Habibatur Rohmatil Haq 071311433053
“
Partai Politik Dalam Mewujudkan Ideologinya”
Ideologi dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. Kata ideology sendiri berasal dari bahsa Yunani “idea” dan “logos”. Dimana idea mengandung arti mengetahui pikiran, melihat dengan budi dan logos mengandung arti gagasan, pengertian, kata dan ilmu. Sehingga pada pengertiannya ideology berartikan kumpulan idea tau gagasan, pemahaman-pemahaman, pendapat-pendapat atau pengalaman-pengalaman seseorang dan sekelmpok orang. Ideologi juga bersifat subyektif dari pemikiran, pengalaman orang-orang yang menciptakannya.
Keberadaan ideology dalam suatu masyarakat maupun system sangatlah penting. Tidak bisa dipungkiri bahwa ideology dapat membantu masyarakat maupun suatu system untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian didalam alam semesta ini. Ideologi juga akan membantu masyarakat dalam menunjukkan dan mengarahkan tujuan bersama karena ideology merupakan pedoman masyarakat dalam suatu system dalam mencapai tujuannya. Selain itu, ideology juga merupakan suatu mekanisme tersendiri bagi para actor-aktor dalam mencapai kebahagian, kesejahteraannya. Sehingga nantinya dari fungsi-fungsi ideology tersebut akan diperoleh sebuah kekuatan yang mampumenyemangati dan mendorong seseorang maupun sekelompok orang dalam melakukan kegiatan guna mencapai tujuan bersama.
Habibatur Rohmatil Haq 071311433053
Seperti penjelasan diawal, partai politik dalam mewujudkan apa yang diinginkannya jelas membutuhkan suatu ideology. Dimana ideologi ini nantinya yang akan mengantarkan, mengarahkan, dan menunjukkan para-para actor partai politik didalamnya dalam melakukan tindakan politiknya. Ideologi dapat mempengaruhi actor-aktor tersebut, karena tedapat nilai-nilai, norma, kepercayaan dodalam ideologi partai politik tersebut. Dimana dirumuskannya melalui, persamaan nasib, pengalaman, dan cita-cita yang sama antar actor partai politik tersebut. Sehingga nantinya akan melahirkan suatu “collective conscisusness’’ atau disebut dengan kesadaran kolektif. Dari ketermunculan kesadaran kolektif ini maka akan didapatkan rasa bersatu, kepemilikian bersama terhadap apa yang dicita-citakan oleh partai politik. Dan nantinya pula, akan menimnbulkan kesatuan dan integrasi masayarakat didalam partai politik tersebut.
Dalam mewujudkan ideologi tersebut, tentunya partai politik harus memiliki cara-cara tertentu. Seperti halnya, dengan cara merumuskan ideologi dari nasib, kepercayaan dan cita-cita para kader partai politik yang tentunya tidak menyimpang dari nilai-nilai maupun ideologi bangsanya. Kemudian setelah dirumuskannya suatu ideologi yang telah disepakati bersama, yang akan digunakan oleh suatu partai politik, maka perlu pula cara untuk mempertahankannya, agar berjalan dengan sesuai yang menjadi tujuan awal. Seperti halnya partai politik yang harus memiliki AD/ART dalam mengatur system kepartaainnya, dari situlah maka nilai-nilai ideologi yang telah disepakati harus di cantumkan secara tekstual. Namun, tak bisa dipungkiri, bahwasanya nilai-nilai, norma, kepercayaan dari ideologi tersebut juga harus diinternalisasikan dan disosialisasikan kepada seluruh kader anggota partai politik tersebut.