RESOLUSI CINTA
UNTUK
PERTANIAN INDONESIA
TERUNTUK INDONESIA
Bangun dan lihatlah di sana, mereka saudara kita Sejarah itu telah lama makmurnya bangsa kita
Hutan kita yang hijau dulu kini menjadi abu
Sekuntum bunga yang hendak layu menunggu tanganmu Bersemilah dan berkembanglah bungaku di tanah kaya
Dan tumbuhlah warnai dunia bersama kilau permata Inilah suara hati kami, teruntuk Indonesia Keserakahan manusia tak ‘kan ada habisnya
Abaikan rasa keadilan demi perut mereka
Bersemilah dan berkembanglah bungaku di tanah kaya Dan tumbuhlah warnai dunia bersama kilau permata
Inilah suara kami, teruntuk Indonesia Dengarkanlah, dengarkanlah Bapak kami yang ada di sana
Tanah kita kaya raya Tapi mengapa kita berbeda? Inilah suara hati kami, teruntuk Indonesia
Bersemilah dan berkembanglah bungaku di tanah kaya Dan tumbuhlah warnai dunia bersama kilau permata
Inilah suara hati kami, teruntuk Indonesia Teruntuk Indonesia
Teruntuk Indonesia
PRAKATA EDITOR
Segala puja dan puji syukur kita haturkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terbitnya buku serial kajian “Resolusi Cinta Untuk Pertanian Indonesia : Kumpulan Ide, Gagasan, dan Kajian Kritis Pertanian”. Kementerian Luar Negeri BEM FP UNS 2014 memiliki Visi “Bangkitnya Intelektualitas Mahasiswa Pertanian dalam Gerakan yang Inovatif, Kontributif, Kreatif, Kolaboratif dan Mandiri Untuk Pertanian Indonesia yang berdaulat”. Dengan membawa visi besar tersebut, maka dibutuhkan langkah strategis dalam prosesnya, dan salah satu langkah strategis tersebut adalah dengan adanya penerbitan buku yang ada di tangan pembaca sekalian. Selama satu tahun masa pengabdian bersama keluarga besar BEM FP UNS 2014 Kabinet Pertanian Mandiri, tentunya Kemenlu memiliki pengalaman yang berharga atas pergumulan intelektual dan diskusi-diskusi akademis dalam memberikan BEM FP UNS 2014 sikap terhadap sebuah isu eksternal. Pada 2014 ini, kami memiliki tiga isu utama dalam mengawal Mahasiswa Fakultas Pertanian menjadi mahasiswa yang benar-benar intelektual, yaitu isu kedaulatan pangan dan Pertanian, isu PEMILU 2014, isu pendidikan tinggi. Buku ini adalah buku kajian yang dimaksudkan untuk mencerdaskan semua kalangan, utamanya mahasiswa pertanian di lingkungan Fakultas Pertanian UNS terhadap
berbagai macam isu-isu strategis khususnya bidang pertanian. Selain berisi hasil kajian selama satu tahun ini, buku ini juga memuat opini-opini yang berasal dari pemikiran anggota-anggota BEM FP UNS 2014 pada sektor Pertanian. Banyak calon intelektual di BEM FP UNS 2014 yang perlu diapresiasi bakatnya dalam menulis, dan pembaca dapat menemukan kekayaan pemikiran mereka pada buku serial kajian ini.
Tentu saja, hasil kajian Kemenlu selama satu tahun ini menjadi salah satu isi buku yang menghabiskan berlembar-lembar kertas yang berisi analis isu di sektor pertanian. Isu Pertanian adalah isu yang selalu hangat untuk diperbincangkan dan banyak disoroti oleh berbagai kalangan. Mulai dari para pejabat hingga para tukang ojeg. Pejabat tinggi mulai membicarakan bagaimana solusi dari keadaan pertanian saat ini yang dipenuhi kemelut, dan masyarakat mulai membicarakan pertanian karena harga pangan yang mahal langsung berimbas pada keadaan finansial yang mereka miliki.
Berbicara permasalahan pertanian berarti berbicara tentang hidup matinya suatu bangsa, begitu kata sang proklamator Ir.Soekarno. Dalam buku ini pembaca akan menemukan sebuah resolusi cinta yang ditawarkan para penulis. Resolusi Cinta untuk Pertanian ini adalah bentuk kegelisahan dan kecintaan kami terhadap kondisi Pertanian Indonesia yang kami tuangkan dalam tulisan, Semoga Resolusi Cinta yang kami tawarkan dalam buku ini bisa bermanfaat bagi semua kalangan khususnya orang - oarang yang bergerak di bidang pertanian
dan dapat menjadi referensi dalam mengawal bangkitnya pertanian Indonesia. Semoga Pertanian Indonesia bisa Berjaya dan berdaulat.
Budaya membaca, menulis, dan berdiskusi saat ini semakin berkurang, padahal kita tahu di sekitar kita sangat banyak rekan-rekan kita yang memiliki bakat terpendam tersebut. Oleh karena itu, semoga buku serial hasil kajian ini menjadi pintu gerbang yang membuka cakrawala kehangatan diskusi intelektualitas mahasiswa Pertanian Indonesia. Jadilah mahasiswa yang memiliki kekuatan berpikir yang handal, kedepankan humanisme, bangun kepercayaan dengan rasa saling percaya, dan hargai perbedaan karena perbedaan adalah selat yang mempersatukan pulau-pulau persatuan.
Hidup Intelektual Pertanian! Hidup Pertanian Indonesia! Selamat membaca
Surakarta, dipagi hari yang cerah bulan Desember 2014
Mengembalikan Kedaulatan
Pertanian Indonesia
Oleh : Rizky Khaerul Ikhwan
Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian Nasional. Namun sektor pertanian apabila dilihat keberjalanan pembangunannya, masih belum mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa. Mulai dari proteksi terhadap pertanian, kredit hingga kebijakan lain yang bisa menguntungkan bagi sektor pertanian. Apabila kita lihat pada masa orde baru, sektor pertanian dijadikan program fokus pemerintah dalam pembangunan perekonomian nasional. Pada masa itu sektor pertanian menjadi sektor yang sangat maju dan sangat menguntungkan. Hal ini pun sesuai dengan UU Pokok Agraria 1960. UUPA 1960 merupakan konstitusi pokok yang mengatur garis – garis besar agraria di Indonesia. Undang-undang ini juga merupakan Undang-undang yang menjalankan amanat konstitusi UUD 1945 Pasal 33 ayat 3, isi pada pasal tersebut bisa juga kita tafsirkan sebagai demokrasi ekonomi. UUPA 1960 merupakan cerminan penting bagi Indonesia bahwa negeri ini merupakan negeri agraris, pun undang-undang inilah juga yang menjadi aturan penting yang bisa melindungi pertanian dalam negeri. Maka, sangat berdosa sekali apabila pemerintah tidak lagi “Pro” terhadap pertanian, tidak lagi mengutamakan dan mempriorotaskan sektor pertanian sebagai sektor strategis dalam
pembagunan nasional. Pemerintah harus berkaca kembali dan mengevaluasi diri, merefleksi diri melihat UUPA 1960 tersebut.
Perjalanan pembangunan pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada pendapatan nasional. Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Hal ini didasari dari beberapa faktor diantaranya potensi sumber daya alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional cukup besar, besar pangsa pasar terhadap expor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, mempunyai peran dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan.
Potensi pertanian Indonesia sangat besar, bahkan Indonesia disebut-sebut sebagai negara agraris, yang artinya Indonesia berpusat pada sektor pertanian dalam pembangunan nasionalnya. Namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin. Hal ini dikarenakan masih ada kebijakan-kebijakan dari pemerintah itu sendiri. Usaha pertanian di Indonesia sampai saat ini masih banyak didominasi oleh usaha dengan skala kecil, modal yang terbatas, wilayah pasarnya lokal dan tidak ada fasilitator dari pemerintah untuk bisa mengembangkan pasar, kemudian masih menggunakan teknologi yang masih sederhana, sangat dipengaruhi oleh musim, akses teknologi dan pasar sangat rendah, pasar
komoditi pertanian yang sifatnya monopoli, yang masih dikuasai oleh pedagang-pedagang besar sehingga terjadi eksploitasi harga yang merugikan petani kecil, kemudian masih ada konversi lahan pertanian menjadi non pertanian yang semakin tak terkendali lagi, kurangnya penyediaan benih bermutu bagi petani, kelangkaan pupuk, dan permasalahan lainnya.
Permasalahan diatas menandakan bahwa pemerintah masih belum serius dalam mengedepankan sektor pertanian. Sektor pertanian pun masih belum terproteksi, adanya deindustrialisasi yang semakin digalakan oleh pemerintah membuat sektor pertanian terabaikan. Seharusnya ada Peraturan daerah tentang perlindungan lahan pertanian di setiap daerah, karena kasus kali ini lahan pertanian yang ada di daerah - daerah yang mempunyai potensi besar pada sektor pertanian kini di alih fungsikan. Alih fungsi lahan semakin marak. Apabila terus seperti ini akan menjerumuskan sektor pertanian pada kehancuran.
Pertanian Indonesia mempunyai potensi besar untuk
dikembangkan. Indonesia memiliki lahan yang sesuai dan tersedia untuk pertanian. Sebagaimana data yang dikeluarkan oleh Departemen Pertanian pada tahun 2006, potensi lahan untuk pertanian adalah 30,67 juta hektar. Dimana 8,28 juta hektar berpotensi untuk sawah (2,98 lahan basah rawa dan 5,30 lahan basah non rawa) dan 7,08 juta hektar untuk lahan kering tanaman semusim. Namun saat ini lahan sawah untuk irigasi adalah 7,7 juta hektar.