• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bupati : Relokasi PKL Alunalun Purworejo Jalan Terus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bupati : Relokasi PKL Alunalun Purworejo Jalan Terus"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Bupati : Relokasi PKL

Alun-alun Purworejo Jalan Terus

PURWOREJO, FP – Bupati Purworejo menegaskan sikapnya akan terus melanjutkan rencananya untuk merevitalisasi Alun-alun Purworejo sesuai jadwal. Penegasan itu diungkapkan kepada pers seusai membuka kegiatan bakti sosial Netra Permana di Desa Tegalrejo, Kecamatan Banyuurip, Kamis (20/7).

“Pembangunan alun-alun jalan terus karena sudah menjadi kesepakatan antara legislatif dan eksekut. Eksekutif hanya menjalankan program yang sudah disepakati (dengan DPRD),”tegasnya.

Menurut bupati, eksekutif justru akan disalahkan (oleh DPRD) jika tidak menjalankan program yang sudah disepakati.

Menanggapi pernyataan dua anggota DPRD Purworejo, Dion Agasi dan Muh Dahlan yang minta agar pembangunan Alun-alun ditinjau ulang, bupati mengaku bisa memahami statement anggota dewan karena mereka wakil rakyat.

Dikemukakan, pro dan kontra bahwa ada pihak yang dirugikan dalam sebuah penertiban kawasan, di daerah manapun hal itu merupakan hal biasa.

“Penolakan terhadap kebijakan penertiban banyak terjadi di daerah lain. Bahkan ada PKL yang lebih ngoyot dan ngotot, tapi akhirnya legawa dan bisa menerima penataan demi kepentingan yang lebih luas,”ujar Bupati.

Bupati minta agar dalam pembangunan Alun-alun, tidak bicara soal kerugian, karena semua bisa merasa dirugikan. Jika program ini dilaksanakan, PKL yangg selama ini memanfaatkan alun-alun merasa dirugikan.

“Tapi jika tidak dilaksanakan, akan lebih banyak lagi masyarakat Purworejo yang dirugikan (dengan PKL di Alun-alun),”pungkasnya.

(2)

Heri Priyantono (Direktur

LPKSM EMPATI) : Rencana

Pembangunan Alun-alun Harus

Ditinjau Ulang

PURWOREJO – Direktur Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakata ( LPKSM) EMPATI, Hery Priyantono meminta agar Bupati Purworejo meninjau kembali kebijakanya terkait rencana pembangunan Alun-alun Purworejo yang berdampak pada relokasi puluhan pedagang kaki lima (PKL) Pendowo.

Hery Priyantoro yang juga wartawan salah satu media nasional juga meminta agar pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Purworejo menunda proses lelang pengerjaan pembangunan Alun-alun Purworejo.

Hal itu mengemuka dalam acara Forum Komunikasi Dengar Aspirasi Publik atau Critical Voice Point dengan tema Penempatan Kembali Pedagang Pasar Baledono, Pembangunan Tugu Krisna Duta, dan Pemberdayaan PKL Alun-alun / Taman Kuliner di Pendopo Kabupaten Purworejo Rabu (19/7).

Menurut Hery, permintaan tersebut didasari karena selama ini belum deal dan ada titik temu soal pembangunan Alun-alun Purworejo. Bahkan Heri menganggap rencana pembangunan Alun-alun tersebut program konyol karena tidak memperdulikan aspirasi dan nasib PKL yang sudah puluhan tahun mengais rejeki dilokasi itu. “Saya minta pembangunan Alun-alun Purworejo ditinjau ulang karena belum deal, ” kata Hery.

Dikatakan, keberadaan PKL di Alun-alun Purworejo selama ini sudah menjadi ikon kuliner dan menjadi salah satu tujuan wisata malam hari di Kabupaten Purworejo.

Selain itu, lanjut Heri, selama ini PKL Alun-alun sudah memberi kontribusi ke DP2KAD sebesar Rp 2,5 juta per bulan melalui Pajak Retribusi Berdagang, Dana Pembinaan untuk Dinas Perdagangan melalui Kopnumkm sebesar Rp 750 ribu per bulan, dan Rp 6 juta per bulan melalui parkir.

“Oleh sebab itu sekali lagi saya minta bupati dan dinas terkait meninjau ulang pembangunan Alun-alun Purworejo karena

(3)

konsepnya tidak jelas serta janji kesejahteraan hanya pelipur lara,” tandas Hery.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan, semua aspirasi akan menjadi catatan buat pemerintah dan akan dipikirkan. Bupati juga menyampaikan setiap penertiban pasti ada yang dirugikan. “Semua butuh kelogowoan, “kata bupati.

Dalam kesempatan itu Hery juga mengajak Anik, salah satu PKL Alun-alun dan putrinya yang bingung karena lokasi usahanya bakal tergusur akibat pembangunan Alun-alun. “Pak bupati tolong jangan gusur tempat usaha saya, anak saya masih butuh biaya sekolah,”kata Anik didepan bupati.

Anik merupakan PKL yang berjualan disudut Alun-alun dan suaminya meninggal saat mendorong gerobak usai berjualan.

Hadir dalam acara tersebut, Forkompimda, LSM, mantan Bupati Purworejo H. Kelik Sumrahadi, S.Sos, Mahasiswa, perwakilan pedagang Pasar Baledono, perwakilan PKL Alun-alun Purworejo dan tokoh masyarakat.

Desa Jelok Dinobatkan Desa

Paling Aman di Purworejo

PURWOREJO, FP – Desa Jelok Kecamatan Kaligesing berhasil keluar sebagai juara pertama dalam Lomba Desa Teraman yang digelar oleh Sat Binmas Polres Purworejo. Menyusul sebagai juara 2, 3, adalah Desa Suren Kecamatan Kutoarjo dan Desa Luweng Kidul Kecamatan Pituruh.

Sementara juara harapan 1, 2, dan 3 dimenangkan oleh Desa Curug Kecamatan Ngombol, Desa Wonoroto Kecamatan Purworejo dan Desa Kaliwatu Bumi Kecamatan Butuh.

Pemberian piagam dan hadiah dilakukan pada saat upacara peringatan Hari Bhayangkara ke 71 tahun 2017 di halaman Mapolres setempat Senin (10/7).

Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo, SIK mengatakan, penilaian lomba dilakukan oleh Sat Binmas Polres Purworejo dengan cara melaksanakan pengecekan pos kamling dan desa

(4)

teraman di 16 desa perwakilan 16 Polsek jajaran Polres Purworejo.

“Diharapkan dengan pemberian reward ini mampu memicu atau memberi motivasi bagi pelaku siskamling yang lain untuk lebih baik lagi, “kata Kapolres. Dijelaskan, penilaian siskamling dan desa teraman bagian dari program Among Warga yang mama dalam program tersebut anggota Bhabinkamtibmas bersilaturahmi ke rumah warga untuk mengidentifikasi persoalan sosial yang bisa berpotensi kearah gangguan kamtibmas.

“Artinya masyarakat bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri dan lingkungan. Sebab polisi tidak bisa bekerja secara maksimal tampa adanya peran serta masyarakat, “ucap Kapolres. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada pemenang 16 anggota Bhabinkamtibmas yang dinilai berhasil berprestasi di bidangnya.

Bupati Purworejo Buka TMMD

Sengkuyung Tahap II 2017 di

Somongari

PURWOREJO, FP – Setelah berhasil melaksanakan Program TMMD Reguler 98 di Wonosido, Kodim 0708 Purworejo kembali menggelar TMMD Sengkuyung Tahap II 2017 yang dilaksanakan di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.

Kegiatan TMMD di Somongari resmi di buka oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, S.E., M. M., dengan ditandai dengan pemukulan

(5)

kentongan dan penyerahan alat kerja sebagai tanda telah dimulainya program TMMD ini.

Pembukaan TMMD di gelar di Lapangan Desa Somongari, Selasa (4/7) dengan diikuti oleh peserta upacara dari Kodim Purworejo, Yonif Mekanis 412 Raider, Brimob, FKPPI, Warga dan KKN dari UGM serta para pejabat dari instansi pemerintah daerah Kabupaten Purworejo.

P a d a T M M D d i S o m o n g a r i menargetkan sasaran fisik berupa pembangunan rabat beton sepanjang 900 M, pembersihan drainase sepanjang 1800 M dan bedah rumah tidak layak huni sebanyak 20 rumah.

Selain itu juga diadakan penyuluhan dari dinas dan pemerintah daerah Purworejo dengan tujuan untuk membangun dan meningkatkan sumber daya manusia warga Desa Somongari sehingga dapat menjadi masyarakat yg lebih baik dan lebih mandiri.

“Kita ingin rakyat semakin sejahtera dan mandiri, kita juga ingin rakyat punya daya tangkal dan daya cegah terhadap berbagai hal yang menjadi ancaman terhadap keutuhan bangsa. Begitupun kalau rakyat ditanya, tentu mereka juga menginginkan kehidupan yang sejahtera. Pun saya yakin mereka juga ingin memberikan kontribusi bagi negeri. Itulah satu keinginan dan satu tujuan yang harus diintegrasikan dalam satu langkah nyata untuk membangun desa, dan kehidupan rakyatnya yang makin baik, layak, sehat dan sejahtera lahir maupun batin.” Kata Bupati

(6)

saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah.

Pada akhir kegiatan pembukaan TMMD Bupati Purworejo didampingi Dandim Purworejo Letkol Inf Aswin Kartawijaya meninjau lokasi pengerjaan rabat beton dengan menggunakan motor Babinsa.

Rekatkan Jalinan Keluarga, 41

Anak dan Cucu Digiring

Keliling Desa

PURWOREJO, FP – Ada banyak cara untuk merekatkan jalinan keluarga besar. Salah satunya dengan tradisi Angon Putu seperti yang dilakukan oleh keluarga Mbah Sapuan (81) dan Lasiyah (75) di Desa Kaliwungu Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo. Pasangan kakek nenek yang telah memiliki anggota keluarga sebanyak 41 orang ini mengumpulkan seluruhnya dan mengajak berkeliling desa serta ziarah ke makam luhurnya.

Pagi itu, Rabu (28/6), Mbah Sapuan berpenampilan layaknya seorang penggembala. Kepalanya bercaping dan tangannya menggenggam cemeti. Raut wajahnya yang keriput tampak cerah. Meski berusia senja, ia bersama sang istri masih tampak sumringah berjalan dan energik memainkan cemetinya.

Serupa menggembala kerbau atau ternak itik. Setelah berdoa di halaman rumahnya, Mbah Sapuan dengan sabar menggiring anak, menantu, dan cucu yang berjumlah 41 orang keliling desa. Sepanjang jalan yang dilewati, pemandangan yang jarang dijumpai itu menyedot perhatian warga.

“Ini merupakan tradisi Jawa yang dikenal dengan Angon Putu atau menggembala cucu. Syaratnya pasangan suami istri yang masih utuh sudah memiliki minimal 40 anggota keluarga, terdiri dari anak, cucu, dan buyut,” kata Siswanto, anak tertua dari

(7)

Mbah Sapuan yang kini menjadi Kepala SDN Plaosan UPT Dikpora Kecamatan Bruno.

Bagi keluarga Mbah Sapuan, Angon Putu merupakan salah satu bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas karunia keturunan hingga terbentuk sebuah keluarga besar. Angon Putu juga menjadi media perekat anggota keluarga dan menjaga tali silaturahmi.

“Mbah Sapuan memiliki 7 anak dan kini sudah tersebar di sejumlah daerah, seperti Jakarta dan Jawa Barat. Dengan seperti ini anggota keluarga secara lengkap dapat berkumpul dan saling berkomunikasi. Jika ada yang dalam kondisi kesulitan, kita jadi bisa saling membantu,” lanjutnya. Menurut Siswanto, Angon Putu kerap dilakukan warga dengan mengembala anggota keluarga di pasar tradisional. Ibarat ternak, mereka dapat merumput dengan memakan jajanan di pasar tersebut.

Namun, keluarga Mbah Sapuan lebih memilih menggiring anak-anaknya ke pemakaman yang berada di perbukitan untuk melakukan doa bersama. Di lokasi itu, mereka juga dikenalkan silsilah para leluhur dan anggota keluarganya.

“Seiring perkembangan zaman dan pengaruh agama, Angon Putu kita lakukan di makam leluhur. Para leluhur kami dilmakamkan di dua pemakaman, yakni makam Kalipetung dan Kiai Gober di desa ini,” bebernya.

Angon Putu yang berlangsung sekitar 3 jam diakhiri dengan melakukan doa bersama di rumah Mbah Sapuan. Seluruh anggota

(8)

k e l u a r g a j u g a m e n y a t u u n t u k m a k a n b e r s a m a y a n g mempresentasikan indahnya sebuah kerukunan.

Paguyuban Purworejo Satu

Irama Gelar Silaturahmi Akbar

dan Pemberian Santunan

PURWOREJO, FP – Dalam rangka untuk mempererat rasa tali persaudaran dan menjalin silaturahmi, Paguyuban Purworejo Satu Irama (PSI) Purworejo menggelar kegiatan Silaturahmi Akbar dan Bhakti Sosial berupa pemberian santunan bagi anak yatim piatu dan kaum duafa

Kegiatan diselenggarakan di Balai Serbaguna Dukuh Kragilan Kidul RT 02 RW 02 Desa Surorejo Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo, Kamis (29/6).

Hadir dalam silaturahmi akbar tersebut ratusan anggota PSI Purworejo yang tersebar di berbagai daerah dan perwakilan komunitas lainya seperti POP, CCP dan PKJ.

Sebanyak 5 kaum duafa dan 5 anak yatim piatu yang mendapat santunan uang tunai. Penyerahan bantuan secara simbolis dilalukan oleh Ketua Paguyuban PSI, Sarwoto dan Kepala Desa Surorejo, Mardino.

(9)

Ketua Paguyuban PSI, Sarwoto mengatakan, kegiatan Silaturahmi Akbar dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1438 H dan penyerahan santunan untuk anak yatim dan kaum duafa bertujuan sebagai sarana silaturahmi antar anggota dan masyarakat Purworejo, mempererat silaturahmi antar anggota dan masyarakat, “juga untuk mewujudkan tujuan, visi, misi Paguyuban PSI serta bentuk kepedulian sosial, “kata Sarwoto atau lebih dikenal sebagai Sarwo Kenari.

Kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan buku perpustakaan dari Paguyuban PKJ kepada PSI dan pertunjukan kesenian Kuda Lumping “Turonggo Seto” dari Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo.

Kelenteng Thong Hwie Khiong

Purworejo Bagi-bagi Takjil

PURWOREJO, FP – Sebagai wujud toleransi dan berbagi dalam bulan Ramadhan dan Idul Fitri, pengurus Klenteng Thong Hwie Khiong Purworejo menngelar aksi sosial berupa pembagian takjil kepada warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di depan Klenteng.

Pembagian takjil dilakukan selama tiga hari, Senin – Rabu (19-21/6). Sedikitnya Ada 150 bungkus kolak, 150 bungkus es, dan 150 bungkus nasi yang dibagikan.

(10)

Ketua penyelenggara, Ko An mengatakan, kegiatan tersebut sebagai rasa simpati dan berbagi di bulan Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri.

“Harapanya, tentunya kedepan komunikasi yang sudah terbangun dan terjalin dengan baik antara umat Klenteng dengan warga sekitar atau sebaliknya bisa semakin ditingkatkan, ” kata Ko An.

Hingga H – 4 Arus Lalu Lintas

di Jalur Utama Kebumen Masih

Lengang

KEBUMEN, FP – Memasuki H – 4 Operasi Ramadniya Candi 2017 belum tampak arus lalu lintas yang meningkat secara signifikan, hal ini terlihat dari pantauan udara dari tim Polres Kebumen, Rabu (21/6).

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, S.Sos menerangkan saat melakukan kunjungan dengan Muspida, semua personil sudah digelar mulai Senin (19/6) di semua pos pengamanan dan Sub Pospam lebaran di sepanjang jalur utama Kebumen, “Diperkirakan arus lalu lintas akan meningkat mulai besok sore dan puncaknya pada hari jumat malam mendatang” ucap Kapolres.

Masih kata Kapolres, penyebabnya mungkin ini dampak dari para anak sekolah yang sudah libur kenaikan kelas mulai dari tanggal 17 Juni yang manjadikan para pemudik sudah lebih awal pulang ke kampung halaman.

(11)

“Disepanjang jalur utama Gombong sampai karanganyar dan perlintasan rel kereta api Karanganyar yang merupakan jalur rawan macet saat arus mudik hingga saat ini arus lalu lintas masih terpantau lengang” papar Kapolres.

Antisipasi Kejahatan, Polwan

Polres Kebumen Blusukan ke

Pasar

KEBUMEN, FP – Meningkatnya aksi kejahatan menjelang Lebaran, Polwan Polres Kebumen giatkan patroli ke pasar dan tempat keramaian. Patroli ini, sekaligus menghimbau dan mengingatkan kepada warga Kebumen agar waspada terhadap kejahatan.

Keterangan Aipda Ni Wayan S, salah satu personel Polwan yang melakukan patroli, kegiatan ini tidak lain untuk mengingatkan langsung kepada para pengguna jalan maupun pengunjung pasar agar waspada terhadap aksi kejahatan, Rabu (14/06) siang.

“Kami sampaikan kepada para pengunjung pasar, agar tidak mengenakan perhiasan mencolok, serta membawa uang secukupnya. Selain itu, kami ingatkan agar mengecek pintu sebelum pergi ke pasar. Mencegah kan lebih baik,” terang Aipda Ni Wayan.

Salah satu penjual sayuran bernama Saroh mengatakn kegiatan ini sangat bermanfaat. Menurutnya, dengan diingatkan langsung oleh Polwan untuk waspada tentunya lebih mengena dan lebih diperhatikan oleh teman temannya sesama pedagang dan pengguna pasar.

Lanjut Aipda Ni Wayan kegiatan patroli Polwan ini merupakan trobosan Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti untuk menekan angka kriminalitas di wilayah Kebumen. Kegiatan ini kana tersu digelar hingga Lebaran nanti dengan menyasar tempat keramaian. Berdasarkan data yang diperoleh Polres Kebumen, tidak sedikit warga Kebumen menjadi korban kejahatan hipnotis ataupun curas. Para pelaku akan mengincar calon korbannya yang berpenampilan mencolok, dengan memakai perhiasan berlebihan.

(12)

Tidak Beri THR Perusahaan

Terancam Kena Sanksi

PURWOREJO, FP – Pada H – 7 lebaran perusahaan sudah harus memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawanya. Jika tidak terlambat maka perusahaan bakal terancam sanksi berupa denda 5 persen dari nominal THR yang harus dibayarkan. Sedang bagi perusahaan yang tidak memberi THR akan dikenai sanksi adminitrasi.

Hal itu disampaikan Kasi Hubungan Industrial dan Syarat Kerja (Hubinsyaker) Dinas Perindustrian Tenaga Kerja (Diprinaker) Kabupaten Purworejo, Minarniningsih SE, Rabu (14/6).

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Dijelaskan, untuk besaran THR, bagi pekerja yang sudah memiliki masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan 1 bulan upah. “Sementara untuk pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai masa kerja, “kata Minarniningsih.

Lanjutnya, hingga kini belum ada persoalan menyangkut THR baik dari perusahaan maupun pekerja. “Dari sosialisasi dan monitoring tercatat sebanyak 634 perusahaan terdaftar pemberi THR dan siap memberikan THR paling lambat tanggal 17 Juni 2017,”kata Minarniningsih.

Diungkapkan, untuk memberi kesempatan kepada pekerja dan perusahaan terkait persoalan THR, Diprindagker Purworejo membuka posko pengaduan.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1). CSR tidak berpengaruh pada nilai

ikan yang berasosiasi pada rumpon, lalu ikan tersebut ditangkap oleh nelayan Palabuhanratu menggunakan pancing ulur. Rumpon yang portable merupakan rumpon yang

ITPC Hamburg dan KBRI Berlin memfasilitasi pengusaha Jerman dan Indonesia Dalam rangka meningkatkan hubungan dagang antara Indonesia dengan Jerman, pihak ITPC Hamburg dan KBRI

Oleh sebab itu, kekuasaan dalam pan- dangan Gajah Mada dapat ditafsirkan sebagai kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik secara langsung dengan

Dari hasil pengamatan histopatologi, mulai jam ke-2 pi terlihat adanya perubahan lesio pada jaringan jantung ikan lele, sementara pada kelompok kontrol menunjukan tidak ada

Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan Negara maka Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 11 Tahun 1g99 tentang Retribusi Pelayanan

[r]

Kain yang berwarna putih sudah pasti harus dipisah dari kain yang berwarna untuk menghindari lunturnya pakaian berwarna ke pakaian putih.. Panduan pemilahan berdasarkan