• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI METODE CLASSIFICATION UNTUK MENGKOREKSI PENULISAN KALIMAT PADA APLIKASI BELAJAR AKSARA JAWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IMPLEMENTASI METODE CLASSIFICATION UNTUK MENGKOREKSI PENULISAN KALIMAT PADA APLIKASI BELAJAR AKSARA JAWA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

IMPLEMENTASI METODE CLASSIFICATION UNTUK MENGKOREKSI PENULISAN KALIMAT PADA APLIKASI BELAJAR AKSARA JAWA

Djuniadi, Khariridin Lis Nurdiyanto Universitas Negeri Semarang

Email: djuniadi@mail.unnes.ac.id, khariridin@gmail.com

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mengimplementasikan metode klasifikasi untuk melakukan fungsi koreksi penulisan kalimat dalam apilikasi belajar aksara jawa. Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah dengan memodifikasi metode waterfall, maka langkah-langkah penelitian ini antara lain persiapan penelitian, analisis perangkat lunak, analisis perangkat keras, desain, implemntasi, pengujian. Hasil penelian yang didapatkan bahwa telah dibuat aplikasi Belajar Aksara Jawa yang memiliki fitur pengertian aksara jawa, sejarah aksara jawa, aksara jawa dasar, penulisan kombinasi dari aksara jawa dasar, penulisan kalimat, soal evaluasi. klasifikasi telah berhasil diimplementasikan dalam aplikasi Belajar Aksara Jawa untuk pengkoreksian penulisan kalimat kalimat menggunakan keyboard qwerty dengan penulisan keyboard aksara Jawa.

Kata kunci: Aksara jawa, keyboard PENDAHULUAN

Aksara Jawa merupakan warisan budaya yang dimiliki Indonesia yang biasa digunakan masyarakat daerah Pulau Jawa. Aksara Jawa merupakan huruf yang digunakan untuk merepresentasikan bahasa jawa. Menurut Soetrisno (1941: 3-6) aksara Jawa merupakan tiruan dari aksara arab, mula-mula aksara itu berupa goresan-goresan yang mendekati bentuk persegi atau lonjong, dan semakin berkembang hingga terbentuklah aksara yang ada sekarang. Soetrisno (1941: 7) menjelaskan bahwa Aji Saka yang dianggap sebagai pencipta aksara Jawa itu sebenarnya bukan penciptanya, melainkan sebagai pembangun dan penyempurna aksara jawa tersebut sehingga terciptalah bentuk aksara dan susunan atau carakan seperti sekarang ini

Menulis Aksara Jawa dengan lancar sulit dilakukan, mengingat masyarakat jarang menggunakan dalam keseharian, sedangkan untuk kalangan pelajar mempelajari Aksara Jawa hanya terdapat pada mata pelajaran Bahasa Jawa sejak SD hingga SMA. Pelajaran aksara Jawa juga hanya ada di tiga provinsi, yaitu provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur. Menurut penelitan yang dilakukan oleh Kusumastuti (2013) yang mengambil sampel di SD Negeri Ketabang I Surabaya menyatakan bahwa 54 dari 60 siswa berpendapat bahwa pelajaran bahasa jawa sulit, sedangkan menurut hasil kuesioner terhadap 100 siswa SD Surabaya didapatkan data bahwa 25 siswa berpendapat bahwa aksara jawa merupakan materi yang dirasa sulit. Peneliti juga mencatat bahwa dari 100 siswa SD di Surabaya menyatakan bahwa 32% waktu senggang digunakan untuk bermain komputer, 30% digunakan untuk nonton, 13% digunakan untuk membaca, 13% digunakan untuk musik, 8% digunakan untuk jalan-jalan, 2% digunakan untuk olahraga.

Pada april 2015 Pusat Kajian Komunikasi UI merilis pers tentang pengguna internet di Indonesia, menunjukkan bahwa 14% pengguna mengakses internet dengan PC, 85% pengguna mengakses internet dengan menggunakan telepon seluler. Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang dengan ditemukanya perangkat smartphone. David Wood (2005), Wakil Presiden Eksekutif PT Symbian OS

(3)

berpendapat bahwa smartphone dapat dibedakan dengan telepon genggam biasa dengan dua cara fundamental : bagaimana mereka dibuat dan apa yang mereka bisa lakukan. Saat ini kemampuan sebuah telepon pintar sangatlah bermacam mulai dari mengirim pesan, memutar suara, video serta interaksi lainnya, telepon pintar memerlukan sistem operasi untuk dapat menjalankan fungsinya. Menurut laporan techinasia pada tahun 2015 jumlah pengguna smartphone di Indonesia mencapai 52,2 juta. Berdasarkan data dari IDC Worldwide Quartely Mobile Phone Tracker pada februari 2015 menunjukkan 81,5% pengguna smartphone adalah dengan menggunakan sistem operasi android.

Sistem operasi Android mempunyai banyak versi mulai dari 1.0 pada tahun 2008 hingga saat ini versi 6.0. pada Android versi 1.6 Donut mulai ditambahkan fitur gesture dan gesture builder yang berfungsi untuk menangkap dan memproses sentuhan yang dilakukan pengguna pada layar. Android memiliki banyak tools Aplication Programming Interface (API) untuk mengembangkan aplikasi, salah satunya adalah fitur Api Gesture. Gesture dapat dibuat dengan berbagai bentuk menggunakan bantuan aplikasi Gesture Builder sesuai keinginan pengembang aplikasi. Aplikasi Gesture Builder dapat memproses dan menyimpan gestures yang diinputkan oleh pengguna dalam bentuk sentuhan atau goresan pada layar smartphone.

Untuk membuat suatu terobosan agar pembelajaran aksara jawa lebih mudah dipahami dan menambah minat belajar adalah dengan membuat aplikasi media interaktif Aksara Jawa berbasis android. Aplikasi yang akan dibuat memanfaatkan fitur gesture builder, pengguna dapat mencoba aksara jawa secara langsung dan aplikasi akan memproses apa yang pengguna tuliskan.

Selain menggunakan Api gesture, aplikasi ini juga mempunyai fitur koreksi penulisan kalimat dengan menggunakan keyboard qwerty serta keyboard aksara

Keyboard adalah suatu perangkat masukan yang digunakan pada komputer. Keyboard pada komputer di Indonesia umumnya menggunakan layout standar seperti layout QWERTY

Keyboard QWERTY ditemukan oleh Christopher Latham Sholes (1868).Pada tahun 1973 diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization). terdapat juga ASK (American Simplified Keyboard), umum disebut DVORAKyang ditemukan oleh Dr. August Dvorak sekitar tahun 1940.

Gambar 1. Keyboard qwerty pada aplikasi

Layout keyboard qwerty awalnya digunakan pada mesin ketik. Layout tersebut diduga tidak efisien untuk pengetikan terutama untuk pengetikan cepat atau pengetikan sepuluh jari. Kemudian muncul beberapa penelitian seperti layout Dvorak. Namun sayangnya layout ini masih berfokus untuk pengetikan dalam Bahasa Inggris, sedangkan pada aplikasi ini pengetikan menggunakan Aksara Jawa, sehingga dibutuhkan suatu keyboard aksara untuk pengetikan dalam menuliskan Aksara Jawa.

Keyboard qwerty digunakan untuk memasukkan kalimat dalam bentuk alfabet dengan tujuan agar pengguna dapat lebih mudah untuk mendeskripsikan kalimat apa yang akan dituliskan. Keyboard aksara digunakan untuk menuliskan kalimat yang sudah dituliskan pengguna saat menggunakan keyboard qwerty.

(4)

Gambar 2 Keyboard aksara pada aplikasi

Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu aplikasi belajar aksara jawa dengan menggunakan metode klasifikasi dalam melakukan koreksi penulisan kalimat.

METODE PENELITIAN

Penelitian Pengembangan Aplikasi Baca Tulis Aksara Jawa mengacu pada metode Sekuensial Linier Sering disebut dengan “siklus kehidupan klasik” atau waterfall”.

Tahap penelitian yang akan dilakukan dalam metode waterfall adalah analisis kebutuhan, desain, kode, test

Analisis kebutuhan merupakan tahap awal yang dilakukan dalam mengembangkan sistem. Dalam analisis ini harus mendapatkan beberapa hal yang dianggap menunjang penelitian yang dilakukan, seperti mencari permasalahan yang ada, mengumpulkan data baik data fisik,non fisik dan lain-lain

Desain yang dimaksud bukan hanya tampilan atau interfacenya saja, tetapi yang dimaksud desain dalam metode ini adalah desain sistem yang meliputi: alur kerja sistem, cara pengoprasian sistem, hasil keluaran dengan menggunakan metode-metode seperti UML (Unified Modeling Language) tampilan sistem dan lain-lain yang telah disesuaikan dengan analisis kebutuhan pada tahap awal untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Bagian pengodean merupakan bagian untuk merubah desain kedalam sebuah kode program menjadi sebuah software, dalam penelitian ini pembuatan software menggunakan bahasa pemrograman Java dengan menggunakan software programming Eclipse.

Pada tahap pengujian dilakukan dengan proses validasi dengan dilakukannya pengujian black box, pengujian materi, pengujian media, pengujian pengguna

Persiapan Penelitian

Persiapan yang dilakukan sebelum penelitian ini dilakukan yaitu dengan membaca litelature yang berkaitan dengan aksara jawa beserta aturan penulisan aksara jawa dari buku Pedoman Penulisan Aksara Jawa yang merupakan hasil dari kongres bahasa jawa I dan II yang dicetak pada tahun 2002, journal, paper dan buku.

Analisis Kebutuhan

Aplikasi belajar aksara jawa yang dibangun menyesuaiakan dengan kebutuhan pengguna dalam mempelajari aksara jawa. Hal yang perlu dipelajari oleh pengguna untuk menguasai aksara jawa antara lain: 1) mengetahui pengeritian aksara jawa, 2) mengetahui sejarah aksara jawa, 3) mengetahui aksara jawa dasar, 3) mengetahui penulisan kombinasi dari aksara jawa dasar, 4) mengetahui bagaimana penulisan kalimat.

Aplikasi Belajar Aksara Jawa juga dilengkapi dengan latihan dan ujian. Ujian berupa kumpuan soal aksara jawa yang akan menampilkan 10 soal yang ditampilkan

(5)

secara acak pada menu evaluasi. Latihan dilakukan dengan berbagai tahapan, 1) latihan menulis aksara jawa dasar, 2) latihan menulis kombinasi 5 angka 3) latihan menulis sebuah nama kota dengan menggunakan aksara murda 4) latihan melengkapi sebuah kata dengan menggunakan pasangan atau sandangan 5) latihan menulis kalimat dengan menggunakan metode klasifikasi.

Analisis Kebutuhan Perangkat Keras dan Perangkat Lunak yang digunakan Perangkat keras yang digunakan dalam membangun aplikasi Belajar Aksara Jawa antara lain :

1) Processor Intel core i5 2,9 Ghz 2) Memory (RAM) 8 GB DDR3 3) Kartu Grafis Nvidia GT 740M

Perangkat lunak yang digunakan oleh peneliti dalam membangun aplikasi Belajar Aksara Jawa antara lain :

1) Eclipse Indigo + Plugin SDK dan ADT 2) Adobe Photoshop CS 6

3) Sqlite browser 4) Gesture Tool 5) Corel Draw X7

Desain/Perancangan Perangkat Lunak

Perancangan (desain) merupakan suatu proses yang terdiri dari tahapan-tahapan sehingga aplikasi yang dibuat berjalan sesuai dengan tujuan aplikasi dibangun. Aplikasi ini menggunakan beberapa model perancangan yaitu : interface (antarmuka), basis data, Flowchart (diagram alir) dan penulisan code.

a. Desain Antarmuka

Perancangan antarmuka menfokuskan pada tiga area yaitu rancangan antarmuka antara modul-modul perangkat lunak, rancangan antarmuka antara perangkat lunak dengan entitas eksternal dan rancangan antarmuka antara perangkat lunak dengan pengguna perangkat lunak. Perancangan antarmuka ini, akan menghasilkan GUI (Graphical User Interface) yang menampilkan setiap proses aplikasi dan menjadi penghubung antara sistem dan pengguna sistem.

b. Perancangan Basis Data

Pada penelitian ini, untuk membangun sebuah aplikasi diperlukan perancangan basis data yang berfungsi sebagai penyimpan berbagai data evaluasi serta informasi yang ada pada aplikasi.

c. Diagram Alir

Flowchart atau diagram alir metode klasifikasi dari aplikasi Belajar Aksara Jawa pada menu menulis kalimat secara umum digambarkan seperti pada gambar berikut ini :

(6)

Mulai

Input kalimat yang ingin ditulis dengan keyboard qwerty

Mengklasifikasi kalimat yang diinputkan

Input kalimat dengan keyboard aksara Notifikasi Hasil koreksi Selesai benar salah

Gambar 3. Diagram alir

HASIL DAN PEMBAHASAN Implemntasi (kode)

Implementasi dari metode klasifikasi berfokus pada menu menulis kalimat, metode ini digunakan agar pengguna dapat melakukan percobaan menulis kalimat aksara jawa dengan menggunakan keyboard aksara jawa dengan mengacu pada kalimat yang sudah di tuliskan dengan menggunakan keyboard qwerty.

Berdasarkan hasil wawancara kepada Drs.Hardyanto,M.Pd serta hasil telaah dari buku pedoman penulisan aksara jawa hasil kongres bahasa jawa I dan II diperoleh data bahwa aksara jawa memiliki keunikan jika dibandingkan dengan alfabet pada bahasa Indonesia. Keunikan tersebut diantaranya bentuk sebuah aksara jawa dapat mewakili 1 suku kata dalam bahasa Indonesia. Sebuah aksara jawa dapat mempengaruhi aksara sebelumnya misalkan saja aksara ha (a ) di ikuti dengan aksara cakra ( ] ) sehingga aksara ha + cakra akan dibaca hra sehingga dapat disimpulkan bahwa aksara cakra akan menyisipkan huruf “r” diantara huruf konsonan dan vokal, atau bisa dikatakan bahwa aksara cakra akan menghilangkan huruf vokal pada aksara sebelumnya dan menambahkan dirinya (r) kemudian menambahkan huruf vokal yang dihilangkan tadi setelah dirinya.

(7)

Dari hasil identifikasi aksara jawa oleh peneliti, aksara jawa berdasarkan fungsi penulisannya dibagi sebagai berikut:

1) Aksara jawa yang menambahkan huruf sebelumnya dengan dirinya, yang termasuk jenis ini diantaranya : carakan, swara, rekan, angka, sebagian sandangan yaitu wulu, suku, taling, pepet, taling tarung, layar, wignyan, cecek

Contoh : aksara ma( m ) +aksara ca( c ) maka aksara yang dihasilkan akan berbunyi maca. Aksara ca hanya menambahkan dirinya tanpa merubah aksara sebelumnya. 2) Aksara jawa yang menghilangkan huruf vokal sebelumnya dan menambahkan

dirinya dibelakangnya, yang termasuk dalam jenis ini adalah pasangan, serta sebagian yaitu pengkal, cakra, cakra keret.

Contoh:aksara saba(sb )+pasangan da(f ) maka aksara yang dihasilkan akan berbunyi sabda. Pasangan da menghapus vokal sebelumnya dan menambahkan dirinya dibelakang aksara sebelumnya yang sudah dihilangkan huruf vokalnya.

3) Aksara yang memiliki karakter diluar dari jenis 1 dan 2, karakter ini hanya akan mengurangi aksara vokal di depannya, yang termasuk dalam jenis ini adalah pangkon/pangku.

Contoh:aksara makana (mkn )+pangku (\)

Aksara yang dihasilkan akan berbunyi makan. Sehingga pangku hanya menghilangkan vokal sebelumnya.

Dari klasifikasi aksara jawa yang dihasilkan oleh peneliti, maka keadaan tersebut dimasukkan kedalam code aplikasi sebagai berikut

Listing 1. Code pengklasifikasian aksara jawa

Selain klasifikasi tersebut perlu dilakukan penginisialisasian pada masing-masing aksara untuk membedakan menjadi kategori 1, 2 ataupun 3 dengan code sebagai berikut :

(8)

Listing 2. Code inisialisasi aksara jawa

Rancangan keyboard diterapkan dalam keyboard dengan menggunakan button. Dikarenakan aksara jawa memiliki variasi aksara yang sangat banyak, sehingga masing masing button dalam keyboard aksara dapat mewakili banyak karakter misalkan btnHa dapat mewakili aksara carakan Ha, aksara pasangan Ha, sandangan wulu, angka 1, aksara rekan kh. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dimunculkan tombol klasifikasi masing-masing jenis aksara untuk mengatur kapan btnHa itu bernilai ha, pasangan ha atau yang lainnya.

Gambar 4. Layout tombol klasifikasi aksara

Pada tombol klasifikasi aksara akan memiliki nilai variabel yang disesuaikan dengan aksara yang diwakilinya. Pengisian variabel tersebut dapat dilihat pada Listing 3.

(9)

Pengujian

Hasil dari pengujian black-box pada fitur menulis kalimat dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Hasil pengujian black-box

No Fungsi Deskripsi Hasil

1 Menulis Kalimat

Membuka menu menulis kalimat, dan menampilkan isi menu yaitu input kalimat, petunjuk dan informasi

Sesuai

2 Input kalimat

Membuka menu input kalimat , menulis kalimat menggunakan keyboard qwerty Sesuai 3 Latihan menulis kalimat aksara jawa

Memilih “ok” atau “>” lalu akan muncul keyboard klasifikasi aksara jawa

sesuai

4 Koreksi Hasil penlisan

Memilih “cek” sehingga muncul notifikasi benar atau salah.

Sesuai

5 Notifikasi Benar

Memberi pilihan untuk mencoba input kalimat lagi atau kembali ke menu utama

Sesuai

6 Notifikasi Salah

Memberi pilihan coba lagi atau kembali kemenu input kalimat

sesuai

Dari tabel 1 dapat disimpulkan bahwa fungsionalitas dari perangkat lunak belajar aksara jawa pada fitur menulis kalimat telah sesuai dengan deskripsi yang diberikan. Deskripsi Perangkat Lunak

Pada menu menulis kalimat ada 3 pilihan menu yang dapat dipilih oleh pengguna, yaitu input kalimat, petunjuk dan informasi. Seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.

Gambar 5. Tampilan Menu Menulis Kalimat

Pada menu petunjuk berisi bagaimana cara menggunakan menu menulis kalimat. Pada menu informasi berisi tentang informasi yang berhubungan dengan menulis kalimat.

(10)

Pada menu input kalimat berisi keyboard qwerty yang digunakan pengguna untuk menulis kalimat dengan menggunakan keyboard yang sering pengguna gunakan. Hal ini dapat dilihat pada gambar 6.

Gambar 6. Tampilan Menu Input Kalimat

Untuk melanjutkan ke menu menulis aksara jawa pilih “ok” atau tombol “>>” sehingga masuk ke menu menulis yang menampilkan klasifikasi aksara jawa seperti pada gambar 7.

Gambar 7. Tampilan Menu Menulis Aksara

Untuk memulai menulis, pertama tama harus memilih jenis aksara, sehingga akan muncul isi dari jenis aksara tersebut. Misalkan akan menulis aksara Ha, aksara Ha merupakan bagian dari carakan, sehingga button carakan harus di pilih untuk memunculkan anggota dari aksara carakan. Seperti pada gambar 8.

(11)

Jika dalam penulisan aksara jawa benar, maka aplikasi akan memunculkan notifikasi benar atau salah seperti pada gambar 9 dan gambar 10.

Gambar 9. Tampilan Notifikasi Benar

Gambar 10. Tampilan Notifikasi Salah SIMPULAN

Pengembangan aplikasi Belajar Aksara Jawa mengimplementasikan metode klasifikasi yang dikhususkan dalam pengkoreksian kalimat aksara jawa pada menu menulis kalimat. Metode yang digunakan untuk pengembangan aplikasi Belajar Akasara Jawa mengacu pada metode model waterfall yaitu analisis kebutuhan, desain, kode, tes yang telah dimodifikasi tahapannya sehingga menjadi persiapan penelitian, analisis perangkat lunak, analisis perangkat keras, desain, implemntasi, pengujian.

Aplikasi Belajar Aksara Jawa memiliki fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, diantaranya fitur pengertian aksara jawa, sejarah aksara jawa, aksara jawa dasar, penulisan kombinasi dari aksara jawa dasar, penulisan kalimat, soal evaluasi. Pengujian black-box yang dilakukan untuk memvalidasi metode klasifikasi menghasilkan data bahwa metode berjalan sesuai dengan fungsionalitasnya.

Aplikasi Belajar Aksara Jawa telah berhasil dibuat dengan mengimplementasikan metode klasifikasi pada menu menulis kalimat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan untuk mengembangkan aplikasi belajar aksara jawa, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1) Aplikasi Belajar Aksara Jawa telah berhasil dibuat. Aplikasi ini berhasil mengimplementasikan metode klasifikasi pada menu menulis kalimat.

2) Aplikasi Belajar Aksara Jawa tlah diuji dengan black-box testing, uji validasi media, uji validasi materi dan uji pengguna. Hasil dari pengujian black-box menunjukkan aplikasi ini berjalan baik secara fungsionalitas, sedangkan pada pengujian ahli materi, aplikasi termasuk dalam kategori sangat baik, dan untuk hasil pengujian ahli

(12)

pada dosen dan mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Jawa, Universitas Negeri Semarang menyatakan aplikasi termasuk dalam kategori sangat baik untuk digunakan dalam mempelajari aksara jawa.

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto S.S., 1999, Kawruh Basa Jawa Pepak, Apollo Lestari, Surabaya. David, Assaf Ben.2011. Mobile Application Testing. Amdocs.

Fadhilah Rizki, 2014, Perancangan Layout Keyboard Yang Optimal Untuk Pengetikan Dalam Bahasa Indonesia, Thesis Universitas Gajah Mada

Hardjawijana.dkk.2002. Pedoman Penulisan Aksara Jawa. Yogyakarta:Yayasan Pustaka Nusatama

Kusumantri, 2013. Perancangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Bahasa Jawa Materi Unggah ungguh Basa dan Aksara Jawa Kelas 5 SD.Jurnal Sains dan Seni Pomits

Nidhra, Srinivas & Dondeti, Jagruthi.2012. Black Box and White Box Testing Techniques-A Literature Review. International Journal of Embedded Systems and Applications.

Panitia Kongres Bahasa Jawa 1991. 1991. Keputusan Kongres Bahasa Jawa 1991. Semarang: Panitia Kongres Bahasa Jawa 1991.

Pressman, Roger S, 1997, Rekayasa Perangkat Lunak : Pendekatan Praktisi (Edisi Satu), Penerbit : Andi, Yogyakarta.

Pressman, Roger S. 2010, Software Engineering : a practitioner’s approach, New York:McGraw-Hill

Rahman A, 2007. Pengembangan Media Pembelajaran Aksara Jawa Dengan Macromedia Flash MX. Skripsi Universitas Negeri Semarang.

Sayoga Budi.2004. Panduan Pemakaian Hanacaraka Font Untuk Pengetikan Aksara Jawa Pada Perangkat Lunak Komputer Berbasis Sistem Operasi Windows. Purwokerto : Budi Sayoga

Soetrisno Hadi, 1941. serat sastra hendra prawata , Jakarta : Balai Pustaka

Sommerville, Ian. 2011. Software Engineering (Rekayasa Perangkat Lunak). Jakarta: Erlangga

Gambar

Gambar 1. Keyboard qwerty pada aplikasi
Gambar 2 Keyboard aksara pada aplikasi
Gambar 3. Diagram alir
Tabel 1. Hasil pengujian black-box
+3

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan kerjasama antara kepala sekolah dengan orang tua siswa yang tergabung dalam komite sekolah pada gilirannya diharapkan dapat memenuhi tingkat kepuasan dalam bekerja dan

Untuk variabel partisipasi politik (mengikuti pemilihan langsung): pada indikator tentang seberapa penting keikutsertaan responden dalam memilih pada Pilwali 2015 Kota

terjadi konflik antara arus lalu-lintas pada fase tersebut dengan arus lalu-lintas pada.

Air Limbah yang berasal dari proses pembuatan tahu mengalir lewat pipa pembuangan menuju ke bangunan pengolahan limbah, proses awal pengolahan limbah yaitu bak

Dari perbandingan hasil forecasting yakni perbandingan MAD, MSD dan MAPE yang diperoleh dari ke-5 metode peramalan, metode proyeksi tren dengan regresi dinilai paling baik

4 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan ), h.. Angket, angket digunakan untuk mengetahui persepsi peserta didik tentang kompetensi pedagogik guru kelas 6 Madrasah

Di sini peneliti lebih memusatkan perhatian pada pakaian bekas karena pakaian bekas suatu hal yang tidak lumrah diminati oleh masyarakat padahal terdapat banyak pusat

Produksi tahu masih dilakukan dengan teknologi yang sederhana yang sebagian dibuat oleh para pengrajin sendiri dan dalam skala industri rumah tangga atau industri kecil,