• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Di

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Di"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

AYAAN & PARIWISATA KOTA BAUBAU

ANDING KOTA BAUBAU SEBAGAI KOTA

TON DENGAN BENTENG TERLUAS DI DU

NASKAH PUBLIKASI

kan dari Skripsi yang Diajukan untukMemperoleh aIlmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial

(2)

STRATEGI KOMUNIKA

PARIWISATA KOTA B SEBAGAI KOTA WISAT

Telah disahkan d

M

NASKAH PUBLIKASI

KOMUNIKASI STRATEGIS

MUNIKASI PEMASARAN TERPADU DINAS KE KOTA BAUBAU DALAM MEMBRANDING KO A WISATA BUTON DENGAN BENTENG TERLU

Oleh

BD Sonny Rachmat Fajar NIM. 12321085

isahkan dosen pembimbing skripsi pada: ..17 MAR Dosen Pembimbing Skripsi,

MUTIA DEWI, S.Sos ., M.I.Kom NIDN. 0520028302

INAS KEBUDAYAAN &

ING KOTA BAUBAU G TERLUAS DI DUNIA

(3)

KOMUNIKASI STRATEGIS

Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau dalam Membranding Kota BauBau sebagai Kota Wisata Buton dengan

Benteng Terluas di Dunia

BD SONNY RACHMAT FAJAR

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FPSB UII,

menyelesaikan studi pada tahun 2017

MUTIA DEWI, S.Sos ., M.I.Kom

Dosen pengajar Program Studi Ilmu Komunikasi FPSB UII

BD Sonny Rachmat Fajar. 12321085. Integrated Marketing Communication Strategy of Culture and Tourism Department of Kota BauBau in Branding Kota Baubau as Buton Tourism City with Widest Fort in The World. Undergraduate Thesis. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia 2017

In Buton, Southeast Sulawesi, is located a fort built on a 20,7 hecatre hill. The fort used to be the capitcal of Buton's Sultanate and has long approximately 2740 metres. There are a lot of perceptions of citizens that see the performance of Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota BauBau in managing the tourism asset Kota Baubau especially Fort of Buton Palace as somehow "running at place". Government and citizens has been always touting rant about Fort of Buton Palace being the widest fort in the world. But whether this label is admitted largely by public or not, is still a quesfion. Meanwhile, if we carefully check, in 2006 Fort of Button Palace has been awarded by Guinnes of Record and MURI as the world's widest fort.Communication strategy of Tourism and Culture Department in Kota BauBau in branding Kota BauBau as Buton tourism city with widest fort in the world. Method being used in this study is descriptive qualitative with the use of constructivism paradigm. The study result of integrated marketing communication Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau at branding Kota BauBau as Buton's tourism city with world's widest fort which is implementing special strategy has 7p concept. In realizing the strategy which by doing integrated marketing communication (IMC). Generally Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau has been implementing the aspects of the IMC, only the has not brought maximum outcome.

(4)

PENDAHULUAN

Pariwisata di zaman sekarang merupakan suatu industri paling besar saat ini serta menjadi penggerak utama pada perubahan social culture khususnya di daerah-daerah yang menjadi tujuan wisata.Akibat dari fenomena ini terdapat banyak agen-agen terkaityang menawarkan beragam bentuk kerja sama khususnya biro traveling agent dan sebagainya.

Dengan hadirnya undang-undang otonomi suatu daerah khususnya dalam perspektif pariwisata, sejatinya sudah membuka kesempatan besar bagi pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan potensi daerahnya masing-masing. Perlu diperhatikan potensi daerah ibarat suatu produk yang dikemas dengan rapi dan dilabeli dengan merk atau biasa disebut branding. Diharapkan dengan adanya suatu

branding tertentu maka akan menghasilkan suatu identitas atau kekhasan yang membedakannya dengan daerah atau kota lain.

Berbicara soal keunikan dan kekhasan di suatu daerah, di Buton Sulawesi Tenggara tepatnya di Kota BauBau, terdapat suatu benteng yang dibangun diatas bukit seluas 20,7 hektar. Benteng yang merupakan bekas Ibu Kota Kesultanan Butonini memiliki bentuk arsitektur yang cukup menarik dan terbuat dari batu kapur dan Benteng ini secara umum dibuat dengan model pertahanan.

Secara umum benteng ini memiliki panjang sekitar 2,740 meter dan memiliki 12 pintu gerbang & 16 pos jaga atau kubu pertahanan.Tiap pintu gerbang termasuk kubu pertahanan ditempati empat hingga enam buah meriam dengan total keseluruhan berjumlah 52 buah. Posisi benteng berada pada bukit yang cukup tinggi dan memiliki lereng yang cukup terjal, tentunya memungkinkan area ini adalah lokasi pertahanan perang terbaik di zamannya.Sudah cukup banyak peristiwa sejarah yang dimana lokasi dan benteng ini menjadi sasaran perebutan bagi pihak musuh di zamannya.

Sudah menjadi hal yang umum bahwa Benteng Keraton Buton sudah termasuk dalam ranah pariwisata unggulan di Kota BauBau. Penulis mengambil penelitian terkait dengan potensi pariwisata unggulan Kota BauBau khususnya

(5)

Pihak pemerintah Kota BauBau termasuk di Dinas Kebudayaan & Pariwisata serta masyarakat lokal Kota BauBau selalu mengembor-gemborkan slogan bahwa Benteng Keraton Buton Kota BauBauadalah benteng terluas di dunia. Namun apakah pernyataan itu benar dan diakui serta di terima oleh seluruh kalangan masyarakat luar khususnya di pulau Jawa? ini yang menjadi pertanyaan.

FaktanyaBenteng Keraton Buton secara umum masih belum begitu familiar di telinga banyak masyarakat khususnya di Pulau Jawa. Beberapa orang mengenal pulau Buton hanya merupakan daerah yang memiliki potensi penghasil aspal terbesar di Indonesia timur. Namun masih sangat jarang ada yang mengenalBenteng Keraton Buton.Padahal bila dilihat sekilas, Benteng Keraton Buton Kota BauBau sudah masuk dalam kategori Guines of Record pada tahun 2006 & juga rekor MURI yang dikategorikan sebagai Benteng Terluas di Dunia.

Disisi lain lokasiBenteng Keraton Butonyang tepat berada di Kota BauBau

ini memiliki lokasi yang cukup strategis khususnya di wilayah maritim. Maka sejatinya daerah ini kerap kali menjadi tempat persinggahan atau transit khususnya bagi transportasi laut bahkan lokasinya cukup begitu dekat dengan tempat wisata yang cukup populer yakni Wakatobi. Berlandaskan dari hal tersebut bahwa sudah seharusnya perkembangan objek wisata Wakatobi turut mempengaruhi perkembangan dari objek wisata Benteng Keraton Buton.

Selain memiliki produk pariwisata unggulan dalam hal ini Benteng Keraton Buton, Kota BauBau pun memiliki daya tarik potensi lain yang cukup besar yakni pusat perbelanjaan kuliner khas seafood, wisata alam yang masih sangat natural, beberapa air terjun dan juga gua serta beberapa ruang publik cukup menarik. Disatu sisi icon tunggal kota tersebut sudah ada dan menjadi ciri sebagai pembeda dengan daerah atau kota yang lain yakni Benteng Keraton Buton. Dan sebagian masyarakat Kota BauBau mengakui bahwaBentengtersebut merupakanbentengterluas di dunia mengingat ada beberapa kota di daerah lain yang juga memiliki benteng namun tidak seluasBenteng Keraton Buton Kota BauBau.

(6)

harus diperjuangkan. Maka sudah seharusnya pemerintah mulai melakukan pembenahan serta memikirkan langkah-langkah strategis dalam mempromosikan objek pariwisata unggulan serta merangkul berbagai komunitas terkait yang memiliki peranan penting dalam ranah pariwisata hingga kebudayaan lokal.

Dalam melakukan aktivitas promosi tentu sangat diperlukan yang namanya komunikasi pemasaran. Secara umum komunikasi pemasaran dilakukan dengan berbagai cara yang sifatnya persuasif dan diharapkan dapat menarik pihak wisatawan. Disisi lain memperkenalkan potensi daerah tentu diperlukan branding. Biasanya branding dianggap sebagai perangkat yang mampu menciptakan suatu identitas yang sudah terklasifikasi didalamnya seperti ciri khas yang membedakannya dengan daerah lain.

Sederhananya sebuah objek wisata diberi merk secara relatif bukan tidak mungkin terkecuali memiliki korelasi dengan sejarah tempat atau lokasi tersebut. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota BauBau dalam Membranding Kota BauBau Sebagai Kota Wisata

Buton dengan Benteng Terluas di Dunia.

KERANGKA TEORI

Sebagai landasan teori untuk menentukan jawaban atas rumusan masalah maka penulis mencantumkan teori yang berhubungan dengan penelitian mengenai strategi komunikasi pemasaran terpadu Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau. Teori tersebut adalah (1); Strategi komunikasi pemasaran terpadu atau IMC , (2); Menentukan faktor pendukung dan penghambat.

1. Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu

Seperti yang dikemukakan Porter dan dikutip oleh Rangkuti menjelaskan strategi merupakan suatu bentuk perencanaan induk yang komprehensif yang dimana menjelaskan bagaimana cara untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam hal ini strategi sangat diperlukan untuk menyusun suatu program dalam jangka panjang serta penentuan suatu kebijakan & pemilihan prioritas alokasi sumber daya untuk mencapai keunggulan yang bersaing (Rangkuti, 2006: 15).

(7)

utama dalam hal pemasaran yakni product, place, price, promotion, people, process, physical evidence(Huriyati, 2005: 63).

a) Product, yakni suatu barang atau jasa yang ditawarkan kepada target khususnya konsumen.

b) Price, Merupakan jumlah budget yang harus dibayarkan konsumen saat ketika memilih dan menggunakan jasa yang akan dipakai. Adapun komponen biasanya lebih di dominasi dengan biaya transportasi.

c) Place, merupakan tempat yang digunakan sehingga produk dapat diketahui oleh konsumen diberbagai daerah.

d) Promotion, yakni bentuk komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi terkait dengan orientasi untuk menginformasikan serta mempengaruhi calon konsumen agar menggunakan produk yang ditawarkan.

e) People, yakni aset dalam suatu organisasi biasanya karyawan atau pun staf yang memiliki performance yang baik. Dengan kinerja karyawan atau pun staf dalam hal pelayananan sehingga mampu memberikan kepuasan bagi konsumen. Disisi lain people adalah pola tingkah laku serta faktor yang memotivasi karyawan dalam suatu organisasi.

f) Process, yakni suatu kualitas dan mutu pelayanan baik jasa atau pun produk tentu sangat mengandalkan proses penyampaian pesan kepada konsumen. Dalam dimensi yang sama nyawa dari suatu perusahaan yakni karyawan organisasi atau perusahaan itu sendiri. Maka untuk menjamin dan meningkatkan kualitas setiap program yang dijalankan tentu harus dimaksimalkan khususnya mulai dari peningkatan kualitas skill karyawan tentunya.

(8)

Untuk merealisasikan langkah-langkah strategi yang sudah ditetapkan oleh perusahaan maka selanjutnya menerapkan konsep-konsep strategi pemasaran. Dalam memasarkan suatu produk baik jasa atau pun non jasa tentu diperlukan suatu bentuk promosi dan pemasaran. Integrated Marketing Communication/IMC atau biasa disebut dengan komunikasi pemasaran terpadu merupakan konsep strategi pemasaran yang memiliki cakupan dari berbagai disiplin ilmu pemasaran yakni advertising, direct marketing, internet marketing, sales promotion, PR dan personal selling. Ke enam disiplin itu tersebut di padupandankan menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga tercipta lah komunikasi pemasaran yang sifatnya terpadu.

Dengan Komunikasi IMC berusaha untuk memaksimal kan pesan positif dan meminimal kan pesan negatif terkait suatu brand atau produk serta membangun hubungan baik secara jangka panjang baik dengan pihak stakeholder atau pun pihak konsumen. Dalam kegiatan pemasaran biasanya terdapat aktivitas persuasif, promosi, dan publikasi. Pada aktivitasnya komunikasi pemasaran berusaha untuk memberikan atau menyampaikan suatu informasi atau gagasan tertentu. Dalam prosesnya penyampaian gagasan atau informasi tersebut dikemas dalam bentuk persuasif sehingga konsumen terpengaruh untuk menggunakan produk atau pun jasa yang ditawarkan.

Dalam komunikasi pemasaran juga identik dengan yang namanya promosi. Michael Ray (Advertising and Communication Management) yang dikutip oleh Morissan (2010: 16), mengungkapkan bahwa promosi merupakan suatu upaya yang dilakukan semenjak penjual membangun berbagai bentuk saluran informasi serta persuasinya yang orientasinya menjual barang/jasa atau mengenalkan suatu ide/konsep baru. Adapun perangkat dasar yang dipakai untuk tujuan komunikasi perusahaan adalah bauran promosi atau dikenal dengan istilah promotional mix yang memiliki cakupan yakni : periklanan, pemasaran langsung, internet marketing, personal selling, penjualan personal dan publikasi atau humas.

a) Promosi

(9)

dikutip oleh Morissan (2010: 16), bahwa promosi merupakan suatu upaya yang dilakukan semenjak penjual membangun berbagai bentuk saluran informasi serta persuasinya yang orientasinya menjual barang/jasa atau mengenalkan suatu ide/konsep baru.

Adapun perangkat dasar yang dipakai untuk tujuan komunikasi perusahaan adalah bauran promosi atau dikenal dengan istilah promotional mix.

Tabel 1.2

skema elemen bauran promosi/promotion mix (Morissan, 2010: 17)

Masih dalam ranah yang sama, promosi juga kerap identik dengan yang namanya discount yakni dengan mengadakan suatu event baik berupa kontes maupun undian. Khusus soal event biasanya identik dengan pelayanan (service) yang dimana konsumen dapat mengalami pengalaman langsung terkait produk yang ditawarkan.

Disisi lain promosi juga memiliki kekurangan. Yakni promosi tidak memiliki hak cipta. Jadi sangat besar kemungkinan strategi promosi dari perusahaan tertentu akan ditiru oleh pesaing dan tentu saja pesaing akan menciptakan strategi yang lebih kreatif dalam menarik konsumen.

b). Iklan

(10)

Dalam teknisnya iklan tentu melibatkan banyak hal seperti TV, majalah, radio dan sebagainya yang fungsinya mengirimkan suatu informasi kepada khalayak luas dalam waktu tertentu. Sehingga dalam wujud iklan yang sifatnya non personal umumnya tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan feedback. Maka ketika pihak terkait sebelum memposting suatu iklan maka diharapkan benar-benar mempertimbangkan informasi yang akan dibuat.

Disamping itu periklanan juga memerlukan strategi berupa perencanaan implementasi tindakan media yang digunakan & pengendalian perbandingan hasil apakah sesuai atau tidaknya dari perencanaan yang dilakukan (Hermawan, 2012: 89-90).

c). Pemasaran Langsung/ Direct Marketing

Sejatinya pemasaran langsung adalah suatu aktivitas yang dimana perusahaan berkomunikasi secara langsung dengan calon palanggan yang orientasinya untuk memicu terjadinya suatu transaksi penjualan. Pada umumnya pemasaran langsung biasanya dilakukan dengan mengirim sebuah katalog/ web site, surat (Flyers/brosur), penjualan langsung, telemarketing bahkan iklan tanggapan langsung (Morissan, 2010: 22-23).

d). Interaktive/ internet marketing

Secara umum internet sangat membantu dalam hal pengelolaan data khususnya informasi terkait produk yang akan dijualkan. Dalam pengelolaan datanya sangat fleksibel untuk diubah sesuai dengan kemauan empunya. Sangat jauh berbeda dengan promosi dalam bentuk iklan baik dimedia massa atau pun media cetak yang tentu saja sifatnya satu arah dan setelah diterbitkan sangat tidak mungkin dirubah/edit dan ditambah lagi memerlukan dana yang relatif besar.

(11)

dalam berkomunikasi dengan konsumen dan tentu saja biayanya murah (Morissan, 2010: 23-25).

e). Promosi Penjualan

Promosi penjualan biasanya kerap indentik dengan diskon atau potongan harga bahkan undian. Secara umum promosi terklasifikasikan menjadi dua bagian yakni promosi yang orientasinya kepada konsumen & perdagangan. Secara spesifik promosi yang orientasinya kepada konsumen biasanya ditujukan kepada (user) pada suatu barang atau jasa entah berupa sampel produk, potongan harga dan hadiah kupon.

Sedang promosi yang orientasinya kepada pedagang biasanya ditujuakan kepada distributor dan biasanya berupa pemberian dana promosi, settingan penyesuaian harga, pameran, bahkan kompetisi penjualan (Morissan, 2010: 26-26). Dalam beberapa kasus promosi penjualan ini biasanya kerap ditemukan dalam beberapa agenda event-event tertentu dan biasanya dilakukan pada hari-hari besar.

f). Hubungan Masyarakat (PR)

Secara sederhana bagaimana kinerja perusahaan atau organisasi tersebut pada lingkungan, dan nantinya harus dilihat oleh masyarakat maka pihak PR harus mampu mengurusnya khususnya menjembatani antara perusahaan & masyarakat. Walaupun dalam beberapa kasus khususnya dalam industri pariwisata duta wisata kerap kali diutus untuk menjadi humas yang fungsinya menjembatani perusahaan terkait dengan masyarakat.

g). Penjualan personal

(12)

METODOLOGI

Dalam penelitian yang berjudul strategi komunikasi pemasaran terpadu Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau dalam membranding Kota BauBau sebagai kota wisata Buton dengan benteng terluas di dunia, penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan yakni dengan cara melihat situasi atau observasi terhadap subjek dan objek penelitian kemudian menganalisis dalam bentuk deskriptif terkait permasalahan, hasil wawancara dengan objek yang diteliti. Menganalisis masalah yang terjadi dilapangan juga menggunakan analisis SWOT untuk menemukan jawaban atas penelitian ini.

Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yakni bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik dan bentuk deskriptif. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme. Secara umum peneliti mendeskripsikan penelitian ini sesuai dengan realitas dengan apa adanya serta menyesuaikan dengan data yang ditemukan baik melalui suatu observasi, wawancara dan dokumentasi (Salim, 2006: 89).

PEMBAHASAN DAN TEMUAN

A. Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Dinas Kebudayaan & Pariwisata BauBau

Dalam mempromosikan produk pariwisata unggulan khsusunya Benteng Keraton Buton, pihak Disbudpar melakukan strategi dengan konsep 7P.Yakni berupa product, price, place, promotion, people, process and physical evidence.Secara spesifik langkah strategi awal(Product) yang dilakukan yakni dengan memanfaatkan predikat yang sudah ada pada Benteng Keraton Buton.

Seperti diketahui bahwa Benteng Keraton Buton sudah memiliki predikat atau masuk dalam kategori sebagai benteng terluas di dunia. Bila sebelumnya branding Benteng Keraton Buton masih belum terlalu familiar di telinga banyak orang, paling tidak pihak Disbudpar sudah memiliki senjata yakni predikat tersebut, sehingga yang dilakukan cukup dengan memaksimalkan bentuk promosi dan pemasaran yang ada.

(13)

yang ditawarkan. Objek wisata Benteng Keraton Buton kali ini masuk dalam pengecualian.Sebab pihak pemerintah khususnya Disbudpar justru memberikan kemudahan akses yang begitu bebas dan tidak dipungut biaya. Kompleks Benteng Keraton Buton selalu terbuka untuk umum itu artinya telah menjadi ruang publik bagi siapa pun.

Kemudian pada strategi (Place), bila dilihat secara cermat, bahwa lokasi Benteng Keraton Buton terletak tepat di Kota BauBau. Secara umum Kota BauBau merupakan suatu lokasi yang biasanya menjadi transit bagi sarana transportasi baik darat, laut maupun udara.Disamping itu lokasi Kota BauBau sangat dekat dengan pulau Wakatobi (tempat wisata yang cukup populer).Hal ini lah yang membuat pihak pemerintah termasuk Disbudpar serta pihak masyarakat untuk selalu bersama-sama dan bersinergi untuk melakukan promosi kepada pihak mana pun yang melakukan kunjungan atau hanya sekedar transit di Kota BauBau.

Dalam soal(Promosi), pihak Disbudpar selalu berusaha untuk memaksimal kan bentuk promosi dan juga pemasaran dalam berbagai lini, baik melalui saluran media bahkan membangun relasi dengan pihak yang memiliki kepentingan yang sama. Pada aktivitasnya sebagai suatu lembaga yang berdiri melalui payung pemerintahan, Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau terus melakukan kewajibannya sebagai garda depan bagi pemerintah Kota BauBau. Aktivitasnya yakni terus melakukan promosi dan mengangkat potensi pariwisata Kota BauBau dengan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas sumber dayanya.

Dalam segi (People & Proces)pihak Disbudpar akan selalu berkomitmen untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan dan tanggung jawab yang dimiliki sebagai mana tertuang dalam visi dan misinya. Salah satunya yakni berusaha mengembangkan potensi pariwisata lokal dan berdaya saing yang mampu mensinergikan pembangunan destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata dan industri pariwisata.

(14)

bangunan tradisional yang dimiliki. Hal ini lah yang akan terus di pertahankan oleh pihak pemerintah termasuk Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau.

Dalam merealisasikan langkah strategi dengan konsep 7P tersebut yakni dikemas dalam bentuk aktivitas IMC atau Komunikasi Pemasaran Terpadu. Strategi IMC yang dilakukan Disbudpar disini yakni dengan melakukan aktivitas bauran pemasaran (promotion mix) antara lain advertising, personal selling, sales promotion, public relation, direct marketing dan internet marketing.

Pada ranahAdvertising dilakukan dengan melibatkan sejumlah media untuk melakukan peliputan pada beberapa objek wisata setempat. Disisi lain pihak Disbudpar juga membuat produk promosi khususnya brosur, leaflet, film pendek dan sejenisnya. Produk-produk ini nantinya akan di distribusikan kebeberapa pihak hotel bahkan melalui pameran/event-event tertentu. Pada tahap (pendistribusian) ini pihak Disbudpar Kota BauBau telah melakukan konsepDirect Marketing.

Saat event berlangsung, produk-produk brosur tersebut selain di distribusikan dan dibagikan melalui event, pihak Disbudpar Kota BauBau juga memberikan pemaparan-pemaparan secara spesifik objek wisata terkait baik kepada pengunjung maupun terlibat dalam aktivitas Kajian atau Kerja sama antar daerah. Pada tahap ini lah pihak Disbudpar Kota BauBau menjalankan konsep Personal Selling.

Selain mempromosikan objek wisata melalui konsep-konsep di atas, pihak Disbudpar Kota BauBau juga turut terlibat menjadi pelaksana teknis di berbagai macam event. Pada tahap ini lah pihak Disbudpar Kota BauBau sudah menjalankan aktivitas Sales promotion.Dalam beberapa rangkaian event yang digelar, pihak Disbudpar Kota BauBau juga berkolaborasi dengan beberapa jajaran pemerintah lain dan bekerja sama dengan pihak Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Pada tahap ini lah Disbudpar Kota BauBau menjalankan konsep PR, yakni berusaha untuk membangun relasi dengan pihak mana pun.

(15)

B. Adapun Faktor Pendukung dan Penghambat Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau dalam membranding Kota BauBau sebagai Kota Wisata Buton dengan benteng terluas di dunia yakni

1. Kekuatan (Strenght)

Secara umum dalam mempromosikan objek pariwisata terkait, pihak Disbudpar menjadi garda depan bagi Pemerintah Kota BauBau. Aktivitasnya yakni dengan berpartisipasi dalam kegiatan KAD (Kajian/kerja sama Antar Daerah) dalam merepresentasikan serta mempromosikan produk pariwisata unggulan yang ditawarkan kepada setiap pihak pemerintah daerah yang lain.

Pada dimensi yang lain dikarenakan keterlibatan sumber daya manusia atau staf yang sudah cukup sering terlibat sebagai pelaksana teknis dalam agenda event yang di muat tentu secara tidak langsung akan menciptakan suatu skill dan terlatih dalam memanajemen event.

2. Kelemahan (Weakness)

Dari bentuk pemasaran aset pariwisata yang dilakukan oleh pihak Disbudpar tentunya memiliki suatu kelemahan khususnya dalam segi internal perusahaan. Dari hasil tinjauan dan observasi dari penulis terdapat beberapa hal-hal yang menjadi kelemahan dan tentunya akan memiliki dampak serius bila diabaikan. Adapun kelemahan tersebut yakni kurangnya SDM atau staf yang memiliki keahlian dalam bidang pemasaran.

Disamping itu kurangnya program-program atau agenda yang memiliki prospek tinggi dalam organisasi sehingga membuat para staf merasa kurang difungsikan dengan baik.Dari hal tersebut tentu menimbulkan kerentanan bagi para staf untuk beralih pada organisasi yang memiliki prospek lebih tinggi dan menjanjikan.

3. Peluang (Opportunity)

Dalam kaitannya dengan strategi aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh pihak Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau dalam mempromosikan objek wisata Benteng Keraton Buton tentunya sudah sering terlibat dalam aktivitas promosi khususnya event, menjadi garda depan pemerintah kota hingga memiliki relasi dengan berbagai pihak khususnya JKPI (Jaringan Kota Pusaka Indonesia).

(16)

kegiatan event berlangsung. Selama aktivitas yang orientasinya untuk mengangkat citra serta potensi pariwisata daerah setempat terdapat banyak dukungan baik dari masyarakat, pelaku usaha atau enterpreneur, pemerintah bahkan pelaku usaha di bidang entertaint.

Seperti diketahui dalam beberapa waktu terakhir pelounchingan film

layar lebar dengan tema “Barakati” yang mengambil latar di Pulau Buton Kota

BauBau menjadi salah satu peluang dimana segenap pelaku usaha bersama-sama memajukan aset pariwisata Kota BauBau. Hal tersebut tentu saja selaras dengan misi Dinas kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau yakni “Mendorong Promosi Potensi Wisata yang sesuai dengan karakteristik daerah”.

4. Ancaman (Threat)

Dari bentuk pemasaran aset pariwisata yang dilakukan oleh pihak Disbudpar tentunya memiliki suatu ancaman yang setidaknya perlu diwaspadai.Secara umum objek wisata di Kota BauBau masih belum mengalami perkembangan yang begitu pesat.Masih diperlukan banyak pembenahan yang harus dilakukan.Mengingat saat ini begitu banyak objek wisata yang sudah begitu maju dan berkembang.

Meskipun suatu daerah yang memiliki predikat atau branding yang begitu hebat, namun apabila pihak pemerintah tidak memiliki inisiatif untuk membawa perubahan baik fisik atau pun jenis pemasaran yang lebih inovatif pada objek wisatanya, di khawatirkan objek pariwisata di daerah tersebut akan semakin kurang diminati. Maka hal ini lah yang perlu diwaspadai oleh pihak Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau. Meskipun relatif sederhana namun apabila hal ini diabaikan tentu akanmenghasilkan dampak yang cukup serius.

SWOT

STRENGHT

Sebagai pelaksana dalam kegiatan khususnya penjualan personal yakni menjadi garda depan bagi pihak pemerintah dengan keterlibatannya dalam aktivitas kerjasama/kajian antar daerah (KAD) dalam mempromosikan produk pariwisata di berbagai daerah.

(17)

PENUTUP

Berdasarkan penelitian dan observasi yang dilakukan, saya mendapatkan kesimpulan mengenai strategi komunikasi pemasaran terpadu Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau dalam membranding Kota BauBau sebagai Kota Wisata Buton dengan benteng terluas di dunia. Bahwasanya pihak Disbudpar melakukan strategi dengan konsep 7P sebagai langkah awal untuk melakukan aktivitas komunikasi pemasaran.

Adapun untuk merealisasikan dari strategi terkonsep tersebut yakni dengan melakukan aktivitas komunikasi pemasaran atau IMC. Secara umum cakupan dari IMC meliputi enam disiplin ilmu yakni Advertising, Direct Marketing, Internet Marketing, Sales Promotion, Personal Selling & PR. Dalam prosesnya pihak

langsung SDM menjadi terlatih dalam memanajemen event.

WEAKNESS

Kurangnya SDM/staf ahli pemasaran dalam organisasi Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau sehingga mempengaruhi kinerja pada organisasi tersebut.

Kurangnya program/agenda yang memiliki prospek yang tinggi dalam organisasi sehingga membuat staf merasa kurang difungsikan dengan baik. Dari hal tersebut cenderung menimbulkan kerentanan pada staf untuk beralih pada organisasi yang lebih menjanjikan.

OPPORTUNITY

Sudah memiliki relasi dan kerja sama dengan berbagai pihak baik pemerintah dan bahkan pihak Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Peluncuran film layar lebar “Barakati” tentunya menjadi batu

loncatan pihak Disbudpar untuk terus melakukan dan memaksimalkan upaya promosi dan pemasaran diberbagai lini. Sudah memiliki akses pada sejumlah media.

THREAT

(18)

Disbudpar sudah melakukan tahapan-tahapan IMC hanya saja dalam pelaksanaannya masih belum begitu maksimal.

Disisi lain penulis juga sudah mendapatkan beberapa faktor pendukung dan penghambat yang tentunya memiliki kaitan dengan penelitian tersebut. Pada ranah internal, pihak Disbudpar selalu memiliki keterlibatan dalam berbagai macam event untuk menjadi pelaksana teknis. Disamping itu pihak Disbudpar juga menjadi garda depan bagi pihak pemerintah kota untuk mempromosikan objek pariwisata unggulan di berbagai daerah yakni dengan terlibat dalam aktivitas kajian atau kerja sama antar daerah (KAD).

Disisi lain dalam mempromosikan objek pariwisata unggulan, pihak Disbupar juga tidak berjalan sendiri namun sudah memiliki kerja sama dengan berbagai pihak baik pemerintah & Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) serta sudah memiliki akses

pada sejumlah media. Disisi lain dengan diluncurkannya film layar lebar “Barakati”

tentu sudah menjadi batu loncatan dan peluang bagi pihak pemerintah khususnya pihak Disbudpar Kota BauBau untuk terus berupaya semaksimal mungkin dalam melaksanakan tanggung jawabnya khususnya diranah pariwisata.

Adapun yang menjadi faktor penghambat yakni pihak Disbudpar Kota BauBau masih kekurangan SDM ahli yang berkompeten dibidangnya khususnya pemasaran. Disisi lain kurangnya program-program yang memiliki prospek tinggi mengakibatkan kerentanan pada staf atau karyawan untuk beralih ke organisasi lain karena merasa dirinya kurang begitu di fungsikan dengan baik.

Pada ranah eksternal, seperti diketahui bahwa beragam destinasi pariwisata di daerah lain cukup mengalami perkembangan dan kemajuan cukup pesat, maka pihak Disbudpar harus memikirkan langkah-langkah strategis dalam mengelola aset pariwisata di Kota BauBau, bila tidak demikian dikhawatirkan akan menjadi daerah yang cukup tertinggal khususnya di ranah pariwisata dan hal ini akan menimbulkan dampak yang cukup serius bila diabaikan.

(19)

Data pembanding sejatinya sangat diperlukan untuk mengetahui sebuah tolak ukur keberhasilan baik promosi dan pemasaran yang dilakukan oleh pihak terkait. Data tersebut tentunya bisa di dapatkan dengan mengambil sample di beberapa daerah sekitar Kota BauBau khususnya dinas pariwisata terkait serta memvalidasi data-data dengan jumlah kunjungan wisatawan pada hari-hari tertentu pada tiap-tiap hotel.

Dalam ranah aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh pihak Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau, itu penulis sendiri tidak berada di lokasi (Kota BauBau) saat perayaan event besar di Kota BauBau khususnya HUT Kota BauBau, BauBau Expo & Kongres JKPI ke III dan event-event lainnya sehingga penulis tidak mampu melakukan peninjauan secara langsung. Hal ini mengakibatkan data-data yang penulis dapatkan hanya berupa informasi-informasi serta opini dari beberapa pihak terkait yang menjadi penyelenggara acara.

(20)

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Bungin, Burhan.Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Keb. Publik dan Ilmu Sosial lainnya.Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007.

Cangara, Hafied.Perencanaan & Strategi Komunikasi. Rev.ed.Jakarta: RajaGrafindo, 2014.

Fajar, Marhaeni. Ilmukomunikasi Teori & Praktik.Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009. Hermawan, Agus.Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Erlangga, 2012.

Huriyati, Ratih.Bauran dan Loyalitas Konsumen. Bandung: Alfabeta, 2005

Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang.Metedologi penelitian bisnis. Yogyakarta: Penerbit BPFE, 2002.

Moleong, Lexy J.Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2007. Morissan.Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Kencana, 2010.

Pitana, Gde I Ketut Surya Diarta,Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta: Andi, 2009. Rangkuti, Freddy. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Pustaka

Utama, 2006.

Yananda, Rahmat, Ummi Salamah.Branding Tempat: Membangun Kota Kabupaten dan Provinsi Berbasis Identitas. Jakarta: Makna Informasi, 2014.

SKRIPSI

Fadhlulloh, Muhammad Hilman. (2014). “ Strategi Dinas Kebudayaan & Pariwisata

Banyuwangi untuk Promosi Pariwisata dalam Perspektif Komunikasi

Pemasaran.” Skripsi Sarjana, Fakultas Dakwah & Ilmu Komunikasi Universitas

Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya.

Tandungan, Yastri Nelda. (2016). “Strategi Komunikasi Pemasaran Disbudpar Kabupaten Tana Toraja dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Tana Toraja.”

Skripsi Sarjana, Fakultas Ilmu Sosial & Politik Universitas Hasanuddin, Makassar.

Rinaldi, Muhammad Iqbal.(2015)“Analisis Strategi Penanganan Keluhan Konsumen Domestik dan Internasional Pada Layanan Inflight Catering Service diPT. Aerofood ACS cabang Yogyakarta.” Skripsi sarjana, Fakultas Psikologi dan

Ilmu Sosial budaya Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Riyadi, Tari. (2013). “Strategi Komunikasi Pemasaran Disbudpar dalam mempromosikan Kota Surakarta sebagai Kota Budaya & Pariwisata.” Skripsi Sarjana, Fakultas

(21)

Sari, Hervita. (2014). “Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Kebudayaan & Pariwisata

Kabupaten Sleman dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata Kabupaten Sleman Periode 2010-2012.” Tesis Pascasarjana, Jurusan Ilmu

Komunikasi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Septina, Resa Ayu. (2010). “Analisis Komparasi Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas

Kebudayaan & Pariwisata Gunungkidul & Sleman terkait Pemasaran Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran–Ekowisata Plawangan Turgo Kaliurang dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan.” Skripsi Sarjana, Fakultas Ilmu Sosial &

Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Yogyakarta.

JURNAL

Winawati, Fanny Justicia. “Strategi Marketing Communication Grand City Surabaya

dalam Membangun Brand sebagaiWorld Class Mall.”Jurnal e-Komunikasi2.1 (2014).Hal.4-5.

ARTIKEL INTERNET

“Artikel Pariwisata.” http://pariwisata-asyik.blogspot.co.id/2011/08/hubungan-pariwisata-dan-budaya.html (akses 8 April 2016).

“Pengertian Otonomi Daerah.” http://www.ilmusiana.com/2015/11/pengertian-dari-otonomi-daerah.html (akses 8 April 2016).

“Pengertian Pariwisata.” http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/667/jbptunikompp-gdl-fanjibelat-33339-8-13.unik-2.pdf (akses 8 April 2016).

“Sinopsis Barakti Film. “http://jadwalxxi.web.id/sinopsis-barakati.html (akses 15 November 2016).

“Undang-Undang RI No 10 Tahun 2009 Tentang

Kepariwisataan.” http://www.wisatakandi.com/2011/11/undang-undang-ri-no-10-tahun-2009.html (akses 8 april 2016).

Yudono, Jodhi. ”Benteng Terluas di Dunia ada di Bau Bau”.

(22)

IDENTITAS PENULIS

A. Identitas Penulis Pertama ( Mahasiswa )

Nama : BD Sonny Rachmat Fajar

NIM : 12321085

Tempat tanggal lahir : BauBau, 21 September 1993 Prodi/Fakultas/Universitas : Ilmu Komunikasi/FPSB/UII Konsentrasu : Komunikasi Strategis

Alamat dan Kontak : Jln Dr. Wahidin Kelurahan Lamangga /0822 2557 7796

Karya Tulis Ilmiah : Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota BauBau dalam Membranding Kota BauBau sebagai Kota Wisata Buton dengan Benteng Terluas di Dunia.

Identitas Penulis Kedua (Dosen Pembimbing Skripsi)

Nama : MUTIA DEWI, S.Sos ., M.I.Kom NIDN : 0520028302

Gambar

Tabel 1.2

Referensi

Dokumen terkait

Terdapat lima nilai budaya dalam novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi, yakni (1) hubungan manusia dengan Tuhan, yang salah satunya adalah melalui bersyukur (2) hubungan

Ameta Primasari, drg., MDSc., M.Kes., selaku Ketua Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara, juga selaku dosen pembimbing skripsi yang telah

183/PMK.03/2015 tentang Tata Cara Penerbitan Surat Ketetapan Pajak dan. Surat

Kemajuan teknologi dan informasi yang ditandai dengan munculnya internet dan makin canggihnya alat-alat komunikasi secara langsung telah mempermudah kita untuk memperoleh

Analisa potensi energi ini diambil berdasarkan pengamatan pasang surut 29 hari pada bulan september tahun 2015, dan tinggi pasang surut selama setahun pada tahun

Poligami yang dipandang sebagai alternatif solusi dari pada perzinaan, itu pun dipandang secara sepihak yaitu kepentingan suami saja. Contoh seorang suami berkeinginan

Pembuatan laporan berdasarkan arsip faktur dan arsip surat jalan, admin akan membuatkan laporan penjualan bulanan yang yang akan diserahkan kepada pimpinan untuk di acc,

Hasil simulasi yang diperoleh menunjukkan bahwa aliran berayun dalam kolom yang dipasang sekat dinding mempunyai pola aliran yang lebih kocar-kacir dibandingkan dengan kolom