• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTI KUM INSTRUMENTASI KELAUTAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PRAKTI KUM INSTRUMENTASI KELAUTAN"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Ary Setyo Wicaksono
    • Masaji Faiz Dani
    • Arsyah Hutasuhut
    • Rizki Hidayat
    • Tomi Aris
    • Rachmawati
    • Muhammad Irlan Assidiq Kusuma
  • Pengajar:
    • Ibu Ir. Aida Sartimbul, M.Sc., Ph.D
    • Bapak Oktiya Muzaky Luthfi, ST., M.Sc
    • Galang Fuji Anarki
  • Sekolah: Universitas Brawijaya
  • Mata Pelajaran: Ilmu Kelautan
  • Topik: Laporan Praktikum Instrumentasi Kelautan dan Dinamika Ekosistem Laut di Pantai Sendang Biru, Kabupaten Malang
  • Tipe: laporan praktikum
  • Tahun: 2016
  • Kota: Malang

I. PENDAHULUAN

Bagian ini membahas latar belakang, tujuan, serta waktu dan tempat pelaksanaan praktikum. Latar belakang menjelaskan pentingnya pemahaman ekosistem laut dan pengaruh manusia terhadap keseimbangan ekosistem. Tujuan praktikum adalah untuk mengenal topografi pantai, vegetasi pesisir, dan hubungan antara ekosistem dengan biota. Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Kelautan dan Pantai Sendang Biru.

1.1 Latar Belakang

Ekosistem merupakan sistem yang terbentuk dari interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan. Keseimbangan ekosistem dapat terganggu oleh faktor alam dan manusia. Tindakan manusia, seperti pencemaran dan eksploitasi sumber daya, dapat merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang, yang berfungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

1.2 Tujuan

Tujuan praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat memahami topografi pantai, vegetasi pesisir, serta hubungan antara ekosistem, biota, dan faktor lingkungan. Selain itu, mahasiswa diharapkan dapat mengenali berbagai jenis karang dan substrat yang ada di pantai.

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum

Praktikum dilakukan di Laboratorium Ilmu Kelautan pada tanggal 23 Desember 2015 dan di Pantai Sendang Biru. Lokasi ini dipilih karena memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan merupakan tempat penelitian yang ideal untuk mempelajari dinamika ekosistem laut.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bagian ini mencakup konsep-konsep dasar mengenai topografi pantai, ekosistem laut, substrat, terumbu karang, dan arus. Setiap subtopik menjelaskan definisi, tipe, dan karakteristik yang relevan dengan ekosistem pantai Sendang Biru.

2.1 Topografi Pantai

Topografi pantai menggambarkan struktur dan karakteristik daerah pesisir. Pantai dapat dibedakan menjadi beberapa tipe berdasarkan bahan penyusun dan kondisi lingkungan, seperti pantai berbatu, berpasir, dan berlumpur. Proses geomorfologi yang terjadi di pantai juga mempengaruhi bentuk dan ekosistem yang ada.

2.2 Ekosistem Laut

Ekosistem laut di Pantai Sendang Biru memiliki suhu rata-rata 23,37°C - 30,01°C dan keanekaragaman biota yang tinggi. Organisme laut dikelompokkan menjadi plankton, nekton, dan bentos, masing-masing dengan peran penting dalam rantai makanan dan keseimbangan ekosistem.

2.3 Substrat

Substrat di dasar laut berfungsi sebagai tempat penyimpanan fosfor dan merupakan habitat bagi berbagai organisme. Tipe substrat dapat dibedakan berdasarkan ukuran butir dan komposisi, yang mempengaruhi kehidupan biota di sekitarnya.

2.4 Terumbu Karang

Terumbu karang adalah struktur penting dalam ekosistem laut yang mendukung keanekaragaman hayati. Bentuk pertumbuhan karang dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti cahaya, arus, dan ketersediaan makanan. Jenis-jenis terumbu karang juga bervariasi, termasuk fringing reefs, barrier reefs, dan atolls.

2.5 Arus

Arus permukaan merupakan gerakan air yang dipengaruhi oleh angin dan faktor geostropik. Tipe arus yang ada dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya, seperti arus dorongan angin, arus termohalin, dan arus pasut. Arus memiliki peran penting dalam distribusi nutrisi dan organisme di laut.

2.6 AAQ

AAQ 1183 adalah alat pengukur kualitas air yang dapat mengukur berbagai parameter fisika dan kimia. Alat ini sangat berguna dalam penelitian ekosistem laut, memberikan data yang akurat mengenai kondisi perairan.

2.7 Current Meter

Current Meter digunakan untuk mengukur kecepatan arus di perairan. Alat ini memiliki berbagai tipe dan spesifikasi yang memungkinkan pengukuran yang akurat, serta berfungsi penting dalam memahami dinamika arus di ekosistem laut.

III. METODOLOGI

Metodologi praktikum mencakup lokasi, alat, bahan, dan skema kerja yang digunakan dalam pengamatan ekosistem laut dan instrumen kelautan. Penjelasan rinci mengenai setiap langkah yang diambil selama praktikum diharapkan memberikan gambaran yang jelas tentang pelaksanaan kegiatan.

3.1 Lokasi Praktikum Instrumen dan Dinamika Kelautan

Praktikum dilaksanakan di Pantai Sendang Biru dan Laboratorium Ilmu Kelautan. Lokasi dipilih berdasarkan keanekaragaman hayati dan relevansi untuk penelitian ekosistem laut. Pengamatan dilakukan di beberapa stasiun untuk mendapatkan data yang representatif.

3.2 Alat dan Fungsi

Alat yang digunakan dalam praktikum mencakup AAQ 1183 untuk pengukuran kualitas air, Current Meter untuk mengukur kecepatan arus, dan ODV untuk pengolahan data. Setiap alat memiliki fungsi spesifik yang mendukung pengumpulan data selama observasi.

3.3 Bahan dan Fungsi

Bahan yang digunakan termasuk formalin untuk pengawetan biota, plastik untuk sampel, dan aquades untuk kalibrasi alat. Setiap bahan memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran dan keberhasilan praktikum.

3.4 Skema Kerja

Skema kerja mencakup langkah-langkah observasi laut dan darat, serta penggunaan alat seperti AAQ 1183 dan Current Meter. Setiap langkah dirancang untuk memastikan pengumpulan data yang akurat dan sistematis, serta dokumentasi yang baik.

IV. PEMBAHASAN

Pembahasan mencakup analisis prosedur dan hasil yang diperoleh dari pengamatan. Setiap subtopik membahas detail dari pengamatan laut, darat, serta penggunaan alat, dengan penekanan pada analisis data dan interpretasi hasil.

4.1 Analisa Prosedur

Prosedur observasi laut dan darat dilakukan dengan alat yang sesuai untuk memastikan data yang akurat. Pengamatan dilakukan di beberapa stasiun dengan mencatat semua temuan, termasuk life form karang, substrat, dan biota yang ada. Dokumentasi penting untuk identifikasi lebih lanjut di laboratorium.

4.2 Analisa Hasil

Hasil observasi menunjukkan variasi dalam substrat dan kondisi perairan di setiap stasiun. Data yang dikumpulkan dari pengamatan laut dan darat memberikan wawasan tentang kesehatan ekosistem dan dampak lingkungan yang mungkin terjadi. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami interaksi antar komponen ekosistem.

V. PENUTUP

Bagian penutup menyimpulkan hasil praktikum dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya. Kesimpulan menggarisbawahi pentingnya pengamatan ekosistem laut dan rekomendasi untuk pemeliharaan dan perlindungan lingkungan.

5.1 Kesimpulan

Praktikum ini berhasil mengidentifikasi berbagai komponen ekosistem laut di Pantai Sendang Biru. Data yang diperoleh menunjukkan kondisi kesehatan ekosistem yang beragam, serta tantangan yang dihadapi akibat aktivitas manusia. Pentingnya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan sangat ditekankan.

5.2 Saran

Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak jangka panjang dari aktivitas manusia terhadap ekosistem laut. Saran untuk penelitian mendatang termasuk pengembangan metode monitoring yang lebih efektif dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut.

Gambar

Gambar 1.AAQ 1183
Gambar 2. Current Meter FLOWATCH FL-03
Tabel 1 Alat dan Fungsi Pada Saat Praktikum
Tabel 2 Bahan yang digunakan dalam praktikum dan fungsinya
+7

Referensi

Dokumen terkait