• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

23

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Subyek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kelas VII SMP Kristen 02 Salatiga yang berjumlah 23 siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, pembelajaran masih menggunakan model pembelajaran konvensional, yaitu ceramah yang kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Pemahaman siswa yang rendah terlihat ketika siswa diminta mengerjakan soal, mereka masih bingung padahal guru sudah memberikan contoh dengan penyelesaian yang runtut dan jelas. Berikut Tabel 4. Hasil pra siklus dengan materi persegi dan persegi panjang dan Gambar 5. Grafik Hasil Pra Siklus Kelas II SMP Kristen 2 Materi Persegi dan Persegi Panjang :

Tabel 4. Hasil Pra Siklus Kelas VII SMP Kristen 2 Salatiga Materi Persegi dan Persegi Panjang

No Nilai Jumlah Siswa Persentase Keterangan

1 < 70 15 65,21% TIDAK TUNTAS

2 ≥ 70 8 34,79% TUNTAS

JUMLAH 23 100%

Gambar 6. Grafik Hasil Pra Siklus Kelas VII SMP Kristen 2 Salatiga Materi Persegi dan Persegi Panjang

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 pra siklus KKM

(2)

Dari hasil Tabel 3. Bisa diketahui bahwa siswa yang tuntas hanya 8 siswa atau 34,79% dan yang tidak tuntas yaitu 15 anak atau 65,21%.

B. Deskripsi Siklus I

Pelaksanaan siklus I menggunakan Model Pembelajaran Tutor sebaya dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Kristen 02 Salatiga.

Langkah-langkah pelaksanaan siklus I: 1. Perencanaan

Persiapan yang dilakukan untuk melaksanakan pertemuan pertama dan kedua adalah mempersiapkan materi bangun datar belah ketupat untuk penelitian tindakan, yaitu menyusun lembar obervasi siswa, membuat lembar kerja kelompok, membuat soal tes dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada materi Bangun datar belah ketupat dengan metode pembelajaran tutor sebaya.

2. Tindakan

Siklus I dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Materi yang diajarkan yaitu Bangun datar belah ketupat. Model pembelajaran yang digunakan adalah Metode Pembelajaran tutor sebaya. Rincian pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Pertemuan pertama

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 9 April 2013 pukul 08.30 – 10.05. Materi yang diajarkan adalah mencari sifat-sifat, keliling dan luas belah ketupat. Guru menggunakan media pembelajaran berupa buku paket matematika kelas VII, Lembar Kerja Siswa dan rangkuman materi. Sebelum pembelajaran dimulai guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar. Materi yang dipelajari oleh siswa adalah Bangun datar belah ketupat. Guru membuat gambar belah ketupat pada papan tulis, siswa diminta untuk menyebutkan sifat-sifat belah ketupat. Siswa mencari keliling belah ketupat dengan gambar dan sifat-sifat belah ketupat. Siswa mencari luas belah ketupat dengan membagi gambar belah ketupat menjadi 2 buah segitiga dan menggunakan luas segitiga untuk mencari luas belah ketupat. Guru membagi siswa kedalam kelompok, dimana setiap kelompoknya terdiri dari 5-6 siswa yang prestasi akademik tinggi menjadi salah satu tutor pada kelompok tersebut.

Secara berkelompok, siswa berdiskusi membahas dan menjawab soal diskusi kelompok . Soal diskusi kelompok dengan permasalahan yang terdapat

(3)

dalam belah ketupat seperti mencari keliling dan luas belah ketupat. Dalam kelompok tutor selaku pemimpin kelompok bertanggung jawab atas kelompoknya. Tutor bertanggung jawab untuk menjelaskan materi atau soal diskusi yang tidak dimengerti oleh anggota kelompok lainnya. Guru melakukan pengamatan, memberikan bimbingan, dorongan dan bantuan bila diperlukan dalam kegiatan diskusi. Selesai berdiskusi guru menunjuk salah satu perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan memberikan kesempatan pada kelompok lain untuk bertanya, menanggapi maupun menambahi dari apa yang telah dipresentasikan. Diakhir pelajaran, guru memberikan penguatan dari materi yang telah diajarkan, memberikan refleksi dan memberikan informasi pertemuan kedua.

b. Pertemuan kedua

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 11 april 2013 pukul 11.40 – 13.00. Siswa diberikan soal evaluasi untuk mengetahui seberapa paham siswa tentang materi belah ketupat. Sebelum memberikan soal siswa di bentuk kelompok terlebih dahulu, setelah itu kelompok diberikan beberapa pertanyaan yag ditulis di papan tulis dan siswa secara berkelompok menyelesaikannya bersama-sama. Pada saat berkelompok tutor bertanggung jawab atas kelompoknya masing-masing, dan tutor juga bertanggungjawab untuk menjelaskan kembali materi yang tidak dimengerti. Ini bertujuan supaya siswa dapat mengingat kembali pelajaran. Setelah itu, Guru memberikan soal evaluasi kepada siswa untuk dikerjakan sebagai tes siklus I yang berisi 5 soal uraian. Siswa diberi waktu 2 jam pelajaran (2 x 40 menit). Siswa mengerjakan soal dengan diawasi guru.

3. Pengamatan a. Pertemuan 1

1) Siswa masih canggung dengan pembelajaran guru.

2) Siswa masih sulit untuk berdiskusi dengan teman dalam satu kelompok.

3) Banyak siswa yang masih sibuk mengobrol tentang hal diluar materi pelajaran dengan teman satu kelompoknya.

4) Siswa yang kurang pandai menggantungkan pekerjaannya pada siswa yang pandai dalam kelompoknya.

5) Siswa masih banyak yang malas untuk meminta penjelasan temannya ataupun guru bila mengalami kesulitan.

(4)

6) Tutor kelompok belum bisa menjelaskan kepada teman-temannya yang belum mengerti dalam satu kelompok.

7) Pada saat mengerjakan soal, kerja sama dalam kelompok masih kurang. Banyak siswa yang bekerja sendiri daripada bekerja dengan kelompoknya.

b. Pertemuan 2

1) Pada saat mengerjakan soal evaluasi, siswa menegerjakan dengan baik tanpa ada yang mencontek.

2) Masih ada siswa yang bingung dengan soal. 4. Refleksi

Refleksi untuk siklus I ini berdasarkan pada hasil pengamatan pertemuan I dan pertemuan II. Pertemuan I dijumpai siswa masih agak sulit untuk berdiskusi dengan anggota kelompoknya, beberapa siswa masih kurang aktif dalam pembelajaran, dan pemanfaatan waktu pada saat pembelajaran masih kurang tepat. Siswa yang cenderung pasif ketika pembelajaran berlangsung, mereka perlu perhatian, bimbingan dalam memahami materi dan mengerjakan soal-soal, sehingga mereka merasa diperhatikan oleh guru. Guru perlu menjelaskan tentang pentingnya bekerja sama dalam kelompok ketika siswa kurang bisa bekerja sama dengan temannya. Kerja sama dalam kelompok akan membantu menyelesaikan masalah lebih cepat, dan membantu siswa dalam kelompok untuk dapat memahami materi dengan baik.

C. Deskripsi Siklus II

Siklus II dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Pembelajaran di siklus II menggunakan Model Pembelajaran Tutor sebaya dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Langkah-langkah pelaksanaan siklus II: 1. Perencanaan

Persiapan yang dilakukan untuk melaksanakan pertemuan pertama dan kedua adalah mempersiapkan materi bangun datar belah ketupat untuk penelitian tindakan, yaitu menyusun lembar obervasi siswa, membuat lembar kerja kelompok, membuat soal tes dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada materi Bangun datar belah ketupat dengan metode pembelajaran tutor sebaya.

(5)

2. Tindakan

Siklus II dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Materi yang diajarkan yaitu bangun datar jajargenjang. Rincian pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Pertemuan 1

Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 12 April 2013 pukul 10.05 – 11.25. Materi yang diajarkan adalah mencari sifat-sifat jajargenjang dan keliling dan luas jajargenjang. Guru menggunakan media pembelajaran berupa buku paket matematika kelas VII, Lembar Kerja Siswa dan rangkuman materi. Sebelum pembelajaran dimulai guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar. Materi yang dipelajari oleh siswa adalah Bangun datar jajargenjang. Guru menggambar jajargenjang pada papan tulis yang akan dijawab oleh siswa sifat-sifat jajargenjang. Siswa mencari keliling jajargenjang dengan gambar dan sifat-sifat jajargenjang. Siswa mencari luas jajargenjang dengan membagi gambar jajargenjang menjadi 2 buah segitiga dan menggunakan luas segitiga untuk mencari luas jajargenjang. Guru membagi siswa kedalam kelompok, dimana setiap kelompoknya terdiri dari 3-4 siswa yang prestasi akademik tinggi menjadi salah satu tutor pada kelompok tersebut. Jumlah kelompok lebih sedikit dikarenakan banyak siswa yang mendapat nilai di bawah standard an banyak siswa yang bercerita pada saat kelompok.

Secara berkelompok, siswa berdiskusi membahas dan menjawab soal diskusi kelompok . Soal diskusi kelompok dengan permasalahan yang terdapat dalam jajargenjang seperti mencari keliling dan luas jajargenjang. Dalam kelompok tutor selaku pemimpin kelompok bertanggung jawab atas kelompoknya. Tutor bertanggung jawab untuk menjelaskan materi atau soal diskusi yang tidak dimengerti oleh anggota kelompok lainnya. Guru melakukan pengamatan, memberikan bimbingan, dorongan dan bantuan bila diperlukan dalam kegiatan diskusi. Selesai berdiskusi guru menunjuk salah satu perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan memberikan kesempatan pada kelompok lain untuk bertanya, menanggapi maupun menambahi dari apa yang telah dipresentasikan.

b. Pertemuan 2

Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 16 April 2013 pukul 08.30 – 10.05. siswa diberikan soal evaluasi materi jajargenjang. Sebelum memberikan soal siswa di bentuk kelompok terlebih dahulu,

(6)

setelah itu kelompok diberikan beberapa pertanyaan yag ditulis di papan tulis dan siswa secara berkelompok menyelesaikannya bersama-sama. Pada saat berkelompok tutor bertanggung jawab atas kelompoknya masing-masing, dan tutor juga bertanggungjawab untuk menjelaskan kembali materi yang tidak dimengerti. Ini bertujuan supaya siswa dapat mengingat kembali pelajaran. Setelah itu Guru memberikan soal kepada siswa untuk dikerjakan sebagai tes siklus II yang berisi 5 soal uraian. Siswa diberi waktu 2 jam pelajaran (2 x 40 menit). Siswa mengerjakan soal dengan diawasi guru.

3. Pengamatan

Hasil observasi yang dilakukan pada siklus II adalah siswa sudah dapat beradaptasi pada metode tutor sebaya. Ketika pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa sudah bertanggung jawab dengan pekerjaan yang diberikan oleh guru dan mau bekerja sama dengan teman satu kelompoknya, siswa tidak malas bertanya pada guru jika menemui kesulitan dan waktu pembelajaran dapat selesai dengan tepat waktu.

4. Refleksi

Penerapan metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil ini diperoleh dari tes evaluasi siklus II persentase ketuntasan siswa siklus II 82,60% dengan nilai rata-rata 78,82. Siswa juga dapat mengikuti setiap langkah pembelajaran dengan baik. Indikator keberhasilan siswa pada penelitian tindakan ini sudah dapat tercapai pada siklus II sehingga penelitian tindakan kelas dikatakan selesai.

D. Analisis Hasil Belajar Siswa

Penerapan metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil tes siklus yang diperoleh, nilai tes siklus I dan siklus II dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada tiap siklus. Hasil tes siklus I nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 7. Siswa yang mendapat nilai terendah dikarenakan pada saat kelompok, siswa tersebut tidak memperhatikan tutor yang sedang menjelaskan. Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar 14 siswa atau 60,86% dari 23 siswa dan siswa yang belum tuntas 9 siswa atau 36,14% dari 23 siswa, dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 70. Ketuntasan hasil tes siklus I terlihat pada tabel 5 dan gambar 6 berikut ini:

(7)

Tabel 5. Ketuntasan Hasil Tes Siklus 1

No Nilai Jumlah Siswa Persentase Keterangan

1 < 70 9 39,14% TIDAK TUNTAS

2 ≥ 70 14 60,86% TUNTAS

JUMLAH 23 100%

Hasil tes siklus II nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 40. Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar 19 siswa atau 82,60% dari 23 siswa dan siswa yang belum tuntas 4 siswa atau 17,40% dari 23 siswa, dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 70. Ketuntasan hasil tes siklus II terlihat pada Tabel 6 dan Gambar 7 berikut ini:

Tabel 6. Ketuntasan Hasil Tes Siklus 2

No Nilai Jumlah Siswa Persentase Keterangan

1 < 70 4 17,40% TIDAK TUNTAS 2 ≥ 70 19 82,60% TUNTAS JUMLAH 23 100% 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 nilai KKM

(8)

Dari data diatas bisa dilihat peningkatan hasil belajar siswa kelas VII C SMP Kristen 2 Salatiga. Berikut Tabel 7 dan gambar 8. Hasil belajar Siswa Kelas VII SMP Kristen 2 Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II :

Tabel 7. Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Kristen 2 Salatiga Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II

No Keterangan Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2

1. Tuntas 34,79% 60,86% 82,60% 2. Tidak tuntas 65,21% 39,14% 17,40% 3. Jumlah 100% 100% 100% 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 nilai KKM

(9)

Dari Tabel 7 dan grafik 8 terlihat adanya peningkatan rata-rata nilai siswa. Rata-rata nilai siswa pada pra siklus adalah 58,26, dengan KKM yang masih di bawah 75%, yaitu 34,79%. Nilai rata-rata siswa pada siklus 1 adalah 61,30 dengan KKM yang masih di bawah 75%, yaitu 60,86%. Nilai rata-rata siswa pada silkus 2 adalah 78,82, dan jumlah siswa yang nilainya sudah mencapai KKM sebanyak 19 siswa dari 23 siswa, sehingga ketuntasan klasikal sudah tercapai yaitu 80,64% (>75%). Siswa yang nilainya belum tuntas disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena kurang memperhatikan ketika guru sedang menjelaskan materi, masih malas untuk bertanya kepada guru atau teman satu kelompok bila mengalami kesulitan, dan sibuk bermain-main atau mengobrol di luar hal pelajaran ketika teman yang lain sedang berdiskusi mengerjakan soal.

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 pra sikl us sikl us 1 sikl us 2 KK M

Gambar 9. Grafik Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Kristen 2 Salatiga Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II

(10)

Gambar

Tabel 4. Hasil Pra Siklus Kelas VII SMP Kristen 2 Salatiga Materi Persegi  dan Persegi Panjang
Tabel 5. Ketuntasan Hasil Tes Siklus 1  No  Nilai  Jumlah Siswa  Persentase  Keterangan
Tabel 7. Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Kristen  2 Salatiga Pra Siklus,   Siklus I dan Siklus II
Gambar 9. Grafik Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Kristen 2 Salatiga Pra Siklus,   Siklus I dan Siklus II

Referensi

Dokumen terkait

Secara garis besar, keseluruhan proses yang ada di pabrik Pupuk Kalimantan Timur terbagi menjadi 3 bagian utama, yaitu : Unit Utilitas, Unit Produksi Ammonia,

Dari proses pengelompokan algoritma K-Means dari jumlah sample sebanyak 17.576 sample rumah tangga didapat 3 (tiga) cluster yang mampu mewakili analisa data yaitu cluster 1(satu)

Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap kinerja kolom elastis pada bangunan tidak beraturan dengan vertical set-back 50% yang direncanakan

Subjek penelitian adalah mahasiswa baru jurusan PMTK Tahun Akademik 2013/2014 yang berjumlah 133 orang, yang terdiri dari 92 orang dari jurusan IPA dan 41 orang

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan kualitas sperma mencit (Mus musculus L.) yang diberi jus daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.)

Pengaruh pemberian tingkat konsentrasi larutan fermentasi urin sapi dan lama perendaman perkecambahan benih trembesi ( Samanea saman ) terhadap umur berkecambah

Masyarakat Samberembe berharap Komisi IV DPR RI dan Pemerintah dapat mendukung teknik penanaman jajar legowo mina padi Sleman dapat menjadi rujukan dan dikembangkan

Adanya kondisi yang demikian maka Forum Perjuangan Nasib Anggota DPRD I-II eks Timor Timur memohon kepada komisi II DPR RI untuk berkenan membantu dan mendukung