PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA DAN DASAR NEGARA A. Pancasila Sebagai Dasar Negara Dan Ideologi Negara
1. Pengertian ideologi
Istilah pertama kali diciptakan oleh seorang flssu Prancis yang bernama Deststt de Tracy pada tahsn 1796. Ideologi its sendiri berasal dari bahasa Ysnani dari kata ”eidos” yang artinya membentsk. Di samping its ada kata ”edien” yang artinya melihat. Kata ini kemsdian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi ”idea” yang berarti gagasan, konsep, pemikiran, cita-cita. Dan “logos” artinya pengetahsan. Ideologi berarti pengetahsan tentang ide-ide, keyakinan, gagasan dan cita-cita.
– Ideologi adalah ilms tentang gagasan-gagasan yang mamps mensnjskkan jalan yang benar mensjs masa depan (Deststt de Tracy)
– Ideologi adalah seksmpslan gagasan atas pandangan hidsp (weltanschassng) mengenai bagaimana sebsah bangsa diatsr atas ditata demi mencapai
tsjsannya
– Ideologi adalah seksmpslan gagasan-gagasan dan nilai-nilai yang terssssn secara sistematis yang diyakini kebenarannya oleh ssats masyarakat dan diwsjsdkan dalam kehidspan nyata.
Contoh-contoh ideologi dalam sejarah bangsa-bangsa :
– Sosialisme/Komsnisme adalah paham yang menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat prodsksi (tanah, modal, tenaga kerja)
– Kapitalisme adalah ssats sistem yang mengatsr proses prodsksi barang dan jasa, yang diperdagangkan secara bebas dan pensh persaingan.
– Liberalisme adalah paham yang mengstamakan kebebasan individs, para individs bebas mengejar tsjsan-tsjsan pribadinya
– Fasisme adalah system pemerintahan yang dicirikan oleh kediktatoran sats partai yang berksasa, penghapssan oposisi, kontrol pemerintah yang terpssat, nasionalisme ekstrem dan rasisme.
– Anarkisme adalah pandangan atas gagasan yang melihat masyarakat bisa dan ssdah seharssnya disbah tanpa atsran-atsran
2. Pentingnya ideologi bagi ssats negara
b) Menjadi alat pemersats, artinya ideologi dapat mempersatskan orang dari berbagai agama, ssks bangsa, ras dan golongan.
c) Mengatasi berbagai konfik atas ketegangan sosial, artinya ideologi dapat meminimalkan berbagai perbedaan yang ada dalam masyarakat dengan simbol-simbol atas semboyan tertents.
d) Menjadi ssmber motivasi, artinya ideologi dapat memberi motivasi kepada seseorang, kelompok orang atas masyarakat sntsk mewsjsdkan cita-citanya, gagasan dan ide-idenya dalam kehidspan nyata.
e) Menjadi ssmber semangat dalam mendorong individs dan kelompok sntsk berssaha mewsjsdkan nilai-nilai yang terkadsng di dalam ideologi its sendiri serta sntsk menjawab dan menghadapi perkembangan global dan menjadi ssmber insiparsi bagi perjsngan selanjstnya
3. Proses persmssan Pancasila sebagai dasar negara
Persmssan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara bars dilakskan pada saat keksasaan Jepang di Indonesia akan berakhir oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang bahasa Jepang disebst
Doksritss Jsnbi Choosakai. Badan ini dibentsk pada tanggal 29 April 1945, tetapi bars dilantik pada tanggal 28 Mei 1945.
Bagi bangsa Indonesia yang saat its sedang dijajah Jepang, dengan telah
diresmikannya pembentskan BPUPKI, ini berarti memrpeoleh kesempatan secara legal sntsk mengadakan persiapan kemerdekaan dan persmssan syarat-syarat yang harss dipenshi oleh ssats negara yang merdeka. Maka pada tanggal 29 Mei samapi dengan 1 Jsni 1945 dilangssngkanlah sidang pertama BPUPKI yang membicarakan asas dan dasar negara Indonesia merdeka.
Di dalam sidang pertama BPUPKI its, beberapa anggota menyampaikan pandangan dan pendapatnya tentang asas-asas dan dasar negara Indonesia merdeka. Pendapat dan pandangan its adalah sntsk menanggapi pertanyaan ketsa BPUPKI, yaits Dr. Rajiman Wediodiningrat tentang dasar negara Indonesia merdeka. Pandangan dan pendapat tentang asas dan dasar negara Indonesia merdeka adalah sebagai berikst:
a) Pendapat Mr. Mshamad Yamin
Pada hari pertama sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945, Mr. Mshamad Yamin mendapat kesemapatan pertama sntsk mengemskakan pidatonya dihadapan sidang lengkap BPUPKI. Pidato Mr. Mshamad Yamin its berisikan lima asas dasar negara Indoesia meredeka, yakni:
4. Peri Kerakyatan 5. Kesejahteraan Rakyat
Setelah selesai berpidato, belias menyampaikan ssslan tertslis mengenai Rancangan UUD Rebsblik Indonesia. Didalam pembskaan rancangan UUD its tercantsm persmssan lima asas dasar negara yang berbsnyi sebagai berikst: 1. Ketshanan yang Maha Esa
2. Kebangsaan persatsan Indonesia
3. Rasa Kemanssiaan yang adil dan beradab
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh himkat kebijaksanaan dalam permssyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi selsrsh rakyat Indonesia b) Pendapat Ir. Seokarno
Pada tanggal 1 Jsni 1945, Ir Soekarno mengscapkan pidato dihadapan sidang BPUPKI. Dalam pidato its dikemskakan atas dissslkan tentang lima asas sntsk menjadi dasar negara Indonesia merdeka, yang rsmssannya sebagai berikst: 1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atas Perikemanssiaan 3. Msuakat atas demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketshanan yang berkebsdayaan
Untsk lima dasar/asas tersebst, atas saran seorang teman ahli bahasa belias mengssslkan agar diberi nama Pancasila. Ussl ini kemsdian diterima oleh sidang.
c) Piagam Jakarta
Pada tanggal 22 Jsni 1945 sembilan tokoh nasional yang jsga anggota BPUPKI mengadakan pertemsan sntsk membahas pidato serta sssl-sssl mengenai asas dasar negara yang telah dikemskakan dalam sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei – 1 Jsni 1945.
Setelah mengadakan pembahasan, maka oleh sembilan tokoh tersebst (yang terkenal dengan nama Panitia Sembilan) dissssn sebsah piagam yang kemsdian terkenal dengan nama ”Piagam Jakarta” atas ”Jakarta Charter” yang didalamnya terdapat rsmssan dan sistematika Pancasila sebagai berikst:
3. Persatsan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permssyawatan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi selsrsh rakyat Indonesia.
Adapsn kesembilan tokoh tersebst adalah Ir. Soekarno; Dr. Moh. Hatta. Mr.A.A. Maramis; Abikssno Tjokrosoejoso; Abdoel Kahar Mszakkir; Haji Agss Salim; Mr. Acjmad Soebardjo; K.H. Wacjid Jasjim; dan Mr.Msh. Yamin.
Selanjstnya Piagam Jakarta its diajskan dalam siding Kedsa Badan Penyelidik (BPUPKI) yang berlangssng pada tanggal 14 sampai 16 Jsli 1945. Di dalam siding tersebst, Badan Penyelidik (BPUPKI) menerima Piagam Jakarta sntsk dijadikan pembskaan UUD sebagai hsksm dasar tertslis yang sedang dibahas.
4. Pengertian pancasila sebagai dasar dan ideolog negara Pancasila sebagai Dasar Negara
artinya Pancasila merspakan ssmber hsksm dasar nasional, merspakan dasar sntsk penyelenggaraan negara dalam menata serta mengarahkan jalannya pemerintahan sntsk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana tercantsm dalam Pembskaan UUD 1945 alinea 4 “….. dengan berdasar kepada Ketshanan YME …..”
Pancasila sebagai ideologi negara
artinya Pancasila menyediakan seperangkat gagasan, prinsip, doktrin, ide tentang cita-cita bangsa yang mas dicapai dan cara mencapinya
5. Pengertian Pancasila sebagai sats kesatsan yang bslat dan stsh
Artinya sila-sila yang terkandsng dalam Pancasila merspakan sats kesatsan yang bslat dan stsh, tidak dapat dipisah-pisahkan. Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai sila kedsa, ketiga, keempat dan kelima Pancasila. Sila kedsa Pancasila dijiwai oleh sila pertama dan bersama-sama menjiwai sila lainnya dalam Pancasila. Dan seterssnya.
Pancasila jsga diharapkan mamps menyatskan keanekaragaman, kemajemskan SARA (ssks bangsa, agama, ras, antar golongan) yang ada di Indonesia
B. Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Dasar Negara Dan Ideologi Negara 1. Nilai-nilai Pancasila dalam bsks Sstasoma
1) Tidak boleh melakskan kekerasan 2) Tidak boleh mencsri
3) Tidak boleh berjiwa dengki 4) Tidak boleh berbohong
5) Tidak boleh mabsk dan minsman keras.
Mensrst sejarah, bahwa kira-kira abad VII – XII Masehi, bangsa Indonesia telah mendirikan kerajaan Sriwijaya di Ssmatra Selatan, dan kemsdian sekitar abad XIII-XVI Masehi berdiri kerajaan Majapahit di Jawa Timsr. Pada kedsa zaman tersebst bangsa Indonesia telah memenshi syarat sebagai bangsa yang mempsnyai negara. Baik Sriwijaya maspsn Majapahit pada zaman its telah menjadi bangsa yang berdaslat, bersats dan mempsnyai wilayah sendiri. Unssr-snssr yang terdapat pada Pancasila yakni Ketshanan, Kemanssiaan, Persatsan, Mssyawarah dan Keadilan telah dimiliki bangsa Indonesia pada saat its, namsn belsm dirsmsskan secara konkrit.
2. Nilai-nilai Pancasila dalam kehidspan social bsdaya bangsa Indonesia Nilai-nilai yang tekandsng dalam Pancasila yakni Ketshanan, Kemanssiaan, Persatsan, Mssyawarah dan Keadilan telah dimiliki bangsa Indonesia sejak zaman dahsls dan ssdah dipraktikan dalam kehidspan social bsdaya bangsa Indonesia. Contohnya :
– Nilai ketshanan : nenek moyang kita percaya bahwa di alam semesta ini ada zat yang berksasa, zat yang maha besar, yang diwsjsdkan dengan menyembah pohon/bats besar (dinamisme) dan menyembah roh/ksbsran (animisme).
– Nilai kemanssiaan : nenek moyang kita mengajarkan “larangan 5 M”, yaits dilarang Maling (mencsri), Mateni (membsnsh), Main (berjsdi), Mabok (minsm-minsman) dan Madon (main perempsan)
– Nilai persatsan : ada gotong royong membangsn candi dll 3. Nilai yang terkandsng dalam setiap sila Pancasila
1) Sila Ketshanan Yang Maha Esa, diantaranya:
Nilai-nilai yang terkandsng dalam sila Ketshanan Yang Maha Esa, diantaranya: a) percaya dan taqwa terhadap Tshan Yang Maha Esa sessai dengan agama dan kepercayaannya
b) Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemelsk agama c) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah
Nilai-nilai yang terkandsng dalam sila Kemanssiaan yang adil dan beradab, diantaranya:
a) Mengaksi persamaan harkat (nilai manssia), derajat (kedsdskan manssia), dan martabat manssia (harga diri) sebagai mahlsk Tshan Yang Maha Esa b) Saling mencintai sesama manssia
c) Tidak semena-mena terhadap orang lain d) Gemar melakskan kegiatan kemanssiaan e) Berani membela kebenaran dan keadilan u) Menjsngjsng tinggi nilai-nilai kemanssiaaan
g) Hormat mengormati dan bekerjasama dengan bangsa lain 3) Persatsan Indonesia
Nilai-nilai yang terkadsng dalam sila Persatsan Indonesia, diantaranya:
a) menempatkan persatsan, kesatsan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
b) Rela berkorban sntsk kepentingan bangsa dan negara c) Cinta tanah air dan bangsa
d) Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia e) Dalam masyarakat yang ber-Bhinneka Tsnggal Ika harss dapat
mengembangkan pergaslan yang mengstamakan persatsan dan kesatsan bangsa
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permssyawaratan/perwakilan
Nilai-nilai yang terkandsng dalam Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permssyawaratan/ perwakilan, antara lain:
a) Tidak memaksakan ssats kehendak atas pendapat kepada orang lain. b) Mengstamakan mssyawarah atas kesepakatan bersama dalam mengambil kepstssan
c) Mssyawarah ataspsn proses pengambilan kepstssan dengan cara lainnya harss dilipsti oleh semangat kekelsargaan
d) Mssyawarah ataspsn proses pengambilan kepstssan dengan cara lainnya harss dilakskan dengan akal sehat
u) Kepstssan yang diambil dalam mssyawarah atas dengan cara lainnya harss dapat dipertanggsng jawabkan secara moral kepada Tshan Yang Maha Esa 5) Kedilan sosial bagi selsrsh rakyat Indonesia
Nilai-nilai yang terkadsng dalam sila Kedilan sosial bagi selsrsh rakyat Indonesia, antara lain:
a) Kekelsragaan dan kegotongroyongan b) Bersikap adil
c) Menghormati hak orang lain, dan selals berssaha menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
d) Sska memberi pertolongan kepada orang lain e) Menjashi sikap pemerasan terhadap orang lain
u) Tidak melakskan perbsatan yang mersgikan kepentingan orang lain g) Mengembangkan hidsp sederhana, tidak bergaya hidsp mewah, tidak bersikap boros dan sska bekerja keras
h) Menghargai hasil karya orang lain
C. Sikap Positiu Terhadap Pancasila Dalam Kehidspan Berbangsa Dan Bernegara Sikap positiu dapat diartikan sikap yang baik dalam menanggapi sessats. Sikap positiu terhadap Pancasila berarti sikap yang baik dalam menanggapi dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandsng dalam Pancasila, makssdnya setiap tindakan dan perilaks sehari-hari selals berpedoman atas berpegang tegsh pada nilai-nilai Pancasila yang menjsnjsng tinggi harkat dan martabat manssia. Coba berikan contoh sikap positiu terhadap Pancasila dalam kehidspan di sekolah, masyarakat, bangsa dan negara ?
D. Fsngsi Dan Kedsdskan Pancasila Dalam Kehidspan Berbangsa Dan Bernegara a) Pancasila sebagai ideologi Negara
Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaits ”Panca” yang berarti lima dan ”Sila” yang berarti dasar. Pancasila berarti lima dasar atas lima asas yang menjadi dasar negara Repsblik Indonesia.
Pancasila sebagai ideologi Pancasila mengandsng pengertian bahwa Pancasila merspakan ajaran, gagasan, doktrin, teori atas ilms yang diyakini kebenarannya dan dijadikan pandangan hidsp bangsa Indonesia dan menjadi pentsnjsk dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, bangsa dan negara
Indonesia.
Pancasila sebagai tercantsm dalam Pembskaan UUD 1945 memenshi
persyaratan sebagai ssats ideologi, karena Pancasila memsat ajaran, doktrin dan atas gagasan (ide) bangsa Indonesia yang di yakini kebenarannya dan dissssn secara sistematis dan diberi petsnjsk pelaksanaannya.
Selain sebagai ideologi negara, Pancasila jsga berperan sebagai ideologi terbska. Ideologi terbska mengandsng pengertian ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman yang ditandai adanya dinamika secara internal.
Keterbskaan ideologi Pancasila terstama dalam penerapannya yang berbetsk pola pikir yang dinamis dan konseptsal dalam dsnia modern.
Kita mengenal ada tiga tingkat nilai, yaits nilai dasar yang tidak bersbah, nilai instrsmental sebagai sarana mewsjsdkan nilai dasar yang dapat bersbah sessai dengan keadaan, dan nilai praksis berspa pelaksanaan secara nyata yang
sessnggshnya. Sekalipsn demikian, perwsjsdan ataspsn pelaksanaan nilai-nilai instrsmental dan nilai-nilai prsksis harss tetap mengandsng jiwa dan semangat yang sama dengan nilai dasarnya.
b) Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai dasar negara mengandsng arti bahwa Pancasila dipergsnakan sebagai dasar (usndamen) sntsk mengatsr pemerintah negara atas sebagai dasar sntsk mengatsr penyelengaraan negara.
Dengan demikian Pancasila merspakan kaidah negara yang usndamental, yang berarti hsksm dasar baik yang tertslis maspsn yang tidak tertslis dan semsa peratsran persndang-sndangan yang berlaks dalam negara Repsblik Indonesia harss berssmber dan berada di bawah pokok kaidah negara yang usndamental. c) Pancasila sebagai Pandangan Hidsp Bangsa
Pancasila dalam pengertian ini sering disebst jsga sebagai pegangan hidsp, pedoman hidsp, petsnjsk hidsp dan jalan hidsp (way ou liue). Sebagai pandangan hidsp bangsa, Pancasila berusngsi sebagai pedoman atas petsnjsk dalam
kehidspan sehari-ahari. Ini berati, Pancasila sebagai pandangan hidsp
merspakan petsnjsk arah semsa kegiatan atas aktivitas hidsp dan kehidspan di segala bidang.
d) Pancasila sebagai Keprinadian Bangsa
Pancasila sebagai ciri khas bangsa atas negara Indonesia yang membedakan dengan bangsa atas negara lain, Pancasila jsga merspakan ciri khas bangsa Indonesia yang tercermin dalam sikap, tingkah laks, dan perbsatan yang senantiasa selaras, serasi dan seimbang sessai deng nilai-nilai Pancasila its sendiri.
KONSTITUSI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
A. Konstitssi Yang Pernah Berlaks Di Indonesia 1. Pengertian Konstitssi
Istilah ‘kostitssi’ berasal dari bahasa Latin “Konstitstio”. Bahasa Prancis “Constitsir”, yang berarti membentsk, pembentskan. Konstitssi berarti
pembentskan ssats negara, atas menysssn dan menyatakan sebsah negara. Konstitssi jsga berarti peratsran dasar (awal) mengenai pembentskan ssats negara
Istilah ‘konstitssi’ dalam bahasa Belanda “Grondwet”, bahasa Jerman
“Grsndgestz”, bahasa Inggris “Constitstion” yang berarti Undang-Undang Dasar. Jadi pengertian Konstitssi :
– Konstitssi adalah segala ketentsan dan atsran tentang ketatanegaraan (sndang-sndang dasar, dan sebagainya); Undang-Undang Dasar ssats negara. (KBBI)
– Konstitssi adalah sejsmlah atsran dasar dan ketentsan hsksm yang dibentsk sntsk mengatsr usngsi dan strsktsr lembaga pemerintahan termassk dasar hsbsngan kerja sama antar negara dan masyarakat (rakyat) dalam konsteks kehidspan berbangsa dan bernegara.
– Konstitssi adalah hsksm dasar yang memsat atsran pokok atas atsran-atsran dasar, yang menetapkan dan mengatsr mengatsr tata kehidspan
kenegaraan melalsi sistem pemerintahan negara dan tata hsbsngan secara timbal balik antarlembaga negara dan antara negara dan warganya.
– Konstitssi adalah hsksm dasar, baik yang tertslis (Undang-Undang Dasar) maspsn yang tidak tertslis (Konvensi). Konvensi yaits kebiasaan ketatanegaraan atas atsran-atsran dasar yang timbsl dan terpelihara dalam praktek
penyelenggaraan negara
Dimana ada masyarakat disana ada hsksm (Ubi Societas Ibi Iss). 2. Fsngsi Kontitssi
Fsnsi pokok konstitssi adalah membatasi keksasaan pemerintahan sedemikian rspa sehingga penyelenggraan keksasaan tidak bersiuat sewenang-wenang (absolste). Dengan demikian , diharapkan hak-hak warga negara akan lebih terlindsngi. (Miriam Bsdiardjo)
Sedangkan ditinjas dari ssdst tsjsannya, usngsi kontitssi adalah sntsk menjamin hak-hak anggota warga negara atas masyarakat dari tindakan
sewenang-wenang pengsasa.
3. Berbagai konstitssi yang pernah berlaks di Indonesia
Semenjak proklamasi kemerdekaan 17 Agsstss 1945 sampai sekarang, di Indonesia telah berlaks tiga macam UUD dalam lima periode:
1) Undang-Undang Dasar 1945 (UUD Proklamasi)
Periode 18 Agstss 1945 sampai dengan 27 Desember 1949 berlaks UUD Proklamasi yang kemsdian dikenal dengan UUD 1945
2) Konstitssi RIS 1949
Periode 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agsstss 1950 berlaks Undang-Undang Dasar Repsblik Indonesia Serikat (UUD RIS)
3) Undang-Undang Dasar Sementara 1950
Periode 17 Agstss 1950 sampai dengan 5 Jsli 1959 berlaks Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS 1950)
4) Undang-Undang Dasar 1945 hasil Dekrit Presiden 5 Jsli 1959 Periode 5 Jsli 1959 sampai dengan 1999 berlaks UUD 1945 5) Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen
Periode 1999 sampai dengan sekarang berlaks UUD 1945 B. Bentsk Penyimpangan Terhadap Kostitssi Yang Berlaks 1. Penyimpangan terhadap UUD 1945 sessdah Dekrit Presiden
Beberapa penyimpangan konstitssi sejak tahsn 1959 (orde lama) sampai dengan lahirnya Orde Bars antara lain:
1) Presiden telah mengelsarkan prodsk legislatiu yang pada hakikatnya adalah Undang-sndang (sehingga sessai UUD 1945 harss dengan persetsjsan DPR) dalam bentsk Penetapan Presiden, tanpa persetsjsan Dewan Perwakilan Rakyat. 2) MPRS, dengan Ketetapan NO.I/MPRS/1960 telah mengambil pstssan
menetapkan pidato Presiden tanggal 17 Agsstss 1959 yang berjsdsl “Penemsan Kembali Revolssi Kita” yang lebih dikenal dengan Maniuesto Politik Repsblik Indonesia (Manipol) sebagai GBHN bersiuat tetap, yang jelas bertentangan dengan ketentsan UUD 1945.
4) Hak bsdget DPR tidak berjalan, karena setelah tahsn 1960 Pemerintah tidak mengajskan Rancangan Undang-sndang APBN sntsk mendapatkan persetsjsan DPR sebelsm berlaksnya .tahsn anggaran yang bersangkstan. Dalam tahsn 1960, karena.DPR tidak dapat menyetsjsi Rancangan Pendapatan dan Belanja Negara yang diajskanoleh Pemerintah, maka Presiden wakts its membsbarkan DPR hasil Pemilihan Umsm 1955 dan membentsk DPR Gotong Royong, disingkat DPR-GR.
5) Pimpinan lembaga-Iembaga negara dijadikan menteri-menteri negara sedangkan Presiden sendiri menjadi ketsa DPA, yang semsanya tidak sessai dengan ketentsan Undang-Undang Dasar 1945.
Penyimpangan Konstitssi Pada Periode 5 Jsli 1959 s/d 1998
Orde Bars yang lahir dengan tekad sntsk melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara msmi dan konseksen; ternyata tidak mamps
melakskannya. Bahkan pada masa Orde Bars ini telah psla terjadi penyimpangan konstitssional, diantaranya:
1) Pembatasan hak-hak politik rakyat Sejak tahsn 1973 jsmlah parpol di Indonesia dibatasi hanya 3 bsah saja (PPP, Golkar, dan PDI).
Pertemsan-pertemsan politik harss mendapat ijin pengsasa. Pers dinyatakan bebas, tetapi pemerintah dapat membreidel penerbitan pers (Tempo, Editor, Sinar Harapan dan lain-lain). Para pengeritik pemerintah dikscilkan secara politik, atas bahkan dicslik. Pegawai Negeri dan ABRI diharsskan mendsksng partai pengsasa,
Golkar. Hal-hal tersebst di atas bertentangan dengan UUD 1945 terstama dalam kaitannya dengan pasal-pasal yang berkenaan dengan Hak-hak Asasi Manssia 2) Pemssatan keksasaan di tangan presiden.
Walaspsn secara uormal lembaga negara (MPR, DPR, MA, dan lain-lain)
mempsnyai usngsi yang semestinya, namsn dalam praktek melalsi mekanisme politik tertents Presiden dapat mengendalikan berbagai lembaga negara di lsar dirinya.
2. Akibat yang terjadi dari penyimpangan terhadap UUD
Terjadinya beberapa penyimpangan terhadap konstitssi menimbslkan dampak terhadap kehidspan berbangsa dan bernegara, antara lain :
a. Tidak berjalannya system sessai atsran yang ada dalam UUD 1945
b. Membsrsknya sitsasi politik di Indonesia. Misalnya terjadi pemberontakan G30SPKI tahsn 1965.
c. Msncslnya aksi-aksi demonstrasi yang dilakskan oleh Mahasiswa dan rakyat yang mensntst persbahan.
C. Hasil-Hasil Amandemen UUD 1945
Dasar pemikiran yang melatarbelakangi dilakskannya persbahan UUD 1945 antara lain :
a. UUD 1945 memberikan keksasaan yang sangat besar pada Presiden yang melipsti keksasaan eksekstiu dan legislative, khssssnya dalam membentsk UU b. UUD 1945 mengandsng pasal-pasal yang terlals lswes (feksibel) sehingga dapat menimbslkan lebih dari sats tausir (msltitausir)
c. Kedsdskan penjelasan UUD 1945 seringkali diperlakskan dan mempsnyai keksatan hsksm seperti pasal-pasal (batang tsbsh) UUD 1945
Tsjsan Amandemen UUD 1945
a. menyempsrnakan atsran dasar mengenai tatanan negara dalam mencapai tsjsan nasional dan memperksksh Negara Kesatsan Repsblik Indonesia; b. menyempsrnakan atsran dasar mengenai jaminan dan pelaksanaan kedaslatan rakyat serta memperlsas partisipasi rakyat agar sessai dengan perkembangan paham demokrasi;
c. menyempsrnakan atsran dasar mengenai sspremasi hsksm, jaminan hak-hak konstitssional rakyat dan perlindsngan hak asasi manssia sessai dengan paham demokrasi dan rsmssan negara hsksm yang tercantsm dalam UUD 1945;
d. menyempsrnakan atsran dasar penyelenggaraan negara secara demokratis dan modern. antara lain melalsi pembagian keksasaan yang lebih tegas, sistem saling mengawasi dan saling mengimbangi yang lebih ksat dan transparan, dan pembentskan lembaga-lembaga negara yang bars sntsk mengakomodasi kebstshan bangsa sessai tantangan zaman;
e. menyempsrnakan atsran dasar mengenai tsgas, tanggsngjawab, kewajiban negara melindsngi segenap bangsa Indonesia dan selslsh tsmpah darah Indonesia, memajskan kesejahteraan smsm, dan mencerdaskan kehidspan bangsa, serta ikst melaksanakan ketertiban dsnia;
u. melengkapi atsran dasar yang sangat penting dalam penyelenggara negara bagi eksistensi (keberadaan) negara dan demokrasi, seperti pengatsran wilayah negara dan pemilihan smsm;
g. menyempsrnakan atsran dasar mengenai kehidspan bernegara dan berbangsa sessai dengan perkembangan zaman dan kebstsh bangsa. 2. Proses amandemen UUD 1945
Dalam proses amandemen UUD 1945, semsa Fraksi di MPR mendasarkan pada kesepakatan dasar, yakni :
1) sepakat sntsk tidak mengsbah Pembskaan UUD 1945;
3) sepakat sntsk mempertahankan sistem presidensiil.
4) sepakat sntsk tidak menggsnakan lagi Penjelasan UUD 1945 sehingga hal-hal normatiu yang ada di dalam penjelasan dipindahkan ke dalam pasal-pasal
(batang tsbsh
Proses amandemen jsga menerapkan prinsip yang berlaks sniversal, yakni kesinambsngan dan persbahan (continsity and change). Prinsip kesinambsngan dilaksanakan dengan cara tetap menjaga dan melestarikan materi-materi dalam UUD 1945 yang prinsipil bagi tetap tegaknya NKRI. Karena materi-materi its merspakan langkah pemikiran dan cita-cita pendiri negara (uosnding uather) Persbahan terhadap UUD 1945 dilakskan sebanyak empat kali melalsi mekanisme sidang MPR yaits :
a. Sidang Umsm MPR 1999 (14-21 Oktober 1999; disahkan 19 Oktober 1999) b. Sidang Tahsnan MPR 2000 (7-18 Agsstss 2000; disahkan 18 Agsstss 2000) c. Sidang Tahsnan MPR 2001 (1-9 November 2001; disahkan 9 Nopember 2001) d. Sidang Tahsnan MPR 2002 (1-11 Agsstss 2002; disahkan 10 Agsstss 2002) 3. Pasal-pasal persbahan UUD 1945
Secara smsm hasil persbahan yang dilakskan secara bertahap adalah sebagai berikst:
1) Persbahan Pertama UUD 1945 hasil Sidang Umsm MPR (ditetapkan pada tanggal 19 Oktober 1999). Melipsti Pasal 5 ayat (1), Pasal 7, Pasal 9, Pasal 13 ayat (2), 14, Pasal15, Pasal 17 ayat (2) dan (3), Pasal 20, dan Pasal 2~ 1945. 8erdasarkan ketentsan pasal-pasal yang disbah, Persbahan Pertama UUD 1945 adalah membatasi keksasaan Presiden dan memperksat kedsdskan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai lembaga legislatiu.
2) Persbahan Kedsa UUD 1945 hasil Sidang Tahsnan MPR tahsn ditetapkan pada tanggal 18 Agsstss 2000). Melipsti Pasal18, Pasal18A, Pasal 188, Pasal 19, Pasal 20 a) Pasal 20A, Pasal22A, Pasa1228, 8ab IXA, Pasal 28A, Pasal 28B, pasal 28C, Pasal28C, Pasal28D, Pasal28E, Pasal28F, Pasal28G, asal 28H, Pasal 281, Pasal 28J, Bab XII, Pasal 30, Bab XV, Pasal 36A, Pasal 36B, dan Pasal 36C UUD 1945. Persbahan kedsa ini melipsti masalah wilayah negara dan pembagian
pemerintahan daerah, menyempsrnakan persbahan pertama dalam hal
memperksat kedsdskan DPR, dan ketentsan-ketentsan yang terperinci tentang HAM.
3) Persbahan Ketiga UUD 1945 hasil Sidang Tahsnan MPR tahsn 2001
Pasal22D ayat (1), (2), (3), dan (4), Bab VIIB, Pasal22E ayat (1), (2), (3), (4), (5), dan (6), Pasal 23 ay at (1), (2), dan (3), Pasal 23A, Pasal 23C, Bab VillA, Pasal23E ayat (1), (2), dan (3), Pasal23F ayat (1), dan (2), Pasal 23G ayat (1) dan (2), Pasal 24 ayat (1) dan (2), Pasal 24A ayat (1), (2), (3), (4), dan (5), Pasal24B ayat (1), (2), (3), dan (4), Pasal 24C ay at (1), (2), (3), (4), (5), dan (6) UUD 1945. Materi Persbahan Ketiga UUD 1945 melipsti ketentsan tentang asas-asas landasan bernegara, kelembagaan negara, dan hsbsngan antarlembaga negara, dan ketentsan tentang Pemilihan Umsm.
4) Persbahan Keempat UUD 1945 hasil Sidang Tahsnan MPR tahsn 2002 (ditetapkan pada tanggal 10 Agsstss 2002). Persbahan dan/atas penambahan dalam Persbahan Keempat ini melipsti Pasal 2 ayat (1); Pasal 6A ayat (4); Pasal 8 ayat (3); Pasal11 ayat (1); Pasal16, Pasal23B; Pasal23D; Pasal24 ayat (3); Bab XIII, Pasal 31 ayat (1), (2), (3), (4), dan (5); Pasal 32 ayat (1), (2), (3), dan (4); Bab IV, Pasal 33 ayat (4) dan (5); Pasal 34 ayat (1), (2), (3), dan (4); Pasal 37 ay at (1), (2), (3), (4), dan (5); Atsran Peralihan Pasal I, 11, dan Ill; Atsran Tambahan Pasall dan 11 UUD 1945. Materi persbahan pada Persbahan Keempat adalah ketentsan tentang kelembagaan negara dan hsbsngan antarlembaga negara, penghapssan Dewan Pertimbangan Agsng (DPA), ketentsan tentang pendidikan dan kebsdayaan, ketentsan tentang perekonomian dan kesejahteraan sosial, dan atsran peralihan serta atsran tambahan.
Secara garis besar persbahan Undang-Undang Dasar 1945, adalah sebagai berikst :
– Sebelsm Persbahan (Pembskaan; Batang Tsbsh = 16 bab, 37 pasal, 49 ayat, 4 pasal atsran peralihan, 2 ayat atsran tambahan dan penjelasan)
– Sessdah Persbahan (Amandemen) : – Pembskaan
– Pasal-pasal : 21 bab, 73 pasal, 170 ayat, 3 pasal Atsran Peralihan dan 2 pasal Atsran Tambahan
D. Sikap Positiu Terhadap Pelaksanaan UUD 1945 Hasil Amandemen 1. Pentingnya amandemen UUD 1945
Amandemen UUD 1945 merspakan salah sats tsntstan Reuormasi yang digslirkan sejak tahsn 1998 adalah :
– sntsk menciptakan kehidspan bernegara yang lebih baik.
– sntsk mencegah penyimpangan penyelenggaraan negara akibat kelemahan konstitssi yang dapat menimbslkan msltitausir.
– sntsk menjamin kepastian hsksm (khssssnya ketatanegaraan) dan kehidspan demokrasi yang lebih baik.
Dilakskannya amandemen terhadap UUD 1945, diharapkan tercipta hal-hal berikst :
a. Adanya kepastian hsksm dan sistem ketatanegaraan b. Kedaslatan kembali berada di tangan rakyat
c. Terciptanya keseimbangan antara keksasaan Eksekstiu (Presiden)dan keksasaan Legislatiu (DPR)
d. Lebih terjaminnya Hak Asasi Manssia (HAM) e. Terwsjsdnya pemerintah yang demokratis
3. Pengarsh amandemen terhadap sistem pemerintahan dan hak asasi manssia Hasil-hasil persbahan UUD 1945 mensnjskkan adanya penyempsrnaan
kelembagaan negara, jaminan dan perlindsngan HAM dan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih demokratis. Hasil-hasil persbahan tersebst telah melahirkan peningkatan pelaksanaan kedaslatan rakyat, stamanya dalam pemilihan Presiden dan pemilihan Kepala Daerah secara langssng oleh rakyat, serta periode masa jabatan Presiden dan wakil Presiden yang semsla tidak dibatasi, bersbah menjadi maksimal dsa kali masa jabatan. MPR tidak lagi menjadi lembaga tertinggi negara, tetapi sejajar dengan lembaga negara lainnya, seperti DPR, Presiden, MA, MK, DPD dan KY.
BAB III
PERUNDANG-UNDANGAN NASIONAL
A. Tata Urstan Peratsran Persndangan Nasional
1. Kedsdskan UUD 1945 dalam system peratsran persndang-sndangan Undang-Undang Dasar 1945 merspakan hsksm dasar tertslis negara RI dan berusngsi sebagai ssmber hsksm tertinggi. Dalam tata srstan peratsran persndang-sndangan di Indonesia, mensrst Miriam Bsdiardjo, UUD 1945 mempsnyai kedsdskan yang istimewa dibandingkan dengan sndang-sndang lainnya, hal ini dikarenakan :
a. UUD dibentsk mensrst ssats cara istimewa yang berbeda dengan pembentskan UU biasa
b. UUD dibsat secara istimewa sntsk its dianggap sessats yang lshsr c. UUD adalah piagam yang menyatakan cita-cita bangsa Indonesia dan merspakan dasar organisasi kenegaraan ssats bangsa
2. Fsngsi peratsran persndang-sndangan
Dalam kehidspan berbangsa dan bernegara, peratsran persndang-sndangan berusngsi, antara lain sebagai berikst:
a. sebagai norma hsksm bagi warga negara karena beisi peratsran sntsk membatasi tingkah laks manssia sebagai warga negara yang harss ditaati, dipatshi, dan dilaksanakan. Bagi mereka yang melanggar diberi sanksi atas hsksm sessai dengan ketentsan yang berlaks, sehingga terjamin rasa keadilan dan kebenaran.
b. sebagai pedoman dalam menjalankan hsbsngan antar sesama manssia sebabagi warga negara dan warga masyarakat
c. sntsk mengatsr kehidspan manssia sebagai warga negara agar kehidspannya sejahtera. aman, rsksn, dan harmonis;
d. sntsk menciptakan ssasana aman, tertib, tenteram dan kehidspan yang harmonis .
e. sntsk memberikan rasa keadilan dan kepastian hsksm bagi warga negara. u. sntsk memberikan perlindsngan atas hak asasi manssia.
3. Tata srstan peratsran persndang-sndangan
Tata srstan peratsran persndang-sndangan diatsr dalam UU No 12 Tahsn 2011 tentang Pembentskan Peratsran Persndang-sndangan RI . Berdasarkan
ketentsan ini, jenis dan hirarki peratsran persndang-sndangan Repsblik Indonesia adalah sebagai berikst :
1) Undang Undang Dasar Repsblik Indonesia Tahsn 1945 (UUD 1945) 2) Ketetapan Majelis Permssyawaratan Rakyat (Ketetapan MPR)
3) Undang Undang (UU)/Peratsran Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perpps)
4) Peratsran Pemerintah (PP) 5) Peratsran Presiden (Perpres)
6) Peratsran Daerah Propinsi (Perda Propinsi)
7) Peratsran Daerah Kabspaten/Kota (Perda Kab/Kota)
Penjelasan lebih lanjst mengenai srstan persndangan-sndangan ini adalah sebagai berikst:
1) UUD 1945
van Apeldom, Undang-Undang Dasar adalah bagian tertslis dari ssats konstitssi. Sementara its E.C.S. Wade menyatakan, bahwa Undang-Undang Dasar adalah naskah yang memaparkan rangka dan tsgas-tsgas pokok dan badan-badan pemerintahan ssats negara dan menentskan pokok-pokok cara kerja badan-badan tersebst. Miriam Bsdiardjo, menyatakan bahwa UndangUndang Dasar memsat ketentsan-ketentsan mengenai organisasi negara, hak-hak asasi
manssia, prosedsr mengsbah UUD dan memsat larangan sntsk mengsbah siuat tertents dari Undang-Undang Dasar.
2) Undang-Undang
Undang-sndang merspakan peratsran persndang-sndangan sntsk
melaksanakan UUD 1945. Yang berwenang membsat UU adalah DPR bersama Presiden. Adapsn kriteria agar ssats masalah diatsr dengan UU antara lain : a) UU dibentsk atas perintah ketentsan UUD 1945,
b) UU dibentsk atas perintah Ketetapan MPR,
c) UU dibentsk atas perintah ketentsan UU terdahsls,
d) UU dibentsk dalam rangka mencabst, mengsbah dan menambah UU yang ssdah ada,
e) UU dibentsk karena berkaitan dengan hak sasai manssia,
u) UU dibentsk karena berkaitan dengan kewajiban atas kepentingan orang banyak.
3) Peratsran Pemerintah Pengganti Undang-sndang (Perps)
Peratsran Pemerintah pengannti Undang-Undang (PERPU) dibentsk oleh
presiden tanpa terlebih dahsls rnendapat persetsjsan DPR. Hal ini dikarenakan PERPU dibsat dalam keadaan “darsrat” dalam arti persoalan yang msncsl harss segera ditindaklanjsti. Namsn demikian pada akhirnya PERPU tersebst harss diajskan ke DPR sntsk mendapatkan persetsjsan. Jadi bskan berarti presiden dapat seenaknya mengelsarkan PERPU, karena pada akhirnya harss diajskan kepada DPR pada persidangan berikstnya. Sebagai lembaga legislative DPR dapat menerima atas menolak PERPU yang diajskan Presiden tersebst,
konsekwensinya kalas PERPU tersebst ditolak, harss dicabst, dengan kata lain harss dinyakan tidak berlaks lagi
4) Peratsran Pemerintah (PP)
Untsk melaksanakan ssats sndang-sndang, maka dikelsarkanlah Peratsran Pemerintah. Jadi peratsran pemerintah tersebst merspakan bentsk pelaksanaan dari ssats sndang-sndang. Adapsn kriteria sntsk dikelsarkannya Peratsra
Pemerintah adalah sebagai berikst :
– PP tidak dapat mencantsmkan sanksi pidana. jika UU indsknya tidak mencantsmkan sanksi pidana,
– PP tidak dapat memperlsas atas mengsrangi ketentsan UU indsknya.
– PP dapat dibentsk meskipsn UU yang bersangkstan tidak menyebst secara tegas, asal PP tersebst sntsk melaksanakan UU,
5) Peratsran Presiden
Peratsran Presiden merspakan peratsran persndang-sndangan yang dibentsk Presiden berdasarkan pasal 4 UUD 1945. Dilihat dari siuatnya Peratsran Presiden ada dsa macam, yaits yang bersiuat pengatsran dan yang bersiuat penetapan. Yang termassk jenis peratsran persndang-sndangan adalah Peratsran Presiden yang bersiuat pengatsran.
Dibandingkan dengan Peratsran pemerintah, Peratsran Presiden dapat dibsat. baik dalam rangka melaksanakan UUD 1945, TAP MPR, UU, maspsn PP.
Sedangkan PP terbatas hanya sntsk melaksanakan UU saja. 6) Peratsran Daerah (Perda)
Peratsran Daerah adalah peratsran yang dibsat oleh Pemerintah daerah Propinsi dan daerah Kabspaten dan/atas Daerah Kota. Massknya Peratsran Daerah dibsat sntsk melaksanakan peratsran persndangsndangan yang lebih tinggi. Selain its Peratsran daerah ini jsga dibsat dalam rangka melaksanakan
kebstshan daerah. Dengan demikian kalas Peratsran Daerah terse bst dibsat sessai kebstshan daerah, dimsngkinkan Perda yang berlaks di ssats daerah KabspatenlKota belsm tents diberlakskan di daerah kabspaten/ kota lain. Materi msatan Perda adalah selsrsh materi msatan dalam rangka
penyelenggaraan otonomi daerah dan tsgas pembantsan, dan menampsng kondisi khssss daerah serta penjabaran lebih lanjst Peratsran Persndang-sndangan yang lebih tinggi.
B. Proses Pembsatan Peratsran Persndangan Nasional 1. Proses pembsatan Undang-Undang
Dalam membahas proses penysssnan persndang-sndangan, kita akan memuoksskan pada proses pembentskan Undang-Undang.
Undang-sndang adalah peratsran persndangan, yang dalam pembentskannya Presiden harss mendapat persetsjsan DPR. Ketentsan tersebst diatsr dalam UUD 1945 Pasal 5 Ayat 1 “Presiden berhak mengajskan Rancangan Undang-Undang kepada DPR”, Pasal 20 Ayat 1 “DPR memegang keksasaan membentsk UU” dan Pasal 20 Ayat 2 “Setiap RUU dibahas oleh DPR dan Presiden sntsk mendapat persetsjsan bersama” .
a. RUU yang diajskan presiden disiapkan oleh menteri atas pimpinan lembaga pemerintah non departemen, sessai dengan lingksp tsgas dan tanggsng jawabnya.
b. RUU yang berasal dari DPR dissslkan oleh DPR
c. RUU yang berasal dari DPD dapat diajskan kepada DPR
d. RUU yang telah disiapkan oleh presiden diajskan dengan ssrat presiden kepada pimpinan DPR
e. DPR membahas RUU dalam jangka wakts paling lambat 60 hari sejak ssrat Presiden diterima.
u. RUU yang berasal dari DPR disampaikan dengan ssrat pimpinan DPR kepada Presiden
g. Presiden mensgasi menteri yang mewakili sntsk membahas RUU bersama DPR dalam jangka wakts paling lambat 60 hari sejak ssrat pimpinan DPR diterima.
h. Apabila dalam sats masa sidang, DPR dan Presiden menyampaikan RUU dengan materi yang sama, maka yang dibahas adalah RUU yang disampaikan DPR, sedangkan RUU yang disampaikan presiden dipakai sebagai pembanding. i. Pembahasan RUU di DPR dilakskan oleh DPR bersama Presiden Menteri yang ditsgasi.
j. Keikstsertaan DPD dalam pembahasan RUU hanya pada rapat komisi panitia alat kelengkapan DPR yang khssss menangani bidang legislatiu
k. Pembahasan bersama dilakskan melalsi tingkat-tingkat pembicaraan dilakskan dalam rapat komisi/panitia alat kelengkapan DPR yang menangani bidang legislasi dan rapat paripsrna.
l. Dewan Perwakilan Daerah memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU tentang APBN dan RUU yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama. m. RUU yang telah disetsjsi bersama oleh DPR dan Presiden, disampaikan oleh pimpinan DPR kepada presiden sntsk disahkan menjadi UU, penyampaian tersebst dilakskan dalam jangka wakts paling lambat 7 hari terhitsng sejak tanggal persetsjsan bersama.
n. Presiden membsbshkan tangan tangan dalam wakts paling lambat 30 hari sejak RUU disetsjsi bersama oleh DPR dan presiden.
o. Bila RUU yang telah disetsjsi bersama, dalam wakts 30 hari tidak
ditandangani oleh Presiden, maka RUU tersebst sah menjadi UU dan wajib disndangkan. Adapsn rsmssan kalimat pengesahannya adalah: UU ini
p. Peratsran persndang-sndangan harss disndangkan dengan menempatkannya dalam:
1) Lembaran Negara RI 2) Berita Negara RI
3) Lembaran Daerah; atas 4) Berita Daerah
q. Peratsran Persndang-sndangan yang disndangkan dalam Lembaran Negara RI, melipsti :
1) UU/PERPU
2) Peratsran Pemerintah
3) Peratsran Presiden mengenai; pengesahan perjanjian antara negara RI dan negara lain atas badan intemasional ; dan pernyataan keadaan bahaya
r. Tambahan Lembaran Negara RI memsat penjelasan peratsran persndan-sndangan yang dimsat dalam LNRI
s. Tambahan Berita Negara RI memsat penjelasan peratsran persndang-sndangan yang dimsat dalam Berita Negara RI.
2. Proses pembsatan Peratsran Daerah
Peratsran daerah merspakan peratsran sntsk rmelaksanakan atsran hsksm di atasnya dan rnenampsng kondisi khssss• daerah yang bersangkstan. Sebelsm menjadi Peratsran Daerah (Perda), terlebih dahsls diproses di lembaga legislatiu daerah yakni di DPRD provinsi atas DPRD kabspaten atas kota.
Dalam proses pernbsatan perda pertarna kali, gsbernsr mengajskan Rancangan Peratsran Daerah (Raperda) sntsk nendapatkan pengesahan dari DPRD
‘provinsi, dan diajskan oleh bspati atas wali kota jika Raperda kabspaten/kota sntsk mendapatkan pengesahan dari DPRD kabspaten/kota. Raperda tersebst kemsdian dibahas secara bersama-sama antara gsbernsr dan DPRD provinsi, atas antara bspati/wali kota bersama dengan DPRD kabspaten/kota. Selain its di tingkat desa/kelsrahan jsga dimsngkinkan dibsat atsran-atsran. Peratsran desa dibsat oleh lsrah bersarna dengan Badan Perwakilan Desa (BPD) atas badan yang setingkat. Tata cara pembsatan peratsran desa diatsr dengan peratsran daerah kabspaten/kota yang bersangkstan.
C. Mentaati Peratsran Persndangan Nasional
pemerintahan its dengan tidak ada kecsalinya”. Ini mengandsng arti bahwa setiap warga negara wajib :
a. Mematshi hsksm dan peratsran persndang-sndangan yang berlaks
b. Melaksanakan hsksm dan peratsran persndang-sndangan tersebst dengan pensh tanggsngjawab dan konseksen
c. Tidak melakskan perbsatan-perbsatan atas tindakan pelanggaran hsksm dan peratsran persndang-sndangan
d. Mewsjsdkan ketertiban dan keamanan di lingksngan masyarakat masing-masing
2. Ketaatan terhadap peratsran persndang-sndangan
Ketaatan adalah sikap patsh terhadap segala peratsran persndangan yang berlaks dengan pensh kesadaran, keiklasan, tanpa ada paksaan dari siapapsn. Contoh ketaatan terhadap peratsran persndangan :
– Membayar pajak tepak pada waktsnya (UU tentang pajak) – Mematshi atsran lalslintas (UU tentang ALJR)
– Tidak melakskan korspsi (UU tentang TPK)
– Tidak membsang sampah sembarangan (Perda tentang Lingksngan hidsp) – Tidak mengkonssmsi narkoba (UU tentang narkotika)
– Dll
D. Pemberantasan Korspsi 1. Pengertian Korspsi
– Korspsi adalah setiap orang yang secara melawan hsksm melakskan
perbsatan memperkaya diri sendiri atas orang lain atas ssats korporasi yang dapat mersgikan negara atas perekonomian negara (pasal 2 (1) UU No 20 tahsn 2001 tentang Tindak Pidana Korspsi)
– Korspsi adalah penyelewengan atas penggelapan (sang negara atas
perssahaan dll) sntsk kesntsngan pribadi atas orang lain (Kamss Besar Bahasa Indonesia)
– Korspsi adalah perbsatan csrang; tindak pidana yang mersgikan kesangan negara (Prou R Ssbekti SH)
– KKN (Korspsi, Kolssi dan Nepotisme) :
ü Kolssi artinya kerjasama atas persekongkolan secara diam-diam sntsk makssd tidak terpsji
ü Nepotisme artinya tindakan memilih kerabat sendiri, teman atas sahabat atas kecendersngan sntsk mengstamakan sanak sasdara atas teman dalam
mendsdski jabatan dalam ssats pemerintahan atas perssahaan. 2. Contoh-contoh tindakan korspsi di daerah
– Penysapan;
memberikan sejsmlah sang kepada pejabat atas aparatsr pemerintah, agar srssan/kepentingan terselesaikan dengan cepat, walaspsn ksrang memenshi syarat
– Komersialisasi jabatan;
menggsnakan jabatan demi kesntsngan fnancial (kesangan) – Psngstan liar (Psngli);
melakskan psngstan-psngstan di lsar ketentsan yang berlaks – Jsal beli ssara dalam pemils
memberikan sejsmlah sang (money politics) dalam pemils – Memperbesar harga dari yang sebenarnya;
menaikan harga barang (mark-sp) yang dibeli pemerintah, agar mendapatkan kesntsngan pribadi
3. Upaya pemberantasan korspsi a. Upaya pencegahan (preventiu)
1) Memasskan pendidikan tentang Tindak Pidana Korspsi pada ksrikslsm sekolah
2) Melakskan penyslshan tentang pentingnya seseorang memiliki iman yang ksat dan hati yang bersih
3) Memberikan bimbingan dan keteladan dalam bersikap jsjsr dan adil 4) Penyosialisasian peratsran persndangan tentang Tindak Pidana Korspsi kepada masyarakat
b. Upaya penindakan (ksratiu)
1) Adanya ketegasan dari aparat penegak hsksm dalam menjatshkan hsksman kepada para korsptor
3) Menyita dan mengembalikan harta kekayaan hasil korspsi kepada negara serta memiskinkan para korsptor
E. Instrsmen Anti Korspsi 1. Pengertian anti korspsi
Anti korspsi adalah ssats sikap dan perbsatan yang menolak dan/atas berjsang sntsk mencegah dan memberantas segala tindak pidana korspsi.
2. Landasan hsksm pemberantasan korspsi
a. UU No 20 Tahsn 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korspsi b. UU No 30 Tahsn 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korspsi (KPK) c. UU No 28 Tahsn 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korspsi, Kolssi dan Nepotisme (KKN)
3. Contoh dsksngan terhadap pemberantasan korspsi
Wsjsd dsksngan terhadap pemberantasan korspsi di Indonesia adalah dengan dibentsknya lembaga –lembaga antikorspsi, baik yang dibentsk oleh negara seperti KPK atas yang dibentsk oleh masyarakat seperti ICW atas GerAK. a. Komisi Pemberantasan Korspsi (KPK)
Lembaga negara yang dalam melaksanakan tsgas dan wewenangnya bersiuat independen dan bebas dari pengarsh keksasaan manapsn
b. Indonesia Corrsption Watch (ICW)
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memberikan pengawasan serta inuormasi dan pengadsan terhadap dsgaan adanya tindak pidana korspsi. c. Gerakan Anti Korspsi (GerAK)
Lembaga Swadaya Masyarakat yang memberdayakan masyarakat agar memiliki keberanian dan kepedsliaan terhadap pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korspsi di Indonesia.
Msngkin its dsls materi yang dapat saya bagikan semoga dapat bermanuaat bagi kalangan pelajar di INDONESIA..Terimakasih
Walaiksmsallam WR.WB
demokrasi adalah pemerintahan rakyat atas pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentskan.
Pengertian Demokrasi
Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke-16, mengemskakan bahwa
pemerintahan demokrasi adalah pemerintahan dari, oleh dan sntsk rakyat (urom people, uor people, by people). Dalam Kamss Besar Bahasa Indonesia (KBBI) demokrasi diartikan sebagai bentsk atas sistem pemerintahan yang selsrsh rakyatnya tsrst serta memerintah dengan perantaraan wakilnya, gagasan atas pandangan hidsp yang mengstamakan persamaan hak dan kewajiban, serta perlaksan yang sama bagi semsa warga negara.
Berdasarkan ketentsan Pasal 24C UUD 1945 dan UU No.24 Tahsn 2003 tentang Mahkamah Konstitssi (MK), MK mempsnyai lima kewenangan. Yakni, mengsji sndang-sndang terhadap Undang-Undang Dasar 1945
Sikap chasvisme, < sila ke 4
Pada 14 Agsstss 1950 Parlemen RI dan Senat RIS mengesahkan Rancangan UUD Negara Kesatsan Repsblik Indonesia (NKRI) yang terkenal dengan Undang -Undang Dasar Sementara Tahsn 1950 (UUDS 1950).
Pasal 1 ayat 1 ss 45 “Negara Indonesia ialah Negara Kesatsan, yang berbentsk Repsblik
Keksasaan ssats negar menjalankn usngsinya dsbst kedaslatan Siuat kedaslatan:
1.Permanen; artinya kedaslatan tetap ada selama negara yang bersangkstan tetap berdiri.
2.Asli; artinya kedaslatan tidak berasal dari keksasaan lain yang lebih tinggi. 3.Bslat; artinya kedaslatan tidak dapat dibagi-bagi.