• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

57

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini, penulis melakukan analisis secara keseluruhan mengenai

pengaruh personal selling dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang berdasarkan data

yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada konsumen.

Pengumpulan data dengan memberikan kuesioner pada responden

yaitu konsumen PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang.Penelitian ini telah

mengumpulkan data primer dari 96 responden. Responden diminta mengisi

daftar pernyataan dalam kuesioner yang meliputi dua bagian pernyataan.

Bagian pertama, pernyataan mengenai karakteristik responden dan bagian

kedua, meliputi pernyataan personal selling dan kualitas pelayanan serta keputusan pembelian pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang.

Setelah data dari kuesioner terkumpul yang selanjutnya disebut data

mentah, maka data mentah tersebut diolah dengan menggunakan bantuan

program SPSS. Program analisis data mentah diawali dengan coding yang merupakan pemberian angka atau kode pada setiap jawaban pernyataan

kemudian dilanjutkan dengan program tabulasi data dengan memasukkan data

kedalam tabel.

Data dalam tabel berupa angka sesuai bobot dengan skala likert.Setelah

(2)

data tersebut. Proses yang terakhir dilakukan adalah analisis pengujian

hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda.

4.1 Karakteristik Responden

Konsumen yang dipilih sebagai responden adalah konsumen yang

sudah berlangganan produk speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang dengan jumlah sampel 96 responden. Untuk

mengetahui gambaran umum tentang karakteristik responden dapat

diketahui dari seluruh jawaban responden sebagai berikut:

4.1.1 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

Hasil perhitungan frekuensi dari karakteristik jenis kelamin

responden terdapat dalam tabel berikut:

Tabel 4.1

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Pria 51 53,1%

Wanita 45 46,9%

Total 96 100%

Sumber: Data kuesioner (diolah)

Berdasarkan tabel 4.1 dapat dijelaskan bahwa sebagian

besar konsumen yang menggunakan internet speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang adalah pria.Dengan demikian

dapat disimpulkan bahwa pelanggan speedy memiliki keinginan yang didominasi oleh pria. Karena tingkat mobilitas pria saat ini

(3)

4.1.2 Usia Responden

Hasil perhitungan frekuensi dari karakteristik usiaresponden

terdapat dalam tabel berikut:

Tabel 4.2 Usia Responden

Usia Frekuensi Persentase

<25 tahun 17 17,7% 26 – 30 tahun 35 36,5% 31 – 35 tahun 21 21,9% 36 – 40 tahun 23 24,0% > 40 tahun 0 0% Total 96 100%

Sumber: Data kuesioner (diolah)

Berdasarkan tabel 4.2 dapat dijelaskan bahwa sebagian

besar konsumen yang berlanggan produkspeedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerangmemiliki usia 26 – 30 tahun.Dengan

demikian dapat disimpulkan bahwa konsumen PT. Telkom

Indonesia Divre Tangerangpada usiakalangan muda.

4.1.3 Pendidikan Terakhir Responden

Hasil perhitungan frekuensi dari karakteristik pendidikan

terakhirresponden terdapat dalam tabel berikut:

Tabel 4.3

Pendidikan Terakhir Responden

Pendidikan Terakhir Frekuensi Persentase

SMU 36 37,5%

(4)

S1 28 29,2%

S2 6 6,3%

Lainnya 0 0%

Total 96 100%

Sumber: Data kuesioner (diolah)

Berdasarkan tabel 4.3 dapat dijelaskanbahwa sebagian

besar konsumen yang menggunakan internet Speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang, memiliki pendidikan terakhir

SMU. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsumen PT.

Telkom Indonesia Divre Tangerang merupakan golongan

berpendidikan menengah ke atas.

4.1.4 Pekerjaan Responden

Hasil perhitungan frekuensi dari karakteristik pekerjaanresponden

terdapat dalam tabel berikut:

Tabel 4.4 Pekerjaan Responden

Pekerjaan Frekuensi Persentase

Ibu Rumah Tangga 13 13,5%

Pegawai Swasta 46 47,9%

Wirausaha 23 24,0%

Pegawai Negeri/ BUMN 14 14,6%

Lainnya 0 0%

Total 96 100%

(5)

Berdasarkan tabel 4.4 dapat dijelaskan bahwa sebagian

besar konsumen yang menggunakan internet Speedy padaPT. Telkom Indonesia Divre Tangerang berprofesi sebagai pegawai

swasta.

4.2Analisis Personal Selling pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang

Personal selling pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang, diharapkan mendapat respon positif dari konsumen.

Pada tahap ini akan diuraikan mengenai hasil perhitungan

frekuensi pada setiap indikator kualitas produk yang meliputi tujuh

indikator. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana

indikator kualitas produktelah sesuai dengan pernyataan konsumen

yang sudah berlangganan speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang. Berikut analisis deskriptif berdasarkan pernyataan

responden yang hasilnya diuraikan dari tabel - tabel berikut ini :

a. Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Personal Selling

Tabel: 4.5

Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Personal Selling

No Indikator

Pernyataan Responden

N

SS S RR TS STS

1 layanan internet Speedy

untuk mendukung aktifitas kerja

7 74 13 2 0 96

2 Kegiatan promosi

(6)

konsumen lebih mengenal internet Speedy 3 Dokumen yang dibutuhkan untuk berlangganan 13 53 21 9 0 96 4 Speedy merupakan referensi dari teman – teman

26 57 10 2 1 96

5 Tenaga penjual memahami kebutuhan saya tentang layanan internet Speedy 12 68 11 4 1 96 6 Tenaga penjual memahami kenapa internet Speedydiperlukan 9 66 16 5 0 96 7 Penjual memberikan informasi tentang internet Speedy 12 61 17 6 0 96

8 Tenaga penjual bersikap ramah ketika menyapa calon pelanggan

12 56 21 6 1 96

Sumber: Data kuesioner (diolah) Tabel: 4.5

Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Personal Selling (Lanjutan)

9 Tenaga penjual membuat saya

mengetahui informasi lain mengenai internet

Speedy.

19 37 30 8 2 96

10 Promosi door to door

bisa menghasilkan peluang pelanggan baru layanan internet Speedy

(7)

Sumber: Data kuesioner (diolah)

Tabel: 4.5

Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Personal Selling (Lanjutan)

11 Layanan internet Speedy

menawarkan banyak pilihan kuota kecepatan internet.

34 50 9 2 1 96

12 Tenaga penjual

menjelaskan secara rinci tarif layanan

internetSpeedy.

13 62 14 7 0 96

13 Tenaga penjual menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

11 65 16 4 0 96

14 Tenaga penjual

menjelaskan perbedaan antara layanan internet

Speedy dengan layanan internet lain.

13 53 27 3 0 96

15 Tenaga penjual memberikan masa percobaan layanan internet Speedy dalam 1 bulan.

14 55 24 3 0 96

16 Penjual menanyakan langsung ketertarikan saya untuk berlangganan

19 43 26 8 0 96

17 Tenaga penjual meminta data lengkap saya untuk memproses aktifasi layanan internet Speedy.

15 50 23 8 0 96

18 Tenaga penjual

memberikan waktu agar saya bisa memberikan keputusan pembelian.

(8)

D a r i t a b e l 4 . 12

Sumber: Data kuesioner (diolah) Tabel: 4.5

Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Personal Selling (Lanjutan)

19 Tenaga penjual berhasil membuat saya cepat mengambil keputusan pembelian. 26 43 21 6 0 96 20 Tenaga penjual memastikan keuntungan menggunakan layanan internet Speedy. 2 5 23 40 26 96

21 prosedur dan kebijakan

penagihan 20 44 22 6 4 96

22 Ucapan terima kasih selalu diberikan pada saat konsumen bersedia berlangganan internet

Speedy

12 53 26 5 0 96

23 Tenaga penjual dapat tanggapan yang baik atas pertanyaan saya.

18 45 25 6 2 96

24 Tenaga penjual mampu

menjelaskan pertanyaan 21 41 30 3 1 96

25 Tenaga penjual dapat menanyakan dan klarifikasi pertanyaan saya

(9)

k

k

Sumber: Data kuesioner (diolah)

Kapitulasi pernyataan responden variabel kualitas produk

diatas dapat dijelaskan dari semua pertanyaan indikator kualitas

produkrata-rata dari 96 responden menyatakan setuju.Hal ini

berarti kualitas layanan internet Speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang berkualiatas dan diterima oleh masyarakat pada

umumnya.

n. Analisis Kualitas Pelayanan Pada PT. Telkom Indonesia Divre

Tangerang.

Pelayanan internet Speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang, diharapkan mendapat respon positif dari

konsumen. Pada tahap ini akan diuraikan mengenai hasil

perhitungan frekuensi pada setiap indikator pelayanan produkyang

meliputi lima indikator. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui 26 Tenaga penjual berdebat

dengan saya atas pertanyaan yang saya tanyakan

19 50 20 7 0 96

27 Tenaga penjual

memberikan harga dan kecepatan yang beragam

12 45 29 10 0 96

28 Tenaga penjual mampu merubah keberatan saya menjadi alasan untuk berlangganan internet

Speedy.

(10)

sejauh mana indikator kualitas pelayanan telah sesuai dengan

pernyataan konsumen yang telah berlanggananinternet Speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang. Berikut analisis deskriptif

berdasarkan pernyataan responden yang hasilnya diuraikan dari

tabel-tabel berikut ini:

a. Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Kualitas Pelayanan

Tabel: 4.6

Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Kualitas Pelayanan

No Indikator Pernyataan Responden N

SS S RR TS STS

1 Jasa layanan internet

Speedy terpercaya dan akurat serta menjamin penggunaan internet 18 53 23 2 0 96 2 PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang senantiasa membantu pelanggan dengan informasi yang lengkap

13 36 36 9 2 96

3 PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang dan karyawan memiliki fasilitas penyedia layanan internet dengan pelayanan terbaik

21 44 22 9 0 96

4 PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang memberikan perhatian pribadi atas kebutuhan layanan internet Speeedy

sebagai komitmen

16 50 24 5 1 96

Sumber: Data kuesioner (diolah)

Tabel: 4.6

Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Kualitas Pelayanan (Lanjutan)

(11)

5 PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang memiliki fisik,

peralatan, personel, dan sarana komunikasi yang lengkap untuk

meningkatkan layanan internet Speedy

25 47 18 5 1 96

Sumber: Data kuesioner (diolah)

Dari tabel 4.6 rekapitulasi pernyataan responden variabel

kualitas pelayanan diatas dapat dijelaskan dari semua pertanyaan

indikator kualitas pelayanan rata-rata dari 96 responden

menyatakan setuju. Hal ini berarti kualitas pelayanan pada PT.

Telkom Indonesia Divre Tangerang berjalan dengan baik dan

cukup memuaskan pelanggan

4.3 Analisis Keputusan Pembelian pada PT. Telkon Indonesia Divre Tangerang

Pada tahap pengenalan masalah, proses pembelian dimulai

ketika pembeli menyadari suatu masalah atau kebutuhan yang

dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal.Dalam hal ini,

pemasar perlu mengidentifikasi keadaan yang memicu kebutuhan

tertentu, dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah

konsumen. Kemudian, mereka dapat mengembangkan strategi

pemasaran yang merangsang minat konsumen.

Model pengambilan keputusan konsumen terdiri dari dua

(12)

erat, yaitu perilaku pembelian dan evaluasi setelah pembelian. Jika

konsumen puas maka ia mungkin mengulang pembelian.

Pembelian ulang biasanya menandakan penerimaan akan produk.

Untuk menganalisis hal tersebut, maka pada subbab ini

akan diuraikan analisis deskriptif untuk mengetahui indikator

keputusan pembelian pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang.

a. Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Keputusan Pembelian

Tabel: 4.7

Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Keputusan Pembelian

No Indikator Pernyataan Responden N

SS S RR TS STS

1 Keinginan untuk beralih ke

Speedy 17 62 14 3 0 96

2 Kenyamanan

menggunakan internet

Speedy

18 62 13 3 0 96

3 Merasa cocok dengan

sinyal internet Speedy 20 54 17 5 0 96

4 Kebutuhan dipenuhi

dengan internet Speedy 17 57 21 1 0 96

5 Informasi yang didapatkn

melalui media cetak 13 57 23 3 0 96

6 Informasi yang lain juga didapatkan melalui media electronic

23 45 23 3 0 96

7 Memutuskan memilih

internet Speedy 20 41 25 10 0 96

Sumber: Data kuesioner (diolah) Tabel: 4.7

Rekapitulasi Pernyataan Responden Variabel Keputusan Pembelian (Lanjutan)

(13)

8 Memilih layanan internet

Speedy karena sesuai

dengan kebutuhan 11 49 32 3 1 96

9 Mengumpulkan data dan

informasi mengenai

internet Speedy dalam keputusan pembelian

7 47 28 13 1 96

10 Berdasarkan keputusan keluarga internet Speedy

yang dipilih 16 38 29 8 5 96

11 Saya membeli layanan internet Speedy karena reverensi dari teman

14 36 34 11 1 96

12 Saya mengambil keputusan

pembelian secara cepat 16 37 30 13 0 96

13 Saya mengambil keputusan pembelian secara berfikir

lama 16 41 30 8 1 96

14 Setelah menggunakan layanan ineternet Speedy,

saya tertarik untuk membelinya kembali

18 32 34 11 1 96

15 Setelah puas menggunakan layanan internet Speedy

saya menceritakan kepada orang lain

17 33 33 10 3 96

Sumber: Data kuesioner (diolah)

Dari tabel 4.7 rekapitulasi pernyataan responden variabel

keputusan pembelian diatas dapat dijelaskan dari semua pernyataan

indikator keputusan pembelian rata-rata dari 96 responden

menyatakan setuju. Hal ini berarti keputusan pembelian layanan

internet Speedy pada PT. Telkom Indonesia Divre Tangerang cukup besar.

(14)

Sebelum melakukan analisis regresi, terlebih dahulu

dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pernyataan pada

masing-masing variabel kualitas produk, kualitas pelayanandan

keputusan pembelian dengan bantuan program SPSS 17.

4.5.1 Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya

suatu kuesioner. Suatu kuesioner dapat dikatakan valid jika

pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu

yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas dapat

dilakukan dengan menggunakan korelasi bivariate antara masing-masing indikator dengan total skor konstruk. Atau bisa juga

dibandingkan antara nilai r hitung dengan nilai r tabel, apabila

nilai: r hitung > r tabel, maka hasilnya valid

r hitung < r tabel, maka hasilnya tidak valid

Tabel: 4.8

Uji Validitas terhadap Variabel(Personal Selling)

No. Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

korelasi pearson korelasi pearson

1 0.261 0.195 VALID

2 0.514 0.195 VALID

3 0.307 0.195 VALID

4 0.487 0.195 VALID

5 0.281 0.195 VALID

Sumber: Data kuesioner (diolah) Tabel: 4.8

Uji Validitas terhadap Variabel(Personal Selling) (Lanjutan)

6 0.342 0.195 VALID

(15)

8 0.424 0.195 VALID 9 0.599 0.195 VALID 10 0.522 0.195 VALID 11 0.273 0.195 VALID 12 0.469 0.195 VALID 13 0.332 0.195 VALID 14 0.394 0.195 VALID 15 0.309 0.195 VALID 16 0.523 0.195 VALID 17 0.457 0.195 VALID 18 0.338 0.195 VALID 19 0.617 0.195 VALID 20 0.436 0.195 VALID 21 0.438 0.195 VALID 22 0.399 0.195 VALID 23 0.342 0.195 VALID 24 0.294 0.195 VALID 25 0.387 0.195 VALID 26 0.452 0.195 VALID 27 0.487 0.195 VALID 28 0.601 0.195 VALID

Sumber: Data kuesioner (diolah)

Tabel: 4.9

Uji Validitas terhadap Variabel(Kualitas Pelayanan)

No. Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

korelasi pearson korelasi pearson

1 0.550 0.195 VALID

2 0.747 0.195 VALID

3 0.676 0.195 VALID

4 0.707 0.195 VALID

5 0.596 0.195 VALID

(16)

Tabel: 4.10

Uji Validitas terhadap Variabel(KeputusanPembelian)

No. Pernyataan r hitung r table Keterangan

korelasi pearson korelasi pearson

1 0.268 0.195 VALID 2 0.354 0.195 VALID 3 0.353 0.195 VALID 4 0.308 0.195 VALID 5 0.355 0.195 VALID 6 0.483 0.195 VALID 7 0.405 0.195 VALID 8 0.292 0.195 VALID 9 0.280 0.195 VALID 10 0.444 0.195 VALID 11 0.333 0.195 VALID 12 0.457 0.195 VALID 13 0.527 0.195 VALID 14 0.522 0.195 VALID 15 0.562 0.195 VALID

Sumber: Data kuesioner (diolah)

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari dua puluh

delapan pernyataan dalam kuesioner mengenai variabel personal selling dan lima dalam kuesioner mengenai kualitas pelayanan serta lima belas dalam kuesioner mengenai variabel keputusan

pembelian yang diberikan kepada responden, nilai r hitungnya

lebih besar daripada nilai r tabel, sehingga dapat dikatakan bahwa

(17)

4.5.2 Uji Reliabilitas

Untuk mengetahui hasil dari uji reliabilitas variable kualitas

produk, kualitas pelayanandankeputusan pembelian, dapat dilihat

pada tabel berikut ini:

Tabel: 4.11

Hasil Uji Reliabilitas Personal Selling

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha N of Items .825 28

Sumber: Data kuesioner (diolah dengan SPSS 17)

Tabel: 4.12

Hasil Uji Reliabilitas Kualitas Pelayanan

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items .672 5

Sumber: Data kuesioner (diolah dengan SPSS 17)

Tabel: 4.13

Hasil Uji Reliabilitas Keputusan Pembelian

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items .627 15

Sumber: Data kuesioner (diolah dengan SPSS 17)

Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh

mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan.

Dari tabel 4.11 dan tabel 4.12 serta tabel 4.13 dapat dijelaskan hasil

(18)

nilainya adalah 0,825 pada variable Personal Sellingdan 0,672 pada variabel kualitas pelayanan serta 0,627 pada variabel

keputusan pembelian. Menurut Sekaran pada Priyatna (2009:172),

reliabilitas yang baik adalah lebih dari 0,6 karena nilai Cronbach’s Alpha pada masing-masing variabel adalah lebih besar dari 0,6 maka dapat dikatakan alat ukur pada penelitian ini adalah riliabel

atau handal, artinya responden memahami atau mengerti dengan

pertanyaan yang diajukan penulis.

4.6 Uji Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui

apakah datamengalami penyimpangan atau tidak.Uji ini dilakukan

sebelum melakukan analisa regresi.

4.6.1 Uji Normalitas

Tabel: 4.14

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test KEPUTUSAN PEMBELIAN PERSONAL SELLING KUALITAS PELAYANAN N 96 96 96 Normal Parameters a,,b Mean 56.10 106.88 18.94 Std. Deviation 5.008 9.310 2.779 Most Extreme Differences Absolute .081 .054 .087 Positive .065 .054 .080 Negative -.081 -.048 -.087 Kolmogorov-Smirnov Z .798 .528 .848 Asymp. Sig. (2-tailed) .548 .943 .468 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

(19)

Dari tabel 4.30 di atas diperoleh hasil uji Kolmogorov-Smirnov, untuk variabel yaitu personal selling didapat nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,943 dan untuk variabel kualitas

pelayanan didapat nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,468 serta

variabel yaitu keputusan pembelian didapat nilai Asymp. Sig.

(2-tailed) = 0,548. Karena nilai Asymp. Sig. (2-(2-tailed) > 0,05 maka

Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa data diambil dari

populasi berdistribusi normal.

4.6.2 Uji Heterokedastisitas

Gambar 4.1 Grafik Scatterplot

Dari gambar grafik scatterplotdi atas tampak bahwa titik-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu.Dengan

demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi

(20)

4.7Analisis Pengaruh Personal Selling dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian

Dalam penelitian ini variabel dianalisis dengan rincian

yaitu variabel personal selling dan kualitas pelayanansebagai variabel bebas (independent variable) dan variabel keputusan pembelian sebagai variabel terikat (dependen variable). Kedua variabel tersebut diolah menggunakan analisis regresi linier

berganda dengan bantuan program SPSS 17.

4.7.1 Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis digunakan untuk menjawab hipotesis

yang dibuat oleh peneliti.

a) Hipotesis I (F test / serempak)

Pengujian F atau pengujian model digunakan untuk

mengetahui apakah hasil dari analisis regresi signifikan atau tidak,

dengan kata lain model yang diduga tepat / sesuai atau tidak. Jika

hasilnya signifikan, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini dapat

juga dikatakan sebagai berikut

H0 ditolak jika F hitung > F tabel

H0 diterima jika F hitung < F tabel

Tabel 4.16 Uji F / Serempak

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 98.190 2 49.095 1.944 .149a

Residual 2348.769 93 25.256 Total 2446.958 95

(21)

a. Predictors: (Constant), KUALITAS PELAYANAN, PERSONAL SELLING b. Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN

Dalam penelitian ini mempunyai persamaan regresi dengan

dua variabel bebas dan satu variabel terikat.Jumlah sampel

pembentuk regresi tersebut sebanyak 96.Maka df1= k-1 = 3 – 1 =

2 sedangkan df2 = n – 3 = 96 – 2 = 94.

Jika pengujian dilakukan pada α = 5%, maka nilai F

tabelnya adalah 3,104. Lihat pada N1=2 dan N2= 94 pada tabel F.

Berdasarkan tabel 4.38, nilai F hitung sebesar 1,944 < F

tabel sebesar 3,104 maka model analisis regresi adalah tidak

signifikan. Hal ini berarti H0 diterima dan H1 ditolak sehingga

dapat disimpulkan bahwa variabel bebaspersonal selling ( ) dan

kualitas pelayanan ( )tidak berpengaruh secara signifikan

terhadap variabel terikat,yaitu keputusan pembelian.

b) Hipotesis II (t test / parsial)

t test digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan

terhadap variabel terikat. Dapat juga dikatakan jika t hitung > t tabel

atau –t hitung < -t tabel maka hasilnya signifikan dan berarti H0

(22)

hitung > -t tabel maka hasilnya tidak signifikan dan berarti H0

diterima dan H1 ditolak.

Tabel 4.17 Uji t / Parsial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 54.073 6.247 8.656 .000

PERSONAL SELLING .077 .058 .142 1.342 .183 .921 1.085 KUALITAS PELAYANAN -.341 .193 -.187 -1.763 .081 .921 1.085 a. Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN

Berdasarkan tabel 4.39 diperoleh hasil sebagai berikut :

1. (personal selling) memiliki t hitung<t tabel(1,342<1,987) dan signifikansi(0,183> 0,05), maka keputusan hipotesis nol

(Ho) diterima, yang secara parsial variabel (personal selling) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel keputusan pembelian (Y).

2. (kualitas pelayanan) memiliki-t hitung >-t tabel

(-1,763>-1,987) dan signifikansi (0,081> 0,05), maka keputusan

(23)

(kualitas pelayanan) tidak berpengaruh secara signifikan

terhadap variabel keputusan pembelian (Y).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa (personal selling) dan (kualitas pelayanan)tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian.

Dapat digambar seperti di bawah ini:

Gambar 4.2

Grafik uji hipotesis daerah penerimaan dan

penolakan Hodengan α/2 dan dua sisi (personal

selling) --1,342 Daerah penolakan Ho Daerah penerimaan Ho Daerah penolakan Ho 1,987 -1,987 0 1,342 --1,763 Daerah penolakan Ho Daerah penerimaan Ho Daerah penolakan Ho 1,987 -1,987 0 1763

(24)

Gambar 4.3

Grafik uji hipotesis daerah penerimaan dan

penolakan Hodengan α/2 dan dua sisi (kualitas

Gambar

Tabel 4.2  Usia Responden
Tabel 4.4  Pekerjaan Responden
Gambar 4.1          Grafik Scatterplot
Tabel 4.16  Uji F / Serempak

Referensi

Dokumen terkait

Namun secara parsial, hanya kualitas pelayanan yang berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian kartu prabayar IM3, sedangkan promosi tarif

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa advertising, sales promotion, personal selling, dan public relations berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa advertising, sales promotion, personal selling, dan public relations berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sales promotion secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, personal branding secara parsial berpengaruh signifikan terhadap

Hasil dari penelitian ini yaitu: 1 Persepsi Harga berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian secara parsial; 2 Kualitas Pelayanan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Produk, Harga, Lokasi dan Kualitas Pelayanan berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Keputusan Pembelian konsumen pada Toko

4 Variabel Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan dan Harga berpengaruh positif dan signifikan secara bersama – sama terhadap Keputusan Pembelian pada Kedai Coffee Toffee di Kota Samarinda

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel Personal Selling dan Digital Marketing berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Keputusan Pembelian Polis Asuransi pada PT