• Tidak ada hasil yang ditemukan

Marina Lbm 5 Tumbang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan " Marina Lbm 5 Tumbang"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

LBM 5 SGD 17

AKU SUDAH TIDAK CANTIK LAGIIII :(

STEP 1

Aging Process : :

Suatu proses, menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri, mengganti diri, dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita

STEP 3

1. Fisiologi penuaan? - Teori radikal bebas

Produk sampah (ROS, RNS) > akumulasi > menempel pada jaringan lemak tak jenuh > merubah struktur mitokondria > mengganggu repair DNA > menurunkan kolagen > jaringan ikat tdk elastis dan kaku

- Teori Glikosiasi

Advance glikotion dan AGEs > penumpukan protein dan makromolekul > disfungsi organ - Teori DNA Repair

(2)

2. Perubahan yang terjadi pada usia tua? (Anatomi Fisiologi) ¯ Sistem Saraf Pusat : defisit neurologis > ggn memori > demensia ¯ Mata : pandangan kabur

¯ Telinga : pendengaran menurun ¯ Kulit : keriput

¯ GIT : gigi ompong, hipoperistaltik usus

¯ Kardiovaskuler : infark, Cardiac Output menurun, aterosklerosis, stroke, hipertensi,

kontraktilitas miokardium menurun, katup jantung menebal dan kaku, HAKi, lapisan sub endotel menebalà hipertensi sistolik

¯ Respirasi : otot dinding dada kaku > pengembangan paru menurun, penigkatan volume residual, berkurangnya fungsi silia, PaO2 menurun, peningkatan diameter trachea (m.trakhealis longgar)

¯ Endokrin : metabolism karbohidrat > kadar insulin menurun dan reseptor insulin kurang sensitif; fungsi tiroid menurun > ggn penyerapan kalsium > osteoporosis; perubahan hormone-hormon menstruasi > menopause; berkurangnya sekresi prostat > tdk dapat menembus keasaman vagina; perpanjangan masa refrakter

¯ Imunitas : mutasi > ggn presentasi APC > reaksi inkompabilitas autoimun; mudah terkena infeksi

¯ Musculoskeletal: osteoporosis, kifosis, OA, berkurangnya pelumasan sendi, atrofi serabut otot, penipisan kartilago > pembatasan gerak sendi

(3)

3. Factor yang mempengaruhi proses penuaan?

© Endogenik : penuaan sel, jaringan > disfungsi organ

© Eksogenik : gaya hidup, factor lingkungan (disebut juga faktor resiko)

> Gaya hidup tidak sehat, lingkungan berpenyakit, penggunaan AC, radikal bebas/toksik (dr tubuh: RNS; dr luar tubuh: asap rokok, sinar UV, asap kendaraan, freon) > mutasi progesif DNA > degenerasi sel

4. Mengapa kulit wajahnya semakin tampak kendor terutama di daerah mata?

1) Penurunan jumlah fibroblast > Penurunan jml serat elastin > sklerotik dan menebal > Kolagen menurun dan serabut elastin berkurang > kehilangan daya elastis

2) Atrofi tulang dan otot, Jaringan lemak subkutan menurun > kulit lebih tipis > kerutan pada kulit dan terlihat vena-vena kulit

3) Yg lebih cepat kehilangan kolagen adl wanita karena ggn estrogenà ggn keseimbangan lemak antara estrogen dan kolagen

5. Mengapa terdapat keluhan penglihatan kabur, pendengaran menurun, BB turun pada penderita?

 Penglihatan kabur

o Perubahan struktur kelopak mataà kekendoran seluruh jaringan kelopak mata (m.refraktor palpebra inferior) > ggn kontraksi dan relaksasi palpebra

o Perubahan degenerasi otot bola mata (m.orbicularis oculi), iris, retina

o [Teori repair DNA pada kelenjar lakrimal] Berkurangnya lakrimasi > perlindungan terhadap gesekan/benda asing menurun > mempengaruhi system imun mata > mudah terinfeksi

(4)

o Daya akomodasi mata lebih lambat

 Pendengaran menurun

o Deficit pada proses sentral (otak, n.vestibulochoclearis/n.VIII) karena Teori repair DNA pada otak

o Penurunan elastisitas membran timpani > efek hantaran vibrasi menurun o Akumulasi serumen pada kanalis auditorius

 BB turun

o Jaringan lemak subkutan menurun

6. Mengapa penderita mudah terjatuh ketika bangun dari duduk?

 Hipotensi ortostatik (perubahan posisi) > proses kerja jantung tdk adekuat dan kehilangan elastisitas pemb.darah > saat duduk, cepat kehilangan perfusi > oksigenasi

berkurangàpusing

 Osteosit foramen vertebra meningkat > penekanan permanen a. Vertebralis pada kanalis vertebralis > aliran datah ke otak menurun

7. Mengapa penderita mengalami pusing berputar dan gangguan keseimbangan?

Degenerasi saraf (inklusi hyalin) pada otak kecil dan telinga (bagian pusat keseimbangan) 8. Bagaimana penuaan yang sehat (healthy aging)?

© Tdk terdapat disfungsi organ, seperti DM atau ggn jantung

© Berhubungan dg factor eksogenik dan endogenik 9. Bagaimana cara memperlambat penuaan?

(5)

STEP 7

1. Fisiologi penuaan?

Seiring bertambahnya usia jumlah cadangan fisiologis untuk menghadapi berbagai perubahan (challenge) berkurang.Tiap challenge terhadap homeostasis merupakan pergerakan menjauhi keadaan dasar(baseline) dan makin besar challenge yang terjadi maka semakin besar cadangan fisiologis yang diperlukan untuk kembali ke homeostatis.Disisi lain dengan makin berkurangnya cadangan fisiologis ,maka seorang usia lanjut lebih mudah untuk mencapai suatu ambang (yg disebut sbg precipice) yg dapat berupa keadaan sakit atau kematian akibat challenge tersebut.

Sumber:Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Jilid III.Edisi IV.FKUI

a. Teori ‘Genetic clock’

Menurut teori ini, menua telah terprogram secara genetik untuk spesies-spesies tertentu. Jam ini akan menghitung mitosis dan menghentikan replikasi sel bila tidak diputar, jadi menurut konsep ini bila jam kita itu berhenti akan meninggal dunia, meskipun tanpa disertai kecelakaan lingkungan atau penyakit akhir yang katastrofal. Penelitian Hayflick (1980) menunjukkan bahwa ada hubungan antara kemampuan membelah sel dalam kultur dengan umur spesies  pengontrolan genetik umur, rupanya dikontrol dalam tingkat seluler.

b. Mutasi somatik (teori Error Catasthrope)

Menurut teori ini, terjadinya mutasi yang progresif pada DNA sel somatik, akan menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan fungsional sel tersebut. Hipotesis yang berhubungan adalah hipotesis ‘Error Catasthrope’ yang menyebutkan bahwa menua disebabkan oleh kesalahan-kesalahan yang beruntun sepanjang kehidupan setelah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Kesalahan dalam proses transkripsi (DNA  RNA) maupun proses translasi (RNA  protein/enzim)  terbentuknya enzim yang salah  reaksi metabolisme salah  mengurangi fungsional sel (dalam batas tertentu, kesalahan dalam pembentukan RNA dapat diperbaiki, tetapi kemampuan untuk perbaikan itu sangat terbatas)  kesalahan sintesis protein/enzim  metabolit yang berbahaya. Kesalahan pada proses translasi (pembuatan protein) menyebabkan terjadinya kesalahan yang semakin banyak, sehingga terjadilah katastrop.

(6)

Mutasi yang berulang atau perubahan protein pascatranslasi, dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan sistem imun tubih mengenali dirinya sendiri (self recognition). Jika mutasi somatik menyebabkan terjadinya kelainan pada antigen permukaan sel, maka hal ini dapat menyebabkan sistem imun tubuh menganggap sel yang mengalami perubahan tersebut sebagai se lasing dan menghancurkannya. Perubahan inilah yang menjadi dasar terjadinya autoimun.

d. Teori menua akibat metabolisme

McKay et al. memperlihatkan bahwa pengurangan intake kalori pada rodentia muda akan menghambat pertumbuhan dan memperpanjang umur. Perpanjangan umur karena penurunan jumlah kalori tersebut, antara lain disebabkan karena menurunnya salah satu atau beberapa proses metabolisme. Terjadi penurunan pengeluaran hormone yang merangsang proliferasi sel, misalnya insulin dan hormon pertumbuhan.

e. Kerusakan akibat radikal bebas

Waktu terjadi proses respirasi, oksigen dilibatkan dalam mengubah bahan bakar menjadi ATP, melalui enzim-enzim respirasi di dalam mitokondria, maka radikal bebas (RB) akan dihasilkan sebagai zat antara. RB yang terbentu tersebut adalah: superoksida (O2), radikal hidroksil (OH) dan juga peroksida hidrogen (H202). RB bersifat merusak, karena sangat reaktif, sehingga dapat bereaksi dengan DNA, protein, asam lemak tak jenuh, seperti dalam membran sel dan dengan gugus SH. Tubuh sendiri sebenarnya mempunyai kemampuan untuk menangkal RB, dalam bentuk enzim seperti:

 Superoxide dismutase (SOD), yang berunsur Zn, Cu dan juga Mn. Enzim ini dapat merubah superoxide menjadi 2O2;

 Enzim katalase yang berunsur Fe dalam bentuk haem, dapat menguraikan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen;

 Enzim glutation peroksodasi, berunsur selenium (Se), juga menguraikan hidrogen peroksida.

Disamping itu, RB juga dapat dinetralkan menggunakan senyawa non enzimatik, seperti: vitamin C (asam askorbat)berfungsi mengaktifkan enzim prolil hidroksilase dlm pmbntkn hidroksiprolin yaitu suatu unsur integral kolagen dan membantu oasteoblas membentuk matriks tulang yg baru, provitamin A (Beta Karoten)pembentukan pigmen retina yg baru dan vitamin E (Tocopherol)mencegah oksidasi lemak tak jenuh.

(Geriatri, Ilmu Kesehatan Usia Lanjut III, FKUI)

(7)

Perubahan-perubahan Fisik 1. Sel.

 Lebih sedikit jumlahnya.  Lebih besar ukurannya.

 Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan berkurangnya cairan intraseluler.  Menurunnya proporsi protein di otak, otot, ginjal, darah, dan hati.  Jumlah sel otak menurun.

 Terganggunya mekanisme perbaikan sel.

 Otak menjadi atrofis beratnya berkurang 5-10%. 2. Sistem Persarafan.

 Berat otak menurun 10-20%. (Setiap orang berkurang sel saraf otaknya dalam setiap harinya).

 Cepatnya menurun hubungan persarafan.

 Lambat dalam respon dan waktu untuk bereaksi, khususnya dengan stres.

 Mengecilnya saraf panca indra.Berkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya saraf penciumdan perasa, lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin.

 Kurang sensitif terhadap sentuhan. 3. Sistem Pendengaran.

 Presbiakusis ( gangguan dalam pendengaran ). Hilangnya kemampuan pendengaran pada telinga dalam, terutama terhadap bunyi suara atau nada-nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit mengerti kata-kata, 50% terjadi pada usia diatas umur 65 tahun.  Otosklerosis akibat atrofi membran tympani .

 Terjadinya pengumpulan serumen dapat mengeras karena meningkatnya keratin.  Pendengaran bertambah menurun pada lanjut usia yang mengalami ketegangan

(8)

 Timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar.  Kornea lebih berbentuk sferis (bola).

 Kekeruhan pada lensa menyebabkan katarak.

 Meningkatnya ambang, pengamatan sinar, daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat dan susah melihat dalam cahaya gelap.

 Hilangnya daya akomodasi.

 Menurunnya lapangan pandang, berkurang luas pandangannya.  Menurunnya daya membedakan warna biru atau hijau.

5. Sistem Kardiovaskuler.

 Elastisitas dinding aorta menurun.

 Katup jantung menebal dan menjadi kaku.

 Kemampuan jantung memompa darah menurun, hal ini menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.

 Kehilangan elastisitas pembuluh darah, kurangnya efektivitas pembuluh darah perifer untuk oksigenisasi,. Perubahan posisi dari tidur ke duduk atau dari duduk ke berdiri bisa menyebabkan tekanan darah menurun, mengakibatkan pusing mendadak.

 Tekanan darah meninggi akibat meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer.

6. Sistem Pengaturan Temperatur Tubuh.

 Temperatur tubuh menurun ( hipotermia ) secara fisiologis akibat metabolisme yang menurun.

 Keterbatasan refleks menggigil dan tidak dapat memproduksi panas akibatnya aktivitas otot menurun.

7. Sistem Respirasi

(9)

 Paru-paru kehilangan elastisitas, menarik nafas lebih berat, kapasitas pernafasan maksimum menurun, dan kedalaman bernafas menurun.

 Alveoli ukuranya melebar dari biasa dan jumlahnya berkurang.  Kemampuan untuk batuk berkurang.

 Kemampuan kekuatan otot pernafasan akan menurun seiring dengan pertambahan usia.

8. Sistem Gastrointestinal.

 Kehilangan gigi akibat Periodontal disease, kesehatan gigi yang buruk dan gizi yang buruk.

 Indera pengecap menurun, hilangnya sensitivitas saraf pengecap di lidah terhadap rasa manis, asin, asam, dan pahit.

 Eosephagus melebar.

 Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.  Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi.  Daya absorbsi melemah.

9. Sistem Reproduksi.

 Menciutnya ovari dan uterus.  Atrofi payudara.

 Pada laki-laki testis masih dapat memproduksi spermatozoa meskipun adanya penurunan secara berangsur-angsur.

 Kehidupan seksual dapat diupayakan sampai masa lanjut usia asal kondisi kesehatan baik.

 Selaput lendir vagina menurun. 10. Sistem Perkemihan.

 Ginjal

(10)

 Otot-otot vesika urinaria menjadi lemah, frekuensi buang air kecil meningkat dan terkadang menyebabkan retensi urin pada pria.

11. Sistem Endokrin.

 Produksi semua hormon menurun.

 Menurunnya aktivitas tyroid, menurunnya BMR (Basal Metabolic Rate), dan menurunnya daya pertukaran zat.

 Menurunnya produksi aldosteron.

 Menurunya sekresi hormon kelamin misalnya, progesteron, estrogen, dan testosteron. 12. Sistem Kulit ( Sistem Integumen )

 Kulit mengerut atau keriput akibat kehilangan jaringan lemak.

 Permukaan kulit kasar dan bersisik karena kehilangan proses keratinisasi, serta perubahan ukuran dan bentuk-bentuk sel epidermis.

 Kulit kepala dan rambut menipis berwarna kelabu.  Rambut dalam hidung dan telinga menebal.

 Berkurangnya elastisitas akibat dari menurunya cairan dan vaskularisasi.  Pertumbuhan kuku lebih lambat.

 Kuku jari menjadi keras dan rapuh, pudar dan kurang bercahaya.  Kelenjar keringat berkurang jumlah dan fungsinya.

13. Sistem Muskuloskletal

 Tulang kehilangan density ( cairan ) dan makin rapuh.  Kifosis

 Pergerakan pinggang, lutut, dan jari-jari terbatas.  Persendiaan membesar dan menjadi kaku.  Tendon mengerut dan mengalami skelerosis.

 Atrofi serabut otot ( otot-otot serabut mengecil ).Otot-otot serabut mengecil sehingga seseorang bergerak menjadi lamban, otot-otot kram dan menjadi tremor.

(11)

B. Perubahan-perubahan Mental

Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental. a. Perubahan fisik, khususnya organ perasa. b. Kesehatan umum

c. Tingkat pendidikan d. Keturunan (Hereditas) e. Lingkungan

Kenangan (Memory).

a. Kenangan jangka panjang: Berjam-jam sampai berhari-hari yang lalu mencakup beberapa perubahan.

b. Kenangan jangka pendek atau seketika: 0-10 menit, kenangan buruk.

IQ (Inteligentia Quantion).

a. Tidak berubah dengan informasi matematika dan perkataan verbal.

b. Berkurangnya penampilan, persepsi dan ketrampilan psikomotor, terjadi perubahan pada daya membayangkan karena tekanan-tekanan dari faktor waktu.

C. Perubahan-perubahan Psikososial.

(12)

1) Kehilangan finansial (income berkurang).

2) Kehilangan status (dulu mempunyai jabatan posisi yang cukup tinggi,lengkap dengan segala fasilitasnya).

3) Kehilangan teman/kenalan atau relasi. 4) Kehilangan pekerjaan/kegiatan.

a) Merasakan atau sadar akan kematian (sense of awareness of mortality)

b) Perubahan dalam cara hidup, yaitu memasuki rumah perawatan bergerak lebih sempit. c) Ekonomi akibat pemberhentian dari jabatan (economic deprivation).

d) Meningkatnya biaya hidup pada penghasilan yang sulit, bertambahnya biaya pengobatan. e) Penyakit kronis dan ketidakmampuan.

f) Gangguan saraf pancaindra, timbul kebutaan dan ketulian. g) Gangguan gizi akibat kehilangan jabatan.

h) Rangkaian dari kehilangan, yaitu kehilangan hubungan dengan teman-teman dan family. i) Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik: perubahan terhadap gambaran diri, perubahan j) konsep diri.

D. Perkembangan Spritual.

a. Agama atau kepercayaan makin terintegrasi dalam kehidupan (Maslow,1970)

(13)

bertindak dalam sehari-hari (Murray dan Zentner,1970).

c. Perkembangan spiritual pada usia 70 tahun menurut Folwer (1978), Universalizing, perkembangan yang dicapai pada tingkat ini adalah berpikir dan bertindak dengan cara memberikan contoh cara mencintai keadilan.

(http://library.usu.ac.id/modules.php?op=modload&name=Download)

3. Factor yang mempengaruhi proses penuaan?

Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya proses penuaan dini (premature aging): a. Faktor yang berhubungan dengan UV, radiasi sinar X, polusi udara yang berasal dari

mobil, dari pabrik, freon, asap rokok, bahan kimia eksogen dan endogen, serta makanan tinggi karbohidrat dan kalori.

b. Faktor penyebab terjadinya kekeringan misalnya : cara perawatan kulit yang salah, kosmetik yang tidak sesuai. Kelembapan udara yang rendah, ruang ber AC, kipas angin, suhu dingin dan panas akan mempercepat penguapan air dari kulit, sehingga menyebabkan kulit menjadi kering.

c. Pengaruh sinar matahari yang menahun/kronik dapat menyebabkan kerusakan kulit akibat efek fotobiologik sinar UV yang menghasilkan radikal bebas; akan menimbulkan kerusakan protein dan asam amino yang merupakan struktur utama kolagen dan elastin, kerusakan pembuluh darah kulit dan menimbulkan kelainan pigmentasi kulit.

d. Faktor-faktor lain, yaitu gizi buruk, penyakit menahun, minuman keras, kopi berlebihan, stres, dll. UV-A (Ultra Violet A), dapat menyebabkan melanoma karena terbentuk radikal bebas  radikal ion hydroxyl  berikatan dg asam lemak tak jenuh  radikal

peroxide  merusak DNA inti dan DNA mitokondria, dan menyebabkan penuaan dini

(premature aging). (Cermin Dunia Kedokteran)

4. Mengapa kulit wajahnya semakin tampak kendor terutama di daerah mata? 5. Mengapa terdapat keluhan penglihatan kabur, pendengaran menurun, BB turun

(14)

 Penglihatan kabur

Dengan meningkatnya usia,lensa semakin besar&menebal serta menjadi kurang elastik sebagian disebabka oleh denaturasi protein lensa yg progresif.Kemampuan lensa untuk berubah bentuk akan berkurang seiring bertambahnya usia.

Daya akomodasi berkurang dari 14 dioptri pd usia anak2 menjadi kurang dari 2 dioptri pd saat usia kita mencapai 45-50 tahun,kemudian daya akomodasi akan berkurang menjadi 0 dioptri pada usia 70 tahun.Sesudah itu dpt dikatakan lensa hampir sama sekali tidak dapat berakomodasi yg disebut “presbiopia”

Guyton&Hall.Buku Ajar Fisiologi.2007.EGC:Jakarta

 Pendengaran menurun

Ujung tangkai maleus melekat di bagian tengah membran timpani dan tempat perlekatan ini secara konstan akan tertarik oleh muskulus membran timpani yg mnybbkn membran timpani tetap tegang.Keadaan ini mnybbkn getaran pada setiap bagian membran timpani akan dikirim ke tulang2 pendengaran,dan hal ini tdk akan terjadi bila membran tersebut longgar.

Guyton&Hall.Buku Ajar Fisiologi.2007.EGC:Jakarta

 BB turun

(15)

Pengosongan lambung lebih lambat, sehingga orang akan makan lebih sedikit karena lambung terasa penuh, terjadilah anoreksia. Penyerapan zat gizi berkurang dan produksi asam lambung menjadi lebih sedikit untuk mencerna makanan. Diatas umur 60 tahun, sekresi HCl dan pepsin berkurang, akibatnya absorpsi protein, vitamin dan zat besi menjadi berkurang. Terjadi overgrowth bakteri sehingga terjadi penurunan faktor intrinsik yang juga membatasi absorbsi vitamin B12, Penurunan sekresi asam lambung dan enzim pankreas, fungsi asam empedu menurun menghambat pencernaan lemak dan protein, terjadi juga malabsorbsi lemak dan diare.

http://www.smallcrab.com/lanjut-usia/470-perubahan-fisiologis-pada-usia-lanjut-6. Mengapa penderita mudah terjatuh ketika bangun dari duduk?

 Salah satu masalah utama seorang lansia sering mudah jatuh disebabkan faktor intrinsik: gangguan gaya berjalan, kelemahan otot-otot kaki, kekakuan sendi, sinkop/ hilang kesadaran sejenak dan dizziness atau goyang, atau faktor ekstrinsik yang menjadi penyebabnya: lantai yang licin dan tidak rata, tersandung benda-benda, cahaya kurang terang sehingga terganggu penglihatannya, dan sebagainya (Setianto,2000).

 Keseimbangan bekerja karena otak, otot dan tulang bekerja bersama untuk mempertahankan keseimbangan tubuh dan menjaga seseorang dari jatuh baik ketika jalan, bangkit dari duduk atau naik tangga. Sistem skeletal yang mempengaruhi keseimbangan yaitu kekuatan otot, daya tahan dan kelenturan, yang memungkinkan otot untuk bergerak secara sinergis. Otot-otot mengalami atrofi akibat berkurangnya aktifitas, juga seringkali mengakibatkan gangguan metabolic atau denervasi saraf. Otot-otot sekitar sendi bekerja ketika mempertahankan keseimbangan dan selanjutnya strategi postural akan digunakan untuk mencapai keseimbangan (Bougie, 2001).

Dalam kesimbangan postural terdapat komponen yang saling berinteraksi yakni

(16)

2) Central processing,Terjadi penurunan daya hantar saraf 20-30 msec pada susunan saraf pusat,yang mengakibatkan lansia lamban dalam mengantisipasi perubahan persepsi sensoris dan respon motorik.

3) Sistem effektor, Pada sistem muskoloskeletal akan terjadi kekakuan sendi, penurunan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot, daya tahan, kelenturan, dan perubahan garis postur. Tugas utama dari sistem efektor adalah mempertahankan pusat gravitasi tubuh/Center Of Gravitation (COG). Dimana tugasnya meliputi duduk,berdiri, atau berjalan ( Gucione, 2000).

 Salah satu bentuk aplikasi fungsional dari gerak tubuh adalah pola jalan. Keseimbangan, kekuatan, dan fleksibilitas diperlukan untuk mempertahankan postur yang baik pada setiap individu (Pudjiastuti, 2003).Tidak fleksibelnya otot pada lansia dapat mengakibatkan terbatasnya Lingkup Gerak Sendi (LGS) / Range of movement

(ROM) diakibatkan oleh adanya kekakuan otot dan tendon sehingga menyebabkan kontraktur sendi.Menurut American Geriatric Society (AGS) tahun 2001 keseimbangan tergantung pada sensasi, kekuatan otot, fleksibilitas, serta lingkup gerak suatu persendian.Penurunan lingkup gerak sendi (LGS) dari ankle ke arah dorsal fleksi dapat mengganggu keseimbangan berjalan dan sering dihubungkan dengan kejadian jatuh pada lansia (Johnson et al., 2007).

Osteoporosis

- Disebabkan oleh berkurangnya matriks organik drpd kelainan kalsifikasi tulang. - Sebagian besar penyebab osteoporosis adalah

a) Kurangnya stress fisik thd tulang karena keadaan yg kurang aktif b) Malnutrisi yg berlebihan shg tdk dibentuk matriks protein yg cukup

c) Kurangnya vitamin c yg diperlukan untuk sekresi bhn2 intrasel oleh slrh tubuh trmsk osteoblas.

(17)

e) Usia tua,ketika hormon pertumbuhan dan faktor2 pertumbuhan lainnya sangat berkurang,ditambah dengan fungsi anabolik protein yg menurun sejalan dengan pertambahan usia shg matriks tulang tdk dpt ditimbun dgn baik

f) Sindrom cushing,karena glukokortikoid yg disekresikan pada penyakit ini jumlahnya sgt banyak sekali shg mnybbkn berkurangnya penimbunan protein di seluruh tubuh dan meningkatnya katabolisme protein yg akan menekan aktivitas osteoblastik.

Guyton&Hall.Buku Ajar Fisiologi.2007.EGC:Jakarta

Kepadatan tulang akan menurun, dengan bertambahnya usia. Kehilangan massa tulang terjadi secara perlahan pada pria dan wanita dimulai pada usia 35 tahun yaitu usia dimana massa tulang puncak tercapai. Dampaknya tulang akan mudah rapuh (keropos) dan patah, mengalami cedera, trauma yang kecil saja dapat menyebabkan fraktur.

http://www.smallcrab.com/lanjut-usia/470-perubahan-fisiologis-pada-usia-lanjut-7. Mengapa penderita mengalami pusing berputar dan gangguan keseimbangan? 8. Bagaimana penuaan yang sehat (healthy aging)?

9. Bagaimana cara memperlambat penuaan?

Faktor- faktor yang menghambat aging

 mencegah meningkatnya radikal bebas  memanipulasi sistem imun tubuh  melalui metabolisme/makanan  Restriksi kalori

(18)

 Pemanjangan telomer

Contact inhibition kemampuan sel untuk membelah diri (mempertahankan fungsinya dan menghambat kematian) sampai sel2 tersebut cukup padat untuk saling bertemu, sehingga akan berhenti membelah diri membesar bertahan beberapa lama mati

Jika sel2yg sdh berhenti membelah diri diencerkan akan membelah diri lagi Hayflick limit/Hayflic phenomenonterbatasnya sel2 untuk membelah diri setelah 50 kali, karena setiap kali membelah telomere pada ujung setiap kromosom akan semakin pendek, hingga suatu saat telomere tidak dapat memendek lagi

Memperlambat penuaan modifikasi panjang telomere melalui enzim telomerase  Pengaruh aksis GH/IGF-1

Panhipopituarisme defisiensi tirotropin, prolaktin, GHmemperpanjang usia Insulin like Growth Factor (IGF-1)rendah usia lebih panjang

Referensi

Dokumen terkait

Latar Belakang: Lansia wanita lebih sering mengalami gangguan pola tidur dikarenakan semakin bertambah umur seseorang maka akan mengalami penurunan fungsi organ yang berpengaruh

• Cerebral Palsy merupakan suatu kelainan fungsi otak dan syaraf yang menyebabkan gangguan keseimbangan dan gerakan. • Cerebral palsy disebabkan oleh kerusakan otak

Penurunan sensitivitas kemoreseptor pada paru-paru lansia menyebabkan respon paru terhadap berubahnya keadaan asam basadidalam tubuh melambat.. Hal ini mengakibatkan fungsi

Fungsi – fungsi terkait dalam sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai yaitu penjualan, kasir, dan gudang Sistem informasi akuntansi penerimaan kas

1) Penurunan fungsi sel otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat jangka pendek, melambatkan proses informasi, kesulitan berbahasa, kesulitan mengenal benda-benda,

Penggunaan kontrasepsi hormonal baik kontrasepsi oral maupun suntik dapat mengakibatkan penurunan/gangguan fungsi seksual sehingga bila seorang perempuan ingin

Dasar kelainan patologi penyakit alzheimer  terdiri dari degenerasi neuronal, kematian daerah spesifik jaringan otak yang mengakibatkan gangguan fungsi kognitif dengan

Gangguan tidur adalah hal yang lazim, dapat menjadi prediksi penurunan fungsi kognitif pada lansia dan orang- orang dengan gangguan neurodegeneratif, perubahan dalam durasi tidur