• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN INFLA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN INFLA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Mengawali tahun 2016 harga barang-barang/jasa kebutuhan pokok masyarakat di Banten secara umum mengalami kenaikan Hal ini terlihat dari naiknya angka Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sebesar 129,37 pada bulan Desember 2015 menjadi 130,51 pada bulan Januari 2016 atau terjadi perubahan indeks (inflasi) sebesar 0,88 persen.

 Inflasi ini terjadi karena lima dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut-turut: kelompok bahan makanan naik 4,07 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,74 persen; kelompok kesehatan naik 0,15 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,23 persen. Sementara pada kelompok sandang mengalami penurunan indeks sebesar -0,32 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan turun sebesar -1,52 persen.

 Komoditi yang dominan menyumbang inflasi pada bulan ini adalah daging ayam ras, tarif listrik, cabe merah, bawang putih dan telur ayam ras.

 Laju inflasi tahun kalender (2016) pada awal tahun akan bernilai sama dengan inflasi Januari 2016 yaitu sebesar 0,88 persen, sedangkan inflasi“Year on Year” (IHK Januari 2016 terhadap Januari 2015) tercatat sebesar 5,57 persen.

No. 06/02/36/Th.X, 1 Februari 2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

JANUARI 2016 BANTEN INFLASI 0,88 PERSEN

Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik terhadap 417 jenis barang dan jasa serta hasil Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2012 di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon baik secara mingguan, dua mingguan maupun bulanan, diketahui pada bulan Januari 2016 ini sebanyak 231 komoditas mengalami perubahan harga. Rincian lengkapnyanya adalah 159 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 72 komoditas mengalami penurunan harga.

Hal tersebut diatas, menyebabkan inflasi pada Januari 2016 menjadi sebesar 0,88 persen dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,37 pada Desember 2016 menjadi 130,51 pada Januari 2016. Kelompok-kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Banten sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,8747 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,0818 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,1664 persen; kelompok kesehatan 0,0077 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi & olahraga 0,0184 persen. Dua Kelompok pengeluaran lainnya tercatat memberrkan sumbangan deflasi yaitu kelompok sandang -0,0125 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,2607 persen.

(2)

dan daging ayam ras. Sementara komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain adalah angkutan udara, solar, tenggiri, nangka muda,, buncis dan beton.

Tabel 1

IHK, Inflasi, Laju Inflasi Banten

Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Januari 2016 (2012= 100)

Kelompok Pengeluaran

IHK Januari

2015

IHK Desember 2015

IHK Januari

2016

Inflasi Januari 2016 *)

Laju Inflasi Tahun 2016

**)

Inflasi “Year on Year” **)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

U M U M 123,62 129.37 130,51 0,88 0,88 5,57

1. Bahan Makanan 133,07 137.17 142,76 4,07 4,07 7,28 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 128,91 138.79 139,34 0,40 0,40 8,09 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 118,03 122.51 123,42 0,74 0,74 4,56 4. Sandang 108,85 110.24 109,88 -0,32 -0,32 0,95 5. Kesehatan 113,31 127.58 127,77 0,15 0,15 12,76 6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 119,15 125.00 125,29 0,23 0,23 5,16 7. Transpor, komunikasi & Jasa Keuangan 125,33 128.79 126,83 -1,52 -1,52 1,20

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2016 terhadap IHK Bulan Januari 2015

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Banten Bulan Januari 2016

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi (%)

(1) (2)

UMUM 0,8758

1. Bahan Makanan 0,8747 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0,0818 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0,1664

4. Sandang -0,0125

5. Kesehatan 0,0077

(3)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

Kelompok

Bahan Makanan

IHK Naik 4,07 persen

Andil Inflasi 0,8747 persen

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Januari 2016 tercatat sebesar 142,76 dimana pada bulan lalu tercatat sebesar 137,17 atau terjadi kenaikan indeks sebesar 4,07 persen.

Sembilan dari sebelas sub kelompok yang ada mengalami kenaikan indeks. Kenaikan indeks yang cukup tinggi terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 13,27 persen, disusul kemudian sub kelompok daging & hasilnya sebesar 8,59 persen, sub kelompok lemak & minyak sebesar 6,96 persen,serta sub kelompok buah-buahan sebesar 4,38 persen. Sedang subkelompok yang mengalami penurunan indeks adalah pada sub kelompok sayur-sayuran sebesar -0,53 persen dan sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar -0,15 persen.

Dari 109 komoditi yang ada pada kelompok ini, 105 komoditi diantaranya mengalami koreksi harga. Koreksi harga positif atau kenaikan harga terjadi pada 71 komoditi. Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi yang cukup besar antara lain daging ayam ras sebesar 0,2223 persen, cabe merah sebesar 0,1423 persen, bawang putih sebesar 0,0842 dan telur ayam ras sebesar 0,0782. Sedangkan komoditi yang memberikan andil deflasi antara lain: bayam sebesar -0,0387 persen, ketimun sebesar -0,0106 persen, pepaya sebesar -0,0062 persen, ikan bandeng sebesar -0,0046 persen dan jengkol sebesar -0,0046 persen.

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

IHK Naik 0,40 persen

Andil Inflasi 0,0818 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini mengalami kenaikan dari 138,79 pada bulan lalu menjadi 139,34 pada bulan Januari 2016 dengan perubahan sebesar 0,40 persen. Andil inflasi yang diberikan tercatat sebesar 0,0818 persen.

Semua sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yakni sub kelompok makanan jadi naik sebesar 0,23 persen; sub kelompok minuman yang tidak beralkohol naik 0,59 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol naik sebesar 0,63 persen.

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi Kacang-kacangan 118,16 0,08 0,08 Buah-buahan 148,37 4,38 4,38 Bumbu-bumbuan 214,61 13,27 13,27 Lemak & Minyak 132,16 6,96 6,96 Bhn Mkn Lainnya 147,90 -0,15 -0,15

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Makanan Jadi, Minuman,

Rokok & Tembakau 139,34 0,40 0,40

(4)

Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi adalah pada komoditi air kemasan sebesar 0,0168 persen; rokok kretek filter sebesar 0,0161 persen, rokok putih sebesar 0,0138 persen dan makanan ringan/snack sebesar 0,0128 persen. Sementara komoditi yang memberikan andil deflasi terbesar adalah sirop dengan andil -0,0002 persen dan coklat batang dengan andil -0,0001 persen.

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

IHK Naik 0,74 persen

Andil Inflasi 0,1664 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar mengalami kenaikan dari 122,51 pada bulan lalu menjadi 123,42 pada bulan Januari 2016 dengan perubahan indeks sebesar 0,74 persen.

Empat sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan yaitu berturut turut, sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air naik 2,35 persen, sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga 0,45 persen, sub kelompok perlengkapan rumahtangga 0,24 persen, serta sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,03 persen.

Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil inflasi sebesar 0,1664 persen, dimana kontribusi terbesar disumbangkan oleh kenaikan tarip listrik dengan andil sebesar 0,1463 persen, sabun detergen bubuk sebesar 0,0114 persen dan tukang bukan mandor dengan andil 0,0082 persen. Sementara komoditi yang memberi andil deflasi diantaranya adalah besi beton sebesar -0,0087 persen, semen sebesar -0,0018 persen dan batu bata/batu tela sebesar - 0,0017 persen.

Kelompok Sandang

IHK Turun -0,32 persen

Andil Inflasi -0,0125 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok Sandang tercatat mengalami penurunan sebesar -0,32 persen yakni 110,24 pada bulan lalu menjadi 109,88 pada bulan Januari 2016.

Dua dari empat sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami penurunan indeks, yaitu sub kelompok sandang laki-laki

sebesar -0,81 persen dan sub kelompok barang pribadi & sandang lainnya sebesar -0,63 persen. Sementara pada sub kelompok sandang wanita mengalami kenaikan indeks sebesar 0,02 persen dan sub kelompok sandang anak-anak naik sebesar 0,08 persen.

Komoditi yang memberikan andil deflasi pada kelompok ini adalah baju kaos/TShirt sebesar -0,0123 persen, emas perhiasan sebesar -0,0046 persen, celana panjang jeans sebesar -0,0002 persen, dan kaos oblong sebesar -0,0001 persen. Sementara itu komoditi yang memberikan andil inflasi diantaranya adalah jaket sebesar 0,0020 persen, sepatu sebesar 0,0015 persen, dan kerudung/jilbab sebesar 0,0004 persen.

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Perumahan, Air, Listrik, Gas

& Bahan Bakar 123,42 0,74 0,74

Biaya Tempat Tinggal 113,39 0,03 0,03 Bhn Bakar, Penerangan & Air 149,95 2,35 2,35 Perlengkapan Rumahtangga 127,99 0,24 0,24 Penyelenggaraan RT 118,92 0,45 0,45

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Sandang 109,88 -0,32 -0,32

(5)

Kelompok Kesehatan

IHK Naik 0,15 persen

Andil Inflasi 0,0077 persen

Indeks harga kelompok kesehatan pada bulan ini mengalami kenaikan dari 127,58 pada bulan lalu menjadi 127,77 pada bulan ini atau naik 0,15 persen.

Semua sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yaitu berturut turut:, sub kelompok jasa kesehatan naik 0,04 persen; sub kelompok obat-obatan naik 0,02 persen; sub kelompok jasa perawatan jasmani sebesar 0,32 persen dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetik naik sebesar 0,33 persen.

Dari 38 komoditi yang ada pada kelompok ini, 21 komoditi diantaranya mengalami koreksi harga. Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya adalah bedak sebesar sebesar 0,0027 persen, pasta gigi sebesar 0,0020 persen, biaya untuk KB sebesar 0,0010 persen dan tarip gunting rambut anak sebesar 0,0007 persen. Sementara komoditi yang memberikan andil deflasi yaitu sabun mandi cair -0,0003 persen serta kapas dengan andil -0,0001 persen.

Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

IHK Naik 0,23 persen

Andil Inflasi 0,0184 persen

Besaran angka indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan ini naik dari 125,00 menjadi 125,29 dengan perubahan indeks sebesar 0,23 persen.

Dari lima sub kelompok yang ada pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu berturut turut, sub

kelompok kursus-kursus/pelatihan naik sebesar 2,62 persen, sub kelompok sub kelompok olahraga naik sebesar 0,39 persen, dan sub kelompok rekreasi naik sebesar 0,10 persen. Sementara untuk sub kelompok jasa pendidikan dan sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan tidak mengalami koreksi indeks.

Secara keseluruhan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan ini memberikan andil sebesar 0,0184 persen. Komoditi yang memberi andil inflasi pada bulan ini adalah bimbingan belajar dengan andil 0,0089 persen, kursus musik sebesar 0,0048 persen dan kursus Bahasa asing sebesar 0,0022 persen. Sementara komoditi yang memberikan andil deflasi adalah komputer tablet sebesar -0,0002 persen.

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Kesehatan 127,77 0,15 0,15

Jasa Kesehatan 128,60 0,04 0,04 Obat-obatan 125,60 0,02 0,02 Jasa Perawatan Jasmani 153,45 0,32 0,32 Perawatan Jasmani &

Kosmetik 123,23 0,33 0,33

110.29 0.14 1.88

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Pendidikan, Rekreasi & OR 125,29 0,23 0,23

Jasa Pendidikan 120,54 0,00 0,00 Kursus2/Pelatihan 169,05 2,62 2,62 Perlengkapan/Peralatan

(6)

Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

IHK Turun -1,52 persen

Andil Inflasi -0,2607 persen

Indeks Harga Konsumen pada kelompok ini tercatat mengalami penurunan sebesar -1,52 persen yakni dari 128,79 pada bulan lalu menjadi 126,83 pada bulan Januari 2016.

Hanya satu dari empat sub kelompok yang ada mengalami penurunan indeks yaitu sub kelompok transport sebesar -2,25 persen. Selebihnya pada sub kelompok jasa

keuangan mengalami kenaikan indeks sebesar 1,38 persen, sub kelompok sarana & penunjang transpor naik sebesar 0,87 persen, dan sub kelompok komunikasi & pengiriman naik sebesar 0,09 persen.

Komoditi yang memberikan andil deflasi pada kelompok ini adalah bensin dengan andil sebesar -0,1679 persen, angkutan udara dengan andil -0,1121 persen, dan solar sebesar -0,0065 persen. Sementara komoditi yang memberikan andil inflasi diantaranya adalah ban luar motor sebesar 0,0098 persen, kartu ATM sebesar 0,0054 persen dan tarif sewa becak sebesar 0,0040 persen.

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Transpor, Komunikasi &

Jasa Keuangan 126,83 -1,52 -1,52

(7)

PERKEMBANGAN INFLASI KOTA SERANG, TANGERANG DAN CILEGON

BULAN JANUARI 2016

Pada bulan Januari 2016, perkembangan harga barang dan jasa (inflasi) di tiga kota IHK di Banten adalah sebagai berikut : Kota Serang 0,90 persen, Kota Tangerang 0,89 persen dan Kota Cilegon 0,76 persen. Laju inflasi year on year nya adalah Kota Serang 5,86 persen; Kota Tangerang 5,69 persen dan Kota Cilegon 4,54 persen.

Tabel 3

IHK, Inflasi, Laju Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Januari 2016 (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran

Serang Tangerang Cilegon

IHK 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok &

Tembakau 140,96 0,87 0,87 141,41 0,32 0,32 126,15 0,28 0,28 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan

Bakar 121,61 0,12 0,12 123,38 0,87 0,87 125,68 0,75 0,75 4. Sandang 107,48 0,42 0,42 110,36 -0,54 -0,54 110,00 0,05 0,05 5. Kesehatan 123,44 0,59 0,59 131,27 0,02 0,02 113,53 0,45 0,45 6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 121,78 0,15 0,15 123,95 0,08 0,08 136,68 1,09 1,09 7. Transpor, komunikasi & Jasa

Keuangan 129,97 -0,91 -0,91 127,84 -1,76 -1,76 117,69 -0,87 -0,87

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015

Tabel 4

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Bulan Januari 2016 (%)

Kelompok Pengeluaran Cilegon Serang Tangerang

(1) (2) (3) (4)

UMUM 0,7550 0,9021 0,8896

(8)

Gambar 1

Perkembangan IHK Kota Serang, Tangerang, Cilegon dan Banten (2012=100) Bulan Januari 2016

Umum Bahan

Makanan

Makanan

Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

Serang 129.98 140.66 140.96 121.61 107.48 123.44 121.78 129.97

Tangerang 131.32 144.05 141.41 123.38 110.36 131.27 123.95 127.84

Cilegon 126.64 138.06 126.15 125.68 110.00 113.53 136.68 117.69

Banten 130.51 142.76 139.34 123.42 109.88 127.77 125.29 126.83

100.00 110.00 120.00 130.00 140.00

(9)

Tabel 5

Perbandingan IHK, Inflasi/Deflasi dan Laju Inflasi 26 Kota Di Pulau Jawa dan Banten Bulan Januari 2016

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2016 terhadap IHK Bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2016 terhadap IHK Bulan Januari 2015

Pada bulan Januari 2016, semua kota (26 kota) IHK yang ada di pulau jawa mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tasikmalaya yaitu sebesar yaitu sebesar 0,93 persen, disusul kemudian oleh Serang sebesar 0,90 persen, Tangerang dan Bogor masing-masing sebesar 0,89 persen dan 0,88 persen, serta Cilacap dan Cilegon masing-masing sebesar 0,76 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di Jakarta sebesar 0,24 persen; Bekasi sebesar 0,37 persen, Semarang sebesar 0,39 persen dan Probolinggo sebesar 0,42 persen.

Laju inflasi year on year, tertinggi tercatat di Kota Serang yaitu sebesar 5,86 persen. Kota berikutnya yang menempati urutan tertinggi berturut-turut adalah Tangerang 5,69 persen; Bogor 4,88 persen; Tasikmalaya 4,81 persen; dan Tegal sebesar 4,69 persen. Sedangkan laju inflasi year on year terendah terjadi di kota Cirebon sebesar 2,20 persen. Berturut-turut berikutnya adalah Kediri 2,38 persen; Probolinggo dan banyuwangi masing-masing sebesar 2,75 persen, serta Bekasi sebesar 2,77 persen.

(10)

Informasi lebih lanjut hubungi: Ir. Agoes Soebeno, M.Si Kepala BPS Provinsi Banten

Telepon: 0254-267027

E-mail : [email protected], [email protected] Website : banten.bps.go.id

Gambar

Tabel 1 IHK, Inflasi, Laju Inflasi Banten
Tabel 4 Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon
Gambar 1 Perkembangan IHK Kota Serang, Tangerang, Cilegon dan Banten (2012=100)
Tabel 5 Perbandingan IHK, Inflasi/Deflasi dan Laju Inflasi 26 Kota

Referensi

Dokumen terkait

Dimulai dengan memilih objek penelitian yang berupa webtoon di situs naver yaitu komik golongan darah berjudul Hyeolaekhyeonge gwanhan gandanhan gochal (혈액형에   관한  

–[11.1]– Service dan Melihat Service yang Aktif dengan PortScanner Untuk memastikan Service apa saja yang aktif di Mesin mikrotik, perlu kita. pindai terhadap port

Saran ditujukan pada dosen, kegiatan Lesson Study dapat diterapkan pada perkuliahan lainnya dengan materi pembahasan yang memiliki ciri khas dan pada mahasiswa

Penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ini setiap tahunnya selalu menjadi program rutin Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, namun pada hasilnya kasus ini tidak

Gambar 4.19 merupakan desain form alokasi anggaran, form ini digunakan untuk mengisi tabel anggaran, ketika semua textbox terisi lalu next, form ini akan

Jika bilai signifikansi dari t hitung lebih besar dari nilai α (p > 0,05) maka hipotesis ditolak, berarti tidak ada pengaruh signifikan antara variabel

Waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HaKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha

Nama pengapalan yang sesuai dengan PBB : Tidak diatur Kelas Bahaya Pengangkutan : Tidak diatur Kelompok Pengemasan (jika tersedia) : Tidak diatur. Bahaya Lingkungan :