• Tidak ada hasil yang ditemukan

Upacara Kelahiran Di Jepang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Upacara Kelahiran Di Jepang"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

STOKYO,OTO,1963.KOKUSAI BUNKASHI NKOKAI TOKIHIKO.JEPANG

SITUMORANG, HAMZON, ULIROSPITA,2011. BUDAYA DAN MASYARAKAT JEPANG. USU

Referensi

Dokumen terkait

Thomsen (Thomsen, 1963: 18-19.) menjelaskan kunci berkembangnya Agama Baru di Jepang adalah kekalahan akibat perang pada Perang Dunia II. Pemicu pertumbuhan ini

Sementara chanoyu baru diperkenalkan di Jepang pada periode Kamakura (1192-1333) oleh seorang pendeta Buddha Zen bernama Eisai sekembalinya dari Cina untuk

perempuan biasanya dibawa pada hari yang berbeda ke kuil shinto, bayi laki-laki biasanya pada hari ke 31 dibawa ke kuil sinto sedangkan perempuan dibawa ke kuil shinto pada hari

Situmorang, Hamzon dan Rospita uli.2011.Telaah Budaya dan

Azahari, Azril. Bentukdan Gaya Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Tokyo: 3A Corporation. Skripsi Novita Amrah 2016: Fakultas Sastra Jepang Universitas Sumatera Utara.

di Program Studi D-III Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas.. Buat saudara penulis Selfry Flora Sari Situmorang, Samuel

Yanagawa dalam Situmorang (2013: 32) mengatakan ciri beragama masyarakat Jepang adalah shinkou no nai shukyou (agama yang tidak mempunyai kepercayaan), Yanagawa menjelaskan

perempuan biasanya dibawa pada hari yang berbeda ke kuil shinto, bayi laki-laki biasanya pada hari ke 31 dibawa ke kuil sinto sedangkan perempuan dibawa ke kuil shinto pada hari