MAKALAH
MAKALAH
TEORI- TEORI-TEORI PENUAAN
TEORI PENUAAN
Disusun untuk memenuhi Mata Kuliah Komunitas II
Disusun untuk memenuhi Mata Kuliah Komunitas II
Oleh Kelompok :2
Oleh Kelompok :2
Austin Hap!ia Lopa "#$%2&%2$$$'
Austin Hap!ia Lopa "#$%2&%2$$$'
E!na (usanti "
E!na (usanti "
Helnah "#$%2&%22))'
Helnah "#$%2&%22))'
Mi!a Ren*a "#$%2&%22+&'
Mi!a Ren*a "#$%2&%22+&'
Natalia A,u an.i!a "#$%2&%22+/'
Natalia A,u an.i!a "#$%2&%22+/'
Nu!0anah "#$%2&%2$&1'
Nu!0anah "#$%2&%2$&1'
Titah P
Titah Palupi "#$%2&%2$2+'
alupi "#$%2&%2$2+'
in.a P!iska
in.a P!iska
Program Studi Ilmu
Program Studi Ilmu Keperawat
Keperawatan
an
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES)
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES)
Cahaya Bangsa
Cahaya Bangsa
Banjarmasin
Banjarmasin
2!"
2!"
KATAPuji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ‘Teori-Teori
Penuaan’. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa kami menguapkan terimakasih kepada !apak "lamet yang telah membantu dan membimbing kami dalam mengerjakan makalah ini. #ami juga menguapkan terimakasih kepada teman-teman mahasis$a yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
#ami harapkan makalah ini juga dapat berguna bagi kita bersama."emoga makalah yang kami buat ini dapat membuat kita menapai kehidupan yang lebih baik lagi.
!anjarmasin, Mei %&'(
i
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
)erontologi, studi ilmiah tentange*ek penuaan dan penyakit yang berhubungan dengan penuaan pada manusia, meliputi aspek biologis, *isiologis, psikososial, dan aspek rohani dari penuaan.Pera$at yang merenanakan dan memberikan pera$atatn pada orang diusianya yang telah lanjut mendukung dan mengembangkan teori yang menjadi dasar untuk asuhan kepera$atan selama tahap akhir kehidupan ini.
"ejak a$al manusia telah berusaha menjelaskan bagaimana dan mengapa terjadi penuaan, namun tidak ada teori tunggal yang dapat menjelaskan proses penuaan. "etiap orang akan mengalami penuaan, tetapi penuaan pada setiap
indi+idu akan berbeda tergantung *aktor herediter, stresor lingkungan, dan sejumlah besar *aktor yang lain. alaupun tidak ada satu teori yang dapat menjelaskan peristi$a *isik, psikologis, dan peristi$a sosial yang kompleks yang terjadi dari $aktu ke $aktu, suatu pemahaman dari penelitian dan teori-teori yang dihasilkan sangat penting bagi pera$at untuk membantu orang lanjut usia memelihara kesehatan *isik dan psikis yang sempurna.
Teori-teori yang menjelaskan bagaimana dan mengapa penuaan terjadi biasanya dikelompokkan kedalam dua kelompok besar, yaitu teori biologis dan psikososial. Penelitian yang terlibat dengan jalur biologi telah memusatkan perhatian pada indikator yang dapat dilihat dengan jelas pada proses penuaan, banyak pada tingkat seluler, sedangkan ahli teori psikososial menoba untuk
menjelaskan bagaimana proses tersebut dipandang dalam kaitan dengan kepribadian dan perilaku.
1.2. Rumusan Masalah
ari latar belakang diatas, yang menjadi *okus pembahasan dari penulisan makalah ini adalah bagaimana penjelasan mengenai teori-teori penuaan, yang meliputi
'/ Teori !iologis, terdiri dari a. Teori 0adikal !ebas b. Teori )enetika
'
% . Teori 1ross 2ink
d. Teori ear and Tear e. Teori 3munologis *. Teori Neuroendokrin g. 0i$ayat 2ingkungan %/ Teori Psikososial, terdiri dari
a. Teori #epribadian
b. Teori Tugas Perkembangan . Teori isengagement
d. Teori 4kti+itas e. Teori #ontinuitas 1.. Tu!uan Penul"san
a# Tu!uan Umum
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan lebih mendetail lagi mengenai mata kuliah kepera$atan komunitas % khusus nya untuk materi tentang teori-teori penuaan.
$# Tu!uan Khusus
'/ 5ntuk mengetahui tentang teori biologis dan maam-maam teori yang ada didalamnya.
%/ 5ntuk mengetahui tentang teori psikososial dan maam-maam teori yang ada didalamnya.
BAB II
PEMBAHA%AN
2.1. De&"n"s" Penuaan
Menua 6aging/ adalah proses menghilangnya seara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri dan mempertahankan struktur dan *ungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas 6termasuk in*eksi/ dan memperbaiki kerusakan yang diderita 61onstantinides, '778/
Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan . Menua 6menjadi tua/ adalah suatu proses menghilangnya seara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memeperbaiki diri9mengganti dan mempertahankan *ungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap in*eksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita 61onstantindes, '778/
Proses menua bukan merupakan suatu penyakit, melainkan suatu masa atau tahap hidup manusia, yaitu: bayi, kanak-kanak, de$asa, tua, dan lanjut usia. ;rang mati bukan karena lanjut usia tetapi karena suatu penyakit, atau juga suatu keaatan. 4kan tetapi proses menua dapat menyebabkan berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam maupun dari luar tubuh.
alaupun demikian, memang harus diakui bah$a ada berbagai penyakit yang sering menghinggapi kaum lanjut usia.
Proses menua sudah mulai berlangsung sejak seseorang menapai usia de$asa. Misalnya dengan terjadinya kehilangan jaringan pada otot, susunan sara*, dan jaringan lain sehingga tubuh mati sedikit demi sedikit. "ebenarnya tidak ada batas yang tegas, pada usia berapa penampilan seseorang mulai menurun. Pada setiap orang, *ungsi *isiologis alat tubuhnya sangat berbeda, baik dalam hal penapain punak maupun menurunnya
2.2. Te'r"(Te'r" Penuaan
A. Te'r" B"'l'g"s
Teori biologis menoba untuk menjelaskan proses *isik penuaan, termasuk perubahan *ungsi dan struktur, pengembangan, panjang usia dan kematian. Perubahan-perubahan dalam tubuh termasuk perubahan
<
8 molekular dan seluler dalam sistem organ utama dan kemampuan tubuh untuk ber*ungsi seara adekuat dan mela$an penyakit. "eiring dengan berkembangnya kemampuan kita untuk menyelidiki komponen-komponen yang keil dan sangat keil, suatu pemahaman tantang hubungan hal-hal yang mempengaruhi penuaan ataupun tentang penyebab penuaan yang sebelumnya tidak diketahui, sekarang telah mengalami peningkatan. alaupun bukan suatu de*inisi penuaan, tetapi lima karakteristik penuaan telah dapat diidenti*ikasi oleh para ahli. Teori biologis juga menoba untuk menjelaskan mengapa orang mengalami penuaan dengan ara berbeda dari $aktu ke$aktu dan *aktor apa yang memengaruhi umur panjang, perla$anan terhadap organisme, dan kematian atau perubahan seluler.
"uatu pemahaman tentang perspekti* biologi dapat memberikan pengetahuan kepada pera$at tentang *aktor resiko spesi*ik dihubungkan dengan penuaan dan bagaimana orang dapat dibantu untuk meminimalkan atau menghindari resiko dan memaksimalkan kesehatan
0adikal bebas adalah produk metabolisme seluler yang merupakan bagian molekul yang sangat reakti*. Molekul ini memiliki muatan ekstraseluler kuat yang dapat meniptakan reaksi dengan protein, mengibah bentuk dan si*atnya, molekul ini juga dapat bereaksi dengan lipid yang berada dalam membran sel, mempengaruhi permeabilitasnya atau dapat berikatan dengan organel sel. Teori ini menyatakan bah$a penuaan disebabkan karena terjadinya akumulasi kerusakan irre+ersibel akibat senya$a pengoksidasi. imana radikal bebas dapat terbentuk dialam, tidak stabilnya radikal bebas mengakibatkan oksidasi bahan-bahan organik seperti karbohidrat dan protein.
%/ Teori )enetika
Teori sebab akibat menjelaskan bah$a penuaan terutama disebabkan oleh pembentukan gen dan dampak lingkungan pada pembentukan kode genetik. Menurut teori genetik, penuaan adalah suatu proses yang seara tidak sadar di$ariskan yang berjalan dari $aktu ke $aktu untuk mengubah sel atau struktur jaringan. engan kata lain, perubahan rentang hidup dan panjang usia telah ditentukan sebelumnya. Teori genetika terdiri dari teori
( asam deoksiribonukleat 6N4/, teori ketepatan dan kesalahan, mutasi somatik, dan teori glikogen. Teori-teori ini menyatakan bah$a proses replikasi pada tingkatan seluler menjadi tidak terartur karena adanya in*ormasi tidak sesuai yang diberikan dari inti sel. Molekul N4 menjadi bersilangan 6rosslink/ denga unsur yang lain sehingga mengubah in*ormasi genetik. 4danya rosslink ini mengakibatkan kesalahan pada tingkat seluler yang akhirnya mengakibatkan sistem dan organ tubuh gagal untuk ber*ungsi.!ukti yang mendukung teori-teori ini termasuk perkembangan
radikal bebas, kolagen, dan lipo*usin."elain itu, peningkatan *rekuensi kanker dan penyakit autoimun yang dihubungkan dengan bertambahnya umur menyatakan bah$a mutasi atau kesalahan terjadi pada tingkat molekular dan selular.
</ Teori 1ross 2ink
Teori rosslink dan jaringan ikat menyatakan bah$a molekul kolagen dan elastin, komponen jaringan ikat, membentuk senya$a yang lama meningkatkan rigiditas sel, rosslink diperkirakan akibat reaksi kimia yang menimbulkan senya$a antara molekul-molekul yang normalnya terpisah atau seara singkatnya sel-sel tua atau usang, reaksi kimianya menyebakan
kurang elastis dan hilangnya *ungsi. 1ontoh rosslink jaringan ikat terkait usia meliputi penurunan kekuatan daya rentang dinding arteri, tanggalnya gigi, tendon kering dan berserat.
8/ Teori ear and Tear
Teori ini mengusulkan bah$a akumulasi sampah metabolik atau =at nutrisi dapat merusak sintesis N4, sehingga mendorong mal*ungsi molekular dan akhirnya mal*ungsi organ tubuh. Pendukung teori ini peraya bah$a tubuh akan mengalami kerusakan berdasarkan suatu jad$al.
0adikal bebas adalah ontoh dari produk sampah metabolisme yang menyebabkan kerusakan ketika akumulasi terjadi.0adikal bebas dengan epat dihanurkan oleh sistem en=im pelindung pada kondisi normal. !eberapa radikal bebas berhasil lolos dari proses perusakan ini dan berakumulasi didalam struktur biologis yang penting, saat itu kerusakan
organ terjadi.
> #arena laju metabolisme terkait seara langsung pada pembentukan radikal bebas, sehingga ilmu$an memiliki hipotesis bah$a tingkat keepatan produksi radikal bebas berhubungan dengan penentuan $aktu rentang hidup.Pembatasan kalori dan e*eknya pada perpanjangan rentang hidup mungkin berdasarkan pada teori ini.Pembatasan kalori telah terbukti dapat meningkatkan masa hidup pada tikus perobaan."epanjang masa hidup, tikus-tikus tersebut telah mengalami penurunan angka kejadian kemunduran *ungsional, dan mengalami lebih sedikit kondisi penyakit yang berkaitan dengan peningkatan umur, berkurangnya kemunduran *ungsional tubuh, dan menurunnya insidensi penyakit yang berhubungan dengan penuaan.
(/ Teori 3munitas
Teori imunitas menggambarkan suatu kemunduran dalam sistem imun yang berhubungan dengan penuaan.#etika orang bertambah tua, pertahanan mereka terhadap organisme asing mengalami penurunan, sehingga mereka lebih rentan untuk menderita berbagai penyakit seperti kanker dan in*eksi."eiring dengan berkurangnya *ungsi sistem imun, terjadilah peningkatan dalam respons autoimun tubuh. #etika orang mengalami penuaan, mereka mungkin mengalami penyakit autoimun seperti artritis reumaoid dan alergi terhadap makanan dan *aktor lingkungan yang lain. Penganjur teori ini sering memusatkan pada peran kelenjar timus.!erat dan ukuran kelenjar timus menurun seiring dengan bertambahnya umur, seperti
halnya kemampuan tubuh untuk di*erensiasi sel T. karena hilangnya di*erensiasi sel T, tubuh salah mengenali sel yang tua dan tidak beraturan sebagai benda asing dan menyerangnya.Pentingnya pendekatan pemeliharaan kesehatan, penegahan penyakit, dan promosi kesehatan terhadap pelayanan kesehatan, terutama pada saat penuaan terjadi tidak dapat diabaikan. alaupun semua orang memerlukan pemeriksaan rutin untuk memastikan deteksi dini dan pera$atan sea$al mungkin, tetapi pada orang lanjut usia kegagalan melindungi sistem imun yang telah mengalami penuaan melalui pemeriksaan kesehatan ini dapat mendorong ke arah
kematian a$al dan tidak terduga. "elain itu, program imunisasi seara nasional untuk menegah kejadian dan penyebaran epidemi penyaki, seperti pneumonia dan in*luen=a
? diantara orang lanjut usia juga mendukung dasar teoritis praktik kepera$atan.
>/ Teori Neuroendokrin
iskusi sebelumnya tentang kelenjar timus dan sistem imun serta interaksi antara sistem sara* dan sistem endokrin menghasilkan persamaan yang luar biasa.Pada kasus selanjutnya para ahli telah memikirkan bah$a penuaan terjadi oleh karena adanya suatu perlambatan dalam sekresi hormon tertentu yang mempunyai suatu dampak pada reaksi yang diatur oleh sistem sara*.@al ini lebih jelas ditunjukkan dalam kelenjar hipo*isis, tiroid, adrenal, dan reproduksi.
"alah satu area neurologis yang mengalami gangguan seara uni+ersal akibat penuaan adalah $aktu reaksi yang diperlukan untuk menerima, memproses, dan bereaksi terhadap perintah.ikenal sebagai perlambatan tingkah laku, respon ini kadang-kadang diinterpretasikan sebagai tindakan mela$an, ketulian, atau kurangnya pengetahuan. Pada umumnya, sebenarnya yang terjadi bukan satupun dari hal-hal tersebut, tetapi orang lanjut usia sering dibuat untuk merasa seolah-olah mereka tidak kooperati* atau tidak patuh. Pera$at dapat mem*asilitasi proses pemberian pera$atan dengan ara memperlambat instruksi dan menunggu respon mereka.
?/ 0i$ayat 2ingkungan
Menurut teori ini, *aktor-*aktor di dalam lingkungan 6misalnya karsinogen dari industri, ahaya matahari, trauma dan in*eksi/ dapat memba$a perubahan dalam proses penuaan. alaupun *aktor-*aktor ini
diketahui dapat memperepat penuaan, dampak dari lingkungan lebih merupakan dampak sekunder dan bukan merupakan *aktor utama dalam penuaan. Pera$at dapat mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang dampak dari aspek ini terhadap penuaan dengan ara mendidik semua kelompok umur tentang hubungan antara *aktor lingkungan dan penuaan yang diperepat. 3lmu pengetahuan baru mulai untuk mengungkap berbagai *aktor lingkungan yang dapat memengaruhi penuaan.
B. Te'r" Ps"k's's"'l'g"s
Teori psikososialogis memusatkan perhatian pada perubahan sikap dan perilaku yang menyertai peningkatan usia, sebagai la$an dari implikasi
A biologi pada kerusakan anatomis. 5ntuk tujuan pembahasan ini, perubahan
sosiologis atau non*isik dikombinasikan dengan perubahan psikologis.
Masing-masing indi+idu, muda, setengah baya, atau tua adalah unik dan memiliki pengalaman, melalui serangkaian kejadian dalam kehidupan, dan melalui banyak peristi$a."alama 8& tahun terakhir, beberapa teori telah berupaya untuk menggambarkan bagaimana perilaku dan sikap pada a$al tahap kehidupan dapat memengaruhi reaksi manusia sepanjang tahap akhir hidupnya. Pekerjaan ini disebut proses Bpenuaan yang suksesC ontoh dari teori ini termasuk teori kepribadian.
'/ Teori #epribadian
#epribadian manusia adalah suatu $ilayah pertumbuhan yang subur dalam tahun-tahun akhir kehidupannya yang telah merangsang penelitian yang pantas dipertimbangkan.Teori kepribadian menyebutkan aspek-aspek pertumbuhan psikologis tanpa menggambarkan harapan atau tugas spesi*ik lansia. Dungmengembangkan suatu teori pengembangan kepribadian orang de$asa yang memandang kepribadian sebagai ektro+ert atau intro+ert ia berteori bah$a keseimbangan antara keddua hal tersebut adalah penting kesehatan. idalam konsep intoritas dari Dung, separuh kehidupan manusia berikutnya digambarkan dengan memeiliki tujuannya sendiri yaitu untuk
mengembangkan kesadaran diri sendiri melalui akti+itas yang dapat mere*leksikan diri sendiri.
%/ Teori Tugas Perkembangan
!eberapa ahli teori sudah menguraikan proses maturasi dalam kaitannya dengan tugas yang harus dikuasai pada tahap sepanjang rentang hidup manusia. @asil penelitian Erison mungkin teori terbaik yang dikenal dalam bidang ini.Tugas perkembangan adalah akti+itas dan
tantangan yang harus dipenuhi oleh seseorang pada tahap-tahap spesi*ik dalam hidupnya untuk menapai penuaan yang sukses.Erikson menguraikan tugas utama lansia adalah mampu melihat kehidupan seseorang sebagai kehidupan yang dijalani dengan integritas. Pada kondisis tidak adanya penapaian perasaan bah$a ia telah menikmati kehidupan yang baik, maka lansia tersebut beresiko untuk disibukkan
7 dengan rasa penyesalan atau putus asa. Minat yang terbaru dalam konsep ini sedang terjadi pada saat ahli gerontologi dan pera$at gerontologi memeriksa kembali tugas perkembanagn lansia.
</ Teori isengagement
Teori disengagement 6teori pemutusan hubungan/, dikembangkan pertama kali pada a$al tahun '7>&-an, menggambarkan proses penarikan diri oleh lansia dari peran bermasyarakat dan tanggung ja$abnya. Menurut ahli teori ini, proses penarikan diri ini dapat diprediksi, sistematis, tidak dapat dihindari, dan penting untuk *ungsi yang tepat dari masyarakat yang sedang tumbuh.2ansia dikatakan bahagia apabila kontak sosial telah berkurang dan tanggung ja$ab telah diambil oleh generasi yang lebih muda.
Man*aat pengurangan kontak sosial bagi lansia adalah agar ia dapat menyediakan $aktu untuk mere*leksikan penapaian hidupnya dan untuk menghadapi harapan yang tidak terpenuhi, sedangkan man*aatnya bagi masyarakat adalah dalam rangka memindahkan kekuasaan generasi tua pada generasi muda.
Teori ini banyak menimbulkan kontro+ersi, sebagian karena penelitian ini dipandang aat dan karena banyak lansia yang menentang BpostulatC yang dibangkitkan oleh teori untuk menjelaskan apa yang terjadi didalam pemutusan ikatan atau hubungan. "ebagai ontoh, diba$ah kerangka kerja teori ini, pensiun $ajib menjadi kebijakan sosial yang harus diterima. engan meningkatnya rentang $aktu kehidupan alami, pensiun pada usia >( tahun berarti bah$a seorang lanjut usia yang sehat dapat berharap untuk hidup %& tahun lagi. !agi banyak indi+idu yang sehat dan produkti*, prospek diri suatu langkah yang lebih lambat dan tanggung ja$ab yang lebih sedikit merupakan hal yang tidak diinginkan.Delasnya, banyak lansia dapat terus menjadi anggota masyarakat produkti* yang baik sampai mereka berusia A& sampai 7& tahun.
8/ Teori 4kti+itas
2a$an langsung dari teori disengagement adalah teori akti+itas penuaan, yang berpendapat bah$a jalan menuju penuaan yang sukses
adalah dengan ara tetap akti*. @a+ighurst yang pertama menulis tentang pentingnya tetap akti* seara sosial sebagai alat untuk penyesuaian diri yang
'& sehat untuk lansia pada tahun '7(%. "ejak saat itu, berbagai penelitian telah mem+alidasi hubungan positi* antara mempertahankan interaksi yang penuh arti dengan oranglain dan kesejahteraan *isik dan mental orang tersebut. )agasan pemenuhan kebutuhan seseorang harus seimbang dengan pentingnya perasaan dibutuhkan oleh orang lain. #esempatan untuk turut berperan dengan ara yang penuh arti bagi kehidupan seseorang yang penting bagi dirinya adalah suatu komponen kesejahteraan yang penting bagi lansia. Penelitian menunjukkan bah$a hilangnya *ungsi peran pada lansia seara negati* memengaruhi kepuasan hidup."elain itu, penelitian terbaru menunjukkan pentingnya akti+itas mental dan *isik yang berkesinambungan untuk menegah kehilangan dan pemeliharaan kesehatan
sepanjang masa kehidupan manusia. (/ Teori #ontinuitas
Teori kontinuitas, juga di kenal sebagai suatu teori perkembangan, merupakan suatu kelanjutan dari dua teori sebelumnya dan menoba untuk menjelaskan dampak kepribadian pada kebutuhan untuk tetap akti* atau memisahkan diri agar menapai kebahagiaan dan terpenuhinya kebutuhan di usia tua. Teori ini menekankan pada kemampuan koping indi+idu sebelumnya dan kepribadian sebagai dasar untuk memprediksi bagaimana seseorang akan dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan akibat penuaan. 1iri kepribadian dasar dikatakan tetap tidak berubah $alaupun usianya telah lanjut. "elanjutnya, iri kepribadian seara khas menjadi lebih jelas pada saat orang tersebut bertambah tua. "eseorang yang menikmati bergabung dengan orang lain dan memiliki kehidupan sosial yang akti* akan
terus menikmati gaya hidupnya ini sampai usianya lanjut. ;rang yang menyukai kesendirian dan memiliki jumlah akti+itas yang terbatas mungkin akan menemukan kepuasan dalam melanjutkan gaya hidupnya ini. 2ansia yang terbiasa memiliki kendali dalam membuat keputusan mereka sendiri tidak akan dengan mudah menyerahkan peran ini hanya karena usia mereka yang telah lanjut. "elain itu, indi+idu yang telah melakukan manipulasi atau
abrasi dalam interaksi interpersonal mereka selama masa mudanya tidak akan tiba-tiba mengembangkan suatu pendekatan yang berbeda didalam masa akhir kehidupannya.
'' #etika perubahan gaya hidup dibebankan pada lansia oleh perubahan sosial-ekonomi atau *aktor kesehatan, permasalahan mungkin akan timbul. #epribadian yang tetap tidak diketahui selama pertemuan atau kunjungan singkat kadang-kadang dapat menjadi *okal dan juga menjadi sumber kejengkelan ketika situasi mengharuskan adanya suatu perubahan didalam pengaturan tempat tinggal. #eluarga yang berhadapan dengan keputusan yang sulit tentang perubahan pengaturan tempat tinggal untuk seorang lansia sering memerlukan banyak dukungan. "uatu pemahaman tentang pola kepribadian lansia sebelumnya dapat memberikan pengertian yang lebih diperlukan dalam proses pengambilan keputusan ini.
BAB III
PENUTUP
.1. Kes"m)ulan
Menua 6aging/ adalah proses menghilangnya seara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri dan mempertahankan struktur dan *ungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas 6termasuk in*eksi/ dan memperbaiki kerusakan yang diderita61onstantinides, '778/
Menua merupakan proses yang dapat dilihat sebagai sebuah kontinum kejadian dari lahir sampai meninggal 63gnati+ius, orkman, Mishler, '777/.
Proses penuaan dapat ditinjau dari aspek biologis, sosial dan psikologik. Teori-teori biologik sosial dan *ungsional telah ditemukan untuk menjelaskan dan mendukung berbagai de*inisi mengenai proses menua.
an pendekatan multi disiplin mengenai teori penuaan, pera$at harus memiliki kemampuan untuk mensintesa berbagai teori tersebut dan menerapkannya seara total pada lingkungan pera$atan klien usia lanjut termasuk aspek *isik, mental9emosional dan aspek-aspek sosial. engan demikian pendekatan eklektik akan menghasilkan dasar yang baik saat merenanakan suatu asuhan kepera$atan berkualitas pada klien lansia.
Teori biologis menoba untuk menjelaskan proses *isik penuaan, termasuk perubahan *ungsi dan struktur, pengembangan, panjang usia dan kematian.
Perubahan-perubahan dalam tubuh termasuk perubahan molekular dan seluler dalam sistem organ utama dan kemampuan tubuh untuk ber*ungsi seara adekuat dan mela$an penyakit.
Teori psikososialogis memusatkan perhatian pada perubahan sikap dan perilaku yang menyertai peningkatan usia, sebagai la$an dari implikasi biologi pada kerusakan anatomis. 5ntuk tujuan pembahasan ini, perubahan sosiologis
atau non*isik dikombinasikan dengan perubahan psikologis.
'%
'<
.2. %aran
Masa tua adalah sesuatu yang akan dan harus dihadapi oleh setiap manusia, untuk menjalani proses kehidupan mereka. Tidak ada satupun orang yang dapat menghindarinya dan berusaha agar tetap dapat terlihat a$et muda. !erbagai prosesharus dile$ati, namun beberapa orang ada yang dapat melalui prosesnya
dengan baik, namun ada pula yang tidak ukup lanar. itinjau dari berbagai aspek dan sudut pandang, dari segi *isik dan keji$aan.
Maka, pera$at yang melakukan tindakan asuhan kepera$atan pada berbagai tingkatan usia harus dan $ajib tahu bagaimana konidisi *isiologis pasiennya. Termasuk pada usia lanjut.
"emoga makalah ini dapat menjadi salah satu re*erensinya, baik sebagai auan dalam pembelajaran, ataupun sebagai pedoman dalam tindakan asuhan kepera$atan pada klien usia lanjut.
DA*TAR PU%TAKA
)una$an ", Nardho, r, MP@, '77(, Upaya Kesehatan Usia Lanjut . Dakarta ep #es 0.3.
Pringgoutumo, dkk. %&&%. Buku Ajar Patologi 1 (umum), Edisi '. Dakarta. "agung "eto.
DA*TAR I%I #4T4 PEN)4NT40... i 4T40 3"3... ii !4! 3 PEN4@5254N '.' 2atar !elakang... ' '.% 0umusan Masalah... ' '.< Tujuan Penulisan... % !4! 33 PEM!4@4"4N %.' e*inisi Penuaan... < %.% Teori-Teori Penuaan... < a. Teori !iologis... < b. Teori Psikososiologis... ? !4! 333 PEN5T5P <.' #esimpulan... '%
<.% "aran... '<
4T40 P5"T4#4