• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Periode IX Tahun 2015)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Periode IX Tahun 2015)"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

(Periode IX Tahun 2015)

http://webblogkkn.unsyiah.ac.id/adangbeurabo9

GAMPONG : ADANG BEURABO KEMUKIMAN : BEURABO

KECAMATAN : PADANG TIJI KABUPATEN : PIDIE

Nama Mahasiswa NIM Fakultas/Jurusan Yayan Pria Nanda 1210102010121 FISIP/Ilmu Komunikasi Febrian Rizki 1201103010155 FE/Akuntansi

Susi Yanti 1206102030011 FKIP /Sendratasik

Yulia Sari 1206102010070 FKIP/Bahasa Indonesia

Nasrah Pitri 1207101020028 Keperawatan/IlmuKeperawatan

Purna lestari 1206104040083 FKIP/PGSD

Fauziyah 1207101010187 Kedokteran/Pendidikan Dokter

KEMENTERIAN RISET,TEHKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA

BADAN PELAKSANA KULIAH KERJA NYATA

DARUSSALAM - BANDA ACEH

(2)

Lembar Pengesahan Laporan Akhir KKN

Tema/Judul :

”Pembenahan Administrasi Pemerintahan Gampong Melalui Pemanfaatan Dana Gampong untuk Mempercepat Proses Pembangunan Bangsa”

Oleh

Nama Mahasiswa NIM Fakultas/Jurusan Yayan Pria Nanda 1210102010121 FISIP/Ilmu Komunikasi Febrian Rizki 1201103010155 FE/Akuntansi

Susi Yanti 1206102030011 FKIP /Sendratasik Yulia Sari 1206102010070 FKIP/Bahasa Indonesia

Nasrah Pitri 1207101020028 Keperawatan/Ilmu Keperawatan Purna lestari 1206104040083 FKIP/PGSD

Fauziyah 1207101010187 Kedokteran/Pendidikan Dokter Disetujui Oleh :

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) 1 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) 2/Koordinator Kecamatan

Mohd. Syaryadhi, S.T, M. Sc Drs. Zulfadhli, M. Si

NIP. 197904142005011003 NIP. 196605021992031003 Mengetahui :

Keuchik Gampong, Ketua BAPEL KKN Universitas Syiah Kuala

Zakaria Dr. Rusli Yusuf, M.Pd

Gampong : Adang Beurabo NIP. 195702101985031004 Kecamatan : Padang Tiji

(3)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Segala puji dan syukur dipanjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan taufik dan hidayah – Nya sehingga penyusunan laporan kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dapat diselesaikan. Shalawat beriring salam keharibaan junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah membawa umat manusia dari alam kebodohan ke alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat sekarang ini.

Ucapan terima kasih kepada bapak Mohd. Syaryadhi, S.T., M. Sc yang telah membimbing kelompok KKN P83. Kelompok KKN menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik serta saran yang membangun untuk kesempurnaan laporan ini dimasa yang akan datang. Atas kritik dan saran yang diberikan, Kelompok KKN P83 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Allah SWT atas karunia, anugerah, kesehatan, kemudahan dan semua rencana terbaiknya kepada seluruh Mahasiswa KKN

2. Bapak Dr. Rusli Yusuf, M.Pd selaku ketua Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Syiah Kuala, yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata

3. Bapak Zakaria selaku Keuchik Gampong Adang Beurabo, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie

4. Bapak Mohd. Syaryadhi, S.T., M. Sc selaku Dosen Pembimbing Lapangan 5. Bapak Drs. Zulfadhli, M. Si selaku Dosen Pembimbing Pendamping

6. Semua perangkat Gampong Adang Beurabo yang telah menjadi mentor dan membantu selama proses Pelaksanaan KKN.

Banda Aceh, 02 September 2015

Mahasiswa KKN Unsyiah 2015 Gampong Adang Beurabo

(4)

DAFTAR ISI

Halaman Pengesahan ... i

Kata Pengantar ... ii

Daftar Isi ... iii

Daftar Lampiran ... vi

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Gambaran Umum Lokasi KKN ... 2

B. Maksud dan Tujuan Laporan ... 6

C. Program Pembangunan Gampong yang telah ada ... 8

D. Metode dan Sistematika Pembahasan ... 9

BAB II. BEBERAPA BIDANG PERMASALAHAN GAMPONG ... 10

A. Pendidikan, Agama, Ekonomi, dan Sosial Budaya ... 10

B. Prasarana dan Sarana... 12

C. Produksi...12

D. Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan ... 12

E. Administrasi dan Pemerintahan Gampong... 13

BAB III. REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN...14

A. Kegiatan Mandiri...14

1. Menggambar dan Mewarnai (penanggung jawab: Susi Yanti)... 14

2. Membuat kerajinan (penanggung jawab: Susi Yanti)...15

3. Les Matematika (penanggung jawab: Susi Yanti)...16

4. Dokter Kecil (penanggung jawab: Fauziyah)...17

5. Penyuluhan Hipertensi dan Pemeriksaan Tekanan Darah (penanggung jawab: Fauziyah)...19

(5)

6. Mendaur ulang kertas koran (penanggung jawab: Fauziyah)...20

7. Pembuatan Buku Aset Tetap dan Inventaris Desa (penanggung jawab: Febrian Rizki)...22

8. Sosialisasi pentingnya menabung sejak dini (penanggung jawab:Febrian Rizki)...23

9. Mengajari dasar-dasar komputer dan Microsoft Word (penanggung jawab: Febrian Rizki)...24

10. Bimbingan Belajar Menyimak dan berbicara (penanggung jawab: Purna Lestari)...26

11. Les Vocabulary (penanggung jawab: Purna Lestari)...27

12. Bimbingan Belajar (penanggung jawab: Purna Lestari)...28

13. Penyuluhan PHBS( Penanggung Jawab: Nasrah Pitri)...30

14. Penyuluhan PHBS Di Rumah tangga (Penanggung Jawab: Nasrah Pitri)...31

15. Bimbingan Belajar (Penanggung Jawab: Nasrah Pitri)...32

16. Membaca dan Menulis (Penanggung Jawab: Yulia Sari)...34

17. Membuat Donat Kentang (Penanggung Jawab: Yulia Sari)...35

18. Public Speaking (Penanggung Jawab: Yayan Pria Nanda)...36

19. Pembuatan Struktur Gampong (Penanggung Jawab: Yayan Pria Nanda)...39

20. Perlombaan Adzan (Penanggung Jawab: Yayan Pria Nanda)...39

B. Kegiatan Kelompok ... .41

1. Gotong Royong ... .41

2. Sensus Penduduk ... .42

3. Pembuatan Papan Nama Lorong dan Nomor Rumah...43

4. Mengajar Mengaji dan Perpisahan dengan Anak-anak Pengajian...44

5. Berpartisipasi dalam Kegiatan Masyarakat Gampong...45

6. Membuat Peta Gampong...47

7. Melaksanakan kegiatan Posyandu...48

(6)

BAB IV. PENUTUP ... 50

A. Kesimpulan ... 50 B. Saran-saran ... 51

(7)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Matriks Realisasi Kerja, Program Kerja dan Jadwal Kegiatan ... 52

Lampiran 2. Peta Gampong... 85

Lampiran 3. Rekapitulasi Biaya Pelaksanaan Kegiatan ... 86

Lampiran 4. Struktur Organisasi Pemerintahan Gampong ... 89

(8)

BAB I PENDAHULUAN

Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia yang handal dan mampu bekerja di berbagai bidang yang bertujuan agar mahasiswa memiliki kompetensi dan dedikasi yang tinggi pada masa yang akan datang, maka sebagai realisasi dari tuntutan kurikulum lembaga perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Syiah Kuala yakni penyelenggara Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan akademik.

Kuliah kerja nyata (KKN) adalah salah satu bagian dari kegiatan akademik yang bersifat sosial aplikatif, dimana saat kegiatan berlangsung mahasiswa dituntut untuk terjun langsung bermasyarakat dan menerapkan ilmu yang selama ini didapatkan di perkuliahan. KKN ini juga merupakan salah satu kegiatan dimana mahasiswa benar-benar menjunjung tinggi dan mengabdikan tri dharma perguruan tinggi.

Dengan diselenggarakannya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh lembaga perguruan tinggi di tengah-tengah masyarakat akan terlihat bahwa lembaga tersebut mampu membina para mahasiswa calon sarjana yang nantinya akan berpotensi dalam masyarakat di tempat dia berada.

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata yang dilaksanakan di Gampong Adang Beurabo, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, mulai dari tanggal 3 Agustus 2015 sampai dengan 2 September 2015. Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia yang handal dan mampu bekerja diberbagai bidang yang bertujuan agar mahasiswa memiliki kompetensi dan dedikasi yang tinggi pada masa yang akan datang. Kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat Gampong Adang Beurabo telah menjadi bagian dari pembangunan desa tersebut. Dengan demikian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diprogramkan oleh Universitas Syiah Kuala dapat terealisasikan semaksimal mungkin.

(9)

Oleh karena itu, setiap mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala yang terjun ke tengah-tengah masyarakat harus mampu mewujudkan visi dan misi Universitas syiah Kuala sehingga mendapat tanggapan positif dari masyarakat yang ada dilokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN).

A. Gambaran Umum Lokasi KKN

Gampong Adang Beurabo merupakan salah satu gampong yang berada di Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie , Provinsi Aceh. Gampong Adang Beurabo memiliki luas wilayah 700 Ha yang terdiri dari area perkebunan seluas 600 Ha, persawahan seluas 40 Ha dan luas gampong 60 Ha.

Adapun batas Gampong Adang Beurabo adalah :

 Sebelah utara berbatasan dengan Gampong Seulengging

 Sebelah selatan berbatasan dengan Gampong Kumbang Gogo

 Sebelah timur berbatasan dengan Paloh Jeurat

 Sebelah barat berbatasan dengan Mesjid Beurabo

(10)

1. Sejarah Gampong

Gampong merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Profil gampong adalah gambaran menyeluruh mengenai karakter gampong yang meliputi data dasar keluarga, potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, kelembagaan, prasarana dan sarana, serta perkembangan kemajuan dan permasalahan yang dihadapi gampong. Setiap gampong Memiliki asal-usul atau legenda terbentuknya gampong tersebut, sehingga menjadi nilai sejarah sendiri bagi masyarakat yang mendiami suatu daerah tersebut bahkan dapat menjadi sejarah bagi wilayah yang lebih luas seperti Kabupaten, Provinsi maupun Negara. Gampong Adang Beurabo merupakan sebuah gampong yang terletak di daerah persawahan yang berdampingan dengan pegunungan yang menjadi lahan usaha masyarakat gampong sendiri.

Berdasarkan keterangan dari masyarakat gampong Adang Beurabo, Nama “Adang Beurabo” diambil dari nama sebuah pokok kayu besar berwarna hitam yang pernah tumbuh di daerah gampong, yang dikenal masyarakat gampong dengan sebutan “pokok kayu ADANG”. Sedangkan kata BEURABO sendiri merupakan nama salah satu pemukiman yang ada di kecamatan Padang Tiji. Berdasarkan kisah pokok kayu inilah mengapa daerah gampong ini diberi nama gampong “ADANG BEURABO”

2. Demografi dan Geografis

Gampong Adang Beurabo merupakan salah satu gampong dari 7 gampong yang ada di Mukim Beurabo, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie , Provinsi Aceh. Secara Demografis Gampong Adang Beurabo memiliki jumlah

(11)

penduduk 620 jiwa dengan 118 Kepala Keluarga (KK). Berdasarkan jenis kelamin laki-laki 305 jiwa dan Perempuan 315 jiwa (data tahun 2015).

Secara Geografis wilayah Gampong Adang Beurabo terletak di tengah-tengah Pemerintah Kecamatan Padang Tiji dengan batas-batas wilayah Gampong :

a. Sebelah utara berbatasan dengan Gampong Seulengging b. Sebelah selatan berbatasan dengan Gampong Kumbang Gogo c. Sebelah timur berbatasan dengan Paloh Jeurat

d. Sebelah barat berbatasan dengan Mesjid Beurabo

Gampong Adang Beurabo memiliki luas wilayah 700 Ha yang terdiri dari area perkebunan seluas 600 Ha, persawahan seluas 40 Ha dan luas gampong 60 Ha.

3. Data Penduduk

a. Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin

Berdasarkan sensus penduduk 2015 yang berkaitan dengan jenis kelamin dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok dengan jenis kelamin laki-laki dan jenis kelamin perempuan. Jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki dari ketiga dusun yang ada di Gampong Adang Beurabo adalah 360 jiwa dan yang berjenis kelamin perempuan adalah 400 jiwa, dengan total keseluruhan penduduk 760 jiwa.

b. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian

Secara umum mata pencaharian penduduk Gampong Adang Beurabo adalah sebagai petani/pekebun dengan presentase 85% dan sebagian bermata pencaharian sebagai wiraswasta dengan presentase 14%. Disusul dengan masyarakat yang bermata pencaharian PNS dengan persentase 1%.

4. Keadaan sosial masyarakat

Kegiatan yang berhubungan dengan sosial masyarakat masih sangat dipelihara. Hal ini terjadi karena ada ikatan emosional keagamaan dan persaudaraan yang sangat kuat antara sesama masyarakat.

(12)

Berikut ini jenis kegiatan sosial masyarakat dalam kehidupan sehari-hari : Tabel 1.3 Kegiatan Sosial Masyarakat Gampong Adang Beurabo

Golongan Jenis Kegiatan Sosial

Bapak-bapak a. Mengunjungi orang sakit atau melahirkan b. Takziah

c. Pengajian rutin d. Rapat Gampong

e. Melakukan Fardhu Kifayah

f. Mempersiapkan kegiatan tradisi seperti kenduri Maulud, Peusijuek Blang dan lainnya

Ibu-Ibu a. Mengunjungi orang sakit atau melahirkan b. Takziah

c. Wirid

d. Pengajian rutin e. Kegiatan PKK

f. Mempersiapkan kegiatan tradisi seperti kenduri Maulud, Peusijuek Blang, Peusijeuk haji dan lainnya

Pemuda a. Gotong Royong

b. Mengunjungi orang sakit atau melahirkan c. Takziah

d. Rapat Gampong

e. Melakukan Fardhu Kifayah f. Persatuan Olahraga

(13)

Maulud, Peusijuek Blang dan lainnya

Remaja dan Anak-anak

a. Pengajian rutin

5. Sumber Daya Alam

Pendapatan dan Hasil sumber daya alam yang terdapat di Gampong Adang Beurabo banyak terdapat di bidang pertanian, yaitu padi, pisang, pepaya madu, ubi, cabai, mentimun, dan kelapa dan dibidang perternakan yaitu sapi, kambing, ayam dan bebek. Adapun pendapatan selain daripada sumber daya alam masyarakat Gampong Adang Beurabo adalah membuat atap rumbia. Hasil dari bidang-bidang itulah yang cukup berperan dalam sisi ekonomi masyarakat Gampong Adang Beurabo.

6. Kondisi Pemerintahan Gampong

Berdasarkan keterangan Penduduk gampong, selama keberadaannya Gampong Adang Beurabo telah mengalami sekitar 8 kali pergantian Keuchik. Saat ini Gampong Adang Beurabo dipimpin oleh Keuchik, Tuha Peut dan tiga orang kepala dusun. Suatu hal yang menarik yang telah diadakan di Gampong ini, pemuda memiliki peranan penting dalam memajukan gampong , dibuktikan dengan adanya ketua pemuda, sekretaris desa dan peranan lainnya yang kendalinya berada ditangan kalangan pemuda gampong.

(14)

B. Maksud dan Tujuan Laporan

Berdasarkan kegiatan KKN yang telah dilaksanakan memiliki tujuan dalam penulisan laporan yang berguna untuk pengabdian kepada masyarakat serta realisasi disiplin ilmu terhadap masyarakat dan memberikan wawasan.

Sebagai bentuk perwujudan KKN itu sendiri memiliki banyak manfaat yang dirasakan baik mahasiswa, pemerintah, masayarakat maupun perguruan tinggi, sebagai berikut :

1. Bagi Mahasiswa

a. Mendewasakan cara berfikir, bersikap dan bertindak serta meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan pengkajian, perumusan dan pemecahan masalah secara praktis dan terpadu.

b. Melatih dan membiasakan mahasiswa menghadapi dan menyelesaikan permasalahan melalui kerjasama antar bidang keahlian.

c. Mendalami penghayatan dan pengetahuan mahasiswa terhadap berbagai masalah dalam masyarakat yang sedang melaksanakan pembangunan.

d. Meningkatkan wawasan dan proses pendewasaan kepribadiaan mahasiswa. e. Melatih mahasiswa untuk hidup bermasyarakat yang penuh dengan realitas

yang terkadang tidak realistis. 2. Bagi Pemerintah

a. Membantu mempercepat proses pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah antara lain dalam meningkatkan sumber daya manusia

b. Membuka akses kemitraan dan komunikasi timbal balik baik antara perguruan tinggi dan pemerintah.

c. Membantu pemerintah desa dalam melakukan pendataan penduduk.

d. Untuk referensi bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan untuk membangun Gampong Adang Beurabo.

(15)

a. Masyarakat memperoleh bantuan tenaga dan pikiran untuk meningkatkan cara berfikir, pengetuhuan, dan ketrampilan, sehingga dapat menumbuhkan potensi sumber daya dan selanjutnya berkembang secara mandiri.

b. Terbentuknya kemampuan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, sehingga upaya kelanjutan pembangunan dalam bidang agama dapat terjamin. 4. Bagi Perguruan Tinggi

a. Mahasiswa diharapkan mampu mempertegas eksistensi perguruan tinggi sebagai lembaga yang mampu melahirkan kader-kader yang mampu membawa perubahan bagi masyarakat.

b. Melalui kegiatan ini secar tidak langsung Universitas Syiah Kuala mempertegas kehadirannya ditengah-tengah masyarakat.

c. Mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan level Universitas Syiah Kuala ke arah yang lebih baik dan berkualitas.

Adapun tujuan dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah sebagai berikut : 1. Tujuan Umum

a. Menjadi seorang sarjana yang mampu menyelesaikan segala persoalan yang ada dilingkungan masyarakat secara pragmatis.

b. Mendukung dan memotivasi segala proses dan kegiatan pembangunan yang ada di lingkungan masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. c. Mendekatkan perguruan tinggi dengan masyarakat dimana mahasiswa KKN

berada. 2. Tujuan Khusus

a. Melatih mahasiswa dalam mengkaji fenomena-fenomena sosial yang terjadi dilingkungan masyarakat.

b. Memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang telah didapatkan di fakultas demi kepentingan masyarakat.

(16)

C. Program Pembangunan Gampong yang Telah Ada

Pembangunan Gampong adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan maupun indeks pembangunan manusia. Sedangkan pembangunan partisipatif adalah suatu sistem pengelolan pembangunan di desa bersama-sama secara musyawarah, mufakat dan gotong royong yang merupakan cara hidup masyarakat yang telah lama berakar budaya di wilayah Indonesia. Program pembangunan gampong akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas yang telah disepakati bersama masyarakat. Hal-hal yang menjadi sarana di Gampong Adang Beurabo diantaranya Meunasah dan Balai Pengajian sebagai tempat ibadah dan musyawarah bagi warga gampong .Posyandu/polindes sebagai tempat untuk memantau perkembangan serta pertumbuhan balita baik dari segi gizi maupun kesehatan. Pembangunan di Gampong Adang Beurabo masih banyak memerlukan pembangunan karena banyak fasilitas untuk perangkat gampong yang belum ada, seperti kantor geuchik.

D. Metode dan Sistematika Pembahasan

BAB I PENDAHULUAN, berisi Gambaran Umum Lokasi KKN, Maksud dan Tujuan Laporan, Program Pembangunan Gampong Yang Telah Ada dan Metode dan Sistematika Pembahasan.

BAB II BIDANG PERMASALAHAN GAMPONG, berisi Pendidikan, Agama, Ekonomi, dan Sosial-Budaya, Prasarana dan Sarana, Produksi, Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan, Administrasi dan Pemerintahan Gampong.

BAB III REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN, berisi Kegiatan Mandiri, Penunjang,Pendukung,khusus dan Kegiatan Kelompok.

(17)

BAB III

REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN

A. Kegiatan Mandiri

1. Kegiatan utama: Menggambar dan Mewarnai (Penanggung Jawab: Susi Yanti)

Bidang kegiatan utama yang dipilih adalah “Menggambar dan Mewarnai”. Menggambar merupakan ungkapan ekspresi jiwa manusia yang dituangkan melalui goresan tangan, baik itu ungkapan sedih, senang, terharu dan lain-lain karena dengan menggambar hati akan lebih jujur apa yang sebenarnya terjadi. Sebuah gambar memiliki nilai estetika (keindahan) dan makna tersendiri. Ini merupakan salah satu pengabdian ilmu yang dapat dilakukan didalam rangkaian proses KKN selama satu bulan ini.

a. Maksud, Tujuan dan Sasaran

Maksud dari program ini yaitu untuk mengajari anak-anak tentang teknik menggambar dan mewarnai. Sedangkan tujuannya yaitu supaya setelah kegiatan ini dilakukan diharapkan agar semua anak-anak di gampong Adang Beurabo mengerti tentang teknik menggambar dan mewarnai sehingga mereka lebih antusias untuk belajar tentang menggambar dan mewarnai, karena dengan mempelajari hal tersebut maka mereka akan tahu bagaimana tekniknya dan mengungkapkan ekspresi yang ada di fikirannya. Adapun sasaran yang ingin dituju adalah anak-anak sekolah SD.

b. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak 10 kali selama pelaksanaan KKN yaitu pada tanggal 6, 10, 13, 16, 21, 22, 24, 26, 27 dan 28 Agustus 2015. Kegiatan mengajar ini dilakukan di Meunasah Adang Beurabo.Jumlah anak-anak yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 15 orang yang diantaranya 7 laki-laki dan 8 orang perempuan.Para pelaksana menggambarkan suatu objek di papan tulis yang kemudian anak-anak menggambar kembali objek tersebut di kertas yang disediakan pelaksana.Setelah selesai kegiatan ini, anak-anak menjadi

(18)

mengerti tentang tehnik-tehnik menggambar dan mewarnai.Selain itu, diharapkan kepada anak-anak agar dapat mempraktekkan dan mengulang-ngulang kembali di rumah sehingga ilmu yang sudah diberikan tidak hilang begitu saja.

c. Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor pendukung dari kegiatan ini adalah adanya dukungan dari masyarakat Gampong Adang Beurabo serta antusias dari anak-anak yang begitu tinggi dan dukungan serta bantuan dari kawan-kawan kelompok.Faktor penghambat dari kegiatan ini adalah tidak adanya sekolah di Gampong Adang Beurabo sehingga harus mengajar di Meunasah.

2. Kegiatan utama: Membuat Kerajinan (Penanggung Jawab: Susi Yanti)

Bidang kegiatan utama yang dipilih adalah “Membuat Kerajinan”.Kerajinan ini terdiri dalam bentuk gelang tangan dan asesoris jelbab. Kerajinan merupakan proses pengolahan suatu benda menjadi bentuk yang utuh sesuai dengan tujuan. Sehingga hal ini sesuai untuk pengabdian ilmu yang dapat dipraktekkan pada masyarakat.

a. Maksud, Tujuan dan Sasaran

Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan kepada anak-anak, ibu-ibu dan remaja Gampong Adang Beurabo cara mengolah suatu benda yang belum jadi menjadi utuh sehingga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya yaitu agar ibu-ibu dan remaja dapat mengkreasikan suatu benda sesuai dengan imajinasinya sendiri.Terutama bagi anak-anak dan remaja-remaja karena kerajinan menjadi kegiatan yang lumrah dilakukan oleh kalangan perempuan terutama kerajinan dalam bentuk gelang dan asesoris jelbab.

b. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Program ini mulai dilaksanakan pada tanggal 17 dan 24 Agustus 2015.Program belajar ini dilaksanakan di Polindes Gampong Adang Beurabo.Jumlah ibu-ibu dan remaja yang mengikuti kegiatan pembuatan asesoris jelbab ini adalah sekitar 7 orang terdiri dari 5 ibu-ibu dan 2 remaja.Jumlah

(19)

anak-anak yang mengikuti kegiatan pembuatan gelang tangan ini adalah sekitar 13 orang terdiri dari 3 perempuan dan 10 laki-laki.Mereka umumnya adalah siswa tingkat SD kelas 3, dan 4.Kegiatan ini dilakukan dengan memberi bahan-bahan seperti tali kur, kain flanel, lem tembak/lilin, pintul bros, yang kemudian diajarkan cara-cara membuat gelang dan asesoris jelbab. Setelah selesai kegiatan ini, anak-anak, ibu-ibu dan remaja dapat membuat kreasi dalam bentuk lain sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Kemudian dengan ilmu yang didapatkan tadi, anak-anak, ibu-ibu dan remaja dapat mempraktekkan dan mengulang-ngulang kembali atau mengajarkan kepada teman-teman yang lain sehingga ilmu yang sudah diberikan bermanfaat.

c. Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor pendukung dari kegiatan ini adalah adanya dukungan dari ibu-ibu, remaja dan orang tua yang memberikan izin pada anak-anak mereka dan antusias dari anak-anak yang begitu bersemangat serta bantuan dari anggota kelompok. Faktor Penghambat dari kegiatan ini adalah bahan-bahan yang digunakan susah didapati di desa tersebut. Selain itu, anak-anak kurang cekatan dalam mempraktekkan sehingga pelaksana harus mengulang beberapa kali.

3. Kegiatan penunjang: Mengadakan Les Matematika Dasar (Penanggung Jawab: Susi Yanti)

Kegiatan peunjang yaitu “Mengadakan Les Matematika Dasar”. Hal ini, sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari karena mengghitung sering kali kita gunakan dalam proses kegiatan yang kita jalani setiap harinya sehingga dengan bisa berhitung memudahkan kita dalam proses tersebut seperti salah satunya pada saat proses jual beli.

a. Maksud, Tujuan dan Sasaran

Maksud dari kegiatan ini yaitu untuk mengajari anak-anak berhitung tingkat SD/MIN sebagai kegiatan ulangan bagi mereka setelah belajar di sekolah agar mereka tidak menghabiskan waktu hanya untuk bermain.Tujuan dari program ini adalah agar anak-anak gampong Adang Beurabo gemar belajar

(20)

Matematika dan tidak menganggap pelajaran tersebut sulit.Sedangkan sasaran dari program ini adalah anak-anak SD/MIN gampong Adang Beurabo.

b. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Kegiatan ini dilakukan di sebuah Meunasah yang berada di gampong Adang Beurabo.Pengajaran les Matematika ini dilaksanakan yaitu untuk anak-anak SD/MIN kelas 1 dan 2 yang ada di gampong Adang Beurabo.Hasil yang dicapai dari program ini adalah agar anak-anak gemar belajar matematika dan dapat membantu mengatasi kesulitan mereka dalam mengerjakan tugas Matematika yang diberikan oleh guru di sekolahnya.

Tindak lanjut dari program ini yaitu agar anak-anak menjadi rajin belajar dan mengurangi waktu bermain mereka untuk belajar sehingga memudahkan mereka saat mengikuti pelajaran matematika di sekolah nantinya dan harapannya semoga dengan adanya kegiatan ini, sedikit banyaknya dapat memudahkan anak-anak gampong Adang Beurabo menyelesaikan tugas matematika dari sekolahnya.

c. Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan ini salah satunya yaitu tersedianya perlengkapan belajar dan dukungan dari orang tua anak-anak gampong Adang Beurabo serta bantuan dari seluruh anggota kelompok KKN sehingga program ini berjalan dengan baik dan lancar.

Faktor penghambat adalah diawal kesulitan untuk mengumpulkan anak-anak SD/MIN kelas 1 dan 2 karena mereka lebih mementingkan bermain. Seiring dengan berjalannya waktu dan menggunakan teknik belajar sambil bermain sehingga anak-anak gampong Adang Beurabo tertarik dan mengalami perubahan dalam proses belajarnya.

4. Kegiatan Utama: Dokter Kecil (Penanggung Jawab: Fauziyah)

Bidang kegiatan yang dipilih adalah “Dokter Kecil”.Kegiatan dokter kecil ini dikhususkan kepada anak-anak tingkat SD kelas 4, 5 dan 6 gampong Adang

(21)

Beurabo.Kegiatan ini dilakukan di menasah, setelah kegiatan mengajar anak-anak SD.

a. Maksud, tujuan, dan sasaran yang dicapai

Maksud dari program ini adalah untuk mengajarkan anak-anak SD gampong Adang Beurabo tentang cara penanganan dan perawatan luka. Tujuannya untuk memudahkan anak-anak Gampong Adang Beurabo dalam mempelajari cara penanganan dan perawawtan lukasehingga bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sasaran dari program ini adalah anak-anak khususnya kelas 4, 5, dan 6 SD dan SMP di Gampong Adang Beurabo.

b. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut

Kegiatan Dokter Kecil dilaksanakan sebanyak 3 kali selama pelaksanaan KKN yaitu pada tanggal 11,18 dan 19 Agustus 2015. Kegiatan belajar dilakukan di Menasah gampong Adang Beurabo.Jumlah anak-anak yang mengikuti kegiatan ini adalah 10 orang yang terdiri dari 1 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Anak-anak di gampong Adang Beurabo khususnya anak perempuan sangat antusias ketika sedang mempelajari cara penanganan dan perawatan luka. Setelah kegiatan ini selesai, anak-anak sudah dapat menangani dan merawat luka sendiri.

Tindak lanjutnya, dengan kegiatan ini anak-anak lebih semangat untuk belajar menangani dan merawat luka, dan untuk lebih giat lagi dalam belajar.Agar nantinya prestasi meningkat dancita-cita dapat tercapai.

c. Faktor pendukung dan penghambat 1) Faktor pendukung

a) Adanya dukungan dari Pak Gecik

b) Adanya dukungan dari teman kelompok sendiri dan kelompok KKN lain

c) Antusiasme anak-anak Gampong Adang Beurabo dalam program ini. 2) Faktor penghambat

a) Sulit menentukan jadwal kegiatan dokter kecil karena kegiatan anak-anak yang penuh untuk mengaji dan membantu orang tua

(22)

b) Sulit saat berkomunikasi dengan anak-anak karena saya tidak bisa bahasa aceh dan anak-anak kurang memahami bahasa indonesia.

5. Kegiatan Utama: Penyuluhan Hipertensi dan Pemeriksaan Tekanan Darah (Penanggung Jawab: Fauziyah)

Bidang kegiatan yang dipilih adalah “Penyuluhan Hipertensi dan Pemeriksaan Tekanan Darah”.Kegiatan penyuluhan hipertensi dikhususkan kepada ibu-ibu Gampong Adang Beurabo.Kegiatan dilakukan di balai pengajian setelah pengajian dilaksanakan.

a. Maksud, tujuan, dan sasaran yang dicapai

Maksud dari program ini adalah untuk menjelaskan bahaya penyakit hipertensi, tentang apa itu hipertensi, penyebab, faktor resiko, pengobatan dan pencegahannya kepada ibu-ibu di Gampong Adang Beurabo. Tujuan kegiatan ini agar ibu-ibu di Gampong Adang Beurabo dapat mencegah terkenanya penyakit hipertensi serta memiliki keinginan untuk memeriksakan tekanan darah tinggi ke pusat pelayanan kesehatan terdekat.Sasaran dari program ini adalah ibu-ibu dan lansia di Gampong Adang Beurabo.

b. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut

Kegiatan Penyuluhan Hipertensi dilaksanakan sebanyak 1 kali selama pelaksanaan KKN yaitu pada tanggal 26 Agustus 2015. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan di balai pengajian gampong Adang Beurabo. Jumlah ibu-ibu dan lasia yang hadir dalam kegiatan ini adalah 30 orang yang terdiri dari 10orang yang berusia dibawah 50 tahun dan 20 orang yang berusia diatas 50 tahun. Ibu-ibu dan lansia di gampong Adang Beurabo sangat antusias ketika penyuluhan, karena banyak warga di gampong Adang Beurabo terkena hipertensi. Setelah kegiatan ini selesai, masyarakat di gampong Adang Beurabo dapat mencegah dengan memeriksakan penyakit hipertensi yang dialami ke pusat pelayanan kesehatan terdekat.

Tindak lanjutnya, dengan kegiatan ini masyarakat dapat memahami bahaya penyakit hipertensi sehingga dapat mencegah penyakit hipertensi, salah

(23)

satu caranya dengan menjaga pola hidup yang sehat dan rutin memeriksakan kesehatan ke pusat pelayanan kesehatan terdekat.

c. Faktor pendukung dan penghambat 1) Faktor pendukung

a) Adanya dukungan dari Pak Gecik

b) Adanya dukungan dari teman kelompok sendiri dan kelompok KKN lain

c) Antusiasme ibu-ibu dan lansiaGampong Adang Beurabo dalam program ini.

2) Faktor penghambat

a) Sulit mengumpulkan ibu-ibu dan lansia karena padatnya kegiatan ibu-ibu untuk pergi ke sawah dan berkebun.

b) Sulit saat berkomunikasi dengan ibu-ibu dan lansiakarena saya tidak bisa bahasa aceh dan masyarakat kurang memahami bahasa indonesia.

6. Kegiatan Penunjang: Mendaur Ulang Kertas Koran (Penanggung Jawab: Fauziyah)

Bidang kegiatan yang dipilih adalah “Mendaur Ulang Kertas Koran”. Kegiatan ini, mengajarkan kepada anak-anak tentang mendaur ulang kertas koran menjadi mangkuk.Kegiatan ini dikhususkan kepada anak-anak tingkat SD gampong Adang Beurabo.Kegiatan ini dilakukan di Meunasah Adang Beurabo.

a. Maksud, tujuan, dan sasaran yang dicapai

Maksud dari program ini adalah untuk mengajarkan kepada anak-anak gampong Adang Beurabo tentang mendaur ulang kertas koran menjadi mangkuk. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi kepada anak-anak tentang pentingnya mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai lagi sehingga dapat digunakan kembali dan tidak menumpuk sebagai sampah.Sasaran dari program ini adalah siswa-siswi tingkat SD di Gampong Adang Beurabo.

(24)

b. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut

Mendaur ulang kertas koran menjadi mangkuk untuk anak-anak tingkat SD gampong Adang Beurabo dilaksanakan sebanyak 1 kali selama pelaksanaan KKN yaitu pada tanggal 24 Agustus 2015. Kegiatan belajar dilakukan di Meunasah Gampong Adang Beurabo.Jumlah anak-anak yang mengikuti kegiatan ini adalah 10 orang yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini umumnya masih duduk di bangku SD. Anak-anak di Gampong Adang Beurabo sangat antusias ketika membuat kerajinan tangan ini, anak-anak tersebut mendaur ulang kertas koran dan mengecat nya. Setelah kegiatan ini selesai, anak-anak sudah dapat mendaur ulang kertas-kertas yang sudah tidak terpakai lagi menjadi barang-barang yang dapat digunakan sehari-hari seperti mangkuk dan keranjang.

Tindak lanjutnya, dengan kegiatan ini anak-anak lebih semangat untuk membuat kerajinan tangan dan menjadi lebih kreatif terhadap baenda-benda yang sudah tidak terpakai lagi disekitar mereka.

c. Faktor pendukung dan penghambat 1) Faktor pendukung

a) Adanya dukungan dari masyarakat Gampong Adang Beurrabo b) Adanya dukungan dari orangtua mereka

c) Adanya dukungan dari teman sekelompok KKN d) Dukungan moral berupa saran dan ide

e) Antusiasme anak-anak saat membuat kerajinan tangan. 2) Faktor penghambat

a) Sulit menentukan jadwal mendaur ulang kertas koran karena kegiatan anak-anak yang penuh untuk mengaji dan membantu orang tua

b) Sulit saat berkomunikasi dengan ibu-ibu dan lansiakarena saya tidak bisa bahasa aceh dan masyarakat kurang memahami bahasa indonesia.

(25)

7. Kegiatan utama: Pembuatan Buku Aset Tetap dan Inventaris Desa (Penanggung jawab: Febrian Rizki )

Pembuatan Buku Aset Tetap dan Inventaris Desa Adang Beurabo.Inventaris Gampong adalah daftar yang memuat semua barang, baik itu aset tetap berwujud maupun aset tidak berwujud, yang dimiliki oleh Meunasah Gampong yang digunakan untuk menunjang kegiatan Gampong.Inventaris Gampong sangatlah penting bagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Gampong. Jika salah satu inventaris Gampong tidaklah terpenuhi maka kegiatan, baik itu kegiatan yang bersifat ekonomi, sosial, budaya, keagamaan akan berjalan tidak maksimal.

a. Maksud, tujuan, dan sasaran yang dicapai

Kegiatan pembuatan datan inventaris Meunasah Gampong bertujuan untuk penyempurnaan dan pengawasan terhadap sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu Gampong. Selain itu, data inventaris juga dapat menciptakan ketertiban administrasi Gampong, menghemat uang Gampong baik dalam rangka pengadaan barang ataupun penghapusan barang, menjadi pedoman dalam menghitung kekayaan Gampong,dan untuk memudahkan dalam melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap saran dan prasarana yang dimiliki oleh Gampong.

Pembukuan data inventaris Gampong dilakukan terhadap semua inventaris yang terdapat di Gampong Adang Beurabo, Padang Tiji, Pidie. Pembukuan aset tetap dan inventaris Gampong diharapkan memberikan informasi baik bagi Gampong, maupun kecamatan dalam mengambil keputusan dalam hal penggunaan aset tetap dan inventaris Gampong.

b. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut

Hasil yang dicapai dari pembuatan buku aset tetap dan inventaris Gampong sangat memuaskan hal ini dapat dibuktikan dari penggunaan data aset tetap dan inventaris Gampong yang telah dibuat. Para aparatur pemerintah Gampong selalu mempertimbangkan segala keputusan yang akan diambil

(26)

berkaitan dengan penggunaan aset tetap dan inventaris Gampong berdasarkan data yang inventaris yang telah ada.

Dengan adanya buku aset tetap dan inventaris Gampong diharapkan menjadi sebuah informasi yang berguna bagi Gampong Adang Beurabo dalam mengelola dan mengendalikan aset dan inventaris yang tersedia.

c. Faktor pendukung dan penghambat 1) Faktor Pendukung

a) Sarana dan Prasarana yang terdapat di Adang Beurabo dapat dihitung jumlahnya karena terdapatnya fisik barang yang dihitung.

b) Kerjasama tim KKN yang juga membantu menjalankan kegiatan ini c) Kesediaan keuchik, Sekdes dan ibu ketua PKK yang bersedia untuk

diwawancarai. 2) Faktor Penghambat

a. Bervariasinya format dalam melakukan pencatatan sehingga membingungkan dalam memilih format yang digunakan.

8. Kegiatan utama: Sosialisasi pentingnya menabung sejak dini (Penanggung jawab: Febrian Rizki )

Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk menanamkan rasa gemar menabung pada anak. Bercermin pada kata-kata bijak “Rajin pangkal pandai,

hemat pangkal kaya”. Ungkapan kata-kata bijak ini mestinya mulai kita

tanamkan kepada anak-anak sejak usia dini, kepada mereka kita ajarkan hidup hemat dengan cara menabung agar pola konsumtif yang tidak bermanfaat dapat dikurangi

a. Maksud, tujuan, dan sasaran yang dicapai

Manfaat yang dicapai dari kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan manfaat dari menabung dan melatih anak-anak untuk belajar mengatur keuangan mereka, sekaligus melatih untuk hidup hemat.Maksud dari kegiatan sosialisasi pentingnya menabung sejak dini adalah untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak Gampong Adang Beurabo bahwa menabung

(27)

sangat bermanfaat bagi masa depan. Tujuan dari kegiatan ini adalah mensosialisasikan tentang pentingnya menabung usia dini dan menjelaskan mamfaat dari menabung pada usia dini sehingga dapat memotivasi anak dalam menabung. Sasaran yang ingin di capai dalam kegiatan ini adalah timbulnya kesadaran anak-anak Gampong Adang Beurabo untuk dapat menyisihkan sebagian dari uang mereka agar dapat di tabung ke celengan.

b. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut

Hasil yang di capai dari program sosialisasi pentingnya menabung sejak dini adalah anak-anak TPA terlihat antusias dan memberikan respon positif terhadap pentingnya menabung usia dini. Sehingga anak-anak Meunasah Khuba telah mengerti tentang pentingnya menabung sejak dini dengan cara lebih berhemat dan dapat membelanjakan uang saku yang didapat dari orang tua dengan bijak.Tindak lanjut dari program ini adalah orang tua sebaiknya menekankan kembali pemahaman tentang pentingnya menabung guna mengasah mental anaknya sehingga dapat berhemat.

c. Faktor pendukung dan penghambat 1. Faktor pendukung

a. Adanya dukungan dari pak gauchik

b. Adanya dukungan dari teman kelompok sendiri dan kelompok KKN lain

c. Tanggapan yang baik dari pak geuchik d. Dukungan moral berupa saran dan ide

e. Antusiasme Anak-anak desa Adang Beurabo dalam program ini 2. Faktor penghambat

a. Kurangnya peralatan untuk sosialisasi, seperti tidak adanya proyektor

9. Kegiatan Penunjang: Mengajari dasar-dasar komputer dan Microsoft Word (Penanggung jawab: Febrian Rizki)

Bidang kegiatan yang dipilih adalah mengajari Microsoft Office untuk pemuda Desa Adang Beurabo.Microsoft Office ini dapat mempermudah

(28)

seseorang bahkan kelompok untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan mudah dan lebih rapi. Microsoft Office juga dapat berguna dikehidupan pada era zaman yang makin modern ini

a. Maksud, tujuan, dan sasaran yang dicapai

Adapun maksud dari mengajari pemuda kampung Microsoft Office agarpemuda-pemuda di Desa Adang Beurabo tidak buta untuk memakai Microsoft Office tersebut. Karena dengan kita bisa menguasai atau memakai Microsoft Office ini pemuda disini bisa membuat laporan atau tugas akan semakin mudah dan cepat. Sasaran yang ingin dicapai adalah pemuda di Desa Adang Beurabo

b. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut

Program mengajari Microsoft Office ini dilaksanakan oleh Febrian Rizki dan ikut dibantu oleh semua peserta KKN kelompok p83. Kegiatan ini dilaksanakan pada Meunasah pada tanggal 25 agustus 2015 yang diikuti oleh Pak Geuchik, Pak Sekdes dan KAUR. Tekhnik dan metode pelaksanaan kegiatan ini dengan caramemberi bahan untuk les microsoft word dan memberi tes agar di kerjakan oleh yang mengikuti les.

c. Faktor pendukung dan penghambat 1. Faktor pendukung

a) Dukungan dan bantuan dari kawan – kawan KKN b) Waktu dan tempat yang memadai.

c) Laptop teman –teman kelompok KKN P83 d) Pengurus desa mempunyai laptop sendiri 2. Faktor penghambat

a) Kurangnya pengetahuan tentang microsoft word b) Tidak terbiasanya dalam mengetik.

(29)

10. Kegiatan utama: Bimbingan Belajar Menyimak dan berbicara (Penanggung jawab: Purna Lestari)

Bidang kegiatan utama yang dipilih adalah “ Bimbingan belajar menyimak dan berbicara”. Dalam kehidupan sosial interaksi antar individu atau kelompok adalah hal yang sangat penting, interaksi yang dimaksud tentu saja membawa peranan penting dari bahasa yang digunakan, ketika seorang pembicara ingin menyampaikan suatu hal kepada orang lain dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh si pendengar, tentu saja hubungan komunikasi yang baik tidak akan tercipta. Maka, disini sebagai seorang mahasiswa FKIP jurusan PGSD, penggunaan bahasa nasional/ Bahasa Indonesia sagat penting diajarkan dan dibiasakan penggunaannya pada anak sejak usia dini.

a. Maksud, Tujuan dan Sasaran

Maksud dari program ini yaitu untuk mengajari anak-anak sejak usia sejak dini menggunakan bahasa nasional / Bahasa Indonesia pada saat berinteraksi dalam kehidupannya sehari-hari. Sedangkan tujuannya untuk membiasakan anak-anak di gampong adang beurabo mengaplikasikan bahasa Indonesia sejak kecil dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ketika semakin dewasa mereka tidak mengalami kesulitan saat berada dilingkungan masyarakat luas yang mayoritasnya menggunakan bahasa nasional / Bahasa Indonesia. Adapun sasaran yang menjadi perhatian dalam melaksanakan program ini adalah anak usia dini / anak-anak SD.

b. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Mengajarkan bimbingan belajar menyimak dan berbicara pada anak Sekolah Dasar/ anak usia dini di gampong adang beurabo dilaksanakan oleh kelompok KKN P83. Kegiatan telah dilaksanakan sebanyak 4 kali selama pelaksanaan KKN yaitu pada tanggal 12,14,15 dan 18 Agustus2015. Kegiatan Bimbingan Belajar Menyimak dan Berbicara ini dilakukan di meunasah gampong Adang Beurabo dengan jumlah peserta/ anak-anak yang bervariasi yaitu, sekitar 15-25 anak yang berasal dari tingkatan sekolah dan kelas yang berbeda yaitu, paud, SD ( kelas 1,2,34,5,6 ) dan SMP ( kelas VII, VIII , IX ).

(30)

Pelaksanaan kegiatan bimbel menyimak dan berbicara dilakukan dengan cara membacakan cerita dongeng berbahasa Indonesia dan para peserta mendengarkan dengan tenang, setelah cerita diacakan kami meminta beberapa anak untuk menceritakan kembali cerita yang sudah dibacakan sesuai ingatan mereka dengan menggunakan bahasa Indonesia pula. Selain itu, diharapkan kepada anak-anak agar dapat mempraktekkan dan mengaplikasikan berbicara dengan menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

c. Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor pendukung dari kegiatan ini adalah adanya dukungan dari masyarakat Gampong Adang Beurabo serta antusias dari anak-anak yang begitu tinggi dan dukungan serta bantuan dari kawan-kawan kelompok. Faktor Penghambat dari kegiatan ini adalah tidak adanya pembiasaan dari masyarakat Gampong Adang Beurabo untuk Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar didalam kehidupan sehari-hari baik dari kalangan orang tua, pemuda pemudi, remaja dan anak-anak.

11. Kegiatan Utama: Les Vocabulary (penanggung jawab: Purna Lestari)

Bidang kegiatan utama kedua yang dipilih adalah “ les vocabulary ”yang merupakan les kosa kata dalam bahasa inggris yang diajarkan kepada anak-anak di gampong adang beurabo, mengaajarkan pengetahuan tentang kata benda, buah dan sebagainya dalam bahasa inggris adalah hal yan baik dan bemanfaat, karena pada jenjang pendidikan yang semakin meningkat, pendidikan bahasa inggris akan dijumpai, semoga ini akan menjadi pengetahuan yang dapat dikembangkan dengan sebaik-baiknya karena mengingat Bahasa inggris adalah bahasa Internasional yang digunakan masyarakat umumnya diseluruh penjuru dunia. a. Maksud, Tujuan dan Sasaran

Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan kepada anak-anak Gampong Adang Beurabo tentang vocabulary ( kosa kata dalam bahasa Inggris ) karena pada jenjang pendidikan yang semakin meningkat, pendidikan bahasa inggris akan dijumpai, semoga ini akan menjadi pengetahuan yang dapat

(31)

dikembangkan dengan sebaik-baiknya karena mengingat Bahasa inggris adalah bahasa Internasiona yang digunakan masyarakat umumnya diseluruh penjuru dunia. Tujuannya les vocabulary ini adalah agar anak-anak dapat mengetahui berbagai macam kosa kata benda-benda dalam Bahasa Inggris. Sedangkan sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh anak-anak usia Sekolah Dasar yang ada di gampong Adang Beurabo.

b. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Program “ Les Vocabulary ” untuk anak-anak tingkat SD/MIN GampongAdang Beuraboe dilaksanakan oleh kelompok KKN P83. Program ini mulai dilaksanakan pada tanggal 8, 20, 21 dan 25 Agustus 2015. Program belajar ini dilaksanakan di meunasah Gampong Adang Beurabo. Jumlah anak-anak yang mengikuti program ini adalah sekitar 15-20 anak-anak gampong Adang Beurabo yang terdiri dari anak usia Sekolah Dasar.

c. Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor pendukung dari kegiatan ini adalah adanya dukungan dari orang tua yang memberikan izin pada anak-anak mereka dan antusias dari anak-anak yang begitu bersemangat serta bantuan dari anggota kelompok.Faktor Penghambat dari kegiatan ini adalah anak-anak tidak biasa dalam penggunaan atau pendengaran Bahasa inggris dalam keseharian mereka, sehingga anak-anak sedikit kesulitan dalam pengucapan vocabulary berbahasa inggris tersebut.

12. Kegiatan Penunjang: Bimbingan Belajar (Penanggung jawab: Purna Lestari)

Kegiatan penunjang yang dipilih yaitu “Mengadakan imbingan Belajar ”. Adapun dalam yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah membantu anak anak yang memiliki kesulitan dalam memahami atau menyelesaikan tugas sekolah, seperti mengajarkan hafalan ayat pendek, bacaan shalat, serta membantu menyelesaikan PR dari berbagai mata pelajaran.

(32)

a. Maksud, Tujuan dan Sasaran

Maksud dari kegiatan ini yaitu untuk membantu anak-anak yang mengalami kesulitan dalam menghafal atau menyelesaikan tugas sekolah setingkat SD/MIN sebagai kegiatan ulangan bagi mereka setelah belajar di sekolah agar mereka tidak menghabiskan waktu hanya untuk bermain.Tujuan dari program ini adalah agar anak-anak gampong Adang Beurabo bisa menyelesaikan segala tugas dan pekerjaan rumah mereka dengan baik dan benar.

b. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Kegiatan Bimbingan Belajar dilaksanakan oleh kelompok KKN P83.Mengajar Bimbingan Belajar umum ini telah dilaksanakan sebanyak lebih dari 6 kali selama mengikuti program KKN di gampong Adang Beurabo.Kegiatan ini dilakukan di sebuah menasah yang berada di gampong Adang Beurabo.Kegiatan Bimbingan Belajar ini dilaksanakan untuk anak-anak SD/MIN kelas I -VI yang ada di gampong Adang Beurabo.Hasil yang dicapai dari program ini adalah agar anak-anak gemar bisa mendapat bantuan dalam memecahkan tugas-tugas sekolahnya, dan secara mandiri bisa menyelesaikan berbagai tugas sekolah tersebut.

Tindak lanjut dari program ini adalah agar anak-anak menjadi rajin dan mengurangi waktu bermain mereka untuk belajar sehingga memudahkan mereka saat mengikuti pelajaran di sekolah nantinya dan harapan semoga dengan adanya kegiatan ini, sedikit banyaknya dapat memudahkan anak-anak gampong Adang Beurabo menyelesaikan tugas-tugas dari sekolahnya.

c. Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan ini salah satunya yaitu tersedianya perlengkapan belajar dan dukungan dari orang tua anak-anak gampong Adang Beurabo serta bantuan dari seluruh anggota kelompok KKN sehingga program ini berjalan dengan baik dan lancar.

Faktor penghambat adalah awalnya saya kesulitan untuk mengumpulkan anak-anak SD/MIN kelas 1 dan 2 karena mereka lebih

(33)

mementingkan bermain. Seiring dengan berjalannya waktu dan penggunakan teknik belajar sambil bermain yang diterapkan, membuat anak-anak gampong Adang Beurabo tertarik dan mengalami perubahan dalam proses belajarnya.

13. Kegiatan Utama: Penyuluhan PHBS( Penanggung Jawab: Nasrah Pitri)

Bidang kegiatan yang dipilih adalah “Penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”. Kegiatan PHBS ini lebih menkhususkan tentang cara cuci tangan yang bersih dan benar. Kegiatan ini dimulai dengan memberikan penyuluhan tentang kebersihan kepada anak-anak, kemudian setelah mereka mengerti dan paham,baru dilanjutkan dengan praktek langsung ke lapangan serta diajarkan cara mencuci tangan.

a. Maksud, tujuan, dan sasaran yang dicapai

Adapun maksud dari program ini adalah untuk memberitahukan kepada anak-anak tentang penyakit yang ditimbulkan dari kurangnya kebersihan.Sedangkan tujuannya untuk membina anak-anak agar dapat memahami dan mengaplikasikan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari terutama kebersihan tangan.

Sasaran dari program ini adalah siswa siswi SD dan SMP di Gampong Adang Beurabo.Sasaran yang dicapai dalam program ini 30 anak.

b. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut

Kegiatan ini telah dilakukan pada tanggal 13 dan 20 Agustus 2015 di Meunasah Gampong Adang Beurabo dengan jumlah anak sebanyak 30 orang. Anak-anak sangat antusias untuk mendengar dan mempelajari apa yang diberikan. Ketika mulai praktek langsung dilapangan, mereka juga sangat ingin tahu cara mencuci tangan yang bersih dan benar. Tindak lanjutnya, dengan penyuluhan ini anak-anak selalu mengerjakan kebiasaan cara cuci tangan yang bersih dan mereka selalu mengerjakan setiap harinya.

c. Faktor pendukung dan penghambat 1) Faktor pendukung

(34)

b) Adanya dukungan dari orangtua mereka c) Adanya dukungan dari teman sekelompok KKN d) Dukungan moral berupa saran dan ide

e) Keantusiasan Anak-anak dalam program ini 2) Faktor penghambat

a) Tidak adanya Sekolah di Gampong Adang Beurabo ini sehingga kegiatan dilakukan di Meunasah Adang Beurabo

b) Tidak tersedia media seperti LCD untuk penyuluhan.

14. Kegiatan Utama: Penyuluhan PHBS Di Rumah tangga (Penanggung Jawab: Nasrah Pitri)

Bidang kegiatan yang dipilih adalah “Penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga”.PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.yang termasuk PHBS di Rumah Tangga, diantaranya :

1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2. Memberi bayi ASI eksklusif

3. Menimbang bayi dan balita 4. Menggunakan air bersih

5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Menggunakan jamban sehat

7. Memberantas jentik di rumah 8. Makan buah dan sayur setiap hari 9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. Tidak merokok di dalam rumah

(35)

a. Maksud, tujuan, dan sasaran yang dicapai

Adapun maksud dari program ini adalah memberikan pengetahuan kepada Ibu-ibu Adang Beurabo tentang 10 PHBS di Rumah Tangga.Sedangkan tujuannya agar Masyarakat Adang Beurabo dapat memahami dan mengaplikasikan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Sasaran dari program ini adalah Ibu-ibu Gampong Adang Beurabo.Sasaran yang dicapai dalam program ini 30 orang.

b. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut

Kegiatan ini telah dilakukan pada tanggal 30 Agustus 2015 di Balai Pengajian Gampong Adang Beurabo dengan jumlah Peserta sebanyak 30 orang. Ibu-ibu sangat antusias selama penyuluhan ini.Tindak lanjutnya, dengan penyuluhan ini masyarakat selalu mengaplikasikan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam kehidupan sehari-hari.

c. Faktor pendukung dan penghambat 1) Faktor pendukung

a) Adanya dukungan dari masyarakat Gampong Adang Beurabo b) Adanya dukungan dari teman sekelompok KKN

c) Dukungan moral berupa saran dan ide d) Keantusiasan Ibu-ibu dalam program ini 2) Faktor penghambat

a) Sulit mengumpulkan ibu-ibu karena sibuk dengan pekerjaaan.

b) Sulit saat berkomunikasi dengan ibu-ibu karena tidak bisa berbahasa aceh, meskipun akhirnya kegiatan tetap berjalan dengan lancar c) Tidak tersedia media seperti LCD untuk penyuluhan.

15. Kegiatan Penunjang: Bimbingan Belajar (Penanggung Jawab: Nasrah Pitri)

Bidang kegiatan yang dipilih adalah “Bimbingan Belajar”. kegiatan ini lebih menkhususkan tentang membantu siswa siswi SD/MIN dan SMP untuk

(36)

menyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR), seperti mengajarkan hafalan ayat pendek, bacaan shalat, serta membantu menyelesaikan PR dari berbagai mata pelajaran. a. Maksud, tujuan, dan sasaran yang dicapai

Adapun Maksud dari program ini adalah agar anak-anak di Gampong Adang Beurabo dapat menyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR) secara mandiri serta paham dan mengerti cara mengerjakannya. Tujuannya adalah untuk membimbing anak-anak dalam menyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR).Sasarannya anak-anak SD/MIN dan SMP di Gampong Adang Beurabo. b. Hasil yang dicapai dan tindak lanjut

Kegiatan belajar telah dilakukan di Meunasah Gampong Adang Beurabo dan di rumah. Kegiatan ini telah dilakukan sebanyak 11 kali selama pelaksanaan KKN yaitu pada tanggal 4, 6, 20, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 30 dan 31 Agustus. Setelah kegiatan ini selesai, anak-anak sudah dapat mengerjakan tugas secara mandiri dan hasil jawaban mereka pun sangat memuaskan. Tindak lanjutnya, setelah Bimbingan Belajar ini selesai anak-anak sudah dapat menyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR) tepat waktu dan berusaha mengerjakan secara mandiri serta bertanya ketika tidak mengerti.

c. Faktor pendukung dan penghambat 1) Faktor pendukung

a. Adanya dukungan dari masyarakat Gampong Adang Beurabo b. Adanya dukungan dari orangtua mereka

c. Adanya dukungan dari teman sekelompok KKN d. Dukungan moral berupa saran dan ide

e. Keantusiasan Anak-anak saat belajar 2) Faktor penghambat

a) Sulit menentukan jadwal belajar karena kegiatan anak-anak yang penuh untuk mengaji dan membantu orang tua

b) Sulit saat berkomunikasi dengan anak-anak karena tidak bisa berbahasa aceh, meskipun akhirnya kegiatan tetap berjalan dengan lancar

(37)

16. Kegiatan Utama: Membaca dan Menulis (Penanggung Jawab: Yulia Sari)

Bidang kegiatan utama yang saya pilih adalah “Membaca dan Menulis”.Membaca adalah suatu kegiatan mencocokkan huruf atau melafalkan lambang-lambang bahasa tulis. Membaca juga merupakan suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis. Sedangkan menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Membaca dan menulis memiliki keterkaitan. Seseorang yang bisa membaca sudah pasti bisa menulis. Kegiatan inilah yang saya jalankan saat menjalankan KKN di Gampong Adang Beurabo. Saya memilih kagiatan ini, karena membaca dan menulis sangat penting dalah dunia pendidikan dan di kehidupan sehari-hari.

a. Maksud, Tujuan dan Sasaran

Maksud dari program ini yaitu untuk mengajari anak-anak membaca dan menulis serta menjelaskan betapa pentingnya belajar membaca dan menulis.Tujuannya yaitu agar anak-anak Gampong Adang Beurabo yang masih sekolah SD mampu membaca dan menulis. Sehingga tidak ada lagi anak- anak yang buta huruf.Sasaran yang di tuju adalah anak-anak Gampong Adang Beurabo.

b. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak 8 kali selama pelaksanaan KKN yaitu pada tanggal 7, 11, 14, 15, 18, 28, 29, dan 31 Agustus 2015.Kegiatan mengajar ini dilakukan di Meunasah Adang Beurabo.Jumlah anak-anak yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 15 orang yang diantaranya 7 laki-laki dan 8 orang perempuan.Para pelaksana menulis huruf-hurufdan kata-kata di papan tulis yang kemudian membaca bersama anak-anak. Setelah itu, pelaksana menyuruh anak-anak meuliskan kembali di buku tulis.Setelah selesai kegiatan ini, anak-anak sudah bisa melafalkan huruf dan kata.Selain itu, diharapkan

(38)

kepada anak-anak agar dapat mempraktekkan dan mengulang-ngulang kembali di rumah sehingga ilmu yang sudah diberikan tidak hilang.

c. Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor pendukung dari kegiatan ini adalah adanya dukungan dari masyarakat Gampong Adang Beurabo serta antusias dari anak-anak yang begitu tinggi dan dukungan serta bantuan dari kawan-kawan kelompok.Faktor penghambat dari kegiatan ini adalah tidak adanya sekolah di Gampong Adang Beurabo sehingga harus mengajar di Meunasah.

17. Kegiatan penunjang: Membuat Donat Kentang (Penanggung Jawab: Yulia Sari)

Kegiatan peunjang yaitu “Membuat Donat Kentang”. Kegiatan ini sangat disenangi oleh para ibu rumah tangga, karena dengan memasak bisa menyenangkan kaluarga. Pelaksana memilih kegiatan ini untuk mengajari dan memberikan resep donat kentang.Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2015.

a. Maksud, Tujuan dan Sasaran

Maksud dari kegiatan ini yaitu untuk mengajari ibu-ibu untuk membuat donat kentang serta membagikan resep donat kentang.Tujuan dari program ini adalah agar ibu-ibu bisa membuat donat kentang dan hobi memasak kue. Sasaran dari progran ini adalah ibi-ibu Gampong Adang Beurabo.

b. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Program ini mulai dilaksanakan pada tanggal24 Agustus 2015.Program memasak kue dilaksanakan di Polindes Gampong Adang Beurabo. Jumlah ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini 13 orang. Hasil yang dicapai dari program ini adalah agar ibu-ibu mengerti tata cara membuat donat kentang dan mempraktikkan langsung di rumah untuk disajikan kepada keluarga.

Tindak lanjut dari program ini yaitu agar ibu-ibu gemar membuat kue danibu-ibu menjadi rajin memasak dibandingkang membeli donat yang sudah jadi.Semoga resep yang saya berikan bisa bermanfaat untuk ibu-ibu gampong

(39)

adang Beurabo. Semoga ibu-ibu bisa membuka usaha kecil-kecilan dengan berjualan donat.

c. Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan ini salah satunya yaitu tersedianya perlengkakan barang-barang untuk memasak serta bantuan dari anggota kelompok KKN sehingga program ini berjalan dengan baik dan lancar.

Faktor penghambat adalah awalnya pelaksana kesulitan untuk menentukan hari dan tanggal, karena banyak acara pesta perkawinan sehingga susah mengumpulkan ibu-ibunya.

18. Kegiatan Utama: Public Speaking (Penanggung Jawab: Yayan Pria Nanda)

Bidang kegiatan utama yang dipilih adalah “Pelatihan Berbicara di Depan Umum (Public speaking)”. Public Speaking merupakan salah satu teknik atau seni berbicara yang harus dimiliki oleh pembicara agar mampu menarik perhatian audiens. Untuk menarik perhatian audiens, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan oleh pembicara selain persiapan materi yang matang tetapi juga harus menguasai atau memperhatikan audiens, panggung dan menjaga penampilan, salah satu contoh public speaking adalah pidato.

Pelatihan Public speaking ini merupakan salah satu pengabdian ilmu yang dapat dilakukan di dalam rangkaian proses KKN selama satu bulan ini. Mengaplikasikan ilmu ini kedalam kehidupan nyata adalah sebuah tantangan tersendiri. Selain itu, pelatihan ini akan sangat bermanfaat bagi sendiri dan terkhusus buat peserta didik

a. Maksud, Tujuan dan Sasaran

Maksud dari program ini yaitu agar anak-anak lebih terampil, berani dan percaya diri dalam berbicara didepan umum. Tujuan dari program ini yaitu untuk menumbuhkan rasa percaya diri,berani ,mengetahui bagaimana cara

(40)

berkomunikasi yang baik tergantung situasi dan kondisi, membentuk karakter yang aktif dan berprestasi khususnya di bidang tehnik berbicara. Adapun sasaran yang ingin dicapai dalam pelatihan ini yaitu seluruh anak-anak tingkat SD dan SMP di Gampong Adang Beurabo. Pelajar tingkat SD dan SMP adalah sasaran yang tepat dalam pelatihan ini, karena masih sangat besarnya semangat belajar dan juga rasa ingin tahu yang ada dalam diri mereka.

b. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Pelatihan berbicara di depan umum (Public speaking) pada tingkat SD dan SMP di Gampong Adang Beurabo dilaksanakan oleh Kelompok KKN P83. Kegiatan telah dilaksanakan sebanyak 3 kali selama pelaksanaan KKN yaitu pada tanggal 8 , 10, 21 Agustus 2015. Kegiatan pelatihan .

Jumlah anak-anak yang mengikuti 20 orang. Para anak-anak diberikan materi-materi yang awalnya membahas tentang apa itu komunikasi, apa saja bagian-bagian dari komunikasi, apa itu berbicara di depan umum (public

speaking), apa saja bagian-bagian public speaking, lalu mengadakan

perkenalan,sehingga setiap anak satu persatu memperkenalkan diri,namun diawal masih banyak yang malu,bahkan tidak mau memperkenalkan diri.tetapi setelah beberapa pertemuan dan Setelah selesai kegiatan ini, anak-anak menjadi percaya diri, berani bertanya dan bercerita, tidak malu-malu lagi dan lebih aktif dalam merespon komunikasi yang diberikan oleh pemateri.

Setelah selesainya kegiatan ini diharapkan kepada para peserta didik dapat terus berlatih bagaimana cara berkomunikasi yang benar, memberanikan diri dan menimbulkan rasa percaya diri dengan seringnya bertanya, berinteraksi dengan teman atau masyarakat dan mengikuti perlombaan-perlombaan pidato atau lomba lainnya yang di adakan di sekolah agar tidak lupa dengan pelajaran yang sudah di berikan oleh mahasiswa KKN Unsyiah dan dukungan dari orang tua serta guru agar anak-anak tetap berani dan percaya diri untuk tampil di depan umum.Dapat diambil kesimpulan bahwa setiap anak di desa adang pada awalnya banyak yang malu pada saat beriteraksi ,dan tidak memiliki keberanian pada saat perkenalan didepan

(41)

umum,ini terbukti ketika diadakan perkenalan pada saat pertemuan pertama public speaking,dari 20 orang anak,hanya 4 orang anak yang mau memperkenal kan diri, yaitu 1 anak laki-laki dan 3 anak perempuan yang bernama munazir,memey,zikriati,nurfazilah.sedangkan yang lainnya tidak mau bahkan ada yang takut,namun setelah banyaknya pertemuan dan diiringi dengan program kawan,makanya dari observasi yang dilakukan banyak peningkatan yang ada pada anak-anak,yakni banyak yang sudah mau berbicara dan puncaknya sewaktu acara perlombaan 17 agustus, disini terlihat banyaknya peningkatan,banyaknya anak terlihat semakin percaya diri di depan umum,semakin berani,ini sangat bagus untuk melatih public speaking,karena kebaraniaan adalah salah satu kunci untuk memudahkan public speaking.

c. Faktor Pendukung dan Penghambat

Adapun faktor pendukung dalam menjalankan program pelatihan ini adalah antusiasme remaja dan anak-anak, dan kemauan remaja dalam mendengarkan dan memahami bahan yang dipaparkan, adanya dukungan dari orang tua dan pemilik balai pengajian agar anak-anak lebih berprestasi khususnya di bidang musabaqah/berpidato, juga teman-teman KKN dalam membantu pelaksanaan pelatihan ini. Tidak adanya faktor penghambat yang cukup berarti dalam proses persiapan, pelaksanaan, hingga selesainya program ini.hanya saja banyaknya jadwal yang harus dipenuhi sehingga pertemuan tidak banyak,namun karena adanya kegiatan teman yang lain,sehingga mempermudah kegiatan publik speaking ini dalam ,menganalisa dan mengobservasi mana anak-anak yang mulai menemukan arti public speaking dalam sehari-hari.

(42)

19. Kegiatan Penunjang: Pembuatan Struktur Gampong (Penanggung Jawab: Yayan Pria Nanda)

Bidang kegiatan penunjang yang Pertama dipilih adalah”Pembuatan Struktur Gampong”

a. Maksud, Tujuan, dan Sasaran yang ingin dicapai

Maksud dan tujuan kegiatan pembuatan struktur gampong adalah untuk mengetahui struktur organisasi gampong desa Adang Beurabo,sehingga memudahkan setiap orang untuk melihat skema pemerintahan gampong b. Hasil yang dicapai dan Tindak lanjut

Kegiatan ini dilaksanakan oleh yayan pria nanda dan dibantu Febrian Riski,dan pemuda gampong Adang yaitu Ridwan, Rahmat, M.Rizal, dan Musliadi. pada tanggal 1 dan 2 september 2015, pembuatan struktur ini dengan papan triplek yang dipasang bingkai disetiap pinggirannya,dan ditempel dengan stiker,proses pembuatannya memakan waktu selama dua hari dan lokasi pembuatan di meunasah Desa Adang Beurabo.

c. Faktor Pendukung dan Penghambat

Adapun faktor pendukung untuk kegiatan ini adalah banyaknya dukungan dari pemuda dan dari pak keuchik dalam membantu pembuatan struktur gampong,dan adanya kendala bearti hanya saja bahan yang diperlukan banyak,dan proses pembuatannya harus memiliki kesabaran dan konsentrasi.

20. Kegiatan Penunjang: Perlombaan Adzan (penanggung jawab: Yayan Pria Nanda)

Bidang kegiatan penunjang pertama yang dipilih adalah “perlombaan azan”.

a. Maksud, Tujuan, dan Sasaran yang ingin dicapai

Maksud dari program ini adalah agar masyarakat Gampong Adang Beurabo khususnya para remaja dan anak-anakmendapatkan suatu pengalaman yang bagus,terlebih dalam bidang agama,azan merupakan

(43)

paggilan shalat bagi orang islam,sehingga perlombaan azan ini bertujuan untuk melatihn remaja dan anak-anak untuk melantunkan azan,sehingga sangat bagus jika dapat dikembangkan nantinya.Adapun sasaran yang hendak dicapai adalah para remaja dan anak-anak di Gampong Adang Beurabo. b. Hasil yang dicapai dan Tindak lanjut

Perlombaan azan ini dilaksanakan oleh Yayan Pria Nanda, dibantu oleh Febrian Riski, Acara telah dilaksanakan sebanyak 1 kali selama pelaksanaan KKN yaitu pada tanggal 30 Agustus 2015.Peserta sendiri diikuti oleh Wahyudin,Muhammad Fadhil,Rezaul akbar,M.Khadafi,M.Andi,Muhammad Maulana,Khairul,Anwar,Maini, dan M.Siddiq.

Perlombaan ini dengan penilaian yaitu irama, panjang dan pendek bacaan serta kefasihan bacaan. Peserta yang keluar sebagai juara satu dalam perlombaan ini adalah Muhammad fadhil, juara dua jatuh pada Muhammad khadafi dan juara tiga jatuh pada Wahyudin,dan kemenangan ini dibantu berdasarkan tgk adi,yang menilai serta dibantu oleh pemuda gampong,banyak anak-anak yang bisa azan,hanya beberapa yang masih tidak tepat dalam pengucapan,namun dengan adanya lomba azan ini diharapkan meningkatkan motivasi anak-anak untuk selalu meningkatkan azan,dan bisa mewakili kampung untuk ikut lomba azan tingkat daerah bila ada.

c. Faktor Pendukung dan Penghambat

Adapun faktor pendukung dalam menjalankan program perlombaan azan ini adanya antusiasme yang dimiliki anak-anak dan remaja gampong Adang,sehingga acara yang dilaksanakan selama sehari ini berjalan dengan lancar,penghambatnya adalah pada hari itu hujan deras sehingga sedikit menghambat dalam pelaksanaan,karena keterlambatan peserta yang hadir,dan karena hujan tersebut,ada beberapa beserta tidak hadir,ini sedikit mengecewakan,namun secara keseluruhan tidak ada rintangan yang bearti sehingga acara bisa berjalan sukses.

(44)

B. Kegiatan Kelompok 1. Gotong Royong

Bidang-bidang kegiatan yang dilakukan adalah Pelaksanaan “Gotong royong di Gampong Adang Beurabo”. Gotong Royong ini sangat dibutuhkan karena dengan adanya kegiatan ini masyarakat semakin sadar akan kebersihan lingkungan sekitar, dapat berinteraksi serta menjalin kebersamaan dengan masyarakat Gampong Adang Beurabo.

a. Hasil yang ingin dicapai dan tindak lanjut

Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa KKN yang berada di Gampong Adang Beurabo dan dibantu oleh masyarakat Gampong Adang Beurabo.Ada pembagian tugas yaitu bapak-bapak dan pemuda membersihkan lingkungan Meunasah dan ibu-ibu, remaja dan anak-anak membersihkan lingkungan sekitar rumah masing-masing.Kegiatan gotong royong di Gampong Adang Beurabo telah dilaksanakan sebanyak 1 kali selama pelaksanaan KKN yaitu pada tanggal 17 Agustus 2015.Kegiatan ini dilakukan di sekitaran Meunasah Gampong Adang Beurabo. Setelah kegiatan ini selesai lingkungan gampong Adang Beurabo telah bersih dan diharapkan kepada masyarakat gampong Adang Beurabo agar dapat menjaga dan memelihara kebersihan dilingkungan sekitar sehingga dapat terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, meningkatkan kerjasama dan keakraban didalam bermasyarakat. b. Partisipasi Masyarakat

Kegiatan ini bekerja sama dengan anggota pemuda Gampong Adang Beurabo.

c. Kegiatan yang Belum Terlaksana

Tidak adanya kegiatan yang belum terlaksana dan semua program yang sudah direncanakan semuanya terlaksana dengan baik.

Referensi

Dokumen terkait

penelitian ini, yaitu: hendaknya perusahaan dalam upaya meningkatkan disiplin kerja lebih menitik beratkan pada gaya kepemimpinan dan budaya kerja pegawainya, dilihat

Pada proyek ini, listrik yang dipakai untuk menjalankan proses pengolahan limbah cair menggunakan bahan bakar biomasa (serabut dan cangkang) yang diambil dari limbah pembuatan

Dengan demikian, diketahui bahwa variabel motivasi merupakan variabel intervening antara fleksibilitas kerja dan kinerja, sehingga hipotesis ketujuh yang menyatakan

Sampai dengan Desember 2009, jumlah pemanfaatan hutan produksi dalam bentuk IUPHHK-HTI yang telah mendapat ijin dari Menteri Kehutanan di Provinsi Maluku sebanyak 3 unit dengan

Kelebihan beban paru tidak tampak relevan bagi kesehatan manusia Secara keseluruhan, bukti epdemiologis dari penyelidikan yang dilakukan dengan baik dan benar menunjukkan tidak

[r]

Just dan Pope (1979) menjelaskan bahwa dalam menganalisis sektor pertanian sangat penting untuk mempertimbangkan faktor risiko seperti risiko harga dan risiko produki yang

Kuliah Kerja Nyata adalah kegiatan yang berbentuk pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap masyarakat atas dasar amanat DPPM UII yang telah menggariskan