• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Pustaka. Nama : Bellania Nurriz NPM : (GTA-01) Judul : Analisis Teori Drama pada Kasus dalam Film FOCUS 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Studi Pustaka. Nama : Bellania Nurriz NPM : (GTA-01) Judul : Analisis Teori Drama pada Kasus dalam Film FOCUS 2015"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Bellania Nurriz

NPM : 1201130239 (GTA-01)

Judul : Analisis Teori Drama pada Kasus dalam Film FOCUS 2015

Studi Pustaka

1. Konflik

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2012), konflik memiliki arti nomina yaitu percekcokan, perselisihan, pertentangan, sedangkan dalam susastra berarti ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama (pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, dan sebagainya).

Menurut Robbins dan Judge (2008) Konflik adalah sebuah proses dimana suatu pihak memiliki persepsi bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negatif, atau akan mempengaruhi secara negatif, untuk hal yang di anggap penting oleh pihak pertama. Sedangkan menurut Wirawan (2010) konflik merupakan proses pertenangan yang diekspresikan di antara dua pihak atau lebih yang saling tergantung mengenai objek konflik, menggunakan pola perilaku interaksi konflik yang menghasilkan keluaran konflik.

2. Resolusi Konflik

Resolusi konflik merupakan usaha menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru yang bias tahan lama di antara pihak-pihak yang berseteru (Fisher et al, 2001). Sedangkan menurut Mindez (2006) resolusi konflik adalah kemampuan untuk menyelesaikan perbedaan dengan yang lainnya dan merupakan aspek penting dalam pembangunan sosial dan moral dimana diperlukan keteramilan dan penilaian untuk melakukan negosiasi, kompromi, juga mengembangkan rasa keadilan. Sementara itu, Wirawan (2010) juga memaparkan bahwa resolusi konflik dapat dicapai dengan dua cara, yakni pengaturan sendiri oleh pihak-pihak yang berkonflik (selfregulation), dan melalui intervensi pihak ketiga (third party intervention). Dalam pengaturan sendiri, pihak-pihak yang terlibat menyusun strategi konflik untuk mencapai tujuannya. Sementara apabila melibatkan pihak ketiga, terdiri atas; resolusi melalui pengadilan, proses administrasi, dan resolusi perselisihan alternatif.

3. Drama Theory

Teori drama merujuk pada masalah-masalah yang melibatkan lebih dari satu pihak yang bertentangan dalam tujuan (Howard et al, 1999). Secara historis teori drama merupakan

(2)

perkembangan dari teori permainan dimana menurut Bryan (2007) menyatakan bahwa teori drama merupakan respon terhadap teori permainan yang tidak memperhitungkan paradox tindakan rasional. Masalah ini dapat terjadi dalam hubungan antar individu, departemen, organisasi, dan lain-lain.

Menurut Howard (2007) Teori drama digunakan untuk menganalisis bagaimana suatu kerangka kerja (framework) dapa diubah menjadi framework bentuk lain. Suatu frame terdiri dari deskripsi tentang pihak-pihak yang berinteraksi, pilihan tindakan dari masing-masing pihak (option), posisi yang ditawarkan secara terbuka oleh tiap pihak, posisi ancaman, dan preferensi dari masing-masing pihakdari semua kemungkinan hasil interaksi.

Dalam situasi konflik akan muncul dilema-dilema yang akan dihadapi oleh pihak-pihak yang terlibat dan akan menghambat terjadinya penyelesaian masalah atau resolusi (Bryant dalam Mangkusubroto: 2011). Terdapat 2 jenis dilema dalam proses konflik yaitu: 1. Dilema Konfrontasi. Terdiri dari threat dilemma, persuasion dilemma, rejection

dilemma, dan positioning dilemma.

2. Dilema Kolaborasi. Terdiri dari Trust Dilemma dan Cooperation Dilemma.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Howard (1999), dalam resolusi konflik terdapat tahapan-tahapan yang harus dilalui. Tahapan tersebut yakni sebagai berikut:

1. Scene Setting. Proses dimana pihak yang terlibat mempunyai kerangka berpikir yang sama (common reference). Saling mempengaruhi akan terjadi antar pihak satu dan lainnya, atau berusaha melihat pola piker dari lawan.

2. Build-Up. Proses dimana tiap actor yang memiliki kerangka berpikir bebeda, melakukan komunikasi antar masing-masing pihak sehingga memungkinkan munculnya kesalahan persepsi terhadap kerangka berpikir yang diajukan pihak lain. Komunikasi memungkinkan terbentuknya kerangka berpikir yang sama, sehingga tiap pihak sudah dapat menawarkan posisinya masing-masing secara terbuka.

Bila dalam tahap ini setiap yang terlibat dapat menghasilkan posisi yang sama dengan pihak lain, maka akan lanjut ke tahap resolusi. Jika tidak maka akan menjadi sebuah klimaks dimana terdapat dilemma pada pihak yang terlibat. 3. Climax. Proses ini muncul jika ada pihak yang tidak puas dengan kerangka

bersama yang terbentuk. Pada kondisi ini, tiap pihak akan mengahdapi datu atau lebih dilemma yang menyebabkan pihak tersebut mengubah kerangka berpikirnya.

(3)

4. Conflict. Proses dimana ada perubahan posisi kerangka berpikir dari pihak yang terlibat setelah melaui fase climax. Kemudian akan kembali ke fase Build-up ubtuk masuk ke proses resolusi.

5. Resolution. Proses dimana setiap pihak sudah memiliki posisi yang sama dan tidak memiliki keraguan atas komitmen pihak lain. Dapat berupa hasil positif seperti kerjasama atau kolaborasi, maupun negative seperti tejadi tragedi dimana tiap pihak memilih posisi ancaman.

6. Implementation. Proses dimana drama telah berakhir.

Sinopsis Film

FOCUS menceritakan tentang seorang pria bernama Nicky dengan profesinya sebagai penipu dan pencuri ulung yang kemudian jatuh cinta pada seorang wanita cantik bernama Jess, yang dia temui di sebuah café mewah. Jess yang ternyata juga seeorang oenipu dan pencuri amatir mencoba menjadikan Nicky sebagai korbannya. Namun hal itu tentu tidak berhasil karena

(4)

Nicky jauh lebih mengerti trik-trik penipuan. Di sisi lain, Nicky pun tertarik dengan kecantikan Jess, dia juga penasaran terhadap Jess yang mencobamenjadi penipu, Nicky memutuskan untuk mengikuti Jess dan menanyakan beberapa pertanyaan, hingga akhirnya Jess meminta Nicky untuk mengajainya trik penipuan lebih dalam dan bergabung dengannya. Nicky memiliki tim yang bekerjasama dengannya dalam melakukan aksinya. Setelah dilakakukan beberapa tes dan latihan mencuri bersama tim Nicky, Jess kemudian diterima bergabung dengan mereka dan menikmatinya.

Pada suatu hari Nicky dan Jess memutuskan untuk menonton pertandingan sepak bola amerika. Karena Jess tidak terlalu menyukainya, Nicky pun mengajak Jess bermain tebak-tebakan (judi) kecil-kecilan untuk menghibur Jess. Bergantian mereka kalah dan menang, seorang penonton yang tak jauh dari tempat duduk mereka pun tertarik dengan permainan mereka dan mengikut sertakan diri dalam permainan. Orang tersebut bernama Liyuan Jess dan Nicky tidak keberatan. Permainan Judi tebak-tebakan pun berlanjut. Secara bergantian Nicky-Jess dan Liyuan menang kalah. Hingga tanpa disadari Nicky mengalami kekalahan berturut-turut. Niky dengan gengsinya dihadapan Jess tidak mau kalah, dia terus mempertaruhkan hartanya bahkan hingga berlipat-lipat. Uang yang dibawa Nicky pun sudah habis. Nicky tetap memutuskan untuk melipatgandakan taruhan, bahkan di taruhan terakhir ini, resiko yang dia ambil sangatlah besar dengan model permainan yaitu, dia akan menebak pemain yang ditunjuk oleh Liyuan di lapangan, tentunya tanpa Liyuan mengakatan siapa orang itu. Setelah Liyuan menebak, Nicky memberi kesempatannya menebak pada Jess. Mulanya Jess enggan dan takut, tapi Niky memohon padanya lalu Jess memutuskan untuk mencoba. Saat melihat para pemain di lapangan, Jess melihat sosok Farhad (teman satu tim pencurinya) berada dalam lapagan dan menjadi pemain, Jess pun memutuskan utnuk memilik Farhad, yang ternyata benar bahwa Farhad adalah orang yang dipilih juga sama Liyuan sebelumnya. Nicky pun memenangkan 2 juta dollar. Jess pun takjub atas kemenangan Nicky. Kemudian Nicky menjelaskan bahwa pertaruhan itu sebenarnya telah di rencanakan dan di skenariokan oleh Timnya, sehingga menggiring Liyuan untuk memilih Farhad di lapangan, dan Jess pun besar kemungkinan akan memilih Farhad jika dia melihatnya dilapangan karena Farhad adalah satu-satunya pemain sepak bola amerika yang dia tkenal di lapangan.

Setelah misi selesai dan mereka beranjak pulang. Nicky tiba-tiba memutuskan untuk meninggalkan Jess dan menghentikan kerjasama dengannya. Tanpa penjelasan yang jelas, membuat Jess bingung karena dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun.

Tiga tahun kemudian di Buenos Aires, Nicky bekerja sebagai mekanik mobil balap. Dia pun mendapat tawaran untuk bekerjasama dengan salah satu pemilik tim mobil balap bernama Rafael Carriga yang saat itu memiliki seorang asisten bernama Owens. Carriga menawarkan kerjasama untuk melakukan sabotase terhadap tim balap lain bernama McEwan agar kalah dalam pertandingan. Diketahui untuk membuat sebuah mobil menjadi lebih kencang, dapat digunakan bahan bakar jens EXR.

Nicky menyusun skenario dirinya berkelahi dengan Carriga di sebuah pesta yang juga dihadiri McEwan, agar kemudian McEwan ingin meekrut Nicky sebagai tim balapnya, yang

(5)

kemudian setelah direkrut oelh McEwan Nicky harus menjual EXR palsu padanya agar tim McEwan kalah dalam pertandingan dengan tim Carriga.

Di luar rencana, saat skenario akan dijalankan, Nicky kembali bertemu dengan Jess di pesta tersebut. Seketika suasana hati Nicky kacau terlebih karena Jess terlihat dekat dan bagai kekasih Carriga. Nicky merasa ingin memiliki Jess kembali. Akan tetapi skenario perkelahian tetap harus berjalandan membuat Nicky yang terbawa emosi memukul Carriga dengan sungguhan. Owen yang juga ada di lokasi pun melerai perkelahian itu.

Perjanjian kerjasama tetap berlanjut. Skenario perkelahian yang mereka atur untuk menumbuhkan rasa percaya McEwan pun berhasil. Nicky menjadi mekanik mobil balap McEwan dan mulai menawarkan EXR padanya. Namun ternyata Nicky memiliki rencana lain. Dia menjual data-data yang dimiliki Carriga kepada McEwan dan juga beberapa orang lain yang menginginkannya.

Di sisi lain, Nicky terus berusaha mengejar Jess dan merayu agar Jess mau kembali padanya. Namun Jess semula tampak engan, bahkan di beberapa adegan Jess mencoba membuat Nicky Cemburu dengan dia bermesraan pada Carriga.

Pada suatu hari, Jess datang ke hotel Nicky. Sebelumnya tanpa alasan jelas yang di ketahui Nicky, Jess menginginkan Nicky kembali. Nicky yang masih menyayangi Jess pun kembali menerima Jess dan ingin melindungi Jess.

Nicky yang mengkhianati Carriga dengan tidak menjual EXR palsu kepada McEwan, melainkan menjual data yang dimiliki Carriga bukan hanya kepada McEwan tapi juga beberapa orang lain. Hal ini pun diketahui oleh mata-mata Carriga yang bekerja pada McEwan.

Seketika pula saat itu terdapat sebuah adegan dimana Nicky mendapatkan SMS dari sebuah nomer yang mengatakan bahwa dia ketahuan. Nicky pun menunggu Jess di hotelnya untuk melarikan diri. Namun saat sedang bersama dalam pelarian diri, merekas pun tertangkap oleh mata-mata Carriga, kemudian disekap untuk diintrogasi.

Saat proses introgasi Nicky dan Jess mendapat siksaan dari Carriga. Saat Carriga menyiksa Jess, Nicky pun merasa tidak tega. Nicky mencoba menjelaskan bahwa Jess tidak bersalah

Namun ternyata yang dijelaskan oleh Nicky adalah kebohongan. Carriga dan Owen mengetahui bahwa penjelasan tersebut hanyalah karangan Nicky. Bahkan Jess pun tahu bahwa Nicky berbohong karena yang dia ceritakan adalah hal yang berbeda dengan yang sesungguhnya, Hal ini membuat posisi Nicky tersudut. Hingga akhirnya Owen menembak dada Nicky yang membuat suasana di ruangan itu diliputi kepanikan. Carriga pun melarikan diri karena dia tidak ingin disalahkan atas tertembaknya Nicky, diikuti dengan Mata-matanya. Tanpa diduga, Owen tetap tinggal di tempat bahkan berusaha menyembuhkan Nicky, karena ternyata Owen tidak lain adalah ayah sekaligus partner Nicky yang memang telah merencanakan pencurian data Carriga sejak tiga tahun lalu.

(6)

Confrontation Process

1. Scene Setting

Dalam melakukan analisis film ini, penulis mengambil beberapa potongan scene yang mendukung terbentuknya frame permasalahan yang akan diangkat, yakni sebagai berikut:

(7)

Saat proses introgasi dimana ada Carriga, Owen, Mata-mata yang melakukan penangkapan, Carriga melakukan penyiksaan terhadap Nicky dan Jess. Dan ketika Jess diminta penjelasan oleh

Carriga, Jess tidak dapat menjelaskan apa-apa karena dia tidak mengetahui skenario sesungguhnya.

Karena rasa sayang Nicky pada Jess, dia berusaha menyelamatkan Jess dengan menjelaskan pada Carriga. Nicky mengarang sebuah penjelasan agar Carriga dapat memahami dan melepaskan Jess

Namun sayangnya, penjelasan palsu yang diberikan Nicky diketahui oleh Carriga, Owen, bahkan Jess. Nicky baru menyadari bahwa penjelasannya itu sangat lemah saat Jess mengakui kalua dirinya bukan kekasih Carriga,

dan yang membuatnya datang ke hotel Nicky beberapa hari sebelumnya yaitu bukan karena perkelahiannya dengan Carriga melainkan dengan Owen.

(8)

Kondisi ini menyudutkan Nicky. Nicky pun memutuskan untuk mengatakan hal yang sesungguhnya pada Carriga yang tidak lain dengan cara membongkar rahasia bahwa dirinya dan Owen

(9)

2. Build Up

Berdasarkan Scene Setting sebelumnya, terdapat tiga actor yang terlibat dan memiliki dilemma dalam mengambil keputusan. Aktor tersebut yaitu: Nicky, Carriga, dan Owen. Dimana dalam tahap build up ini ketiga actor tersebut pun telah mempelajari dan mengetahui situasi masing-masing yang mereka hadapi. Situasi tersebut yakni sebagai berikut:

(10)

Para actor tersebut juga memiliki pilihan dan preferensi yakni sebagai berikut: Opsi:

Actors Options

Nicky 1. Membocorkan skenario pada Carriga

Carriga 1. Introgasi Nicky-Jess Owen 1. Menembak Nicky

Preferensi:

Actors Preferences

Nicky 1. Carriga percaya dengan penjelasannya kemudian membebaskan Jess Carriga 1. Mendapatkan infromasi

yang sesungguhnnya tentang bagaimana caranya security

paswordnya bias dibobol Owen 1. Nicky tidak menceritakan hal (rencananya bersama) yang sebenarnya

2. Carriga tidak curiga padanya

Adapun untuk menggambarkan konfrontasi yang terjadi antar aktor dan opsinya dapat dilihat pada table berikut:

(11)

3. Climax

Berdasarkan tabel confronation di atas, menyebabkan munculnya beberapa dilema oleh para aktor. Dilema tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

The dilemmas:

Carriga Nicky Owen

Carriga PD (PersuasionDilemma) PD (PersuasionDilemma) Nicky PD (PersuasionDilemma) CD (CooperationDilemma) Owen PD (PersuasionDilemma) TD (RejectionDilemma)

Penjelasan Dilemma:

1. Terjadi Persuasion Dilemma antar Carriga terhadap Nicky, dimana kondisinya Nicky menolak posisi Carriga dan lebih menyukai ancaman yang ada. Nicky lebih memilih agar Owen menembaknya daripada posisi Carriga yaitu Owen tidak menembak Nicky

2. Terjadi Persuasion Dilemma antar Carriga terhadap Owen, dimana kondisinya Owen menolak posisi Carriga dan lebih menyukai ancaman yang

(12)

ada. Owen lebih memilih agar dia menembak Nicky daripada posisi Carriga yaitu Owen tidak menembak Nicky

3. Terjadi Persuasion Dilemma antar Nicky terhadap Carriga, dimana kondisinya Carriga menolak posisi Nicky dan lebih menyukai ancaman yang ada. Carriga memilih untuk mengintrogasi Nicky-Jess dan juga agar Nicky membocorkan skenario.

(13)

4. Terjadi Cooperation Dilemma antar Nicky terhadap Owen, dimana kondisinya Nicky dilemma terhadap posisinya dan memiliki kecenderungan untuk berkhianat akan melakukan posisinya (pilihannya). Nicky tidak yakin jika dia akan tidak membocorkan skenario.

5. Terjadi Persuasion Dilemma antar Owen terhadap Carriga, dimana kondisinya Carriga menolak posisi Owen dan lebih menyukai ancaman yang ada. Carriga memilih untuk mengintrogasi Nicky-Jess dan juga agar Nicky membocorkan skenario.

(14)

6. Terjadi Trust Dilemma antar Owen terhadap Nicky. Dimana Owen meragukan Nicky tentang pernyataannya. Owen merasa bahwa Nicky akan memiliki rencana lain dalam tidak membocorkan skenario.

4. Resolution

Terdapat beberapa kemunginan aksi yang dapat dilakukan tiap aktor yang teribat dalam konfrontasi ini. Di antaranya dijelaskan pada table berikut:

Course of Action Kinds of Dillema Actor to Actor Explanation

Berdamai atau berkompromi presuation dilemma Carriga terhadap Nicky

Carriga dapat mengajak Nicky untuk mengikuti posisinya dengan cara memberikan bayangan positif jika Nicky mengikutinya (untuk menolak di tembak Owen)

Carriga terhadap Owen

Cariga dapat mengajak Owen untuk mengikuti posisinya dengan cara memberikan bayangan positif jika Owen mengikutinya (untuk menolak menembak Nicky)

Nicky terhadap Carriga

NIcky dapat mengajak Carriga untuk mengikuti posisinya dengan

(15)

cara memberikan bayangan positif jika Carriga mengikutinya (untuk menolak melanjutkan introgasi)

Owen Terhadap Carriga

Owen dapat mengajak Carriga untuk mengikuti posisinya dengan cara memberikan bayangan positif jika Carriga mengikutinya (untuk menembak Nicky) Memaksa atau menekan kehendak presuation dilemma Carriga terhadap Nicky

Carriga dapat menekan Nicky untuk mengikuti posisinya dengan cara misalnya memanfaatkan Jess (agar Nicky menolak di tembak Owen)

Carriga terhadap Owen

Carriga dapat menekan Owen untuk mengikuti posisinya dengan cara misalnya memisahkan Owen dan Nicky tidak di satu tempat (agar Owen tidak menembak Nicky)

Nicky terhadap Carriga

Nicky dapat menekan Carriga untuk mengikuti posisinya dengan cara misalnya membuat Carriga focus pada hal lain seperti pada data-datanya yang sudah di jual untuk di tindak lanjuti atau di ambil kembali (agar Carriga tidak melanjutkan introgasi pada Nicky saat itu)

Owen Terhadap Carriga

Owen dapat menekan Carriga untuk mengikuti posisinya dengan cara langsung menembak Nicky

Membangun kepercayaan antar actor

trust dilemma Owen Terhadap Nicky

Nicky dapat membangun

kepercayaan Owen dengan cara mengirimkan isyarat pada Owen bahwa dia berada dalam keadaan terdesak dan berharap Owen dapat mengambil alih situasi

(16)

Sesuai dengan alur cerita dalam film, Aksi nyata yang terjadi yaitu:

a. Carriga melakukan Memaksa atau menekan kehendak (Pressure) pada Nicky dengan memanfaatkan Jess, sehingga Nicky cenderung untuk ingin membocorkan skenario pada Carriga.

b. Nicky melakukan Membangun kepercayaan antar actor (Gain Trust) pada Owen dengan membuat dirinya melakukan basa-basi yang panjang sebelum membocorkan skenario pada Carriga, sembari mengirimkan isyarat pada Owen bahwa dia berada dalam keadaan terdesak, dan berharap Owen mampu menyelamatkan situasi.

c. Owen melakukan penembakan terhadap Nicky yang dalam film disebut ‘Tolledo Button’. Penembakan di dada Nicky tersebut tidak menimbulkan kematian jika dilakukan penanganan yang tepat dan cepat. Atas penembakan yang dilakukan Owen, Carriga pun lari meninggalkan lokasi penyekapan, skenario tidak jadi dibocorkan oleh Nicky, dan posisi Owen tetap terlihat berada di pihak Carriga.

Setelah Carriga dan mata-matanya lari meninggalkan lokasi, Owen pun menyelamatkan Nicky yang tadi di tembaknya.

Untuk menghilangkan dilemma yang ada, ketiga aktor memutuskan untuk melakukan threat yang mereka buat. Berikut ini adalah situasi yang dihadapi:

a. Carriga akan mengintrogasi Nicky dan Jess untuk mencari tahu bagaimana cara system keamanan miliknya dibobol dan dicuri

b. Nicky akan mencoba membocorkan skenario untuk menarik perhatian Carriga dan agar Jess dapat dibebaskan sebagai tahanan. Namun Nicky juga akan bersiap jika Owen menembaknya, sehingga rahasia mereka tidak terbogkar dan menggugurkan rencana Carriga untuk melanjutkan introgasi Nicky-Jess.

c. Owen akan menembak Nicky tepat saat Nicky hendak membocorkan skenario.

Jika Nicky tertembak maka Carriga akan tidak melanjutkan Introgasinya dan juga Nicky tidak dapat membocorkan skenario.

(17)

Pada bagian Build Up sebelumnya, telah dijelaskan situasi bahwa Nicky dan Owen sebetulnya bekerjasama untuk mencuri dari Carriga. Mereka pun telah menyepakati skenario dimana Owen harus menembak rekannya (yaitu Nicky) saat mereka berada di situasi terjepit, agar rencana mereka tidak terbaca oleh lawan (yaitu Carriga). Di dalam film situasi ini disebut dengan istilah ‘Tolledo Button’, dimana salah satu rekan harus mengorbankan rekan lainnya demi tidak terbongkarnya misi yang sedang mereka kerjakan.

5. Denouement

Berdasrkan alur cerita dalam film FOCUS, hasil dari dilemma yang terjadi yaitu tragedi penembakan Nicky oleh Owen. Ketiga actor memilih untuk melakukan ancaman mereka. Saat Nicky di tembak, Carriga yang tidak menyangka Owen akan menembak Nicky merasa panik seketika. Bagi Carriga Owen adalah orang yang berada di pihaknya dan karena dia tidak ingin ikut disalahkan atas tertembaknya Nicky, sehingga Carriga dan mata-matanya lari dari lokasi penyekapan.

(18)

Kesimpulan:

Berdasarkan analisis di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan yakni sebagai berikut:  Dalam film FOCUS terdapat scene/adegan yang menimbulkan konflik dan

dilemma antar actor yaitu pada saat Nicky-Jess tertangkap oleh Carriga dan Nicky ketahuan telah menceritakan skenario yang palsu.

 Dillema yang timbul dalam scene tersebut yaitu:

Carriga Nicky Owen

Carriga PD (Persuasion Dilemma) PD (Persuasion Dilemma) Nicky PD (Persuasion Dilemma) CD (Cooperation Dilemma) Owen PD (Persuasion Dilemma) TD (Rejection Dilemma)

 Dari dilemma yang muncul, terdapat beberapa course of action yang dapat

dilakukan oleh masing-masing pemain. Jenis-jenis course of action dalam dilemma kasus ini yaitu Berdamai atau berkompromi, Membangun kepercayaan, Memaksa atau menekan kehendak.

 Berdasrkan alur cerita dalam film FOCUS, hasil dari dilemma yang terjadi yaitu tragedi penembakan Nicky oleh Owen. Ketiga actor memilih untuk melakukan ancaman mereka

(19)

Referensi

Fisher, Simon. et al. (2001). Mengelola Konflik, Keterampilan dan Strategi untuk Bertindak. Jakarta: The British Council.

Howard, Nigel. (1999). Confrontation analysis: How to Win Operations Other than War. US: CCRP. www.dodccrp.org.

Howard, Nigel. (2007). Oedipus Decision Maker: theory of drama and conflict resolution, [Online] http://www.dilemmasgalore.com [25 April 2015]

Mangkusubroto, Kuntoro. (2011). Analisis Dinamika Kolaborasi antara Badan

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Nias (BRR) dengan Lembaga Donor pasca Tsunami 2004 menggunakan Drama Theory. Jurnal Manajemen Teknologi Vol. 10 No.1.

Mindes, Gayle. (2006). Teaching Young Children Social Studies. United States of America: Praeger Publishers.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2008). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salema Empat. Wirawan. 2010. Konflik dan Manajemen Konflik: Teori. Aplikasi, dan Penelitian. Jakarta:

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi dengan judul Frekuensi Kemunculan Konflik Dalam Kehidupan Berkelompok Berdasarkan-Pihak- Pihak yang Terlibat Pada Film Drama (Analisis Isi Pada Film “Filosofi Kopi

Dapat disimpulkan bahwa komunikasi antar pimpinan dan pegawai sesuai dengan jawaban dari responden yang menjawab bejalan dengan baik sebanyak 21 orang (42 %) dan

Usaha penggemukan ternak domba baik skala kecil maupun skala menengah layak untuk dikembangkan dilihat dari nilai BEP dengan nilai dibawah harga jual, R/C Ratio

Bapak Notaris Suprayitno, SH, MKn selaku dosen penguji dan Dosen Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, yang telah memberikan masukan

Kelebihan yang didapat dalam pengaplikasian model pembelajaran kooperatif dengan tipe think, write, talk yaitu (1) mengembangkan pemecahan dalam memahami

Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam pengguanaan subyek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama subyek studi

Upaya untuk memberikan makanan pada anak dengan cara yang baik, tidak memaksa, walaupun anak dalam keadaan menangis, menolak atau sulit makan akan memberikan

Upaya untuk memberikan makanan pada anak dengan cara yang baik, tidak memaksa, walaupun anak dalam keadaan menangis, menolak atau sulit makan akan memberikan dampak positif