• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pemanfaatan Limbah Produksi Saw

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Pemanfaatan Limbah Produksi Saw"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PERAN PEMANFAATAN LIMBAH PRODUKSI SAWIT SEBAGAI ENERGI LISTRIK TERBARUKAN DI RIAU

Disusunoleh: Ulfa Hafizhatunnisa 11361204773

Rido Yanto 11471102404

Rini Suryani 11461201497

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU

(2)
(3)
(4)

Kata Pengantar

Dengan segala kesyukuran kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penyusunan karya tulis ilmiah yang berjudul “ Analisis Peran Pemanfaatan Limbah Produksi Sawit sebagai Energi Listrik Terbarukan di Riau” dapat selesai tepat pada waktunya.

Penyusunan karya tulis ilmiah ditulis dalam rangka mengikuti lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh Universitas Mataram. Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini penulis banyak mendapat bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Irien Violinda Anggriani, S.E, M.Si atas kesediannya menjadi dosen pendamping penulisan karya ilmiah ini.

Penulis menyadari dalam penyusunan karya tulis ilmia ini masih belum sempurna, maka saran dan kritik yang konstruktif sangat penulis harapkan demi perbaikann karya tulis ilmiah selanjutnya. Akhirnya penulisnya berharap semoga karya tulis ilmiah ini bermanfaat.

Pekanbaru, 29 November 2017

(5)

Daftar Isi

Lembar Pengesahan... i

Lembar Pernyataan Orisinalitas ... ii

Kata Pengantar ... iii

d. Manfaat Penulisan ... 4

BAB II ... 5

i. Uraian mengenai pendapat terdahulu... 5

ii. Landasan Teori a. Energi terbarukan ... 5

b. Macam-macam limbah produksi sawit... 6

c. Pengolahan Limbah padat sawit menjadi energi listrik... 6

d. Pengolahan Limbah cair sawit menjadi energi listrik... 7

e. Nawacita dan SDGs... 8

f. SWOT ... BAB III ... 11

a. Pengumpulan data dan informasi ... 11

b. Pengolahan data dan informasi ... 11

(6)

ABSTRAK

Peningkatan kebutuhan penggunaan listrik semakin meningkat 1% pertahun di sektor industri sedangkan untuk sektor rumah tangga, komersial dan sosial sebesar 5%. Dengan adanya peningkatan ini manusia tidak bisa hanya mengandalkan energi batubara dan fosil untuk menghasilkan energi. Karena energi tersebut tidak bisa terbarukan dan langsung habis. Untuk mendukung program SDGs dan program Nawacita berbagai pihak terkait diharapkan mampu menemukan energi yang terbarukan. Program SDGs di poin 7 yaitu Affordable and Clean Energy yang menjamin akses ke energi yang terjangkau, handal, berkelanjutan dan modern untuk semua. Salah satu potensi daerah Riau terbesar adalah kelapa sawit. Industri kelapa sawit menghasilkan limbah padat dan cair yang dapat digunakan sebagai biomassa pembangkit listrik yang terbarukan. Jika berbagai pihak mampu mengelola limbah sawit maka itu adalah salah satu bentuk perwujudan program Nawacita di poin ketiga dan ketujuh tentang penguatan daerah pinggiran dan kemandirian sektor ekonomi. Dengan mengoptimalkan potensi daerah tersebut dapat mendukung kedua program besar (SDGs dan Nawacita). Namun kenyataannya belum semua daerah di Riau dapat mengelola limbah sawitnya menjadi energi listrik terbarukan. Dengan melakukan analisis SWOT (Streght, Weakness, Opportunity dan Threatment) maka akan didapatkan gambaran solusi dan pemecahan masalah pengoptimalan limbah sawit menjadi energi listrik terbarukan di Riau.

(7)

BAB I PENDAHULUAN i. Latar Belakang

Energi Listrik merupakan kebutuhan primer unutk keberlangsungan aktivitas rumah tangga maupun usaha. Bagi aktivitas rumah tangga listrik mutlak dimanfaatkan setiap hari di kehidupan manusia. Semakin memasuki zaman yang

modern dan serba cepat penggunaan listrik akan semakin meningkat. Pertumbuhan rata-rata kebutuhan energi listrik sektor industri sekitar 1% pertahun sedangkan pertumbuhan rata-rata kebutuhan energi listrik sektor rumah tangga, sektor komersial, dan sektor sosial adalah sekitar 5 % pertahun. (Nurhalim dan Firdaus, 2010).

Berdasarkan data tahun 2010 tersebut prakiraan penggunaan listrik di era Pembangunan Berkelanjutan hingga 30 tahun selanjutnya yaitu tahun 2030, maka kebutuhan energi listrik akan meningkat 30% di sektor industri dan peningkatan sebersar 60% juga akan terjadi pada kebutuhan energi listrik sektor rumah tangga, sektor komersial, dan sektor sosial.

Dalam prakiraan kebutuhan tenaga listrik setiap sektor menunjukkan bahwa sektor sosial merupakan pemakai tenaga listrik dengan persentase hal yang besar, hal ini menggambarkan bahwa daerah-daerah yang berada di Sub Sistem Distribusi Riau merupakan daerah dalam pengembangan dan pertumbuhan yang sangat pesat. (Nurhalim dan Firdaus, 2010)

Namun pada kenyataannya sampai saat ini beberapa daerah di provinsi Riau mengalami masalah energi listrik yang tidak optimal. Kebutuhan listrik di Riau sebesar 592 MW sedangkan energi listrik digunakan hanya sebesar 300 MW.

(8)

Dengan pertumbuhan kebutuhan energi listrik yang semakin zaman akan meningkat, manusia tentunya tidak dapat lagi sepenuhnya mengandalkan sumber energi dan batu bara sebagai energi pembangkit Listrik. Energi dari batu bara dan fosil tentunya akan langsung habis tidak dapat terbarukan. Bagaimana dengan keberlangsungan kehidupan manusia dengan pembangunan berkelanjutan jika

tidak menemukan energi yang terbarukan dan ramah lingkungan.

Belum optimalnya penggunaan listrik di Provinsi Riau berkaitan dengan perwujudan program Nawacita dari Pemerintah Jokowi JK di poin ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Dengan adanya kendala yang dihadapi oleh masyarakat yang ada didaerah-daerah, terutama masalah listrik maka pengoptimalan potensi daerah untuk mewujudkan Nawacita akan dapat dianalisis apa saja hal yang dilakukan pihak-pihak terkait untuk bekerja sama mewujudkan program ini.

Jika energi listrik dapat dikelola sendiri akan mengurangi import bahan energi dari luar maka poin ketujuh Nawacita akan terwujud yaitu kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor startegis ekonomi domestik.

Upaya mewujudkan Nawacita tentunya tidak terlepas dari upaya untuk menyongsong SDGs (Sustainable Developmental Goals) atau tujuan pembangunan berkelanjutan yang terdapat pada poin ke tujuh yaitu tentang energi terjangkau dan terbarukan dengan cara meningkatkan produksi energi primer, memingkatkan cadangan penyangga dan operasional energi, peningkatan peranan energi baru terbarukan dalam Bauran energi, menigkatkan aksebilitas energi, meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi dan listrik. “ Affordable and

(9)

berkelanjutan dan modern untuk semua. Akses gratis dan dapat diandalkan untuk listrik dan cahaya untuk membaca, belajar dan bekerja.

Optimalisasi potensi daerah merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyongsong kedua program besar ini. Optimalisasi dapat berupa intensifikasi dalam jangka pendek dapat berkaitan dengan obyek atau sumber pendapatan daerah dengan pemanfaatan teknologi dan informasi. Adapun

efektivitas dan efisiensi sumber atau obyek pendapatan daerah.

Adapun potensi daerah yang dapat dioptimalkan di Provinsi Riau adalah Limbah Industri Kelapa Sawit. Data dari Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI (2015). Perkebunan kelapa sawit terbesar berada di Provinsi Riau seluas 2.4 juta ha atau sekitar 25 persen dari total perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Dengan luas areal perkebunan mencapa 2.4 juta hektar maka provinsi berkesempatan memperluas area kelapa sawit. Namun dibalik potensi besar riau sebagai penghasil kelapa sawit di Indonesia. Industri kelapa sawit menghasilkan residu yang dianggap sebagai limbah yang berpotensi menjadi bahan pencemaran lingkungan.

Berdasakan studi literatur yang ada, bahwa limbah kelapa sawit dapat berupa limbah kering yang terdiri atas: tandan kosong kelapa sawit (TKKS), Cangkang (shell) dan Serabut (fiber) secara keseluruhan dapat dijadikan sesuatu yang lebih bermanfaat yaitu dijadikan energi terbarukan contohnya bioetanol, biodiesel dan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga Biomassa (PLTB).

Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki ketersediaan limbah cair dan limbah padat sawit berlimpah yang bisa dimanfaatkan dapat memproduksi 205 MegaWatt (MW) energi listrik. Dari pemanfaatan limbah cair

(10)

Saat ini terdapat 227 pabrik kelapa sawit yang berada di provinsi riau. Artinya bila pabrik-pabrik kelapa sawit ini mampu memanfaatkan limbah sawit maka sumber energi listrik terbarukan akan terwujud.

Sejauh pencarian data memang sudah ada rancangan beberapa daerah di Riau yang akan mengolah limbah sawit menjadi energi listrik namun itu tidak di semua penjuru daerah. Masih banyak daerah di Riau penghasil limbah sawit

namun belum mampu untuk mengelola limbah sawitnya.

ii. Rumusan Masalah

a. Bagaimanakah analisa SWOT peran pemanfaatan limbah produksi sawit sebagai energi listrik terbarukan di Riau ?

iii. Tujuan Penulisan

a. Untuk mendapatkan gambaran hasil analisa SWOT sebagai solusi dari masalah peran pemanfaatan limbah produksi sawit sebagai energi listrik terbarukan di Riau

iv. Manfaat Penulisan

(11)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA i. Uraian mengenai Penelitian terdahulu

Menurut Mufrizon & Subekti (2013) menemukan bahwa limbah hasil pengolahan kelapa sawit di Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Propinsi Riau dalam bentuk biogas dan biomasa, dapat menghasilkan tenaga listrik sebesar 1214,2

MW, terdiri dari biomasa (Sabut dan Cangkang) sebesar 1099,3 MW dan dari biogas (limbah cair) sebesar 114,9 MW. Dari total potensi tersebut, yang dimanfaatkan oleh PKS hanya sebesar 193,5 MW (17,6%) dari biomasa dan 2,9 MW (2,5%) dari biogas.

Selain itu penelitian dari Khazali, dkk (2014) menemukan bahwa limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) memiliki potensi untuk menghasilkan energi listrik dengan meggunakan reaktor biofuel cell spiral secara kontinu dengan tegangan maksimum sebesar 0,925 V dengan kuat arus sebesar 18,5 mA pada HRT : 5 jam. Densitas daya kontinu maksimum yang dihasilkan oleh rektor adalah sebesar 4,75 W/m3dengan persen penurunan COD limbah maksimum sebesar 47%. Adanya laju air dan konsetrasi umpan yang seuai dengan kebutuhan subtrat oleh bakteri sangat berpengaruh terhadap energi listrik yang dihasilkan oleh reaktor biofuel cell spiral.

ii. Landasan Teori 1. Energi Terbarukan

(12)

Dewasa ini dan beberapa tahun kedepan, manusia masih akan tergantung pada sumber energi fosil karena sumber energi fosil inilah yang mampu memenuhi kebutuhan energi manusia dalam skala besar sedangkan sumber energi alternatif atau terbarukan belum dapat memenuhi kebutuhan energi manusia dalam skala besar karena fluktuasi potensi dan tingkat keekonomian yang belum bisa bersaing dengan energi konvensional.

2. Macam-macam Limbah Produksi Sawit

Salah satu potensi perkebunan yang cukup besar didapatkan dari pabrik kelapa sawit (PKS), yang mengolah Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO). Dalam proses pengelolahannya, PKS menghasilkan limbah biomassa dengan jumlah yang cukup besar dalam bentuk limbah organik berupa tandan kosong kelapa sawit (Tanksos), cangkang dan sabut, serta limbah cair (Palm oil mill efflunt / POME) (Alkusma dkk, 2016).

Palm Oil Mill Effluent (POME) Teknologi yang telah banyak digunakan untuk mengambil biogas dari POME adalah Covered Lagoon. Teknologi ini dilakukan dengan menutup kolam limbah konvensional dengan bahan reinforced polypropylene sehingga berfungsi sebagai anaerobic

digester. Biogas akan tertangkap dan terkumpul di dalam cover. (Alkusma dkk, 2016).

3. Limbah Padat menjadi Energi Listrik

Limbah padat PKS dikelompokkan menjadi dua, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan dan yang berasal dari basis pengolahan limbah cair. Limbah padat yang berasal dari proses pengolahan berupa tandan buah

kosong (TBK) yang terbuang dari penebah setelah tandan rebus dipisahkan dari buahnya, cangkang atau tempurung dan serabut atau serat. Sedangkan

(13)

yang terbawa oleh hasil pengolahan air limbah (Rohmadi dalam Tarkono 2007)

Disuatu pabrik kelapa sawit (PKS) Kebutuhan listrik adalah sekitar 14 -16 kWh/ton TBS. Untuk keperluan penerangan dan lain-lain waktu pabrik tidak atau belum mulai mengolah dapat dipasang diesel sebagai pembangkit cadangan. Pembangkitan energi merupakan salah satu manfaat yang dapat

diperoleh dari pengolahan limbah PKS. Pemanfaatan dalam bentuk energi berpotensi besar mengingat limbah tersebut masih memiliki nilai kalor yang cukup tinggi.

Pada dasarnya semua limbah padat PKS dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam PKS, yaitu sebagai bahan bakar ketel uap untuk memasok kebutuhan uap panas dan pembangkitan listrik.

Limbah serabut dan cangkang dapat dipakai langsung begitu keluar dari proses produksi sebagai bahan bakar. Tergantung pada rancangannya, ketel uap dapat dioperasikan dengan memanfaatkan 100% cangkang, 100% serabut atau kombinasi antara keduanya. Proses konversi energi untuk menghasilkan uap yang diperlukan dalam pembangkitan listrik maupun keperluan proses diperoleh dari pembakaran langsung. Pembakaran merupakan proses oksidasi bahan bakar yang berlangsung secara cepat untuk menghasilkan energi dalam bentuk kalor.

(14)

Dengan mengasumsi bahwa efisiensi pembangkitan sekitar 25%, akan diperoleh energi listrik sebesar 7,2 – 8, 4 GW (e) h untuk cangkang dan 9,2 – 15,9 GW (e) h untuk serabut. Karena kebutuhan listrik untuk produksi adalah sebesar 1,4 – 1,6 GW(e)h, PKS mampu mandiri dalam hal pasok energi untuk kebutuhan operasionalnya. TBK pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Energi yang dihasilkan dapat dikonversikan menjadi listrik dengan jumlah

yang cukup signifikan.

Proses ini memerlukan ruangan yang cukup besar. Itu sebabnya jika TBK hendak dimanfaatkan dalam jumlah banyak untuk pembangkitan listrik, TBK segar dapat dilewatkan lebih dahulu dalam perajang (muncher) untuk kemudian diperas dalam kempa. Sebagai imbalan akan dapat diperoleh kembali minyak dan inti sawit yang tadinya akan hilang sebagai buah yang tertinggal.

Dalam kondisi TBK tidak dipakai untuk keperluan energi karena kadar airnya yang tinggi, limbah padat yang lain (serabut ditambah dengan cangkang) akan menjadi alternatifnya.

(15)

4. Limbah Cair menjadi Energi Listrik

Proses ekstrasi minyak, pencucian, dan pembersihan di pabrik menghasilkan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME). Pabrik kelapa sawit menghasilkan 0,7-1m3 POME untuk setiap ton tandan buah segar yang diolah. POME yang baru dihasilkan umumnya panas (suhu 60-80 C), bersifat asam (pH 3,3 – 4-6 ), kentalm berwarba kecoklatan dengan

kandingan padatan, minyak dan lemak, chemical oxygen demand (COD), dan biological oxygen demand (BOD) yang tinggi.

(16)

5. Nawacita dan SDGs

Nawacita adalah istilah umum yang diserap dari bahasa Sanskerta. Nawa (sembilan) dan cita (harapan, agenda, keinginan). Dalam konteks perpolitikan Indonesia. Instilah ini merujuk kepada visi-misi dipaparkan ada sembilan agenda pokok untuk melanjutkan semangat perjuangan yaitu

berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor starategis ekonomi domestik.

6. Analisa SWOT

(17)

BAB III

METODE PENULISAN i. Pengumpulan Data dan Informasi

Pengumpulan data dan informasi yang dilakukan melalui penelusuran pustaka, mencari sumber-sumber yang sesuai dan pencarian data-data melalui internet.

Adapun data dan informasi yang diperoleh dari jurnal, media elektronik, artikel, berita, dan beberapa kajian pustaka yang sejalan dengan tema penulisan. Berikut adalah cara pengumpulan data dan informasi yang penulisan lakukan :

1. Penulis mengumpulkan data-data yang diperoleh dari studi pustaka sebagai bahan pertimbangan dan tambahan wawasan mengenai lingkup penulisan dan konsep-konsepnya kemudian penulisan melakukan analisis data.

2. Data-data yang diperoleh dari referensi digunakan sebagai acuan yang dikembangkan untuk mencari kesatuan materi sehingga terbentuk suatu solusi atau kesimpulan yang melalui proses analisi data dan sintesis data.

ii. Pengolahan Data dan Informasi

Pengolahan data dan informasi menggunakan metode analisis deskriptif berdasarkan data sekunder yang didapatkan dari pengumpulan data.

iii. Analisis dan Sintesis

Menganalisa pengeloaan energi sumber energi listrik dari limbah

(18)

BAB IV

PEMBAHASAN

Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats) adalah identifikasi berbagai faktor secarta sistematis untuk merumuskan suatu strategi.

Kekuatan (Streght) Bobot Rating Bobot x Rating

1. Bahan baku terbarukan

2. Besarnya jumlah ketersediaan bahan baku

3. Menghemat penggunaan energi fosil 4. Menguntungkan secara finansial

Kelemahan (Weakness) Bobot Rating Bobot x Rating 1. Biaya investasi yang cukup tinggi

2. Sebagian limbah dijadikan pupuk 3. Payback period cukup lama

4. minimnya SDM berkeahlian dalam pengembangan

5. teknologi pengembangan belum dimiliki pabrik

Peluang (Opportunity) Bobot Rating Bobot x Rating

1. Energi fosil semakin menipis

2. Kebutuhan listrik keseluruhan belum terpenuhi

3. Kompetitor yang sangat sedikit

4. Pewujudan teknologi ramah lingkungan 5. Target pemerintah untuk pengembangan

(19)

100 1-4 355

Ancaman (Threatment) Bobot Rating Bobot x Rating 1. Pembangunan PLTU dan PLTA

2. Kebijakan pemerintah kurang konsisten 3. Rendahnya minat investor

4. Subsidi terhadap BBM

30 30 20 20

1 2 2 2

30 60 40 40

100 1-2 170

(20)
(21)

BAB V PENUTUP i. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari penulisan karya tulis ilmiah tentang analisis peran pemanfaatan limbah produksi sawit sebagai energi listrik terbarukan adalah limbah sawit merupakan sumber energi terbarukan yang berpotensi

untuk dijadikan bahan baku pembangkit listrik.

ii. Saran

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Dalman. 2014. Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Hambali,E, Mujdalipah, S & Tambunan,AH. 2008. Teknologi Bioenergi. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka

Kamal, Netty. tt.Karakterisasi dan Potensi Pengelolaan Limbah Sawit. ITENAS

Khazali, dkk. 2014. Potensi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi Listrik Menggunakan Reaktor Biofuel Cell Spiral. Universitas Syiah Kuala

Marsudi, Djiteng. 2005. Pembangkitan Energi Listrik. Jakarta: Penerbit Erlangga

Mufrizon dan Subekti. 2013. Kebijakan Energi Baru-Terbarukan serta Peluang Pemanfaatan Biogas dan Biomassa Limbah Pengolahan Kelapa Sawit

untuk Pembangkit Listrik Di Propinsi Riau. Jurnal Aptek Vol. 5 No.1

Nurhalim dan Firdaus. 2010. Prakiraan Kebutuhan Energi Listrik PT. PLN (Persero) Sub Sistem Distribusi Riau. Seminar Nasional Fakultas Teknik UR

Rahayu, Karsiwulan, dkk. 2015. Konversi POME menjadi Biogas.Winrock International

Rangkuti, Freddy.2008. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Suharto, Ign. 2011. Limbah Kimia dalam Pencemaran Udara dan Air. Yogyakarta: Penerbit ANDI

Suistenable Development Goals for People and Planet.2013. Macmillan Publishers Limited. All rights reserved

(23)

http://nasional.kompas.com/read/2014/05/21/0754454/.Nawa.Cita.9.Agenda.Prioritas.

Jokowi-JK

https://www.academia.edu/33300992/TUJUAN_PEMBANGUNAN_BERKELANJU

(24)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Ketua Tim

Nama Lengkap : Ulfa Hafizhatunnisa

Tempat Tanggal Lahir : Daik Lingga, 24 Januari 1996

Alamat : Jl Rimbo Panjang Perum Paradise

SMP : MTs „Aqidatunnajin Daik

SMA : MA YPKL LINGGA

Perguruan Tinggi : Fakultas Psikologi UIN SUSKA RIAU

Riwayat Organisasi

Jabatan Anggota HMJ PPP FAKULTAS PSIKOLOGI

Jabatan CO Divisi Keputrian UKMF ROHIS PDC INSIGHT

Jabatan Pementor KOGNISI FAKULTAS PSIKOLOGI

Jabatan Pementor Mentoring Tahsin Fakultas Psikologi

Karya Tulis yang Pernah Dibuat (Fullpaper)

2017 Kertas dan Prioritas

2017 Kids Zaman Now dan Spaghetti ala

Melayu

2017 Dilema 2030, Yakin Masih “Sehat”?

Penghargaan yang Pernah Diraih

2017 5 Peserta terbaik workshop menulis

Qureta

(25)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Anggota 1

Nama Lengkap : Rido Yanto

Tempat Tanggal Lahir Miring, 25 Mei 1995

Alamat Jl. Garuda Sakti KM 2 Perumahan Villa

Sentosa no. 68

Riwayat Pendidikan

TK -

SD SDN 017 Tanjung Beringin

SMP SMPN 1 Kampar Kiri Hulu

SMA SMAN 1 Kampar Kiri

Perguruan Tinggi Riwayat Organisasi

Jabatan Anggota Nama Organisasi HMJ Manajemen

Jabatan Anggota Nama Organisasi HIPPEMARKI

Jabatan Anggota Nama Organisasi Uin Suska Mengajar Dst

Karya Tulis yang Pernah Dibuat (Fullpaper) -

(26)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Anggota 2

Nama Lengkap : Rini Suryani

Tempat Tanggal Lahir : Palembang 12 Oktober 1996

Alamat : Jl. Rimbo Panjang Perumahan Paradis

Blok U No. 4

Email/No. Hp : [email protected] /

082281285086

Anggota Riset : Forum Riset Ilmiah UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Anggota Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Perempuan

: BEM Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Anggota : HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan)

PKA (Psikologi Klinis & Agama)

Anggota : PDC (Psikologi Dakwah Center)

Anggota : DPS (De Plaats Stamppots)

Sekretaris : Kongres Mahasiswa Psikologi UIN

Sultan Syarif Kasim Riau Dst

Karya Tulis yang Pernah Dibuat (Fullpaper)

2017 : Peran Orang Tua dalam Menghentikan

Bullying Pada Penyandang Autisme

(27)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengembangan nilai kerjasama dan kelincahan siswa melalui pembelajaran permainan tradisional galah asin.. Metode penelitian

Modul 11 ini berisi materi tentang sifat-sifat bilangan berpangkat, operasi hitung bilangan berpangkat, bentuk akar dan sifat-sifat bentuk akar yang dikaitkan dengan masalah

Selain itu, Pulau Tikus juga sangat cocok dikunjungi oleh para wisatawan yang suka memancing, karena di sekitar pulau terdapat batu- batu karang yang dihuni berbagai

able to have intercourse , and it’s really hard to heal. And after he get back secondly from Mecca, Haji rasul married to Safiyah, who also got magical experiment, so that grow a

Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan, maka ditemukan beberapa masalah dalam penelitian ini bagaimana menerapkan simulasi Monte Carlo pada prediksi peserta

Diperbaiki dengan adanya tingkat keamanan usaha dengan faktor – faktor yang mempengaruhinya yaitu banyaknya anggota, pengetahuan anggota tentang prinsip koperasi, dan lamanya manajer

Suatu kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan. Model dapat dipahami juga sebagai: 1) suatu tipe atau desain, 2) suatu deskripsi

hidupnya secara optimal, hal ini dapat dilakukan oleh seorang guru dalam melestarikan bahasa daerah pada anak.. Bahasa merupakan aspek yang penting untuk perkembangan