• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEJARAH HGU DAN PERJUANGAN MEMPERTAHANKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SEJARAH HGU DAN PERJUANGAN MEMPERTAHANKA"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAH HGU DAN PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN HAK ATAS TANAH Tanah-tanah yang dulunya berasal dari hak barat, selain eigendom dan verponding,

adalah erfpacht, dan opstal. Seperti juga tanah eigendom, setelah berlakunya UUPA tahun 1960 mengalami konversi. Semua jenis hak barat itu dinyatakan berakhir 20 tahun kemudian, tepatnya pada 24 September 1980. Itu berarti, segala macam tanah tersebut otomatis menjadi tanah negara.

Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960 yang sering disebut land reform mengatur aneka ragam hak-hak tanah setelah UU Hindia Belanda Berdasarkan UUPA tahun 1960 hak atas tanah meliputi :

1. Hak Milik

2. Hak Guna Bangunan / HGB 3. Hak Pakai

4. Hak Guna Usaha ( untuk pertanian, perkebunan, dll )

Persoalan-persoalan pertanahan ini pun berujung pada terjadinya konflik

pertanahan di berbagai daerah. Sejak Orde Baru hingga saat ini, menurut Usep, konflik bukannya menyusut jumlahnya, melainkan meningkat, baik jumlah

Referensi

Dokumen terkait

“ Hak Jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok

Pasal 19 undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria (UUPA) menetapkan bahwa untuk menjamin kepastian hukum oleh pemrintah diadakan pendaftaran

Undang-Uundang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok- Pokok Agraria (UUPA) tidak memberikan penjelasan yang jelas mengenai hak ulayat, kecuali

e. Hak atas Tanah adalah hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok- Pokok Agraria dan hak lain

Pengaturan Bukti kepemilikan tanah sebagaimana yang diatur dalam pasal 16 Undang Undang Pokok Agraria No 5 tahun 1960, yaitu berupa sertifikat Hak milik, hak

Hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria

Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), hanya memuat beberapa pasal yang mengatur tentang hak sewa yaitu Pasal

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) secara tegas menetapkan bahwa hanya WNI yang dapat memiliki hak milik atas