LAPORAN KINERJA
SEKRETARIAT JENDERAL
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 i
Pertama-tama kami panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkah dan hidayah-Nya sehingga Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian PUPR telah dapat diselesaikan pada waktunya. Sesuai dengan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Sekretariat Jenderal sebagai salah satu Unit Organisasi Eselon 1 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat wajib menyusun Laporan Kinerja sebagai wujud pertanggungjawaban atas penggunaan sumber daya dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran Sekretariat Jenderal.
Laporan Kinerja ini merupakan history Sekretariat Jenderal sejak awal TA 2015 sampai dengan berakhirnya TA 2015, yang meliputi tujuan dan sasaran yang harus dicapai melalui indikator- indikator yang telah ditetapkan, pencapaian sasaran strategis dan analisis penyebab keberhasilan maupun kegagalan pencapaian sasaran strategis tersebut.
Sekretariat Jenderal terdiri atas Biro dan Pusat, sehingga laporan kinerja yang didalamnya terdapat pencapaian sasaran strategis Sekretariat Jenderal merupakan konsolidasi pencapaian sasaran strategis Unit Kerja Eselon II di bawahnya. Dengan demikian penyusunan laporan kinerja ini tidak lepas dari usulan dan tanggung jawab seluruh Unit Kerja Eselon II di lingkungan Sekretariat Jenderal.
Semoga laporan kinerja ini dapat menjadi bahan untuk penyusunan Laporan Kinerja Kementerian PUPR, dan dapat meningkatkan kinerja Sekretariat Jenderal.
Jakarta, Januari 2016
SEKRETARIS JENDERAL
TAUFIK WIDJOYONO
ii
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LaKIP) Sekretariat Jenderal Tahun 2015 adalah perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi di Lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian PUPR di dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan.
Tujuan Sekretariat Jenderal adalah bagian dari tujuan Kementerian PUPR 2015-2019 yaitu tujuan ke-5 (lima) “Menyelenggarakan tata kelola sumber daya organisasi bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang meliputi sumber daya manusia, pengendalian dan pengawasan, kesekertariatan, serta penelitian dan pengembangan untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel”.
Terkait dengan tujuan tersebut Sekretariat Jenderal mendukung dalam aspek peningkatan kapasitas kelembagaan Kementerian PUPR untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat.
Tujuan Sekretariat Jenderal tersebut dibagi kedalam 3 (tiga) kelompok tujuan yaitu: 1. Meningkatkan manajemen fungsional yang integratif, transparan, dan akuntabel.
2. Meningkatkan manajemen sumberdaya yang dapat mendorong peningkatan kinerja produktivitas dan profesionalitas sumber daya manusia serta mengembangkan kelembagaan yang efektif dan efisien.
3. Meningkatkan pelayanan administrasi pimpinan yang prima dan menyediakan informasi publik yang akurat dan handal.
Sasaran Sekretariat Jenderal adalah merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata dalam rumusan yang lebih spesifik dan terukur. Sekretariat Jenderal memiliki 2 (dua) sasaran strategis dengan capaian kinerja sebagai berikut:
1. Meningkatnya budaya organisasi yang berkinerja tinggi dan berintegritas. Dengan indikator kinerja “tingkat kinerja dan integritas Kementerian PUPR” memiliki target sebesar 72,25% dengan realisasi 95,66% dan capaian kinerja sebesar 132,40%.
2. Meningkatnya pengelolaan regulasi dan layanan hukum, data dan informasi publik, serta sarana dan prasarana. Dengan indikator kinerja “tingkat pengelolaan regulasi dan layanan hukum, data dan informasi publik serta sarana prasarana” memiliki target sebesar 80% dengan realisasi 108,68% dan capaian kinerja sebesar 135,85%.
Sekretariat Jenderal memiliki 8 (delapan) Indikator Kinerja Program untuk mendukung 2 (dua) sasaran strategis Kementerian PUPR yang dituangkan ke dalam Perjanjian Kinerja (PK) dengan capaian sebagai berikut:
1. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian PUPR dicapai melalui 5 (lima) indikator yaitu:
iii
Nilai laporan kinerja pemerintahan dengan target nilai 74 serta realisasi nilai 74 dan capaian kinerja sebesar 100%.
Opini WTP hasil audit BPK dengan target opini WTP serta realisasi opini WTP dan capaian kinerja sebesar 100%.
Transparansi pengelolaan dan pengadministrasian pegawai dengan target sebesar 55% publikasi serta realisasi sebesar 55% dan capaian kinerja sebesar 100%.
Tingkat pengelolaan dan pengadministrasian pegawai dengan target sebesar 60% layanan serta realisasi sebesar 70,50% dan capaian kinerja sebesar 117,50%.
Tingkat faslitasi produk hukum dan bantuan hukum dengan target sebesar 85% fasilitasi serta realisasi sebesar 124,70% dan capaian kinerja sebesar 146,71%. 2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kementerian PUPR dicapai melalui
3 (tiga) indikator yaitu:
Tingkat kenyamanan bekerja dengan target sebesar 55% serta realisasi sebesar 77% dan capaian kinerja sebesar 140%.
Tingkat layanan data dan teknologi informasi dengan target sebesar 80% serta realisasi sebesar 80,07% dan capaian kinerja sebesar 100,09%.
Tingkat layanan informasi publik dengan target sebesar 365 layanan serta realisasi sebesar 365 dan capaian kinerja sebesar 100%.
Saran untuk tercapainya pelaksanaan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Jenderal yang efektif dan efisien untuk tahun berikutnya, yaitu upaya tindak lanjut yang perlu dilakukan antara lain :
1. Indikator outcome dan output perlu di review sehingga benar-benar dapat mencerminkan kinerja organisasi Sekretariat Jenderal, disamping beberapa baseline
sudah tidak sesuai lagi (Review Renstra).
2. Penyempurnaan Sistem Aplikasi Informasi Kinerja dan Keuangan serta Evaluasi Akuntabilitas (e-Performance).
3. Menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengukuran indikator kinerja. 4. Pelaksanaan penelitian RKA-KL.
5. Pengembangan tata cara Monitoring Evaluasi PHLN.
6. Pengusulan kembali agar transparansi pelaksanaan program Dana Alokasi Khusus (DAK) masuk dalam Instruksi Presiden tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi yang dipantau oleh Kantor Staf Presiden.
7. Perlu diberikan perhatian khusus kepada tata laksana peremajaan data pegawai yang melibatkan peran aktif unit kerja dalam wujud penguatan SIMKA dan peningkatan kemampuan operasionalnya diantaranya menambah modul pada SIMKA
8. Penataan BMN ditertibkan administrasinya terutama pengelolaan Kendaraan Dinas Operasional (KDO) dan inventarisasi barang lainnya sehubungan dengan pembangunan Gedung Baru dengan diimbangi percepatan penghapusan bagi Barang Milik Negara serta pembahasan lebih lanjut bagaimana tanggapan dan penyelesaian tindak lanjut
iv
LHP BPK-RI yang bersifat lintas sektoral termasuk temuan-temuan yang bersifat berulang.
9. Peningkatan kinerja bidang pengelolaan BMN dan peningkatan kualitas Laporan Keuangan untuk mempertahankan opini BPK berupa Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Kementerian PUPR.
10. Jumlah sampel dalam survei yang dilakukan untuk mengukur indikator tingkat kenyamanan bekerja harus ditambah mengingat pengguna gedung utama Gedung Kementerian PUPR adalah ribuan orang dan terdiri atas beberapa Satminkal.
11. Sosialisasi dalam hal penghematan air dan energi bagi pegawai, penggunaan bahan konstruksi yang ramah lingkungan, serta sistem pembuangan sampah yang ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi hasil karya sendiri.
v
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i RINGKASAN EKSEKUTIF ii DAFTAR ISI v BAB I PENDAHULUAN 1-1 1.1 LATAR BELAKANG 1-11.2 TUGAS DAN FUNGSI 1-1
1.3 STRUKTUR ORGANISASI 1-3
1.4 ISU STRATEGIS 1-10
BAB II PERENCANAAN KINERJA 2-1
2.1 URAIAN SINGKAT SEKRETARIAT JENDERAL TA 2015 2-1
2.1.1 Visi dan misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2-1
2.1.2 Visi dan Misi Sekretariat Jenderal 2-2
2.1.3 Tujuan Sekretariat Jenderal 2-2
2.2 PERJANJIAN KINERJA 2-4
2.3 METODE PENGUKURAN 2-5
2.4 BAB III
TARGET TAHUN INI MENURUT RENSTRA KAPASITAS ORGANISASI 2-15 3-1 3.1. 3.1.1 3.1.2 3.1.3
SUMBER DAYA MANUSIA Pegawai Berdasarkan Golongan Pegawai Berdasarkan Pendidikan Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin
3-1 3-2 3-3 3-3 3.2. SARANA PRASARANA 3-4 3.3. DIPA 3-9 BAB IV 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 BAB V
CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
CAPAIAN KINERJA SASARAN STRATEGIS PERBANDINGAN KINERJA ORGANISASI ANALISIS KINERJA ORGANISASI
EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS
UPAYA PENINGKATAN AKUNTABILITAS
PENGAKUAN PIHAK KE-3 KEPADA SEKRETARIAT JENDERAL PENUTUP 4-1 4-1 4-11 4-13 4-17 4-20 4-24 5-1 LAMPIRAN
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 3.1 Gambar 3.2 Gambar 3.3 Gambar 3.4 Gambar 3.5 Gambar 3.6 Gambar 3.7 Gambar 3.8 Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.4Struktur Organisasi Sekretariat Jenderal
Cascading Sasaran Dan Program Sekretariat Jenderal
Pengukuran Indikator Tingkat Fasilitasi Produk Hukum dan Bantuan Hukum
Struktur Pegawai Di Lingkungan Sekretariat Jenderal Diagram Kebutuhan Pegawai
Proporsi Pegawai Berdasarkan Golongan Proporsi Pegawai Berdasarkan Pendidikan Proporsi Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin Sistem Manajemen Pelaksanaan Kegiatan Beranda Sistem e-Monitoring
Skema Integrasi Aplikasi E-Monitoring, Sirup, SPSE Perbandingan Jumlah Pegawai Tahun 2014 dan 2015 Perbandingan Pagu dan Realisasi
Kurva S Penyerapan Anggaran TA 2015
Perbandingan Penyerapan Anggaran Per-Bulan Tahun 2014 dan 2015
1-4 2-4 2-11 3-2 3-2 3-3 3-3 3-4 3-5 3-6 3-8 4-18 4-18 4-19 4-20
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Tabel 1.2 Tabel 2.1 Tabel 2.2 Tabel 2.3 Tabel 2.4 Tabel 2.5 Tabel 2.6 Tabel 2.7 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 4.1 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Tabel 4.11Daftar Program Prioritas Nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2015
Alur Penginputan Laporan Yang Dipantau Presiden
Metode Pengukuran Indikator Sasaran Strategis Sekretariat Jenderal Perjanjian Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015
Tabel Pengukuran Indikator Nilai Laporan Kinerja Pemerintah Tabel Pengukuran Indikator Transparansi Pelaksanaan Program Pengukuran Indikator Tingkat Pengelolaan Dan Pengadministrasian Pengukuran Indikator Tingkat Kenyamanan Bekerja
Pengukuran Indikator Tingkat Layanan Informasi Publik Proporsi Kebutuhan Pegawai
Sarana Dan Prasarana
Capaian Indicator Kinerja Sasaran Strategis Sekretariat Jenderal Capaian Indikator Sasaran Strategis 1
Capaian Indikator Sasaran Strategis 2
Capaian Indikator Kinerja Program Sekretariat Jenderal
Capaian Indikator Pengelolaan dan Pengadministrasian Pegawai
Capaian Indikator Tingkat Fasilitasi Produk Hukum Dan Bantuan Hukum Capaian Indikator Tingkat Kenyaman Bekerja
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Sasaran Strategis Tahun 2015 Dengan Target Kinerja Tahun 2015-2019
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Program Tahun 2015 Dengan Target Kinerja Tahun 2015-2019
Perbandingan Tugas dan Fungsi Setjen Tahun 2014 dan 2015 Perbandingan Indikator Kinerja Tahun 2014 dan 2015
1-17 1-16 2-6 2-6 2-7 2-9 2-9 2-12 2-13 3-2 3-5 4-1 4-1 4-2 4-2 4-5 4-6 4-8 4-12 4-12 4-21 4-22
BAB I
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Merujuk pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah yang menyebutkan bahwa pelaporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Tujuan pelaporan kinerja yaitu memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai, dan sebagai upaya perbaikan yang berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya, bahwa setiap Unit Organisasi Eselon I Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diwajibkan untuk menyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LaKIP) Unit Organisasi Eselon I. LaKIP Unit Organisasi Eselon I Sekretariat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merupakan pelaporan terhadap perwujudan atas kewajiban Sekretariat Jenderal untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi Sekretariat Jenderal dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan di dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2015 – 2019.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Kementerian tersebut di atas maka Sekretariat Jenderal sebagai unit organisasi di bawah Menteri PUPR mempunyai tugas untuk menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian PUPR. Dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan tugas tersebut, Sekretariat Jenderal melakukan peningkatan dukungan manajemen di berbagai aspek melalui peningkatan dan pengoptimalan sumber daya yang ada seperti aset barang milik negara, teknologi informasi, keuangan, kelembagaan, prasarana dan sarana aparatur negara, dan lain-lain.
1.2 Tugas dan Fungsi
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Sekretariat Jenderal Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat berdasarkan peraturan dan perundang-undangan antara lain:
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 2 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN);
4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik; 5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
6. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan;
7. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;
8. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum; 9. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
10. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015 – 2019;
11. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara; 12. Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat;
13. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 15/PRT/M/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Tugas Sekretariat Jenderal adalah menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas,
pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Dalam mendukung pelaksanaan tugas tersebut, Sekretariat Jenderal melaksanakan fungsi: 1. Koordinasi kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
2. Koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
3. Pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat, arsip, dan dokumentasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 3 4. Pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana;
5. Koordinasi dan penyusunan peraturan perundangundangan serta pelaksanaan advokasi hukum;
6. Penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara dan layanan pengadaan barang/jasa; dan
7. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
1.3 Struktur Organisasi
Pada tahun 2015 ini, terdapat perubahan struktur organisasi Kementerian Pekerjaan Umum menjadi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta khususnya perubahan pada unit organisasi Sekretariat Jenderal. Sebelumnya terdapat 5 (lima) biro dan 5 (lima) pusat di bawah Sekretariat Jenderal yaitu Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Biro Hukum, Biro Umum, Biro Keuangan, Biro Kepegawaian dan Ortala, Pusat Pengolahan Data, Pusat Komunikasi Publik, Pusat Kajian Strategis, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, dan Pusat Pengelolaan BMN. Untuk periode 2015-2019, terdapat beberapa perubahan, meliputi:
1. 2 (dua) pusat yang berubah menjadi biro yaitu Biro Pengelolaan BMN dan Layanan Pengadaan, dan Biro Komunikasi Publik;
2. 2 (dua) fungsi pusat yaitu Pusat Kajian Strategis, dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan tidak lagi berada di bawah Sekretariat Jenderal; dan
3. 1 (satu) fungsi pusat baru non eselon yang berada di bawah koordinasi Sekretariat Jenderal, Kementerian PUPR, yang sebelumnya berada di bawah Sekretariat Jenderal Kementerian Perumahan Rakyat yaitu Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 15/PRT/M/2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki struktur organisasi. Sekretariat Jenderal yang di dukung oleh 7 (tujuh) biro dan 2 (dua) pusat yang secara administratif struktural berada di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal, namun dalam tugas memberikan masukan langsung kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 4 Gambar 1.1. Struktur Organisasi Sekretariat Jenderal
1.3.1 Biro Perencanaan Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri
Biro Perencanaan Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan administrasi anggaran, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan anggaran, fasilitasi penganggaran infrastruktur daerah, serta kerja sama luar negeri bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Dalam melaksanakan tugasnya, Biro Perencanaan Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi:
1. Pelaksanaan koordinasi dan penyusunan administrasi anggaran;
2. Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi penganggaran infrastruktur daerah;
3. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran; 4. Pelaksanan koordinasi perencanaan program dan administrasi kerja sama luar negeri; 5. Pelaksanaan kegiatan strategis kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
dan
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 5 Biro Perencanaan Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas:
1. Bagian Administrasi Penganggaran;
2. Bagian Fasilitasi Penganggaran Infrastruktur Daerah; 3. Bagian Pemantauan dan Evaluasi; dan
4. Bagian Kerjasama Luar Negeri.
1.3.2 Biro Kepegawaian, Organisasi, dan Tatalaksana
Biro Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan kepegawaian, organisasi, dan tata laksana di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Dalam melaksanakan tugasnya, Biro Kepegawaian, Organisasi dan Tatalaksana menyelenggarakan fungsi:
1. Penyiapan perumusan, pembinaan, dan pelaksanaan perencanaan pegawai; 2. Pelaksanaan urusan tata usaha kepegawaian;
3. Pelaksanaan pengadaan dan seleksi pegawai;
4. Penyusunan sistem pembinaan dan pengembangan pegawai;
5. Penyiapan perumusan, pembinaan, pelaksanaan dan pemantauan mutasi pegawai; 6. Penelaahan peraturan perundang-undangan bidang kepegawaian;
7. Penyiapan perumusan, pembinaan, dan penataan organisasi dan tata laksana; 8. Pengelolaan data, informasi, dan arsip kepegawaian; dan
9. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro Biro Kepegawaian, Organisasi dan Tatalaksana terdiri atas: 1. Bagian Informasi Kepegawaian dan Umum;
2. Bagian Pengembangan Pegawai; 3. Bagian Mutasi; dan
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 6
1.3.3 Biro Keuangan
Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan tata laksana keuangan, perbendaharaan, akuntansi, penatausahaan Pendapatan Negara Bukan Pajak dan Badan Layanan Umum, Laporan Keuangan Kementerian serta penetapan pejabat perbendaharaan satuan kerja.
Dalam melaksanakan tugasnya, Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi : 1. Pembinaan tata laksana keuangan dan perbendaharaan;
2. Pembinaan dan pelaksanaan sistem akuntansi;
3. Pembinaan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Badan Layanan Umum;
4. Penyusunan tata laksana keuangan dan sistem akuntansi; 5. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pengelolaan keuangan;
6. Pembinaan dan penatausahaan penetapan pejabat perbendaharaan satuan kerja; 7. Penatausahaan hasil pemeriksaan;
8. Penyusunan laporan keuangan Sekretariat Jenderal; 9. Penyusunan laporan keuangan Kementerian; dan 10. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Biro Keuangan terdiri atas :
1. Bagian Tata Laksana Keuangan dan Umum;
2. Bagian Pembinaan dan Informasi Pengelolaan Keuangan; 3. Bagian Perbendaharaan; dan
4. Bagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan.
1.3.4 Biro Umum
Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengelolaan ketatausahaan, kerumahtanggaan dan prasarana fisik serta urusan protokoler pimpinan.
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 7 Dalam melaksanakan tugasnya, Biro Umum menyelenggarakan fungsi :
1. Pelaksanaan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Menteri, Sekretaris Jenderal, Staf Ahli, Staf Khusus, dan protokoler pimpinan kementerian;
2. Pelaksanaan pembinaan, pengelolaan tata naskah dinas dan kearsipan kementerian; 3. Pelaksanaan urusan kesehatan, keamanan dan ketertiban lingkungan serta urusan dalam
dan angkutan pegawai;
4. Pelaksanaan urusan utilitas, bangunan gedung, rumah jabatan serta sarana dan prasarana lingkungan;
5. Pelaksanaan penatausahaan barang milik negara Sekretariat Jenderal; dan 6. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.
Biro Umum terdiri atas :
1. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol; 2. Bagian Administrasi Perkantoran;
3. Bagian Rumah Tangga; dan 4. Bagian Prasarana Fisik.
1.3.5 Biro Hukum
Biro Hukum mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pembinaan penyusunan peraturan perundang-undangan bidang pekerjaan umum dan perumahan, pemberian advokasi hukum, pertimbangan hukum, penyebarluasan informasi, dokumentasi, dan produk hukum serta fasilitasi proses penetapan dan usul pengalihan status rumah negara.
Dalam melaksanakan tugasnya, Biro Hukum menyelenggarakan fungsi:
1. Koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat serta bidang terkait;
2. Pembinaan penyusunan peraturan perundang-undangan bidang pekerjaan umum dan perumahan;
3. Koordinasi pemberian advokasi dan pertimbangan hukum terkait tugas dan fungsi Kementerian;
4. Pelaksanaan penyebarluasan informasi, dokumentasi dan produk hukum; 5. Fasilitasi proses penetapan dan usul pengalihan status rumah negara; dan 6. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 8 Biro Hukum terdiri atas :
1. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan I; 2. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan II; 3. Bagian Advokasi Hukum I; dan
4. Bagian Advokasi Hukum II;
1.3.6 Biro Pengelolaan BMN dan Layanan Pengadaan
Biro Pengelolaan BMN dan Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, pembinaan dan penyelenggaraan barang milik negara dan kekayaan Negara serta layanan pengadaan pada tingkat Kementerian.
Dalam melaksanakan tugasnya, Biro Pengelolaan BMN dan Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi:
1. Penyusunan rencana dan program pengelolaan barang milik negara; 2. Pembinaan dan pengendalian barang milik negara;
3. Pelaksanaan pembinaan penyusunan pelaporan barang milik negara; 4. Penatausahaan barang milik negara pada tingkat Kementerian;
5. Pelaksanaan pengelolaan informasi dan dokumentasi barang milik negara; 6. Koordinasi pemantauan, evaluasi, dan pelaporan barang milik negara; 7. Koordinasi pelaksanaan sertifikasi dan perkuatan hak;
8. Pembinaan layanan pengadaan;
9. Pelayanan pengadaan secara elektronik;
10. Penyelenggaraan Sistem Informasi Pengadaan Barang/Jasa;
11. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang/jasa; dan 12. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.
Biro Pengelolaan BMN dan Layanan Pengadaan terdiri atas : 1. Bagian Pengembangan Sistem BMN dan Umum;
2. Bagian Pengelolaan BMN I; 3. Bagian Pengelolaan BMN II; dan
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 9 4. Bagian Layanan Pengadaan.
1.3.7 Biro Komunikasi Publik
Biro Komunikasi Publik memiliki tugas melaksanakan pembinaan dan penyelenggaraan komunikasi publik di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dalam melaksanakan tugasnya, Biro Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi : 1. Pembinaan pelayanan komunikasi publik;
2. Pengelolaan dan pelayanan informasi publik kementerian; 3. Penyiapan perumusan strategi dan evaluasi komunikasi;
4. Penyelenggaraan publikasi bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat; 5. Pengelolaan dan penyebarluasan informasi;
6. Pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi kegiatan Kementerian;
7. Penyiapan bahan laporan pimpinan dan koordinasi hubungan antar lembaga; dan 8. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.
Biro Komunikasi Publik terdiri atas:
1. Bagian Pelayanan Informasi Publik dan Umum; 2. Bagian Hubungan Masyarakat;
3. Bagian Publikasi dan Perpustakaan; dan
4. Bagian Pelaporan Pimpinan dan Hubungan Antar Lembaga. 1.3.8 Pusat Data dan Teknologi Informasi
Pusat Data dan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengembangan, pengelolaan, penyediaan data dan teknologi informasi, serta penyelenggaraan sistem informasi untuk mendukung manajemen kementerian.
Dalam melaksanakan tugasnya, Pusat Data dan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi :
1. Penyusunan rencana dan program pembinaan, pengembangan, pengelolaan data dan teknologi informasi;
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 10 3. Penyelenggaraan dan pengelolaan pengamanan data dan informasi,;
4. Pengendalian mutu sistem dan teknologi informasi;
5. Pengelolaan dan penyediaan data dan informasi geospasial dan statistik; dan 6. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.
Pusat Data dan Teknologi Informasi terdiri atas: 1. Bagian Program dan Umum;
2. Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Sistem Informasi; dan 3. Bidang Integrasi Data dan Layanan Teknologi Informasi.
1.3.9 Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan
Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan merupakan unit organisasi non eselon yang mempunyai tugas melaksanakan penyaluran dan pengelolaan dana pembiayaan perumahan.
Dalam melaksanakan tugasnya, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan menyelenggarakan fungsi :
1. Pelayanan pembiayaan perumahan; 2. Pengelolaan keuangan;
3. Pengelolaan operasi kegiatan;
4. Pengelolaan urusan umum dan hukum; 5. Pelaksanaan pemeriksaan intern; dan
6. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan terdiri atas: 1. Direktur Utama;
2. Direktur Layanan; 3. Direktur Keuangan; 4. Direktur Operasi;
5. Direktur Umum dan Hukum; dan 6. Satuan Pemeriksaan Intern. 1.4 Isu Strategis
Kementerian PUPR yang dalam hal ini Sekretariat Jenderal memiliki posisi yang strategis dalam memberikan dukungan manajemen dan melaksanakan tugas teknis lainnya Kementerian PUPR, sebagai penggerak dari peningkatan sarana dan prasarana aparatur di
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 11 Lingkungan Kementerian PUPR serta untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya. Beberapa isu strategis di lingkungan Sekretariat Jenderal yaitu:
1.4.1 Peningkatan Kualitas Dukungan Kesekretariatan
Dalam rangka peningkatan kualitas dukungan kesekretariatan Kementerian PUPR melalui Sekretariat Jenderal merumuskan kebijakan “dukungan manajemen peningkatan kualitas kesekretariatan sebagai upaya mengimplementasikan program pembangunan Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat”.
Sebagai upaya penerapan kebijakan dan strategi Peningkatan kualitas penyelenggaraan administrasi dan pemberdayaan aparatur dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, dilakukan melalui kegiatan pembinaan pegawai awal karier CPNS, penyusunan Sistem Organisasi dan Tata Laksana (SOTK) 2015-2019, dan kegiatan pendukung lainnya.
Kemudian untuk meningkatkan kualitas pembinaan pengelolaan kearsipan serta pengembangan sistem aplikasi tata naskah elektronis Kementerian PUPR telah dilakukan pengembangan sistem kearsipan elektronik melalui web-site e-Office yang memudahkan kegiatan pengelolahan kearsipan serta pengembangan tata naskah elektronik yang sistematis, dinamis dan akurat.
Sebagai dukungan revitalisasi pelayanan administrasi dilakukan dengan tata laksana administrasi yang baik melalui aplikasi e-Monitoring untuk meningkatkan transparansi informasi pelaksanaan pembangunan termasuk progress pelaksanaan anggaran.
1.4.2 Peningkatan Dan Pengelolaan Bidang Keuangan
Di dalam pelaksanaan kegiatan di Lingkungan Sekretariat Jenderal tentu diperlukan tata kelola keuangan yang baik, sebagai upaya mendukung peningkatan dan pengelolaan bidang keuangan maka dirumuskan kebijakan “peningkatan kinerja pengelolaan bidang keuangan Kementerian”.
Sebagai upaya peningkatan kepatuhan terhadap peraturan pengelolaan keuangan dilakukan melalui penyusunan laporan keuangan kementerian yang akrual untuk di implementasikan secara menyeluruh, dengan penerapan basis akuntansi dan aplikasi pada TA 2015 yang akan digunakan sebagai alat bantu dalam penyusunan laporan keuangan tahun mendatang
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 12 serta sebagai upaya penyelesaian tindak lanjut atas hasil pemeriksaan BPK-RI sebagai upaya untuk mempertahankan opini WTP.
Dalam kegiatan peningkatan kualitas penatausahaan PNBP dengan memperhatikan NSPK dalam rangka meningkatkan kualitas pelaporan dan penatausahaan PNBP di Lingkungan Kementerian PUPR maka telah dikembangkan aplikasi TRPNBP (Target dan Realisasi PNBP) sebagai alat bantu untuk pembinaan akuntansi dan perbendaharaan.
1.4.3 Peningkatan Citra Kementerian
Dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan infrastruktur yang sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian PUPR agar masyarakat mengetahui kinerja dan perannya sebagai bagian untuk mendukung roda perekenomian melalui Sekretariat Jenderal maka dirumuskan kebijakan “peningkatan citra positif kementerian”.
Sebagai bentuk dukungan peningkatan penyebarluasan informasi penyelenggaraan infrastruktur serta peningkatan kualitas atas keterbukaan informasi public dan pelayanan publik maka telah dipublikasikan peran serta Kementerian PUPR melalui berbagai media (koran, televise, web-site, seminar, dan media sosial lainnya).
Di dalam upaya penyebarluasan dan pengelolaan informasi di Lingkungan Kementerian PUPR maka telah di lakukan peningkatan pengelolaan perpustakaan kementerian yang data serta informasinya telah terintegrasi dan dapat dilihat pada web-site www.pu.go.id.
1.4.4 Peningkatan Kualitas Pengelolaan BMN
Sebagai bentuk pengadaan, pengelolaan dan pengawasan BMN maka Kementerian PUPR melalui Sekretariat Jenderal merumuskan kebijakan “peningkatan kualitas pengelolaan BMN dan layanan pengadaan barang dan jasa”.
Dalam upaya pengawasan, pengendalian dan pengelolaan atas BMN maka telah dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa serta pengembangan Norma, Standard, rosedur dan Kriteria (NSPK) yang lebih mendalam sebagai kegiatan pelaksanaan pengelolaan BMN yang akuntabel dan dinamis di Lingkungan Kementerian PUPR.
1.4.5 Peningkatan Pelayanan Administrasi Dan Bantuan Hukum
Dalam upaya meningkatkan kepatuhan hukum di Lingkungan Kementerian PUPR melalui Sekretariat Jenderal merumuskan kebijakan “peningkatan pelayanan administrasi dan pembentukan peraturan perundangan serta bantuan hukum”.
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 13 Sebagai bentuk peningkatan tata kelola bantuan hukum maka telah dilakukan peningkatan kordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam upaya penanganan perkara dan masalah hukum. Sebagai bentuk dukungan penyebarluasan peraturan perundang-undangan Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat maka telah dilakukan kegiatan pembinaan, perencanaan, harmonisasi dan publikasi peraturan perundang-undangan dan peningkatan serta telah dilakukan pengelolaan jaringan dokumen dan informasi hukum dengan kegiatan pengelolaan, pendampingan dan pembinaan bantuan hukum.
1.4.6 Pembinaan pengelolaan dan penyediaan data spasial/peta dan data literal/numerik bidang PUPR serta penyelenggaraan sistem informasi mendukung manajemen Kementerian
Dalam rangka pengolahan data dan teknologi informasi di Lingkungan Kementerian PUPR maka melalui Sekretariat Jenderal merumuskan kebijakan “pembinaan pengelolaan dan penyediaan data spasial/peta literal/numerik Bidang PUPR serta penyelenggaraan sistem informasi mendukung manajemen Kementerian” sebagai dukungan kemudahan dan kehandalan dalam proses bisnis kementerian maka telah dilakukan peningkatan penyediaan infrastruktur teknologi informasi yang handal, terintegrasi dan penyajian data yang terkini.
Untuk mendukung seluruh Unit Organisasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya yang tercantum di dalam Permen No. 15 Tahun 2015 maka telah dilakukan kegiatan penyediaan data dan informasi spasial dan statistik yang disajikan secara definitif yang dapat di akses oleh seluruh Unit Organisasi di Lingkungan Kementerian PUPR.
Selain itu juga sebagai bentuk penyediaan informasi kepada pimpinan dalam proses pengambilan keputusan dalam penetapan kebijakan (Decision Support System) di Lingkungan Kementerian PUPR maka telah dikembangkan aplikasi sistem informasi.
1.4.7 Penciptaan kelembagaan yang efektif, efisien, dan sinergis
Di dalam proses penciptaan kelembagaan yang diharapkan dan sesuai dengan yang diamanatkan di dalam reformasi birokrasi maka Kementerian PUPR melalui Sekretariat Jenderal merumuskan kebijakan “penciptaan kelembagaan Kementerian PUPR yang efektif, efisien dan sinergis”.
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 14
Pada Tahun 2015 terdapat perubahan nomenklatur dan penggabungan antara 2 Kementerian (PU dan PERA) maka di dalam perjalanannya telah dilakukan kegiatan penyempurnaan atas struktur organisasi yang baru di Lingkungan Kementerian PUPR.
Di dalam penyempurnaan struktur organisasi yang baru terkait perubahan nomenklatur tersebut maka telah dilakukan penajaman tugas dan fungsi dari organisasi serta penggunaan instrument fregmentasi dalam penajaman tugas dan fungsi tersebut agar terdapat diferensiasi dan tidak terjadi tumpeng tindih pekerjaan yang diarahkan sebagai bentuk penciptaan alur kerja yang sinergis antar Unit Organisasi di Lingkungan Kementerian PUPR.
1.4.8 Penguatan kapasitas pengelolaan reformasi birokrasi
Dalam bentuk penguatan kapasitas dan tatakelola maka Kementerian PUPR melalui Sekretariat Jenderal merumuskan kebijakan “penguatan kapasitas pengelolaan reformasi birokrasi”.
Sebagai bentuk penguatan kapasitas sesuai dalam program yang tercantum di dalam reformasi birokrasi maka telah dilakukan kegiatan penguatan kelembagaan dan tatakelola pengelolaan atas reformasi birokrasi nasional.
Sehubungan dengan telah dilaksanakannya kegiatan di dalam road map reformasi Birokrasi 2010-2014, maka Kementerian PUPR telah melakukan penyempurnaan dan penyusunan atas penyempurnaan kebijakan grand design dan road map reformasi birokrasi nasional. Setelah dilakukan penyusunan grand design dan road map atas reformasi birokrasi di Lingkungan Kementerian PUPR maka telah dilakukan sistem evaluasi atas pelaksanaan program reformasi birokrasi nasional.
1.4.9 Penerapan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang transparan, kompetitif, dan berbasis merit
Di dalam penerapan manajemen Aparatur Sipil Negara yang sesuai dengan kebijakan yang ada maka Kementerian PUPR melalui Sekretariat Jenderal merumuskan kebijakan “penerapan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang transparan, kompetitif dan berbasis dengan merit”.
Sebagai bentuk pencapaian target kinerja yang sesuai dengan rencana maka dilakukan perencanaan komposisi dan kebutuhan pegawai secara akurat sesuai dengan bobot dan kebutuhan pegawai pada seluruh Unit Organisasi.
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 15
Dalam upaya penerimaan pegawai yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan di Lingkungan Kementerian PUPR maka telah disusun penerapan sistem rekrutmen dan seleksi pegawai yang obyektif, transparan, kompetitif dan berbasis ICT. Di dalam kebutuhan pegawai yang terdapat di Unit Organisasi yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang dibutuhkan maka dilakukan penerapan sistem penempatan pegawai yang sesuai dengan pendekatan kompetensi.
1.4.10 PenguatanKebijakan Bidang Kepegawaian
Sebagai bentuk pendisplinan pegawai pada seluruh Unit Organisasi maka Kementerian PUPR melalui Sekretariat Jenderal merumuskan kebijakan “penguatan kebijakan bidang kepegawaian yang dapat menyentuh seluruh lapisan pegawai”.
Sebagai bentuk penguatan disiplin kepada seluruh lapisan pegawai maka telah dilakukan internalisasi dan penegakan disiplin pegawai.
Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan juga sebagai upaya meningkatkan kinerja pegawai maka telah dilakukan kegiatan perumusan/pengembangan model penghargaan pegawai yang dapat memunculkan motivasi dan meningkatkan kinerja.
Di dalam pelaksanaan kegiatan di Lingkungan Kementerian PUPR kepada pegawai yang membutuhkan bimbingan maka dilakukan pengembangan model mentoring dan konseling untuk seluruh lapisan pegawai.
1.4.11 Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Dalam rangka pemberian dukungan atas kegiatan seluruh Unit Organisasi maka Kementerian PUPR melalui Sekretariat Jenderal merumuskan kebijakan “peningkatan kualitas pelayanan publik”. Sebagai upaya meningkatkan kerjasama kemitraan antara pemerintah dan swasta maka telah dilakukan penguatan kerangka kebijakan kelembagaan pelayanan di Lingkungan Kementerian PUPR, peningkatan pelayanan publik yang lebih terintegrasi, dan memastikan implementasi kebijakan secara konsisten sebagaimana diamanatkan UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Selain itu penerapan teknologi informasi dan komunikasi pelayanan publik, dalam hal ini penerapan quick wins pelayanan publik, penyempurnaan kebijakan reformasi birokrasi (menyelaraskan road map dengan Renstra), pelaksanaan inovasi pelayanan publik, pemantapan penerapan SPM yang terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran, serta penguatan kapasitas pengendalian kinerja pelayanan publik, yang meliputi pemantauan,
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 16
evaluasi, penilaian, dan pengawasan, termasuk pengawasan oleh masyarakat merupakan beberapa hal yang dilakukan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
1.4.12 Penerapan e-government untuk mendukung bisnis proses pemerintahan dan pembangunan yang efisien, efektif, transparan, dan terintegrasi
Untuk mendukung bisnis proses pemerintahan dan pembangunan yang telah terbina saat ini maka Kementerian PUPR melalui Sekretariat Jenderal merumuskan kebijakan “penerapan e-government untuk mendukung bisnis proses pemerintahan dan pembangunan yang efisien, efektif, transparan dan terintegrasi” dengan melakukan beberapa strategi yaitu penguatan kebijakan atas e-Government, penguatan sistem dan infrastruktur e-Government yang terintegrasi, peningkatan kapasitas kelembagaan dan kompetensi SDM,
Penetapan quick wins penerapan e-government, Pengendalian pegembangan sistem dan infrastruktur e-government.
1.4.13 Program Prioritas Infrastruktur PUPR
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada Tahun 2015 memiliki Rencana Aksi Nasional (RAN). Rencana Aksi Nasional tersebut dipantau oleh Kantor Staf Presiden melalui sistem KSP yang berbasis situs beralamatkan https://10.03.3./monitoring, yang dilaporkan melalui Biro Perencanaan Anggaran dan Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal. Sistem KSP ini digunakan untuk memasukkan data awal matriks pemantauan, laporan capaian triwulanan berikut pengunggahan data dukung, serta digunakan sebagai alat verifikasi oleh KSP. Sistem hanya dapat diakses menggunakan user name dan password
yang telah diberikan pada masing-masing K/L penanggungjawab.
Terdapat 4 Rencana Aksi Nasional yang dipantau oleh Sistem KSP yaitu :
a. Rencana Aksi Nasional Prioritas Janji Presiden Tahun 2015 (16 Rencana Aksi);
b. Inpres Nomor 7 Tahun 2015 (Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2015) (5 Rencana Aksi);
c. Keppres Nomor 9 dan 10 Tahun 2015 mengenai Program Penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraraturan Presiden (RPP dan RaPerpres) (8 Rencana Aksi).
d. Inpres Nomor 10 Tahun 2015 tentang Aksi Hak Asasi Manusia Tahun 2015 (4 Rencana Aksi).
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 17 Tabel 1.1 Daftar Program Prioritas Nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Tahun 2015
No Uraian Item Pemantauan Instansi Pemantau
Sistem Penanggungjawab
1. RKP (Program Prioritas Nasional) 16 Rencana Aksi KSP KSP
2.
Inpres No.7 Tahun 2015 (Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi)
5 Rencana Aksi KSP BAPPENAS
3.
Keppres Nomor 9 dan 10 Tahun 2015 tentang Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2015
8 Rencana Aksi KSP BPHN
4.
Inpres Nomor 10 Tahun 2015 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Tahun 2015
4 Rencana Aksi KSP Kementerian Hukum
dan HAM
5. Pariwisata (Dukungan 25 KSPN) 25 KSPN Manual Kementerian Pariwisata
6. Industri 14 Kawasan Industri Manual KSP
Pemantauan rencana Aksi Nasional Tahun 2015 melalui sistem KSP dilakukan dalam B06, B07, B09, dan B12, dengan alur penginputan sebagai berikut :
Tanggal 20 – 25 bulan bersangkutan dilakukan penginputan data progress prioritas nasional rencana aksi dalam e-Monitoring online yang merupakan sistem yang dimiliki Kementerian PUPR;
Tanggal 22 – 23 bulan bersangkutan dilakukan workshop inputing dan verifikasi data pelaporan terhadap unit kerja terkait;
Tanggal 25 bulan bersangkutan dilaksanakan rapat validasi bahan laporan yang dipimpin oleh Eselon 1 yang biasanya dipimpin oleh Bapak Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan dan Pembangunan;
Tanggal 25- 27 bulan bersangkutan dilakukan pernbaikan data setelah validasi dan penyajian data dukung;
Tanggal 28 bulan bersangkutan hingga tanggal 5 bulan berikutnya, K/L memasukkan data dukung dan capaian ke dalam sistem pemantauan KSP;
Tanggal 7 – 15 bulan berikutnya merupakan masa verifikasi oleh KSP
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 18 Gambar 1.2. Alur Pengiputan Laporan yang Dipantau Presiden
Hasil Capaian Rencana Aksi Nasional Prioritas Janji Presiden Kementerian PUPR Tahun 2015 hanya ada terdapat 1 Rencana Aksi yang berpotensi Merah dari 23 ukuran keberhasilan dan 22 ukuran keberhasilan lainnya telah tercapai di tahun 2015. Rencana Aksi Pengaturan, Pembinaan, Pengawasan, dan Pelaksanaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, dengan kriteria 4 SPAM pada ukuran keberhasilan 1: tercapainya 4 Kawasan Regional yang terfasilitasi (4 SPAM Regional), dengan capaian yang diinputkan sebesar 98,25%. Hal ini terjadi karena:
a. Pengadaan dan Pemasangan IPA Beton SPAM Regional Kapasitas 250 L/detik Banjarbakula:
- Permasalahan proses perizinan penebangan pinus oleh pemda setempat pada awal pekerjaan sehingga mengakibatkan keterlambatan selama 3 bulan dan perkerjaan baru dimulai bulan April 2015. Saat ini masih dalam proses perpanjangan kontrak.
b. SPAM Regional Pasigala Kap 300 L/detik Pasigala:
- Penolakan masyarakat setempat sehingga menghambat pekerjaan IPA dan jalur pemasangan pipa.
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 19 - Kontur tanah yang miring sehingga mengakibatkan perubahan atau penyesuaian desain unit air baku yang dibangun oleh Ditjen SDA belum selesai sehingga mengakibatkan uji coba tidak dapat dilakukan diakhir tahun.
Inpres No. 7 Tahun 2015 (Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2015). Dari 16 Rencana Aksi Kementerian PUPR Tahun 2015 tidak terdapat nilai yang berpotensi merah. Hal ini telah engindikasikan bahwa program prioritas Kementerian PUPR di tahun 2015 telah tercapai.
Rencana Aksi Program Penyusunan PP dan Perpres Prioritas Tahun 2015 berdasarkan Keppres Nomor 9 Tahun 2015 dan Keppres Nomor 10 Tahun 2015, target capaian B12 adalah 100% yaitu tersampaikannya RPP/RPerpres kepada Presiden untuk penetapan. Namun demikian, ada beberapa RPP/RPerpres yang belum mencapai target 100%, yang antara lain:
1) RPP tentang Pemberdayaan Lembaga Jasa Keuangan serta Pelaksanaan Kemudahan dan/atau Bantuan Pembiayaan dalam Sistem Pembiayaan Perumahan dan Kawasan Permukiman, dengan capaian yang diinputkan sebesar 90%. Hal ini terjadi karena terkendala pada proses pengharmonisasian, masih menunggu persetujuan substansi dari Otoritas Jasa Keuangan karena materi substansi RPP tersebut bersinggungan dengan pengaturan yang berlaku di Otoritas Jasa Keuangan.
2) RPP tentang Rumah Negara, dengan capaian yang diinputkan sebesar 90%. Hal ini terjadi karena terkendala pada proses pengharmonisasian bilateral dengan Kementerian Keuangan, masih menunggu persetujuan substansi dari Kementerian Keuangan karena materi substansi RPP tersebut bersinggungan dengan pengaturan tentang pengelolaan BMN/BMD yang menjadi kewenangan Kementerian Keuangan.
3) Raperpres tentang Perubahan Perpres Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan, dengan capaian yang diinputkan sebesar 80%. Hal ini terjadi karena terkendala pada proses pengharmonisasian, Kementerian Keuangan meminta waktu untuk rapat internal di Kementerian Keuangan terkait urgensi pembinaan dan pengawasan kepada PT. SMF, penugasan khusus kepada PT. SMF serta penunjukan Komisaris PT. SMF, yang mana PT. SMF ini sebagai perusahaan yang ditugaskan dalam pembiayaan sekunder perumahan.
4) Raperpres tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman, dengan capaian yang diinputkan sebesar 25%. Hal ini terjadi karena terkendala pada amanat/delegasi pengaturan terhadap ketentuan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman baru
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB I | 20 diamanatkan dalam RPP tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman, sehingga pembahasan Raperpres ini menunggu RPP tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman ditetapkan dan diundangkan.
Hasil Capaian Inpres Nomor 10 Tahun 2015 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Kementerian PUPR Tahun 2015 adalah terdapat 1 dari 2 Rencana Aksi yang mendapat capaian merah, yaitu Rencana Aksi Peningkatan Penyediaan Air Bersih, pada:
a) Ukuran Keberhasilan 1: tersedianya sarana dan prasarana air bersih di perkotaan dengan sistem penyediaan air minum (SPAM) di kawasan masyarakat berpenghasilan rendah. Hasil verifikasi dari Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia melalui sistem pemantauan KSP sebesar 20%, dengan alasan klaim capaian disesuaikan karena data dukung tidak menunjukan tercapainya target 479 kota.
b) Ukuran Keberhasilan 2: terlaksananya pelayanan melalui SPAM di desa. Hasil verifikasi dari Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia melalui sistem pemantauan KSP sebesar 10%, dengan alasan klaim capaian disesuaikan menjadi 10% karena tidak ada data dukung yang menunjukan target tercapai 1449 desa.
c) Ukuran Keberhasilan 3: terlaksananya pemberian fasilitas air bersih di Daerah Kawasan Khusus (3T dan Daerah Pemekaran Baru). Hasil verifikasi dari Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia melalui sistem pemantauan KSP sebesar 20%, dengan alasan klaim capaian disesuaikan menjadi 20% karena tidak ada data dukung yang menunjukan target tercapai.
BAB II
PERENCANAAN
KINERJA
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB II | 1
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
2.1 URAIAN SINGKAT RENSTRA SEKRETARIAT JENDERAL TA 2015
Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas kementerian tersebut di atas maka Sekretariat Jenderal, sebagai unit organisasi di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mempunyai tugas untuk menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas tersebut, Sekretariat Jenderal melakukan peningkatan dukungan manajemen di berbagai aspek melalui peningkatan dan pengoptimalan sumber daya yang ada seperti aset barang milik negara, teknologi informasi, keuangan, kelembagaan, prasarana dan sarana aparatur negara, dan lain-lain.
Untuk mewujudkan pembangunan visi pembangunan nasional tahun 2015-2019 menjadi Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong melalui pembangunan nasional yang lebih cepat, kuat, inklusif serta berkelanjutan, maka Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjabarkan visi pembangunan nasional tersebut ke dalam visi, misi, sasaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sesuai dengan peran, tugas dan fungsinya serta dengan mempertimbangkan pencapaian pembangunan bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat periode tahun 2010-2014, potensi dan permasalahan, tantangan utama pembangunan yang dihadapi lima tahun ke depan serta sasaran utama dan arah kebijakan pembangunan nasional dalam RPJMN tahun 2015.
Oleh karena itu visi dan misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2015-2019 adalah:
2.1.1 Visi dan Misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Visi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Terwujudnya infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang handal dalam mendukung Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB II | 2
Misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Menyelenggarakan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan tingkat dan kondisi ketersediaan, keterpaduan, serta kualitas dan cakupan pelayanan yang produktif dan cerdas, berkeselamatan, mendukung kesehatan masyarakat, menyeimbangkan pembangunan, memenuhi kebutuhan dasar, serta berkelanjutan yang berasaskan gotong royong guna mencapai masyarakat yang lebih sejahtera.
Berdasarkan turunan dari visi dan misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat maka visi dan misi Sekretariat Jenderal adalah sebagai berikut:
2.1.2 Visi dan Misi Sekretariat Jenderal
Visi Sekretariat Jenderal
Terwujudnya Sekretariat Jenderal sebagai pendukung penyelenggaraan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang berkualitas, bersih dan terdepan.
Misi Sekretariat Jenderal
Mewujudkan tata kelola sumber daya organisasi yang profesional, akuntabel, dan inovatif untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang handal.
Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang handal diartikan sebagai tingkat dan kondisi ketersediaan, keterpaduan, serta kualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang produktif dan cerdas, berkeselamatan, mendukung kesehatan masyarakat, menyeimbangkan pembangunan, memenuhi kebutuhan dasar, serta berkelanjutan yang berasaskan gotong royong guna mencapai masyarakat yang lebih sejahtera.
2.1.3 Tujuan Sekretariat Jenderal
Menyelenggarakan tata kelola sumber daya organisasi bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang meliputi sumber daya manusia, pengendalian, pengawasan, kesekretariatan, serta penelitian dan pengembangan untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB II | 3 Untuk peningkatan kapasitas kelembagaan aparatur dan peran dukung sarana dan prasarana bagi terwujudnya sistem perencanaan yang berkualitas, pelaksanaan kegiatan yang optimal, dan responsibilitas evaluasi pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat dalam mewujudkan tata kelola sumber daya organisasi yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, maka Sekretariat Jenderal melaksanakan 2 (dua) sasaran strategis yaitu :
1) Meningkatnya budaya organisasi yang berkinerja tinggi dan berintegritas;
2) Meningkatnya pengelolaan regulasi dan layanan hukum, data dan informasi publik, serta sarana dan prasarana.
Sasaran Kementerian PUPR tersebut akan dilaksanakan melalui sasaran program, yang meliputi:
Tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian PUPR. Indikator kinerja programnya sebagai berikut:
Nilai laporan kinerja pemerintah;
Opini WTP hasil audit BPK;
Transparansi pelaksanaan program;
Tingkat pengelolaan dan pengadministrasian pegawai;
Tingkat fasilitasi produk hukum dan bantuan hukum.
Tersedianya dukungan sarana dan prasarana aparatur Kementerian PUPR. Indikator kinerja programnya sebagai berikut:
Tingkat kenyamanan bekerja;
Tingkat layanan data dan teknologi informasi;
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB II | 4 Sasaran strategis Kementerian dan sasaran program di atas dapat dijabarkan tingkatnya sebagai berikut:
Gambar 2.1 Cascading Sasaran dan Program Sekretariat Jenderal 2.2 PERJANJIAN KINERJA
Dalam Penyusunan LaKIP Sekretariat Jenderal diperlukan metode pengukuran dari tiap indikator kinerja yang terdapat di masing-masing Biro yang mengacu pada program-program yang terdapat dalam Perjanjian Kinerja Sekretariat Jenderal.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan Kementerian PUPR, maka Sekretariat Jenderal sebagai ujung tombak pelaksanaan kegiatan pembangunan memiliki tugas:
“Menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan dan Perumahan Rakyat.”
Oleh sebab itu dalam melaksanakan tugas diemban maka Sekretariat Jenderal merumuskan 2 (dua) program kegiatan yang terdapat dalam Perjanjian Kinerja Setjen, antara lain:
1) Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian PUPR, yang didalamnya memiliki 5 (lima) indikator kinerja yaitu:
Level Sekretariat Jenderal SP 1. Tersedianya dukungan
manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian PUPR
Nilai laporan kinerja pemerintah Opini WTP hasil audit BPK
Transparansi pelaksanaan program Tingkat pengelolaan dan pengadministrasian pegawai Tingkat fasilitasi produk hukum dan bantuan hukum
SP 2. Tersedianya dukungan sarana dan prasarana aparatur Kementerian PUPR
Tingkat kenyamanan bekerja Tingkat layanan data dan teknologi informasi
SS 1. Meningkatnya budaya organisasi yang berkinerja tinggi dan berintegritas
Indikator: Tingkat kinerja dan integritas Kementerian PUPR
SS 2. Meningkatnya pengelolaan regulasi dan layanan hukum, data dan informasi publik, serta sarana dan prasarana
Level Kementerian PUPR
Indikator: Tingkat pengelolaan regulasi dan layanan hukum, data dan informasi
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB II | 5
Nilai Laporan Kinerja Pemerintah, dengan target nilai 74 dengan penanggung jawab Biro Perencanaan Anggaran dan KLN;
Opini WTP hasil audit BPK, dengan target opini WTP dengan penanggung jawab Biro Keuangan, Biro Pengelolaan BMN dan Layanan Pengadaan;
Transparansi pelaksanaan program, dengan target 55% publikasi dengan penanggung jawab Biro Perencanaan Anggaran dan KLN, Pusdatin, Biro Komunikasi Publik;
Tingkat pengelolaan dan pengadministrasian pegawai, dengan target dapat terlayaninya sekitar 60% dari jumlah penerima manfaat, dengan penanggung jawab Biro Kepegawaian, Organisasi dan Tatalaksana;
Tingkat fasilitasi produk hukum dan bantuan hukum, dengan target sekitar 85% dari jumlah produk dan bantuan hukum yang dapat terfasilitasi, dengan penanggung jawab Biro Hukum.
2) Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kementerian PUPR, yang didalamnya memiliki 3 (tiga) indikator kinerja yaitu:
Tingkat kenyamanan bekerja, dengan target 55%, dengan penanggung jawab Biro Umum, Biro Perencanaan Anggaran dan KLN;
Tingkat layanan data dan teknologi informasi, dengan target 80%, dengan penanggung jawab Pusat Data dan Teknologi Informasi;
Tingkat layanan informasi publik, dengan target tercapainya 365 layanan, dengan penanggung jawab Biro Komunikasi Publik.
Dalam perjalanannya seluruh Biro di Lingkungan Sekretariat Jenderal menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan target yang ditetapkan, maka kedepannya akan terus dilakukan penyempurnaan dan perbaikan untuk mendukung fungsi Sekretariat Jenderal dan sebagai bagian dari mendukung kegiatan pembangunan Kementerian PUPR.
2.3. METODE PENGUKURAN
2.3.1 Indikator Kinerja Sasaran Strategis
Sesuai dengan Perjanjian Kinerja Menteri PUPR Tahun 2015 dimana terdapat 2 (dua) sasaran strategis yang didukung oleh Sekretaris Jenderal dengan cara pengukuran target adalah sebagai berikut:
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB II | 6 Tabel 2.1
Metode Pengukuran Indikator Sasaran Strategis Sekretariat Jenderal
1. Meningkatnya budaya organisasi yang berkinerja tinggi dan berintegritas dengan target 72,25%. Hasil ini didukung oleh 3 indikator kinerja program yaitu 1) Transparansi
pelaksanaan program, 2) Tingkat pengelolaan dan pengadministrasian pegawai; 3) Tingkat fasilitasi produk hukum dan bantuan hukum.
2. Meningkatnya pengelolaan regulasi dan layanan hukum, data dan informasi publik, serta sarana dan prasarana dengan target 80%. Hasil didukung oleh 3 indikator kinerja program yaitu 1) Tingkat kenyamanan bekerja; 2) Tingkat layanan dan teknologi informasi; 3) Tingkat fasilitasi produk hukum dan bantuan hukum.
Indikator tingkat fasilitasi produk hukum dan bantuan hukum mendukung 2 (dua) sasaran strategis karena indikator tersebut secara program mendukung sasaran strategis 1, namun berdasarkan pada nomenklatur sasaran strategis mendukung sasaran strategis 2.
2.3.2 Indikator Kinerja Program
Sesuai dengan Perjanjian Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 dimana terdapat 2 program dan 8 indikator kinerja program dengan metode pengukuran adalah sebagai berikut:
NO SASARAN STRATEGIS/ PROGRAM INDIKATOR KINERJA SATUAN BOBOT NILAI HASIL 1)Meningkatnya budaya organisasi yang berkinerja tinggi dan berintegritas % 72,25%
1. Transparansi pelaksanaan program Publikasi 30 55% 16,50% 2. Tingkat pengelolaan dan pengadministrasian pegawai Layanan 15 60% 9,00% 3. Tingkat fasilitasi produk hukum dan bantuan hukum Fasilitasi 55 85% 46,75%
% 80,00%
1. Tingkat kenyamanan bekerja % 13 55% 7,15% 2.Tingkat layanan data dan teknologi informasi % 22 80% 17,60% 3. Tingkat fasilitasi produk hukum dan bantuan hukum Fasilitasi 65 85% 55,25% 1 Tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan
tugas teknis lainnya Kementerian PUPR
2 Tersedianya dukungan sarana dan prasarana aparatur Kementerian PUPR
2) Meningkatnya pengelolaan regulasi dan layanan hukum, data dan informasi publik, serta sarana dan prasarana
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB II | 7 Tabel 2.2
Perjanjian Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015
1) Indikator Nilai Laporan Kinerja Pemerintah dengan target nilai 74
Baseline yang digunakan yaitu nilai Laporan Kinerja Kementerian PU tahun 2013 oleh Kementerian PAN dan RB berdasarkan bobot dan kriteria penilaian yang terdapat di dalam Permen PAN RB No. 20 Tahun 2013. Baseline ini digunakan karena pada saat penyusunan dan pengesahan indikator ini seperti tertuang dalam Renstra Kementerian PUPR 2015-2019, penilaian atas Laporan Kinerja Kementerian PUPR tahun 2014 belum dikeluarkan oleh Kementerian PAN dan RB. Sedangkan bobot indikator nilai laporan kinerja tahun 2015 didasarkan pada Permen PAN RB No. 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi Atas implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sehingga terdapat perbedaan bobot di tiap kriteria antara baseline dengan target tahun 2015.
NO SASARAN PROGRAM INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET
1. Nilai laporan kinerja pemerintahan Nilai 74
2. Opini WTP hasil audit BPK Opini WTP
3. Transparansi pelaksanaan program Publikasi 55%
4. Tingkat pengelolaan dan pengadministrasian pegawai Layanan 60% 5. Tingkat fasilitasi produk hukum dan bantuan hukum Fasilitasi 85%
1. Tingkat kenyamanan bekerja % 55%
2.Tingkat layanan data dan teknologi informasi % 80%
3. Tingkat layanan informasi publik Layanan 365
1 Tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian PUPR
2 Tersedianya dukungan sarana dan prasarana aparatur Kementerian PUPR
1) PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
2) PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB II | 8 Tabel 2.3
Tabel Pengukuran Indikator Nilai Laporan Kinerja Pemerintah
2) Indikator Opini WTP hasil audit BPK, dengan target opini WTP.
Opini WTP diberikan oleh BPK terhadap LKKL yang memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Laporan keuangan yang disajikan telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim
yang berlaku di Indonesia (SAP),
2. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) atas pengelolaan keuangan telah dilaksanakan dengan baik, dan
3. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Disamping ketiga kriteria utama tersebut LKKL yang disajikan harus didukung dengan bukti-bukti audit yang mencukupi, tidak terdapat ketidakpastian dan kesalahan yang cukup berarti (no material uncertainties), pengelolaan atas cash flow dikontrol dengan baik, dan pengelolaan atas BMN dilengkapi dengan bukti-bukti administrasi yang lengkap. Artinya, laporan keuangan yang disajikan telah bebas dari kesalahan-kesalahan atau kekeliruan yang sifatnya material.
Bobot (%) Nilai Hasil Bobot
(%) Nilai Hasil 35 26,39 30 23,38 1 Renstra 12,5 10,63 10 9,38 Pemenuhan Renstra 2,5 100,00 2,5 2 100,00 2,00 Kualitas Renstra 6,25 70,00 4,38 5 87,50 4,38 Implementasi Renstra 3,75 100,00 3,75 3 100,00 3,00
2. Perencanaan Kinerja Tahunan 22,5 15,76 20 14,00
Pemenuhan Rencana Kinerja Tahunan 4,5 100,00 4,5 4 100,00 4,00
Kualitas Rencana Kinerja Tahunan 11,25 50,04 5,63 10 50,00 5,00
Implementasi Rencana Kinerja Tahunan 6,75 83,41 5,63 6 83,33 5,00
20 14,57 25 16,16 1 Pemenuhan pengukuran 4 98,75 3,95 5 50,00 2,50 2 Kualitas Pengukuran 10 62,10 6,21 12,5 64,29 8,04 3 Implementasi Pengukuran 6 73,50 4,41 7,5 75,00 5,63 15 12,27 15 12,20 1 Pemenuhan pelaporan 3 80,00 2,4 3 80,00 2,40
2 Penyajian Informasi Kinerja 8 85,88 6,87 7,5 85,71 6,43
3 Pemanfaatan Informasi Kinerja 4 75,00 3 4,5 75,00 3,38
10 6,35 10 6,35
1 Pemenuhan Evaluasi 2 83,50 1,67 2 83,33 1,67
2 Kualitas evaluasi 5 63,64 3,18 5 63,64 3,18
3 Pemanfaatan hasil evaluasi 3 50,00 1,50 3 50,00 1,50
20 13,78 20 15,67
1 Kinerja yang dilaporkan (output) 5 100,00 5,00 5 100,00 5,00
2 Kinerja yang dilaporkan (outcome) 5 47,80 4,78 10 66,67 6,67
3 Kinerja yang dilaporkan (benchmark) 10 80,00 4,00 5 80,00 4,00
100 73,36 100 73,75
73,36 74,00
* Penilaian (Bobot) Baseline berdasarkan Permen Pan RB No. 20 Tahun 2013 * Penilaian (Bobot) 2015 berdasarkan Permen PAN RB No. 12 Tahun 2015
2015 d. Evaluasi Internal e. Capaian Kinerja TOTAL Total Pembulatan a. Perencanaan Kinerja b. Pengukuran Kinerja c. Pelaporan Kinerja No. Indikator Baseline
Laporan Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2015 BAB II | 9 Sehubungan dengan hal tersebut diatas, Opini WTP menjadi salah satu indikator karena 99% nilai neraca keuangan Kementerian PUPR berupa Aset, mengingat fungsi yang diemban dari Kementerian PUPR adalah menyediakan sarana dan prasarana infrastruktur sehingga tanpa adanya proses management asset yang baik tidaklah mungkin dapat menghasilkan suatu laporan BMN yg akurat dan akuntabel.
Kinerja tahun 2015 dari indikator ini belum dapat diketahui mengingat penyusunan Laporan Keuangan dan BMN Tahunan TA 2015 baru dilakukan tahun 2016 sejalan dengan opini BPK yang dikeluarkan pada tahun 2016. Sejalan dengan hal tersebut, jika data penggunaan belum didapat karena menunggu penilaian dari instansi lain, maka digunakan asumsi.
3) Indikator Transparansi Pelaksanaan Program, dengan target 55% publikasi hasil pelaksanaan program terdiri atas:
a. Publikasi program dan kegiatan reguler dengan bobot 75% terdiri dari: 1. Profil (provinsi dan PHLN) dengan bobot 25%.
Ukuran keberhasilan apabila profil informasi anggaran Kementerian PUPR berupa RKA-KL, DIPA, LaKIP, Renstra dan Renstra telah dipublikasi dan telah diunduh oleh pengunjung di website www.pu.go.id.
2. Progres pelaksanaan dengan bobot 20%
Ukuran keberhasilan apabila rencana fisik dan keuangan, realisasi fisik dan keuangan, dan pemaketan telah dipublikasi di sistem serta dapat diakses oleh semua pihak.
3. Program strategis dengan bobot 30%
Ukuran keberhasilan apabila program strategis dan prioritas nasional telah dipublikasi dan dapat secara bebas diakses oleh semua pihak.
b. Publikasi program dan kegiatan DAK dengan bobot 25%
Ukuran keberhasilan DAK bidang PUPR tidak saja berupa prasarana dan sarana fisik yang terbangun, tetapi juga terpublikasinya data usulan dan penerima bantuan DAK bidang PUPR pada website Kementerian PUPR yang dikaitkan ke web Kantor Staf Presiden (KSP) agar dan dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat.