A.
A.
Defenisi
Defenisi epilepsy
epilepsy
Epilepsi merupakanpenyakit kronis dimana terjadinya bangkitan akibat lepasnya muatan Epilepsi merupakanpenyakit kronis dimana terjadinya bangkitan akibat lepasnya muatan abnormal dari neuron otak, ada tiga
abnormal dari neuron otak, ada tigabangkitan parsialbangkitan parsial yaitu mulai dari lokus spasifik pada otakyaitu mulai dari lokus spasifik pada otak dan terbatas pada sentakan klonik ekstremitas. Pada
dan terbatas pada sentakan klonik ekstremitas. Pada bangkitan umum sekunderbangkitan umum sekunder merupakan merupakan bangkitan listrik
bangkitan listrik bisa menyebar bisa menyebar dan menjadi dan menjadi menyeluruh. Smenyeluruh. Sedangkanedangkanbangkitan umum primerbangkitan umum primer
adalah bangkitan yang tidak terbukti memiliki awitan local dan kedua hemisver otak terlihat mulai adalah bangkitan yang tidak terbukti memiliki awitan local dan kedua hemisver otak terlihat mulai dari awitan.
dari awitan.
Epilepsy adalah suatu keainan kelainan kejang kambuhan yang berbeda-beda yang memiliki Epilepsy adalah suatu keainan kelainan kejang kambuhan yang berbeda-beda yang memiliki persamaan
persamaan yaitu yaitu lepasan lepasan saraf saraf otak otak yang yang mendadak, mendadak, berlebihan berlebihan dan dan tidak tidak normal. normal. Hal Hal iniini menyebabkan gerakan-gerakan atau persepsi yang abnormal yang berlangsung singkat namun, menyebabkan gerakan-gerakan atau persepsi yang abnormal yang berlangsung singkat namun, cenderung berulang. tempat lepasan listrik yang terjadi menentukan gejala yang timbul.
cenderung berulang. tempat lepasan listrik yang terjadi menentukan gejala yang timbul.
Terapi obat adalah cara pengobatan yang paling efektif untuk epilepsy. Kejang dapat Terapi obat adalah cara pengobatan yang paling efektif untuk epilepsy. Kejang dapat dikontrol secara lengkap pada kira-kira 50% penderita epilepsy dan perbaikan yang berarti dicapai dikontrol secara lengkap pada kira-kira 50% penderita epilepsy dan perbaikan yang berarti dicapai oleh paling separuh dari sisa penderita.
oleh paling separuh dari sisa penderita.
B.
B.
Klasifikasi
Klasifikasi obat
obat antiepilepsi
antiepilepsi
Pemberian obat pertama untuk menekan atau mengurangi kejadian serangan didasarkan Pemberian obat pertama untuk menekan atau mengurangi kejadian serangan didasarkan pada
pada tipe tipe serangan serangan yang yang spesifik. spesifik. Serangan Serangan tonik-klonik tonik-klonik (grand (grand mal) mal) diobati diobati berbeda berbeda dengandengan serangan absence (petil mal). Beberapa obat bisa sama efektifnya dan toksisitas dari obat sering serangan absence (petil mal). Beberapa obat bisa sama efektifnya dan toksisitas dari obat sering merupakan pertimbangan utama dalampemilihan obat. Monoterapi diberikan dengan obat tunggal merupakan pertimbangan utama dalampemilihan obat. Monoterapi diberikan dengan obat tunggal sampai serangan terkontrol atau timbul tanda-tanda toksik. Bila terapi dengan obat tunggal tidak sampai serangan terkontrol atau timbul tanda-tanda toksik. Bila terapi dengan obat tunggal tidak efektif , maka obat kedua bisa ditambahkan kedalam regimen terapi tapi epilepsy serangan efektif , maka obat kedua bisa ditambahkan kedalam regimen terapi tapi epilepsy serangan tonik-klonik tidak boleh dihentikan secara mendadak karena bisa menimbulkan serangan epilepsi klonik tidak boleh dihentikan secara mendadak karena bisa menimbulkan serangan epilepsi kembali.
kembali.
C.
C.
Golongan-go
Golongan-golongan
longan obat
obat antilepsi
antilepsi
Beberapa penggolongan obatBeberapa penggolongan obat antiepilepsi yaitu:antiepilepsi yaitu: 1.
1. Golongan Golongan Hidantoin Hidantoin adalah adalah obat obat utama utama yang yang digunakan digunakan untuk untuk semua semua jenis jenis epilepsi epilepsi contoh:contoh: fenitoin
2.
2. Golongan Golongan Barbiturate Barbiturate sangat sangat aktif aktif sebagai sebagai anti anti konvulsi, konvulsi, paling paling sering sering digunakan digunakan karenakarena paling mura
paling murah terutama h terutama digunakan pada digunakan pada serangan grserangan grand mal. and mal. Untuk pemakain Untuk pemakain lama lama dikombinasikandikombinasikan dengan kafein atau efedrin guna melawan efek hipnotiknya.tapi tidak dapat digunakan pada jenis dengan kafein atau efedrin guna melawan efek hipnotiknya.tapi tidak dapat digunakan pada jenis petit mal karena dapat memperburuk kondisi penderita. Contoh: fenobarbital dan piramidon. petit mal karena dapat memperburuk kondisi penderita. Contoh: fenobarbital dan piramidon.
3.
3. Golongan Golongan Karbamazepin, Karbamazepin, Senyawa Senyawa trisiklis trisiklis ini ini berkhasiatanti berkhasiatanti depresif depresif dan dan anti anti konvulsi,konvulsi, digunakan pada jenis grandma dan psikomotor dengan efektifitas sama dengan fetinoin.
digunakan pada jenis grandma dan psikomotor dengan efektifitas sama dengan fetinoin. 4.
4. Golongan Golongan Benzodiazepin, Benzodiazepin, memiliki memiliki khasiat khasiat anksiolitika, anksiolitika, relaksasi relaksasi otot, otot, hipnotika,danhipnotika,dan antikonvulsif
antikonvulsif yang yang termasuk termasuk golongan igolongan ini ni adalah adalah diazepam diazepam yang yang dalam dalam hati hati akanakan dibiotransformasi menjadi desmetildiazepam yang aktif. Klorazepam yaitu derivate 1,5 dibiotransformasi menjadi desmetildiazepam yang aktif. Klorazepam yaitu derivate 1,5 benzodiazepin
benzodiazepin yang yang berkhasiat berkhasiat sebagai sebagai antikonvulsif antikonvulsif sekuat sekuat diazepam diazepam dipasarkan dipasarkan sebagaisebagai transqulizer.
transqulizer. 5.
5. Asam Asam Valproat, Valproat, terutama terutama efektif efektif untuk untuk terapi terapi epilepsy epilepsy umum umum tapi, tapi, kurang kurang efektif efektif terhadapterhadap serangan psikomotor. Efek antikonvulsi Asam Valproat berdasarkan peningkatan kadar asam serangan psikomotor. Efek antikonvulsi Asam Valproat berdasarkan peningkatan kadar asam gama amino butirat acid (GABA) didalam otak.
gama amino butirat acid (GABA) didalam otak.
D.
D.
Contoh-
Contoh- contoh
contoh obat
obat antilepsi
antilepsi
Beberapa contoh obat anBeberapa contoh obat antiepilepsi yaitu:tiepilepsi yaitu: a)
a) FENITOINFENITOIN
Fenitoin atau difenilhidstoin) efektif dalam menekan serangan-serangan tonik-klonik dan Fenitoin atau difenilhidstoin) efektif dalam menekan serangan-serangan tonik-klonik dan persial merupakan suatu obat pilihan untuk terapi pertama dalam mengobati orang dewasa. persial merupakan suatu obat pilihan untuk terapi pertama dalam mengobati orang dewasa. 1.
1. Mekanisme kerjaMekanisme kerja: Fenitoin menstabilkan membran sel saraf terhadap depolarisasi dengan: Fenitoin menstabilkan membran sel saraf terhadap depolarisasi dengan cara mengurangi masuknya ion-ion natrium dalam neuron pada keadaan istirahat atau selama cara mengurangi masuknya ion-ion natrium dalam neuron pada keadaan istirahat atau selama depolarisasi. Fenitoin juga menekan dan mengurangi influks ion kalsium selama depolarisasi depolarisasi. Fenitoin juga menekan dan mengurangi influks ion kalsium selama depolarisasi dan menekan perangsang
dan menekan perangsang sel saraf yang berulang-ulang.sel saraf yang berulang-ulang. 2.
2. Kerja fenitoinKerja fenitoin: Bukanlah suatu depresan umum system saraf pusat, tapi fenitoin: Bukanlah suatu depresan umum system saraf pusat, tapi fenitoin jugamenyebabkan
jugamenyebabkan rasa pusing rasa pusing dan dan mengantuk tanpa mengantuk tanpa berlanjut menjadi berlanjut menjadi efek hefek hipnotik.fenitoinipnotik.fenitoin mengurangi perambatan implus-implus abnormal didalam otak.
mengurangi perambatan implus-implus abnormal didalam otak. 3.
3. Absorbs dan metabolismeAbsorbs dan metabolisme: : Absorbsi Absorbsi oral oral fenitoin fenitoin lambat lambat tetepi tetepi sekali sekali diabsorbsidiabsorbsi distribusinya cepat dan konsentrasi fenitoin didalam otak tinggi. Pemberian fenitoinn secara distribusinya cepat dan konsentrasi fenitoin didalam otak tinggi. Pemberian fenitoinn secara kronis selalu peroral, pada status epilepticus fenitoin harus diberiakan secara intravena. kronis selalu peroral, pada status epilepticus fenitoin harus diberiakan secara intravena.
Fenitoin sebagian besar terikat
Fenitoin sebagian besar terikat pada albumin plasma. Kurang darpada albumin plasma. Kurang dari 5% i 5% dosis yang diberikandosis yang diberikan diekskresikan tanpa diubah m
diekskresikan tanpa diubah melalui urine. Fenitoin elalui urine. Fenitoin dimetabolisme dimetabolisme oleh systoleh system hidroksilasiem hidroksilasi hati. Pada dosis-dosis rendah fenitoin memiliki waktu paruh 24 jam tetapi setelah dosis yang hati. Pada dosis-dosis rendah fenitoin memiliki waktu paruh 24 jam tetapi setelah dosis yang relative kecil
relative kecil dapat menghasilkan dapat menghasilkan peningkatan konsentrasi peningkatan konsentrasi plasma yplasma yang besar menyebabkanang besar menyebabkan toksisitas akibat obat. Selain itu, juga terjadi variasi-variasi genetic dalam metabolisme obat. toksisitas akibat obat. Selain itu, juga terjadi variasi-variasi genetic dalam metabolisme obat. 4.
4. Efek sampingEfek samping: depresi saraf pusat terjadi terutama dalam serebelum dan system vestibular,: depresi saraf pusat terjadi terutama dalam serebelum dan system vestibular, menyebabkan
menyebabkan nystagmus dan ataksia. nystagmus dan ataksia. Masalah gastrointestinal Masalah gastrointestinal (mual, muntah) seri(mual, muntah) sering terjadi.ng terjadi. Hyperplasia gusi bisa menyebabkan gusi tumbuh dan melampaui gigi terutama pada Hyperplasia gusi bisa menyebabkan gusi tumbuh dan melampaui gigi terutama pada anak-anak. Hiperlansia ini secara perlahan mengalami regresi setelahnpenghentian terapi obat. anak. Hiperlansia ini secara perlahan mengalami regresi setelahnpenghentian terapi obat. PadaPada anak-anak gambaran muka bisa menjadi kasar. Anemia megaloblastic terjadi karena obat anak-anak gambaran muka bisa menjadi kasar. Anemia megaloblastic terjadi karena obat bertumpang
bertumpang tindih tindih dengan dengan vitamin vitamin BB1212.. Perubahan-perubahan tingkah laku sepertiPerubahan-perubahan tingkah laku seperti
kebingungan, halusinasi, dan
kebingungan, halusinasi, dan sering mengantuk. sering mengantuk. Inhibisi Inhibisi terhadap pelepasan hormon terhadap pelepasan hormon ADHADH terjadi seperti hiperglikemia dan glikosuria yang disebabkan oleh hambatan sekresi insulin. terjadi seperti hiperglikemia dan glikosuria yang disebabkan oleh hambatan sekresi insulin. Pengobatan dengan fenitoin tidak bolah dihentikan secara mendadak.
Pengobatan dengan fenitoin tidak bolah dihentikan secara mendadak. 5.
5. efek teratogenicefek teratogenic: fenitoin menyebabkan efek-efek teratogenic keturunan ibu-ibu yang: fenitoin menyebabkan efek-efek teratogenic keturunan ibu-ibu yang mendapatkan fenitoin selama kehamilan.” Fetal hydatoin syndrome” meliputi bibir sumbing mendapatkan fenitoin selama kehamilan.” Fetal hydatoin syndrome” meliputi bibir sumbing (cleft lip), palatoskizis (cleft palate), penyakit jantung bawaan dan lambatnya pertumbuhan (cleft lip), palatoskizis (cleft palate), penyakit jantung bawaan dan lambatnya pertumbuhan serta defisiensi mental.hampir dari separuh wanita epilepsy yang tidak diobati mengalami serta defisiensi mental.hampir dari separuh wanita epilepsy yang tidak diobati mengalami peningkatan
peningkatan serangan-seranangan serangan-seranangan epilepsy epilepsy selama selama kehamilan. kehamilan. serangan-seranangan serangan-seranangan epilepsyepilepsy ini
ini dapat dapat menyebabkan episode-episode menyebabkan episode-episode anoksia anoksia yang yang menyebabkan insidens menyebabkan insidens cacat bawaancacat bawaan lahir yang lebih tinggi. Obat-obat anti-epilepsi diberiakn pada dosis-dosis rendah untuk lahir yang lebih tinggi. Obat-obat anti-epilepsi diberiakn pada dosis-dosis rendah untuk mengontrol serangan epilepsy.
mengontrol serangan epilepsy. b)
b) KARBAMAZEPIKARBAMAZEPI
1.
1. KerjaKerja karbamazepi:karbamazepi: mengurangi perambatan implus abnormal didalam otak dengan caramengurangi perambatan implus abnormal didalam otak dengan cara menghabat kanal natrium, sehingga menghambat timbulnya potensial kerja yang menghabat kanal natrium, sehingga menghambat timbulnya potensial kerja yang berulang-ulang didalam focus epilepsy.
ulang didalam focus epilepsy.
2.
2. Absorbs dan metabolisme:Absorbs dan metabolisme: diabsorbsi dengan lambat setelah pemberian oral. Karbamazepidiabsorbsi dengan lambat setelah pemberian oral. Karbamazepi memesuki otak secara cepat karena kelarutannya didalam lipid yang tinggi. Karbamazepi memesuki otak secara cepat karena kelarutannya didalam lipid yang tinggi. Karbamazepi menginduksi enzim
menginduksi enzim – – enzim metabolismobat didalam hati, oleh karena itu, waktu paruhnyaenzim metabolismobat didalam hati, oleh karena itu, waktu paruhnya berkurang
berkurang pada pada pemakaian pemakaian kronis, kronis, aktivitas aktivitas system system p-450 p-450 hati hati yang yang menguat menguat jugajuga meningkatkan metabolisme obat-obatan anti epilepsi lainya
3.
3. Efek sampingEfek samping: Pemberian kronik karbamazepi dapat menyebabkan stopur,koma dan depresi: Pemberian kronik karbamazepi dapat menyebabkan stopur,koma dan depresi pernafasan, rasa
pernafasan, rasa pusing, vpusing, vertigo, ataksia ertigo, ataksia dan dan pandangan pandangan kabur. Obat kabur. Obat ini bersifat ini bersifat merangsangmerangsang lambung dan timbul mual dan muntah. Anemia aplastic, agranulositosis dan trombosit lambung dan timbul mual dan muntah. Anemia aplastic, agranulositosis dan trombosit toponiatelah terjadi pada beberapa penderita. Obat ini mempunyai beberapa potensi untuk toponiatelah terjadi pada beberapa penderita. Obat ini mempunyai beberapa potensi untuk menyebabkan tooksisitas hati yang berat. Setiap penderita yang mendapat pengobatan dengan menyebabkan tooksisitas hati yang berat. Setiap penderita yang mendapat pengobatan dengan karbamazepi harus mendapatkan pemeriksaan fungsi hati yang berulang-ulang.
karbamazepi harus mendapatkan pemeriksaan fungsi hati yang berulang-ulang. c)
c) FENOBARBITALFENOBARBITAL
1.
1. Kerja fenobarbital :Kerja fenobarbital : fenobarbital memiliki aktifitas antilepsi, membatasi penyebaran lepasan fenobarbital memiliki aktifitas antilepsi, membatasi penyebaran lepasan kejang didalam otak dan meningkatkan ambang serangan epilepsy.
kejang didalam otak dan meningkatkan ambang serangan epilepsy.
2.
2. Mekanisme kerjaMekanisme kerja: tidak begitu diketahui mungkin melibatkan potensiasi efek inhibisi dari: tidak begitu diketahui mungkin melibatkan potensiasi efek inhibisi dari neuro-neuron yang diperantarai oleh GABA( asam gama aminobutirat). Dosis-dosis yang neuro-neuron yang diperantarai oleh GABA( asam gama aminobutirat). Dosis-dosis yang diperlukan untuk efek antiepilepsi lebih rendah dari pada dosis yang menyebabkan penekanan diperlukan untuk efek antiepilepsi lebih rendah dari pada dosis yang menyebabkan penekanan saraf pusat yang hebat.
saraf pusat yang hebat.
3.
3. Absorbs dan metabolisme :Absorbs dan metabolisme : fenobarbital diabsosikan dengan baik peroral. Obat tersebut fenobarbital diabsosikan dengan baik peroral. Obat tersebut menembus otak secara bebas, sekitar 75% fenobarbital tidak diaktifkan oleh system menembus otak secara bebas, sekitar 75% fenobarbital tidak diaktifkan oleh system microsomal hati, selebihnya diekskresikan oleh ginjal dalam keadaan tidak diubah. microsomal hati, selebihnya diekskresikan oleh ginjal dalam keadaan tidak diubah. Fenobarbital adalalah suatu induser system P-450 yang poten dan bila diberikan secara kronis, Fenobarbital adalalah suatu induser system P-450 yang poten dan bila diberikan secara kronis, fenobarbital memperkuat metabolisme obat-obat lainya.
fenobarbital memperkuat metabolisme obat-obat lainya. 4.
4. Efek sampingEfek samping : sedasi, ataksia, nystagmus, vertigo dan reaksi psikotik akut bisa terjadi pada: sedasi, ataksia, nystagmus, vertigo dan reaksi psikotik akut bisa terjadi pada pemakaian kronis, mual
pemakaian kronis, mual dan muntah, ditemukan dan muntah, ditemukan juga seperti ruam morbiliformis pada juga seperti ruam morbiliformis pada orang- orang-orang yang peka. Agitasi dan kebingungan terjadi pada dosis tinggi. Serangan-serangan orang yang peka. Agitasi dan kebingungan terjadi pada dosis tinggi. Serangan-serangan rebound dapat terjadi Pada penghentian fenobarbital.
rebound dapat terjadi Pada penghentian fenobarbital. d)
d) PRIMIDONPRIMIDON
Memiliki struktur kimia yang terkait dengan fenobarbital dan menyerupai fenobarbital Memiliki struktur kimia yang terkait dengan fenobarbital dan menyerupai fenobarbital dalam aktivitas antikonvulsi. Primidone adalah suatu alternative pada serangan-serangan dalam aktivitas antikonvulsi. Primidone adalah suatu alternative pada serangan-serangan parsial dantonik klonik.
parsial dantonik klonik. 1.
1. Absorbs dan metabolisme:Absorbs dan metabolisme: primidone primidone diabsorbsi diabsorbsi dengan dengan baik baik per per oral. oral. primidone primidone tidaktidak efektif
efektif terhadap serangterhadap serangan an absence, primidone absence, primidone banyak efektivitas banyak efektivitas primidone primidone berasal dariberasal dari metaboliknya, yaitu fenobarbital dan feniletilmalonamid, yang mempunyai waktu paruh yang metaboliknya, yaitu fenobarbital dan feniletilmalonamid, yang mempunyai waktu paruh yang lebih panjang dari pada primidone sendiri.
lebih panjang dari pada primidone sendiri. 2.
2. kerja :kerja :fenobarbital efektif terhadap serangan-serangan tonik-klonik dan parsial sederhana danfenobarbital efektif terhadap serangan-serangan tonik-klonik dan parsial sederhana dan feniletilmalonamid efektif terhadap serangan parsial komplek.primidon sering digunakan feniletilmalonamid efektif terhadap serangan parsial komplek.primidon sering digunakan
bersama
bersama karbamazepin karbamazepin dan dan fetinoin, fetinoin, memungkinkan memungkinkan penggunaan penggunaan obat-obat obat-obat tersebut tersebut dengandengan dosis-dosis ysng lebih kecil.
dosis-dosis ysng lebih kecil. 3.
3. Efek sampingEfek samping: obat ini memiliki efek samping sama dengan oleh fenobarbital, yaitu: depresi: obat ini memiliki efek samping sama dengan oleh fenobarbital, yaitu: depresi saraf pusat terjadi
saraf pusat terjadi terutama dalam serebelum dan terutama dalam serebelum dan system vestibular, menysystem vestibular, menyebabkan ebabkan nystagmusnystagmus dan ataksia. Masalah gastrointestinal (mual, muntah) sering terjadi. Hyperplasia gusi bisa dan ataksia. Masalah gastrointestinal (mual, muntah) sering terjadi. Hyperplasia gusi bisa menyebabkan gusi tumbuh dan melampaui gigi terutama pada anak-anak. Hiperlansia ini menyebabkan gusi tumbuh dan melampaui gigi terutama pada anak-anak. Hiperlansia ini secara perlahan mengalami regresi setelahnpenghentian terapi obat. Pada anak
secara perlahan mengalami regresi setelahnpenghentian terapi obat. Pada anak -anak gambaran-anak gambaran muka bisa menjadi kasar. Anemia megaloblastic terjadi karena obat bertumpang tindih dengan muka bisa menjadi kasar. Anemia megaloblastic terjadi karena obat bertumpang tindih dengan vitamin B
vitamin B1212.. Perubahan-perubahan tingkah laku seperti kebingungan, halusinasi, dan seringPerubahan-perubahan tingkah laku seperti kebingungan, halusinasi, dan sering
mengantuk. I
mengantuk. Inhibisi nhibisi terhadap pelepasan terhadap pelepasan hormon ADH hormon ADH terjadi terjadi seperti hipergseperti hiperglikemia danlikemia dan glikosuria yang disebabkan oleh hambatan sekresi insulin. Pengobatan dengan fenitoin tidak glikosuria yang disebabkan oleh hambatan sekresi insulin. Pengobatan dengan fenitoin tidak bolah dihentikan secara mendadak.
bolah dihentikan secara mendadak. e)
e) ASAM VALPROATASAM VALPROAT
Merupakan pilihan pertama untuk terapi kejang parsial, kejang absece, kejang mioklonik, Merupakan pilihan pertama untuk terapi kejang parsial, kejang absece, kejang mioklonik, dan kejang tonik-klonik
dan kejang tonik-klonik 1.
1. Absorbs dan Metabolisme:Absorbs dan Metabolisme: obat tersebut efektif per oral dan diabsorbsi dengan cepat. Sekitarobat tersebut efektif per oral dan diabsorbsi dengan cepat. Sekitar 90%, obat terikat pada protein plasma hanya 3% diekskresikan tanpa diubah, sisanya 90%, obat terikat pada protein plasma hanya 3% diekskresikan tanpa diubah, sisanya dikonversi menjadi metabolit yang aktif oleh hati. Asam valporat dimetabolisme oleh system dikonversi menjadi metabolit yang aktif oleh hati. Asam valporat dimetabolisme oleh system P-450. hyperammonemia( gangguan metabolism yang ditandai dengan peningkatan kadrar P-450. hyperammonemia( gangguan metabolism yang ditandai dengan peningkatan kadrar amonia dalam darah) umumnya terjadi 50%, tetapi tidak sampai menyebabkan kerusakan hati. amonia dalam darah) umumnya terjadi 50%, tetapi tidak sampai menyebabkan kerusakan hati. 2.
2. Kerja:Kerja:Mengurangi Mengurangi perambatan lepasan listperambatan lepasan listrik abnormal rik abnormal didalam otak, meningkatdidalam otak, meningkatkan GABAkan GABA dengan menghambat degradasinya atau mengaktivasi sintesis GABA. Juga beotensi terhadap dengan menghambat degradasinya atau mengaktivasi sintesis GABA. Juga beotensi terhadap respon GABA post s
respon GABA post sinaptikyang langsung menstabilkan membrane sertinaptikyang langsung menstabilkan membrane serta mempengaruhi a mempengaruhi kanalkanal kalium.
kalium. 3.
3. Efek samping:Efek samping: gangguan penceranaan, mual, muntah, anorexia, dan peningkatan beratgangguan penceranaan, mual, muntah, anorexia, dan peningkatan berat badan,gangguan
badan,gangguan keseimbangan keseimbangan tubuh, tubuh, tremor, tremor, kebotakan kebotakan serta serta memiliki memiliki gangguan gangguan kognitifkognitif yang ringan, efek samping yang berat adalah hepatotoksik.
yang ringan, efek samping yang berat adalah hepatotoksik. f)
f) ETOSUKSIMIDETOSUKSIMID 1.
1. Kerja:Kerja:mengurangi perambatan aktifitas mengurangi perambatan aktifitas listrik abnormal listrik abnormal didalam otak dan merupakan pilididalam otak dan merupakan pilihanhan pertama pada serangan absence.
2.
2. Absorbs dan Metabolisme:Absorbs dan Metabolisme: Etoksusimid diabsorbsi ddengan baik peroral. Obat ini tidakEtoksusimid diabsorbsi ddengan baik peroral. Obat ini tidak terikat kepada protein plasma, sekitar 25% obat diekskresi dalam bentuk tidak d
terikat kepada protein plasma, sekitar 25% obat diekskresi dalam bentuk tidak d iubah didalamiubah didalam urine, dan 75% dikonversi menjadi metabolit tidak
urine, dan 75% dikonversi menjadi metabolit tidak aktif didalam hati oleh system P-450.aktif didalam hati oleh system P-450. 3.
3. Efek samping:Efek samping: mengiritasi lambung, bisa terjai mual dan muntah pada pemakaian kronis, mengiritasi lambung, bisa terjai mual dan muntah pada pemakaian kronis, mengantuk, letargi, dizziness,gelisah, agitasi, ansietas, dan ketidak mampuan untuk mengantuk, letargi, dizziness,gelisah, agitasi, ansietas, dan ketidak mampuan untuk konsentrasi sering diobservasi. Pada orang-orang yang sensitive bisa terjadi urtikaria atau konsentrasi sering diobservasi. Pada orang-orang yang sensitive bisa terjadi urtikaria atau syndrome steven-johnon, serta leokopenia, anemia aplastic, dan trombositopenia.
syndrome steven-johnon, serta leokopenia, anemia aplastic, dan trombositopenia. g)
g) BENZODIAZEPINBENZODIAZEPIN
Beberapa dari benzodiazepine memiliki aktifitas antiepilepsi. Klonezepanm klorazepat Beberapa dari benzodiazepine memiliki aktifitas antiepilepsi. Klonezepanm klorazepat digunakan untuk pengobatan kronik, sedangkan diazepam adalah obat pilihan dalam digunakan untuk pengobatan kronik, sedangkan diazepam adalah obat pilihan dalam pengobatan akut status epilepticus.
pengobatan akut status epilepticus. 1.
1. Kerja:Kerja: klonzepam menekan serangan yang berasal dari focus epileptogenic dan efektif padaklonzepam menekan serangan yang berasal dari focus epileptogenic dan efektif pada serangan absence dan mioklonik, tetapi terjadi juga toleransi. Klorazepate efektif pada serangan absence dan mioklonik, tetapi terjadi juga toleransi. Klorazepate efektif pada serangan parsial jika digunakan bersama obat
serangan parsial jika digunakan bersama obat-obatan lainya.-obatan lainya. 2.
2. Efek samping:Efek samping: obat obat inilah inilah yang paling yang paling aman dari aman dari pada obat-obatan pada obat-obatan lainnya. Semualainnya. Semua benzodiazepin
benzodiazepin memiliki sifat sedatif (mengantuk),somnelon dan kelelahan dapat terjadi padamemiliki sifat sedatif (mengantuk),somnelon dan kelelahan dapat terjadi pada dosis yang lebih tinggi, demikian juga ataksia, dizzine
dosis yang lebih tinggi, demikian juga ataksia, dizzine ss dan perubahan tingkah laku. Depresiss dan perubahan tingkah laku. Depresi pernafasan
pernafasan dan dan penekanan penekanan jantung jantung bisa bisa terjadi jika terjadi jika diberikan diberikan secara secara intravena intravena pada pada keadaankeadaan akut.
akut. h)
h) GABAPENTIN DAN GABAPENTIN DAN LAMOTRIGILAMOTRIGINN
Gabapentin adalah suatu analog gaba, mekanismenya tidak diketahui. Lamotrigin Gabapentin adalah suatu analog gaba, mekanismenya tidak diketahui. Lamotrigin menghambat glutamate dan pelepasan aspartate, menghambat kanalnatrium dan mencegah menghambat glutamate dan pelepasan aspartate, menghambat kanalnatrium dan mencegah rasa panas yang berulang. Obat-obatan disetujui untuk pengobatan
rasa panas yang berulang. Obat-obatan disetujui untuk pengobatan serangan parsial sederhanaserangan parsial sederhana atau komplek dan serangan generalisata tonik klonik. Gabapemtin tidak terikat pada protein atau komplek dan serangan generalisata tonik klonik. Gabapemtin tidak terikat pada protein plasma dan
plasma dan diekskresi diekskresi tidak diubah tidak diubah melalui ginjalmelalui ginjal, meminimalkan , meminimalkan kemungkinan interaksi kemungkinan interaksi obat.obat. Lamotrigine di metsbolismekan di hati. Waktu paruhnya berkurang karena obat-obat yang Lamotrigine di metsbolismekan di hati. Waktu paruhnya berkurang karena obat-obat yang menginduksi enzim (karbamazepin dan fenitoin) dan ditingkatkan oleh asam valproate. Efek menginduksi enzim (karbamazepin dan fenitoin) dan ditingkatkan oleh asam valproate. Efek SSP ringan
SSP ringan terjadi terjadi dengan kedua obat, dengan kedua obat, dan perkembangan ruam dan perkembangan ruam dengan lamotrigine,palingdengan lamotrigine,paling sering mencatat reaksi hal yang tidak diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Neal, Michael.J. 2006.Neal, Michael.J. 2006. At A Glance Farmakologi Medis. At A Glance Farmakologi Medis. Ciracas, Jakarta: Erlangga.Ciracas, Jakarta: Erlangga. Mycek, Mary J. dkk. 2001. Farmakologi ulasan bergambar.jakarta: widya medika. Mycek, Mary J. dkk. 2001. Farmakologi ulasan bergambar.jakarta: widya medika. http//
http// goodic.wordpress.com/2009/12/24/epilepsi-dan-terapi-antilepsi/goodic.wordpress.com/2009/12/24/epilepsi-dan-terapi-antilepsi/ http//www.psychologymania.com/2012/12/obat-anti-epilepsi.html?m=1 http//www.psychologymania.com/2012/12/obat-anti-epilepsi.html?m=1