• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masyarakat adat Kota dan Kabupaten Soron

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Masyarakat adat Kota dan Kabupaten Soron"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Masyarakat adat Kota dan Kabupaten Sorong khususnya untuk suku Moi, yang adalah Suku asli disana, menyatakan semua tanah disana merupakan tanah hak ulayat kecuali tanah yang telah dialihkan dengan pelepasan adat. Pada prinsipnya seluruh masyarakat hukum adat tidak memperbolehkan mengalihkan hak atas tanah ulayat melalui jual beli dengan pelepasan adat karena akan kehilangan tanah ulayat selamanya. Tetapi karena kebutuhan tanah guna kepentingan negara dan masyarakat maka hak ulayat masyarakat hukum adat dapat diperjualbelikan dengan pelepasan adat. Melepaskan hak tanah adat harus mengetahui Lembaga

Adat Malamoi di Kota dan Kabupaten Sorong.

(2)

dalam pembentukan peraturan daerah perlindungan masyarakat adat di Kota dan Kabupaten sorong. Karena tanah-tanah yang berada di wilayah Kota Sorong dan Kabupaten ini merupakan warisan leluhur dan sebagai suku yang terbesar, maka Suku Moi menguasai tanah di wilayah Kota Sorong dan Kabupaten ini mempunyai hak ulayat yang sah. Segala Proses jual-beli tanah sampai pembuatan surat pelepasan tanah adat adalah melalui lembaga dari suku ini yang dikenal dengan LMA Malamoi atau Lembaga Masyarakat Adat Malamoi. Dalam proses jual-beli tanah sampai diterbitkannya sertifikat tanah, di Papua Barat khususnya Kota dan Kabupaten Sorong, syarat utama sebelum memiliki sertifikat tanah adalah memiliki Surat Pelepasan Tanah Adat yang dikeluarkan oleh Lembaga Masyarakat Adat Malamoi yang dianggap sebagi lembaga yang sah dan lembaga yang bekerja sama dengan BPN dalam proses penerbitan sertifikat tanah. Tanpa surat pelepasan tanah adat maka dianggap tidak melengkapi syarat bagi penerbitan sertifikat tanah.

Ada banyak marga dalam suku Moi, tetapi ada marga tertua dan menjadi marga yang memiliki sebagian besar tanah di Kota da Kabupaten Sorong. yaitu :

Referensi

Dokumen terkait

Semua Responden melakukan peralihan Hak Milik atas tanah di hadapan PPAT. Syarat-syarat dan proses peralhan Hak Milik atas tanah karena jual beli adalah sbagai.

tanah untuk rumah tinggal bagi golongan III Pegawai Negeri Sipil berdasarkan KMNA/KBPN Nomor 2 Tahun 1998 di Kota Sorong Propinsi Papua Barat sebagian besar belum

Sistem dan aplikasi yang digunakan untuk pengolahan data pengarsipan jual- beli tanah di kantor Desa Condongcatur, khususnya pada bagian Kasi Hak-hak atas tanah belum

Syarat formil dalam jual beli hak atas tanah adalah meliputi formalitas transaksi jual beli tersebut.Formalitas ini meliputi akta yang menjadi bukti perjanjian jual beli serta

Harta pusaka tinggi yang diperjualbelikan di Nagari Durian Gadang tersebut sudah memenuhi rukun jual beli, namun tidak memenuhi keseluruhan syarat-syarat dari jual beli yaitu

suatu perbuatan hukum jual beli khususnya mengenai bidang tanah. Akta tersebut yang dimaksud atau yang lebih dikenal dengan akta “ Perjanjian Pengikatan Jual Beli “. Ada beberapa

dan Gas Bumi Pertamina PetroChina di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat (Pengadaan Tanah untuk Joint Operating Body Pertamina-PetroChina Salawati) .... Penelitian ini

Mengingat faktor keterbatasan masyarakat pada umumnya dan masyarakat adat Pakpak perbuatan hukum jual beli tanah adat seringkali dilakukan tanpa menggunakan akta otentik di