PERBANDINGAN HUKUM KELUARGA
NAMA
:
1. M Ridwan S.P
2. Meydina Dwi Ariphia
3. Patrisia Ria
4. Ray Farhan M
5. Reinhart Barli M
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS TRISAKTI
2016
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya yang memberikan kemudahan atas semua urusan sehingga makalah dengan judul “Perbandingan Hukum Keluarga”dapat kami selesaikan tepat pada waktunya.
Dalam penyusunan makalah ini tak lepas bantuan dari Ibu Dr. Natasya Yunita Sugiastuti,SH,MH. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada beliau karena kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Harapan saya dari makalah ini adalah agar makalah ini dapat berguna dalam memberikan wawasan tentang Perbandingan Hukum Keluarga dalam membandingkan pengampuan yang ada di Indonesia dan pengampuan yang ada di perancis kepada siapapun yang membaca makalah ini. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih.
KATA PENGANTAR . . . …
DAFTAR ISI . . . ….
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang . . . .. . . … 2. Rumusan Masalah. . . ….
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Pengampuan... 2. Alasan Alasan Pengampuan... 3. Syarat syarat Pengampuan... 4. Siapa yang berkedudukan dibawah pengampuan………. 5. Siapa yang dapat meminta Pengampuan... 6. Akibat hukum Pengampuan... 7. Diajukan nya Pengampuan... 8. Sejak kapan berlakunya pengampuan...
BAB III PENUTUP
1. KESIMPULAN……….………... 2. SARAN………...
DAFTAR
PUSTAKA………
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Hukum keluarga diartikan sebagai keseluruhan ketentuan yang mengenai hubungan hukum yang bersangkutan dengan kekeluargaan sedarah dan kekeluargaan karena perkawinan (perkawinan, kekuasaan orang tua, perwalian, pengampunan, keadaan tak hadir).1Dalam hal ini
kita akan membahas tentang pengampuan.
Pengampuan adalah keadaan orang yang telah dewasa yang disebabkan sifat-sifat pribadinya dianggap tidak cakap mengurus kepentingannya sendiri atau kepentingan orang lain yang menjadi tanggungannya, sehingga pengurusan itu harus diserahkan kepada seseorang yang akan bertindak sebagai wakil menurut undang-undang dari orang yang tidak cakap tersebut. Orang yang telah dewasa yang dianggap tidak cakap tersebut disebut kurandus, sedangkan orang yang bertindak sebagai wakil dari kurandus disebut pengampu (kurator).2
Pengampuan seseorang bertindak di dalam hukum atau untuk melakukan perbuatan hukum ditentukan dari telah atau belumnya seseorang tersebut dikatakan dewasa menurut hukum. Kedewasaan seseorang merupakan tolak ukur dalam menentukan apakah seseorang tersebut dapat atau belum dapat dikatakan cakap bertindak untuk melakukan suatu perbuatan hukum. Kedewasaan seseorang menunjuk pada suatu keadaan sudah atau belum dewasanya seseorang menurut hukum untuk dapat bertindak di dalam hukum yang ditentukan dengan batasan
umur.
Sehingga pengampuan di dalam hukum menjadi syarat agar seseorang dapat dan boleh dinyatakan sebagai cakap bertindak dalam melakukan segala perbuatan hukum. Pembuat undang-undang beranjak dari pemikiran bahwa orang yang telah mencapai usia tertentu normal dan semestinya sudah bisa menyadari tindakan dan akibat dari tindakannya
.2 RUMUSAN MASALAH
1 http://tutorialkuliah.blogspot.co.id/2009/05/hukum-keluarga-adalah-bagian-dari-hukum.html
1. Dimana Pengampuan Negara Indonesia dan Perancis di atur?
2. Apa persamaan dan perbedaan pengampuan di Indonesi dan perancis?
1.3 TUJUAN
1.
Mengetahui dimana di atur nya pengaturan pengampuan Negara Indonesia dan perancis2.
Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan aturan mengenai pengampuan di NegaraBAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Pengampuan
Pengampuan adalah keadaan orang yang telah dewasa yang disebabkan sifat-sifat pribadinya dianggap tidak cakap mengurus kepentingannya sendiri atau kepentingan orang lain yang menjadi tanggungannya, sehingga pengurusan itu harus diserahkan kepada seseorang yang akan bertindak sebagai wakil menurut undang-undang dari orang yang tidak cakap tersebut. Orang yang telah dewasa yang dianggap tidak cakap tersebut disebut kurandus, sedangkan orang yang bertindak sebagai wakil dari kurandus disebut pengampu (kurator).3
Dasar Hukum : Pasal 433 KUHPerdata
Setiap orang dewasa, yang selalu berada dalam keadaan dungu, gila atau mata gelap, harus ditempatkan di bawah pengampuan, sekalipun ia kadang-kadang cakap menggunakan pikirannya. Seorang dewasa boleh juga ditempatkan di bawah pengampuan karena keborosan
Pengampuan menurut French Civil Code BOOK I Of Persons,Chapter II 489
“An adult, who is in an habitual state of idiotcy, of insanity, or madness, must be interdicted, even though such state present some lucid intervals.4
3
https://aryarahmanhakimblog.wordpress.com
4
2. Alasan-alasan Dan syarat-syarat Pengampuan
IndonesiaDasar hukum pasal 433 kuhperdata
Dasar Hukum : Pasal 433 KUHPerdata
Setiap orang dewasa, yang selalu berada dalam keadaan dungu, gila atau mata gelap, harus ditempatkan di bawah pengampuan, sekalipun ia kadang-kadang cakap menggunakan pikirannya. Seorang dewasa boleh juga ditempatkan di bawah
pengampuan karena keborosan.
3 alasan untuk pengampuan adalah a) Keborosan
b) Lemah akal budinya,imbisil atau debisil
c) Kekurangan daya berfikir,sakit ingatan(krankzinnigheid),dungu (onnolzeheid) d) Dungu disertai dengan mengamuk (razernij)
Perancis
Dasar hukum: BOOK I Of Persons,Chapter II
489. An adult, who is in an habitual state of idiotcy, of insanity, or madness, must beinterdicted, even though such state present some lucid intervals.
Seseorang yang memiliki dungu,penyakit gila harus di bawah pengampuan meskipun dia di dalam keadaan trauma yang mendalam.
Persamaan
Perbedaan
Perancis jika orang tersebut memiliki trauma harus tetap di bawah pengampuan meskipun orang tersebut masih saat keadaan sadar tp sewaktu waktu bias muncul kembali.
3. Yang dapat berkedudukan dibawah pengampuan
Indonesia
Dasar hukum
Pada dasarnya seseorang bisa ditaruh di bawah pengampuan jika orang (dewasa) tersebut berada dalam keadaan dungu, gila atau mata gelap, walaupun terkadang orang tersebut cakap menggunakan pikirannya. Selain itu, orang dewasa juga dapat ditempatkan di bawah pengampuan karena keborosan (Pasal 433 KUHPer).5
Perancis
Dasar hukum: BOOK I Of Persons,Chapter II
433 adult, who is in an habitual state of idiotcy, of insanity, or madness, must be interdicted, even though such state present some lucid intervals.
506.The husband is of right the guardian of his wife under interdiction.
507.The wife may be nominated guardian of her husband: in such case the family-council shall regulate the form and conditions of the administration, saving the remedy which shall be allowed in the courts to the wife, who shall conceive herself injured by the resolution of the family.
508.No person, with the exception of the husband or wife, ancestors and descendants, shall be bound to hold the guardianship of a person interdicted beyond ten years. At the
expiration of that period, the guardian may demand and shall obtain the substitution of another.
509.A person interdicted bears likeness to a minor, as regards his person and his
property; the laws on the guardianship of minors shall be applicable to tbe guardianship of persons under interdiction.6
Persamaan
Yang di bawah pengampuan adalah orang yang sudah dewasa, tidak memiliki akal sehat Yang menjadi pengampu adalah orang atau keluarga yang terdekat dahulu,seperti suami atau istri dan keluarga terdekat.
Orang yang di ampu itu sama dengan anak yang di bawah umur
Segala sesuatu yang berkaitan dengan harta kurandus di bawah kekuasaan kurator
Perbedaan
Jika di perancis jika si pengampu adalah orang lain kecuali keluarga nya,jika sudah 10 tahun harus di gantikan dengan orang lain.
4. Pihak atau orang yang mengajukan pengampuan
IndonesiaDasar hukum
Sedangkan menurut Pasal 434 Burgerlijk Wetboek, orang-orang yang berhak untuk mengajukan pengampuan adalah:
1. Untuk keborosan oleh setiap anggota keluarga sedarah dan sanak keluarga dalam garis ke samping sampai derajat ke-4 dan istri atau suaminya.
2. Untuk lemah akal budinya oleh pihak yang bersangkutan sendiri apabila ia merasa tidak mampu untuk mengurus kepentingannya sendiri.
3. Untuk kekurangan daya berpikir oleh:
1. setiap anggota keluarga sedarah dan istri atau suami
6
2. Jaksa, dalam hal ia tidak mempunyai istri atau suami maupun keluarga sedarah di wilayah Indonesia7
Perancis
Dasar hukum: BOOK I Of Persons,Chapter II
491. In the case of madness, if the interdiction is not claimed, either by the spouse or by the relatives, it must be claimed by the commissioner of government, who may also claim it in cases of idiotcy or insanity against an individual who is unmarried, and without known relatives.
506.The husband is of right the guardian of his wife under interdiction.
507.The wife may be nominated guardian of her husband: in such case the family-council shall regulate the form and conditions of the administration, saving the remedy which shall be allowed in the courts to the wife, who shall conceive herself injured by the resolution of the family.
508.No person, with the exception of the husband or wife, ancestors and descendants, shall be bound to hold the guardianship of a person interdicted beyond ten years. At the expiration of that period, the guardian may demand and shall obtain the substitution of another.
5. Akibat Pengampuan
Akibat dari pengampuan berdasarkan Hukum Perdata Indonesia dan Hukum Perdata Perancis ialah sebagai berikut : Pasal 447 KuhPerdata “Semua tindak perdata yang terjadi sebelum perintah pengampuan diucapkan berdasarkan keadaan dungu, gila dan mata gelap, boleh dibatalkan, bila dasar pengampuan ini telah ada pada saat tindakan-tindakan itu dilakukan”. Pasal452 kuhPerdata “Orang yang ditempatkan di bawah pengampuan
berkedudukan sama dengan anak yang belum dewasa. Bila seseorang yang karena keborosan ditempatkan di bawah pengampuan hendak melangsungkan perkawinan, maka ketentuan-ketentuan Pasal 38 dan 151 berlaku terhadapnya. Ketentuan undang-undang tentang perwalian
atas anak belum dewasa, yang tercantum dalam pasal 331 sampai dengan 344, Pasal-pasal 362, 367, 369 sampai dengan 388, 391 dan berikutnya dalam Bagian 11, 12 dan 13 Bab XV, berlaku juga terhadap pengampuan”
Article 502. Interdiction on the nomination of an adviser shall have its effect from the day of the judgment. All acts past subsequently by tbe interdicted person, or without the assistance of the adviser, shall be void in law (Code Civil Napoleon)
6.
7. Diajukan kemana pengampuan
Dalam hal dimana dapat mengajukan pengampuan menurut Kitab Hukum Perdata Indonesia dan Kitab Hukum Perdata Perancis ialah sebagai berikut :
Indonesia :
Pasal 436 KuhPerdata “Semua permintaan untuk pengampuan harus diajukan kepada Pengadilan Negeri yang dalam daerah hukumnya tempat berdiam orang yang dimintakan pengampuan”
Pasal438 Kuhperdata “Bila Pengadilan Negeri berpendapat, bahwa peristiwa-peristiwa itu cukup penting guna mendasarkan suatu pengampuan, maka perlu didengar para keluarga sedarah atau semenda”
Perancis :
Article 492. “
Every demand of interdiction shall be made before the court of
8. Sejak kapan berlakunya dan berakhirnya pengampuan
Berlakunya pengampuanIndonesia :
Pasal 446 KuhPerdata “Pengampuan mulai berjalan, terhitung sejak putusan atau penetapan diucapkan. Semua tindak perdata yang setelah itu dilakukan oleh orang yang ditempatkan di bawah pengampuan, adalah batal demi hukum. Namun demikian, seseorang yang ditempatkan di bawah pengampuan karena keborosan, tetap berhak membuat surat-surat wasiat”
Perancis :
Article 502 “Interdiction on the nomination of an adviser shall have its effect from the day of the judgment. All acts past subsequently by tbe interdicted person, or without the assistance of the adviser, shall be void in law”
Berakhirnya pengampuan
Indonesia :
Pasal 460 KuhPerdata “Pengampuan berakhir bila sebab-sebab yang mengakibatkannya telah hilang; tetapi pembebasan dari pengampuan itu tidak akan diberikan, selain dengan memperhatikan tata cara yang ditentukan oleh undang-undang guna memperoleh
pengampuan, dan karena itu orang yang ditempatkan di bawah pengampuan tidak boleh menikmati kembali hak-haknya sebelum keputusan tentang pembebasan pengampuan itu memperoleh kekuatan hukum yang pasti”
Perancis :
Article 512 “The interdiction ceases with the causes which produced it;
Persamaan
Persamaan dari peraturan UU kedua negara yaitu Indonesia dan Perancis ialah sebagai berikut :
Yang mengajukan pengampuan adalah anggota keluarga sedarah yang kurandus
Jaksa dapat mengajukan pengampuan. Pasal 433 dan 435 Kuhperdata Pasala 435 adalah pengecualian untuk orng sakit otak atau dungu, yaitu dalah untuk mereka yang dalam keadaan mata gelap dimintakan oleh Jawatan Kejaksaan, tidak dimintakan oleh anggota sedarah namun hal ini juga dapat dikecualikan jika jika seorang yang dalam keadaan dungu atau otak tersebut tidak mempunyai suami/istri atau keluarga sedarah lainnya.
8 Hal ini juga sama dengan yang diatur dalam Code Civil Napoleon yang tercantum
dalam Article : Article 491. In the case of madness, if the interdiction is not claimed, either by the spouse or by the relatives, it must be claimed by the commissioner of government.
Dan dalam halmemberi putusan terhadap permintaan pengampuan dari kedua negara diatas sama sama harus dibacakan dalam siding terbuka, hal ini tercantum dalam Pasal 422 KuhPerdata (Indonesia), Article 498 Code Civil Napoleon (Perancis)
Perbedaan
Dalam Pasal 459 KuhPerdata mengatakan bahwa “tiada seorang pun kecuali suami/istri atau keluarga sedarah dalam garis keatas atau kebawah, berwajib memangku suatu pengampuan lebih dari delapan tahun lamanya”. Sedangkan dalam Code Civil Napoleon menyatakan sebagai berikut :
article 508. No person, with the exception of the husband or wife, ancestors and
descendants, shall be bound to hold the guardianship of a person interdicted beyond ten years. At the expiration of that period, the guardian may demand and shall obtain the substitution of another. Terlihat jelas perbedaannya dari kewajiban memangku suatu
8 http://hukum.unsrat.ac.id/uu/bw1.htm/
pengampuan ole suami/istri atau keluarga dalam garis lurus keatas dan kebawah,
diIndonesia sendiri lamanya selama delapan tahun sedangkan di perancis selama sepuluh tahun
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN :
Yang dapat kami tarik dari perbandigan hukum tentang pengampuan di Negara Perancis dan Indonesia diatas ialah, dari kedua negara tersebut tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam pengaturan masalah pengampuan terhadap seseorang. Kenapa kami katakana demikian ? karenaHukum perdata Belanda berasal dari hukum perdata Perancis (Code Civil Napoleon) yang pada waktu itu Perancis menduduki Belanda pada tahun 1806-1813.
DAFTAR PUSTAKA
http://hukum.unsrat.ac.id/uu/bw1.htm/
http://slideplayer.info/slide/3259950/
https://aryarahmanhakimblog.wordpress.com
http://www.napoleon-series.org/research/government/code/book1/
c_title11.html#chapter2
http://www.napoleon-series.org/research/government/c_code.html
http://www.jurnalhukum.com/pengampuan-curatele/