• Tidak ada hasil yang ditemukan

FALSAFAH Dan KETUHANAN Dan AGAMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "FALSAFAH Dan KETUHANAN Dan AGAMA"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

FALSAFAH KETUHANAN

DISUSUN OLEH:

1. Hanny Octaviana E. (1711213001)

9. Ditya Ayunda S. (1711211044)

2. Stella Aprilenia E. (1711213023) 10. Ananda Irmania (1711213021)

3. Ruhilmi Nisa (1711211007)

11. Annisa Ayu L. (1711213009)

4. Intan Suryani (1711212033)

12. Nikmatallizra (1711212017)

5. Mia Fadillah M. (1711211013)

13. Faraditha Dwi A. (1711211021)

6. Sri Wahyuni (1711212009)

14. Elma Rajab H. (1711212041)

7. Shinta Octa I. (17112110390

15. Syahrifah Aima (1711213017)

8. Lili Wulandari (1711211040)

Ilmu Kesehatan Masyarakat

Fakultas Kesehatan Masyarakat

(2)

2017

Kata Pengantar

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt atas nikmat sehat beserta kesempatan dalam membagi waktu, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Pendidikan Agama islam mengenai “Filsafat Tuhan” dengan lancar dan terkoordinir demi pencapaian nilai sesuai tugas yang telah diberikan kepada kami.

Melalui makalah ini kami akan membahas sebuah materi yang merupakan poin dari silabus pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas.

Tentunya pembuatan makalah ini tidak lepas dari kesulitan-kesulitan atau pun permasalahan yang harus diselesaikan. Namun dengan kebersamaan dan mengerahkan kemampuan, kami dapat menyelesaikan tugas Pendidikan Agama kelompok kami. Tidak lupa kami mengucapkan banyal terima kasih kepada :

1. Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat : Defriman Djafri, SKM, MKM, PhD

2. Wakil Dekan 1 : Dr. Azrimaidaliza, SKM, MKM

3. Wakil Dekan 2 : Dr. Aria Gusti, SKM, M.Kes

4. Wakil Dekan # : Dr. Masrizal Dt. Mangguang,SKM,M.Biomed

5. Ketua Prodi IKM : Ade Suzana, SKM, M.CommHealth.Sc, PhD

6. Dosen Pembimbing Agama Islam : Syar i Sumin. DR. M.Ag

(3)

DAFTAR ISI

COVER…………...

KATA PENGANTAR ... 1

DAFTAR ISI ... 2

PEMBAHASAN 1. Definisi Tuhan………... 3

2. Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan... 3

3. Aliran dalam Pemikiran Islam ... 5

4. Tuhan Menurut Agama Wahyu ………... 8

5. Pembuktian Adannya Tuhan... 11

6. Pengertian Iman Menurut Al-Quran ………... 13

7. Perwujudan Iman dalam Pandangan Islam……….. 14

8. Tanda Orang Beriman ………. 15

9. Hal yang Harus Dilakukan Agar Menjadi Taqwa ………... 16

10. Qada dan Qadar ………. 16

11. Manfaat Beriman Kepada Malaikat ……….. 18

12. Perbedaan Malaikat,Jin, Syithon ……….. 19

13. Beriman pada Hari Akhir ……….. 22

14. Nabi dan Rasul ………. 24

15. Kitab-Kitab Samawi ……… 26

BAB III : PENUTUP Kesimpulan... 30

(4)

PEMBAHASAN

1. Definisi Tuhan

Pertama-tama kita mulai dulu dari definisi Tuhan. Karena segala sesuatu harus berangkat dari definisi. Tuhan, dalam Bahasa arab disebut Ilah, yang artinya “yang disembah”. Dari definisi sederhana itu, bisa kita ketahui bahwa apapun: yang disebut, disembah, atau diagungkan sama manusia, maka itulah yang disebut “Tuhan”.

Sementara menurut pendapat Muhammad Imaduddin Abdulrahim atau yang lebih akrab disapa Bang Imad, “Tuhan ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai (di dominasi) olehnya (sesuatu itu)”.

“Sesuatu” itu berarti nanti bisa (si)apapun, bahkan hawa nafsu kita sendiri. Seperti yang disinggung dalam surat Al-Furqon ayat 43, Allah telah menyebutkan bahwa bukan cuma sesuatu yang “nyata” yang disembah (misalnya patung), melainkan juga hawa nafsu kita sendiri bisa dijadikan Tuhan. Ketika sesuatu itu emang sudah benar-benar mendominasi hidup dan diri kita.

Tapi mungkin, orang bakal menyangkal. Emangnya ada orang yang menyembah hawa nafsunya? kalau yang dimaksud “sembah” itu adalah ruku atau sujud, ya mungkin tidak ada. Tapi ternyata, ilah punya spektrum yang luas. Yang dimaksud sembah ini bukan cuma soal ruku atau sujud, tetapi ketika sesuatu itu udah di kultuskan, maka itulah yang disebut ilah.

Jadi, Tuhan adalah yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa, yang dipuja dengan penuh kecintaan hati, yang diagungkan, tempat meminta perlindungan diri pada-Nya, dan menimbulkan ketenangan di saat mengingat-Nya.

2. Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan

 Anamisme

(5)

masih banyak yang menganut animisme.Seperti ketika mereka mengadakan upacara adat, mereka sering mengundang roh-roh nenek moyang dengan

melakukan berbagai ritual dan beberapa sesaji agar roh-roh nenek moyang mereka hadir dan ikut serta dalam upacara tersebut.

 Dinamisme

Berasal dari bahasa Yunani dunamos yang berarti kekuatan atau daya, adalah kepercayaan yang meyakini bahwa semua benda-benda yang ada didunia ini baik hidup atau mati mempunyai daya dan kekuatan gaib.Benda-benda tersebut dipercaya dapat member pengaruh baik ataupun buruk bagi

manusia.Benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib, contohnya : benda pusaka, tombak, keris, gamelan, dan lambang kerajaan.

 Politeisme

Kepercayaan terhadap lebih dari satu Tuhan.Kepercayaan terhadap roh yang lebih dari kepercayaan lain, kemudian disebut dengan dewa.Dewa mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya.Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya, terhadap air, angin, dll.

 Monoteisme

Berasal dari kata Yunani monos yang berarti tunggal dan theos yang berarti tuhan , adalah kepercayaan bahwa tuhan adalah satu /tunggal dan berkuasa penuh terhadap sesuatu.Terdapat berbagai bentuk kepercayaan

monoteisme,termasuk: • Teisme

• Deisme

• Teisme monistik • Panteisme • Panenteisme

• Monoteisme substansi

 Henoteisme

Suatu pemahaman bahwa hanya ada satu dewa yang berkuasa di dalam dunia tanpa memungkiri akan keberadaan dewa-dewa lainnya.Henoteisme juga dipahami sebuah tahap keagamaan yang berada diantara politeisme ke

monoteisme.Tahap keagamaan yang dimaksud adalah tahap perubahan keyakinan dari keyakinan bahwa ada banyak doa yang berkuasa (politeisme) sampai

keyakinan bahwa hanya ada satu dewa berkuasa

(6)

Merupakan salah satu aliran teologi dalam islam yang dapat dikelompokan sebagai kaum rasionalis.Aliran ini muncul sekitar abad pertama hijriyah, di kota Basrah.Ajaran mu’tazilah kurang diterima oleh kebanyakan ulama sunni karena aliran ini beranggapan bahwa akal manusia lebih baik dibandingkan tradisi.Oleh karena itu, penganut aliran ini cenderung menginterpretasikan ayat-ayat al-quran secara lebih bebas disbanding kebanyakan umat islam.

 Qadarah

Merupakan sebuah ideologi dan sekte bid’ah di dalam akidah islam yang muncul pada pertengahan abad pertama hijriah di Basrah,Irak.Kelompok ini memiliki keyakinan mengingkari takdir, yaitu bahwasanya perbuatan makhluk berada di luar kehendak Allah dan juga bukan ciptaan Allah.Para hamba berkehendak bebas menentukan perbuatannya sendiri dan makhluk sendirilah yang menciptakan amal dan perbuatannya sendiri tanpa adanya andil dari Allah.

 Jabariyah

Merupakan sebuah ideologi dan sekte bidah di dalam akidah yang muncul pada abad ke-2 hijriah di Khurasan.Jabariyah memiliki keyakinan bahwa setiap manusia terpaksa oleh takdir tanpa memiliki pilihan dan usaha dalam

perbuatannya.Tokoh utamanya adalah Ja’ad bin Dirham dan Jahm bin Shafwan

3. Aliran-Aliran dalam Pemikiran Islam

A. ALIRAN-ALIRAN KALAM

Ilmu kalam adalah Ilmu berisi tentang alasan-alasan yang mempertahankan kepercayaan-kepercayaan iman dengan menggunakan dalil-dalil pikiran dan berisi bantahan teerhadap orang-orang yang menyeleweng dari kepercayaan-kepercayaan aliran golongan salaf dan Ahli Sunnah.

Adapun Aliran-aliran ilmu kalam diantaranya: 1. Khawarij.

Khawarij Berasal dari kata kharaja yang berarti “keluar”. Pada awalnya, Khawarij merupakan aliran atau fraksi politik, kelompok ini terbentuk karena persoalan

kepemimpinan umat islam, tetapi mereka membentuk suatu ajaran yang kemudian menjadi ciri umat, aliran mereka yaitu ajaran tentang pelaku dosa besar ( murtakib al-kaba’ir ). menurut Khawarij orang-orang yang terlibat dan menyetujui hasil tahkim telah melakukan dosa besar. Orang islam yang melakukan dosa besar, dalam pandangan mereka berarti telah kafir: kafir setelah memeluk Islam berarti murtad dan orang murtad halal dibunuh, Khawarij berkesimpulan bahwa orang yang terlibat dan menyetujui tahkim harus dibunuh. Bagi mereka,pembunuhan terhadap orang-orang yag dinilai telah kafir adalah “ibadah”

(7)

Kelompok Murji’ah berpendapat mereka bersifat netral dan tidak mau

mengkafirkan para sahabat yang terlambat dan menyetujui tahkim dalam ajaran aliran ini, orang islam yang melakukan dosa besar tidak boleh dihukum kedudukannya dengan hukum dunia. Mereka tidak boleh ditentukan akan tinggal di neraka atau di surga, kedudukan mereka ditentukan di akhirat. Dan bagi mereka Iman adalah pengetahuan tentang Allah secara mutlak. Sedangkan kufur adalah ketidaktahuan tentang Tuhan secara mutlak, iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang. Menurut mereka yang berdosa besar itu tetap mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah dan muhammad adalah utusannya. Dengan kata lain orang serupa itu tetap mengucapkan dua kalimat syahadat yang menjadi dasar utama dari iman .oleh karena itu orang berdosa besar menurut pendapat ini tetap mikmin dan bukan kafir

3. Qodariah

Qodariah adalah aliran yang memandang bahwa Manusia memiliki kebebasan dan kemerdekaan dalam menentukan perjalanan hidupnya. menurut paham ini manusia mempunyai kebebasan dan kekuatan sendiri untuk mewujudkan perbuatan-perbuatannya. aliran ini disebut Qadariyah karena memandang bahwa manusia memiliki kekuatan ( qudrah ) untuk menentukan perjalanan hidupnya dan untuk mewujudkan perbuatannya.

4. Jabariyah

Menurut aliran ini manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan perjalanan hidup dan mewujudkan perbuatannya,[3] mereka hidup dalam keterpaksaan ( jabbar ), karena aliran ini berpendapat sebaliknya; bahwa dalam hubungan dengan manusia, tuhan itu maha kuasa.karena itu, tuhanlah yang menentukan perjlanan hidup manusia dan yang mewujudkannya. Ajaran ini dipelopori oleh Al-ja’d bin Dirham.

5. Mu’tazilah

Mu’tazilah secara etimologi berasal dari kata a’tazala yang berarti mengambil jarak atau memisahkan diri. Kaum mu’tazilah adalah golongan yang membawa persoalan-peraoalan teologi yang lebih mendalam dan bersifat filosofis daripada persoala-persoalan yang dibawa khawarij, murji’ah. Dalam pembahasan kaum mu’tajilah lebih mengedepankan sakal sehingga aliran ini dinamakan kaum rasionalis islam.. Kaum mu’tazilah

berpendapat bahwa orang yang berdosa besar bukanlah mu’min dan bukanlah kafir akan tetapi mereka mengambil posis diantara keduanya tidak mu’min dan tidak kafir dalam arti moderat. Sedangkan dalam paham mu’tazilah tentang tuhan .bahwa tuhan dalam kaum mu’tazilah tidak berbuat buruk, karena perbutan buruk timbul hanya dari yang tidak bersifat sempurna, sedangkan tuhan bersifat maha sempurna..

6. Ahlu sunnah wal jama’ah

Ahlu sunnah wal jama’ahAhu sunnah wal jama’ah terbentuk akibat dari adanya

(8)

Imam al-asy’ari (260-324 H), menurut Abubakar isma’il al-Qairawani adalah seorang penganut Muktazilah selama 40 tahun kemudian ia menyatakan keluar dari Muktazilah. setelah itu ia mengembangkan ajaran yang merupakan counter terhadap gagasan – gagasan Muktazilah.

Ajaran pokok Ahlu sunnah wal jama’ah tidak sepenuhnya sejalan dengan gagasan Imam al-asy’ari. Para pelanjutnya antara lain Imam abu manshur al-maturidi yang kemudian mendirikan aliran Maturidiyyah yang ajarannya lebih dekat dengan muktazilah. Imam al- maturidi pun memiliki pengikut yaitu al-bazdawi yang pemikirannya tidak selamanya sejalan dengan gagasan gurunya.

B. ALIRAN-ALIRAN FIQIH

Secara historis hukum islam dibagi menjadi diua pada zaman sahabat nabi .dua aliran tersebut ialah : madrasat al-madinah, madrasah al-bagdad atu madrasah al-hdits yaitu aliran madinah yang terbentuk karena sebagian sahabat ada yang tinggal di madinah , dan aliran baghdad atau kufah juga terbrntuk karena sebagain sahabat ada yang tinggal di kota tersebut

Aliran hukum islam yang masih ada pengikutnya hingga sekarang hanya beberapa aliran , diantaranya hanafiyyah, malikiyyah, syafi’iyyah, dan hanabillah .akan tetapi yang sering dilupukan dalam hukum islam ialah aplikasinya sebagaimana sebagian intlektual muslim di indonesia mereka berani membicarakan masalah islam akan tetapi ketika membahas masalah-masalah hukum islam mereka langsung terdiam karna mereka takut jabatan atau kedudukan mereka akan hilang di depan khalayak ramai, mereka takut untuk

menerapkannya

C. ALIRAN-ALIRAN TASAWUF

Para penulis ajaran tasawuf, termasuk Harun Nasution, memeperkirakan adanya unsur-unsur ajaran non-islam yang mempengaruhi ajaran tasawuf. Unsur-unsur-unsur yang dianggap berpengaruh pada ajaran tasawuf adalah kebiasaan rahib Kristen yang menjauhi dunia dan kesenangan materi. Pada dasarnya tasawuf merupakan ajaran tentang Al-Zuhd (Zuhud), kemudian ia berkembang dan namanya diubah menjadi tasawuf dan pelakunya disebut shufi. Zahid yang pertama adalah Al-Hasan A-Basir. Dia pernah berdebat dengan Washil bin Atha’ dalam bidang teologi, ia berpendapat bahwa orang mu’min tidak akan bahagia sebelum berjumpa dengan Tuhan. Zahid dari kalangan perempuan adalah Rabi’ah Al-Adawiyah dari Basrah, ia menyatakan bahwa ia tidak bisa membenci orang lain, bahkan tidak dapat mencintai Nabi Muhammad SAW, karenya cintanya hanya untuk Allah SWT.

Metode tasawuf dibagi menjadi 3 (tiga), Tahalli, adalah pengisian diri untuk

(9)

4. Bagaimana Tuhan menurut Agama Wahyu

A. Konsep Tuhan dalam Agama Nashrani

Nashrani berasal dari kata Nazharet yaitu tempat kelahiran Nabi Isa. Sedangkan kata Kristen berasal dari Kristus “ Juru Selamat “ yang merupakan sebutan yang dikarang secara dusta oleh Saulus dan para pengikutnya.

Agama Nashrani atau yang lebih dikenal dengan agama Kristen termasuk salah satu dari agama Abrahamik yang berdasarkan hidup, ajaran, kematian dengan penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus dari Nazaret ke surga, sebagaimana dijelaskan dalam Perjanjian Baru, umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan dalam dari Perjanjian Lama (atau Kitab suci Yahudi).

Agama Kristen terbagi menjadi tiga agama baru, yang masing-masing memiliki gereja dan tokoh agama sendiri-sendiri yaitu : Katholik, Ortodox ,dan Protestan.

Agama Katholik meyakini bahwa Roh Qudus tumbuh dari Tuhan Bapa dan Anak secara bersamaan. Mereka juga berkeyakinan bahwa Tuhan Bapa dan Tuhan Anak memiliki kesempurnaan yang sama. Bahkan mereka meyakini bahwa Yesus atau Tuhan Anak ikut bersama-sama dengan Tuhan Bapa mencipta langit dan bumi.Agama Ortodox meyakini bahwa Roh Qudus hanya tumbuh dari Tuhan Bapa saja, dan mereka meyakini bahwa Tuhan Bapa lebih utama daripada Tuhan Anak. Sedangkan agama Protestan adalah pengikut Martin Luther yang menyempal dari agama Katholik karena

menganggap banyak hal yang tidak masuk akal dari agama Katholik. Disebut Protestan karena sikap mereka yang memprotes Gereja lama atau kaum Katholik. Mereka

menyebut dirinya dengan Gereja Penginjil karena pengakuan mereka yang hanya mau mengikuti Injil semata. Terkadang mereka disebut dengan Kristen saja. Agama Protestan di antara agama yang melarang membuat patung dan gambar untuk disembah. Walaupun demikian, mereka tetap meyakini ajaran trinitas yang intinya adalah Tuhan itu satu tetapi terdiri dari tiga oknum : Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus.

(10)

empat predikat bagi Yesus, yaitu: Anak Allah, Anak Manusia, Tuhan, dan Raja Yahudi. Dalam Injil Lukas disebutkan setidak-tidaknya tiga predikat: Keturunan Manusia, Anak Allah dan Raja Yahudi. Dalam Injil Yohanes disebutkan setidak-tidaknya dua predikat: Manusia biasa dan Anak Tunggal Allah

B. Konsep Tuhan dalam Agama Yahudi

Konsep ketuhanan agama Yahudi secara ketat didasarkan pada Unitarian

monoteisme. Doktrin ini mengekspresikan kepercayaan kepada satu Tuhan. Konsep Tuhan yang mengambil beberapa bentuk misalnya Trinitas dianggap bida’ah dalam Judaisme. Dalam doa secara utuh dalam hal mendefinisikan Tuhan adalah Shema Yisrael, awalnya muncul di dalam Alkitab Ibrani: "Dengarkan O Israel, Tuhan adalah Allah kita, Tuhan adalah satu", juga diterjemahkan sebagai "Dengarkan O Israel, Tuhan kami adalah Allah, Tuhan adalah yang tunggal "

Allah disini disusun sebagai zat yang kekal, pencipta alam semesta, dan sumber moralitas. Allah mempunyai kuasa untuk campur tangan di dunia.

Pada kenyataannya umat Yahudi termasuk kaum Musyabbihah, yaitu kaum yang menyerupakan Allah dengan makhluk, sebagaimana tersebut dalam Kitab Taurat pada Kitab Kejadian Pasal I Allah berkata : “Kami telah membuat manusia berdasarkan bentuk Kami, seperti serupaan dari Kami.” Sehingga apa saja yang bisa terjadi pada manusia, bisa pula dialami oleh Allah. Bahkan dalam keyakinan orang-orang Yahudi, Allah bisa mengalami keletihan dan kecapaian sehingga perlu beristirahat, sebagaimana tersebut dalam Taurat pada Kitab Kejadian Pasal II : "Allah menyelesaikan pekerjaan yang Dia kerjakan pada hari yang ke-7, kemudian Di beristirahat di hari ke-7 dari seluruh pekerjaan yang Dia ker jakan.”

Demikian umat Yahudi meyakini tentang Allah SWT, yaitu dengan keyakinan model kaum Musyabbihah. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dari apa yang me reka sifatkan. Bahkan tidak hanya meyakini keserupaan Allah dengan makhluk, mereka pun mensifati Allah ta’ala dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi Allah, seperti : kikir, miskin, bisa diperdaya dan lain-lain.

C. Konsep Tuhan dalam Agama Buddha

Agama Budha menekankan Pragamatis, yaitu mengutamakan tindakan-tindakan cepat dan tepat yang lebih diperlukan di dalam menyelamatkan hidup seseorang yang tengah gawat dan bukan hal-hal lainnya yang kurang praktis, berbelit-belit, bertele-tele dan kurang penting. Buddha tidak pernah menghabiskan waktu untuk perkara-perkara

(11)

Konsep ketuhanan dalam agama Buddha berbeda dengan konsep dalam agama samawi dimana alam semesta diciptakan oleh Tuhan dan tujuan akhir dari hidup manusia adalah kembali ke surga ciptaan Tuhan yang kekal (Anonim, 2012), tetapi konsep

didalam agama Buddha bahwasannya asal muasal dan penciptaan alam semesta bukan berasal dari tuhan, melainkan karena hukum sebab dan akibat yang telah disamarkan oleh waktu, dan tujuan akhir dari hidup manusia adalah mencapai kebuddhaan (anuttara samyak sambodhi) atau pencerahan sejati dimana batin manusia tidak perlu lagi mengalami proses tumimbal lahir. Untuk mencapai itu pertolongan dan bantuan pihak lain tidak ada pengaruhnya, tidak ada dewa-dewi yang dapat membantu, hanya dengan usaha sendirilah kebuddhaan dapat dicapai.

Tuhan dalam agama Buddha yang bersifat non-teis (yakni, pada umumnya tidak mengajarkan keberadaan Tuhan sang pencipta atau bergantung kepada Tuhan sang pencipta dalam usaha mencapai pencerahan, sang Buddha Gautama adalah pembimbing atau guru yang menunjukkan jalan menuju nirwana ) serta selama hidupnya Buddha Gautama tidak pernah mengajarkan cara-cara menyembah kepada Tuhan maupun konsepsi ketuhanan meskipun dalam wejangannya kadang-kadang menyebut Tuhan, ia lebih banyak menekankan pada ajaran hidup suci, sehingga banyak para ahli sejarah agama dan sarjana teologi Islam mengatakan agama Buddha sebagai ajaran moral belaka. Dalam sutta pitaka, udana VIII : 3, yang merupakan konsep Ketuhanan Yang Maha Esa dalam agama Buddha. Ketuhanan yang Maha Esa dalam bahasa Pali adalah Atthi Ajatan Abhutam Akatam Asamkhatam yang artinya : “suatu yang tidak dilahirkan, tidak dijelma, tidak diciptakan dan yang mutlak”. Dalam hal ini, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu yang tanpa aku (anatta), yang tidak dapat dipersonifikasikan dan yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk apa pun. Tetapi dengan adanya yang mutlak, yang tidak berkondisi (asankhata) maka manusia yang berkondisi (sankhata) dapat mencapai kebebasan dari lingkaran kehidupan (samsara) dengan cara bermeditasi. Dengan membaca konsep Ketuhanan Yang Maha Esa ini, kita dapat melihat bahwa konsep ketuhanan dalam agama Buddha adalah berlainan dengan konsep ketuhanan yang diyakini oleh agama-agama lain.

D. Konsep Tuhan dalam Agama Hindu

Agama Hindu mempunyai konsepsi ketuhanan yang bersifat polytheistis yang dimanifestikan dalam jumlah dewa-dewa yang di sebutkan dalam kitab-kitab wedha sebanyak 32 dewa yang mempunyai fungsi masing-masing. Dewa-dewa tersebut dipandang sebagai tokoh simbolis dari satu dewa pokok yaitu Brahma.

Dalam kitab suci Hindu, sifat-sifat Tuhan dilukiskan sebagai Ynag Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Dia merupakan perwujudan keadilan, kasih saying dan keindahan. Dalam kenyataannya, Dia merupakan perwujudan dari segala Kwalitas terberkati yang

senantiasa dapat dipahami manusia. Dia senantiasa siap mencurahkan anugerah, kasih dan berkah-Nya pada ciptaan-Nya.

(12)

Artinya :

(Brahman adalah yang maha tahu dan penyebab yang mahakuasa) dari mana munculnya asal mula dan lain-lain, (yaitu pemeliharaan dan peleburan) dari(dunia ini).

Tuhan Yang Maha Esa ini disebut dalam beberapa nama, antara lain: Brahman (asal muasal dari alam semestea dan segala isinya), Purushottama atau Maha Purusha, Iswara (dalam Weda), Parama Ciwa (dalam Whraspati tatwa), Sanghyang Widi Wasa (dalam lontar Purwabhumi Kemulan), Dhata (yang memegang atau menampilkan segala sesuatu), Abjayoni (yang lahir dari bunga teratai), Druhina (yang membunuh raksasa), Viranci (yang menciptakan), Kamalasana (yang duduk di atas bunga teratai), Srsta (yang menciptakan), Prajapati (raja dari semua makhluk/masyarakat), Vedha (ia yang

menciptakan), Vidhata (yang menjadikan segala sesuatu), Visvasrt (Ia yang menciptakan dunia), Vidhi (yang menciptakan atau yang menentukan atau yang mengadili).

E. Konsep Tuhan dalam Agama Shinto

Shinto adalah kata majemuk dari “shin” dan “to”. Arti kata “shin” adalah “roh” dan “To” adalah “jalan”. Jadi “Shito” mempunyai arti “jalannya roh”, baik roh-roh yang telah meninggal dunia maupun roh-roh langit dan bumi. Kata “To” berdekatan dengan kata “Tao” dalam taoisme yang berarti “jalannya Dewa” atau “jalannya bumi dan langit”. Sedangkan kata “Shin” atau “Shen” identic dengan kata “Yin” dalam taoisme tang berarti gelap, basah, negative dan sebagainya (Arifin, 1997).

Shinto adalah agama kuno yang merupakan campuran dari animisme dan dinamisme yaitu suatu kepercayaan primitif yang percaya pada kekuatan benda, alam atau spirit. Tradisi Shinto juga mengenal beberapa nama Dewa yang bagi Shinto bisa juga berarti Tuhan yang dalam bahasa Jepang disebut dengan istilah Kami atau Kamisama. Kamisama ini bersemayam atau hidup di berbagai ruang dan tempat, baik benda mati maupun benda hidup. Pohon, hutan, alam, sungai, batu besar, bunga sehingga wajib untuk dihormati. Penamaan Tuhan dalam kepercayaan Shinto bisa dibilang sangat sederhana yaitu kata Kami ditambah kata benda.Tuhan yang berdiam di gunung akan menjadi Kami no Yama, kemudian Kami no Kawa (Tuhan Sungai), Kami no Hana (Tuhan Bunga) dan Dewa/Tuhan tertingginya adalah Dewa Matahari (Ameterasu

Omikami) yang semuanya harus dihormati dan dirayakan dengan perayaan tertentu (Ali, 1998).

Jadi inti dari konsep Tuhan dalam kepercayaan Shinto adalah sangat sederhana yaitu ”semua benda di dunia, baik yang bernyawa ataupun tidak, pada hakikatnya memiliki roh, spirit atau kekuatan jadi wajib dihormati” . konsep ini memiliki pengaruh langsung di dalam kehidupan masyarakat Jepang. Misalnya seperti, seni Ikebana atau merangkai bunga yang berkembang pesat di Jepang karena salah satunya dilandasi konsep Shinto tentang Spirit atau Tuhan yang bersemayam pada bunga serta tumbuhan yang harus dihormati.

(13)

Sebenarnya masalah tentang keberadaan Allah SWT sudahlah nyata, bahkan suatu hakikat yang tidak perlu diragukan lagi persoalannya. Tidak ada jalan untuk

mengingkarinya. Persoalan tentang keberadaan Allah SWT adalah terang benderang bagaikan cahaya fajar diwaktu pagi yang cerah.

Semua yang ada dilingkungan alam semesta ini pun dapat digunakan sebagai bukti tentang adanya Tuhan (Allah SWT), bahkan benda-benda yang terdapat disekitar alam semesta dan unsur-unsurnya dapat pula mengokohkan atau membuktikan bahwa benda-benda itu pasti ada pencipta dan pengaturnya.

1. ALAM SEMESTA ADALAH PENGOKOHAN WUJUD MAHA PENCIPTA Periksalah alam cakrawala yang ada diatas kita, yang didalamnya itu terdapat matahari, bulan, bintang, dan sebagainya. Demikian pula alam yang berbentuk bumi ini dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya baik yang berupa manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda padat, juga perihal adanya hubungan yang erat dengan perimbangan yang pelik yang merapikan susunan diantara alam-alam yang beraneka ragam itu serta yang menguatkan keadaannya masing-masing itu, semuanya tidak lain kecuali

merupakan tanda dan bukti perihal wujudnya Allah. Selain menunjukkan adanya Dzat itu juga membuktikan keesaanNya dan hanya Dia sajalah yang Maha Kuasa untuk

menciptakannya.

2. FITRAH SEBAGAI BUKTI ADANYA ALLAH

Alam semesta atau jagad raya dengan segala sesuatu yang ada didalamnya yang nampak sangat teratur kokoh, indah, sempurna, rapi dan seluruhnya sebagai ciptaan baru,

bukannya itu saja yang dapat digunakan sebagai saksi tentang adanya Tuhan (Allah) yang maha mendirikan langit dan bumi ini, tetapi masih ada saksi lain lagi yang dapat

digunakan untuk itu dan bahkan dapat lebih meresapkan. Saksi yang lainnya itu adalah berupa perasaan-perasaan yang tertanam dalam jiwa setiap insan yang merasakan akan adanya Allah SWT. Perasaan ini adalah sebagai pembawaan sejak manusia itu dilahirkan dan oleh sebab itu dapat disebut sebagai perasaan fitrah. Fitrah adalah keaselian yang diatasnya itulah Allah menciptakan makhluk manusia itu. Ini dapat pula diibaratkan dengan kata lain sebagai gharizah diniah atau pembawaan keagamaan.

3. BUKTI KEJADIAN DAN PENGALAMAN

Setiap manusia tentu pernah berdoa kepada Tuhannya, kemudian dikabulkanlah apa yang menjadi permintaannya. Pernah pula memanggilNya dan iapun dijawab apa yang

diinginkan serta dikehendakinya. Ia pernah pula memintaNya dan apa yang diminta itupun diberikan. Tidak sedikit orang yang sakit dan memohon kesembuhan kepadaNya disamping berusaha dengan berobat yang dilakukan dan kemudian ia berhasil sembuh. Pengalaman-pengalaman manusia dalam kehidupannya di dunia ini sebenarnya sudah membimbing dirinya sendiri untuk dapat sampai kepada penemuan akan Allah SWT secara kesadaran dan bukan karena adanya paksaan, sebab pengalaman-pengalaman itu memang dapat membuka segala macam hakikat yang ia sendiri pasti tidak merasakan dengan panca inderanya.

(14)

Diantara bukti-buktinya yang dapat kita saksikan tentang wujudnya Allah ialah bahwa para nabi dan rasul yang terpilih dari sekian banyak hamba-hambaNya, mereka itu semua adalah manusia yang amat pilihan sekali,seluruhnya itu sejak zaman nabiullah Adam a.s sampai ke zaman Rasulullah SAW mempunyai satu garis penyiaran yang benar-benar sama dan sejalan, yaitu memberitahukan dengan pasti kepada seluruh umat manusia bahwa alam semesta ini ada Tuhan (Allah) yang Maha Bijaksana. Oleh segenap nabi dan rasul itu hanya satu itulah pokok penyiaran yang disampaikannya yang merupakan hal yang penting sekali.

Sabda Nabi dan Rasul adalah benar dalam ucapannya terhadap Allah SWT, berikhlas hati untukNya, penganjur untuk mengajak menuju jalanNya yang benar, membela keagungan agamaNya dan memperoleh pengokohan yang berupa kemukjizatan dari padaNya.

“Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.: Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.” (Asy Syu’araa: 63)

Selanjutnya mukjizat Nabi Isa as. ketika menghidupkan orang-orang yang sudah mati; lalu mengeluarkannya dari kubur dengan ijin Allah. Allah swt berfirman:

“…dan aku menghidupkan orang mati dengan seijin Allah.” (Ali Imran: 49) 5. DALIL NAQLI

Sekalipun secara fitrah manusia bisa mengakui adanya Allah, dan dengan akal pikiran bisa membuktikannya, namun manusia tetap memerlukan dalil naqli (al-Quran dan Sunnah) untuk membimbing manusia untuk mengenal Tuhan yang sebenarnya (Allah) dengan segala asma dan sifatNya. Sebab fithrah dan akal tidak bisa menjelaskan siapa Tuhan yang sebenarnya itu (Allah).

Allah SWT adalah awwal artinya tidak ada permulaan bagi wujudNya. Dia juga Al-Akhir akhirnya tidak ada akhir dari wujudNya.

“Dialah yng awal dan yang akhir, yang zhahir dan yang bathin, dan Dia Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Hadid 57:3).

Tidak ada satu pun yang menyerupaiNya.

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (As-Syura 42:11).

Allah SWT Maha Esa

“Katakanlah : ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa…” (Al-Ikhlas 112:1). 6. PENGOKOH KETUHANAN

Bukti-bukti adanya Tuhan diantaranya lagi adalah bahwa umat yang beriman kepada Tuhan (Allah) dengan keimanan yang sebenar-benarnya, mereka itulah ummat yang tertinggi dari yang lainnya perihal ilmu pengetahuan dan lebih banyak pula peradaban dan tata kesopanannya.Selain itu juga pasti lebih suci jiwanya, lebih bersih hatinya, lebih banyak pengorbanannya dan lebih suka mengalahkan diri sendiri dan paling banyak memberikan kemanfaatan kepada sesama manusia.

6. Pengertian Iman Menurut Konsep Al-Qur’an

(15)

Kata Iman di dalam al-Qur’an digunakan untuk arti yang bermacam- macam.

~ Iman dalam arti semata-mata ucapan dengan lidah tanpa dibarengi dengan hati dan perbuatan dapat dilihat dari arti QS. Al-Baqarah, 2 :8-9,yaitu:

َنوُرُع ۡشَي اَمَو ۡمُهَسُفنَأ للإإ َنوُعَد ۡخَي اَمَو ْاوُنَماَء َنيإذللٱَو َ للٱ َنوُعإدٰـَخُي َنيإنإم ۡؤُمإب مُه اَمَو إرإخَ ۡلٱ إم ۡوَيۡلٱإبَو إ للٱإب النَماَء ُلوُقَي نَم إسالنلٱ َنإمَو

“ Dan diantara manusia itu ada orang yang mengatakan :” Kami beriman kepada Allah dan hari Akhirat, sedang yang sebenarnya mereka bukan orang- orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan menipu orang-orang yang beriman, tetapi yang sebenarnya mereka menipu diri sendiri dan mereka tidak sadar.

~ Iman dalam arti hanya perbuatannya saja yang beriman, tetapi ucapan dan hatinya tidak beriman., dapat dilihat dari QS. An- Nisa, 4: 142:

ً۬ليإلَق للإإ َ للٱ َنوُرُكۡذَي َلَو َسالنلٱ َنوُءءَرُي ٰىَلاَسُك ْاوُماَق إة ٰوَللصلٱ ىَلإإ ْآوُماَق اَذإإَو ۡمُهُعإدٰـَخ َوُهَو َ للٱ َنوُعإدٰـَخُي َنيإقإفٰـَنُمۡلٱ لنإإ

“ Sesungguhnya orang-orang munafik (beriman palsu) itu hendak menipu mereka. Apabila mereka berdiri mengerjakan sembahyang, mereka berdiri dengam malas, mereka ria (mengambil muka) kepada manusia dan tiada mengingat Allah melainkan sedikit sekali”.

~ Iman dalam arti yang ketiga adalah tashdiqun bi al-qalb wa amalun bi al-jawatih. Contoh iman model ini dapat dilihat dalam QS. Al- Hadid, 57:19: yang Artinya :

“ Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu adalah orang- orang yang Shiddiqien”.

7. Perwujudan Iman dalam Pandangan Islam

Dalam surat al-Baqarah 165 dikatakan bahwa orang yang beriman adalah orang yang amat sangat cinta kepada Allah (asyaddu hubban lillah). Oleh karena itu beriman kepada Allah berarti amat sangat rindu terhadap ajaran Allah, yaitu al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Hal itu karena apa yang dikehendaki Allah, menjadi kehendak orang yang

beriman, sehingga dapat menimbulkan tekad untuk mengorbankan segalanya dan kalau perlu mempertaruhkan nyawa.

Terjemahan Q.S Al-Baqarah : 165 - Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

(16)

Seseorang dinyatakan iman bukan hanya percaya terhadap sesuatu, melainkan kepercayaan itu mendorongnya untuk mengucapkan dan melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinan. Karena itu iman bukan hanya dipercayai atau diucapkan, melainkan menyatu secara utuh dalam diri seseorang yang dibuktikan dalam perbuatannya.

Akidah Islam atau iman mengikat seorang muslim, sehingga ia terikat dengan segala aturan hukum yang datang dari Islam. Oleh karena itu menjadi seorang muslim berarti meyakini dan melaksanakan segala sesuatu yang diatur dalam ajaran Islam. Seluruh hidupnya didasarkan pada ajaran Islam.

8. Tanda-Tanda Orang Beriman dan Upaya yang Dilakukan agar Anak

Beriman

TANDA-TANDA ORANG BERIMAN

1.Orang yang beriman adalah orang yang sejahtera dengan perintah-perintah allah. Sejahtera yang dimaksud adalah tidak merasa berat atau susah dalam menjalankan perintah allah dan rasulNya.

2.Orang yang beriman adalah yang senantiasa ridha kepada ketentuan dan ketetapan allah. Apabila ditimpa musibah dia ridha dan berusaha sedangkan orang yang ridha tetapi tidak berusaha maka tergolong dalam golongan orang yang putus asa.

3.Orang yang beriman juga sangat yakin kepada allah dengan apa yang diperintahkan olehNya.

4. Orang yang beriman senantiasa bertawakal dan hanya bergantung penuh kepada allah. Bergantung kepada selain allah bersifat semetara. Hanya kepada allah datangnya setisp sesuatu dan hanya kepada allah kembalinya setiap sesuatu.

5. Orang yang bersabar dengan segala masalah yang datang kepadanya kesusahan dan kepayahan dihadapi dengan sabar

Upaya yang dilakukan agar anak beriman

1. Dengan mengenalkan kekuasaan allah melalui ciptaan-ciptaanNya yang Maha Besar di alam semesta ini, termasuk tentang penciptaan Allah SWT.

2. Menanamkan perasaan Khusyu’,taqwa kepada anak-anak dengan cara mengajak anak meperhatikan ciptaan-ciptaan allah yang demikian menakjubkan di alam semesta ini . seperti: melatih anak untuk melakukan sholat dengan baik.

3. Menanamkan perasaan selalu ingat kepada allah pada diri anak-anak dengan melatih anak untuk selalu ikhlas dalam setiap perkataan dan perbuatannya, serta berusaha untuk menjadikan seluruh amal perbuatannya adalah semata-mata untuk meraih keridhaanNya

4. Menanamkan perasaan selalu merasa diawasi oleh allah, karena allah selalu berada bersama mereka. Dengan cara melatih anak berkata jujur walaupun tidak ada orang lain yang melihat tingkah lakunya

(17)

9. Hal-Hal yang Harus Dilakukan Agar menjadi Bertaqwa

Taqwa adalah mengikuti segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Sikap agar menjadi bertakwa yaitu :

1. Beriman pada yang ghaib 2. Mendirikan salat

3. Menginfakkan sebagaian rezeki yang Allah kurniakan kepadanya

4. Beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad saw) dan sebelum mu. Setiap manusia tak kira agama apapun memungkinkan untuk menjadi insan yang taqwa, Mendirikan salat misalnya, Dalam bahasa melayu "salat" disebutnya juga

sembahyang.Setiap agama mengajarkan sembahyang, Hanya cara, metoda, waktu dan tempat yang berbeda-beda

5.Beriman kepada Allah(Tuhan YME)

Menjalankan perintah Allah tentu akan memiliki dampak. Untuk itu, merasakan manfaat dan kebermaknaan dari perintah Allah hanya akan didapatkan ketika kita benar-benar menjalankannya

6. Menunaikan zakat

7. Memenuhi janji bila berjanji

8. Bersabar dalam dalam kesengsaraan,penderitaan dan dalam waktu peperangan. 9. Berpuasa

10.Memelihara hubungan silaturrahmi 11.Tidak terlena dengan dunia

Dunia bisa menawarkan kebahagiaan ataupun kesedihan walaupun

semuanya hanya sementara. Untuk itu, menjaga dan meningkat keimanan dan ketaqwaan dapat kita lakukan dengan cara menjaga diri agar tidak terlena dengan kehidupan dunia. Biasanya dengan terlena kehidupan dunia, kita juga lupa dengan Allah dan perintahnya. Untuk itu, berhati-hati baik dalam kondisi apapun agar tidak terjebak pada urusan duniawi semata.

12. Memperbanyak dzikir

Dengan berdzikir artinya kita sedang mengingat Allah. Dzikir tidak selalu dalam bentuk bacaan yang panjang atau dalam berbagai hitungan. Berdzikir mengingat Allah bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Mengingat segala hukum Allah, hukum pengetahuan yang ada di alam ciptaan Allah ataupun adzab atau hukuman Allah. Untuk itu, orang yang berdzikir akan mendekati kepada Allah dan semakin cinta akan syariat Allah.

10.Apa itu Qada dan Qadar

Pengertian Beriman Kepada Qada’ dan Qadar

(18)

Ketetapan. Qada’artinya ketetapan Allah swt kepada setiap mahluk-Nya yang bersifat Azali. Azali Artinya ketetapan itu sudah ada sebelumnya keberadaan atau kelahiran mahluk. Sedangkan Qadar artinya menurut bahasa berarti ukuran. Qadar artinya terjadi penciptaan sesuai dengan ukuran atau timbangan yang telah ditentuan sebelumnya. Qada’ dan Qadar dalam keseharian sering kita sebut dengan takdir. Jadi, Iman kepa qada’ dan qadar adalah percaya sepenuh hati bahwa sesuatu yang terjadi, sedang terjadi, akan terjadi di alam raya ini, semuangnya telah ditentukan Allah SWT sejak jaman azali.

Macam-macam Takdir

Takdir terbagi menjadi dua bagian,yakni:

a. Takdir Mu’allaq

Takdir mu’allaq adalah takdir Allah SWT atas makhluknya yang memungkinkan dapat berubah karena usaha dan ikhtiar manusia.

Contoh :

1) Miskin bisa jadi kaya, lantaran bekerja keras

2) Bodoh Menjadi Pintar , lantaran mau belajar giat

3) Orang sakit bisa menjadi sembuh, lantaran berobat dan berdoa

b. Taqdir Mubram

Takdir mubram ialah takdir yang pasti terjadi dan tidak dapat dielakkan

kejadiannya. Contohnya nasib manusia, lahir, kematian, jodoh, rizkinya, dan terjadinya kiamat dan sebagainya. Qada’ & qadar Allah SWT yang berhubungan dengan nasib manusia adalah rahasia Allah SWT, hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Manusia diperintahkan mengetahui qada’dan qadarnya melalui usaha dan ikhtiar. Kapan manusia lahir, bagaimana statusnya sosialnya, bagaimana rizkinya ,siapa anak istrinya,dan

kapanya meninggalnya,adalah rahasia Allah SWT. Jalan hidup manusia seperti itu sudah ditetapkan sejak zaman azali yaitu masa sebelum terjadinya sesuatu atau massa yang tidak bermulaan

Fungsi-Fungsi Beriman Kepada Qada dan Qadar:

 Mempunyai semangat ikhtiar

 Mempunyai sifat sabar dalam menghadapi cobaan

 Sabar bahwa cobaan adalah qada’dan qadar dari Allah SWT

 Tawakal

(19)

 Qana’ah dan Kemuliaan Diri

 Cita-Cita Yang Tinggi

 Bertekad dan Bersungguh-Sungguh dalam Berbagai Hal

 Bersikap Adil, Baik Pada Saat Senang Maupun Susah

Hikmah Orang yang Beriman Kepada Qada’ dan Qadar:

 Banyak Bersyukur dan Bersabar

 Menjauhkan Diri dari Sifat Sombong dan Putus Asa

 Bersifat Optimis dan Giat Bekerja

 Jiwanya Tenang

11. Manfaat Beriman Kepada Malaikat

Iman kepada malaikat menurut istilah yaitu percaya atau yakin bahwa malaikat itu makhluk gaib ciptaan Allah yang senantiasa patuh menjalankan tugas dan tidak pernah durhaka sedikit pun. Berikut adalah manfaat atau hikmah yg dapat diambil oleh kita dari beriman kepada malaikat :

1. Dengan menyadari serta meyakini adanya malaikat Raqib dan Atid yang selalu mencatat amal baik / buruk kita, maka kita akan lebih berjati – hati dalam berbuat. 2. Mendorong seseorang untuk bertaqwa dan melakukan hal yang terbaik dan berlomba

–lomba dalam kebaikan

3. Memberikan manfaat yang besar dalam hidup dan kehidupan manusia di tengah- tengah masyarakat yang penuh dengan berbagai macam persoalan. Orang yang bertakwa senantiasa optimis dan tidak akan ragu-ragu atau gentar dalam menghadapi aneka ragam persoalan, baik dalam keadaan seorang diri maupun dalam keadaan bersama-sama karena ada malaikat yang mengawasinya secara bergiliran.

4. Memperteguh pendirian dalam menegakkan kebenaran dengan beriman kepada malaikat, orang tidak akan ragu-ragu menegakkan keadilan atau kebenaran dan tidak takut pada atasan, takut dipecat, atau dikecam oleh masyarakat. Malaikat senantiasa berpihak pada orang-orang yang menegakkan kebenaran.

5. Semakin meyakini kebesaran, kekuatan, dan kemahakuasaan Allah SWT 6. Semakin meyakini tentang kebesaran Allah SWT.

7. Bersyukur kepada Allah SWT, karena telah menciptakan malaikat untuk membantu segala kehidupan dan kepentingan manusia.

8. Cinta kepada Malaikat karena kedekatan ibadahnya kepada Allah, dan karena mereka selalu membantu dan selalu mendoakan kita.

9. Meningkatkan keimanan untuk mengikuti sifat dan perbuatan Malaikat.

10. Selalu berfikir dan berhati-hati setiap melakukan suatu perbuatan, karena perbuatan yang baik maupun yang buruk akan selalu dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. 11. Membentuk jiwa seorang muslim yang benar-benar bertakwa kepada Allah, karena iman kepada Allah dan iman kepada Malaikat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan

(20)

bahwa setiap perbuatannya selalu diawasi oleh para Malaikat

13. Mendorong manusia untuk selalu meningkatkan amal baik, karena manusia menyadari bahwa sekecil apapun tindakan baiknya akan dicatat oleh Malaikat

12.Perbedaan Malaikat, Jin , Iblis , Syaithon, Ifrid

A. MALAIKAT

Malaikat adalah makhluk gaib yg di ciptakan dari nur (cahaya). Malakat selalu taat dan patuh terhadap setiap perintah Allah tanpa membantah. Jumlah malaikat sangat banyak, hanya Allah SWT yang mengetahui. Akan tetapi, setiap umat islam harus mengetahui beberapa malaikat yg berkaitan langsung dengan kehidupan manusia, yaitu Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Raqib, Atid, Munkar, Nakir, Malik, Ridwan.

Malaikat diciptakan sebelum Jin, dan Jin diciptakan sebelum Manusia. Populasi Malaikat memiliki jumlah yang sangat banyak melebihi jumlah Jin, Manusia dan Hewan. Malaikat diciptakan dengan tabiat selalu taat dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah dan disifati dengan sifat-sifat yang terpuji. Sedangkan Jin dan Manusia diberikan pilihan dan

kehendak (free will) untuk taat atau ingkar. Sifat-sifat Malaikat :

1. malaikat tidak memiiki nafsu.

2. malaikat selalu patuh terhadap setiap perintah Allah SWT. 3. malaikat tidak mungkin memiliki dosa.

4. malaikat selalu bertasbih kepada Allah SWT. 5. malaikat tidak memilik sifat sombong. 6. malaikat tidak memiliki jenis kelamin. 7. malaikat tidak makan dan minum. 8. malaikat tidak pernah berbohong.

9. malaikat tidak memiliki ayah maupun ibu.

10. malikat selalu memintakan ampun orang yang beriman.

11. malaikat selalu bahagia dan mendoakan orang yang memperoleh lailatul Qadar.

B. JIN

(21)

jin juga menikah dan berketurunan (QS Al Kahfi 50). Sehingga jin juga mempunyai jenis kelamin, ada yang laki-laki dan ada yang perempuan. Jin juga makan dan minum seperti manusia. kata rasulullah, makanan jin itu tulang dan kotoran hewan. Jin mampu menzalimi, mencuri harta, membalas dendam, menculik, dan membunuh manusia, sebagaimana manusia juga bisa menyakiti dan membunuh Jin. Jin menjadi lebih lemah ketika menampakkan diri sehingga manusia dapat melihatnya, yang berarti juga dapat memukulnya, bahkan membunuhnya.

Sifat-sifat Jin :

1. jin ada yang patuh kepada Allah, ada pula yang ingkar pada-Nya. 2. jin memiliki nafsu.

3. jin ada yang sombong

C. SYAITAN

Syaitan itu tidak terbatas pada jenis makhluk halus / jin saja, melainkan manusia pun bisa dikategorikan sebagai syaitan. Dan Al-Quran Al-Kariem pun juga menyebut-nyebut tentang manusia yang menjadi syaitan itu. Syaitan itu menurut Al-Quran Al-Kariem adalah makhluq yang kerjanya mengajak kepada perbuatan jahat dan keji serta berbohong.

Sifat-sifat Syaitan :

1. Mengajak Kepada Perbuatan Keji.

Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS. Al-Baqarah : 169) 2. Syetan Adalah Musuh Manusia

Dan Allah SWT telah menegaskan bahwa syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam

keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS.Al-Baqarah : 208)

3. Memberi Janji Dan Angan-angan Kosong

Syaitan itu kerjanya memberi janji dan angan-angan kosong kepada manusia. Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (QS.An-Nisa : 120)

D. IBLIS

(22)

Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam , maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti bagi orang-orang yang zalim. (QS.Al-Kjahfi : 50)

Jadi bisa disebutkan bahwa Iblis itu adalah seorang oknum yang berjenis jin. Dialah dahulu jin yang paling dekat dengan Allah SWT, lalu berubah menjadi ingkar lantaran tidak mau diperintahkan untuk bersujud kepada Adam, manusia pertama.

Ciri yang paling utama dari Iblis adalah dia tidak mati-mati sampai hari kiamat. Dan penangguhan usianya itu memang telah diberikan oleh Allah SWT (QS.Al-Araf : 14-15 dan QS.Shaad : 79-81). Jadi iblis adalah nama seorang jin yang hidup di masa penciptaan Adam as dan tidak mati-mati sampai hari ini. Iblis adalah kakek moyang syetan yang juga punya keturunan, namun keturunannya itu tidak mendapatkan jaminan untuk hidup sampai kiamat. Dan sebagai bangsa jin, ada diantara keturunannya itu yang mati. Meksi barangkali usianya berbeda dengan rata-rata manusia. Tetapi tetap akan mati juga. Kecuali kakek moyang mereka yaitu Iblis.

E. IFRIT

Jin itu ada tiga macam. sesuai sabda rasulullah, “jin ada tiga macam. pertama, jin yang mempunyai sayap, mereka bisa terbang di udara. kedua, jin berupa ular-ular dan kalajengking. dan ketiga, jin yang bertempat tinggal dan pindah-pindah serta

berpetualang.” (HR Thabrani dan Hakim)

Jin yang pertama, contohnya jin ifrit. jin ini yang paling sakti dan canggih. dia bisa terbang dan pindah tempat sekejap mata.

Jin yang kedua merupakan jin yang suka berubah bentuk. pada dasarnya semua jin bisa mengubah dan menyerupai sesuatu. diantaranya hewan dan manusia. tapi ingat, jin tidak bisa mengubah rupanya dengan kekuatannya sendiri. Al Qadhi Abu Ya’la, Muhammad bin Husein bin Fara’ berkata, sebenarnya setan2 tidak mempunyai kemampuan untuk mengubah wujud mereka, mereka hanya diajarkan Allah beberapa kalimat dan beberapa amalan. jika mereka mengamalkan dan mengucapkan kalimat itu, maka Allah yang akan mengubah wujudnya ke bentuk lain.

Jin yang jenis ketiga. ini yang gangguin manusia dan kadang merasuk ke tubuh manusia. makanya kita kenal dengan kesurupan. mungkin kalau dari sudut pandang dunia

kedokteran, akan beranggapan lain. Rasulullah juga mengajarkan kita untuk mengatasi kesurupan atau gangguan jin ini dengan Ruqyah.

Ifrit merupakan salah satu makhluk dari golongan jin, jika mendengar kata ifrit pasti beberapa dari kita ingat akan kisah nabi Sulaiman yang di bantu memindahkan Istana ratu Balqis atas kuasa Allah SWT. Namun, dikisahkan ifrit menjadi jin yang paling jahat saat mengganggu nabi Muhammad SAW yang melakukan Isra Mi’raj saat mengendarai Buraq didampingi malaikat Jibril.

(23)

terbang membuntuti untuk mencelakakan Nabi dengan terus-menerus menyemburkan api dari obor yang dibawa jin ifrit. “Tidakkah aku ajarkan kepadamu (Nabi Muhammad) beberapa kalimat, jika anda baca maka akan memadamkan apinya dan terbalik kepada wajahnya lalu dia akan binasa (hancur lebur)?”

Kemudian Jibril AS memberitahukan doa tersebut kepada Rasulullah :

“Aku berlindung dengan wajah Allah yang Maha Mulia dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak ada “melampauinya” segala kebaikan maupun keburukan dari kejahatan apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya dan dari kejahatan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan dari kejahatan fitnah di malam dan siang hari dan dari kejahatan jalan-jalan di malam dan siang hari, kecuali suatu jalan yang dilalui dengan kebaikan, wahai yang Maha Penyayang.”

Setelah Nabi Muhammad SAW membaca doa tersebut, maka jin ifrit yang membuntuti beliau langsung jatuh tersungkur kemudian binasa dan obornya padam. (HR.Bukhari).

13.Beriman Pada Hari Akhir

A. Pengertian Iman Kepada Hari Akhir

Secara umum pengertian iman kepada hari kiamat yaitu percaya dan yakin bahwa seluruh alam semesta dan isinya akan hancur suatu saat nanti dan setelah itu akan ada kehidupan yang kekal (akhirat).

Sedangkan menurut bahasa (etimologi) yaitu percaya akan datangnya hari kiamat (hari akhir). Menurut istilah (terminologi) yaitu percayai dan yakin akan adanya kehidupan akhirat yang kekal setelah kehidupan dunia ini.

B. Kiamat Sugra dan Kiamat Kubro 1. Kiamat Sugra (Kecil)

Kiamat Sugra adalah kiamat kecil yang berupa rusaknya sebagian makhluk hidup maupun lingkungan. Misalnya gempa, gunung meletus, dan sebagainya.

Tanda kiamat sugra diantaranya: • Ilmu agama seakan tidak penting • Banyak terjadi bencana alam di bumi

2. Kiamat Kubra (Besar)

Kiamat Kubra adalah kiamat besar yang merupakan hancurnya seluruh alam semesta dengan semua isinya atau berakhirnya seluruh kehidupan makhluk di alam dan berlanjut ke kehidupan yang kekal yaitu akhirat.

Tanda-tanda kiamat besar , antara lain : • Matahari terbit dari barat

• Rusaknya Ka’bah

• Datangnya Ya’juj dan Ma’juj • Munculnya Dajjal

(24)

Artinya:“ Dan (ingatlah) hari (ketika) di tiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang ada di bumi, di langit dan segala yang ada di bumi, kecuali siapa yang di kehendaki Allah SWT. Dan semua akan datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (QS. An-Naml Ayat 87)

Gambaran hari kiamat menurut Al- Qur’an

1.Bumi digoncangkan sekuat kuatnya hingga mengeluar kan isi yang dikandungnya (QS. Al- Zalzalah : 1 – 5)

2.Matahari di gulung, bintang-bintang berjatuhan dan laut meluap. (QS. Al- Infithor : 1 – 3)

3. Gunung-gunung kemudian pecah berterbangan menjadi pasir (QS. Al- Haqqah : 14) 4. Manusia tidak dapat menolong manusia lainnya, bahkan seorang ayah terhadap anaknya sendiri. (QS. Lukman : 33)

D. Fungsi Iman Kepada Hari Kiamat

1.Membuat manusia senantiasa bersikap hati-hati, sehingga akan selalu taat kepada petunjuk agama dan sadar akan batas kesenangan hidup di dunia.

2.Terus memperbaiki kualitas kebaikan, yaitu berbakti kepada Allah, orang tua, dan sesama manusia lain.

3.Membuat manusia sadar bahwa kehidupan setelah kehidupan dunia merupakan tujuan manusia hidup di dunia.

4.Mendorong manusia agar menambah perbuatan baik (amal soleh) dan meninggalkan larangan Allah.

5.Mengingatkan bahwa kehidupan dunia adalah ladang kehidupan akhirat, jembatan untuk menuju ke alam akhirat, sehingga menghindarkan manusia dari sifat rakus, kikir, dan tamak.

6.Tidak iri terhadap kenikmatan yang didapat oleh orang lain. 7.Membuat jiwa tenteram.

E. Hikmah Iman Kepada Hari Kiamat 1. Tidak meniru pola hidup orang kafir.

2. Meningkatkan ketakwaan dan lebih giat dalam beramal saleh. 3. Selalu berusaha berbuat benar dan baik.

4. Berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwa. 5. Tidak kikir dalam memberi infaq.

6. Menanamkan kesabaran dalam kebenaran dan saat tertimpa musibah. 7. Lebih berhati-hati dalam berbuat sesuatu.

8. Membuat manusia selalu melaksanakan kewajibannya dan tidak terlena akan kehidupan dunia.

9. Sadar bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, dan akhirat merupakan kehidupan yang kekal.

10. Sering bertaubat kepada Allah.

(25)

12. Memperjelas tujuan hidup manusia di dunia.

F. Peristiwa yang berhubungan dengan Hari Kiamat

Yaumul Barzah / Alam Kubur yaitu masa antara sesudah meninggal nya seseorang sampai menunggu datangnya hari kiamat. “ (Q.S.Al Khafi ayat 99 )

Yaumul Baats yaitu masa dibangkitkannya manusia dari alam kubur mulai dari manusia pertama sampai manusia terakhir ( Q.S. Al Zalazalah ayat 6 )

Yaumul Mahsyar yaitu masa dikumpulkannya manusia dipadang mahsyar untuk dihisab / diperhitungkan amal kebaikan dan keburukanya. (Q.S. Ibrahim : 48)

Yaumul Hisab/ Mizan yaitu Masa diperhitungkan / ditimbang amal kebaikan dan keburukan manusia“ ( Q.S. Yasin : 65 )

Sirat yaitu jembatan yang akan dilewati oleh manusia setelah dihisab dan ditimbang amal baik dan buruknya. Disini akan ditentukan manusia akan masuk neraka atau surga. Surga yaitu tempat balasan bagi orang yang beriman kepada Allah SWT..(Q.S. Al Hajj : 23 )

Neraka yaitu tempat balasan bagi orang yang ingkar kepada Allah SWT.“ (Q.S. Az Zumar : 32 )

Itulah pengertian, hikmah, fungsi, sekaligus dalil beriman kepada hari kiamat dan tanda-tanda datangnya hari kiamat, yang merupakan rukun iman ke 5 yang wajib kita yakini. Jika terdapat kesalahan penulisan maupun informasi yang kurang tepat di Yuksinau.id, silahkan Anda mengingatkan lewat komentar dibawah

14.Nabi dan Rasul

Rasul (bahasa Arab: رسلو Rasūl; Plural رسل Rusul) adalah seseorang yang mendapat wahyu dari Allah dengan suatu syari'at dan ia diperintahkan untuk

menyampaikannya dan mengamalkannya.Setiap rasul pasti seorang nabi, namun tidak setiap nabi itu seorang rasul, dengan demikian, jumlah nabi jauh lebih banyak dibanding jumlah rasul.

Menurut syariat Islam jumlah rasul ada 312, sesuai dengan hadits yang telah disebutkan oleh Muhammad, yang diriwayatkan oleh At-Turmudzi. Di antara rasul yang memiliki julukan Ulul Azmi adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Mereka dikatakan memiliki tingkatan tertinggi di kalangan rasul. Rasul yang terbanyak diutus oleh Allah adalah kepada Bani Israel, berawal dari Musa, berakhir pada Isa, dan di antara keduanya terdapat seribu nabi.

Terdapat beberapa perbedaan pendapat tentang siapa nabi sekaligus rasul pertama kali diutus kepada suatu kaum. Sebagian berargumen dengan dalil Al-Qur'an dan hadits bahwa nabi sekaligus rasul pertama adalah Nuh, sedangkan pendapat lain mengatakan nabi dan rasul pertama adalah Syits.

(26)

seorang nabi yang dianggap misterius, tidak diketahui lebih lanjut untuk kaum apa dia diutus.

Perbedaan nabi dan rasul

• Rasul diutus kepada kaum yang kafir, sedangkan nabi diutus kepada kaum yang telah beriman.

• Syari’at para rasul berbeda antara satu dengan yang lainnya, atau dengan kata lain bahwa para rasul diutus dengan membawa syari’at baru.

• Nabi yang pertama adalah Adam dan rasul pertama adalah Nuh.

• Seluruh rasul yang diutus, Allah selamatkan dari percobaan pembunuhan yang dilancarkan oleh kaumnya. Adapun nabi, ada di antara mereka yang berhasil dibunuh oleh kaumnya.

Kriteria nabi dan rasul

Dikatakan bahwa nabi dan rasul memiliki beberapa kriteria yang harus dipenuhi, di antaranya adalah:

• Dipilih dan diangkat oleh Allah. • Mendapat mandat (wahyu) dari Allah. • Bersifat cerdas.

• Dari umat bani Adam (manusia). • Nabi dan rasul adalah seorang pria.

Rasul dalam al-Qur'an dan hadits

Dari Al-Quran dan hadits disebutkan beberapa nama nabi sekaligus rasul, di antaranya yaitu:

• Syits diutus untuk memimpin anak cucu Adam dan bani Qabil.[3]

• Idris diutus untuk bani Qabil[4] di Babul, Iraq dan Memphis dan bani Syits di Abu Qubays hingga Mesir.

• Nuh diutus untuk bani Rasib di wilayah Selatan Iraq. • Hud diutus untuk ʿĀd yang tinggal di Al-Ahqaf, Yaman. • Shaleh diutus untuk kaum Tsamūd di Semenanjung Arab. • Ibrahim diutus untuk bangsa Kaldeā di Kaldaniyyun Ur, Iraq. • Luth diutus untuk negeri Sadūm dan Amūrah di Syam, Palestina.

• Isma'il diutus untuk untuk penduduk Al-Amaliq, bani Jurhum dan qabilah Yaman, Mekkah.

• Ishaq diutus untuk Kanʻān di wilayah Al-Khalil, Palestina. • Yaqub diutus untuk Kanʻān di Syam.

• Yusuf diutus untuk Hyksos dan Kanʻān di Mesir.

• Ayyub diutus untuk bani Israel dan bangsa Amoria (Aramin) di Horan, Syria. • Syu'aib diutus untuk kaum Rass, negeri Madyan dan Aykah.

• Musa dan Harun diutus untuk bangsa Mesir Kuno dan Bani Israel di Mesir. • Zulkifli diutus untuk bangsa Amoria di Damaskus.

• Yunus diutus untuk bangsa Assyria di Ninawa, Iraq.

(27)

• Ilyasa diutus untuk bani Israel dan kaum Amoria di Panyas, Syam. • Daud diutus untuk bani Israel di Palestina.

• Sulaiman diutus untuk bani Israel di Palestina. • Zakaria diutus untuk bani Israil di Palestina. • Yahya diutus untuk bani Israil di Palestina. • Isa diutus untuk bani Israil di Palestina.

• Muhammad seorang nabi dan rasul terakhir yang diutus di Jazirah Arab untuk seluruh umat manusia dan jin

15.Kitab-Kitab Samawi

Pengertian Kitab Samawi

Kata “samawi” berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah langit. Yang dimaksud dengan kitab samawi adalah kitab-kitab yang ditulis berdasarkan wahyu dari Allah SWT kepada para Nabi dan Rasul melalui malaikat Jibril.

Allah SWT berfirman:

Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya

(kehidupan) akhirat. (Q.S Al-Baqarah: 4)

Macam-Macam Kitab Samawi

Kitab samawi yang diturunkan Allah kepada Nabi dan Rasul-Nya tidak terhitung lumlahnya adapun yang tersebut di dalam Al Qur’an antara lain:

1. Shuhuf Ibrahim dan Musa yaitu lembaran yang tertulis di dalamnya wahyu dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Musa. Allah berfirman di dalam surat Al A’la

Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa. (Q.S Al A’la:18-19)

:

2. Kitab Zabur yaitu kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Daud as. 3. Kitab taurat yaitu kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa. 4. Kitab InJil yaitu kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa.

5. Kitab Al Qur’an yaitu kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

(28)

Kata taurat berasal dari bahasa Ibrani yang memiliki arti instruksi. Kitab Taurat ini menjadi salah satu kitab suci yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Nabi Musa as, sebagai petunjuk dan bimbingan untuknya serta bagi Bani Israil.

Isi kitab Taurat dikenal dengan Ten commandements (10 hukum) atau sepuluh firman yang diterima oleh Nabi Musa as di atas Bukit Tursina (Gunung Sinai). Sepuluh hukum tersebut berisikan asas keyakinan/akidah dan asas kebaktian/syari'ah, seperti :

1. Hormati dan cintai Allah saja

2. Sebutkan nama Allah dengan hormat

3. Kuduskan hari Tuhan (hari ke 7 atau hari Sabtu) 4. Hormati ibu dan bapakmu

5. Jangan membunuh 6. Jangan berbuat cabul 7. Jangan mencuri 8. Jangan berdusta

9. Jangan ingin berbuat cabul

10. Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal

B. Kitab Zabur

Kitab Zabur berasal dari zabara-yazburu-zabr yang memiliki arti menulis. Dalam makna yang asli, adalah kitab yang tertulis. Dalam bahasa Arab biasa dikenal dengan sebutan mazmur, dan dalam Bahasa Ibrani disebut dengan mizmar, yakni nyanyian rohani yang dianggap suci.

Sebagian ulama menyebutnya mazmur yakni salah satu Kitab suci yang diturunkan sebelum Al Quran (selain Taurat dan Injil). Zabur ini merupakan kitab suci yang

diturunkan oleh Allah SWT kepada kaum Bani Israil melalui utusannya yakni Nabi Daud as.

Kitab Zabur berisikan kumpulan ayat yang dianggap suci. Ada 150 surat dalam Kitab Zabur yang tidak mengandung hukum namun hanya berisi nasihat, hikmah, pujian dan sanjingan kepada Allah SWT.

Nyanyian rohani dalam garis besar yang disenandungkan oleh Nabi Daud as dalam Kitab Zabur terdiri atas 5 macam :

1. Nyanyian untuk memuji Tuhan

2. Nyanyian perorangan sebagai ucapan syukur 3. Ratapan-ratapan jamaah

(29)

Kitab Injil diwahyukan oleh Allah SWT kepada Nabi Isa as. Kitab Injil yang asli memuat keterangan benar dan nyata, yakni perintah Allah SWT agar manusia mengesakanNya dan tidak untuk menyekutukanNya.

Adapula penjelasan bahwa di dalam Kitab Injil ini memuat keterangan bahwa akan ada di akhir zaman, lahir Nabi terakhir dan penutup para nabi dan rasul yakni Ahmad atau Muhammad SAW.

Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as sebagai petunjuk dan cahaya peerang bagi manusia. Kitab Injil sebagaimana dijelaskan pada Al Qur'an bahwa Isa as untuk mengajarkan tauhid kepada umatnya ataupun para pengikutnya.

D. Kitab Al Qur'an

Al Qur'an ini diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Al Qur'a tidak diturunkan sekaligus, akan tetapi secara berangsur-angsur.

Waktu turun Al Qur'an kurang lebih 23 tahun atau tepatnya 22 tahun, 2 bulan, 22 hari. Terdiri atas 30 juz, 114 surat, 6.236 ayat, 74.437 kalimat dan 325.345 huruf.

Wahyu pertama adalah surat Al Alaq ayat 1-5 yang diturunkan pada malam 17 Ramadan tahun 610 Masehi di Gua Hira, saat Nabi Muhammad SAW sedang berkhalwat. Dengan diterimanya wahyu yang pertama ini, Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul, yakni manusia pilihan Allah SWT yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada umatnya. Dan mulai pada saat itu, Rasulullah SAW diberikan tugas oleh Allah SWT untuk menyampaikan risalahNya kepada seluruh umat manusia.

Al Qur'an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW ini menghapus sebagian syariat yang ada pada kitab terdahulu dan melengkapinya dengan tuntunan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

(30)

BAB 3

PENUTUP

KESIMPULAN

Setelahmenyelesaikan makalah ini, kami dapat menyimpulkan bahwa Filsafat Ketuhanan mengajarkan manusia mengenal Tuhan melalui akal pikiran semata-mata yang kemudian kebenarannya didapati sesuai dengan wahyu (kitab suci).

Konsep Ketuhanan dapat diartikan sebagai kecintaan, pemujaan atau sesuatu yang dianggap penting oleh manusia terhadap sesuatu hal (baik abstrak maupun konkret). Filsafat Ketuhanan dalam Islam merupakan aspek ajaran yang fundamental, kajian ini harus dilaksanakan secara intensif.

(31)

DAFTAR PUSTAKA

www.eduspensa.com/2015/09/pengertian-dan-fungsi-iman-kepada-hari-akhir.html www.artikelsiana.com/2015/01/pengertian-iman-kepada-hari-akhir-kiamat.html

Hafidudin,Didin.2005.Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi.Syaamil.Bandung Azra, Azyumardi. 2008. Kajian Tematik Al-Qur’an tentang Ketuhanan. Angkasa. Bandung. http://www.sigabah.com/beta/konsep-tuhan-makna-dan-defnisi/

https://www.eduspensa.id/iman-kepada-malaikat-allah/

https://portal-ilmu.com/iman-kepada-malaikat/

http://areaislam.blogspot.co.id/2010/12/nama-nama-25-nabi-dan-rasul-yang-wajib.html

Referensi

Dokumen terkait

Namun masih menurut skema dari LEI, terdapat beberapa sistem sertifikasi ekolabel hutan yang berkembang secara internasional maupun yang ada di Indonesia, namun secara

Terdapat hubungan yang bermakna antara peningkatan jumlah leukosit dengan apendisitis akut perforasi di RSU Provinsi NTB pada tahun 2012-2013, akan tetapi

Likuor amnii atau yang disebut dengan air ketuban adalah cairan yang Likuor amnii atau yang disebut dengan air ketuban adalah cairan yang terdapat di dalam

Berdasarkan masalah yang dijelaskan dalam pendahuluan ini, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengestimasi proporsi rumahtangga diseluruh kabupaten/kota di Pulau

PPKA Bodogol atau yang dikenal dengan Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol adalah sebuah lembaga konservasi alam di daerah Lido Sukabumi dan masih merupakan bagian dari

Dapat disimpulkan, persepsi para perantau asal Kabupaten Padang Pariaman mengenai tradisi pemberian uang japuik dalam adat perawinan Padang Pariaman di kota Bandar

Anak Usia Sekolah yang belum memiliki Kartu Indonesia Pintar dan mendaftar untuk memperoleh layanan pendi dikan keagamaan Islam pada pesantren tersebut, berda sarkan pengajuan

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk segala berkat, rahmat, kemudahan serta bimbingan-Nya selama menyusun skripsi yang berjudul “Hubungan