• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nah katakanlah kita sekarang serius ingin belajar bermain Forex, maka pertama-tama anda harus daftar dulu ke salah satu broker.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Nah katakanlah kita sekarang serius ingin belajar bermain Forex, maka pertama-tama anda harus daftar dulu ke salah satu broker."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Aduh maaf udah pada nungguin Sedikit ngelanjutin, treadh awal

apa bedanya maen forex di online dan di moneychanger ??? Percaya ke saya banyak keuntungan main di online

contohnya :

1. jika anda punya uang 1 juta jika anda datang ke money changer dan anda tukarkan ke US $ maka anda hanya dapat 100 $ (jika 1$=10000)

Tapi jika anda bermain di online maka anda akan dapat lebih dari 100$ ( tergantung kebijakan masing2 broker)

Ambil contoh di Marketiva jika anda deposit 100$ maka anda bisa trading maksimal sampai 10000$ tapi kalau rugi, kerugian max anda hanya 100$

Bukankah enak anda dapat keuntungan lebih besar dari modal awal tapi kalau rugi anda hanya rugi sebatas 100$ saja

2. kelebihan lainnya adalah :

Hampir semua bisnis mempunyai kebiasaan seperti ini, beli pada saat murah dan jual pada saat mahal (ini gak usah dibahas ya )

Nah hanya di Forex kita bisa mengambil keuntungan jika harga sedang turun. Dengan cara pada saat harga mahal kita jual, baru pada harga turun kita beli.

Nah pasti pada bingung ya...? bagaimana mungkin kita jual jika barang kita ga ada?

Nah ceritanya begini, pada saat harga tinggi kita menjual bukan dengan barang kita tapi memimjam ke broker. nah setelah harga turun kita membayar ke broker dengan harga yang Murah( bukan harga sewaktu memimjam)

Aduh mohon maaf ya kalau penjelasannya kurang memuaskan, semoga dengan ketidakpuasannya anda akan semakin sering lihat treadh ini

(2)

mumpung lagi sempet, lanjut ah Sekarang kita coba ngomongin BROKER

Nah katakanlah kita sekarang serius ingin belajar bermain Forex, maka pertama-tama anda harus daftar dulu ke salah satu broker.

Banyak sekali broker yang menawarkan diri, coba aja kita ketik di google "forex broker", pasti banyak yang keluar.

Nah masalahnya apa kriteria yang menjamin bahwa roker itu "baik", karena tidak sedikit broker2 nakal yang melarikan uang nasabahnya.

Nah salah satu kriterianya adalah dia terdaftar di http://www.nfa.futures.org singkat cerita ini adalah badan yang berwenang dalam urusan broker di Amerika.

Jadi terserah Anda mau menggunaan broker yang mana asal terdaftar di NFA aja Nah bagaimana dengan saya...?

Kalau saya trading di Marketiva

Memang Marketiva tidak terdaftar di NFA, karena dia bukan broker dari Amerika.

Tapi karena sewaktu belajar pertamakali yang ketemu Marketiva, ya udah disini aja terus.

Selain itu ketika kita login, disana ada fasilitas chatting, sehingga ketika kita trading kita isa ngobrol sama teman, atau sama Customer Servicenya ( jika ada yang ga ngerti)

Dan sampai saat ini, saya merasa belum ada hal-hal yang merugikan saya

jadi kalau berminat silahkan daftar di Marketiva, kalau ga ya tidak ada paksaan Ada tiga langkah mudah untuk mendaftar di Marketiva

1. Buat account baru, http://www.marketiva.com 2. download streamster-nya

3. Login dan mulai eksplore dunia Forex

Oh ya sekedar pemberitahuan aja, saya sering online sekitar jam 15.00-16.00 dan jam 19.00-21.00 di Marketiva dengan nama user Qu33nrock

(3)

Sebenarnya kalau pergerakan harga forex itu 24 jam terus bergerak, nah yang membedakan adalah seberapa besar pergerakan harga itu.

Kalau kita "main" di GBP/USD pergerakan harga sangat aktif/besar dari jam 15.00 sampai kira-kira jam 02.00. karena pada saat itu market inggris buka dan dilanjutkan dengan market Amerika

semoga membantu

Cara membaca harga forex & spread

Anggaplah kita sudah punya account di Marketiva. Lalu ketika login anda menemui mata uang yang dipasang kan seperti berikut

GBP/USD, USD/JPY, GBP/JPY

Apa artinya itu? Jika pada grafik menunjukan angka 1.9650 pada GBP/USD. Maka kita bisa mengatakan bahwa 1GBP= 1.9 USD (dibulatkan)

NB: 1.9650 bukan berarti sembilan belas ribu enam ratus lima puluh rupiah, tetapi dibaca satu koma sembilan enam lima puluh satuan USD

Dengan kata lain Jika anda ingin memilliki 1 Poundsterling maka anda harus menyiapkan hampir 2x uang US $

Spread : Spread adalah selisih harga jual dan harga beli, sama seperti di money changer

Jika kita mau beli uang $ harganya Rp. 10000 (misal) dan jika mau jual $ maka dollar kita dihargai Rp 9500. 500 itu disebut spread

Nah kalau di Marketiva, spread berkisar antara 4-5

Jadi kalau misalnya harga di grafik menunjukan 1.9500 untuk GBP/USD

Nah biasanya( ini kalau gak salah ya, soalnya saya bikin artikel ini lagi offline di marketiva) Harga jual=1.9498

Harga beli=1.9502

Pengetahuan tentang spread ini penting, karena

Jika anda melihat pada grafik harga GBP/USD 1.9500 jika anda mengambil posisi Jual/Sell/Short : maka angka 1.9498 yang dijadikan acuan

Beli/Buy/Long : maka angka 1.9502 yang dijadikan acuan

Jadi jangan heran jika anda trading di Marketiva, begitu anda buka posisi baik Short/Long, maka posisi anda langsung merah/negatif

(4)

Oh ya untuk tambahan aja singkatan2 mata uang GBP= Poundsterling/Inggris CHF= Swiss USD= Amerika JPY= Jepang AUD= Australia EUR= Euro

Ok kita lanjutin lagi ya

kali ini kita membahas Jenis-jenis grafik

Sekarang kita membahas jenis grafik, jenis grafik ada empat macam, yaitu :Candlestick, Bar chart, Line chart, dot Chart

Mari kita focus pada candlestick, karena ini yang paling banyak dipake, dan jujur saya cuma ngerti yang ini aja. Cara pembacaannya H= harga tertinggi/high L= harga terendah/low O=harga awal/open C=harga akhir/close

(5)

Ini candlestick hitam

Kesimpulannya jika candlesticknya berwarna putih ( di Marketiva warnanya putih, di broker lain bisa berbeda) berarti harga penutupan lebih besar dari harga pembukaan, dan artinya itu harga sedang naik

Jika candlesticknya berwarna Hitam berarti Harga penutupan lebih kecil dari pembukaan, yang artinya juga harga sedang turun

(6)

Originally Posted by vansus

oh ya mw nanya lagi...

itu kalo pergerakan nya 24jam,beli aja yg banyak pas harga beli murah..

kalau harga jual nya ga naek2,bisa ga kita tunggu sampe harga jual nya tinggi sampe berbulan2

gt?

atau ada expired nya?

klo maen saham musti d dpan komputer trus dong yah 24jam?Wowcantik

ada dua jawaban untuk ini

1. benar bisa berbulan bulan jika anda tidak memasang Target poin atau Stop loss

TP= kita memberi perintah kepada broker bahwa jika harga telah bergerak sesuai dengan angka yang kita isikan, maka broker akan menyetop Keuntungan kita

SL= kita memberi perintah kepada broker bahwa jika harga telah bergerak sesuai dengan angka yang kita isikan, maka broker akan menyetop Kerugian kita

2. tidak mungkin berbulan-bulan, bahkan saya pernah begitu pasang langsung untung 40 pip. jika anda memasang TP & SL

Jadi kesimpulannya jika kita sudah membuka posisi open/sell maka lama atau tidaknya bergantung pada TP/SL kita

Dan didunia forex tidak mengenal Expired, dia hanya mengenal Margin call, contoh jika modal uang anda 100$ lalu anda menggunakannya untuk trading sebanyak 50%-nya atau 50$

Jika anda tidak memasang SL, maka Posisi anda akan otomatis tertutup jika sudah bergerak 100 pip.

berikut keterangan margin call

jika anda menggunakan ...% dari modal anda maka---> Margincal anda 10 % =900 pip 20 % =400 pip 30 % =233 pip 40 % =150 pip 50 % =100 pip 60 % =67 pip 70 % =42 pip 80 % =25 pip 90 % =11 pip

an biasanya trader max hanya sampai 20% saja, karena hanya orang yang Gila jenius, keblinger yang berani diatas itu.

(7)

Bantu TS dikit ah

A. Menunjukkan potensi reversal dari bearish (turun) menjadi bullish (naik) disebut juga morning star (bintang pagi)

B. Menunjukkan potensi reversal dari bullish (naik) menjadi bearish (turun) disebut juga evening star (bintang malam)

gambarnya cari sendiri aja ya..

tapi itu ngga bisa dijadikan ujung tombak tuk menentukan naik/turunnya di forex (cuma salah satu indikator (ngga terlalu kuat)). Masih banyak indikator yang perlu dilihat dan berita2 negara bersangkutan juga perlu dilihat.

(8)

anjut ah Postingnya,

Pertama2 saya ucapkan terimakasih keteman2 yang mau menjawab pertanyaan2 yg ga bisa sy jawab karena keterbatasan waktu dan tenaga saya

Sekarang kita coba bahas

Trend, Support-Ressistance, Overbought-Oversold

Trend : adalah …apa ya? Ah saya yakin kita tahu apa itu trend, misal trend sekarang adalah rambut di cat, atau trend sekarang pemberantasan korupsi, dll

Dalam Forex hanya ada tiga tren yang diakui Uptrend/Bullish: harga cenderung naik Downtren/Bearis : harga cenderung turun

Sideways : harga tidak bergerak, walaupun bergerak hanya kecil

NB: kalau tidak yakin, jangan pasang posisi pada saat sideways Support-Ressistance, Overbought-Oversold

Sebenarnya istilah ini “sebelas dua belas”

Support=overbought= batas bawah harga Ressistance=Oversold=batas atas harga

Perbedaannya sebutan karena perbedaan pada indicator yang digunakan saja. Jika support & ressistance biasanya sebutan pada pivot poin, dan overbought & oversold pada indicator semacam RSI atau William

(9)

%R (nanti akan kita bahas pada lain waktu)

Jadi harga itu kan tidak mungkin naik terus selamanya kan, dan sebaliknya tidak mungkin turun terus, selalu ada batasan- batasan yang membatasi. Nah itu dia istilah-istilah yang tadi

ini contoh Ressistance & support:

(10)

Pip, Target poin, Stop loss, Stop Buy/Sell, Limit buy/sell

Pip adalah : satuan dari perubahan harga, misal Harga GBP/USD adalah 1.9650, lalu satu jam kemudian harganya berubah jadi 1.9700. nah perubahan harga sebanyak 50 itu disebut pip

Lalu bagaimana menghitung keuntungan atau kerugiannya?

Perlu diketahui keuntungan atau kerugian tergantung dari tiga hal, yaitu : Pip, Modal total, Modal yg digunakan

Contoh : kita trading di Marketiva maka kita dapat mengetahui bahwa

Pip = ambil contoh pada treadh sebelumnya, yaitu dampak dari berita ekonomi Nonfarm Payroll yang mengakibatkan Bearish 540 pip

Modal total = Lalu modal total kita adalah 100$

Modal yg digunakan = adalah modal yang digunakan untuk trading, berbeda dengan “Modal total” diatas

Contoh, jika modal kita 100$, maka modal yg digunakan … terserah Kita. bisa 10%, 20%, 30%, atau bahkan 50%. Kebanyakan trader mengambil “angka aman” yaitu 10%.

Jadi modal yg kita gunakan adalah 10$ (100$ x 10%) Maka Perhitungan keuntungan atau kerugiannya adalah = (Pip/100) x Modal yg digunakan

= (540/100) x 10$ =54 $

NB: saya tidak tau sebenarnya dari mana angka 100 itu tapi selama ini bermain di Marketiva dan saya hitung 1 Pip itu kurang lebih =0,01 $. Mungkin ada orang yang tahu, silahkan posting

Nah jika “tebakan kita benar bahwa harga akan turun, maka SELAMAT kita dapat 54$ dalam waktu 3hari Nah jika kita tebakan kita salah maka kita belum tentu mendapat kerugian sebesar 54$... kenapa? Karena di setiap Broker pasti ada fasilitas TP= target poin, SL=Stop loss

TP= kita memberi perintah kepada broker bahwa jika harga telah bergerak sesuai dengan angka yang kita isikan, maka broker akan menyetop Keuntungan kita

(11)

SL= kita memberi perintah kepada broker bahwa jika harga telah bergerak sesuai dengan angka yang kita isikan, maka broker akan menyetop Kerugian kita

Dalam Kasus diatas adalah

TP= “Tidak diisi” dengan kata lain posisi dibiarkan terbuka sampai 3 hari SL=30

Nah melanjutkan, yang diatas, jika prediksi kita salah maka kerugian yang kita terima hanya

= (Pip/100) x Modal yg digunakan = (30/100) x 10$

=3 $

Nah disinilah menariknya forex,

Kita “bisa” mendapatkan keuntungan berlipat-lipat dari kerugian kita 54/3=18 x

Nah masalahnya adalah “bisa” tidak kita memprediksikan itu,

Kalau menurut saya, tidak ada yang tidak bisa dilakukan didunia ini, hanya saja kita perlu banyak2 latihan untuk menggapai predikat “bisa” itu

Contoh tambahan tentang ST & SL

Misal harga GBP/USD sekarang adalah 1.9500

Kemudian menganalisis dari indicator, dan berita ekonomi bahwa harga ini akan naik, kemudian kita memasang posisi Buy/Long Dengan TP=SL=40

Maka ada dua kemungkinan

1. Harga bergerak sesuai prediksi kita, maka kita akan UNTUNG dan harga akan berhenti di 1.9540

Jadi broker tidak peduli apakah harga naiknya telah 500 pip, jika kita mengisikan 40 maka setelah naik 40 pip maka posisi kita langsung ditutup

(12)

2. Harga bergerak tidak sesuai prediksi kita, maka kita akan RUGI dan harga akan berhenti di 1.9460

Jadi broker tidak peduli apakah harga turunnya telah 500 pip, jika kita mengisikan 40 maka setelah turun 40 pip maka posisi kita langsung ditutup

Stop Buy/Sell

Stop Buy = Jika kita memprediksikan di masa depan harga akan naik kita bisa memasang stop buy tanpa membuka posisi terlebih dahulu

Misal harga sekarang adalah GBP/USD 1.9500, prediksi kita harga akan naik sampai 1.9600 maka kita pasang Stop Buy di 1.9520 dan ambil keuntungan di 1.9600

Jadi selama harga actual belum mencapai harga stop buy maka anda tidak pernah membuka posisi, sebaliknya jika harga sudah mencapai stop Buy otomatis posisi anda terbuka.

Begitu juga dengan Stop sell, jika harga sekarang adalah GBP/USD 1.9500, prediksi kita harga akan turun sampai 1.9400 maka kita pasang Stop Buy di 1.9480 dan ambil keuntungan di 1.9400

NB: selisih antara harga actual dan harga stop sebesar 20, bisa disesuaikan dengan analisis anda sendiri

(13)

Limit Buy/Sell

Limit Buy = jika anda memprediksi harga akan naik TAPI sebelum naik harganya turun dulu, nah ini disini disebut Limit buy

Limit Sell = jika anda memprediksi harga akan Turun TAPI sebelum turun harganya naik dulu, nah ini disini disebut Limit sell

Lihat gambar

Posisi 1 = Posisi sebelum satu menunjukan candlestick putih (yg artinya sedang naik) harga aktual disini 1.9500

Posisi 2 = Posisi limit buy anda disini 1.9480

Posisi 3 = Harga bergerak sesuai prediksi anda, dan tinggal menentukan TP anda

(14)

Posisi 1 = Posisi sebelum satu menunjukan candlestick Hitam (yg artinya sedang turun) harga aktual disini 1.9500

Posisi 2 = Posisi limit Sell anda disini 1.9520

Posisi 3 = Harga bergerak sesuai prediksi anda, dan tinggal menentukan TP anda

Nah masalahnya adalah bisakah kita memprediksikan bahwa harga sebelum turun naik dulu atau sebaliknya. Silahkan dicoba

Tambahan : gambar untuk Eksekusi Order di Marketiva

A = Untuk memilih pasangan mata uang yang akan ditradingkan, missal GBP/USD

B = Ini khusus untuk angka Limit Buy/Sell atau Stop Buy/Sell. Kalau anda pilih “Market” maka kolom ini akan tertutup, seperti terlihat digambar

C = Quantity itu adalah modal yang akan anda gunakan dikali 100, missal modal anda 100$, anda gunakan 10% dari 100$= 10$. Maka Quantitynya adalah 1000 (10$ x 100)

(15)

E = Ini untuk memilih trading pake Demo atau “beneran”, kalau mau pake uang beneran pilih live F = Pilih “Buy” atau “Sell”

G = Market berarti anda langsung masuk pasar. Limit Buy/Sell dan Stop Buy/Sell, anda masuk pasar jia batasan limit dan stop anda tercapai ( kayaknya udah dijelasin diatas)

H = Isikan Target poin Anda

Sampai jumpa pada pembahasan selanjutnya

Kenapa rumusnya seperti itu? Wah cari di ensiklopedia asal mulanya, sebelum ada forex juga dah ada rumusnya, penerapannya bisa di bidang olahraga, musik, judi, arsitektur komputer. Apalagi rumusnya juga ga mesti itu, bisa saja gw ciptain PIVOT = (H*3/10)+(L*3/10)+H+L atau kalau ga mau high low, PIVOT=Range/2+Open today

Kegunaannya tadi di atas sudah kan, untuk tahu kapan kamu stop trading, dimana kamu stop trading kamu. drpd floating ga jelas....

PIVOT itu hitungan analisa matematika untuk statistik, begitu juga Moving Average.

Statistik untuk apa? Kita kembali ke sekolah lagi. Statistik untuk menghitung kemungkinan (probabilty), rata-rata (average/avian). Gimana kalau kita trading tanpa menghitung kemungkinan yang ada? Apa yg terjadi jika kita open dengan tutup mata tanpa menghitung kemungkinan yang akan terjadi. Untuk para pemula: trading forex bisa menghabiskan uang mu jika kamu tebak2an, iya dah pasti ada 2 kemungkinan tebak2an kamu benar atau salah, dengan adanya analisa kamu kan bisa memperbesar kemungkinan benar atau memperbesar kemungkinan salah.

Ga mesti D1 bisa W1, MN1, Y1, Y2 dll. Jika pakai D1 paling tidak dengan D1 ada kemungkinan kalau harga ini akan run dengan range seperti kemarin dan rata2 bisa di tebak dengan R&S nya.

(16)

Tipe Trader

Yang dimaksud dengan tipe trader disini adalah perilaku trader dalam menganalisis pergerakan harga.

Misal anda sudah daftar di Marketiva atau broker lain, lalu melihat gambar seperti ini Apa yang akan anda lakukan, Buy, Sell, atau Matiin komputer, lalu tidur 

Bagi yang udah “master” mungkin dia tahu mau ngapain, tapi

Bagi orang awam mungkin hanya bisa menebak2, mending kalau tebakannya benar, kalau salah…nah lo

Jadi Tipe Trader itu ada dua, yaitu : 1. Teknikal Trader

2. Fundamental Trader

Teknikal Trader adalah, trader yang mengambil keputusan Buy/Sell berdasarkan grafik masa lalu. Bagaimana caranya? Yaitu dengan menggunakan indikator2 yang telah tersedia di Masing2 Broker. Fundamental Trader adalah, trader yang mengambil keputusan Buy/Sell dari berita2 ekonomi yang akan keluar. Bagaimana caranya…nanti saya bahas

(17)

Yang harus di lakukan untuk pemula:

1. Buka account demo, hampir semua yang menyediakan account demo. Tinggal cari yang Metatrader4 platform karena ini paling gampang di pakainya dengan istilah umum seperti lot. Kenapa metatrader? nanti pada suatu saat toh kamu bisa memakai robot/EA atau manage account(password investor) 2. Pelajari berbagai macam system trading, start googling. Kumpulkan bermacam2 system

3. Latihan dan pratice langsung. Ingat sistem trading bisa loss/kena SL, jgn kena SL 1x langsung ga mau melajari lagi atau ga mau pakai. Belajar Trading Forex bukan hanya sekedar cari profit...(to be continued) 4. Rangkum dan ambil bagian dari sistem itu yang kamu sukai lalu jadikan satu menjadi sistem trading kamu.

5. Setelah itu jangan tolah toleh lagi, fokus ke pengembangan sistem kamu, karena sistem itu otomatis sistem yang sesuai dengan karakter kamu dan kelak akan menjadi pegangan kamu

6. Lakukan latihan dengan sistem kamu, paling tidak selama 6 bulan s/d 2 tahun

7. Dah hebat, cari broker yang sesuai modal kamu. Kalau modal $1000 kebawah, banyak broker kecil-kecil di luar sana.

8. Teliti cara deposit dan withdrawnya. Biasanya broker kecil selalu menyediakan pembayaran e-money(paypai, egold, libertyreverse,dll).

9. Selamat trading dan siap2 bangkrut (hehehehe kan selain teknikal ada bagian non teknikal misalnya emosi loss, bini marah, ga disiplin ama sistem, ga sabaran, dll)

Langkah untuk yg sudah proffesional(modal besar) 1. Cari broker dari USA dan under NFA

2. Method deposit dan withdraw biasanya ga terima e-money(egold,paypai,dll), cuma

wiretransfer(transfer dari bank lokal ke bank sana), credit card, dan pembayaran resmi lainnya. 3. Dah tenang, nyaman, dan profit terus --> kan sudah profesional dan melewati proses newbie dan berpartner dengan broker top

4. Bisa juga melirik beli EA/robot atau bikin EA/robot sesuai dengan sistem ciptaan kamu sendiri Carilah Managed Accounts jika newbie/profesional/investor kaya dengan ciri-ciri:

- Newbie Malas belajar/ga sabaran langsung trading duit live dan loss (kalau bangkrut ya pensiun) - Newbie yang masih belajar dan ingin dapat profit dari forex (newbie dengan modal gede) - Profesional malas trading, tp dah ngerti resiko2 trading

- Investor kaya, yang tahu potensial penghasilan dari forex tp ga ada waktu untuk belajar dan trading

Newbie:Welcome to the sea. Dah basah nyemplung sekalian sampai basah sah bercanda

Yang penting di forex itu survive bukan sok-sok an banyak2an open posisi, banyak2an profit. Kalau bisa survive itu baru trader sejati dan bisa bertahan sampai puluhan tahun.

(18)

ok Lanjut lagi ya

Ok pada bagian ini mari kita berkenalan dengan Teknikal Trader (MA)

Ada banyak indikator yang disediakan oleh Broker, Tapi yang saya bahas mungkin hanya sebagiannya, yaitu yang sering saya gunakan.

Dan yang saya bahas disini hanya cara penggunaannya saja, kalau anda mau detailnya, kenapa begini, kenapa begitu, dan sebagainya, silahkan klik http://www.metaquotes.net

cari di bagian indikator Jenis2 indikator : Moving Average (MA)

Moving Average Convergence Divergence (MACD) Relative Strength Index (RSI)

Stochastic Oscillator Fibonacci Retracement Parabolic SAR Bollinger Bands ADX Aroon Oscillator Ichimoku Dan lain-lain 1. Moving Average Menurut indikator ini :

Jika candlestick ada dibawah = Sedang Bearish/Downtrend Jika candlestick ada diatas = Sedang Bullish/Uptren

Jika candlestick memotong dari bawah = signal Bullish/Uptren Jika candlestick memotong dari atas = signal Bearish/Downtrend

(19)

Oh ya hampir lupa Moving Average sendiri terbagi menjadi tiga yaitu : Simple Moving Average (SMA), Weighted Moving Average (WMA), Exponential Moving Average (XMA).

Yang membedakan masing2 MA itu hanyalah ke-sensitif-nya. XMA paling sensitif, WMA sedang…lah, SMA Kurang sensitif

Oh ya trader juga suka menggabungkan 2 XMA dalam satu gambar, yang berguna untuk memberi konfirmasi buka posisi atau tidak

Referensi

Dokumen terkait

Mewujudkan desa Kerobokan yang berbudaya dan bertaqwa terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui : Penggalian, pengembangan dan pembinaan seni budaya yang adi

Melalui program PSP-3 ini, diharapkan akan dapat memperteguh komitmen para pemuda sarjana untuk membangun kepemudaan desa dan menjadikan desa sebagai pusat

Berdasarkan uraian di atas, kajian ini masih memiliki peluang yang terbuka lebar mengingat tingginya keanekaragaman hayati laut yang dimiliki Taman Nasional Kepulauan

juga dinamakan A1 jabar Sakl ar karena di terapkan terutama dalam rangkaian-rangkaian yang menerapkan sistem saklar.. Untuk memudahkan pengertian

Dari motif maupun kepentingan negara donor yang berkaitan langsung dengan pemberian bantuan luar negeri USAID terhadap Indonesia merupakan sebuah motif ekonomi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh corporate social responsiblity terhadap citra perusahaan dan berdampak pada minat beli konsumen Yamaha Vega ZR New di

Pemerintah Indonesia telah mengambil sejumlah langkah besar dalam memberlakukan undang-undang untuk memperkuat kebijakan hubungan industrial yang sehat dan telah meratifikasi

Rias wajah karakter adalah tata rias yang merubah karakter wajah seseorang menjadi karakter wajah tertentu yang dibutuhkan untuk keperluan sebuah pementasan atau film. Rias