Ketimpangan sosial Penyebab Solusi Pembangunan perumahan
Pakuwon City Surabaya menyebabkan beberapa rumah warga yang ada disekitarnya menjadi rusak ringan berupa retaknya dinding. Selain itu mereka juga
mengalami sesak napas akibat pembangunan yang berlangsung. Sehingga warga yang dirugikan memblokir truk truk yang akan masuk ke area Pakuwon City.
Masalah tersebut disebabkan oleh tidak adanya
kompensasi yang diberikan oleh pihak Pakuwon
terhadap warga disekitarnya sehingga warga sangat dirugikan oleh
pembangunan yang berlangsung.
Solusi yang terbaik adalah dengan memberikan ganti rugi terhadap warga yang rumahnya mangalami kerusakan. Sehingga warga disekitar Pakuwon bisa memperbaiki kerusakan rumah mereka.
Pendidikan di Papua sangat berbeda dengan yang ada di Jawa. Di Papua angka buta aksara sangat tinggi ditambah lagi jumlah sekolah yang sangat minim sehingga menambah parahnya kualitas pendidikan yang ada di sana.
Kurangnya pemerintah dalam meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di luar Jawa.
Perlu perhatian khusus terhadap daerah di luar Jawa agar terjadi pemerataan khususnya di bidang
pendidikan yang merupakan bidang yang sangat vital.
Ketimpangan sosial di Cirebon adalah
kemiskinan dimana ini sudah masuk dalam ranah sosial bukan individual sebab, dengan kemiskinan secara menyeluruh diatas angka yang sangat
fantastis semua itu adalah tanggung jawab sosial bukan individual, latar belakangnya adalah lingkungan, jika dalam suatu lingkungan kemiskinan diatas dari kemakmuran (orang kaya) bukan sama sekali
masalah personal.
Banyak sekali permasalahan yang mesti diselesaikan untuk persiapan agar cirebon lebih baik dan maju itu semua tergantung pada pola menejerial instansi dalam tingkah sosial, puncak permasalahan sosial mau tidak mau berpangkal pada pemerintahan sebab yang menyetir roda
perkembangan daerah, dalam hal ini mengenai cirebon yang sedikit terkesimak dalam benak saya mengenai apa yang dialami saat ini kondisi masyarakat yang kurang mendapatkan pelayanan dari pihak pemerintah secara utuh dan maksimal
a) Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok yang akan menjamin daya beli masyarakat miskin atau keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan
kebutuhan pokok utama selain beras.
b) Mendorong
pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Untuk mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat atau keluarga miskin.
masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin.
d) Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses
penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar.
e) Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan
ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi. Saat Hari Raya Idul Fitri,
umat Kristiani di Papua membakar Masjid tempat umat Muslim
melaksanakan ibadah sholat ied. Kejadian tersebut termasuk dalam disharmonisasi umat beragama disana.
Sifat fanatisme yang berlebihan, sehingga
mengakibatkan memudarnya sikap toleransi di
masyarakat. Seringkali pemahaman agama yang tidak tepat tidak hanya menimbulkan masalah, juga menjadi pemicu disharmonis kerukunan umat beragama. Apalagi pada setiap agama juga terdapat gerakan liberalisasi dan radikalisasi.
Karena setiap agama memiliki konsep yang berbeda dalam masalah ini, maka perlu diatur
bagaimana lalu lintas relasi, agar tercipta hubungan yang harmoni. Kehidupan umat beragama yang harmonis dapat dicapai apabila masing-masing memiliki misi dan tujuan yang sama, antara lain menjaga keamanan dan ketertiban.
Ketimpangan budaya juga terjadi di Pasuruan. Semakin masuknya budaya asing dan
derasnya arus globalisasi menjadikan ketimpangan budaya semakin kentara. Anak-anak muda
sekarang selalu mau dikasih teknologi modern
Globalisasi adalah salah satu penyebab terjadinya
ketimpangan budaya. Globalisasi menjadi semua negara didunia ini bagaikan tanpa batasan dan
menjadikan dunia ini satu. Hal-hal baru selalu di tawari oleh globalisasi
karena tergiur akan kelebihannya saja tanpa memiliki pengetahuan yang mendalam tentang teknologi itu seperti cara merawatnya dengan baik dan penggunaan teknologi itu untuk hal-hal yang positif.
Kelompok 5 :
Azizah Nurdiani Putri (05)
Miftah Faridz (15)