• Tidak ada hasil yang ditemukan

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA (2)"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

mukaddimah

(3)

Sikap terhadap perdebatan

Natsir Vs Soekarno

(4)

PEMBENTUKAN BPUPKI&PPKI

saat Soekarno, Radjiman,dan

Hatta diterimah oleh Jendral

Terauchi Hisaichi dan Soekarno

sebagai ketuanya di Saigon.

Tidak tepat jika di katakan PPKI

dibentuk 7 agustus 1945 yg ada

hanyala izin dari Jepang untuk

pembentukan PPKI.

(5)

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

Di bentuk 29 April 1945 dengan 63 Orang dengan 3 Pimpimpinan

1. KRT Radjiman W 2. Itibangase Yosio 3. RP Soeroso 4. Abi Koesmo

Tjoektosoejoso 5. H. Achmad Sanusi 6. KH Abdul Halim 7. Asikin

Widjajakoesoema

8. M. Aris 9. R Abdul Kadir

10. R. Buntaran

Martoatmodjo 11. BPH. Bintoro 12. Ki Hadjar Dewantara 13. AM. Dasaad 14. PAH

Djajadiningrat

15. Moh. Hatta

16. Ki Bagoes

Hadikoesoema 17. R. Hindromartono 18. Muhammad Yamin 19. AA Soemitro KP 20. R. Koesoema

Atmadja

21. J. Latuharhary

22. RM. Margono J 23. AA Meramis 24. KH Masjkoer

(6)

34 Agoes Salim 35 Samsi 36 RM Sartono

37 R Samsoedin 38 R Sastroemoeljono 39 RP Singgih

40 Soekarno 42 R Soedirman 43 Soekiman

44 A. Subarjo 45 Soepomo 46 MP Soerahman T

47 Sutardjo K 48 RMTA Soerjo 49 Soesanto

50 Soewandi 51 KRMA

Sosrodiningrat 52 KH Wachid Hasyim 53 KRMTH

Woerjaningrat 54 RAA Wiranatakoesoesma 55 KRMT Wongsonagoro 56 Ny Maria Ulfa

Santoso 57 Ny. RSS Soenarjo M 58 Oei Jong Hauw 59 Oei Tiang Tjoei 60 Liem Koen Hian 61 Tan Eng Hoa

(7)

Panitia 8

Dibentuk oleh BPUPKI 1 Juni 1945, setalah Pidato Bung Karno Tentang Pancasila

Golongan Nasionalis Golongan Islam 1 Soekarno 7 Ki Bagoes hadikkoesoemo 2 Mohammad Hatto 8 Wachid Hasyim

3 M. Yamin 4 A. Meramis 5. M. Sutardjo Kartohadikusuma

(8)

Panitia 9

Di bentuk secara spontan oleh

Soekarno pada sidang VIII Cuo

Sangiin 18-21 Juni 1945

Golongan Nasionalis Golongan Islam

1 Soekarno 6 Wachid hasyim

2 Mohammad Hatta 7 A. Kahar Muzakkir

3 M. Yamin 8. H. Agus Salim

4. A. Meramis 9. Abikusno Tjokrosuyoso

(9)

Panitia Persiapan

Kemerdekaan Indonesia

(PPKI)

Di bentuk 12 Agustus 1945

Soekarno Amir Moh. Hatta

Abdoel Abbas Soepomo Tengku Moh. Hasan Radjiman W Hamidhan RP Soeroso

Ratulangi Soetarjo Andi Pangeran

Wachid Hasyim I. Gusti Ktut Pudja Ki Bagoes

Hadikoesoema Oto Iskandar Dinata Ki Hajar Dewantara Abdoel Kadir

Wiranatakoesoema Kasman Singodimedja Soerjohamidjojo

Sajoeti Poeroebojo Koesoema Soemantri

(10)

DEBAT DI BPUPKI

1.

PLENO 1 (29 MEI-1 JUNI 1945) BPUPKI

gagal mengambil keputusan tentang

Dasar Negara.

(11)

Lanjutan....

Karena kegagalan tersebut, BPUPKI membentuk

Panitia 8 dg ketua Soekarno yang bertugas

inventarisasi usul-usul para anggotanya

sekaligus mencari kompromi dan merumuskan

dasar negara dan UUD.

(12)

Lanjutan....

(13)

Lanjutan....

(14)

Perubahan Piagam Jakarta

(15)

Lanjutan...

Ada yang mempersoalkan lobi tersebut, sebab 3

dari 4 orang wakil golongan Islam selain Wachid

Hasyim tidak ikut dalam panitia 9, bahkan Kasman

dan A. Hasan merupakan anggota baru dalam PPKI

bukan anggota BPUPKI. Lebih dari itu menurut

beberapa sumber, Wachid Hasyim tidak ikut dalam

lobi tersebut karena sedang ke Surabaya.

(16)

Pancasila sebagai

Ideologi bangsa dan

Negara

(17)

Pancasila sebagai

ideologi Terbuka

Ciri-ciri ideologi terbuka adalah nilai-nilai

dan cita-citanya tidak dipaksakan dar luar,

melainkan digali dan diambil dari kekayaan

rohani, moral dan budaya masyarakat sendiri.

Dasarnya adlah konsensus masyarakat, tidak

diciptakan oleh negara, melainkan ditemukan

dalam masyarakatnya sendiri.

(18)

Lanjutan...

Keterbukaan

ideologi

pancasila

ditujukan dalam penerapannya yg

berbentuk pola pikir yg dinamis dan

konseptual dalam dunia modern.

Kita mengenal 3 nilai.

1.

Nilai dasar yg tidak bisa dirubah

2.

Nilai intrumental sebagai sarana

mewujudkan nilai dasar yg dapat

berubah sesuai dengan keadaan

(19)

Lanjutan...

(20)

Lanjutan....

Sekalipun

Pancasila

memiliki

sifat

keterbukaan, namun ada batas-batasnya yaitu

tidak boleh melanggar:

1.

Stabilitas Nasional yg dinamis

2.

Larangan terhadap ideologi marxisme,

Lenninisme dan Komunisme

3.

Mencegah berkembangnya paham liberalisme

4.

Larangan terhadap pandangan ekstrim yang

menggelisahkan kehidupan kehidupan

masyarakat

(21)

Ideologi terbuka dan

 nilai-nilai dan cita-cita

digali dari kekayaan adat istiadat dan relegiusitas masyarakat

Menerima reformasi

Penguasa bertanggug jawab pada masyarakat sebagai pengemban amanah rakyat

Nilai2 dan cita2 dihasilkan

daari pemikiran indiviidu atau kelompok yang

berkuasa dan masyarakat berkorban demi ideologinya.

Menolak reformasi

Masyarakat harus taat

kepada ideologi elit penguasa

(22)

Implenetasi Pancasila

Dalam kehidupan

1.

Ketuhanan Yang Maha Esa

(23)

Lanjutan...

2.

Kemanusiaan yg adil dan beradab

perwujudan dari nilai kemanusiaan sebagai

mahluk yg berbudaya, bermoral dan beragama.

Konsekuensinya adaah menjunjung tinggi

hak-hak asasi manusia, menghargai atas kesamaan

hak dan derajat tanpa membedakan ikatan

primordial.

3.

Persatuan Indonesia

(24)

Lanjutan....

4.

Kerakyatan yg dipimpin oleh Hikmat

Kebijaksanaan

dalam

Permusyawatan/perwakilan

nilai demokrasi terkandung di

dalamnya.

(25)

Kaidah penuntun

berdasarkan Pancasila

Dengan

dipertahankannya

Pancasila

sebagai

ideologi negara, maka konsekuensi setiap hukum

yang lahir dari konstitusi haruslah memenuhi 4

(empat) kaidah, yaitu

pertama,

bertujuan untuk

membangun dan menjamin integrasi negara dan

bangsa Indonesia baik dalam aspek teritorial

maupun

ideologi.

Kedua

,

didasarkan

pada

keseimbangan

prinsip-prinsip

demokrasi

dan

nomokrasi;

Ketiga

, ditujukan untuk membangun

keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

(26)

Semangat dan ideologi kebangsaan Indonesia sangat lemah, bahkan cenderung menuju kematian. Terdapat lima faktor penyebab yang membuat se-mangat dan ideologi kebangsaan Indonesia menjadi melemah, bahkan menuju kematian.

(i). Aktualisasi dan pembudayaan nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Negara RI tidak efektif atau tidak berhasil.

(ii). Hingga kini Jatidiri Bangsa Indonesia belum terbentuk secara kokoh akibat gempuran keras datangnya ideologi-ideologi asing dan berkembangnya pandangan baru yang liberal,

(iii). Negara atau penguasa tidak memiliki sikap konsisten untuk menjaga, mengembangkan, dan melestarikan semangat dan ideologi kebangsaan Indonesia akibat negara dan penguasa yang tidak memiliki kemampuan mandiri dan melepaskan diri dari ketergantungan terhadap bangsa asing,

(iv). pengelolaan proses kebangsaan untuk menjadi ”negara bangsa” (Nation State) kurang berhasil sehingga muncul faham Etno-sentrisme dan primordialisme yang eksklusif dan tidak produktif, dan

(27)

Secara teoritis, moral sosial-politik yang terdapat dalam Islam

sesungguhnya sudah terkandung dalam kelima sila dalam pancasila. Sila kesatu: Ketuhanan Yang Maha Esa jelas memberi dasar kuat bagi kehidupan umat Islam untuk beragama secara tulus dan autentik. Sila kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan beradab, mengandung makna bahwa umat Islam harus menegakkan keadilan dan keadaban dalam berperilaku, baik perorangan maupun kehidupan kolektif dalam politik, ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya. Sila ketiga: Persatuan Indonesia, bisa dijadikan sebagai pembimbing bagi umat Islam Indonesia dalam kebhinnekaan (pluralitas) yang kaya dalam kehidupan plural.

Sila keempat: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat

(28)

Konsep negara Islam, menurut pemikiran ulama

klasik semisal Ibnu Abi Rabi' dan Al-Maward adalah

konsep kenegaraan yang berbasis monarki seperti

khilafah dan kesultanan. Sedangkan bagi intelektual

kontemporer Jamaluddin Al-Afghani dan Rashid Rido',

konsep kenegaraan adalah konsep negara-bangsa

(nation-states)

.

Berpijak pada pemikiran Al-Afghani dan Rashid Rido',

Referensi

Dokumen terkait

Demikian isi rumusan sila- sila dari Pancasila sebagai satu rangkaian kesatuan yang bulat dan utuh merupakan dasar hukum, dasar moral, kaidah fundamental bagi peri kehidupan ber-

Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia sebelum disahkan pada tanggal 18 agustus 1945 oleh PPKI nilai-nilainya telah ada pada bangsa Indonesia sejak

Termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat maka filsafat Pancasila itu berfungsi sebagai Dasar Negara Republik Indonesia yang diterima dan

27 Sejarah Perkembangan Pancasila ( yang dimaksud adalah perubahannya secara tekstual) berakhir pada masa sidang PPKI pertama tanggal 18 Agustus 1945, dengan disahkannya

Dengan nilai adat-istiadat, nilai budaya dan nilai religius yang telah digali dan diwujudkan dalam rumusan Pancasila yang kemudian disahkan sebagai dasar negara diwujudkan

Naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dan diberlakukan kembali dengan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli

Tidak sampai disitu, nilai-nilai pancasila sebelum kemerdekaan itu mengemukakan bahwasanya Nilai-nilai esensial Pancasila sebelum disahkan tanggal 18 Agustus 1945

Di dalam UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 terdapat rumusan Pancasila yang dijadikan sebagai dasar negara Indonesia..