• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Rincian Data Perancangan. 1. Sejarah Betawi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "B. Rincian Data Perancangan. 1. Sejarah Betawi"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

12 B. Rincian Data Perancangan

1. Sejarah Betawi

a) Asal nama Betawi

Banyak orang sekedar mengira asal nama Betawi. Perkiraan itu sering tidak punya dasar yang masuk akal. Misalnya, ada yang mengira Betawi berasal dari Bau Tahi. Konon ketika perang Belanda dengan Mataram di Jakarta tahun 1629, tentara Belanda menggunakan meriam berpuluru tahi, meriam itu ditembakkan ke arah tentara Mataram. Tentara Mataram lari kocar-kacir karena mencium bau tahi. Merek berteriak, bau tahi,bau tahi. Teriakan itu terdengar dimana-mana. Dari kejauhan suara itu terdengar seperti betawi. Maka sejak itu kota ini bernama betawi. Cerita ini sudah barang tentu tidak benar. Namun yang benar adalah betawi berasal dari kata Batavia.2

Tapi kalau dasar penamaannya dari kata Batavia (Jakarta) maka penduduk di Tangerang, Depok, dan di Bekasi bukanlah orang betawi. Kalau dasar penamaannya adalah pengggunaan bahasa Melayu, maka orang-orang di Tangerang, di Depok dan di Bekasi juga merupakan orang Betawi karena mereka juga berbahasa Melayu, meskipun lafalnya agak berbeda dengan orang di tengah Jakarta.3

b) Sejarah nama Betawi

Batavia sebagai nama kota Jakarta dulu yang didirikan oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen. Batavia berasal dari nama suku bangsa Belanda zaman dahulu. Sebelum bernama Batavia, Jakarta sebelumnya bernama Jayakartayang sebelumnya lagi bernama Sunda Kelapa. Jayakarta didirikan tanggal 22 juni 1527. Pendiri Jayakarta adalah Fatahillah utusan kesultanan Demak. Ia diperintahkan untuk menaklukan Sunda Kelapa.

2 Ridwan Saidi dkk, Ragam Budaya Betawi, (Jakarta: Pemerintah Provinsi DaerahKhusus Ibukota

Jakarta Dinas kebudayaan dan Permuseman,2002), halaman9.

3

Abdul Chaer, Foklor Betawi kebudayaan dan kehidupan orang betawi, (Jakarta: Masup Jakarta, 2012), halaman 8 dan 9.

(3)

13

Jayakarta ditaklukan Jan Pieterzoon Coen tahun 1619. Setelah menghacurkan ia medirikan kota baru yang dikelilingi benteng. Kota itu bernama Batavia. Batavia kala itu luasnya 2,25 x 2,5 km persegi letaknya di muara kali Ciliwung.

Kota Batavia ini sangat terkenal. Banyak orang yang senang mengaku sebagai orang batavia. Orang batavia dalam bahasa belanda disebuat Batavianen.4

c) Penduduk Asli Betawi

Penduduk asli betawi adalah pribumi yang tidak terpisahkan dari penduduk jawa. Dahulu kala seluruh penduduk jawa merupakan suatu kesatuan budaya, bahasa kesenian dan adat kepercayaan mereka sama. Kemudian menjadi mereka menjadi suku bangsa sendiri-sendiri kerena berbagai sebab. Sebab pertama munculnya kerajaan-kerajaan pada zaman sejarah. Sebab kedua, kedatangan penduduk dari luar Nusa Jawa. Dan sebab ketiga perkembangan kemajuan ekonomi derah masing-masing.5

d) Geografi Betawi

Wilayah geografi atau peta bumi daerah itu berbatasan dengan suatu suku bangsa. Tempat berdiam itu terbatas dengan tempat berdiamya suku bangsa lain yang biasanya dibedakan dengan bahasa pergaulan yang dipergunakannya.

Wilayah geografi Betawi tidaklah sama dengan wilayah geografi Jakarta. Wilayah Jakarta adalah daerah Khusus Ibukota Jakarta6

e) Peta Bumi Betawi

Orang betawii berdiam di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Geografisnya terletak di anatara batas-batas sebagai berikut:

1. Sebelah barat sungai Cisadane 2. Sebelah timur sungai Citarum

4 Ridwan Saidi dkk, Ragam Budaya Betawi, (Jakarta: Pemerintah Provinsi DaerahKhusus Ibukota

Jakarta Dinas kebudayaan dan Permuseman,2002), halaman 10-11.

5

Saidi dkk, Op. Cit, Halaman 14-15

6

(4)

14

3. Sebelah selatan kaki Gunung Salak 4. Sebelah uatar Laut Jawa

Wilayah tempat orang Betawi berdiam itu meliputi daerah Provinsi DKI jakarta, dearah Provinsi Banten, dan daerah Provinsi Jawa Barat. Perinciannya sebagai berikut:

1. Provinsi DKI Jakarta 2. Kabupaten Tangerang 3. Kotamadya Tangerang 4. Kabupaten Bekasi 5. Kotamadya Bekasi 6. Kotamadya Depok

7. Sebagian daerah Kabupaten Bogor7 2. Sejarah Kesenian Ondel-Ondel

Etnis Betawi memiliki bermacam-macam kesenian, salah satunya yaitu seni teater. Teater Betawi tradisional merupakan taeter yang lebih berlandaskan kehidupan agraris dan bersifat magis-religius. Unsur yang menarik dalam teater Betawi adalah keragaman etnik penduduknya. Penduduk asli Betawi tentu saja ada, namun datangnya pemukiman-pemukiman baru dari berbagai suku dan bangsa menjadikan Betawi tempat bercampurnya etnik dan budaya. Pengaruh terbesar kebudayaan Betawi adalah dari Sunda, karena wilayah ini merupakan bagian dari kebudayaan Sunda sebelum kini menjadi kota metropolitan. Namun juga terdapat pengaruh-pengaruh budaya Cina, Bali, Jawa, Portugis, Melayu, dan Belanda sehingga dalam suatu jenis pertunjukkan akan terdapat campuran pengaruh-pengaruh itu. Seperti garak tari dari Sunda, busana dari Bali, Cina dan Jawa, iringan musik Sunda, Belanda, dan Cina, sedangkan ceritanya berasal dari kehidupan sehari-hari, yang mengandung ajaran agama Islam.

Teater Betawi merupakan pertunjukkan yang membawakan lakon atau cerita dan terbagi menjadi menjadi empat jenis; teater tutur, teater tanpa tutur, wayang, dan teater peran. Teater tanpa tutur yaitu jenis teater yang dimainkan tanpa berbicara, jadi hanya sebatas memperagakan gerak tubuh dengan diiringi

7

Ridwan Saidi dkk, Ragam Budaya Betawi, (Jakarta: Pemerintah Provinsi DaerahKhusus Ibukota Jakarta Dinas kebudayaan dan Permuseman,2002), halaman 16-17

(5)

15 musik dan lagu. Di Betawi teater tanpa tutur ada dua, yaitu Ondel-ondel dan gemblokkan. Ondel-ondel, merupakan suatu wadah yang dijadikan personifikasi leluhur nenek moyang. Dengan demikian dapat dianggap sebagai pembawa lakon atau cerita, walaupun hanya sebagai alat peraga yang tidak berbicara atau bertutur (Jakob Sumardjo, 1992, h. 76).

Gambar 4. Ondel-ondel jaman dulu Gambar 5. Ondel-ondel zaman sekarang sumber:http://team2art.wordpress.com Sumber: http://id.wikipedia.org

Pada era 40-an Ondel-ondel berperan sebagai leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa dan personifikasi leluhur sebagai pelindung. Pola pemikiran masyarakat dulu yang masih percaya terhadap hal-hal yang berbau mistis membuat boneka Ondel-ondel dijadikan media perantara untuk para roh-roh nenek moyang. Hal ini dapat dilihat dari bentuk dan ukuran boneka Ondel-ondel pada gambar 4 yang memperlihatkan bentuk wajah boneka Ondel-ondel yang memiliki mimik wajah seram dan bercaling serta berambut gondrong dan berantakan dengan ukuran boneka yang lebih besar dari ukuran boneka Ondel-ondel sekarang. Pada gambar 5 boneka Ondel-ondel lebih terlihat tidak menakutkan tanpa adanya caling serta penampilannya yang semakin rapih layaknya manusia pada umumnya.

3. Bentuk dan Karakteristik Ondel-ondel

Boneka Ondel-ondel Betawi terdiri menjadi 2 bagian yaitu bagian kepala dan bagian badan. Dibagian kepala terdapat mahkota yang berhiaskan lukisan flora dan fauna seperti burung merak/hong, naga, bunga teratai, bunga delima, dan semanggi. Selain itu juga terdapat kembang kelapa di kepala boneka

(6)

Ondel-16 ondel. Kembang kelapa yang berbentuk seperti kumpulan daun kelapa diibaratkan dari kota Jakarta yang pada abad ke-15 bernama Sunda Kelapa karena sebagian wilayah Sunda Kelapa merupakan perkebunan kelapa. Untuk ukuran asli yang tingginya 2m, kembang kelapa bisanya berjumlah 30. Tergantung setiap orang yang membuatnya. Ada orang yang membuat kertas hiasannya itu tebal-tebal dan besar- besar, kalau seperti itu 10 atau 20 cukup, yang jelas bisa padat dan tidak ada celah. Tidak ada batasan harus berapa.

Wajah boneka Ondel-ondel rata-rata berwarna merah pada boneka Ondel-ondel laki-laki dan putih pada boneka Ondel-ondel wanita. Warna merah pada Ondel-ondel laki-laki melambangkan kekuatan, kekuasaan, keberanian, dan ego yang keras sedangkan pada ondel-ondel wanita yang berwarna putih melambangkan kesucian, kelembutan, keramahan dan keangguan.

Pada bagian badan, boneka Ondel-ondel wanita menggunakan pakaian yang disebut kebaya encim, sedangkan untuk laki-laki, pakaian yang digunakan yaitu sadaria atau ujung serong. Pada badan bagian bawah boneka Ondel-ondel menggunakan sarung yang disebut sarung jamblang. Pada acara-acara resmi, biasanya untuk boneka Ondel-ondel laki-laki dibagian bahunya di selempangkan sarung cukin yang bermotif kotak-kotak, sedangkan pada Ondel-ondel wanita menggunakan selendang yang bermotif flora atau fauna (sumber: wawancara dengan Drs. Yahya Andi Saputra).

4. Sejarah dan Motif Batik Betawi

Indonesia ini memang sangat kaya budaya, setiap daerah yang mempunyai batik, setiap batiknya mempunyai kekhasan tersendiri. Begitu juga dengan batik betawi. Sebenarnya ini juga yang masih dalam kajian bersama, yang disebut batik betawi itu yang mana. Apakah yang sekarang sudah mulai marak diberbagai tempat di Jakarta dengan mengambil ikon-ikon ibukota. Ataukah kain batik yang sejak dulu dipakai oleh oleh masyarakat betawi. Jadi ada dua objek yang berbeda. Kalau yang dimaksud itu adalah kain batik yang dipakai tempo dulu oleh masyarakat betawi maka itu adalah batik pesisir di daerah lain seperti batik indrayamau, batik pekalongan yang juga masih dipakai

(7)

17 oleh abang none hingga sekarang. Kalau yang sekarang marak bermunculan tu adalah batik ragam hias jakarta, ada ragam hias ondel-ondel, delman, burung bondol, dan berbagai flora – flora diibukota. Jadi sebenarnya masih ada silang pendapat tentang ini. Keunikan dari warna, karena sejak tempo dulu masyarakat betawi gemar dengan warna-warna cerah seperti merah, hijau, orange. Dan masyarakat betawi juga gemar dengan motif yang disebut tumpal yangberbentuk lancip yang berada disisi kanan dan kiri kain batik. Yang biasa dipakai oleh wanita yang sudah menikah maupun yang masih lajang.

batik betawi yang bukan termasuk batik pesisiran dengan batik keraton seperti solo, yogya, dll. batik betawi itu lebih kearah motif-motif naturalis, motif – motif flora dan fauna. Penggambarannya bersifat realis. Jika motifnya ondel-ondel ya dibuat seperti ondel-ondel sebenarnya. Berbeda dengan batik keraton yang penuh dengan simbol dan makna, contohnya motfi batik yang bermotif burung garuda, yang bermakna kekuasaan dan keagungan. Gambar terumtum bermakna kesetiaan. Oleh karena itu batik betawi tidak terlalu menyimpan makna. fauna (sumber: wawancara Ibu Ari, Museum Tekstil Jakarta).

C. Rincian Teknis Perancangan

1. Pengertian Action Figure

Action figure (dibaca eksyen figur) adalah mainan berkarakter yang berpose, terbuat dariplastik atau material lainnya dan karakternya sering diambil berdasarkan film, komik, video game atau acara televisi.8

Dalam pandangan Stan Weston (penemu istilah Action Figure,seorang manager pemasaran di perusahaan mainan Hasbro), Action Figure berasal darikata figure berarti sebuah citra figur seperti manusia, karakter dan action

8

Wikipedia, Pengertian Action Figure, http://id.wikipedia.org/wiki/Action_figure, diakses tanggal 17 juni 2014.

(8)
(9)
(10)
(11)

21

Gambar 11. Action Figure Mazinger Z Sumber: www.bandai.co.jp

g) Fantasy

Action Figure Fantasy merupakan Action figure yang desain karakternya didasarkan pada karakter-karakter yang ada dalam cerita dongeng ataupun cerita horor, seperti dongeng tentang Naga, Dracula, Werewolf, Mummy, dan cerita-cerita lainnya.

Gambar 12. Action Figure Dragon

Sumber: www.mcfarlane.com

h) Military

Action Figure Military merupakan Action Figure yang desain karakternya didasarkan pada karakter-karakter militer/tentara. Action Figure jenis ini juga banyak dibuat dalam bentuk diorama militer yang menggambarkan situasi peperangan.

(12)
(13)

23 b) Trading Figure/Gashapon

Figure jenis ini berukuran kurang lebih 8cm hingga 10cm. Figure dibuat dengan ukuran kecil tetapi dengan tingkat kedetailan yang sangat baik untuk ukurannya dan biasanya dibuat dalam bentuk sedang berpose dengan artikulasi hanya terdapat pada bagian bahu.

c) Vinyl Figure

Vinyl figure merupakan action figure dengan bahan dasar Vinyl/PVC yang ringan dan lentur. Artikulasi figure ini hanya terdapat pada bagian bahu dan pinggang.

d) Real Action

Action figure ini merupakan sebuah action figure dengan rangka mirip dengan karakter aslinya dan kostum yang dapat diganti sesuai dengan kostum yang terdapat pada karakternya. Kostum pada figure ini terbuat dari bahan yang digunakan olehkarakter tersebut.

Dengan artikulasi yang sangat banyak (sesuai artikulasi pada manusia), dan detail sesuai aslinya, membuat figure ini merupakan figure yang dapat dipose dalam berbagai pose sesuai keinginan.

e) Super Imaginative/Custome

Action Figure Super Imaginative/Custome merupakan action figure yang desain karakternya dapat diambil dari suatu karakter yang kemudian dimodifikasi sehingga terlihat lebih detail dan memiliki proporsi yang jauh lebih baik dari karakter aslinya. Perbandingan tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini, dimana karakter dari film Kikaider telah dimodifikasi menjadi SuperImaginative/Custome figure. Super Imaginative figure biasanya terbuat dari bahan ABS yang di padukan dengan logam pada bagian tertentu figure tersebut.

(14)

24 Gambar 15. Vinyl Figure Kikider

Sumber: www.bandai.co.jp

f) Resin Statue/Bust

Figure jenis ini merupakan sebuah patung utuh ataupun patung setengah badan/bust dari sebuah karakter yang dibuat dengan bahan resin padat dan tidak memiliki artikulasi.

g) Model Kit

Untuk Action Figure ini terbuat dari plastic padat yang dibentuk perbagian dari karakter, sehingga anda harus merakit terlebih dahulu model ini untuk mendapatkan action figure yang dikehendaki. Model ini juga diberi warna dasar dari karakter, ini membuat anda harus mengecat sendiri untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Menurut beberapa penghobi model kit, model ini memberikan tantangan tersendiri dalam hal merakit dan mengecatnya.

Gambar 16. Model Kit Gundam 00 Sumber: www.hlj.co.jp

(15)

25 Di Jepang produk jenis ini justru digunakan untuk merangsang daya imaginasi dan bayangan anak-anak. Tentunya dengan tingkat kesulitan yang berbeda dengan produk yang dibuat untuk orang dewasa. Untuk produk model kit ini dibedakan dari tingkat kesulitan dalam hal merakitnya. Grade-grade tersebut adalah :

- High Grade

Model Kit dengan tingkat kesulitan paling rendah, biasanya disukai anak-anak karena bentuknya sederhana, sedikit arikulasi, dan mudah dirakit.

- Master Grade

Model Kit dengan tingkat kesulitan dan artikulasi sedang, dengan tingkat kedetailan lebih tinggi dari High Grade.

- Perfect Grade

Model Kit dengan tingkat kesulitan dan kedetailan yang tinggi. Tingkat kedetailan inilah yang mempengaruhi tingkat kesulitannya, karena tiap bagiannya dibuat sedetail mungkin, terutama pada bagian artikulasinya.

4. Proses Pembuatan Action Figure

Proses pembuatan action figure dimulai dengan tahap pemilihan karakter. Setelah sebuah karakter dipilih, lalu dilanjutkan dengan pembuatan sketsa figure dari karakter yang telah ditentukan. Setelah sketsa tersebut jadi, langkah selanjutnya adalah membuat sebuah model prototype dari sebuah clay (semacam tanah liat khusus untuk membuat prototype).

Untuk membuat model ini dimulai dengan membuat rangka utama, seperti tulang belakang, rangka tangan dan kaki yang terbuat dari kawat besi. Setelah rangka tersebut jadi, rangka tersebut diposekan sebagaimana asumsi akan figure yang akan dibuat. Pada rangka tersebut kemudian ditambahkan clay untuk memberi bentuk dasar figure. Setelah clay mulai mengering dilakukan proses pemahatan untuk membentuk detail pada bentuk dasar model tersebut.

(16)

26 bagian yang terdiri atas bagian kepala, tubuh, tangan dan kaki untuk mempermudah pembuatan detail. Sketsa awal digunakan sebagai referensi untuk membuat model sedetail dan serealistismungkin.

Setelah bentuk utama tubuh selesai dibuat, maka detail akan kembali diberi perhatian khusus terutama pada bagian mata, hidung dan mulut yang membuat figure memiliki ekspresi sehingga tampak hidup. Setelah pembuatan detail selesai dilanjutkan dengan memberi artikulasi serupa engsel pada tiapbagian yang kemudian juga digunakan untuk menyatukan bagian-bagian figure tersebut menjadi sebuah prototype action figure yang utuh. Bagian-bagian prototype tersebut kemudian dipanaskan hingga mengeras dan tetap dalam keadaan terpisah.

Setelah mengeras, kemudian dibuat cetakan (molds) dari prototype tersebut. Hasil cetakan tersebut kemudian diberi pewarnaan sesuai dengan warna karakter tersebut. Setelah hasil cetakan prototype tersebut disatukan jadilah sebuah action figure.

Setelah selesai menjadi sebuah action figure, jika ada tambahan kain yang melekat pada badan figure. Bagian-bagian tersebut disusun secara terpisah dari figure dan ditambahkan setelah figure selesai dibuat. (sumber:: wawancara dengan Rangga Fitriady, pembuat action figure).

5. Bahan Untuk Membuat Action Figure

Sebenarnya, bahan-bahan membuat figure dalam skala besar atau kecil pada umumnya bisa dikatakan sama, yang membedakannya adalah tahap dalam proses produksi selanjutnya. Pada skala besar/industri. Bahan dan peralatan yang sering digunakan dalam membuat figure pada umumnya sebagai berikut:

a) Clay

Bermacam-macam jenis dan merek clay bisa digunakan misalnya: Clay Polymer, clay yang berbahan dasar Polymer ini harus dikondisikan dulu sebelum memulai, clay ini akan bertambah lembut melalui suhu

(17)

27 tangan. Selain itu untuk mempercepatkan tingkat kelembutan clay, pembuat bisa mengaturnya dengan peralatan dapur sepertioven. ProSculpt, bahan dasar dari polymer, pada dasarnya bahan dasar polymer lebih cocok untuk pengerjaan detail, khususnya jika pemahat ingin menghaluskan sehalus mungkin sebelum proses pembakaran. Clay Kering, Untuk membentuk figure dari clay kering harus ada tambahan air secukupnya, Premier dan Hobbytime Fineplast adalah contoh clay dari jenis clay kering.

Clay Polymer kering campuran, disebut campuran Karena untuk bisa membentuk figure dari bahan clay ini harus mencampurkan dua bahan polymer menjadi satu. Bisa bertahan satu hingga tiga jam sebelum bahan tersebut menjadi keras. Proses tersebut bisa diperlambat dengan cara memasukan dua bahan yang telah dicampur tadi ke dalam kulkas/freezer. Memang tidaklah mudah membentuk figure dengan bahan clay ini, harus banyak latihan, dan tidak bisa dicampur dengan clay berbahan polymer lainnya. Untungnya clay ini kuat dan tahan cuaca, jadi bisa dikerjakan di luar ruangan. Aves Apoxie Sculpt adalah salah satu contoh merek jenis clay polymer kering campuran, di Indonesia khususnya di Bandung merek paling populer dari jenis clay ini adalah Epoclay.

b) ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene)

ABS adalah bahan berupa plastik padat dan berat yang paling umum digunakan sebagai bahan dasar pembuat action figure. Bahan ini mudah dicetak dan karena padat bahan ini tidak mudah. ABS mudah diwarnai sehingga kebanyakan action figure menggunakan ABS sebagai bahan dasarnya.

c) Vinyl (PVC)

PVC atau arti sesungguhnya adalah Poly Vinyl Chloride, yaitu sejenis bahan kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan action figure tersebut. PVC sendiri dibentuk dari bahan utama yaitu garam (57%) dan minyak (43%). PVC sendiri adalah salah satu bahan yang bisa

(18)

28 dikembangkan secara komersial. Untuk pengembangannya harus memperhatikan ketentuan PVC yang digunakan untuk industri action figure.

d) Polypropylene dan Polyethylene (Plastik)

Plastik yang biasa digunakan sebagai bahan dasar action figure adalah plastik dari jenis polypropylene dan polyethylene yang merupakan bahan plastik ringan yang keras. Biasanya bahan ini digunakan sebagai bahan pembuat model kit atau rakitan.

e) Die Cast Metal

Die Cast Metal adalah bahan besi/baja yang mudah dicetak/dipres untuk digunakan dalam industri action figure. Proses pembuatan action figure dengan besi ini memakan waktu yang cukup lama sehingga biasanya action figure dari besi ini terbilang sangat mahal dan dari segi kualitas, memang tidak diragukan lagi.9

D. Objek Referensi dan Inspirasi

Gambar 17. Ondel on Doll Sumber:www.andi0309.blogspot.com

9

Membuat action figure, http://sibeloy.blogspot.com/2011/05/membuat-action-figure.html , diakses tanggal 18 juni 2014.

(19)

29 Penjelasan:

Dalam karya Dinata Andi ini memakai pakaian betawi yang formal. Laki-laki memakai jas abng dengan kancing emas. Tidak lupa dililitkan sarung motif kotak khas laki-laki betawi dan memakai sarung batik. Dan untuk perempuannya memakai kebaya encim.. Tidak lupa memakai selendang dan sarung batik. Konsep pakaian ondel-ondel dalam karya ini bisa dijadikan suatu referensi dalam objek perancangan ini.

Gambar 18. Pandawa Action Figure Sumber: leorezca.deviantart.com Penjelasan:

Dalam karya ini terlihat sosok pandawa 5 sangat heroik dengan pose yang gagah seperti layaknya superhero. Perupaan bentuk badannya dibuat dengan tangan kekar dan badan tegap. Penambahan aksesoris seperti kain batik juga menambah kesan Indonesia. Perupaan seperti ini juga menjadi inspirasi dalam bentuk perupaan perancangan Action Figure Ondel-Ondel ini.

Gambar

Gambar 12. Action Figure Dragon  Sumber: www.mcfarlane.com
Gambar 16.  Model Kit Gundam 00  Sumber: www.hlj.co.jp
Gambar 17. Ondel on Doll  Sumber:www.andi0309.blogspot.com
Gambar 18. Pandawa Action Figure  Sumber: leorezca.deviantart.com

Referensi

Dokumen terkait

Fasilitas yang tersedia di Bukit Gunung Sulah adalah terdapatnya masjid didaerah sekitar dan terdapat areal perkemahan, namun fasilitas yang ada tersebut belum cukup untuk

dengan adanya akuntabilitas tentunya akan mendorong kinerja instansi pemerintah bekerja dengan optimal dalam menjalankan program-program pemerintah serta dalam

kat pemahaman pemeliharaan kesehatan tu- buh manusia dalam pembelajaran IPA pada siswa ada beberapa kendala. Kendala-kenda- la yang ditemui dalam masing-masing siklus

Given that BDS provision to second and third-tier manufacturers is still nascent, if the models can ensure that the market transactions for such services (e.g. brand

KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DENGAN MURID DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DI “RUMAH BELAJAR” JARI ALJABAR CABANG BEKASI Studi Deskriptif Kualitatif Komunikasi Interpersonal

Pada proses pembayaran pendaftaran, operator akan melihat data calon mahasiswa yang telah mendaftar kemudian memberikan nomor pendaftaran dan password untuk login ke

Sistem pendukung keputusan penentuan kelayakan Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) berbasis web responsif merupakan suatu sistem yang dapat membantu masyarakat dalam

Hanny Stephanie 2012 Analisis Efisiensi Teknis dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) di Desa Kertawinangun Kecamatan