• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP TEORI PENUAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KONSEP TEORI PENUAAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MAKALAH

 TEORI- TEORI-TEORI PENUAAN

TEORI PENUAAN

Disusun untuk memenuhi Mata Kuliah Komunitas II

Disusun untuk memenuhi Mata Kuliah Komunitas II

Oleh Kelompok :2

Oleh Kelompok :2

Austin Hap!ia Lopa "#$%2&%2$$$'

Austin Hap!ia Lopa "#$%2&%2$$$'

E!na (usanti "

E!na (usanti "

Helnah "#$%2&%22))'

Helnah "#$%2&%22))'

Mi!a Ren*a "#$%2&%22+&'

Mi!a Ren*a "#$%2&%22+&'

Natalia A,u an.i!a "#$%2&%22+/'

Natalia A,u an.i!a "#$%2&%22+/'

Nu!0anah "#$%2&%2$&1'

Nu!0anah "#$%2&%2$&1'

 Titah P

 Titah Palupi "#$%2&%2$2+'

alupi "#$%2&%2$2+'

in.a P!iska

in.a P!iska

Program Studi Ilmu

Program Studi Ilmu Keperawat

Keperawatan

an

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES)

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES)

Cahaya Bangsa

Cahaya Bangsa

Banjarmasin

Banjarmasin

2!"

2!"

KATA

(2)

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan  pertolonganNya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ‘Teori-Teori

Penuaan’. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses  pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.

Tak lupa kami menguapkan terimakasih kepada !apak "lamet yang telah membantu dan membimbing kami dalam mengerjakan makalah ini. #ami juga menguapkan terimakasih kepada teman-teman mahasis$a yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.

#ami harapkan makalah ini juga dapat berguna bagi kita bersama."emoga makalah yang kami buat ini dapat membuat kita menapai kehidupan yang lebih baik  lagi.

!anjarmasin, Mei %&'(

(3)

i

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

)erontologi, studi ilmiah tentange*ek penuaan dan penyakit yang  berhubungan dengan penuaan pada manusia, meliputi aspek biologis, *isiologis,  psikososial, dan aspek rohani dari penuaan.Pera$at yang merenanakan dan memberikan pera$atatn pada orang diusianya yang telah lanjut mendukung dan mengembangkan teori yang menjadi dasar untuk asuhan kepera$atan selama tahap akhir kehidupan ini.

"ejak a$al manusia telah berusaha menjelaskan bagaimana dan mengapa terjadi penuaan, namun tidak ada teori tunggal yang dapat menjelaskan proses  penuaan. "etiap orang akan mengalami penuaan, tetapi penuaan pada setiap

indi+idu akan berbeda tergantung *aktor herediter, stresor lingkungan, dan sejumlah besar *aktor yang lain. alaupun tidak ada satu teori yang dapat menjelaskan peristi$a *isik, psikologis, dan peristi$a sosial yang kompleks yang terjadi dari $aktu ke $aktu, suatu pemahaman dari penelitian dan teori-teori yang dihasilkan sangat penting bagi pera$at untuk membantu orang lanjut usia memelihara kesehatan *isik dan psikis yang sempurna.

Teori-teori yang menjelaskan bagaimana dan mengapa penuaan terjadi  biasanya dikelompokkan kedalam dua kelompok besar, yaitu teori biologis dan  psikososial. Penelitian yang terlibat dengan jalur biologi telah memusatkan  perhatian pada indikator yang dapat dilihat dengan jelas pada proses penuaan,  banyak pada tingkat seluler, sedangkan ahli teori psikososial menoba untuk 

(4)

menjelaskan bagaimana proses tersebut dipandang dalam kaitan dengan kepribadian dan perilaku.

1.2. Rumusan Masalah

ari latar belakang diatas, yang menjadi *okus pembahasan dari penulisan makalah ini adalah bagaimana penjelasan mengenai teori-teori penuaan, yang meliputi

'/ Teori !iologis, terdiri dari a. Teori 0adikal !ebas  b. Teori )enetika

'

% . Teori 1ross 2ink 

d. Teori ear and Tear  e. Teori 3munologis *. Teori Neuroendokrin g. 0i$ayat 2ingkungan %/ Teori Psikososial, terdiri dari

a. Teori #epribadian

 b. Teori Tugas Perkembangan . Teori isengagement

d. Teori 4kti+itas e. Teori #ontinuitas 1.. Tu!uan Penul"san

a# Tu!uan Umum

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan lebih mendetail lagi mengenai mata kuliah kepera$atan komunitas % khusus nya untuk materi tentang teori-teori penuaan.

$# Tu!uan Khusus

'/ 5ntuk mengetahui tentang teori biologis dan maam-maam teori yang ada didalamnya.

%/ 5ntuk mengetahui tentang teori psikososial dan maam-maam teori yang ada didalamnya.

(5)

BAB II

PEMBAHA%AN

2.1. De&"n"s" Penuaan

Menua 6aging/ adalah proses menghilangnya seara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri dan mempertahankan struktur dan *ungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas 6termasuk in*eksi/ dan memperbaiki kerusakan yang diderita 61onstantinides, '778/

Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan . Menua 6menjadi tua/ adalah suatu proses menghilangnya seara perlahan-lahan kemampuan  jaringan untuk memeperbaiki diri9mengganti dan mempertahankan *ungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap in*eksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita 61onstantindes, '778/

Proses menua bukan merupakan suatu penyakit, melainkan suatu masa atau tahap hidup manusia, yaitu: bayi, kanak-kanak, de$asa, tua, dan lanjut usia. ;rang mati bukan karena lanjut usia tetapi karena suatu penyakit, atau juga suatu keaatan. 4kan tetapi proses menua dapat menyebabkan berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam maupun dari luar tubuh.

(6)

alaupun demikian, memang harus diakui bah$a ada berbagai penyakit yang sering menghinggapi kaum lanjut usia.

Proses menua sudah mulai berlangsung sejak seseorang menapai usia de$asa. Misalnya dengan terjadinya kehilangan jaringan pada otot, susunan sara*, dan jaringan lain sehingga tubuh mati sedikit demi sedikit. "ebenarnya tidak ada batas yang tegas, pada usia berapa penampilan seseorang mulai menurun. Pada setiap orang, *ungsi *isiologis alat tubuhnya sangat berbeda, baik  dalam hal penapain punak maupun menurunnya

2.2. Te'r"(Te'r" Penuaan

A. Te'r" B"'l'g"s

Teori biologis menoba untuk menjelaskan proses *isik penuaan, termasuk perubahan *ungsi dan struktur, pengembangan, panjang usia dan kematian. Perubahan-perubahan dalam tubuh termasuk perubahan

<

8 molekular dan seluler dalam sistem organ utama dan kemampuan tubuh untuk ber*ungsi seara adekuat dan mela$an penyakit. "eiring dengan  berkembangnya kemampuan kita untuk menyelidiki komponen-komponen yang keil dan sangat keil, suatu pemahaman tantang hubungan hal-hal yang mempengaruhi penuaan ataupun tentang penyebab penuaan yang sebelumnya tidak diketahui, sekarang telah mengalami peningkatan. alaupun bukan suatu de*inisi penuaan, tetapi lima karakteristik penuaan telah dapat diidenti*ikasi oleh para ahli. Teori biologis juga menoba untuk  menjelaskan mengapa orang mengalami penuaan dengan ara berbeda dari $aktu ke$aktu dan *aktor apa yang memengaruhi umur panjang,  perla$anan terhadap organisme, dan kematian atau perubahan seluler.

"uatu pemahaman tentang perspekti* biologi dapat memberikan  pengetahuan kepada pera$at tentang *aktor resiko spesi*ik dihubungkan dengan penuaan dan bagaimana orang dapat dibantu untuk meminimalkan atau menghindari resiko dan memaksimalkan kesehatan 

(7)

0adikal bebas adalah produk metabolisme seluler yang merupakan  bagian molekul yang sangat reakti*. Molekul ini memiliki muatan ekstraseluler kuat yang dapat meniptakan reaksi dengan protein, mengibah bentuk dan si*atnya, molekul ini juga dapat bereaksi dengan lipid yang berada dalam membran sel, mempengaruhi permeabilitasnya atau dapat berikatan dengan organel sel. Teori ini menyatakan bah$a  penuaan disebabkan karena terjadinya akumulasi kerusakan irre+ersibel akibat senya$a pengoksidasi. imana radikal bebas dapat terbentuk  dialam, tidak stabilnya radikal bebas mengakibatkan oksidasi bahan-bahan organik seperti karbohidrat dan protein.

%/ Teori )enetika

Teori sebab akibat menjelaskan bah$a penuaan terutama disebabkan oleh pembentukan gen dan dampak lingkungan pada pembentukan kode genetik. Menurut teori genetik, penuaan adalah suatu proses yang seara tidak sadar di$ariskan yang berjalan dari $aktu ke $aktu untuk mengubah sel atau struktur jaringan. engan kata lain, perubahan rentang hidup dan  panjang usia telah ditentukan sebelumnya. Teori genetika terdiri dari teori

( asam deoksiribonukleat 6N4/, teori ketepatan dan kesalahan, mutasi somatik, dan teori glikogen. Teori-teori ini menyatakan bah$a proses replikasi pada tingkatan seluler menjadi tidak terartur karena adanya in*ormasi tidak sesuai yang diberikan dari inti sel. Molekul N4 menjadi  bersilangan 6rosslink/ denga unsur yang lain sehingga mengubah in*ormasi genetik. 4danya rosslink ini mengakibatkan kesalahan pada tingkat seluler  yang akhirnya mengakibatkan sistem dan organ tubuh gagal untuk   ber*ungsi.!ukti yang mendukung teori-teori ini termasuk perkembangan

radikal bebas, kolagen, dan lipo*usin."elain itu, peningkatan *rekuensi kanker dan penyakit autoimun yang dihubungkan dengan bertambahnya umur menyatakan bah$a mutasi atau kesalahan terjadi pada tingkat molekular dan selular.

</ Teori 1ross 2ink 

Teori rosslink dan jaringan ikat menyatakan bah$a molekul kolagen dan elastin, komponen jaringan ikat, membentuk senya$a yang lama meningkatkan rigiditas sel, rosslink diperkirakan akibat reaksi kimia yang menimbulkan senya$a antara molekul-molekul yang normalnya terpisah atau seara singkatnya sel-sel tua atau usang, reaksi kimianya menyebakan

(8)

kurang elastis dan hilangnya *ungsi. 1ontoh rosslink jaringan ikat terkait usia meliputi penurunan kekuatan daya rentang dinding arteri, tanggalnya gigi, tendon kering dan berserat.

8/ Teori ear and Tear 

Teori ini mengusulkan bah$a akumulasi sampah metabolik atau =at nutrisi dapat merusak sintesis N4, sehingga mendorong mal*ungsi molekular dan akhirnya mal*ungsi organ tubuh. Pendukung teori ini peraya  bah$a tubuh akan mengalami kerusakan berdasarkan suatu jad$al.

0adikal bebas adalah ontoh dari produk sampah metabolisme yang menyebabkan kerusakan ketika akumulasi terjadi.0adikal bebas dengan epat dihanurkan oleh sistem en=im pelindung pada kondisi normal. !eberapa radikal bebas berhasil lolos dari proses perusakan ini dan  berakumulasi didalam struktur biologis yang penting, saat itu kerusakan

organ terjadi.

> #arena laju metabolisme terkait seara langsung pada pembentukan radikal  bebas, sehingga ilmu$an memiliki hipotesis bah$a tingkat keepatan  produksi radikal bebas berhubungan dengan penentuan $aktu rentang hidup.Pembatasan kalori dan e*eknya pada perpanjangan rentang hidup mungkin berdasarkan pada teori ini.Pembatasan kalori telah terbukti dapat meningkatkan masa hidup pada tikus perobaan."epanjang masa hidup, tikus-tikus tersebut telah mengalami penurunan angka kejadian kemunduran *ungsional, dan mengalami lebih sedikit kondisi penyakit yang berkaitan dengan peningkatan umur, berkurangnya kemunduran *ungsional tubuh, dan menurunnya insidensi penyakit yang berhubungan dengan penuaan.

(/ Teori 3munitas

Teori imunitas menggambarkan suatu kemunduran dalam sistem imun yang berhubungan dengan penuaan.#etika orang bertambah tua, pertahanan mereka terhadap organisme asing mengalami penurunan, sehingga mereka lebih rentan untuk menderita berbagai penyakit seperti kanker dan in*eksi."eiring dengan berkurangnya *ungsi sistem imun, terjadilah  peningkatan dalam respons autoimun tubuh. #etika orang mengalami  penuaan, mereka mungkin mengalami penyakit autoimun seperti artritis reumaoid dan alergi terhadap makanan dan *aktor lingkungan yang lain. Penganjur teori ini sering memusatkan pada peran kelenjar timus.!erat dan ukuran kelenjar timus menurun seiring dengan bertambahnya umur, seperti

(9)

halnya kemampuan tubuh untuk di*erensiasi sel T. karena hilangnya di*erensiasi sel T, tubuh salah mengenali sel yang tua dan tidak beraturan sebagai benda asing dan menyerangnya.Pentingnya pendekatan  pemeliharaan kesehatan, penegahan penyakit, dan promosi kesehatan terhadap pelayanan kesehatan, terutama pada saat penuaan terjadi tidak  dapat diabaikan. alaupun semua orang memerlukan pemeriksaan rutin untuk memastikan deteksi dini dan pera$atan sea$al mungkin, tetapi pada orang lanjut usia kegagalan melindungi sistem imun yang telah mengalami  penuaan melalui pemeriksaan kesehatan ini dapat mendorong ke arah

kematian a$al dan tidak terduga. "elain itu, program imunisasi seara nasional untuk menegah kejadian dan penyebaran epidemi penyaki, seperti  pneumonia dan in*luen=a

? diantara orang lanjut usia juga mendukung dasar teoritis praktik  kepera$atan.

>/ Teori Neuroendokrin

iskusi sebelumnya tentang kelenjar timus dan sistem imun serta interaksi antara sistem sara* dan sistem endokrin menghasilkan persamaan yang luar biasa.Pada kasus selanjutnya para ahli telah memikirkan bah$a  penuaan terjadi oleh karena adanya suatu perlambatan dalam sekresi hormon tertentu yang mempunyai suatu dampak pada reaksi yang diatur  oleh sistem sara*.@al ini lebih jelas ditunjukkan dalam kelenjar hipo*isis, tiroid, adrenal, dan reproduksi.

"alah satu area neurologis yang mengalami gangguan seara uni+ersal akibat penuaan adalah $aktu reaksi yang diperlukan untuk menerima, memproses, dan bereaksi terhadap perintah.ikenal sebagai perlambatan tingkah laku, respon ini kadang-kadang diinterpretasikan sebagai tindakan mela$an, ketulian, atau kurangnya pengetahuan. Pada umumnya, sebenarnya yang terjadi bukan satupun dari hal-hal tersebut, tetapi orang lanjut usia sering dibuat untuk merasa seolah-olah mereka tidak kooperati*  atau tidak patuh. Pera$at dapat mem*asilitasi proses pemberian pera$atan dengan ara memperlambat instruksi dan menunggu respon mereka.

?/ 0i$ayat 2ingkungan

Menurut teori ini, *aktor-*aktor di dalam lingkungan 6misalnya karsinogen dari industri, ahaya matahari, trauma dan in*eksi/ dapat memba$a perubahan dalam proses penuaan. alaupun *aktor-*aktor ini

(10)

diketahui dapat memperepat penuaan, dampak dari lingkungan lebih merupakan dampak sekunder dan bukan merupakan *aktor utama dalam  penuaan. Pera$at dapat mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang dampak dari aspek ini terhadap penuaan dengan ara mendidik semua kelompok umur tentang hubungan antara *aktor lingkungan dan penuaan yang diperepat. 3lmu pengetahuan baru mulai untuk mengungkap berbagai *aktor lingkungan yang dapat memengaruhi penuaan.

B. Te'r" Ps"k's's"'l'g"s

Teori psikososialogis memusatkan perhatian pada perubahan sikap dan  perilaku yang menyertai peningkatan usia, sebagai la$an dari implikasi

A  biologi pada kerusakan anatomis. 5ntuk tujuan pembahasan ini, perubahan

sosiologis atau non*isik dikombinasikan dengan perubahan psikologis.

Masing-masing indi+idu, muda, setengah baya, atau tua adalah unik dan memiliki pengalaman, melalui serangkaian kejadian dalam kehidupan, dan melalui banyak peristi$a."alama 8& tahun terakhir, beberapa teori telah  berupaya untuk menggambarkan bagaimana perilaku dan sikap pada a$al tahap kehidupan dapat memengaruhi reaksi manusia sepanjang tahap akhir  hidupnya. Pekerjaan ini disebut proses Bpenuaan yang suksesC ontoh dari teori ini termasuk teori kepribadian.

'/ Teori #epribadian

#epribadian manusia adalah suatu $ilayah pertumbuhan yang subur  dalam tahun-tahun akhir kehidupannya yang telah merangsang penelitian yang pantas dipertimbangkan.Teori kepribadian menyebutkan aspek-aspek   pertumbuhan psikologis tanpa menggambarkan harapan atau tugas spesi*ik  lansia. Dungmengembangkan suatu teori pengembangan kepribadian orang de$asa yang memandang kepribadian sebagai ektro+ert atau intro+ert ia  berteori bah$a keseimbangan antara keddua hal tersebut adalah penting kesehatan. idalam konsep intoritas dari Dung, separuh kehidupan manusia  berikutnya digambarkan dengan memeiliki tujuannya sendiri yaitu untuk 

mengembangkan kesadaran diri sendiri melalui akti+itas yang dapat mere*leksikan diri sendiri.

%/ Teori Tugas Perkembangan

!eberapa ahli teori sudah menguraikan proses maturasi dalam kaitannya dengan tugas yang harus dikuasai pada tahap sepanjang rentang hidup manusia. @asil penelitian Erison mungkin teori terbaik yang dikenal dalam bidang ini.Tugas perkembangan adalah akti+itas dan

(11)

tantangan yang harus dipenuhi oleh seseorang pada tahap-tahap spesi*ik  dalam hidupnya untuk menapai penuaan yang sukses.Erikson menguraikan tugas utama lansia adalah mampu melihat kehidupan seseorang sebagai kehidupan yang dijalani dengan integritas. Pada kondisis tidak adanya penapaian perasaan bah$a ia telah menikmati kehidupan yang baik, maka lansia tersebut beresiko untuk disibukkan

7 dengan rasa penyesalan atau putus asa. Minat yang terbaru dalam konsep ini sedang terjadi pada saat ahli gerontologi dan pera$at gerontologi memeriksa kembali tugas perkembanagn lansia.

</ Teori isengagement

Teori disengagement 6teori pemutusan hubungan/, dikembangkan  pertama kali pada a$al tahun '7>&-an, menggambarkan proses penarikan diri oleh lansia dari peran bermasyarakat dan tanggung ja$abnya. Menurut ahli teori ini, proses penarikan diri ini dapat diprediksi, sistematis, tidak  dapat dihindari, dan penting untuk *ungsi yang tepat dari masyarakat yang sedang tumbuh.2ansia dikatakan bahagia apabila kontak sosial telah  berkurang dan tanggung ja$ab telah diambil oleh generasi yang lebih muda.

Man*aat pengurangan kontak sosial bagi lansia adalah agar ia dapat menyediakan $aktu untuk mere*leksikan penapaian hidupnya dan untuk  menghadapi harapan yang tidak terpenuhi, sedangkan man*aatnya bagi masyarakat adalah dalam rangka memindahkan kekuasaan generasi tua pada generasi muda.

Teori ini banyak menimbulkan kontro+ersi, sebagian karena penelitian ini dipandang aat dan karena banyak lansia yang menentang BpostulatC yang dibangkitkan oleh teori untuk menjelaskan apa yang terjadi didalam  pemutusan ikatan atau hubungan. "ebagai ontoh, diba$ah kerangka kerja teori ini, pensiun $ajib menjadi kebijakan sosial yang harus diterima. engan meningkatnya rentang $aktu kehidupan alami, pensiun pada usia >( tahun berarti bah$a seorang lanjut usia yang sehat dapat berharap untuk  hidup %& tahun lagi. !agi banyak indi+idu yang sehat dan produkti*, prospek  diri suatu langkah yang lebih lambat dan tanggung ja$ab yang lebih sedikit merupakan hal yang tidak diinginkan.Delasnya, banyak lansia dapat terus menjadi anggota masyarakat produkti* yang baik sampai mereka berusia A& sampai 7& tahun.

(12)

8/ Teori 4kti+itas

2a$an langsung dari teori disengagement adalah teori akti+itas  penuaan, yang berpendapat bah$a jalan menuju penuaan yang sukses

adalah dengan ara tetap akti*. @a+ighurst yang pertama menulis tentang  pentingnya tetap akti* seara sosial sebagai alat untuk penyesuaian diri yang

'& sehat untuk lansia pada tahun '7(%. "ejak saat itu, berbagai penelitian telah mem+alidasi hubungan positi* antara mempertahankan interaksi yang penuh arti dengan oranglain dan kesejahteraan *isik dan mental orang tersebut. )agasan pemenuhan kebutuhan seseorang harus seimbang dengan  pentingnya perasaan dibutuhkan oleh orang lain. #esempatan untuk turut  berperan dengan ara yang penuh arti bagi kehidupan seseorang yang  penting bagi dirinya adalah suatu komponen kesejahteraan yang penting  bagi lansia. Penelitian menunjukkan bah$a hilangnya *ungsi peran pada lansia seara negati* memengaruhi kepuasan hidup."elain itu, penelitian terbaru menunjukkan pentingnya akti+itas mental dan *isik yang  berkesinambungan untuk menegah kehilangan dan pemeliharaan kesehatan

sepanjang masa kehidupan manusia. (/ Teori #ontinuitas

Teori kontinuitas, juga di kenal sebagai suatu teori perkembangan, merupakan suatu kelanjutan dari dua teori sebelumnya dan menoba untuk  menjelaskan dampak kepribadian pada kebutuhan untuk tetap akti* atau memisahkan diri agar menapai kebahagiaan dan terpenuhinya kebutuhan di usia tua. Teori ini menekankan pada kemampuan koping indi+idu sebelumnya dan kepribadian sebagai dasar untuk memprediksi bagaimana seseorang akan dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan akibat  penuaan. 1iri kepribadian dasar dikatakan tetap tidak berubah $alaupun usianya telah lanjut. "elanjutnya, iri kepribadian seara khas menjadi lebih  jelas pada saat orang tersebut bertambah tua. "eseorang yang menikmati  bergabung dengan orang lain dan memiliki kehidupan sosial yang akti* akan

terus menikmati gaya hidupnya ini sampai usianya lanjut. ;rang yang menyukai kesendirian dan memiliki jumlah akti+itas yang terbatas mungkin akan menemukan kepuasan dalam melanjutkan gaya hidupnya ini. 2ansia yang terbiasa memiliki kendali dalam membuat keputusan mereka sendiri tidak akan dengan mudah menyerahkan peran ini hanya karena usia mereka yang telah lanjut. "elain itu, indi+idu yang telah melakukan manipulasi atau

(13)

abrasi dalam interaksi interpersonal mereka selama masa mudanya tidak  akan tiba-tiba mengembangkan suatu pendekatan yang berbeda didalam masa akhir kehidupannya.

'' #etika perubahan gaya hidup dibebankan pada lansia oleh perubahan sosial-ekonomi atau *aktor kesehatan, permasalahan mungkin akan timbul. #epribadian yang tetap tidak diketahui selama pertemuan atau kunjungan singkat kadang-kadang dapat menjadi *okal dan juga menjadi sumber  kejengkelan ketika situasi mengharuskan adanya suatu perubahan didalam  pengaturan tempat tinggal. #eluarga yang berhadapan dengan keputusan yang sulit tentang perubahan pengaturan tempat tinggal untuk seorang lansia sering memerlukan banyak dukungan. "uatu pemahaman tentang pola kepribadian lansia sebelumnya dapat memberikan pengertian yang lebih diperlukan dalam proses pengambilan keputusan ini.

(14)

BAB III

PENUTUP

.1. Kes"m)ulan

Menua 6aging/ adalah proses menghilangnya seara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri dan mempertahankan struktur dan *ungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas 6termasuk in*eksi/ dan memperbaiki kerusakan yang diderita61onstantinides, '778/

Menua merupakan proses yang dapat dilihat sebagai sebuah kontinum kejadian dari lahir sampai meninggal 63gnati+ius, orkman, Mishler, '777/.

Proses penuaan dapat ditinjau dari aspek biologis, sosial dan psikologik. Teori-teori biologik sosial dan *ungsional telah ditemukan untuk menjelaskan dan mendukung berbagai de*inisi mengenai proses menua.

(15)

an pendekatan multi disiplin mengenai teori penuaan, pera$at harus memiliki kemampuan untuk mensintesa berbagai teori tersebut dan menerapkannya seara total pada lingkungan pera$atan klien usia lanjut termasuk aspek *isik, mental9emosional dan aspek-aspek sosial. engan demikian pendekatan eklektik akan menghasilkan dasar yang baik saat merenanakan suatu asuhan kepera$atan berkualitas pada klien lansia.

Teori biologis menoba untuk menjelaskan proses *isik penuaan, termasuk   perubahan *ungsi dan struktur, pengembangan, panjang usia dan kematian.

Perubahan-perubahan dalam tubuh termasuk perubahan molekular dan seluler  dalam sistem organ utama dan kemampuan tubuh untuk ber*ungsi seara adekuat dan mela$an penyakit.

Teori psikososialogis memusatkan perhatian pada perubahan sikap dan  perilaku yang menyertai peningkatan usia, sebagai la$an dari implikasi biologi  pada kerusakan anatomis. 5ntuk tujuan pembahasan ini, perubahan sosiologis

atau non*isik dikombinasikan dengan perubahan psikologis.

'%

'<

.2. %aran

Masa tua adalah sesuatu yang akan dan harus dihadapi oleh setiap manusia, untuk menjalani proses kehidupan mereka. Tidak ada satupun orang yang dapat menghindarinya dan berusaha agar tetap dapat terlihat a$et muda. !erbagai  prosesharus dile$ati, namun beberapa orang ada yang dapat melalui prosesnya

(16)

dengan baik, namun ada pula yang tidak ukup lanar. itinjau dari berbagai aspek dan sudut pandang, dari segi *isik dan keji$aan.

Maka, pera$at yang melakukan tindakan asuhan kepera$atan pada berbagai tingkatan usia harus dan $ajib tahu bagaimana konidisi *isiologis pasiennya. Termasuk pada usia lanjut.

"emoga makalah ini dapat menjadi salah satu re*erensinya, baik sebagai auan dalam pembelajaran, ataupun sebagai pedoman dalam tindakan asuhan kepera$atan pada klien usia lanjut.

(17)

DA*TAR PU%TAKA

)una$an ", Nardho, r, MP@, '77(, Upaya Kesehatan Usia Lanjut . Dakarta ep #es 0.3.

Pringgoutumo, dkk. %&&%.  Buku Ajar Patologi 1 (umum), Edisi '. Dakarta. "agung "eto.

(18)

DA*TAR I%I #4T4 PEN)4NT40... i 4T40 3"3... ii !4! 3 PEN4@5254N '.' 2atar !elakang... ' '.% 0umusan Masalah... ' '.< Tujuan Penulisan... % !4! 33 PEM!4@4"4N %.' e*inisi Penuaan... < %.% Teori-Teori Penuaan... < a. Teori !iologis... <  b. Teori Psikososiologis... ? !4! 333 PEN5T5P <.' #esimpulan... '%

(19)

<.% "aran... '<

4T40 P5"T4#4

Referensi

Dokumen terkait

Di antara berbagai teori yang dapat menjelaskan perkembangan kemampuan berbahasa pelajar adalah teori keterprosesan, yang melihat pemelajaran bahasa yang terjadi dalam minda

M1 Mahasiswa mampu menjelaskan konsep teoritis ilmu komunikasi secara umum terkait ruang lingkup teori komunikasi, awal mula keberadaan ilmu komunikasi dan perkembangan

Kebudayaan juga mempunyai pengaruh dalam perkembangan teori-teori keperawatan diantaranya dengan adanya pandangan bahwa dalam memberikan pelayanan keperawatan akan

Abstrak: Dalam tataran perkembangan keilmuan yang menjadi lingkup filsafat ilmu, dikenal teori falsifikasi dari Karl Raimund Popper. Teori falsifikasi dari Popper

(specifying) hubungan antar konsep yg bertujuan (specifying) hubungan antar konsep yg bertujuan untuk menjelaskan &amp; prediksi fenomena. untuk menjelaskan &amp; prediksi

Di antara berbagai teori yang dapat menjelaskan perkembangan kemampuan berbahasa pelajar adalah teori keterprosesan, yang melihat pemelajaran bahasa yang terjadi dalam minda

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:  Teori dan model keperawatan adalah suatu usaha untuk menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam

Teori Sosial Multikultural Hal lain yang melatar belakangi pendidikan multikultural adalah adanya 3 tiga teori sosial yang dapat menjelaskan hubungan antar individu dalam masyarakat