57
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini, penulis melakukan analisis secara keseluruhan mengenai
pengaruh personal selling dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang berdasarkan data
yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada konsumen.
Pengumpulan data dengan memberikan kuesioner pada responden
yaitu konsumen PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang.Penelitian ini telah
mengumpulkan data primer dari 96 responden. Responden diminta mengisi
daftar pernyataan dalam kuesioner yang meliputi dua bagian pernyataan.
Bagian pertama, pernyataan mengenai karakteristik responden dan bagian
kedua, meliputi pernyataan personal selling dan kualitas pelayanan serta keputusan pembelian pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang.
Setelah data dari kuesioner terkumpul yang selanjutnya disebut data
mentah, maka data mentah tersebut diolah dengan menggunakan bantuan
program SPSS. Program analisis data mentah diawali dengan coding yang merupakan pemberian angka atau kode pada setiap jawaban pernyataan
kemudian dilanjutkan dengan program tabulasi data dengan memasukkan data
kedalam tabel.
Data dalam tabel berupa angka sesuai bobot dengan skala likert.Setelah
data tersebut. Proses yang terakhir dilakukan adalah analisis pengujian
hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda.
4.1 Karakteristik Responden
Konsumen yang dipilih sebagai responden adalah konsumen yang
sudah berlangganan produk speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang dengan jumlah sampel 96 responden. Untuk
mengetahui gambaran umum tentang karakteristik responden dapat
diketahui dari seluruh jawaban responden sebagai berikut:
4.1.1 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
Hasil perhitungan frekuensi dari karakteristik jenis kelamin
responden terdapat dalam tabel berikut:
Tabel 4.1
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Pria 51 53,1%
Wanita 45 46,9%
Total 96 100%
Sumber: Data kuesioner (diolah)
Berdasarkan tabel 4.1 dapat dijelaskan bahwa sebagian
besar konsumen yang menggunakan internet speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang adalah pria.Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa pelanggan speedy memiliki keinginan yang didominasi oleh pria. Karena tingkat mobilitas pria saat ini
4.1.2 Usia Responden
Hasil perhitungan frekuensi dari karakteristik usiaresponden
terdapat dalam tabel berikut:
Tabel 4.2 Usia Responden
Usia Frekuensi Persentase
<25 tahun 17 17,7% 26 – 30 tahun 35 36,5% 31 – 35 tahun 21 21,9% 36 – 40 tahun 23 24,0% > 40 tahun 0 0% Total 96 100%
Sumber: Data kuesioner (diolah)
Berdasarkan tabel 4.2 dapat dijelaskan bahwa sebagian
besar konsumen yang berlanggan produkspeedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerangmemiliki usia 26 – 30 tahun.Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa konsumen PT. Telkom
Indonesia Divre Tangerangpada usiakalangan muda.
4.1.3 Pendidikan Terakhir Responden
Hasil perhitungan frekuensi dari karakteristik pendidikan
terakhirresponden terdapat dalam tabel berikut:
Tabel 4.3
Pendidikan Terakhir Responden
Pendidikan Terakhir Frekuensi Persentase
SMU 36 37,5%
S1 28 29,2%
S2 6 6,3%
Lainnya 0 0%
Total 96 100%
Sumber: Data kuesioner (diolah)
Berdasarkan tabel 4.3 dapat dijelaskanbahwa sebagian
besar konsumen yang menggunakan internet Speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang, memiliki pendidikan terakhir
SMU. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsumen PT.
Telkom Indonesia Divre Tangerang merupakan golongan
berpendidikan menengah ke atas.
4.1.4 Pekerjaan Responden
Hasil perhitungan frekuensi dari karakteristik pekerjaanresponden
terdapat dalam tabel berikut:
Tabel 4.4 Pekerjaan Responden
Pekerjaan Frekuensi Persentase
Ibu Rumah Tangga 13 13,5%
Pegawai Swasta 46 47,9%
Wirausaha 23 24,0%
Pegawai Negeri/ BUMN 14 14,6%
Lainnya 0 0%
Total 96 100%
Berdasarkan tabel 4.4 dapat dijelaskan bahwa sebagian
besar konsumen yang menggunakan internet Speedy padaPT. Telkom Indonesia Divre Tangerang berprofesi sebagai pegawai
swasta.
4.2Analisis Personal Selling pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang
Personal selling pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang, diharapkan mendapat respon positif dari konsumen.
Pada tahap ini akan diuraikan mengenai hasil perhitungan
frekuensi pada setiap indikator kualitas produk yang meliputi tujuh
indikator. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana
indikator kualitas produktelah sesuai dengan pernyataan konsumen
yang sudah berlangganan speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang. Berikut analisis deskriptif berdasarkan pernyataan
responden yang hasilnya diuraikan dari tabel - tabel berikut ini :
a. Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Personal Selling
Tabel: 4.5
Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Personal Selling
No Indikator
Pernyataan Responden
N
SS S RR TS STS
1 layanan internet Speedy
untuk mendukung aktifitas kerja
7 74 13 2 0 96
2 Kegiatan promosi
konsumen lebih mengenal internet Speedy 3 Dokumen yang dibutuhkan untuk berlangganan 13 53 21 9 0 96 4 Speedy merupakan referensi dari teman – teman
26 57 10 2 1 96
5 Tenaga penjual memahami kebutuhan saya tentang layanan internet Speedy 12 68 11 4 1 96 6 Tenaga penjual memahami kenapa internet Speedydiperlukan 9 66 16 5 0 96 7 Penjual memberikan informasi tentang internet Speedy 12 61 17 6 0 96
8 Tenaga penjual bersikap ramah ketika menyapa calon pelanggan
12 56 21 6 1 96
Sumber: Data kuesioner (diolah) Tabel: 4.5
Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Personal Selling (Lanjutan)
9 Tenaga penjual membuat saya
mengetahui informasi lain mengenai internet
Speedy.
19 37 30 8 2 96
10 Promosi door to door
bisa menghasilkan peluang pelanggan baru layanan internet Speedy
Sumber: Data kuesioner (diolah)
Tabel: 4.5
Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Personal Selling (Lanjutan)
11 Layanan internet Speedy
menawarkan banyak pilihan kuota kecepatan internet.
34 50 9 2 1 96
12 Tenaga penjual
menjelaskan secara rinci tarif layanan
internetSpeedy.
13 62 14 7 0 96
13 Tenaga penjual menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
11 65 16 4 0 96
14 Tenaga penjual
menjelaskan perbedaan antara layanan internet
Speedy dengan layanan internet lain.
13 53 27 3 0 96
15 Tenaga penjual memberikan masa percobaan layanan internet Speedy dalam 1 bulan.
14 55 24 3 0 96
16 Penjual menanyakan langsung ketertarikan saya untuk berlangganan
19 43 26 8 0 96
17 Tenaga penjual meminta data lengkap saya untuk memproses aktifasi layanan internet Speedy.
15 50 23 8 0 96
18 Tenaga penjual
memberikan waktu agar saya bisa memberikan keputusan pembelian.
D a r i t a b e l 4 . 12
Sumber: Data kuesioner (diolah) Tabel: 4.5
Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Personal Selling (Lanjutan)
19 Tenaga penjual berhasil membuat saya cepat mengambil keputusan pembelian. 26 43 21 6 0 96 20 Tenaga penjual memastikan keuntungan menggunakan layanan internet Speedy. 2 5 23 40 26 96
21 prosedur dan kebijakan
penagihan 20 44 22 6 4 96
22 Ucapan terima kasih selalu diberikan pada saat konsumen bersedia berlangganan internet
Speedy
12 53 26 5 0 96
23 Tenaga penjual dapat tanggapan yang baik atas pertanyaan saya.
18 45 25 6 2 96
24 Tenaga penjual mampu
menjelaskan pertanyaan 21 41 30 3 1 96
25 Tenaga penjual dapat menanyakan dan klarifikasi pertanyaan saya
k
k
Sumber: Data kuesioner (diolah)
Kapitulasi pernyataan responden variabel kualitas produk
diatas dapat dijelaskan dari semua pertanyaan indikator kualitas
produkrata-rata dari 96 responden menyatakan setuju.Hal ini
berarti kualitas layanan internet Speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang berkualiatas dan diterima oleh masyarakat pada
umumnya.
n. Analisis Kualitas Pelayanan Pada PT. Telkom Indonesia Divre
Tangerang.
Pelayanan internet Speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang, diharapkan mendapat respon positif dari
konsumen. Pada tahap ini akan diuraikan mengenai hasil
perhitungan frekuensi pada setiap indikator pelayanan produkyang
meliputi lima indikator. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui 26 Tenaga penjual berdebat
dengan saya atas pertanyaan yang saya tanyakan
19 50 20 7 0 96
27 Tenaga penjual
memberikan harga dan kecepatan yang beragam
12 45 29 10 0 96
28 Tenaga penjual mampu merubah keberatan saya menjadi alasan untuk berlangganan internet
Speedy.
sejauh mana indikator kualitas pelayanan telah sesuai dengan
pernyataan konsumen yang telah berlanggananinternet Speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang. Berikut analisis deskriptif
berdasarkan pernyataan responden yang hasilnya diuraikan dari
tabel-tabel berikut ini:
a. Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Kualitas Pelayanan
Tabel: 4.6
Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Kualitas Pelayanan
No Indikator Pernyataan Responden N
SS S RR TS STS
1 Jasa layanan internet
Speedy terpercaya dan akurat serta menjamin penggunaan internet 18 53 23 2 0 96 2 PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang senantiasa membantu pelanggan dengan informasi yang lengkap
13 36 36 9 2 96
3 PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang dan karyawan memiliki fasilitas penyedia layanan internet dengan pelayanan terbaik
21 44 22 9 0 96
4 PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang memberikan perhatian pribadi atas kebutuhan layanan internet Speeedy
sebagai komitmen
16 50 24 5 1 96
Sumber: Data kuesioner (diolah)
Tabel: 4.6
Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Kualitas Pelayanan (Lanjutan)
5 PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang memiliki fisik,
peralatan, personel, dan sarana komunikasi yang lengkap untuk
meningkatkan layanan internet Speedy
25 47 18 5 1 96
Sumber: Data kuesioner (diolah)
Dari tabel 4.6 rekapitulasi pernyataan responden variabel
kualitas pelayanan diatas dapat dijelaskan dari semua pertanyaan
indikator kualitas pelayanan rata-rata dari 96 responden
menyatakan setuju. Hal ini berarti kualitas pelayanan pada PT.
Telkom Indonesia Divre Tangerang berjalan dengan baik dan
cukup memuaskan pelanggan
4.3 Analisis Keputusan Pembelian pada PT. Telkon Indonesia Divre Tangerang
Pada tahap pengenalan masalah, proses pembelian dimulai
ketika pembeli menyadari suatu masalah atau kebutuhan yang
dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal.Dalam hal ini,
pemasar perlu mengidentifikasi keadaan yang memicu kebutuhan
tertentu, dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah
konsumen. Kemudian, mereka dapat mengembangkan strategi
pemasaran yang merangsang minat konsumen.
Model pengambilan keputusan konsumen terdiri dari dua
erat, yaitu perilaku pembelian dan evaluasi setelah pembelian. Jika
konsumen puas maka ia mungkin mengulang pembelian.
Pembelian ulang biasanya menandakan penerimaan akan produk.
Untuk menganalisis hal tersebut, maka pada subbab ini
akan diuraikan analisis deskriptif untuk mengetahui indikator
keputusan pembelian pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang.
a. Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Keputusan Pembelian
Tabel: 4.7
Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Keputusan Pembelian
No Indikator Pernyataan Responden N
SS S RR TS STS
1 Keinginan untuk beralih ke
Speedy 17 62 14 3 0 96
2 Kenyamanan
menggunakan internet
Speedy
18 62 13 3 0 96
3 Merasa cocok dengan
sinyal internet Speedy 20 54 17 5 0 96
4 Kebutuhan dipenuhi
dengan internet Speedy 17 57 21 1 0 96
5 Informasi yang didapatkn
melalui media cetak 13 57 23 3 0 96
6 Informasi yang lain juga didapatkan melalui media electronic
23 45 23 3 0 96
7 Memutuskan memilih
internet Speedy 20 41 25 10 0 96
Sumber: Data kuesioner (diolah) Tabel: 4.7
Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Keputusan Pembelian (Lanjutan)
8 Memilih layanan internet
Speedy karena sesuai
dengan kebutuhan 11 49 32 3 1 96
9 Mengumpulkan data dan
informasi mengenai
internet Speedy dalam keputusan pembelian
7 47 28 13 1 96
10 Berdasarkan keputusan keluarga internet Speedy
yang dipilih 16 38 29 8 5 96
11 Saya membeli layanan internet Speedy karena reverensi dari teman
14 36 34 11 1 96
12 Saya mengambil keputusan
pembelian secara cepat 16 37 30 13 0 96
13 Saya mengambil keputusan pembelian secara berfikir
lama 16 41 30 8 1 96
14 Setelah menggunakan layanan ineternet Speedy,
saya tertarik untuk membelinya kembali
18 32 34 11 1 96
15 Setelah puas menggunakan layanan internet Speedy
saya menceritakan kepada orang lain
17 33 33 10 3 96
Sumber: Data kuesioner (diolah)
Dari tabel 4.7 rekapitulasi pernyataan responden variabel
keputusan pembelian diatas dapat dijelaskan dari semua pernyataan
indikator keputusan pembelian rata-rata dari 96 responden
menyatakan setuju. Hal ini berarti keputusan pembelian layanan
internet Speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang cukup besar.
Sebelum melakukan analisis regresi, terlebih dahulu
dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pernyataan pada
masing-masing variabel kualitas produk, kualitas pelayanandan
keputusan pembelian dengan bantuan program SPSS 17.
4.5.1 Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya
suatu kuesioner. Suatu kuesioner dapat dikatakan valid jika
pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu
yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas dapat
dilakukan dengan menggunakan korelasi bivariate antara masing-masing indikator dengan total skor konstruk. Atau bisa juga
dibandingkan antara nilai r hitung dengan nilai r tabel, apabila
nilai: r hitung > r tabel, maka hasilnya valid
r hitung < r tabel, maka hasilnya tidak valid
Tabel: 4.8
Uji Validitas terhadap Variabel(Personal Selling)
No. Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
korelasi pearson korelasi pearson
1 0.261 0.195 VALID
2 0.514 0.195 VALID
3 0.307 0.195 VALID
4 0.487 0.195 VALID
5 0.281 0.195 VALID
Sumber: Data kuesioner (diolah) Tabel: 4.8
Uji Validitas terhadap Variabel(Personal Selling) (Lanjutan)
6 0.342 0.195 VALID
8 0.424 0.195 VALID 9 0.599 0.195 VALID 10 0.522 0.195 VALID 11 0.273 0.195 VALID 12 0.469 0.195 VALID 13 0.332 0.195 VALID 14 0.394 0.195 VALID 15 0.309 0.195 VALID 16 0.523 0.195 VALID 17 0.457 0.195 VALID 18 0.338 0.195 VALID 19 0.617 0.195 VALID 20 0.436 0.195 VALID 21 0.438 0.195 VALID 22 0.399 0.195 VALID 23 0.342 0.195 VALID 24 0.294 0.195 VALID 25 0.387 0.195 VALID 26 0.452 0.195 VALID 27 0.487 0.195 VALID 28 0.601 0.195 VALID
Sumber: Data kuesioner (diolah)
Tabel: 4.9
Uji Validitas terhadap Variabel(Kualitas Pelayanan)
No. Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
korelasi pearson korelasi pearson
1 0.550 0.195 VALID
2 0.747 0.195 VALID
3 0.676 0.195 VALID
4 0.707 0.195 VALID
5 0.596 0.195 VALID
Tabel: 4.10
Uji Validitas terhadap Variabel(KeputusanPembelian)
No. Pernyataan r hitung r table Keterangan
korelasi pearson korelasi pearson
1 0.268 0.195 VALID 2 0.354 0.195 VALID 3 0.353 0.195 VALID 4 0.308 0.195 VALID 5 0.355 0.195 VALID 6 0.483 0.195 VALID 7 0.405 0.195 VALID 8 0.292 0.195 VALID 9 0.280 0.195 VALID 10 0.444 0.195 VALID 11 0.333 0.195 VALID 12 0.457 0.195 VALID 13 0.527 0.195 VALID 14 0.522 0.195 VALID 15 0.562 0.195 VALID
Sumber: Data kuesioner (diolah)
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari dua puluh
delapan pernyataan dalam kuesioner mengenai variabel personal selling dan lima dalam kuesioner mengenai kualitas pelayanan serta lima belas dalam kuesioner mengenai variabel keputusan
pembelian yang diberikan kepada responden, nilai r hitungnya
lebih besar daripada nilai r tabel, sehingga dapat dikatakan bahwa
4.5.2 Uji Reliabilitas
Untuk mengetahui hasil dari uji reliabilitas variable kualitas
produk, kualitas pelayanandankeputusan pembelian, dapat dilihat
pada tabel berikut ini:
Tabel: 4.11
Hasil Uji Reliabilitas Personal Selling
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items .825 28
Sumber: Data kuesioner (diolah dengan SPSS 17)
Tabel: 4.12
Hasil Uji Reliabilitas Kualitas Pelayanan
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items .672 5
Sumber: Data kuesioner (diolah dengan SPSS 17)
Tabel: 4.13
Hasil Uji Reliabilitas Keputusan Pembelian
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items .627 15
Sumber: Data kuesioner (diolah dengan SPSS 17)
Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh
mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan.
Dari tabel 4.11 dan tabel 4.12 serta tabel 4.13 dapat dijelaskan hasil
nilainya adalah 0,825 pada variable Personal Sellingdan 0,672 pada variabel kualitas pelayanan serta 0,627 pada variabel
keputusan pembelian. Menurut Sekaran pada Priyatna (2009:172),
reliabilitas yang baik adalah lebih dari 0,6 karena nilai Cronbach’s Alpha pada masing-masing variabel adalah lebih besar dari 0,6 maka dapat dikatakan alat ukur pada penelitian ini adalah riliabel
atau handal, artinya responden memahami atau mengerti dengan
pertanyaan yang diajukan penulis.
4.6 Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui
apakah datamengalami penyimpangan atau tidak.Uji ini dilakukan
sebelum melakukan analisa regresi.
4.6.1 Uji Normalitas
Tabel: 4.14
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test KEPUTUSAN PEMBELIAN PERSONAL SELLING KUALITAS PELAYANAN N 96 96 96 Normal Parameters a,,b Mean 56.10 106.88 18.94 Std. Deviation 5.008 9.310 2.779 Most Extreme Differences Absolute .081 .054 .087 Positive .065 .054 .080 Negative -.081 -.048 -.087 Kolmogorov-Smirnov Z .798 .528 .848 Asymp. Sig. (2-tailed) .548 .943 .468 a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Dari tabel 4.30 di atas diperoleh hasil uji Kolmogorov-Smirnov, untuk variabel yaitu personal selling didapat nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,943 dan untuk variabel kualitas
pelayanan didapat nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,468 serta
variabel yaitu keputusan pembelian didapat nilai Asymp. Sig.
(2-tailed) = 0,548. Karena nilai Asymp. Sig. (2-(2-tailed) > 0,05 maka
Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa data diambil dari
populasi berdistribusi normal.
4.6.2 Uji Heterokedastisitas
Gambar 4.1 Grafik Scatterplot
Dari gambar grafik scatterplotdi atas tampak bahwa titik-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu.Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi
4.7Analisis Pengaruh Personal Selling dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian
Dalam penelitian ini variabel dianalisis dengan rincian
yaitu variabel personal selling dan kualitas pelayanansebagai variabel bebas (independent variable) dan variabel keputusan pembelian sebagai variabel terikat (dependen variable). Kedua variabel tersebut diolah menggunakan analisis regresi linier
berganda dengan bantuan program SPSS 17.
4.7.1 Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis digunakan untuk menjawab hipotesis
yang dibuat oleh peneliti.
a) Hipotesis I (F test / serempak)
Pengujian F atau pengujian model digunakan untuk
mengetahui apakah hasil dari analisis regresi signifikan atau tidak,
dengan kata lain model yang diduga tepat / sesuai atau tidak. Jika
hasilnya signifikan, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini dapat
juga dikatakan sebagai berikut
H0 ditolak jika F hitung > F tabel
H0 diterima jika F hitung < F tabel
Tabel 4.16 Uji F / Serempak
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 98.190 2 49.095 1.944 .149a
Residual 2348.769 93 25.256 Total 2446.958 95
a. Predictors: (Constant), KUALITAS PELAYANAN, PERSONAL SELLING b. Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN
Dalam penelitian ini mempunyai persamaan regresi dengan
dua variabel bebas dan satu variabel terikat.Jumlah sampel
pembentuk regresi tersebut sebanyak 96.Maka df1= k-1 = 3 – 1 =
2 sedangkan df2 = n – 3 = 96 – 2 = 94.
Jika pengujian dilakukan pada α = 5%, maka nilai F
tabelnya adalah 3,104. Lihat pada N1=2 dan N2= 94 pada tabel F.
Berdasarkan tabel 4.38, nilai F hitung sebesar 1,944 < F
tabel sebesar 3,104 maka model analisis regresi adalah tidak
signifikan. Hal ini berarti H0 diterima dan H1 ditolak sehingga
dapat disimpulkan bahwa variabel bebaspersonal selling ( ) dan
kualitas pelayanan ( )tidak berpengaruh secara signifikan
terhadap variabel terikat,yaitu keputusan pembelian.
b) Hipotesis II (t test / parsial)
t test digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap variabel terikat. Dapat juga dikatakan jika t hitung > t tabel
atau –t hitung < -t tabel maka hasilnya signifikan dan berarti H0
hitung > -t tabel maka hasilnya tidak signifikan dan berarti H0
diterima dan H1 ditolak.
Tabel 4.17 Uji t / Parsial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 54.073 6.247 8.656 .000
PERSONAL SELLING .077 .058 .142 1.342 .183 .921 1.085 KUALITAS PELAYANAN -.341 .193 -.187 -1.763 .081 .921 1.085 a. Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN
Berdasarkan tabel 4.39 diperoleh hasil sebagai berikut :
1. (personal selling) memiliki t hitung<t tabel(1,342<1,987) dan signifikansi(0,183> 0,05), maka keputusan hipotesis nol
(Ho) diterima, yang secara parsial variabel (personal selling) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y).
2. (kualitas pelayanan) memiliki-t hitung >-t tabel
(-1,763>-1,987) dan signifikansi (0,081> 0,05), maka keputusan
(kualitas pelayanan) tidak berpengaruh secara signifikan
terhadap variabel keputusan pembelian (Y).
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa (personal selling) dan (kualitas pelayanan)tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian.
Dapat digambar seperti di bawah ini:
Gambar 4.2
Grafik uji hipotesis daerah penerimaan dan
penolakan Hodengan α/2 dan dua sisi (personal
selling) --1,342 Daerah penolakan Ho Daerah penerimaan Ho Daerah penolakan Ho 1,987 -1,987 0 1,342 --1,763 Daerah penolakan Ho Daerah penerimaan Ho Daerah penolakan Ho 1,987 -1,987 0 1763
Gambar 4.3
Grafik uji hipotesis daerah penerimaan dan
penolakan Hodengan α/2 dan dua sisi (kualitas