ANALISIS PERAN PEMANFAATAN LIMBAH PRODUKSI SAWIT SEBAGAI ENERGI LISTRIK TERBARUKAN DI RIAU
Disusunoleh: Ulfa Hafizhatunnisa 11361204773
Rido Yanto 11471102404
Rini Suryani 11461201497
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU
Kata Pengantar
Dengan segala kesyukuran kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penyusunan karya tulis ilmiah yang berjudul “ Analisis Peran Pemanfaatan Limbah Produksi Sawit sebagai Energi Listrik Terbarukan di Riau” dapat selesai tepat pada waktunya.
Penyusunan karya tulis ilmiah ditulis dalam rangka mengikuti lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh Universitas Mataram. Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini penulis banyak mendapat bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada Ibu Irien Violinda Anggriani, S.E, M.Si atas kesediannya menjadi dosen pendamping penulisan karya ilmiah ini.
Penulis menyadari dalam penyusunan karya tulis ilmia ini masih belum sempurna, maka saran dan kritik yang konstruktif sangat penulis harapkan demi perbaikann karya tulis ilmiah selanjutnya. Akhirnya penulisnya berharap semoga karya tulis ilmiah ini bermanfaat.
Pekanbaru, 29 November 2017
Daftar Isi
Lembar Pengesahan... i
Lembar Pernyataan Orisinalitas ... ii
Kata Pengantar ... iii
d. Manfaat Penulisan ... 4
BAB II ... 5
i. Uraian mengenai pendapat terdahulu... 5
ii. Landasan Teori a. Energi terbarukan ... 5
b. Macam-macam limbah produksi sawit... 6
c. Pengolahan Limbah padat sawit menjadi energi listrik... 6
d. Pengolahan Limbah cair sawit menjadi energi listrik... 7
e. Nawacita dan SDGs... 8
f. SWOT ... BAB III ... 11
a. Pengumpulan data dan informasi ... 11
b. Pengolahan data dan informasi ... 11
ABSTRAK
Peningkatan kebutuhan penggunaan listrik semakin meningkat 1% pertahun di sektor industri sedangkan untuk sektor rumah tangga, komersial dan sosial sebesar 5%. Dengan adanya peningkatan ini manusia tidak bisa hanya mengandalkan energi batubara dan fosil untuk menghasilkan energi. Karena energi tersebut tidak bisa terbarukan dan langsung habis. Untuk mendukung program SDGs dan program Nawacita berbagai pihak terkait diharapkan mampu menemukan energi yang terbarukan. Program SDGs di poin 7 yaitu Affordable and Clean Energy yang menjamin akses ke energi yang terjangkau, handal, berkelanjutan dan modern untuk semua. Salah satu potensi daerah Riau terbesar adalah kelapa sawit. Industri kelapa sawit menghasilkan limbah padat dan cair yang dapat digunakan sebagai biomassa pembangkit listrik yang terbarukan. Jika berbagai pihak mampu mengelola limbah sawit maka itu adalah salah satu bentuk perwujudan program Nawacita di poin ketiga dan ketujuh tentang penguatan daerah pinggiran dan kemandirian sektor ekonomi. Dengan mengoptimalkan potensi daerah tersebut dapat mendukung kedua program besar (SDGs dan Nawacita). Namun kenyataannya belum semua daerah di Riau dapat mengelola limbah sawitnya menjadi energi listrik terbarukan. Dengan melakukan analisis SWOT (Streght, Weakness, Opportunity dan Threatment) maka akan didapatkan gambaran solusi dan pemecahan masalah pengoptimalan limbah sawit menjadi energi listrik terbarukan di Riau.
BAB I PENDAHULUAN i. Latar Belakang
Energi Listrik merupakan kebutuhan primer unutk keberlangsungan aktivitas rumah tangga maupun usaha. Bagi aktivitas rumah tangga listrik mutlak dimanfaatkan setiap hari di kehidupan manusia. Semakin memasuki zaman yang
modern dan serba cepat penggunaan listrik akan semakin meningkat. Pertumbuhan rata-rata kebutuhan energi listrik sektor industri sekitar 1% pertahun sedangkan pertumbuhan rata-rata kebutuhan energi listrik sektor rumah tangga, sektor komersial, dan sektor sosial adalah sekitar 5 % pertahun. (Nurhalim dan Firdaus, 2010).
Berdasarkan data tahun 2010 tersebut prakiraan penggunaan listrik di era Pembangunan Berkelanjutan hingga 30 tahun selanjutnya yaitu tahun 2030, maka kebutuhan energi listrik akan meningkat 30% di sektor industri dan peningkatan sebersar 60% juga akan terjadi pada kebutuhan energi listrik sektor rumah tangga, sektor komersial, dan sektor sosial.
Dalam prakiraan kebutuhan tenaga listrik setiap sektor menunjukkan bahwa sektor sosial merupakan pemakai tenaga listrik dengan persentase hal yang besar, hal ini menggambarkan bahwa daerah-daerah yang berada di Sub Sistem Distribusi Riau merupakan daerah dalam pengembangan dan pertumbuhan yang sangat pesat. (Nurhalim dan Firdaus, 2010)
Namun pada kenyataannya sampai saat ini beberapa daerah di provinsi Riau mengalami masalah energi listrik yang tidak optimal. Kebutuhan listrik di Riau sebesar 592 MW sedangkan energi listrik digunakan hanya sebesar 300 MW.
Dengan pertumbuhan kebutuhan energi listrik yang semakin zaman akan meningkat, manusia tentunya tidak dapat lagi sepenuhnya mengandalkan sumber energi dan batu bara sebagai energi pembangkit Listrik. Energi dari batu bara dan fosil tentunya akan langsung habis tidak dapat terbarukan. Bagaimana dengan keberlangsungan kehidupan manusia dengan pembangunan berkelanjutan jika
tidak menemukan energi yang terbarukan dan ramah lingkungan.
Belum optimalnya penggunaan listrik di Provinsi Riau berkaitan dengan perwujudan program Nawacita dari Pemerintah Jokowi JK di poin ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Dengan adanya kendala yang dihadapi oleh masyarakat yang ada didaerah-daerah, terutama masalah listrik maka pengoptimalan potensi daerah untuk mewujudkan Nawacita akan dapat dianalisis apa saja hal yang dilakukan pihak-pihak terkait untuk bekerja sama mewujudkan program ini.
Jika energi listrik dapat dikelola sendiri akan mengurangi import bahan energi dari luar maka poin ketujuh Nawacita akan terwujud yaitu kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor startegis ekonomi domestik.
Upaya mewujudkan Nawacita tentunya tidak terlepas dari upaya untuk menyongsong SDGs (Sustainable Developmental Goals) atau tujuan pembangunan berkelanjutan yang terdapat pada poin ke tujuh yaitu tentang energi terjangkau dan terbarukan dengan cara meningkatkan produksi energi primer, memingkatkan cadangan penyangga dan operasional energi, peningkatan peranan energi baru terbarukan dalam Bauran energi, menigkatkan aksebilitas energi, meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi dan listrik. “ Affordable and
berkelanjutan dan modern untuk semua. Akses gratis dan dapat diandalkan untuk listrik dan cahaya untuk membaca, belajar dan bekerja.
Optimalisasi potensi daerah merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyongsong kedua program besar ini. Optimalisasi dapat berupa intensifikasi dalam jangka pendek dapat berkaitan dengan obyek atau sumber pendapatan daerah dengan pemanfaatan teknologi dan informasi. Adapun
efektivitas dan efisiensi sumber atau obyek pendapatan daerah.
Adapun potensi daerah yang dapat dioptimalkan di Provinsi Riau adalah Limbah Industri Kelapa Sawit. Data dari Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI (2015). Perkebunan kelapa sawit terbesar berada di Provinsi Riau seluas 2.4 juta ha atau sekitar 25 persen dari total perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Dengan luas areal perkebunan mencapa 2.4 juta hektar maka provinsi berkesempatan memperluas area kelapa sawit. Namun dibalik potensi besar riau sebagai penghasil kelapa sawit di Indonesia. Industri kelapa sawit menghasilkan residu yang dianggap sebagai limbah yang berpotensi menjadi bahan pencemaran lingkungan.
Berdasakan studi literatur yang ada, bahwa limbah kelapa sawit dapat berupa limbah kering yang terdiri atas: tandan kosong kelapa sawit (TKKS), Cangkang (shell) dan Serabut (fiber) secara keseluruhan dapat dijadikan sesuatu yang lebih bermanfaat yaitu dijadikan energi terbarukan contohnya bioetanol, biodiesel dan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga Biomassa (PLTB).
Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki ketersediaan limbah cair dan limbah padat sawit berlimpah yang bisa dimanfaatkan dapat memproduksi 205 MegaWatt (MW) energi listrik. Dari pemanfaatan limbah cair
Saat ini terdapat 227 pabrik kelapa sawit yang berada di provinsi riau. Artinya bila pabrik-pabrik kelapa sawit ini mampu memanfaatkan limbah sawit maka sumber energi listrik terbarukan akan terwujud.
Sejauh pencarian data memang sudah ada rancangan beberapa daerah di Riau yang akan mengolah limbah sawit menjadi energi listrik namun itu tidak di semua penjuru daerah. Masih banyak daerah di Riau penghasil limbah sawit
namun belum mampu untuk mengelola limbah sawitnya.
ii. Rumusan Masalah
a. Bagaimanakah analisa SWOT peran pemanfaatan limbah produksi sawit sebagai energi listrik terbarukan di Riau ?
iii. Tujuan Penulisan
a. Untuk mendapatkan gambaran hasil analisa SWOT sebagai solusi dari masalah peran pemanfaatan limbah produksi sawit sebagai energi listrik terbarukan di Riau
iv. Manfaat Penulisan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA i. Uraian mengenai Penelitian terdahulu
Menurut Mufrizon & Subekti (2013) menemukan bahwa limbah hasil pengolahan kelapa sawit di Pabrik Kelapa Sawit yang ada di Propinsi Riau dalam bentuk biogas dan biomasa, dapat menghasilkan tenaga listrik sebesar 1214,2
MW, terdiri dari biomasa (Sabut dan Cangkang) sebesar 1099,3 MW dan dari biogas (limbah cair) sebesar 114,9 MW. Dari total potensi tersebut, yang dimanfaatkan oleh PKS hanya sebesar 193,5 MW (17,6%) dari biomasa dan 2,9 MW (2,5%) dari biogas.
Selain itu penelitian dari Khazali, dkk (2014) menemukan bahwa limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) memiliki potensi untuk menghasilkan energi listrik dengan meggunakan reaktor biofuel cell spiral secara kontinu dengan tegangan maksimum sebesar 0,925 V dengan kuat arus sebesar 18,5 mA pada HRT : 5 jam. Densitas daya kontinu maksimum yang dihasilkan oleh rektor adalah sebesar 4,75 W/m3dengan persen penurunan COD limbah maksimum sebesar 47%. Adanya laju air dan konsetrasi umpan yang seuai dengan kebutuhan subtrat oleh bakteri sangat berpengaruh terhadap energi listrik yang dihasilkan oleh reaktor biofuel cell spiral.
ii. Landasan Teori 1. Energi Terbarukan
Dewasa ini dan beberapa tahun kedepan, manusia masih akan tergantung pada sumber energi fosil karena sumber energi fosil inilah yang mampu memenuhi kebutuhan energi manusia dalam skala besar sedangkan sumber energi alternatif atau terbarukan belum dapat memenuhi kebutuhan energi manusia dalam skala besar karena fluktuasi potensi dan tingkat keekonomian yang belum bisa bersaing dengan energi konvensional.
2. Macam-macam Limbah Produksi Sawit
Salah satu potensi perkebunan yang cukup besar didapatkan dari pabrik kelapa sawit (PKS), yang mengolah Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO). Dalam proses pengelolahannya, PKS menghasilkan limbah biomassa dengan jumlah yang cukup besar dalam bentuk limbah organik berupa tandan kosong kelapa sawit (Tanksos), cangkang dan sabut, serta limbah cair (Palm oil mill efflunt / POME) (Alkusma dkk, 2016).
Palm Oil Mill Effluent (POME) Teknologi yang telah banyak digunakan untuk mengambil biogas dari POME adalah Covered Lagoon. Teknologi ini dilakukan dengan menutup kolam limbah konvensional dengan bahan reinforced polypropylene sehingga berfungsi sebagai anaerobic
digester. Biogas akan tertangkap dan terkumpul di dalam cover. (Alkusma dkk, 2016).
3. Limbah Padat menjadi Energi Listrik
Limbah padat PKS dikelompokkan menjadi dua, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan dan yang berasal dari basis pengolahan limbah cair. Limbah padat yang berasal dari proses pengolahan berupa tandan buah
kosong (TBK) yang terbuang dari penebah setelah tandan rebus dipisahkan dari buahnya, cangkang atau tempurung dan serabut atau serat. Sedangkan
yang terbawa oleh hasil pengolahan air limbah (Rohmadi dalam Tarkono 2007)
Disuatu pabrik kelapa sawit (PKS) Kebutuhan listrik adalah sekitar 14 -16 kWh/ton TBS. Untuk keperluan penerangan dan lain-lain waktu pabrik tidak atau belum mulai mengolah dapat dipasang diesel sebagai pembangkit cadangan. Pembangkitan energi merupakan salah satu manfaat yang dapat
diperoleh dari pengolahan limbah PKS. Pemanfaatan dalam bentuk energi berpotensi besar mengingat limbah tersebut masih memiliki nilai kalor yang cukup tinggi.
Pada dasarnya semua limbah padat PKS dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam PKS, yaitu sebagai bahan bakar ketel uap untuk memasok kebutuhan uap panas dan pembangkitan listrik.
Limbah serabut dan cangkang dapat dipakai langsung begitu keluar dari proses produksi sebagai bahan bakar. Tergantung pada rancangannya, ketel uap dapat dioperasikan dengan memanfaatkan 100% cangkang, 100% serabut atau kombinasi antara keduanya. Proses konversi energi untuk menghasilkan uap yang diperlukan dalam pembangkitan listrik maupun keperluan proses diperoleh dari pembakaran langsung. Pembakaran merupakan proses oksidasi bahan bakar yang berlangsung secara cepat untuk menghasilkan energi dalam bentuk kalor.
Dengan mengasumsi bahwa efisiensi pembangkitan sekitar 25%, akan diperoleh energi listrik sebesar 7,2 – 8, 4 GW (e) h untuk cangkang dan 9,2 – 15,9 GW (e) h untuk serabut. Karena kebutuhan listrik untuk produksi adalah sebesar 1,4 – 1,6 GW(e)h, PKS mampu mandiri dalam hal pasok energi untuk kebutuhan operasionalnya. TBK pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Energi yang dihasilkan dapat dikonversikan menjadi listrik dengan jumlah
yang cukup signifikan.
Proses ini memerlukan ruangan yang cukup besar. Itu sebabnya jika TBK hendak dimanfaatkan dalam jumlah banyak untuk pembangkitan listrik, TBK segar dapat dilewatkan lebih dahulu dalam perajang (muncher) untuk kemudian diperas dalam kempa. Sebagai imbalan akan dapat diperoleh kembali minyak dan inti sawit yang tadinya akan hilang sebagai buah yang tertinggal.
Dalam kondisi TBK tidak dipakai untuk keperluan energi karena kadar airnya yang tinggi, limbah padat yang lain (serabut ditambah dengan cangkang) akan menjadi alternatifnya.
4. Limbah Cair menjadi Energi Listrik
Proses ekstrasi minyak, pencucian, dan pembersihan di pabrik menghasilkan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME). Pabrik kelapa sawit menghasilkan 0,7-1m3 POME untuk setiap ton tandan buah segar yang diolah. POME yang baru dihasilkan umumnya panas (suhu 60-80 C), bersifat asam (pH 3,3 – 4-6 ), kentalm berwarba kecoklatan dengan
kandingan padatan, minyak dan lemak, chemical oxygen demand (COD), dan biological oxygen demand (BOD) yang tinggi.
5. Nawacita dan SDGs
Nawacita adalah istilah umum yang diserap dari bahasa Sanskerta. Nawa (sembilan) dan cita (harapan, agenda, keinginan). Dalam konteks perpolitikan Indonesia. Instilah ini merujuk kepada visi-misi dipaparkan ada sembilan agenda pokok untuk melanjutkan semangat perjuangan yaitu
berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor starategis ekonomi domestik.
6. Analisa SWOT
BAB III
METODE PENULISAN i. Pengumpulan Data dan Informasi
Pengumpulan data dan informasi yang dilakukan melalui penelusuran pustaka, mencari sumber-sumber yang sesuai dan pencarian data-data melalui internet.
Adapun data dan informasi yang diperoleh dari jurnal, media elektronik, artikel, berita, dan beberapa kajian pustaka yang sejalan dengan tema penulisan. Berikut adalah cara pengumpulan data dan informasi yang penulisan lakukan :
1. Penulis mengumpulkan data-data yang diperoleh dari studi pustaka sebagai bahan pertimbangan dan tambahan wawasan mengenai lingkup penulisan dan konsep-konsepnya kemudian penulisan melakukan analisis data.
2. Data-data yang diperoleh dari referensi digunakan sebagai acuan yang dikembangkan untuk mencari kesatuan materi sehingga terbentuk suatu solusi atau kesimpulan yang melalui proses analisi data dan sintesis data.
ii. Pengolahan Data dan Informasi
Pengolahan data dan informasi menggunakan metode analisis deskriptif berdasarkan data sekunder yang didapatkan dari pengumpulan data.
iii. Analisis dan Sintesis
Menganalisa pengeloaan energi sumber energi listrik dari limbah
BAB IV
PEMBAHASAN
Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats) adalah identifikasi berbagai faktor secarta sistematis untuk merumuskan suatu strategi.
Kekuatan (Streght) Bobot Rating Bobot x Rating
1. Bahan baku terbarukan
2. Besarnya jumlah ketersediaan bahan baku
3. Menghemat penggunaan energi fosil 4. Menguntungkan secara finansial
Kelemahan (Weakness) Bobot Rating Bobot x Rating 1. Biaya investasi yang cukup tinggi
2. Sebagian limbah dijadikan pupuk 3. Payback period cukup lama
4. minimnya SDM berkeahlian dalam pengembangan
5. teknologi pengembangan belum dimiliki pabrik
Peluang (Opportunity) Bobot Rating Bobot x Rating
1. Energi fosil semakin menipis
2. Kebutuhan listrik keseluruhan belum terpenuhi
3. Kompetitor yang sangat sedikit
4. Pewujudan teknologi ramah lingkungan 5. Target pemerintah untuk pengembangan
100 1-4 355
Ancaman (Threatment) Bobot Rating Bobot x Rating 1. Pembangunan PLTU dan PLTA
2. Kebijakan pemerintah kurang konsisten 3. Rendahnya minat investor
4. Subsidi terhadap BBM
30 30 20 20
1 2 2 2
30 60 40 40
100 1-2 170
BAB V PENUTUP i. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari penulisan karya tulis ilmiah tentang analisis peran pemanfaatan limbah produksi sawit sebagai energi listrik terbarukan adalah limbah sawit merupakan sumber energi terbarukan yang berpotensi
untuk dijadikan bahan baku pembangkit listrik.
ii. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Dalman. 2014. Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Hambali,E, Mujdalipah, S & Tambunan,AH. 2008. Teknologi Bioenergi. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka
Kamal, Netty. tt.Karakterisasi dan Potensi Pengelolaan Limbah Sawit. ITENAS
Khazali, dkk. 2014. Potensi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi Listrik Menggunakan Reaktor Biofuel Cell Spiral. Universitas Syiah Kuala
Marsudi, Djiteng. 2005. Pembangkitan Energi Listrik. Jakarta: Penerbit Erlangga
Mufrizon dan Subekti. 2013. Kebijakan Energi Baru-Terbarukan serta Peluang Pemanfaatan Biogas dan Biomassa Limbah Pengolahan Kelapa Sawit
untuk Pembangkit Listrik Di Propinsi Riau. Jurnal Aptek Vol. 5 No.1
Nurhalim dan Firdaus. 2010. Prakiraan Kebutuhan Energi Listrik PT. PLN (Persero) Sub Sistem Distribusi Riau. Seminar Nasional Fakultas Teknik UR
Rahayu, Karsiwulan, dkk. 2015. Konversi POME menjadi Biogas.Winrock International
Rangkuti, Freddy.2008. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Suharto, Ign. 2011. Limbah Kimia dalam Pencemaran Udara dan Air. Yogyakarta: Penerbit ANDI
Suistenable Development Goals for People and Planet.2013. Macmillan Publishers Limited. All rights reserved
http://nasional.kompas.com/read/2014/05/21/0754454/.Nawa.Cita.9.Agenda.Prioritas.
Jokowi-JK
https://www.academia.edu/33300992/TUJUAN_PEMBANGUNAN_BERKELANJU
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Ketua Tim
Nama Lengkap : Ulfa Hafizhatunnisa
Tempat Tanggal Lahir : Daik Lingga, 24 Januari 1996
Alamat : Jl Rimbo Panjang Perum Paradise
SMP : MTs „Aqidatunnajin Daik
SMA : MA YPKL LINGGA
Perguruan Tinggi : Fakultas Psikologi UIN SUSKA RIAU
Riwayat Organisasi
Jabatan Anggota HMJ PPP FAKULTAS PSIKOLOGI
Jabatan CO Divisi Keputrian UKMF ROHIS PDC INSIGHT
Jabatan Pementor KOGNISI FAKULTAS PSIKOLOGI
Jabatan Pementor Mentoring Tahsin Fakultas Psikologi
Karya Tulis yang Pernah Dibuat (Fullpaper)
2017 Kertas dan Prioritas
2017 Kids Zaman Now dan Spaghetti ala
Melayu
2017 Dilema 2030, Yakin Masih “Sehat”?
Penghargaan yang Pernah Diraih
2017 5 Peserta terbaik workshop menulis
Qureta
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Anggota 1
Nama Lengkap : Rido Yanto
Tempat Tanggal Lahir Miring, 25 Mei 1995
Alamat Jl. Garuda Sakti KM 2 Perumahan Villa
Sentosa no. 68
Riwayat Pendidikan
TK -
SD SDN 017 Tanjung Beringin
SMP SMPN 1 Kampar Kiri Hulu
SMA SMAN 1 Kampar Kiri
Perguruan Tinggi Riwayat Organisasi
Jabatan Anggota Nama Organisasi HMJ Manajemen
Jabatan Anggota Nama Organisasi HIPPEMARKI
Jabatan Anggota Nama Organisasi Uin Suska Mengajar Dst
Karya Tulis yang Pernah Dibuat (Fullpaper) -
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Anggota 2
Nama Lengkap : Rini Suryani
Tempat Tanggal Lahir : Palembang 12 Oktober 1996
Alamat : Jl. Rimbo Panjang Perumahan Paradis
Blok U No. 4
Email/No. Hp : [email protected] /
082281285086
Anggota Riset : Forum Riset Ilmiah UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Anggota Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Perempuan
: BEM Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Anggota : HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan)
PKA (Psikologi Klinis & Agama)
Anggota : PDC (Psikologi Dakwah Center)
Anggota : DPS (De Plaats Stamppots)
Sekretaris : Kongres Mahasiswa Psikologi UIN
Sultan Syarif Kasim Riau Dst
Karya Tulis yang Pernah Dibuat (Fullpaper)
2017 : Peran Orang Tua dalam Menghentikan
Bullying Pada Penyandang Autisme