• Tidak ada hasil yang ditemukan

SATUAN ACARA PENYULUHAN SENAM HIPERTENSI.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SATUAN ACARA PENYULUHAN SENAM HIPERTENSI.docx"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

SENAM HIPERTENSI SENAM HIPERTENSI

DI SUSUN OLEH; DI SUSUN OLEH; NAMA

NAMA : : NI NI WAYAN WAYAN YUNIK YUNIK WINTARIWINTARI NIM

NIM : : 070116B050070116B050

PROGRAM STUDI PROFESI NERS PROGRAM STUDI PROFESI NERS UNIVERSITAS NGUDI WALUYO UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

2017 2017

(2)

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Pokok Bahasan :Hipertensi/Darah Tinggi

Sub Pokok Bahasan :Senam Hipertensi

Hari/Tanggal : Mei 2017

Waktu :30 Menit

Tempat : Rumah Ny.M RW 06 Dusun Sendang Putri Desa Nyatnyono Kec. Ungaran Barat

Penyuluh :Ni Wayan Yunik Wintari

A.Latar Belakang.

Penyakit darah tinggi yang lebih dikenal sebagai hipertensi merupakan penyakit yang mendapat perhatian dari semua kalangan masyarakat, mengingat dampak yang ditimbulkannya baik jangka pendek maupun jangka panjang sehingga membutuhkan  penanggulangan jangka panjang yang menyeluruh dan terpadu. Hipertensi, saat ini terdapat adanya kecenderungan bahwa masyarakat perkotaan lebih banyak menderita hipertensi dibandingkan masyarakat pedesaan. Hal ini antara lain dihubungkan dengan adanya gaya hidup masyarakat kota yang berhubungan dengan resiko penyakit hipertensi seperti stress, obesitas (kegemukan), kurangnya olahraga, merokok, alkohol, dan makan makanan yang tinggi kadar lemaknya.

Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah, tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.

B.Tujuan

1. Tujuan Intruksional Umum

Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit, Keluarga Rumah Ny.M RW 06 Dusun Sendang Putri Desa Nyatnyono Kec. Ungaran Barat

dapat menjelaskan kembali tentang penyakit hipertensi dan senam Hipertensi atau Darah tinggi dengan benar.

2. Tujuan Intruksional Khusus

a. Menjelaskan pengertian penyakit hipertensi dengan benar.  b. Menjelaskan pengertian senam Hipertensi/Darah Tinggi

(3)

c. Menjelaskan Manfaat senam hipertensi

d. Mampu mempraktikkan cara Senam Hipertensi/Darah tinggi e. Menjelaskan hal hal yang perlu di perhatikan penderita Hipertensi

C. Kisi Kisi Materi

1. Pengertian penyakit hipertensi

2. Pengertian senam Hipertensi/ Darah Tinggi 3. Manfaat Senam Hipertensi

4. Cara senam Hipertensi.

5. Hal hal yang perlu di perhatikan penderita Hipertensi

D. Metode 1. Ceramah 2. Diskusi 3. Praktik E. Media  Leaflet  Lembar balik F. Kegiatan Penyuluhan

 No. Kegiatan Penyuluhan Tugas Penyuluh Respon Audien Waktu 1. Pembukaan. a. Menyampaikan salam

 b. Perkenalan c. Menyampaikan tujuan d. Kontrak waktu a.Menjawab salam  b.Mendengarakan c.Memberi respon 5 Menit

2. Kegiatan Inti a. Menjelaskan pengertian Hipertensi  b. Menjelaskan pengertian senam hipertensi c. Menjelaskan Manfaat senam hipertensi a. Mendengarkan dengan seksama  b. Memberikan Pertanyaan 15 Menit

(4)

d. Mempraktikkan cara senam hipertensi. e. Hal hal yang perlu di

 perhatikan

Tanya jawab.

3. Penutup a. Menarik kesimpulan

 b. Mengucap salam  penutup a. Mendengarkan dan mencatat  b. Menjawab salam. 5 Menit G. Kepanitiaan/ Pengorganisasian

Moderator+ Penyaji : Ni Wayan Yunik Wintari

H. Setting Tempat Penyuluhan Denah :~Penyaji

~keluarga Ny.M

I. Rencana Evaluasi Kegiatan

1. Apakah pengertian dari hipertensi? 2. Sebutkan pengertian senam hipertensi! 3. Sebutkan Manfaat senam hipertensi!

4. Sebutkan bagaimana Cara senam Hipertensi.

5. Sebutkan Hal hal yang perlu di perhatikan penderita Hipertensi.

J. Evaluasi Hasil

1. Mampu Menjelaskan pengertian penyakit hipertensi dengan benar. 2. Mampu Menjelaskan pengertian senam Hipertensi/Darah Tinggi 3. Mampu Menjelaskan Manfaat hipertensi/Darah tinggi

4. Mampu mempraktikkan cara Senam Hipertensi/Darah tinggi

(5)

K. Referensi

Bompa TO. (1994). Theory and Methodology of Training The Key to Athletic Performance. 2nd Edition, Iowa: Kendall/Hunt Publishing Company.

Dede Kusmana. (2008). Olahraga bagi Kesehatan Jantung . Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dede Kusmana. (2008). Olahraga Untuk Orang Sehat dan Penderita Penyakit Jantung. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

John MF Adam. (2009). Obesitas dan Sindroma Metabolik . Makassar: Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Made Astawan. Cegah Hipertensi dengan Pola Makan.

www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid=20&Itemid=3 23k -(online 8 November 2016).

http://www.indomedia.com/intisari/1999/september/hipertensi.htm (online 8 November 2016)

 Niniek Soetini. Meningkatkan Stamina Penderita Hipertensi.

http://www.surya.co.id/web/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=5393. (onli ne 8 November 2016).

(6)

Lampiran Materi

PENYAKIT HIPERTENSI/DARAH TINGGI (Senam Hipertensi)

A. Pengertian hipertensi

Hipertensi atau tekanandarah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri (nadi) secar terus-menerus lebih dari suatu  periode.hipertensi menambah beban kerja jantung dan arteri yang bila berlanjut dapat

menimbulkan kerusakan jantung dan pembuluh darah ( Udjianti, 2010).

Hipertensi juga didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolic ≥ 90 mmHg.

Menurut WHO, batasan tekanan darah yang masih dianggap normal adalah 140/90 mmHg, sedangkan tekanan darah ≥ 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi. Tekanan darah diantara normotensi dan hipertensi disebut sebagai borderline hypertension (Garis Batas Hipertensi). Batasan WHO tidak membedakan usia dan jenis kelamin.

B. Pengertian senam hipertensi

Salah satu cara pemeliharaan kesegaran jasmani dengan melakukan senam , karena dapat merangsang aktifitas kerja jantung untuk melakukan perubahan yang menguntungkan dalam tubuh seseorang yang melaksanakannya. Hal ini merupakan usaha  preventif/pencegahan tujuannya untuk meningkatkan jumlah interaksi oksigen yang

diproses di dalam tubuh dalam waktu tertentu.

C. Manfaat senam hipertensi

Manfaat senam Hipertensi adalah sebagai berikut :Untuk meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru serta membakar lemak yang berlebihan di tubuh karena aktifitas gerak untuk menguatkan dan membentuk otot dan beberapa bagian tubuh lainnya, seperti: Pinggang, Paha, Pinggul, Perut dan lain-lain. Meningkatkan kelentukan, keseimbangan koordinasi, kelincahan, daya tahan dan sanggup melakukan kegiatan-kegiatan atau olah raga lainnya. Bila seseorang mempunyai motivasi untuk berlatih rutin dapat merupakan suatu program penurunan berat badan.

(7)

D.Cara Senam Hipertensi

Kondisi penderita hipertensi secara medis berbeda dengan orang sehat. Untuk itu, perlu Senam yang juga dilakukan secara khusus. Latihannya harus bertahap dan tidak boleh memaksakan diri. Gerakan dengan intensitas ringan dapat dilakukan perlahan sesuai kemampuan.Menurut Niniek Soetini SSt Ft, Fisioterapis Siloam Hospitals Surabaya, contoh latihan yang bisa diterapkan setiap hari adalah sebagai berikut:

Pemanasan:

1. Tekuk kepala ke samping, lalu tahan dengan tangan pada sisi yang sama dengan arah kepala. Tahan dengan hitungan 8-10, lalu bergantian dengan sisi lain.

2. Tautkan jari-jari kedua tangan dan angkat lurus ke atas kepala dengan posisi kedua kaki dibuka selebar bahu. Tahan dengan 8-10 hitungan. Rasakan tar ikan bahu dan punggung.

I nti:

Gerakan - gerakan tangan

1. Mengangkat tangan kedepan, ke atas, ke samping, ke belakang 2. Gerakan tangan membuka dan menyilang

3. Mendorong dan memompa ke depan, ke atas, dan ke samping

4. Gerakan tangan meninju, ke depan, ke samping, ke atas, ke bawah, dan menyilang 5. Gerakan mengayun satu tangan atau dua tangan

6. Tepukan, antara lain kedua tangan menepuk, tangan menepuk paha, bahu, dan lain sebagainya

Gerakan - gerakan KAKI 1. Berjalan di tempat 2. Berbaris

3. melangkah satu atau dua langkah

4. Melompat satu kaki atau dua kaki ke samping, ke depan, dan ke belakang 5. Mengangkat lutut

6. Tendangan, ke belakang, ke depan, dan ke samping 7. Geraka cha cha cha

(8)

Pendinginan:

1. Kedua kaki dibuka selebar bahu, lingkarkan satu tangan ke leher dan tahan dengan tangan lainnya. Hitungan 8-10 kali dan lakukan pada sisi lainnya.

2. Posisi tetap, tautkan kedua tangan lalu gerakkan ke samping dengan gerakan setengah  putaran. Tahan 8-10 kali hitungan lalu arahkan tangan ke sisi lainnya dan tahan dengan

hitungan sama.

E. Hal hal yang perlu di perhatikan penderita Hipertensi

Untuk mencapai tekanan darah normal, selain melakukan senam secara rutin dengan takaran cukup, beberapa hal di bawah ini juga perlu mendapat perhatian:

1. Jika kelebihan berat badan.

Seseorang yang mengalami kelebihan bobot badan, kemungkinan mengalami hipertensi meningkat lebih dari tiga kali lipat. Resiko itu akan terus meningkat dengan  bertambahnya bobot badan. Menurnkan bobot badan merupakan strategi sangat efektif dlam mengatur pola hidup untuk menormalkan tekanan darah. Bila kita  berhasil menurunkan bobot badan 2,5  –   5 kg saja, tekanan darah diastolik dapat diturunkan sebanyak 5 mmHg. Penurunan bobot badan 10 kg dapat melipatduakan  perbaikan ini.

2. Kurangi asupan natrium (sodium).

Ternyata, bila seseorang mendapat asupan garam secara berlebihan dalam  jangka waktu lama kemungkinannya mengalami tekanan darah tinggi juga lebih  besar. Karena itu, kurangi asupan garam sampai kurang dari 2.300 mg (satu sendok teh) setiap hari. Dalam banyak penelitian diketahui, pengurangan konsumsi garam menjadi setengah sendok teh per hari, dapat menurunkan tekanan sistolik sebanyak 5 mmHg dan tekanan darah diastolik sekitar 2,5 mmHg. Pengaruh ini kebanyakan terjadi pada para lansia.

3. Usahakan cukup asupan kalium (potassium).

Kalium banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayur mayur. Mineral ini menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan jumlah natrium yang terbuang  bersama air kencing.Dengan setidaknya mengonsumsi buah-buahan sebanyak 3 - 5

(9)

4. Batasi konsumsi alkohol.

Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Para  peminum berat mempunyai resiko mengalami hipertensi empat kali lebih besar ketimbang mereka yang tidak minum-minuman beralkohol. Jelaslah, kalau mereka menghilangkan kebiasaan tersebut, tekanan darahnya akan turun.

Referensi

Dokumen terkait

Abstrak : Tekanan darah adalah tekanan dari aliran darah dalam pembuluh nadi (arteri). Gaya hidup yang mempengaruhi tekanan darah, yaitu gangguan tidur. Faktor

Hipertensi dengan peningkatan tekanan sistol tanpa disertai peningkatan tekanan darah diastol lebih sering terjadi pada lansia, sedangkan hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada saraf karena tekanan darah yang terus-menerus dapat merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk di otak

 Pemantauan Pemantauan secara terus menerus secara terus menerus terhadap status n terhadap status neutologis, nad eutologis, nadi, tekanan i, tekanan darah,

(iperkirakan sekitar 3/ kenaikan kasus hipertensi terutama di *egara berkembang tahun $$# dari sejumlah 456 juta kasus di kasus hipertensi terutama di *egara berkembang tahun

Setelah dilakukan penyuluhan selama 1 x 45 menit, Lansia Dusun Sapen, Desa Banyu Bening dapat memahami dan menjelaskan kembali tentang penyakit hipertensi dan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri yang mengangkut darah dari jantung dan memompa keseluruh jaringan dan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri yang mengangkut darah dari jantung dan memompa ke seluruh jaringan dan