Bagaimana Cara Membaca Diagram Fasa

151  Download (0)

Teks penuh

(1)

Bagaimana Cara Membaca Diagram Fasa

Apa itu fasa? Sederhananya kita dapat mendefinisikan fasa sebagai bentuk zat. Padat, cair, dan gas adalah fasa umum dari setiap zat. Kita ambil air sebagai contoh. Jika kita melihat ada es yang mengapung di lautan, maka kita telah melihat adanya dua fasa disana yaitu fasa cair dan fasa padat. Tapi tunggu dulu, bahkan sebenarnya ada tiga fasa disana, karena kita telah mengetahui bahwa udara juga mengandung uap air dalam jumlah yang cukup banyak. Jadi, ada air laut yang merupakan fasa cair di bawah, kemudian es sebagai fasa padat, dan uap air di udara sebagai fasa gas.

Akan tetapi, fasa juga dapat digunakan secara lebih luas daripada perbedaan bentuk dari zat yang sama. Sebagai contoh, minyak yang mengapung diatas air merupakan sistem dua fasa (dalam kasus ini, dua fasa cair). Jika minyak dan air berada dalam botol, maka disana akan ada tiga fasa karena botol juga merupakan fasa yang lain. Jumlah fasa akan bertambah manakala kita memasukkan sendok ke dalam botol yang berisi minyak dan air ini. Artinya kita akan mendapatkan 2 fasa cair dan 2 fasa padat. Belum lagi jika botol tersebut masih menyisakan udara di atasnya, maka fasa gas akan menjadi fasa kelima yang ikut ambil bagian dalam sistem ini.

(2)

Diagram fasa adalah diagram yang menggambarkan perubahan bentuk suatu zat pada berbagai keadaan tekanan dan suhu.

Bagaimana cara membaca diagram fasa ?

Masih banyak siswa yang tidak faham maksud dari diagram fasa dan cara membacanya. Sebenarnya, konsep diagram fasa cukup mudah, yaitu diagram yang menyatakan suhu didih atau suhu beku atau suhu sublim suatu zat pada tekanan tertentu (hubungan antara tekanan dengan suhu). Masalahnya, diagram fasa berbentuk garis sehingga membingungkan sebagian siswa. Banyak siswa yang bingung apa maksud dari garis tersebut.

Baiklah, kita bahas tahap demi tahap.

Sebagaimana sudah dibahas, diagram fasa adalah diagram yang membandingkan antara tekanan dengan suhu. Karena diagram ini memperlihatkan hubungan antara tekanan dan suhu dengan perubahan fasa, maka yang menjadi fokus perhatian dari diagram fasa adalah suhu dan tekanan yang diberikan pada saat terjadinya perubahan fasa. Sebagai contoh, pada tekanan 1 atm (1,013 bar), air akan berubah fasanya dari padat ke cair atau sebaliknya, pada suhu 0 oC, dan akan berubah fasanya dari cair ke gas atau sebaliknya, pada suhu 100 oC. Jika

kita ganti tekanannya menjadi 2 atm misalnya, maka suhu pada waktu terjadinya perubahan fasa (membeku atau mendidih), juga berubah.

(3)
(4)

Jika titik-titik tersebut dihubungkan dengan garis, maka akan didapatkan gambar seperti berikut :

Titik beku pun sama, garis yang terdapat pada diagram fasa (garis beku), sebenarnya merupakan kumpulan titik-titik yang berhubungan satu sama lain.

(5)

Lalu apa fungsi Diagram Fasa ?

Diagram fasa dapat digunakan untuk menentukan keadaan suatu zat pada suhu dan tekanan tertentu. Sebagai contoh, air pada suhu 85 oC dan tekanan 1 atm berbentuk cair, namun jika

tekanannya diturunkan menjadi 0,5 atm misalnya, maka air berwujud gas pada suhu tersebut.

Nah, sekarang kita akan berbicara tentang penurunan titik beku dan kenaikan titik didih.

Penurunan titik beku adalah turunnya titik beku suatu zat cair ketika ke dalamnya

ditambahkan suatu zat terlarut. Dengan kata lain, cairan tersebut sekarang berubah menjadi larutan. Kenaikan titik didih juga seperti itu, yaitu naiknya titik didih suatu zat cair ketika ke dalamnya ditambahkan suatu zat terlarut (atau mudahnya, berubah menjadi larutan).

Sebagai contoh, jika ke dalam 1 kg air ditambahkan 1 mol glukosa, maka titik bekunya akan berkurang sebesar 1,86 oC, dan titik didihnya akan bertambah sebesar 0,52 oC. Itu artinya,

titik beku air (yang sekarang sudah berubah menjadi larutan glukosa dalam air), akan menjadi -1,86 oC pada tekanan 1 atm. Begitu pula, titik didihnya akan menjadi 100,52 oC pada tekanan

ini. Pada nilai tekanan yang lain, polanya akan sama, titik beku berkurang sebesar 1,86 oC,

(6)

Bagaimana dengan keadaan tekanan yang lain ?

(7)

Jadi, yang dimaksud dengan perubahan titik beku air adalah berubahnya titik beku ketika air masih murni tanpa zat terlarut apapun, menjadi air yang sudah ditambah zat terlarut (atau singkatnya menjadi larutan). Begitu pula dengan titik didih.

Nah, sudah jelas sekarang yah. Sehingga kita bisa tarik kesimpulan :

1. Bahwa garis-garis yang ada pada diagram fasa sesungguhnya merupakan kumpulan titik-titik yang bersambung satu sama lain membentuk garis.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...