Pengaruh Indeks Harga Konsumen dan Kapitalisasi Pasar
BEI Terhadap Kinerja Reksa Dana Syari’ah
A. Latar Belakang
Pasar modal syariah di Indonesia saat Ini telah tumbuh dan berkembang selama kurun waktu dua decade atau selama 20 tahun, yaitu ditandai semenjak diluncurkannya produk reksa dana syariah di tahun 1997. Pasar modal merupakan alternative penting dalam rangka pelaksanaan pembangunan ekonomi nasional selain dana yang didapatkan dari pinjaman luarnegeri selain itu juga merupakan perluasan peran serta masyarakat dalam pemilikan saham menuju pemerataan pendapatan, sehingga diharapkan akan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman luar negeri, dan memperkecil kemungkinan larinya modal keluar negeri (Capital flight).
Reksadana melalui manajer investasi dapat membantu investor dalam melakukan langkah langkah alokasi, seleksi dan pergantian sekuritas. Menurut Fatwa DSN MUI no. 20/DSN-MUI/IV/2001 Reksa dana syariah yaitu reksa dana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip prinsip syariah islam, baik dalam bentuk akad antara para pemodal sebagai pemilik harta (shahibul mal/Rabbul maal) dengan manajer investasi sebagai wakil shahibul maal, maupun antara manajer investasi sebagai wakil shahibul maal dengan pengguna investasi. (Qoyum, 2017)
Peranan manajer investasi sangat penting dalam Reksa Dana Syari’ah, manajer bertugas menawarkan Reksa dana syari’ah kepada investor. Dana yang diperoleh oleh manajer investasi dari para investor ditanamkan dalam bentuk saham atau obligasi syariah yang dinilai menguntungkan. Reksa dana syariah memiliki tujuan untuk mendapatkan pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang dan memperoleh pendapatan yang berkelanjutan kepada pemodal yang hendak mengikuti syariah islam.
Portofolio investasi dari reksa dana syariah dapat terdiri dari berbagai macam instrument surat berharga seperti saham syariah, obligasi syariah, instrument pasar uang, atau campuran dari instrument-instrumen diatas. Sejak ditetapkannya ketentuan instrument investasi tersebut dalam UU pasar modal. Risiko di dalam investasi dapat dihilangkan, tetapi risiko tersebut bisa dikurangi dengan diversifikasi yang merupakan strategi alokasi asset (Tandelilin, 2009).
Penilaian terhadap kinerja Reksa Dana Syariah dilakukan karena dengan melakukan penilaian terhadap Reksa Dana syariah dapat mengetahui kemampuan Reksa Dana syari’ah dalam menghasilkan keuntungan dan bersaing dari Reksa Dana syariah jenis lainnya. Return dari reksa dana biasa dikenal dengan NAB (Nilai Aktiva Bersih) dimana nilainya akan diperbarui setiap hari berdasarkan hasil transaksi Reksa Dana syari’ah pada hari tersebut. Besarnya NAB dari suatu Reksa Dana Syari’ah merupakan alat ukur untuk menilai kinerja Reksa Dana syariah .Penelitian Ini memiliki tujuan yang pertama mengetahui signifikansi pengaruh Indeks Harga Konsumen terhadap Kinerja Reksa Dana Syari’ah dan untuk mengetahui signifikansi pengaruh Kapitalisasi Pasar BEI terhadap kinerja Reksa Dana Syari’ah.
a. Investasi
Berinvestasi pada dasarnya adalah membeli suatu asset yang pada saat ini dan dapat dijual dengan nilai yang lebih tinggi pada masa yang akan datang untuk mendapatkan keuntungan (Tendelilin, 2009). Hal penting dalam berinvestasi yaitu:
1. Jenis-jenis Produk Investasi di Pasar Modal
Produk-produk investasi di pasar modal yang dapat dilakukann misalnya berinvestasi pada deposito, sertifikat Bank Indonesia (SBI), surat berharga komersial, saham, obligasi, reksa dana, serta surat berharga derivative lainnya seperti option, futures dan lain- lain. 2. Risiko Investasi dan diversifikasi Investasi
Teori investasi modern berbagai risiko tersebut digolongkan menjadi dua, yaitu risiko sisematis atau unsystematic risk (Husnan, 2003)
b. Reksa Dana Syari’ah
Undang-undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27), mendefinisikan reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer Investasi.
Menurut Fatwa DSN MUI no. 20/DSN-MUI/IV/2001 Reksa dana syariah yaitu reksa dana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip prinsip syariah islam, baik dalam bentuk akad antara para pemodal sebagai pemilik harta (shahibul mal/Rabbul maal) dengan manajer investasi sebagai wakil shahibul maal, maupun antara manajer investasi sebagai wakil shahibul maal dengan pengguna investasi. (Qoyum, 2017)
1.) Karakteristik utama dari Reksa Dana syari’ah adalah sharia compliance. Reksa dana harus memastikan semua aktivitas investasi sesuai dengan ketentuan syariah termasuk pemilihan perusahaan tujuan investasi. Reksa dana syari’ah tidak bisa bekerjasama dengan bank konvensional yang menerapkan system bunga tetap ataupun kerjasama dengan perusahaan yang memproduksi barang-barang haram seperti alcohol, rokok, babi, porografi, narkoba atau perusahaan yang penuh dengan gambling (Thuba,2012).
2.) Prinsip Reksa Dana Syariah
Perbedaan utama antara Reksa Dana Syari;ah dengan konvensional terletak pada proses pemilihan asset yang membentuk portofolionya. Reksa dana konvensional tentu saja hanya menggunakan pertimbangan tingkat keuntungan dan risiko dalam mengatur portofolio investasi. Sementara Reksa dana Syariah harus mempertimbangkan kehalalan suatu produk keuangan di samping tingkat keuntungan dan resikonya.
Pemilik asset dalam portofolio Reksa Dana Syariah dilakukan melalui proses penyaringan yang ketat berdasarkan prinsip syariah, yaitu memilih asset atau saham perusahaan yang tidak memiliki aktivitas haram seperti riba, gharar, judi, produksi makanan atau minuman haram, seperti daging babi, minuman keras, rokok dan sebagainya. Jika Reksa Dana Syariah membeli portofolio, maka portofolio yang dibeli merupakan portofolio yang sudah dinyatakan sesuai syariah. Selain ciri tersendiri pada produk Reksa Dana syariah, terdapat juga proses cleasing atau membersihkan pendapatan yang diperoleh dengan cara membayar zakat. Kini di Indonesia telah ada beberapa perusahaan manajer investadi yang menawarkan Reksa Dana berbasis Syariah.
a. Dilihat dari bentuknya, :
Reksa Dana berbentuk perseroan
Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif b. Dilihat dari sifatnya, :
Reksa dana Tertutup Reksa dana Terbuka c. Dilihat dari porofolio investasinya
Reksa dana Pasar uang
4.) Mekanisme operasional dalam Reksa dana Syari’ah
Mekanisme operasional Reksa Dana Syari’ah didasarkan pada fatwa yang
5.) Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Syari’ah
Nilai aktiva bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV) tidak dapat dipisahkan dari Reksa Dana karena istilah ini merupakan suatu tolak ukur dalam memantau hasil portofolio suatu Reksa Dana. Nilai aktiva bersih adalah nilai pasar yang wajar dari suatu efek dan kekayaan lain dari reksa dana dikurangi seluruh keajaibannya. Besarnya Nilai aktiva bersih dapat berflyktuasi setiap hari, tergantung pada perubahan nilai efek dari portofolio. Meningkatnya Nilai aktiva bersih mengindikasikan naiknya nilai investasi pemegang saham atau unit penyertaan. Begitu juga sebaliknya, menurunnya nilai aktiva bersih berarti berkurangnya nilai investasi pemegang unit penyertaan.
c. Indeks Harga Konsumen (IHK)
Indeks Harga konsumen adalah nomor indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga (household). Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat diartikan sebagai indeks harga dari biaya sekumpulan barang konsumsi yang masing-masing diberi bobot menurut proporsi belanja masyarakat untuk komoditi yang bersangkutan.
Rumus untuk menghitung IHK adalah
IHK=(Pn/Po)x100
IHK adalah indeks yang seringt dipakai namun bukanlah satu satunya indeks yang dipakai untuk mengukur laju inflasi. Masih ada indeks yang dapat digunakan yakni indeks harga produsen (IHP), yang mengukur harga sekelompok barang yang dibeli perusahaan (produsen bukannya kkonsumen).
d. Kapitalisasi Pasar BEI
Kapitalisasi Pasar adalah sebuah istilah bisnis yang menunjuk pada harga keseluruhan dari sebuah perusahaan yaitu harga yang harus dibayar seseorang bila ingin membeli 100% kepemilika perusahaan tersebut. Kapitalisasi dihitung dengan harga saham perusahaantersebut dengan harga saham perusahaan pada saat ini.
Fungsi istilah Kapitalisi Pasar : istilah kapitalisasi pasar sering digunakan dalam topic keuangan. Dalam dunia Investasi saham, istilah ini disebut untuk menggambarkan nilai sebuah perusahaan, Kapitalisasi pasar perusahaan seringkali adalah pengukuran penting dari keberhasilan atau kegagalan perusahaan terbuka. Semakin besar kapitalisasi pasar, maka semakin mahal perusahaan tersebut dihargai oleh pasar.
Jumlah Lembar Beredar x Harga Saham = Kapitalisasi Pasar
Dapat disimpulkan bahwa nilai kapitalisasi pasar perusahaan akan selalu berubah dari waktu ke waktu, naik ataupun turun. Jika harga saham naik, berarti nilai perushaan itu naik dan sebaliknya jika harga turun berarti nilai perusahaan akan turun juga. Di Bursa Efek Indonesa sendiri terdapat lebih dari 500 saham yang tercatat yang sahamnya seringkali berdasarkan besar kecilnya.
C. METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode ini merupakan metode penelitian yang berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistic, penelitian ini bersifat asosiatif dimana menggambarkan hubungan antar dua variabel atau lebih (sugiyono,2013:30) sehingga dapat mengetahui hubungan antara Indeks Harga Konsumen dan Kapitalisasi Pasar BEI terhadap kinerja Reksa Dana Syari’ah.
Variabel Terikat adalah Variabel yang dipengaruhi oleh variabel lainnya. Variabel Terikat Disini adalah NAB . Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas pada penelitian ini adalah JII (x1) dan IHK(x2). Dalam penelitian ini satuan ukurannya adalah presentase
NAB (Y) IHK (x2)
dihitung setiap bulan dari bulan januari 2016 sampai bulan desember 2016 yang dapat diperoleh dari ww.ojk.go.id
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif tersebut adalah data Reksa Dana Syari’ah yang ada Di Bursa efek Indonesia dan Otoritas Jasa keuangan periode 2016.
Populasi adalah sekumpulan data yang memiliki karakteristik yang sama atau sejenis. Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan Reksa dana Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016. Sampel adalah sebagian populasi yang terdiri dari beberapa anggota yang dipilih dari populasi (sugiyono,2013:116). Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan tujuan mendapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Kriteria yang digunakan untuk memilih sampel yaitu perusahaan Reksa dana syari’ah dilihat dari tanggal efektif tahun 2016 yang sudah diperdagangkan.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non partisipan yaitu pengamatan data yang berupa laporan portofolio yang diperoleh dari www.ojk.go.id , Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel terikat.
Jika dalam penelitian terdapat dua atau lebih variabel independen, maka untuk melihat pengaruh hubungan antar variabel dependen terhadap variabel independen digunakan metode analisis regresi linier berganda. Adapun persamaan Regresi sebagai berikut:
Y=α=b1x1+b2x2+ei
Keterangan:
Y = Kinerja Reksa Dana syariah
α = Konstanta
b = slope atau koefisien regresi
x1= JII (kapitalisasi pasar BEI)
x2= IHK (Indeks Harga Konsumen)
Pengujian asumsi klasik merupakan pengujian untuk menentukan ketetapan dari
model yang digunakan dalam penelitian ini. Berikut merupakan beberapa pengujian yang
dapat dilakukan untuk mengetahui uji asumsi klasik terpenuhi atau tidak, yaitu uji normalitas,
uji multikolinearitas, Uji kolinearitas serta Uji heteroskedastisitas.
D. DATA HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil uji Multikolinieritas,
maka dikatakan tidak terjadi
multikolinieritas pada
-1250 -1000 -750 -500 -250 0 250 500 750 1000
Series: Residuals
Nilai Probability Jarque-Bera hitung sebesar 0,9078 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa residual terdistribusi normal yang artinya asumsi klasik tentang kenormalan telah dipenuhi.
3. Uji Heterokedastisitas
Variance Inflation Factors Date: 03/18/11 Time: 02:20 Sample: 1 12
Included observations: 12
Coefficient Uncentered Centered
Variable Variance VIF VIF
C 7.95E+08 25694.44 NA
Nilai Prob. F hitung dan Chi-square hituung lebih besar dari tingkat Alpha 0,05 maka Ho diterima yang artinya tidak terjadi heteroskedastisitas, sedangkan apabila nilai Prob. F hitung lebih kecil dari tingkat alpha 0,05 maka Ho ditolak yang artinya terjadi heteroskedastisitas. Nilai prob. dari F hitung dari chi-square hitung lebih besar dari tingkat alpha 0,05 maka disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model persamaan-persamaan.
4. Uji Autokorelasi
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
F-statistic 2.468289 Prob. F(2,7) 0.1544
Obs*R-squared 4.962807 Prob. Chi-Square(2) 0.0836
Nilai Prob. F(2,7) ≠ sebesar 0,1544 dapat juga disebut sebagai Nilai Probabilitas F hitung. Nilai Prob. F hitung lebih besar dari tingkat alpha 0,05 (5%) sehingga, berdasarkan uji hipotesis, Ho diterima yang artinya tidak terjadi autokorelasi. Sebaliknya, Apabila Nilai Prob. F hitung lebih Kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan terjadi autokorelasi.
Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey
F-statistic 1.340793 Prob. F(2,9) 0.3093
Obs*R-squared 2.754680 Prob. Chi-Square(2) 0.2522
I. Uji F ( Uji kelayakan Model)
Hasil uji F dapat dilihat pada table diatas. Nilai Prob. F (statistic) sebesar 0,000025 lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05 sehingga daapat disimpulkan bahwa model regresi yang diestimasi layak digunakan untuk menjelaskan pengaruh JII dan IHK terhadap NAB.
II. Uji T (Uji koefisien regresi)
Nilai Prob. t hitung dari variabel bebas JII sebesar 0,0190 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga variabel bebas JII berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat NAB pada alpha 5% atau dengan kata lain, JII pada taraf keyakinan 95% . Sama Halnya dengan pengaruh variabel bebas IHK terhadap variabel terikat NAB , karena nilai prob. t hitung 0,0000 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel bebas IHK berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat NAB pada alpha 5% atau dengan kata lain, Nilai IHK terhadap NAB terhadap JII pada taraf keyakinan 95%.
III. Koefisien Determinasi
Nilai R-square pada table diatas besarnya 0,8840 menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel JII dan IHK terhadap variabel NAB sebesar 88,40%. Artinya, JII dan IHK terhadap NAB memiliki proporsi pengaruh terhadap JII sebesar 88,40% sedangkan sisanya 11,60% (100% - 88,40%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada di dalam regresi.
E. KESIMPULAN Dependent Variable: NAB
Method: Least Squares
Date: 03/18/11 Time: 01:24
Sample: 1 12
Included observations: 12
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -218688.3 28202.49 -7.754220 0.0000
JII -0.005235 0.001834 -2.854357 0.0190
IHK 1925.380 248.4095 7.750830 0.0000
R-squared 0.905161 Mean dependent var 10864.65
Adjusted R-squared 0.884085 S.D. dependent var 1790.151
S.E. of regression 609.4786 Akaike info criterion 15.87540
Sum squared resid 3343178. Schwarz criterion 15.99663
Log likelihood -92.25242 Hannan-Quinn criter. 15.83052
F-statistic 42.94876 Durbin-Watson stat 1.934312
Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulan bahwa Kapitalisasi Pasar BEI berpengaruh negative signifikan terhadap kinerja Reksa Dana Syariah. Apabila Kapitalisasi Pasar BEI meningkat maka kinerja Reksa Dana Syari’ah akan Menurun. Hal ini menunjukkan Kapitalisasi Pasar BEI Berdampak pada menurunnya kinerja Reksa Dana Syari’ah. Harga jual yang tinggi menyebabkan menurunnya daya beli investor untuk Reksa dana Syari’ah karena investor mengutamakan kebutuhan pokok, sehingga mempengaruhi keuntungan perusahaan dan Harga Reksa Dana Syari’ah yang menurun berdampak pada kinerja Reksa dana syari’ah.
Indeksa Harga Konsumen berpengaruh negatif signifikan terhadap reksa dana saham. Apabila Indeks Harga Konsumen meningkat maka kinerja Reksa Dana Syari’ah akan Menurun. Hal ini menunjukkan Indeks Harga Konsumen Berdampak pada menurunnya kinerja Reksa Dana Syari’ah. Harga jual yang tinggi menyebabkan menurunnya daya beli investor untuk Reksa dana Syari’ah karena investor mengutamakan kebutuhan pokok, sehingga mempengaruhi keuntungan perusahaan dan Harga Reksa Dana Syari’ah yang menurun berdampak pada kinerja Reksa dana syari’ah.
Suad Husnan. (2004). Dasar – Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Yogyakarta Penerbit UPP AMP YKPN.
Qoyum,Abdul. (2017). “Lembaga Keuangan Islam Di Indonesia”. Yogyakarta : Penerbit Elmathera Publisher.
Tandelilin, Eduardus. (2001). Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Kanisius: Yogyakarta. UU No 8 Tahun 1995 BAPEPAM
ISRA, Islamic Financial system Princiles & Operations. Kuala lumpur 2012
Nurul Huda dan Mustafa Edwin nasution, investasi pada pasar modal syariah, edisi revisi, cet.2 (Jakarta:kencana, 2008) hlm 116-117.
https://id.m.wikipwdia.org/wiki/indeks_harga_konsumen
Widya, Evalarazke.2011. Pengaruh Expense Ratio, Turnover Ratio, ukuran Reksa dana dan cashflow terhadap kinerja reksa dana periode 2005-2007.
Hermawan, Denny.2016 . Pengaruh Inflasi, suku bunga, ukuran reksa dana, dan umur reksa dana terhadap reksa dana. E-jurnal Manajemen Unud, vol.5, No.5, 2016:3106-3133, ISSN:2302-8912
www.ojk.go.id/id/karnal/syariah/data-dan-statistik-reksa-dana-syariah-mei-2016.aspx
Mansuri, Jakarta 2016 . “Modul Praktikum Eviews”.
Purboyo, Rizka zulfikar, 2017. Reaksi signal factor makroekonomi, fundamental, dan risiko sistemis (beta saham) terhadap return saham syariah yang terdaftar di Jakarta islamik indeks. At-tadbir: Jurnal Ilmiah Manajemen vol. 1, No.2.
Armansyah, Rohmad Fuad. 2016. Faktor makro ekonomi dan Indeks Harga saham gabungan. JOURNAL of Research in Economics and Management. Vol.16.No.1:1-14
https://www.bps.go.id/brs/view/1284
Isnurhadi, 2014. Pengaruh Kinerja dan Risiko Reksa dana terhadap jumlah asset Under manajemen dan unit penyertaan. Jurnal Manajemen dan Bisnis sriwijaya vol. 12 no.3.
Adawiyah, Robiatul. Retno endah Supeni 2015. Kinerja keuangan berbasis penciptaan nilai, makro ekonomi dan dampaknya terhadap retutn saham sektor pertambangan. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Indonesia Vol.1 No.2
Pricing Model dan Arbitrage Pricing Theory dalam Memprediksi Tingkat Pendapatan Saham Industri Manufaktur Sebelum dan Semasa Krisis Ekonomi , Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga Jurnal Penelitian Dinamika Sosial Vol. 5 No. 2 Agustus 2004: 125-139.
Samsul, Mohamad. (2006). Pasar Modal dan Manajemen Portofolio, Bab 11, Teori Portofolio. Erlangga: Jakarta.
Wulandari, Permata. (2010). Analisa Komparasi Kinerja Reksa Dana Saham Syariah Indonesia dan Malaysia. Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia. Vol. 40 No.1 Februari 2011, FE-UI: Depok. Fahmi, Irham dan Yovi Lavianti (20090, Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Alfabeta: Bandung. Mossin, Jan.(1969). Security Pricing and Investment Criteria in Competitive Market, The American Economic Review, Vol.59, No.5.
Wiliasih, Ranti. Wiwiek Rindiyati.2014. Analisis pengaruh variabel EPS dan amkro ekonomi terhadap return Saham Jakarta Islamic Index Sektor Pertanian. Jurnal Al-muara’ah, Vol.3.No.1. ISSN p:2337-4363 Zuniarti, Ida. 2014. Analisis Faktor makro yang mempengaruhi indeks hara sham gabungan di bursa efek Indonesia.
Adi Mulyawan, Sean. Elizabeth Tiur Manurung. 2009. Pengaruh Tingkat Bunga, Indeks Harga Saham Terhadap Harga saham PT Telkom berdasarkan Path Analisis (penelitian di bursa efek Indonesia). Jurnal Administrasi Bisnis. Vol.5, No.2. :189-202. ISSN:0216-1249.
Fordian, dian. 2016. Pengaruh makro ekonomi dan pemilihan presiden terhadap indeks harga saham gabungan bursa efek Indonesia studi periode 2012-2016. Jurnal Adbispreneur Vol.1, No.3.Hal267-277 Aziz, Abdul . 2010. Manajemen investasi syariah. Bandung : alfabeta/ hlm 139.
Pratomo, E. P dan nugraha, Reksa Dana Solusi Perencanaan Investasi Di era modern, (Jakarta: PT gramedia pustaka, 2009), hlm 81.
Hamzah, Ardi. 2011. Analisis Karakteristik perusahaan dan ekonomi makro pada return saham syariah dan non syariah. Jurnal akuntansi akrual 3(1). E-ISSN:2502-6380.
Kusumaningtyas, Titah Kinanti. 2015. Pengaruh good corporate terhadap nilai perusahaan yang terdaftar pada indeks Sri-kehati. Jurnal ilmu & riset akuntansi vol.4
Kandarisa, Nur Aini, 2013. Perkembangan dan hambatan Reksa Dana syari’ah di Indonesia.