Hari ini hari pertama datang kesekolah

34 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Hari ini hari pertama datang kesekolah baru. Yap !!! sekolah baru, bukan sekolah yang gedungnya baru lho !!!!!. Tapi sekolah yang bener – bener baru buat seorang gadis remaja yang baru saja menamatkan sekolah nya di jenjang menengah pertama. Hari ini sekolah tersebut belum memulai kegiatan belajar mengajarnya. Dan murid yang datang pun, hanya murid – murid baru yang akan mendaftarkan dirinya. Gadis remaja tersebut adalah Dania, gadis remaja yang masih polos dan tidak berani berfikiran yang macam – macam. Karena memang ia alumni dari sekolah agama yang lumayan tersohor di kota tersebut. Bersama dengan abang tercinta ia memberanikan diri untuk menyerahkan formulir pendaftaran kepada panitia. Mungkin ia sangat tidak berniat untuk mendaftar di sekolah yang satu ini karena memang sekolah ini tidaklah tersohor seperti sekolahnya dulu, dan juga sekolah ini sangatlah tidak cocok dengan remaja putri ini. Karena menurutnya ia tidak mahir dalam pengerjaan hitung - menghitung yang menjadi tuntutan di jurusan yang ia pilih. Akuntansi, seperti yang kalian ketahui akuntansi selalu berkutat dengan angka – angka dan pengerjaan hitung - menghitung. Tapi apa boleh buat inilah kehendak dari kedua orang tuanya. Entah apa yang di fikirkan oleh kedua orang tuanya hingga mereka mengambil keputusan untuk menyekolahkan Dania di sekolah tersebut. “Dania Multazam” tiba – tiba terdengar suara dari speaker yang terpasang di pojok atas ruangan itu. Suara tersebut memecahkan lamunannya yang masih memifirkan alasan orang tuanya yang menurutnya tega mendaftarkannya di sekolah yang seperti itu keadaannya. Dengan langkah kaki yang gontai ia menuju ke arah depan menghampiri panitia yang baru saja memanggilnya. “ya pak saya Dania”. “ini formulir kamu, sekarang kamu bisa melanjutkan proses pendaftaranmu di sana” ucap bapak panitia tersebut sambil menunjuk salah satu dari banyak kelas yang ada di sana. “terimakasih pak” setelah mengucapkan terimakasih dan memberitahu kepada abangnya Dania langsung berjalan menuju keruangan yang tadi di tunjuk oleh bapak panitia. Karena melamun ia pun tanpa sengaja menabrak seorang laki – laki yang nampaknya sama – sama ingin menuju ruangan yang akan di tuju oleh Dania. “ouchh, maaf ngga’ sengaja”. “ eh, iya engga’ apa – apa aku juga minta maaf aku yang salah”. “engga’ kok aku yang salah aku melamun”. “yaudah deh kita sama – sama salah, Renaldi” ucap laki – laki itu seraya menyodorkan tangannya untuk berkenalan dengan Dania. Namun, belum sempat Dania menjabat tangan laki – laki itu abangnya datang dan menarik tangan Dania ke kelas yang memang harus di tujunya. “Dania” ucapnya seraya mengikuti sang kakak dari belakang.

(2)

mengucapkannya. Dania menoleh kanan dan kiri semuanya sibuk mengerjakan tugas masing – masing. Dengan menyimpan rasa penasaran yang teramat sangat ia melanjutkan tugasnya untuk mengerjakan soal yang ada di hadapannya. “perlu bantuan ?”. Lagi – lagi suara yang sama. Kali ini Dania tidak menggubris suara tersebut ia tetap fokus untuk menyelesaikan tugasnya. “Dania aku dibelakang”. Mendengar suara itu Dania pun refleks menoleh kebelakang. Dan tanpa ia sadari suara yang sedari tadi mengganggunya adalah suara Renaldi. Laki – laki yang kemarin sempat berkenalan dengannya. Atau mungkin lebih tepat dikatakan belum berkenalan karena mereka belum sempat berjabat tangan. Mereka berdua hanya saling mengetahui nama satu sama lain. Dan Dania pun sebenarnya tidak terlalu ingat dengan wajah Renaldi. “woy kok kamu bengong ?”. “ ehmm.... engga’ kok”. “udah deh ngga’ usah bohong. Mau aku bantuin ngga’”. “ehmm.. kayaknya ngga’ perlu. Aku bisa kok ngerjain soal ini sendiri”. “yang di belakang harap tenang” ucap bapak pengawas. “baik pak” jawab mereka berdua.

(3)

Renaldi ia pun sudah mulai berteman dengan murid yang ada. Renaldi memang laki – laki idaman para wanita.

Dengan perawakan tubuh yang tegap, kulit kuning langsat, mata sipit dan yang pasti ia menggunakan kacamata. Laki – laki yang menggunakan kacamata adalah tipe cowok idaman Dania. Entah apa alasan Dania suka dengan cowok yang menggunakan kacamata. Yang pasti menurutnya cowok yang menggunakan kacamata adalah cowok yang perhatian dan cerdas. Hanya itulah alasan Dania. Cukup membuat bingung memang, terkadang ada orang yang menggunakan kacamata tetapi tak seperti yang di fikirkan Dania. segelinti psti ada tetapi tidak semuanya seperti itu.“woy kok kamu melamun sih Dan ?”. “astaga Rey jantungku hampir copot tau. Siapa yang melamun ?” . “udahlah jangan sok – sok ngga’ tau lah. Nah kan lagi – lagi kamu melamun. Dania,,,,” teriak Renaldi pada Dania. “Rey,,,, telinga aku masih bagus tau” . “kamu itu kenapa melamun Dania ?” . “aku ngga’ melamun Renaldi” . “udahlah Dan ngga’ usah bohong” . “aku ngga’ bohong Rey, cuma aku ngerasa sepi di sini” . “kok sepi sich Dan ?”. “yah gitulah Rey namanya juga cewek kalau ngga’ ada temen yah ngerasa sepi”. “owh gitu kok aku baru tahu sih” . “kamu kan cowok Rey” . “tapi kan seharusnya aku tahu” . “yaudah deh sekarang kamu udah tahu kan ?” . “ ya ya ya ya eh Dan mau ke kantin ngga’ ?”. “kalau kamu yang traktir aku mau ikut” . “dasar maunya selalu yang gratisan” . “yah kan sekali – sekali juga Rey kalau ngga' sekarang kan kapan lagi ? lagipula kamu mau kan traktir aku makan ?” . “ya ya ya ya” . “tapi kalau kamu ngga’ ikhlas yaudah ngga’ usah aku juga ngga’ maksa kamu kok. Aku juga punya uang saku sendiri” . “engga’ kok Dan siapa juga yang ngga’ ikhlas ngeluarin uang saku lebih buat cewek secantik kamu” . “kebiasaan” . “kebiasaan ? kan baru kali ini aku bilang kamu cantik” . “buat kamu baru satu kali tapi buat cowok yang lain udah berkali – kali tau” . “itukan cowok yang lain beda dengan aku. Aku ngga’ nge - gombal kok aku serius bilang kalau kamu itu cantik” . “ya ya ya ya” . “woy itu punya aku tau” . ”biarin aja. Traktirannya jadi ngga’ udah laper nih” . “ya jadilah yuk jalan”.

Tanpa sepengetahuan dari Dania dan Renaldi ternyata orang tua mereka berdua sudah saling mengenal satu sama lain dan berencana akan menjodohkan keduanya ketika dewasa nanti. Namun tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan cerita cinta mereka berdua akan menghadapi banyak rintangan yang tidak terduga. Kisah cinta mereka akan sangat rumit dan sangat sulit untuk di lewati bagaikan menyebrang di sungai yang arusnya sangat deras dan tidak ada jembatan penyebrangan yang tersedia. Seperti itu lah nampaknya kisah cinta mereka akan terjadi. Sangat sulit bukan ?. Namun, mereka berdua akan membuktikan bahwa kekuatan cinta memanglah sangat hebat dan cinta mereka berdua sangatlah besar hingga sulit bagi siapapun untuk memisahkannya. Kalaupun dapat dipisahkan nantinya mereka akan bersatu kembali sebagai sepasang makhluk tuhan yang bahagia.

(4)

akuntansi yang ia kerjakan sendirian tanpa bantuan siapapun. Tugas akuntansi yang seharusnya dapat dikerjakan dalam waktu paling lambat hanya satu jam ditangan Dania tugas tersebut dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat hanya 3 jam. Sangat jauh berbeda, karena memang Dania mengerjakannya tidak dengan niat yang sepenuh hati. Asal tugas itu selesai Dania sudah senang. “makasih banyak Dania manis”. “woy emang aku gulali manis ? iya sama –sama”. “bukan tapi bolehlah sekali – sekali ngasih pujian buat kamu”. “ya ya ya ya”. “kayaknya aku kenal dengan kata – kata itu ?”. “ya emang kamu kenal itu kan punya Renaldi”. “hah untung aku ingat”. “ingat apa bel ?”. “tapi kamu jangan marah ya”. “tergantung”. “yah kalau tergantung ngga’ jadi deh”. “hehee ngga’ lah emang buat apa aku marah ?. Emang ada apa sih bel ?”. “ehmm aku punya temen cowok yang naksir dengan kamu Dan”. Lagi – lagi perasaan yang sama dengan saat pengumuman kejuruan dan saat Renaldi memujinya. Jantungnya kembali berdetak hebat dan darahnya kembali mengalir dengan derasnya. Sebenarnya Dania pun bingung dengan perasaan yang sering ia rasakan. Entah apa itu namanya namun, yang ia tahu ia mulai merasakan hal tersebut sering terjadi sejak ia bertemu dengan Renaldi. Sosok laki – laki yang susah untuk di deskripsikan bentuk fisik dan sifatnya.

Namun, hanya laki – laki inilah yang mampu membuat Dania merasa senang dikala ia sedang berduka. “ya ampun nih anak. Woy Dan” sergah Bella sambil melambai – lambaikan tangannya di depan wajah Dania. “eh iya kenapa Bel ?”. “ya ampun pake nanya lagi. Gimana kasih ngga’ ?”. “apa yang perlu dikasih ?”. jawab Dania lugu. “nomor handphone Dan”. “ehmm... bolehlah. Buat jadi teman juga ngga’ masalah kan ?”. “ya ngga’ masalah. Buat kamu semuanya pasti benar dan pasti iya”. “lebay”. Tiba – tiba Renaldi datang dengan nafas yang terengah – engah. “tugas tugas tugas” ucapnya dengan terburu – buru. “woy kalau ngomong itu yang bener kenapa sih ?” tukas Bella. “iya Rey. Coba tarik nafas dari hidung terus kamu keluari dari mulut”. “ngga’ bisa Dan”. “terus ?”. “ibu Erna udah ada dikantor tugas akuntansi belum selesai”. “omg tugasku...” sambung Bella. “kamu belum buat ?”. “belum Dan”. “yahh berarti boro – boro buat nepatin janji buat diri sendiri aja kamu masih belum bisa ngatur”. “ooohhh Dan boleh liat ?”. “yaudah deh boleh. Lagipula kalau cuma Bella yang liat kan ngga’ enak”. “ooouhhh terimakasih banyak Dania”. “iya sama – sama”.Itulah sifat Dania dan Renaldi yang sebenarnya. Dania wanita yang memang pantang menyerah, ulet, tegas, adil dan yang pasti serta dominanya adalah sifatnya yang baik hati dan tidak sombong. Walaupun terkadang ada – ada saja orang yang tidak senang dan menentang keras orang – orang yang bergaul dengannya. Namun, dengan sifatnya yang seperti itu ia dapat di golongkan sebagai makhluk tuhan yang tingkat kesabarannya tinggi. Dan semoga saja derajatnya di hadapan yang maha kuasa sama tingginya dengan tingkat kesabaran yang ia miliki. Dengan sifat yang seperti itu dapat pula dikatakan kalau Dania dan Renaldi adalah dua makhluk tuhan yang sangat berbeda. Baik dari keadaan fisik, maupun yang lainnya. Cinta mereka nantinya dapat membuktikan bahwa dua orang yang berbeda peringai dapat pula disatukan dalam satu cinta yang indah. Sifat Renaldi memang hampir sama dengan laki – laki pada umumnya. Sama – sama keras kepala, selalu merasa dirinya yang paling benar dan banyak lainnya. Namun, satu perbedaan antara Renaldi dengan laki – laki yang lainnya ia sangat perhatian pada Dania. Dania terkadang hanya dianggap sebelah mata oleh para laki – laki. Menurut mereka Dania adalah wanita yang tidak asyik kalau diajak bergurau.

(5)

panjang yang tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya secara jelas. Dan juga tutur bahasanya yang sangat sopan serta santun. Renaldi dan Dania sama – sama berharap agar nantinya mereka berdua dapat bersatu. Namun, lagi – lagi tak semudah membalikkan telapak tangan agar cinta mereka dapat bersatu. Tak tahu bagaimana nantinya, hanya tuhan lah yang maha mengetahui segalanya dan maha mengatur segala yang akan terjadi nantinya.

Hari ini hari minggu hari yang paling di tunggu – tunggu oleh Dania. sekarang Dania sedang beristirahat di bangku dapan rumah seraya melihat abang Nanda mencuci motornya. Ia sedang melemaskan otot – ototnya setelah jalan – jalan pagi bersama abang tercintanya. Khusus untuk hari ini Dania sudah menyusun rencana yang sedemikian rupa. Hari ini ia tidak akan pergi kemana – mana hari ini ia hanya ingin duduk berleha – leha, main game sepuasnya dan tidur. Hanya itu kegiatan yang akan ia lakukan. “Dania” panggil bundanya. “ia bun Dania datang”. “aduh Dania kenapa belum mandi sich ?” . “bentar lagi lah bunda” . “sekarang dong” bujuk bundanya. “iya nich masa’ adiknya abang ganteng bau” goda abang Nanda. “abang ganteng ? helllo ganteng dari mana sich bang ?” .“Dania ngga’ boleh gitu abang Nanda kan emang ganteng” sergah bunda. “ aduh kayaknya bunda harus pake kacamata nich” . “ehh tapi bunda belum selesai lho” . “belum selesai gimana sich bun ?” tanya abang Nanda. “yahh belum selesai maksud bunda kamu itu ganteng kalau diliat dari atas monas” ledek bunda. “huuuu tuh kan bunda aja bilang kayak gitu”. “biarin yang penting masih ada gantengnya kan ?”. “yayayayayayaya”. “udah mandi dulu sana”. “okelah bunda” sambil mengacungkan jempol kepada sang bunda dan menjulurkan lidahnya pada bang Nanda.

Dania langsung mengambil handuk dan langsung masuk kekamar mandi. Setelah mandi Dania asyik memainkan handphonenya dan tiba – tiba ada sms masuk. Lagi – lagi nomor yang ngga’ dikenal. Sebenarnya Dania sungkan untuk membalas sms tersebut namun lagi – lagi ada sms masuk dan dari nomor yang sama dan kata – kata yang sama “ hy boleh kenalan ngga’”. Akhirnya dengan malas hati Dania membalas sms tersebut “hiii juga boleh”. Seraya menunggu sms nya dibalas Dania mendengarkan lagu favoritnya “set fire to the rain” lagu yang dinyanyikan oleh Adele yang juga penyanyi favoritnya. Lagu tersebut mengalun merdu dari handphonenya dan tiba – tiba lagu berhenti sejenak itu tandanya ada sms masuk. “aku Muhammad Rais kamu boleh panggil aku Rais. Kamu Dania bukan ?”. “salam kenal Rais. Ya aku Dania kamu tahu kalau aku Dania darimana ?”. Rasa penasaran dalam hati Dania semakin bergejolak lagi – lagi lagunya berhenti. Karena kesal Daniapun mematikan lagunya dan ia lebih fokus pada smsnya. “ehhmmm salam juga Dan aku tahu dari Bella”. Owh ternyata ini orangnya. “owh dari Bella. Tapi maaf ya kayaknya aku ngga’ bisa bales lagi nich kalau kita chatingan aja gimana ?” balas Dania. Dania ngga’ mau lagu favoritnya terputus – putus hanya karena ada sms yang masuk. “iya. Boleh juga tuh nickname nya ?”. “Dania multazam. Kamu ?”. Setelah membalas sms buat yang terakhir kalinya Dania kembali menyalakan lagu favoritnya yang lain “marry you” lagu romantis dari Bruno Mars. Setelah menyalakan lagu tersebut Dania langsung menyalakan laptopnya dan menyambungkannya ke internet lalu membuka aplikasi chat di laptopnya tersebut dengan cara seperti ini Dania tidak akan terganggu untuk mendengarkan lagu. Sms masuk “muhammad raiszz semuanya pake huruf kecil ya”. Setelah melihat balasan sms dari Rais Dania langsung mengetik nickname yang tadi diberikan oleh Rais dan memulai percakapannya. “ehhm kamu bisa kenal aku dari mana sih ?”. “dari Bella terus aku juga tiap hari selalu liat kamu”.

(6)

mempehatikannya. Dania membalas “oh ya ? kok bisa ?” . “ya bisalah Dan. kelas kita kan ngga’ begitu jauh” . “tapi kok aku ngga’ pernah liat kamu ?” . “ya mana aku tahu Dan” . “yayayayaya” . “kamu udah punya pacar ya ?” . “ehmm pacar ?” . “iya pacar” .Kembali jantung Dania berdetak hebat seperti biasanya. “kalau punya kenapa ? kalau engga’ kenapa ?” . “ya ngga’ apa – apa sich. aku kan cuma pengen tahu” . “kayaknya ngga’ punya tuh” . “tapi cowok yang selalu bareng ama kamu yang pake kacamata” .Dania bingung siapa cowok yang dimaksud tapi tiba – tiba terbesit satu nama. “maksud kamu Renaldi ?” . “mungkin” .Balasan dari Rais membuat Dania tambah bingung. yang dimaksud Rais itu siapa sich ?. “yayayaya” . “yayayaya selalu itu” . “emang kenapa masalah buat kamu ?” . “ya ngga’ masalah sich” . “yaudah kalau ngga’ masalah” . Lama Dania menunggu balasan dari Rais namun tak kunjung dibalas. Akhirnya Dania memutuskan hubungan internetnya dan mematikan laptopnya. Ia berencana untuk mencari siapa itu Muhammad Rais dan orang yang tepat untuk di tanyai adalah Bella. Karena memang Bella orang yang menghubungkan keduanya. Keesokan harinya Dania sengaja datang lebih pagi dari biasanya karena ia tahu kalau Bella pasti sudah datang. Kalau masalah datang dan pulang Bella rajanya. Ia pasti datang paling pagi dan pulang paling cepat. Namun hari ini Dania tidak melihat Bella duduk di bangkunya. Dania hanya sendirian didalam kelas. Merasa bosan Dania memilih untuk mendengarkan musik melalui MP3nya. Saking asyiknya mendengarkan lagu Dania tidak menyadari kalau Renaldi sudah ada di belakangnya dan siap untuk mengagetkannya. “hiaaa” . “astaga tuhan” . “hahahaha kaget ya ?” . “ngga’ kok siapa bilang aku kaget” . “alah udah deh Dan ngga’ usah bohong. Tuh buktinya kamu deg – degan”. “ngga’ kok”. “udahlah...”. Panjang Renaldi berbicara namun entah kenapa mata Dania tertuju kearah luar kelas dan tiba – tiba ada laki – laki yang lewat dan tersenyum padanya. Lama mata Dania mengikuti langkah laki – laki tersebut. Rasa – rasanya Dania sudah mengenal laki – laki tersebut tapi entah dimana dan kapan. “woy Dan melamun lagi ?” . “eh eh ngga’ kok” . “siapa tuh ?” .”apanya yang siapa ?’ .”itu tuh cowok yang itu” goda Renaldi sambil menunjuk sosok cowok yang dimaksud. “entahlah”. “ehmmm yayayayayaya” ucap Renaldi malas. “selalu” balas Dania geram. Jujur saja dalam hati Renaldi sangat tidak senang saat melihat Dania dengan fokus melirik laki – laki itu. Ia cemburu dengan laki - laki yang di perhatikan Dania. Walau Sekarang sudah hampir masuk jam pelajaran pertama.

(7)

memilih di antara keduanya. Apakah ia akan memilih Renaldi sebagai sosok yang memang selama ini ia idam – idamkan atau ia akan memilih Rais yang hingga saat ini ia tidak tahu bagaimana perawakannya. Dan yang paling penting bagi Dania adalah apakah Rais itu sama dengan Renaldi. Sama – sama cowok yang ia idam – idamkan. Kalau memang benar mereka berdua adalah laki – laki yang Dania idam – idamkan. Dania pasti akan bingung untuk menentukan pilihan. Tapi kalaupun nanti Dania salah memilih ia yakin nanti pada saat yang tepat Jodoh Pasti Bertemu. Setelah pulang sekolah Dania langsung menuju kamarnya dan mencari handphonenya. Memang Dania tidak membawa handphonenya kesekolah dikarenakan dilarang oleh bundanya. Setelah menemukan handphonenya Dania langsung memutar lagu kesayangannya “set fire to the rain”. Lagi – lagi lagu itu yang ia dengarkan entah apa arti dari lagu itu.

Yang pasti menurutnya lagu itu enak untuk di dengarkan. Ia suka dengan lagu itu sejak ia mendengarnya di radio. Sejak saat itu ia tidak pernah ketinggalan satu hari pun untuk mendengarkan lagu tersebut. Hampir dua menit lagu tersebut mengalun merdu di telinganya tiba – tiba lagu tersbut terhenti. Yang merupakan tanda kalau ada sms yang masuk. Dengan hati berdebar Dania membuka sms tersebut. Dan lagi – lagi dari Rais. “Dania sibuk ngga’ “. “ngga’ tuh kenapa ?”. kembali Dania menyalakan lagu tersebut. Dan sekali lagi lagu tersebut terhenti. “chattingan lagi yuk”. Dania berfikir daripada ia naik darah karena musiknya terhenti lebih baik ia mengiyakan ajakan Rais. “boleh boleh”. Segera ia memutar ulang.

musiknya dan menyalakan laptopnya. Menyambungkannya pada internet dan membuka aplikasi chat. Tak lama ia menunggu Rais mengirim sebuah pesan “Dan beneran nich kamu ngga’ sibuk ?”. “ehmm kayaknya beneran. Emang kenapa ?”. “ngga’ aku cuma pengen chattingan aja ama kamu tapi kalau bisa lebih lama dari yang semalam ya”. “yayayayaaya” balas Dania malas. “kamu inget laki – laki yang pagi tadi senyum kearah kamu ?”. 'laki – laki yang senyum pagi tadi ?’ teriak Dania. “ehmm ya masih ingat”. “nah itu aku Dan”. Dania sungguh terperanjat ketika mengetahui kalau yang tersenyum padanya pagi tadi itu adalah Rais. Sungguh ia sangat terkejut ketika tahu laki – laki yang tersenyum itu adalah Rais. Ia tidak menyangka kalau Rais dan Renaldi adalah dua makhluk tuhan yang perawakannya hampir sama. Hanya saja Renaldi menggunakan kacamata sedangkan Rais tidak. Hanya itu perbedaan diantara keduanya, dan mungkin masih banyak lagi. Ya Dania percaya masih banyak lagi perbedaan di antara keduanya. Dania hanya perlu lebih banyak waktu lagi untuk mengenal Renaldi dan Rais lebih dekat. Setelah itu barulah ia tahu perbedaan di antara keduanya. Tiba – tiba ada pesan lagi dari Rais “Dan kok ngga’ dibalas?”. Dania merasa malas untuk membalas pesan dari Rais akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari aplikasi chatnya.

(8)

ngelawan ya ?”. Dania tetap diam. “anak bunda anak bunda anak bunda” mereka terus meledek dengan menjulurkan lidah mereka. Akhirnya karena tidak tahan terus menerus di ledek Dania pun naik pitam dan membalas ledekan dari geng tersebut “biarin aku anak bunda daripada kalian anak babon”. “hahahahahahahaha” serempak semua murid yang ada di kelas tertawa terbahak – bahak saat mendengar Dania membalas ledekan dari geng tersebut. “ehh kamu. Baru juga anak bunda gayanya udah selangit gimana kalau kamu anak presiden”. “yaelah kalau anak bunda gayanya selangit ya kalau anak presiden mah gayanya tujuh langit gitu”. “wuahahahahaha”. Kembali ledak tawa kelas itu kali ini geng “bala – bala” kalah telak dengan Dania.

(9)

Yah begitulah Dania selau rendah diri atau lebih tepat dikatakan kalau dia itu kurang PD. Memang masalah percaya diri Dania sangat kurang dan mungkin itulah alasannya ia sering berdiam diri di kelas. Tanpa berinteraksi dengan siapapun kecuali kalau ada yang menegur duluan barulah ia akan meresponsnya. Karena itulah temen akrabnya di kelas hanya ada beberapa orang yang bisa di hitung menggunakan jari. Ya iyalah pake jari siapa bilang pake lidi. Tapi jelas teman akrabnya yang paling akrab di bandingkan dengan yang lainnya adalah Renaldi. Selalu laki – laki ini yang melebihi semuanya di mata Dania. Tapi memang kenyataannya juga begitu hanya laki – laki itu yang sering menegurnya di kelas. Hanya laki – laki itu juga yang lebih sering memberikan masukan yang berbentuk nasihat kepada Dania. Tapi sayangnya nasihat yang ia berikan hanya bermanfaat untuk Dania tidak untuk dirinya. Ia meminta agar Dania dapat belajar lebih giat lagi agar tidak mengecewakan keluarganya. Tapi nyatanya ia sendiri malas belajar kebanyakan ia hanya bergantung pada Dania. Sesungguhnya Renaldi adalah anak yang baik hanya saja satu hal yang tidak di ketahui oleh teman – temannya termasuk juga oleh Dania. Renaldi adalah anak korban “broken home” tapi masih untung kedua orang tuanya tidak sampai bercerai. Setiap hari ia melakukan segalanya sendiri tanpa bantuan dari kedua orang tuanya. Sungguh Renaldi lebih senang kalau keduanya bercerai, ia merasa sangat tertekan setiap harinya harus melalui hari – hari yang sama. Selalu seperti itu tidak ada kasih sayang, tidak ada cinta, tidak ada perhatian semuanya tidak ada. Oleh karena itulah ia merasa hari – harinya berubah saat ia kenal dengan Dania. sosok wanita yang selalu terngiang – ngiang dalam ingatannya. Entah apa alasannya hingga wanita tersebut harus Dania. Yang pasti Renaldi dapat melupakan sejenak masalah internnya saat dekat degan Dania kalaupun tidak dekat hanya dengan mengingatnya saja itu sudah cukup baginya. Ia selalu berharap semoga saja tidak ada yang tahu dengan masalah yang sedang ia hadapi saat ini termasuk Dania. Oleh karena itu ia selalu memasang tampang riang di depan teman – temannya baik di sekolah maupun di luar sekolah. Ya walaupun wajahnya dapat tersenyum lebar dan tertawa riang tapi sesungguhnya di lubuk hatinya yang paling dalam ia menangis tersedu – sedu meratapi penderitaannya. Dua hari kemudian Renaldi tetap tidak masuk kelas dan juga tiga hari berturut – turut ia tidak masuk kelas tanpa keterangan. Sungguh hati Dania merasa sepi tanpa kehadirannya. Tidak ada pengacau, tidak ada teman curhat semuanya tidak ada.

(10)

sedang Dania cari di kepalanya. “eh Dan yuk kelapangan” ajak Bella. “ehmm kayaknya aku lagi ngga’ enak badan Bell”. “ngga’ enak badan ? Dan sejak kapan kamu bisa sakit ? kayaknya orang kayak kamu itu ngga’ bakalan sakit deh” tanya Bella. Memang selalu begitu setiap Dania mengatakan kalau ia itu sedang sakit jarang ada orang yang percaya padanya. Tak tahu alasannya yang pasti setiap Dania mengatakan sakit semua orang tak ada yang percaya. Bahkan terkadang ayah, bunda dan abang Nanda pun tidak mempercayainya. Tapi untuk saat ini Dania tidak bisa berkelak lagi karena tangan Bella telah mendarat tepat di keningnya. “tuh kan Dan ngga’ panas kok. Udah ayo jalan”. “okelah Bell”. Dengan langkah gontai Dania jalan menuju lapangan yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari kelasnya. Tanpa sengaja Dania dan Bella berpapasan dengan Rais namun, Dania acuh ia terus jalan tanpa melihat kanan kiri. “woy Dan gini ya balesan kamu ? tadi aku yang nungguin kamu tapi sekarang kamu yang ninggalin aku ?” teriak Bella saat ia sadar kalau Dania sudah jauh berada di depannya. “yayayaaya” teriak Dania dari tempatnya berdiri dan berhenti di sana. Lama ia menunggu Bella selesai mengobrol dengan Rais. Tak tahu apa yang mereka diskusikan namun, satu hal yang Dania ketahui keduanya telah merencanakan sesuatu di belakangnya. Tapi apapun itu semoga saja ia tidak terlibat dalam rencana keduanya.

(11)

yyayayaya aku maafin kamu. Udah dari hati yang paling dalam nih ya. Udahkan puas ?” tanyanya pada Rais. “ehhm bolehlah gimana kalau tebusannya traktiran ke kantin ?”. “boleh tuh gimana Dan ?”. “kenyang” balas Dania. “yah Dan ayolah buat permintaan maaf” paksa Rais. “gini aja deh kalau kamu kenyang. Kamu ikut kita aja daripada di kelas boring tahu” bujuk Bella pada Dania. setelah berfikir 2 menitan Dania memutuskan untuk ikut Rais dan Bella ke kantin.

(12)

mengeluarkan kata – kata yang terkadang tak jelas.

Malahan ada anak yang hanya mengiyakan saja perkataan Bella yang panjang kali lebar kali tinggi yang hasilnya luas. Yang terkadang membuatnya kesal dan kembali duduk ke bangkunya. Bukan Bella namanya kalau baru satu kali tidak di gubris ia lalu pantang menyerah. Ia terus mengganggu anak – anak yang lainnya. Ada yang terganggu ada juga yang dengan wajah – wajah serius memperhatikannya. Sesungguhnya Bella telah merencanakan sesuatu, rencana apa itu yang pasti sebentar lagi kita akan mengetahuinya. Tak ada Renaldi tak ada jalan ke kantin. Jadi selama seminggu ini Dania tidak menginjakkan kakinya ke kantin kecuali saat jam olahraga. Itupun kalau tidak di paksa oleh Bella dan Rais ia tidak akan menginjakkan kakinya sama sekali. Jadi hari ini Dania hanya duduk di bangkunya sambil membaca novel korea. Korea menjadi negara favoritnya setelah negaranya sendiri Indonesia. Entah hal apa yang mengilhaminya untuk suka dengan negara yang tersebut. Yang pasti di kamarnya ia sudah memiliki puluhan DVD film korea, dan juga buku bacaan yang berbau korea. Asyik membaca ia tak sadar kalau Bella sudah ada di belakang dan siap menutup matanya dengan sapu tangan. “eh siapa nih ?” tanya Dania terkejut. “udah deh Dan kamu ikutin aja apa yang aku perintah ok. Tenang Dan semuanya aman kok”. “Bella ?”. “yahhh akhirnya ketahuan deh” jawab Bella lesu. “Bell aku mau kamu apain ?” tanya Dania penasaran. “udah kamu ikutin aja yang aku perintah ok. Inget jangan coba membantah ya”. Sungguh hati Dania bertanya – tanya apa yang akan di lakukan Bella terhadapnya. Lagi pula inikan bukan hari ulang tahunnya. Lalu apa ? arghhhh Bella awasnya kamu pasti akan kubalas. Dania di giring hingga kedepan kelas ternyata inilah yang sedari tadi Bella rencanakan. Di luar kelas semua teman – temannya berkumpul untuk melihat pertunjukan yang langka. Pertunjukan hewan langka ? jawabannya bukan. Pertunjukan singa ? bukan juga. Pertunjukan sirkus ? ohhh tentu saja bukan. Lalu pertunjukan apa ?, pasti kalian bertanya – tanya. Rais berencana ingin meminta Dania untuk menjadi pacarnya. Hah ? pacar kenal aja baru juga beberapa hari. Yah tapi itulah kenyataannya. “ cie cie Dania ehem ehem” sorak riuh teman – temannya. Dalam hati Dania bertanya apa maksud dari semua ini. “Bell boleh di buka belum sakit nihh ?” tanyanya gusar. Sebenarnya ikatan sapu tangan itu tidaklah kuat malah longgar. Itu hanya alasan Dania semata agar ia dapat cepat tahu sebenarnya apa yang akan terjadi. “udah sabar tinggal bentar lagi kok” jawab Bella. “Dania ?”. suara yang familiar di telinganya tapi bukan teman sekelasnya. Lalu “siapa ?”. “aku Dan”. “aku ngga’ bisa liat” balasnya. “owh maaf sampe lupa”. Orang tersebut membuka ikatan sapu tangan yang ada di kepala Dania. Jantung Dania benar – benar akan berhenti berdetak ia baru menyadari ternyata inilah rencana Bella. Menjodohkannya pada Rais. Bella tak tahu bagaimana perasaan Dania pada Rais dan Renaldi. Dania tak cinta Rais tapi ia cinta Renaldi. Tapi tunggu Rais belum mengatakan apapun berarti belum tentu. “Dan ?”. “ya”. “ehhmm kita kan baru kenal minggu ini”. “he eh lalu ?”. “ehmm tapi entah kenapa kayaknya aku cinta kamu deh”. “cinta ?”. “cie cie Dania”. “hust diem dulu” tukas Bella. Serentak semuanya diam mendengar perkataan Bella. “ayo lanjutkan” perintah Bella pada Rais. “lanjutkan – lanjutkan – lanjutkan” serempak semuanya buka suara dan tanpa Bella membuka mulut semuanya sudah diam saat melihat mata Bella yang melotot ke arah mereka.

(13)

semuanya. Kali ini Bella tidak marah justru suaranya lah yang paling besar di antara yang lain. “ayo Dan jawab kasihan Rais kalau lama”. “jawab jawab jawab jawab” sambung yang lainnya. “ehmmm kalau minta waktu ?”. “yahhhhh” jawab teman – temannya yang lain kecewa. “kayaknya boleh tapi jangan lama – lama ya”. “minta waktu dua hari aku jawab hari ketiga di chatt ya ?”. “ehmm bolehlah”. “jadi tiga hari lagi aku tunggu di depan laptop jam 4 sore. Ngga’ pake sms apalagi telpon boleh ?”. “ya bolehlah Dan”. “ehem kayaknya udah ada yang smsan ama chattingan tuh” goda Bella. “ditambah lagi kalau telat berarti batal” ancam Dania. “kalau telat 1 menit ?”. “tetap batal” tegasnya. “ehm ookelah tepat jam 4” ulang Rais. “yayayayayaya bye” ucapnya sambil melambaikan tangan dan berlalu meninggalkan teman – temannya dan Rais yang semuanya terlihat kecewa besar. Tapi masih ada harapan untuk Rais tiga hari lagi yah memang bukan waktu yang lama tapi mungkin bagi Dania waktu yang ia berikan sudah cukup. Ternyata semua anggota geng “bala – bala” tidak ada yang ikut berkumpul di luar kelas hingga tak ayal saat Dania masuk kelas ia pun mendapat perkataan – perkatan yang sangat tidak enak untuk di dengar. “hahahaha bangga kamu anak bunda ?”. “hello ‘bala – bala’ bangga buat apa sich ?”. “haha dia sok ngga’ tahu itu tuh kejadian yang barusan”. “owhh itu. Biasa aja kok”. “alah pengalaman pertama aja sok”. “emang masalah buat kamu ? iri itu tanda tak mampu lho ?”. “woy kamu ngga’ usah menghina kami ya” bentak salah satu geng “bala – bala”. Untung saja Bella cepat masuk kelas “hei kalau berani dengan Dania hadapi aku dulu. Ayo sini siapa yang nantangi Dania tadi ?” bentak Bella seperti biasanya kalau Bella sudah bertindak semuanya tunduk. Tak ada satupun orang yang berani melawannya kalaupun ada mungkin itu hanya Dania. “ayo siapa yang berani” tantangnya. Kelas diam sunyi senyap bak tengah malam. “kok ngga’ berani sich ? takut ya ?” ledek Bella. Nampaknya kali ini geng “bala – bala” sedang tidak ingin mencari masalah dengan Bella, oleh karena itulah mereka hanya diam tertunduk malu pada teman – temannya yang lain. Kali ini Dania merasa senang karena untuk saat ini ia ada yang membela. Biasanya yang membela hanya Renaldi tapi entah dimana rimbanya laki – laki yang satu itu.

(14)

saat ia mengobrol dengan Renaldi secara langsung. Atau ini hanya perasaannya saja karena ia memendam rasa rindu yang teramat sangat pada Renaldi. Satu nama laki – laki yang tidak akan pernah hilang dari alam bawah sadarnya. Baik dalam alam nyata maupun dalam mimpi ia selalu teringat pada laki – laki tersebut. Tak tahu pasti apa nama perasaan ini, yang pasti ia selalu rindu saat Renaldi jauh, dan ia selalu merasa nyaman saat ada Renaldi di sisinya. Ia selalu berharap agar esok hari ia dapat bertemu dengan Renaldi. Selalu dan semoga saja. Hari pertama bagi Dania untuk berfikir lewatlah sudah. Sekarang masuk hari ke dua baginya. Tak tahu jawaban pasti yang bakal ia jawab, ia pun masih bingung. “Andai saja hari ini Renaldi datang” gumamnya. “hah...”. “astaga tuhan” teriak Dania kaget. “hahahaha kayaknya ada yang kangen nich ?” sergah Renaldi. “ngga’ tuh siapa juga yang kangen” elak Dania. “udahlah Dan ngga’ usah bohong tenang aja aku ada di sini kok”. “ihhh sok imut banget sichh”. “ada cerita terbaru apa nich ?”. “ngga’ ada tuh”. “udah deh Dan ngga’ usah bohong. Yah walaupun fisiknya ngga’ ada tapi nyawa aku ada loh”. “ihhh emang bisa ?”. “ya bisalah aku kan separuh nyawa kamu” gombalnya. “idih amit – amit banget bagi – bagi nyawa ke kamu”. “udah deh Dan terima aja buat apa sich nunggu lama – lama”. “kamu itu kenapa sich Rey ? baru juga ketemu tapi udah ngomong yang aku ngga’ tahu apa maksudnya ?” elak Dania. “udahlah Dan. Aku tahu kok hari sabtu kamu di ‘tembak’ Rais kan ?”. “ngga’ tuh”. “udahlah Dan ngga’ usah bohong jujur aja buat apa juga kamu bohong kan emang kenyataannya kayak gitu” sergah Bella yang tidak di ketahui dari mana ia datang.

(15)

akan selesai dengan akhir yang menyenangkan. Berbeda dengan Renaldi, ia sangat sedih saat mendengar Dania memutuskan untuk mencoba berhubungan dengan Rais. Sungguh ia menyesal karena telah meminta Dania untuk menerima permintaan Rais. Dan ia lebih senang kalau tidak memberikan pendapatnya tadi. Tapi tak apalah itu hanya bertahan paling lama 2 bulan. Renaldi yakin hanya 2 bulan tidak akan lebih. Semoga saja. Hari ini hari yang berat bagi Dania. Hari ini ia harus menentukan pilihan iya atau tidak. Begitu juga bagi Renaldi hari ini hari yang sangat sedih baginya. Karena mulai hari ini perhatian Dania padanya akan mulai berkurang atau mungkin tidak ada. Cobaan yang bertubi – tubi selalu ia hadapai mulai dari keadaan kedua orang tuanya yang hingga saat ini masih mempertahankan status mereka sebagai sepasang suami istri. Tapi entah mengapa hubungan mereka nampaknya tidak dapat di perbaiki lagi. Selalu setiap hari mamanya pergi pagi dan pulang malam. Begitu juga papanya malah terkadang papanya pergi keluar kota dengan alasan pekerjaan. Tapi Renaldi yakin papanya pergi bukan karena pekerjaan tapi karena ada wanita simpanan. Dan hal itu jugalah yang di fikirkan oleh mamanya, papa Renaldi selingkuh. Itulah penyebab utama perpecahan keduanya. Entah benar atau tidak yang pasti terkadang Renaldi mendengarkan ‘berita burung’ yang mengatakan bahwa papanya memang memiliki istri simpanan, dan sekarang anak mereka sama dengan umur Renaldi.

(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)

ikut tertular virus Renaldi' gumam Dania seraya menggelengkan kepalanya dan masuk kembali ke kamarnya. Di dalam kamar Dania kembali menyalakan laptopnya menyambungkan ke internet dan masuk aplikasi chatting favoritnya. Satu nama yang ia cari 'Kazikage Utoya'. Sudah lama ia tidak bertemu dengan Oya di dunia maya. Tak tahu kemana rimbanya laki - laki itu. Tapi hari ini ia ada ia aktif, Dania langsung memulai percakapan. "sore Oya". "sore juga Dan". "apa kabar ni ?". "kurang baik kayaknya". "kok kayaknya sih ?". "ya gitu dehhh". "hmmm cerita dong Ya". "ngga' lah Dan kayak nya ngga' ada yang perlu tahu". "hmmm ya udah deh". "kalau kamu Dan"... Panjang percakapan di antara mereka berdua hari ini berbeda dengan hari - hari lainnya. Hari ini ia lebih lama bertemu dengan Oya di dunia maya. Hingga percakapan mereka sampai pada... "Oya kamu punya pacar ngga' sih ?". "pacar ? ngga' punya Dan". "kalau temen cewek yang lagi deket ?". "ada Dan, hmmm ngga' tahu kenapa juga kayaknya belakngan ini dia jauh lebih perhatian dari pada temen yang lain". "ohhhhh bgus dong kalau kayak gitu". "apanya yang bagus Dan ?. Kalau aku dekat dengan cewek itu sahabat aku yang lain hilang Dan". " lah kok bisa sih Ya ?". "yah gitu deh kayaknya dia yang larang dehh". "ohhhh gitu udah sabar aja Ya". "iya Dan". "Ya udah dulu ya bye - bye Oya ketemu lagi besok ya". "iya Dan" balas Oya". 'lumayan juga ngobrol dengan Oya'.

(32)

kalau kita telat kamu yang tanggung jawabnya". "udah Dan kamu santai aja ngga' bakal telat dehh". Lima menit kemudian mereka sampai di sekolah. Hari ini Rais mengantar Dania sampai ke kelas baru ia pergi ke kelasnya. Biasanya mereka berdua berpisah di tengah jalan Dania lurus dan Rais belok ke kanan. "Dan aku duluan ya". "nih aku udah duluan". "iya deh aku pergi dulu ya, bye di tunggu di gerbang ok ?". "siap bos" jawab Dania seraya mengangkat tangan hormat. "ok juga bos" balas Rais dengan sikap yang sama. Sungguh Dania masih bingung sebenarnya apa yang ada di mobil Rais tadi, 'kalupun itu Yina pasti tadi kami mampir ke TK tapi tadi ngga' tuh ? terus apa itu ? Rais kamu memang penuh misteri. Tanpa sadar ia berjalan menabrak Renaldi, "upsss maaf Rey ngga' sengaja". "iya udah ngga' apa - apa Dan, ngga' sakit juga kok". "bener Rey ngga' sakit?".'bener lah Dan, ini ngga' seberapa dengan sakit saat melihat kamu jalan bareng Rais'. "Rey ? bener ngga' sakit ?" tanya Dania lagi. "iya Dan". "oklah sekali lagi maaf ya". "ya Dan". Renaldi mencoba untuk bersikap biasa saja pada Dania ia berharap semoga saja ia bisa cepat melupakan Dania dari hidupnya. Tapi mungkin itu sangat sulit baginya karena rasa cinta Renaldi pada Dania sangatlah besar, sungguh tak bisa di hilangkan. Tapi untuk sementara waktu ia harus melakukan itu, menurut Bella pun begitu. Ia harus mencoba untuk melupakan Dania, ini semua di lakukannya agar ia bahagia dan Dania pun begitu. Sekarang Renaldi pun sudah mulai terbiasa engan keberadan Bella di dekatnya sebagai pengganti Dania. Bella dan Dania tak jauh beda mereka sama. Sekarang menurut Renaldi Bella jauh lebih berharga di banding Dania. Sekarang Dania bukan siapa - siapa nya lagi. Hubungan mereka hanya sebatas teman. Renaldi selalu mencoba untuk melakukan itu tapi tetap saja ia sulit melakukannya. Akhirnya Renaldi berfikir jalan terakhir dari masalahnya adalah Bella bagaimana pun caranya ia harus dekat dengan Bella agar ia lupa dengan Dania.

(33)

semua ini ? lalu Rais pergi kemana ??????. "happy anniv sayang" ucap Renaldi seraya memberi panda yang ia pegang. Dania terkejut bukan main, apa maksud semua ini ? happy anniv ? kapan jadian ?. "maksudnya ?" jawab Dania. "hari ini kan kita anniv sayang" ucap Renaldi. "Renaldi !!!!!!" bentak Dania. "heyyyy kok marah sih ?" ucap Rais yang datang dari belakang Dania dan menutup matanya. "aduhhh.... ayolahh siapa sih ???". "tebak dulu" ucap Bella. "Rais" jawab dania seraya membuka tangan yang menutup matanya. "heyyy jangan marah sayang" ucap Rais. "hmmmm yayayaya". "cie cie Dania" ledek Bella dan Renaldi kompak. "kalian ini apa - apaan sih ?" tanya Dania. "kami hanya menjalankan tugas" jawab Renaldi. "yahh tugas dari sayang Rais" sambung Bella. "aduhhh tambah pusing, udah deh pulang yuk" ajak Dania. "ihhh Dania" ucap Bella. "lalu ?" tanya Dania lagi. "makan dulu dong sayang" ajak Rais. "selesai makan pulang" ancam Dania. "ok ok". Saat mereka makan sangat terlihat raut muka Renaldi yang di tekuk sedih, mungkin ia bingung apakah yang ia lakukan sudah benar atau belum ?. Apakah cara ini efektif untuk melupakan Dania. "kapan kalian nyusul ?" tanya Rais pada Renaldi dan Bella yang membuat keduanya saling beradu pandang. "iya nih kami udah 2 bulan kok kalian belum sih ?" timpa Dania yang memang di sengaja untuk membuat Renaldi tambah cemburu. Tapi dugaan nya itu salah besar bukannya cemburu Renadi malah semakin tertantang. "ya udah sekarang ?" tanya nya pada Bella. "maksudnya Rey ?" ucap Bella dengan Raut muka yang terkejut. "ya kita jadian sekarang". "cie cie" ledek Rais "ada yang baru jadian nihh ya ? resmi dong" rayu nya. "iya resmi" jawab Renaldi. Bella dan Dania yang bingung dengan ucapan dua laki - laki itu. Mereka hanya menatap keduanya tanpa sepatah kata pun. Dua laki - laki itu nampaknya saling membanggakan pasangan masing - masing. Sebenarnya Rais melakukan itu karena sudah terlanjur ia membuat Dania sedih dan perjanjian dengan Bella tak bisa di batalkannya jadilah seperti sekarang Dania semakin sakit hati. Tapi nampaknya Dania mencoba tidak menunjukkan perasaan sedihnya. Karena ia melihat Renaldi nampaknya senang senang saja. Jadi ia mencoba untuk tetap santai. Bella pun begitu ia tenang - tenang saja ia menganggap semuanya hanya main - main kalau itu semua benar pun syukur. Dua laki - laki itu masih sibuk dengan pembicaraan mereka. "woyyyy pulang yuk sore ni" teriak Dania pada keduanya. "ehh iya sampe lupa Dan, ayo pulang" ajak Rais. "ayo sayang kita pulang juga" ajak Renaldi pada Bella. Bella hanya berdiri mengikuti Renaldi tanpa protes. Dania yang mendengar itu mencoba untuk tetap tersenyum di depan Rais dan memalingkan mukanya dari Renaldi dan Bella. Sungguh hari yang sangat melelahkan, lelah badan lelah fikiran juga, buat Dania. Mungkin saja yang lain merasakan hal yang sama, atau mungki hanya ia dan Renaldi lah merasakan hal yang sama. Entahlah semuanya masih belum jelas. Yang sudah jelas sekarang adalah sesuatu yang membuat Dania penasaran setengah mati seharian ini. Ternyata itu adalah boneka panda yang lebih besar di bandingkan boneka beruang yang dulu pernah di terimanya dari Rais juga. Sekarang sudah ada dua boneka yang besar di kamarnya, dua boneka itu di simpannya rapi- rapi. Berbeda dengan bonekanya yang lain hanya di letakkan begitu saja. Tentu saja berbeda satu dari orang yang spesial dan yang lainnya dari orang yang biasa - biasa saja.

(34)

sahabatnya lagi. Tapi yah sudahlah...

Pagi ini Rais tidak datang kerumah Dania dan itu artinya ia harus berangkat sekolah dengan abang Nanda atau ayah. Tapi saat abang Nanda sudah siap dengan motornya, ada mobil yang parkir di depan pagar. 'Hahhh entahlah mungkin tetangga sebelah'. Tapi ternyata itu Renaldi dan ia berniat berangkat ke sekolah dengan Dania. "pagi bang" sapa Renaldi ramah. "pagi, ada yang bisa di bantu ?" jawab abang Nanda. "Dania bang ?". "owhhh temannya Dania, Daniaaaaa ada temen kamu ni" teriak abang Nanda. "iya bang" Dania keluar dan "Renaldi ?" ucapnya dengan raut muka yang terkejut. "iya Dania, yuk berangkat". "tapi bang ?" tanya nya pada bang Nanda. "udah berangkat aja" jawab abang Nanda meyakinkan. "oklah". Dania masuk ke dalam mobil Renaldi. "kok kamu tahu sih rumah aku ?". "ya iyalah kan temen sendiri ngga' mungkin dong ngga' tahu". "tapi ?". "udahlah ngga' penting aku tahu dari mana yang penting sekarang aku udah bisa jemput kamu". "hmmm tapi aku masih penasaran, ok lah kalau gitu rumah kamu di mana ?". "itu rahasia". 'tuh kan selalu'. "ayo lah Rey banyak loh anank - anak yang pengen tahu rumah kamu" rayu Dania. "udahlah Dan ngga' penting". Renaldi fokus ke jalanan dan Dania fokus dengan MP3 yang di bawanya. Tak terasa mereka berdua sudah hampir setengah jam bersama di dalam mobil dan itu artinya mereka berdua hampi sampai. Dania memulai kembali pembicaraan di antara mereka yang sempat terhenti karena Renaldi tetap saja tidak mau memberi tahu rumahnya. "oh iya Rey giman Bella ?". "Be Bel Bella ?" tanya Renaldi kembali dengan terbat. "iya Rey Bella, yang kemarin itu lohh". "yang kemarin itu bukan apa - apa kok Dan, Bella juga ngga' mungkin anggap itu serius". Jujur saja ada perasaan lega di hati Dania saat mendengar jawaban dari Renaldi. Dan sekarang mereka sudah sampai di sekolah. Saat mereka berjalan berdua terlihat sangat serasi. Itulah yang membuat Rais diam - diam cemburu saat melihat mereka berdua tanpa sengaja. 'Mungkin mereka memang jodoh dan aku hanya pengacau' fikir Rais. Tapi yah begitulah yang sebenarnya Rais hanya pengacau Dania dan Renaldi, Bella pun sama. Tapi sebentar lagi Bella akan menjauh dari kehhidupan mereka berdua dan Rais juga perlahan - lahan akan menjauh dari Dania dan Renaldi.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...