Desa yang difasilitasi Penetapan dan Penegasan Batas Desa

0 desa

6.1.14 Fasilitasi Pembinaan Laporan Kepala Desa

DPMD Jumlah Desa yang penyusunan LPPDesa Tetap Waktu

0 desa

6.1.15 Fasilitasi Evaluasi

Perkembangan Desa serta Lomba Desa dan

Kelurahan DPMD Pengisian Perkembangan Desa/Upgrade data 205 desa/ kelurahan 7 PROGRAM PEMBERDAYAAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN, LEMBAGA ADAT DAN MASYARAKAT HUKUM ADAT

DPMD Persentase Lembaga

Kemasyarakatan desa yang aktif

75%

7.1 Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan yang Bergerak di Bidang Pemberdayaan Desa dan Lembaga Adat Tingkat Daerah Kabupaten/Kota serta Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat yang Masyarakat

Pelakunya Hukum Adat yang Sama dalam Daerah Kabupaten/Kota

DPMD Persentase lembaga

kemasyarakatan yang terfasilitasi

100% 7.1.1 Fasilitasi Penataan, Pemberdayaan dan Pendayagunaan Kelembagaan Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (RT, RW, PKK, Posyandu, LPM, dan Karang Taruna), Lembaga Adat Desa/Kelurahan dan Masyarakat Hukum Adat

DPMD Jumlah kelembagaan LPM yang dibina

205 lembaga

DPMD Jumlah paguyuban RT/RW yang dibina 205 lembaga 7.1.2 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (RT, RW, PKK, Posyandu, LPM, dan Karang Taruna), Lembaga Adat Desa/Kelurahan dan Masyarakat Hukum Adat

DPMD Jumlah posyandu yang naik strata 250 posyandu

(43)

38

7.1.3 Fasilitasi Penyediaan Sarana dan Prasarana Kelembagaan Lembaga Kemasyarakatan

Desa/Kelurahan (RT, RW, PKK, Posyandu, LPM, dan Karang Taruna), Lembaga Adat Desa/Kelurahan dan Masyarakat Hukum Adat

DPMD Jumlah sarana dan prasarana kelembagaan yang disediakan

0 lembaga

7.1.4 Fasilitasi Pengembangan Usaha Ekonomi

Masyarakat dan

Pemerintah Desa dalam Meningkatkan

Pendapatan Asli Desa

DPMD Jumlah Pasar Desa yang terbina 21 Pasar Desa

DPMD Jumlah UPKu yang dibina 45 LKM/UPKu 7.1.5 Fasilitasi Pemerintah Desa

dalam Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna

DPMD Jumlah Pemenang Inovasi TTG 8 Pemenang

DPMD Jumlah Masyarakat yang dilatih pemanfaatan TTG

50 Orang

DPMD Jumlah Pameran TTG 2 Kegiatan DPMD Jumlah KPSPAM yang dibina 0 KPSPAM DPMD Jumlah Inovator TTG yang dilatih 8 Orang DPMD Jumlah Alat TTG diserahkan 20 unit 7.1.6 Fasilitasi Bulan Bhakti

Gotong Royong Masyarakat

DPMD Jumlah desa yang berpartisipasi dalam BBGRM

63 desa/ kelurahan

7.1.7 Fasilitasi Tim Penggerak PKK dalam

Penyelenggaraan Gerakan Pemberdayaan

Masyarakat dan

Kesejahteraan Keluarga

DPMD Jumlah kelembagaan PKK yang terfasilitasi

(44)

39

BAB III

TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH

3.1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

Didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 menyebutkan bahwa visi Indonesia Tahun 2015- 2019 adalah Terwujudnya Indonesia

yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong.

Usaha-usaha perwujudan visi Indonesia 2015-2019 akan dijabarkan dalam misi pemerintah Tahun 2015-2019 sebagai berikut :

1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai Negara kepulauan;

2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan Negara hukum;

3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai Negara maritim;

4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera; 5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing;

6. Mewujudkan Indonesia menjadi Negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional;

7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Ditetapkan sembilan agenda prioritas (Nawacita) dan Trisakti Tahun 2015-2019, yaitu :

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga Negara;

2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya;

3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah- daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan;

4. Menolak Negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya;

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia;

Gambar

Tabel 3.0  3.3. Program dan Kegiatan

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan 4 Indikator Kinerja Program (Outcome) Rencana Tahun 2014 Lokasi Target Capaian Kebutuhan dana (Rp. 000) Peningkatan Kapasitas pemerintahan mukim dan gampong

Kegiatan Penerbitan Izin Usaha Simpan Pinjam untuk Koperasi dengan Wilayah Keanggotaan Lintas Daerah Kabupaten/Kota dalam 1 (Satu) Daerah Provinsi Rp. 437.460.000,-

 Sub Kegiatan Fasilitasi, Pelaksanaan dan Evaluasi Penelitian dan Pengembangan Bidang Kelembagaan dan Ketatalaksanaan, terdapat penambahan anggaran sebesar

Mengingat arti strategis dokumen Renja SKPD dalam mendukung penyelenggaraan program pembangunan tahunan pemerintah daerah, maka sejak awal tahapan penyusunan

CAPAIAN PROGRAM Terpenuhinya kebutuhan administrasi perkantoran 12 Bulan. MASUKAN

Program dan kegiatan Lokasi Indikator kinerja Program dan Kegiatan Target capaian Kebutuhan Dana 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Perencanaan, Monitoring dan

66,67% untuk capaian Program bersifat output (kegiatan) dalam skala yang besar diluar yang telah ditetapkan dalam Renstra SKPD.

(1) Pemerintah Kabupaten/Kota membentuk Tim Fasilitasi Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat tingkat Kabupaten dan Kota yang anggotanya terdiri dari unsur pemerintah daerah