• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Daya Hambat Ekstrak Buah Kaktus Pir Berduri (Opuntia ficus indica) terhadap Pertumbuhan Candida albicans secara in

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Uji Daya Hambat Ekstrak Buah Kaktus Pir Berduri (Opuntia ficus indica) terhadap Pertumbuhan Candida albicans secara in"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

i Uji Daya Hambat Ekstrak Buah Kaktus Pir Berduri

(Opuntia ficus indica) terhadap Pertumbuhan Candida albicans secara in vitro

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana Kedokteran Gigi

OLEH

REZKI YUNITASARI J111 10 125

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR 2013

(2)

ii HALAMAN PENGESAHAN

Judul : Uji Daya Hambat Ekstrak Buah Kaktus Pir Berduri (Opuntia ficus indica) terhadap Pertumbuhan Candida albicans secara in vitro Oleh : Rezki Yunitasari / J 111 10 125

Telah Diperiksa dan Disahkan Pada Tanggal Agustus 2013

Oleh : Pembimbing

Dr. drg. Irene Edith Rieuwpassa, M.Si NIP.19711012 199903 2 001

Mengetahui,

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin

Prof. drg. H. Mansjur Nasir,Ph.D NIP. 19540625 198403 1 001

(3)

iii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT atas begitu banyak limpahan rahmat, karunia serta nikmat yang masih diberikan kepada penulis sampai hari ini. Shalawat dan salam selalu tercurah kepada baginda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam, para keluarga beliau, sahabat dan orang – orang yang senantiasa ittiba’ kepada Rasulullsah Shallallahu’alaihi Wa Sallam sampai yaumil akhir. Amma ba’du.

Puji Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Uji Daya Hambat Ekstrak Buah Kaktus Pir Berduri (Opuntia Ficus Indica) terhadap Perttumbuhan Candida albicans”.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak sedikit hambatan dan rintangan yang dihadapi, meskipun demikian semuanya dapat dilalui berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan rasa terimakasih sedalam - dalamnya kepada :

1. Dr. drg. Irene Edith Reuwpassa, M.Si, selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk memberkan bimbingan, petunjuk dan pengarahan mulai dari awal smape penyusunan skripsi ini.

(4)

iv 2. Prof. drg. Mansjur Natsir, Ph.D, selaku dekan Fakultas Kedokteran

Gigi Universitas Hasanuddin.

3. Dr. drg. Edy Machmud, Sp.Pros (K), selaku Penasehat Akademik yang telah banyak membantu dalam akademik penulis

4. Kepada Pak Markus, kak Arti dan kak Alfret, terima kasih telah membantu dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan penelitian hingga akhir.

5. Kepada teman seperjuanganku Siti Rahma Lukman dan Soelistia Ramadhani. Terima kasih telah banyak membantu dan mendukung serta menjadi penyemangat selama mengerjakan hingga menyelesaikan skripsi ini.

6. Kepada sahabat – sahabat terbaikku Rindi, Andini, Arfina, Novia Bani, Yaya, terima kasih atas dukungan, bantuan, dan semangat yang telah diberikan kepada penulis.

7. Kepada teman – teman ATRISI 2010 yang selalu memberikan bantuan dan semangat disaat penulis mengalami kendala dan kesusahan dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Kepada kedua orang tua yang paling penulis cintai sekaligus menjadi motivator penulis, ayahanda Ali Yusran dan ibunda Hasnia, terima kasih atas kasih sayang, do’a, dorongan, moril dan material yang telah diberikan kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak lepas dari kekurangan, oleh karena itu, segala kritik dan saran yang sifatnya membangun dari

(5)

v pembaca, akan penulis terima dengan senang hati demi kesempurnaan dan kebaikan bersama. Akhir kata dengan segala kerendahan hati penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UNHAS.

Semoga segenap bantuan baik materil maupun spiritual yang telah diberikan kepada penulis menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT. Amiin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Makassar,26 Agustus 2013

(6)

vi

Uji Daya Hambat Ekstrak Buah Kaktus Pir Berduri (

Opuntia

ficus indica)

terhadap Pertumbuhan

Candida albicans

Secara

in

vitro

Rezki Yunitasari

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin

ABSTRAK

Candida albicans adalah spesies yang sering ditemukan dan virulen terhadap manusia. Kaktus adalah buah yang tumbuh di daerah tandus dan kering yang sering digunakan

sebagai tanaman hias oleh masyarakat dimana kegunaan medisnya mulai dikenal oleh

masyarakat khususnya di daerah Meksiko dan India sebagai bahan makanan yang dapat

diolah dan memiliki tingkat antioxidan yang tinggi. Buah kaktus pir berduri (Opuntia ficus indica) mengandung bahan aktif seperti flavonoid, askorbik acid, taurin, serta vitamin dan mineral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak buah kaktus pir berduri dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode

penelitian ini merupakan penelitian ekperimental laboratoris dengan menggunakan dalam

penelitian ini adalah 0,5%, 1%, 5%, 10%, 25%, 75%, 100%, sedangkan sampel jamur

berasal dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Hasil pengamatan dari beberapa konsentrasi menunjukkan terdapat penurunan jumlah koloni Candida albicans yang signifikan seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak buah kaktus pir berduri dan dari pengamatan tersebut konsentrasi daya hambat terbesar ada pada

konsentrasi 100%. Kesimpulan Diperoleh ekstrak buah kaktus pir berduri dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak makan semakin berkurang pertumbuhan koloni Candida albicans dan sebaliknya.

(7)

vii Kata Kunci: Ekstrak Buah Kaktus Pir Berduri (Opuntia ficus indica), Candida albicans,

(8)

viii Inhibition Test Power Fruit Extract Prickly Pear Cactus (Opuntia ficus indica)

against Candida albicans Growth In vitro

REZKI YUNITASARI

Faculty of Dentistry, University of Hasanuddin

ABSTRACT

Candida albicans is the species that are common and virulent to humans. Cactus is fruits that grows in waste and dry area, that commonly used as an ornamental plant by the society in which its medical properties have been know in Mexico and India society as foodstuff which can be processed and have a high antioxidant levels. Prickly pear cactus axtrack (Opuntia ficus indica) contain several active chemical compounds such flavofonoid, ascorbic acid, taurin, vitamin, and mineral. The aim of this study was to determine the effectiveness of Prickly pear cactus extract in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus, Streptococcus muntans dan Candida albicans. This research method is an experimental research laboratories with used the diffusion method. Prickly pear cactus extract concentrations which being used in this experiment were 0,5%, 1%, 5%, 10%, 25%, 50%, 75%, 100%, while the bacterial samples provided by Hasanuddin University Medical Faculty Microbiology Labolatory. The observation of several concentrations also showed that there was decreasing the colonies number Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans, and Candida albicans significantly within the increased at concentration of Prickly pear cactus extract and the observasional this showed high concentration is 100% . Therefore this research can be concluded that the Prickly pear cactus extract can actually inhibit the growth of Staphylococcusaureus, Streptococcus mutans, and Candida albicans. The higher

(9)

ix

conceration of the Prickly pear cactus extract, the lower number Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans, and Candida albicans colony growth and vice versa.

(10)

x

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ……… i

LEMBAR PENGESAHAN ………. ii

KATA PENGANTAR ………. iii

ABSTRAK ……… viii

DAFTAR ISI ………. x

DAFTAR GAMBAR ………... xi

DAFTAR TABEL ……… xiii

BAB I : PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang ………... 1 1.2 Rumusan Masalah ………. 7 1.3 Tujuan Penelitian ……….. 8 1.4 Hipotesa Penelitian ………... 8 1.5 Manfaat Penelitian ……… 8

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kaktus ……… 10

(11)

xi

2.2 Taksonomi dan Tata Nama ………. 11

2.3 Penyebaran dan Habitat ………... 11

2.4 Kandungan Kimia dan Senyawa Aktif ……….. 12

2.5 Pemanfaatan Kaktus Pir Berduri ………... 14

2.6 Mekanisme Kerja Antibakteri ……… 17

2.7 Candidal albicans ………. 19

2.8 Taksonomi ……… 20

2.9 Tinjauan Umum ……….. 20

2.10 Karakteristik dan Morfologi Candida albicans ………… 21

2.11 Kandidiasis ……….. 22

2.12 Klasifikasi Kandidiasis Mulut ………... 23

2.13 Patogenitas dari jamur Candida albicans ……… 23

BAB III : KERANGKA KONSEP 3.1 Kerangka Konsep ……… 25

BAB IV : METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ……….. 26

B. Lokasi Penelitian ……… 26

C. Waktu Penelitian ……… 26

D. Alat dan Bahan ………. 26

(12)

xii F. Definisi Operasional ……….. 28 G. Prosedur Penelitian ……….. 29 H. Pembuatan Medium ………. 30 I. Alur Penlitian ………. 33 BAB V : HASIL PENELITIAN ……… 34 BAB VI : PEMBAHASAN ……… 37 BAB VII : PENUTUP A. KESIMPULAN ……… 40 B. SARAN………. 40 BAB VIII : DAFTAR PUSTAKA ………. 41 LAMPIRAN

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Buah Kaktus Pir Berduri (Opuntia ficus indica) ………... 10

Gambar 2 Candida albicans ……… 19

Gambar 3 Ekstrak Buah Kaktus Pir Berduri ……… 34

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Hasil Pengukuran Perluasan Zona Inhibisi Difusi Ekstrak Buah Pir Berduri (Opuntia ficus indica) ……… 35 Tabel II Hasil Pengukuran Perluasan Zona Inhibisi Difusi Ekstrak Buah Pir

Referensi

Dokumen terkait

(2) Pemangku jabatan Penyelenggara Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yang untuk pertama kalinya melaporkan harta kekayaan yang. dimilikinya, mengisi formulir

Molekul DPPH dicirikan sebagai radikal bebas stabil dengan cara mendelokasi elektron bebas pada suatu molekul, sehingga molekul tersebut tidak reaktif sebagaimana

Dibandingkan dengan hubungan antara seseorang dengan seseorang yang diatur dalam pasal-pasal Buku III BW menimbulkan hak terhadap seseeorang atau hak perorangan

Predator merupakan organisme yang hidup bebas dengan memakan, membunuh atau memangsa atau serangga lain, ada beberapa ciri – ciri predator : (1) Predator dapat

Fokus penelitian ini adalah: (1) nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian Kuda Renggong yang merupakan budaya daerah asli dari Kabupaten Sumedang; (2) peranan kesenian

coli Pada Makanan Dari Tiga JenisTempat Pengelolaan Makanan (TPM) Di Jakarta Selatan 2003.Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat,

Dimana pada penelitian tedahulu peneliti melakukan perbaikan minat belajar melalui model pemebelajaran Quantum Teaching untuk mata pelajaran PAI, sedangkan dalam penelitian

proses pembuatan kacang atom titik kendali kritis (TKK) yang ditetapkan oleh PT. Garudafood Putra Putri Jaya Divisi Coated Peanuts Pati adalah pada proses:. 1.