• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembakaran Deret Normal Alkohol

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pembakaran Deret Normal Alkohol"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PERCOBAAN 5 PERCOBAAN 5

PEMBAKARAN DERET NORMAL ALKOHOL PEMBAKARAN DERET NORMAL ALKOHOL

Oleh: Oleh:

ALDHI KURNIA (4162331001) ALDHI KURNIA (4162331001) SADILLA MUHRENI KASTRO

SADILLA MUHRENI KASTRO SIMANJUNTAK (416333102SIMANJUNTAK (4163331025)5)

PENDIDIKAN KIMIA EKSTENSI A 2016 PENDIDIKAN KIMIA EKSTENSI A 2016

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN MEDAN

2017 2017

(2)

KATA PENGANTAR  KATA PENGANTAR 

Puji dan syukur syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT., yang telah Puji dan syukur syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT., yang telah memberikan nikmat berupa nikmat iman, nikmat kesehatan, dan nikmat memberikan nikmat berupa nikmat iman, nikmat kesehatan, dan nikmat kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah Akhir kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah Akhir Praktikum Kimia Fisika 1 ini.

Praktikum Kimia Fisika 1 ini.

Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Praktikum Kimia Fisika 1. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada Praktikum Kimia Fisika 1. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dorongan serta motivasi semua pihak yang telah membantu dan memberikan dorongan serta motivasi sehingga critical jurnal ini dapat diselesaikan.

sehingga critical jurnal ini dapat diselesaikan.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi tatanan bahasa maupun penyusunannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan tatanan bahasa maupun penyusunannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan penyusunan critical jurnal di kritik dan saran yang membangun demi perbaikan penyusunan critical jurnal di kemudian hari.

kemudian hari.

Penulis juga memohon maaf apabila dalam penulisan tugas ini terdapat Penulis juga memohon maaf apabila dalam penulisan tugas ini terdapat kesalahan pengetikan dan kekeliruan sehinngga membingungkan pembaca dalam kesalahan pengetikan dan kekeliruan sehinngga membingungkan pembaca dalam memahami maksud penulis. Akhir kata, penulis ucapkan terima kasih, semoga memahami maksud penulis. Akhir kata, penulis ucapkan terima kasih, semoga tugas ini dapat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi pembaca.

tugas ini dapat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan,

Medan, 4 4 November November 20172017

Penulis Penulis

(3)
(4)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1

1.1 LATAR BELAKANGLATAR BELAKANG

Kalor pembakaran suatu zat adalah kalor yang dibebaskan apabila suatu Kalor pembakaran suatu zat adalah kalor yang dibebaskan apabila suatu zat dibakar sempurna dengan menggunakan oksigen. Dalam hal pembakaran zat dibakar sempurna dengan menggunakan oksigen. Dalam hal pembakaran alkohol dengan oksigen maka akan terjadi pemecahan alkohol membentuk CO alkohol dengan oksigen maka akan terjadi pemecahan alkohol membentuk CO22 dan air yang disertai dengan pembebasan kalor. Sebagai contoh reaksi di bawah dan air yang disertai dengan pembebasan kalor. Sebagai contoh reaksi di bawah ini:

ini:

2CH

2CH33OH OH (l) (l) + + 3O3O22(g) (g) 2 2 COCO22 (g) (g) + + 4 H4 H22O O (l) (l) + + energienergi

Unsur-unsur karbon dan hidrogen, bila teroksidasi akan menghasilkan CO2 Unsur-unsur karbon dan hidrogen, bila teroksidasi akan menghasilkan CO2 dan air, dan kalor pembentukannya adalah:

dan air, dan kalor pembentukannya adalah: H

H22 (g (g) ) + + ½ O½ O22 (g) (g) HH22O O (l) (l) ΔH ΔH == -57,8 kkal/mol-57,8 kkal/mol C

C (s) (s) + + OO22(g) (g) COCO22 (g) (g) ΔH ΔH ==-94,4 kkal/mol-94,4 kkal/mol

Kalor pembakaran negatif berarti bahwa untuk membentuk zat tersebut Kalor pembakaran negatif berarti bahwa untuk membentuk zat tersebut disertai dengan pembebasan energi atau kalor. Dengan demikian maka pada disertai dengan pembebasan energi atau kalor. Dengan demikian maka pada  pembakaran alkohol akan bany

 pembakaran alkohol akan banyak dihasilkan energi atau kalor.ak dihasilkan energi atau kalor.

Deret normal alkohol adalah deret alkohol yang tidak mempunyai rantai Deret normal alkohol adalah deret alkohol yang tidak mempunyai rantai cabang, jadi dengan kata lain semua alkohol jenis ini adalah alkohol primer yang cabang, jadi dengan kata lain semua alkohol jenis ini adalah alkohol primer yang tidak memiliki rantai cabang. Sebagai contoh, metanol, etanol, propanol dan tidak memiliki rantai cabang. Sebagai contoh, metanol, etanol, propanol dan n- butanol. Makin

 butanol. Makin panjang rantai panjang rantai karbon makin karbon makin besar besar kalor pembakarannya, kalor pembakarannya, dengandengan kenaikan energi yang sebanding dengan kenaikan panjang rantainya.

kenaikan energi yang sebanding dengan kenaikan panjang rantainya. 1.2

1.2 TUJUANTUJUAN 1.

1. Menentukan kalor pembakaran deret normal alkoholMenentukan kalor pembakaran deret normal alkohol 2.

2. Menentukan hangat air bejana didih kalor pembakaranMenentukan hangat air bejana didih kalor pembakaran 3.

(5)

BAB II BAB II

TINJAUAN TEORITIS TINJAUAN TEORITIS

Kalor pembakaran suatu zat yaitu jumlah kalor yang dihasilkan apabila Kalor pembakaran suatu zat yaitu jumlah kalor yang dihasilkan apabila suatu molekul zat tersebut direaksikan dengan oksigen dalam suhu yang tinggi suatu molekul zat tersebut direaksikan dengan oksigen dalam suhu yang tinggi secara sempurna. Kalor pembakaran zat organic dinyatakan sebagai banyaknya secara sempurna. Kalor pembakaran zat organic dinyatakan sebagai banyaknya kalor yang dihasilkan untuk mengoksidasi zat organic menjadi gas CO

kalor yang dihasilkan untuk mengoksidasi zat organic menjadi gas CO22 dan H dan H22OO untuk senyawa yang mengandung C, H dan O sedangkan untuk zat organic yang untuk senyawa yang mengandung C, H dan O sedangkan untuk zat organic yang mengandung N maka akan menghasilkan gas N

mengandung N maka akan menghasilkan gas N22 (Chang,1998). (Chang,1998).

Kalor pembakaran suatu zat adalah kalor yang dibebaskan apabila suatu zat Kalor pembakaran suatu zat adalah kalor yang dibebaskan apabila suatu zat dibakar sempurna dengan menggunakan oksigen. Dalam hal pembakaran alkohol dibakar sempurna dengan menggunakan oksigen. Dalam hal pembakaran alkohol dengan oksigen maka akan terjadi pemecahan alkohol membentuk CO

dengan oksigen maka akan terjadi pemecahan alkohol membentuk CO22  dan air  dan air yang disertai dengan pembebasan kalor. Sebagai contoh reaksi di bawah ini:

yang disertai dengan pembebasan kalor. Sebagai contoh reaksi di bawah ini: 2CH

2CH33OH (l) OH (l) + + 3O3O22 (g) (g)  2 CO 2 CO22 (g (g) ) + + 4 H4 H22O O (l) (l) + + energienergi

Unsur-unsur karbon dan hidrogen, bila teroksidasi akan menghasilkan CO Unsur-unsur karbon dan hidrogen, bila teroksidasi akan menghasilkan CO22 dan air, dan kalor pembentukannya adalah:

dan air, dan kalor pembentukannya adalah: H

H22 (g (g) ) + ½ + ½ OO22 (g) (g) H H22O (l)O (l) ΔH =ΔH = -57,8 kkal/mol-57,8 kkal/mol C

C (s) (s) + + OO22 (g ) (g ) CO CO22 (g) (g) ΔH =ΔH = -94,4 kkal/mol-94,4 kkal/mol

Salah satu contoh senyawa organik yang dapat dioksidasi dan Salah satu contoh senyawa organik yang dapat dioksidasi dan menghasilkan kalor adalah senyawa golongan alkohol. Normal alkohol dengan menghasilkan kalor adalah senyawa golongan alkohol. Normal alkohol dengan rantai alkil pendek sangat efektif sebagai bahan bakar alternative. Reaksi oksidasi rantai alkil pendek sangat efektif sebagai bahan bakar alternative. Reaksi oksidasi alkohol dengan oksigen menjadi air dan gas CO

alkohol dengan oksigen menjadi air dan gas CO22  akan menghasilkan tenaga.  akan menghasilkan tenaga. Besarnya kalor yang dihasilkan menjadi air dan gas CO

Besarnya kalor yang dihasilkan menjadi air dan gas CO22  akan menghasilkan  akan menghasilkan tenaga. Besarnya kalor yang dihasilkan pada pembakaran alkohol menjadi tenaga. Besarnya kalor yang dihasilkan pada pembakaran alkohol menjadi unsure-unsurnya dan kemudian dari unsure-unsur tersebut dengan oksigen terbentuk H unsurnya dan kemudian dari unsure-unsur tersebut dengan oksigen terbentuk H22OO dan CO

dan CO22 dapat ditentukan (Doga,1990). dapat ditentukan (Doga,1990).

Deret normal alkohol adalah deret dari bentuk alkohol yang tidak Deret normal alkohol adalah deret dari bentuk alkohol yang tidak mempunyai rantai samping sama sekali, jadi semua

mempunyai rantai samping sama sekali, jadi semua alkohol ini merupakan alkoholalkohol ini merupakan alkohol  primer

 primer yang yang tidak tidak berantai berantai sampaing, sampaing, misalnya misalnya methanol, methanol, etanol, etanol, propanol,propanol,  butanol, pentanol, dan seterusnya (Keenan

 butanol, pentanol, dan seterusnya (Keenan.1996).1996)

Kalor reaksi pembakaran dapat ditentukan. Jika kalor pembakaran negative Kalor reaksi pembakaran dapat ditentukan. Jika kalor pembakaran negative (delta H negative) berarti untuk membentuk zat tersebut akan dikeluarkan tenaga (delta H negative) berarti untuk membentuk zat tersebut akan dikeluarkan tenaga

(6)

atau panas sehingga pada pembakaran alkohol akan menghasilkan banyak tenaga. atau panas sehingga pada pembakaran alkohol akan menghasilkan banyak tenaga. Makin panjang rantai CH

Makin panjang rantai CH22  semakin besar kalor pembakarannya, dengan satu  semakin besar kalor pembakarannya, dengan satu kenaikan tenaga yang seimbang (Chang,1998)

kenaikan tenaga yang seimbang (Chang,1998)

Besarnya entalphi pembakaran deret normal alkohol dapat ditentukan Besarnya entalphi pembakaran deret normal alkohol dapat ditentukan dengan menggunakan azas black yang menyatakan bahwa jumlah kalor yang dengan menggunakan azas black yang menyatakan bahwa jumlah kalor yang dihasilkan sama dengan jumlah kalor yang diserap (Keenan,1996)

dihasilkan sama dengan jumlah kalor yang diserap (Keenan,1996)

Etanol merupakan zat cair, tidak berwarna, berbau spesifik, mudah terbakar Etanol merupakan zat cair, tidak berwarna, berbau spesifik, mudah terbakar dan menguap, dapat bercampur dalam air dengan segala perbandingan. Secara dan menguap, dapat bercampur dalam air dengan segala perbandingan. Secara garis besar penggunaan etanol adalah : Sebagai pelarut untuk zat organik maupun garis besar penggunaan etanol adalah : Sebagai pelarut untuk zat organik maupun an organik, bahan dasar industri asam cuka, ester, spirtus, asetaldehid, antiseptik an organik, bahan dasar industri asam cuka, ester, spirtus, asetaldehid, antiseptik topical dan sebagai bahan baku pembuatan eter dan etil ester (D.R.Endah,2007). topical dan sebagai bahan baku pembuatan eter dan etil ester (D.R.Endah,2007).

Metanol merupakan bentuk Alkohol paling sederhana yang memiliki titik Metanol merupakan bentuk Alkohol paling sederhana yang memiliki titik didih pada suhu 64,7

didih pada suhu 64,7◦◦C. Fungsi Metanol yang telah banyak digunakan padaC. Fungsi Metanol yang telah banyak digunakan pada  berbagai industri

 berbagai industri adalah untuk adalah untuk anti beku, anti beku, pelarut, bahan pelarut, bahan bakar, dan bakar, dan sebagai bahansebagai bahan  baku

 baku untuk untuk etanol. etanol. Fungsi Fungsi lainnya lainnya juga juga dapat dapat ditemukan ditemukan pada pada proses proses produksiproduksi  biodiesel

 biodiesel dengan dengan reaksi reaksi Transesterification. Transesterification. Metanol Metanol dan dan Gliserol Gliserol sebagaisebagai sacrificial agent dalam produksi Hidrogen telah diteliti oleh beberapa penulis. sacrificial agent dalam produksi Hidrogen telah diteliti oleh beberapa penulis. Metanol adalah salah satu yang terbaik dalam membantu produktivitas produksi Metanol adalah salah satu yang terbaik dalam membantu produktivitas produksi Hidrogen Sementara Gliserol merupakan sacrificial agent yang potensial untuk Hidrogen Sementara Gliserol merupakan sacrificial agent yang potensial untuk digunakan karena diprediksi kuantitasnya yang akan semakin banyak dalam digunakan karena diprediksi kuantitasnya yang akan semakin banyak dalam  beberapa

 beberapa waktu waktu ke ke depan depan secara secara lebih lebih spesifik, spesifik, penggunaan penggunaan Metanol Metanol dalamdalam  produksi

 produksi Hidrogen Hidrogen ditemukan ditemukan hampir hampir dua dua kali kali lebih lebih besar besar dibandingkan dibandingkan dengandengan Gliserol (Kustiningsih,2015).

(7)

BAB III BAB III

PROSEDUR KERJA PROSEDUR KERJA 3.1

3.1 ALAT & BAHANALAT & BAHAN 3.1.1

3.1.1 ALATALAT

 No

 No Nama Alat Nama Alat Ukuran Ukuran JumlahJumlah 1

1 Bejana Bejana Didih Didih 250ml 250ml 1 1 buahbuah

2 Termometer 300

2 Termometer 300◦◦C C 1 1 buahbuah

3

3 Lampu Lampu Spiritus Spiritus - - 1 1 buahbuah 4

4 Neraca Neraca - - 1 1 buahbuah

5

5 Tungku Tungku - - 1 1 buahbuah

3.1.2

3.1.2 BAHANBAHAN

 No

 No Nama Bahan Nama Bahan RumusRumus Kimia Kimia

Wujud Warna Konsentrasi Jumlah

Wujud Warna Konsentrasi Jumlah

1

1 Metanol Metanol CHCH33OH OH Cair Cair Bening Bening - - 16.03 16.03 gg 2

2 Etanol Etanol CC22HH55OH OH Cair Cair Bening Bening - - 11.6 11.6 gg 3

3 n-propanol n-propanol CC33HH77OH OH Cair Cair Bening Bening - - 18.46 18.46 gg 4

4 n-butanol n-butanol CC44HH99OH OH Cair Cair Bening Bening - - 17.56 17.56 gg 5

5 aquades aquades HH22O O Cair Cair Bening Bening - - 150 150 mlml

3.2

3.2 PROSEDUR KERJAPROSEDUR KERJA

Ditimbang Ditimbang

Diisi aquades 500ml pada suhu kamar Diisi aquades 500ml pada suhu kamar Ditimbang kembali

Ditimbang kembali Dicatat suhu kamar (T

Dicatat suhu kamar (T11) dan massa aquades) dan massa aquades Bejana Didih

(8)

Ditimbang lampu kosong Ditimbang lampu kosong Diisi n-propanol

Diisi n-propanol Ditimbang kembali Ditimbang kembali

Dinyalakan lampu pembakaran dibawah bejana didih Dinyalakan lampu pembakaran dibawah bejana didih Diaduk bejana yang berisi aquades

Diaduk bejana yang berisi aquades Dicatat suhu Dicatat suhu Dipadamkan lampu Dipadamkan lampu Ditimbang kembali Ditimbang kembali

Diulangi percobaan dengan metanol, etanol, dan n

Diulangi percobaan dengan metanol, etanol, dan n-butanol-butanol Massa gelas Beaker 125ml kosong = 126.7 g, Suhu Kamar = 27 Massa gelas Beaker 125ml kosong = 126.7 g, Suhu Kamar = 27◦◦CC Massa gelas Beaker + Aquades = 278.9 g, jadi ma

Massa gelas Beaker + Aquades = 278.9 g, jadi massa aquades = 152.2 gssa aquades = 152.2 g

Lampu Kosong Lampu Kosong

Metanol, botol = 131.6 g, + met

Metanol, botol = 131.6 g, + metanol = 148.23 g, akhir = anol = 148.23 g, akhir = 132.79 g132.79 g Etanol, botol = 127.28 g, + etanol

Etanol, botol = 127.28 g, + etanol = 138.88 g, akhir = 125.98 g= 138.88 g, akhir = 125.98 g Propanol, botol = 121.64 g, + propanol = 140.10 g, akhir

Propanol, botol = 121.64 g, + propanol = 140.10 g, akhir = 130.35 g= 130.35 g Butanol, botol = 117.66 g, + butanol =

(9)

BAB IV BAB IV

HASIL & PEMBAHASAN HASIL & PEMBAHASAN 4.1

4.1 TABEL PENGAMATANTABEL PENGAMATAN

Zat

Zat Massa LampuMassa Lampu Kosong Kosong Massa Lampu + Massa Lampu + Zat Awal Zat Awal Massa Lampu + Massa Lampu + Zat Akhir Zat Akhir G1 G1 Metanol Metanol 131.60 131.60 g g 148.23 g 148.23 g 132.79 132.79 g g 15,44 15,44 gg Etanol Etanol 127.23 127.23 g g 138.88 138.88 g g 125.98 g 125.98 g 13,88 13,88 gg Propanol Propanol 121.64 121.64 g g 140.10 140.10 g g 130.35 130.35 g g 9,75 9,75 gg Butanol Butanol 117.66 117.66 g g 135.22 135.22 g g 126.91 126.91 g g 8,31 8,31 gg 4.2 4.2 REAKSI-REAKSIREAKSI-REAKSI 

 Metanol Metanol : : 2CH2CH33OHOH(l)(l) + 3O + 3O2(g)2(g) 2CO 2CO2(g)2(g) + 4H + 4H22OO(l)(l)

 Etanol Etanol : : CC22HH55OHOH(l)(l) + 3O + 3O2(g)2(g) 2CO 2CO2(g)2(g) + 3H + 3H22OO(l)(l)

 Propanol Propanol : : 2C2C33HH77OHOH(l)(l) + 9O + 9O2(g)2(g) 6CO 6CO2(g)2(g) + 8H + 8H22OO(l)(l)

 Butanol Butanol : : CC44HH99OHOH(l)(l) + 6O + 6O2(g)2(g) 4CO 4CO2(g)2(g) + 5H + 5H22OO(l)(l)

4.3

4.3 PERHITUNGANPERHITUNGAN ΔHcᵒ

ΔHcᵒ= -536,0 kkal/mol= -536,0 kkal/mol Cp= 1kal/g

Cp= 1kal/gᵒᵒc= 3,6x10c= 3,6x10-3-3kkal/kg Kkkal/kg K Mencari w: Mencari w: ( G ( G11/Mr ) ΔHcᵒ/Mr ) ΔHcᵒ= w (T2-T1) + G= w (T2-T1) + G22 .Cp (T2-T1) .Cp (T2-T1) 9,75 9,75 60 / 60 / x (-536,0 kkal/mol) = w x (-536,0 kkal/mol) = w . (296 K) + 0,1522 kg . 3,6x10. (296 K) + 0,1522 kg . 3,6x10 -3 -3kkal/kg Kkkal/kg K (296K) (296K) 0,1625 x (-536,0 kkal) = w .

0,1625 x (-536,0 kkal) = w . (296 K) + 0,1621 kkal(296 K) + 0,1621 kkal -87,1 kkal

-87,1 kkal = w (296 K) = w (296 K) + 0,1621 + 0,1621 kkalkkal (-87,1 (-87,1 –  –  0,162) kkal = w (296 K) 0,162) kkal = w (296 K) -87,262 kkal= w (296K) -87,262 kkal= w (296K) W = -0,2948 kkal/K W = -0,2948 kkal/K

(10)

1. 1. Metanol (Mr =32)Metanol (Mr =32) ( G ( G11/Mr ) ΔHcᵒ/Mr ) ΔHcᵒ = w (T2-T1) + G = w (T2-T1) + G22 .Cp (T2-T1) .Cp (T2-T1) (15,44/32) ΔHcᵒ (15,44/32) ΔHcᵒ = -0,2948 (296) + 0,5122 . 3,6x10 = -0,2948 (296) + 0,5122 . 3,6x10-3-3 (296) (296) 0,4825 x ΔHcᵒ 0,4825 x ΔHcᵒ = -87,2608 + 0,5458 = -87,2608 + 0,5458 0,4825 x ΔHcᵒ 0,4825 x ΔHcᵒ = -86,715 = -86,715 ΔHcᵒ ΔHcᵒ = -129,72kkal/mol = -129,72kkal/mol 2. 2. Propanol (Mr=60)Propanol (Mr=60) ( G ( G11/Mr ) ΔHcᵒ/Mr ) ΔHcᵒ = w (T2-T1) + G = w (T2-T1) + G22 .Cp (T2-T1) .Cp (T2-T1) (9,75/32) ΔHcᵒ (9,75/32) ΔHcᵒ = -0,2948 (296) +  = -0,2948 (296) + 0,5122 . 3,6x100,5122 . 3,6x10-3-3 (296) (296) 0,1625 x ΔHcᵒ 0,1625 x ΔHcᵒ = -87,2608 + 0,5458 = -87,2608 + 0,5458 0,1625 x ΔHcᵒ 0,1625 x ΔHcᵒ = -86,715 = -86,715 ΔHcᵒ ΔHcᵒ = -533,63kkal/mol = -533,63kkal/mol 3. 3. Etanol (Mr=46)Etanol (Mr=46) ( G ( G11/Mr ) ΔHcᵒ/Mr ) ΔHcᵒ = w (T2-T1) + G = w (T2-T1) + G22 .Cp (T2-T1) .Cp (T2-T1) (13,88/46) ΔHcᵒ (13,88/46) ΔHcᵒ = -0,2948 (296) + 0,5122 . 3,6x10 = -0,2948 (296) + 0,5122 . 3,6x10-3-3 (296) (296) 0,2521 x ΔHcᵒ 0,2521 x ΔHcᵒ = -87,2608 + 0,5458 = -87,2608 + 0,5458 0,2521 0,2521 x ΔHcᵒx ΔHcᵒ = -86,715 = -86,715 ΔHcᵒ ΔHcᵒ = -343,97kkal/mol = -343,97kkal/mol 4. 4. Butanol (Mr=74)Butanol (Mr=74) ( G ( G11/Mr ) ΔHcᵒ/Mr ) ΔHcᵒ = w (T2-T1) + G = w (T2-T1) + G22 .Cp (T2-T1) .Cp (T2-T1) (8,31/74) ΔHcᵒ (8,31/74) ΔHcᵒ = -0,2948 (296) +  = -0,2948 (296) + 0,5122 . 3,6x100,5122 . 3,6x10-3-3 (296) (296) 0,1122 x ΔHcᵒ 0,1122 x ΔHcᵒ = -87,2608 + 0,5458 = -87,2608 + 0,5458 0,1122 x ΔHcᵒ 0,1122 x ΔHcᵒ = -86,715 = -86,715 ΔHcᵒ ΔHcᵒ = -772,86kkal/mol = -772,86kkal/mol G

Gafik ΔHcᵒafik ΔHcᵒ dan Mr kalor pembakaran dan Mr kalor pembakaran Mr Mr ΔHcᵒΔHcᵒ 32 129.72 32 129.72 46 343.97 46 343.97 60 533.63 60 533.63 74 772.86 74 772.86 y = 15.13 y = 15.136x -6x - 357.1357.188 R² = 0.9981 R² = 0.9981 0 0 200 200 400 400 600 600 800 800 1000 1000 0 0 2200 4400 6600 8800        Δ        Δ        H        H     c     c        ᵒ        ᵒ Mr Mr ΔHcᵒ dan Mr ΔHcᵒ dan Mr

(11)

4.4

4.4 PEMBAHASANPEMBAHASAN

Secara Teori: Kalor pembakaran adalah kalor yang dilepaskan atau diserap Secara Teori: Kalor pembakaran adalah kalor yang dilepaskan atau diserap oleh pembakaran 1 mol unsur atau senyawa dan diberi symbol

oleh pembakaran 1 mol unsur atau senyawa dan diberi symbol ΔΔHc. Pada prosesHc. Pada proses  pembakaran ini melibatkan alkohol

 pembakaran ini melibatkan alkohol dan O2 dari udara dan dan O2 dari udara dan akan dihasilkan karbonakan dihasilkan karbon diokisda (CO2) dan uap air (H2O). Dalam prosesnya akan terjadi reaksi eksoterm diokisda (CO2) dan uap air (H2O). Dalam prosesnya akan terjadi reaksi eksoterm (pelepasan kalor dari system ke lingkungan) dengan nilai

(pelepasan kalor dari system ke lingkungan) dengan nilai ΔΔHc (perubahan entalpi)Hc (perubahan entalpi) selalu negatif

selalu negatif

Secara Praktek: Kalor pembakaran pada percobaan ini yaitu methanol, Secara Praktek: Kalor pembakaran pada percobaan ini yaitu methanol, etanol, propanol, dan butanol dari proses pratikum unutuk menentukan kalor etanol, propanol, dan butanol dari proses pratikum unutuk menentukan kalor  pembakaran

 pembakaran pada pada bunseb/spiritus bunseb/spiritus yang yang berisi berisi methanol, methanol, etanol, etanol, propanol propanol dandan  butanol

 butanol diawali diawali dengam dengam pemanasan pemanasan air. air. Sebelum Sebelum memanaskan memanaskan air air yang yang akanakan digunakan untuk memanaskan ir ditimbang terlebih dahulu menggunakan neraca, digunakan untuk memanaskan ir ditimbang terlebih dahulu menggunakan neraca, sehingga didapatkan massa methanol awal sebesar , 129,72kkal/mol Propanol sehingga didapatkan massa methanol awal sebesar , 129,72kkal/mol Propanol -533,63kkal/mol, etanol-343,97kkal/mol, dan butanol-772,86kkal/mol

533,63kkal/mol, etanol-343,97kkal/mol, dan butanol-772,86kkal/mol

Sehingga dapat diambil kesimpulan dari hasil perhitungan kami sesuai Sehingga dapat diambil kesimpulan dari hasil perhitungan kami sesuai dengan teori yang dijelaskan.

(12)

BAB V BAB V

JAWABAN DAN PERTANYAAN JAWABAN DAN PERTANYAAN 1. 1. Metanol (Mr =32)Metanol (Mr =32) ( G ( G11/Mr ) ΔHcᵒ/Mr ) ΔHcᵒ = w (T2-T1) + G = w (T2-T1) + G22 .Cp (T2-T1) .Cp (T2-T1) (15,44/32) ΔHcᵒ (15,44/32) ΔHcᵒ = -0,2948 (296) + 0,5122 . 3,6x10 = -0,2948 (296) + 0,5122 . 3,6x10-3-3 (296) (296) 0,4825 x ΔHcᵒ 0,4825 x ΔHcᵒ = -87,2608 + 0,5458 = -87,2608 + 0,5458 0,4825 x ΔHcᵒ 0,4825 x ΔHcᵒ = -86,715 = -86,715 ΔHcᵒ ΔHcᵒ = -129,72kkal/mol = -129,72kkal/mol

(13)

BAB VI BAB VI

KESIMPULAN & SARAN KESIMPULAN & SARAN 6.1 KESIMPULAN

6.1 KESIMPULAN

1.

1. Kalor pembakaran pada percobaan ini yaitu methanol, etanol, propanol,Kalor pembakaran pada percobaan ini yaitu methanol, etanol, propanol, dan butanol

dan butanol 2.

2. Hangat air bejana didih kalor pembakaran yaitu126,7g --> Ester BeakerHangat air bejana didih kalor pembakaran yaitu126,7g --> Ester Beaker 125ml kosong Suhu Kamar 27ᵒC, Massa Aquades + gelas kimia

125ml kosong Suhu Kamar 27ᵒC, Massa Aquades + gelas kimia -->278.9,-->278.9,

Massa Aquades --> 152,2 Massa Aquades --> 152,2 3. 3. --Metanol ΔHcᵒMetanol ΔHcᵒ = 22739.3649 = 22739.3649 --Propanol ΔHcᵒPropanol ΔHcᵒ = 42600.0656 = 42600.0656 --Etanol ΔHcᵒEtanol ΔHcᵒ = 22739.3649 = 22739.3649 --Butanol ΔHcᵒButanol ΔHcᵒ = 5269.668 = 5269.668 6.2 SARAN 6.2 SARAN

Semoga dengan adanya laporan dan pratikum ini kami bisa lebih mengerti Semoga dengan adanya laporan dan pratikum ini kami bisa lebih mengerti tentang deret normal alkohol dan pada pratikum tidak adanya kesalahan dalam tentang deret normal alkohol dan pada pratikum tidak adanya kesalahan dalam  percobaan

 percobaan seperti seperti menimbang menimbang kembali kembali aquades aquades setiap setiap percobaan percobaan pembakaranpembakaran setiap alkohol.

(14)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Chang,Raymond.,(1998),

Chang,Raymond.,(1998), Kimia dasar II Jilid 3 Kimia dasar II Jilid 3, Erlangga , Jakarta, Erlangga , Jakarta

D.R.Endah., Sperisa.D., Adrian.N., Paryanto.,(2007),Pengaruh Kondisi D.R.Endah., Sperisa.D., Adrian.N., Paryanto.,(2007),Pengaruh Kondisi

Fermentasi Terhadap Fermentasi Terhadap

YIELD etanol pada pembuatan bioethanol dari pati garut,

YIELD etanol pada pembuatan bioethanol dari pati garut, Jurnal Teknik Kimia, Jurnal Teknik Kimia,VolVol 10(II)

10(II) Doga.S.,(1990),

Doga.S.,(1990), Kimia Fisik dan soal-soal  Kimia Fisik dan soal-soal , UI-Pres, Jakarta, UI-Pres, Jakarta Keenan ., (1996) ,

Keenan ., (1996) , Kimia untuk universitas, Kimia untuk universitas, Erlangga, Jakarta Erlangga, Jakarta

Kustiningsih, Indar., Haryadi.W., Slamet., (2015) , studi produksi hidogen Kustiningsih, Indar., Haryadi.W., Slamet., (2015) , studi produksi hidogen

mengunakan mengunakan

fotokatali Pt (1%) Titawa nanotube dengan sactifical agentmetanol dan gliseron fotokatali Pt (1%) Titawa nanotube dengan sactifical agentmetanol dan gliseron , ,

 jurnal konversi

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pengamatan diperoleh hasil yaitu: pada uji Lucas sampel 1,2 dan 3 adalah alkohol primer; pada uji Asam kromat sampel 1 adalah alkohol primer, sampel 2 adalah alkohol

Nyala api yang terbentuk dari proses pembakaran merupakan fenomena yang terjadi dalam fasa gas, karena proses pembakaran baru terjadi apabila campuran udara

Untuk dapat menghitung kebutuhan Oksigen dan udara teoritis bagi proses pembakaran bahan bakar, maka perlu diketahui kandungan masing-masing unsur penyusun batubara

Gejala psikotik biasanya terjadi selama, atau dalam waktu 1 bulan setelah keadaan intoksikasi alkohol atau episode putus alkohol dan pasien memiliki kesadaran dan

Pengaruh temperatur burner dan burner yang berbentuk swirl memberikan oksigen yang cukup dengan pembakaran lebih sempurna sehingga menurunan konsentrasi emisi CO

Konsentrasi dari oksigen di gas buang kendaraan berbanding terbalik dengan konsentrasi CO 2.. Untuk mendapatkan proses pembakaran yang sempurna, maka kadar oksigen yang masuk ke

Tetapi pada kondisi yang sebenarnya, pembakaran sempurna pada mesin sangat sulit didapatkan, sehingga dihasilkan gas-gas sisa pembakaran yang berbahaya dan beracun seperti CO,

Untuk meningkatkan kandungan CO 2 dalam gas buang, penerapan produksi bersih adalah cara yang mudah dapat dilakukan yaitu hanya dengan pengaturan udara pembakaran supaya