• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

7

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

Penulis menggunakan beberapa landasan teori yang berhubungan dengan judul tugas akhir ini, karena tanpa adanya teori akan menyebabkan informasi yang disajikan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

2.1.1. Sistem Informasi a. Pengertian Sistem

Menurut Seno Wibowo (Jatmika, 2019) “Sistem adalah kumpulan atau himpunan daru unsur atau variable-variabel yang saling terakit, saling berinteraksi, dan saling tergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan.”

Menurut (Anggraeni & Irviani, 2017) “Sistem adalah kumpulan orang yang sedang bekerja sama dengan ketentuan-ketentuan aturan yang sistematis dan terstruktur untuk membentuk satu kesatuan yang melaksanakan suatu fungsi untuk mencapai suatu tujuan.” Menurut (Anggraeni & Irviani, 2017) Sistem memiliki beberapa karakteristik atau sifat yang terdiri dari:

1) Komponen sistem (Component): suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang saling bekerja sama membentuk suatu komponen sistem.

2) Batasan sistem (Boundary): merupakan daerah yang membatasi suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan kerjanya.

(2)

3) Subsistem (Sub System): bagian-bagian dari sistem yang beraktivitas dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dengan sasarannya masing-masing.

4) Lingkungan luar sistem (Environment): suatu sistem yang ada di luar dari batasan sistem yang dipengaruhi oleh operasi sistem.

5) Penghubung sistem (Interface): media penghubung antara sub sistem dengan sub sistem lain. Adanya penghubung ini memungkinkan berbagai sumber daya mengalir dari suatu sub sistem ke sub sistem lainnya.

6) Masukan sistem (Input): energi yang masuk ke dalam sistem, berupa perawatan dan sinyal. Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat berinteraksi.

7) Keluaran sistem (Output): hasil energi yang diolah dan diklasifikasi menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

8) Pengolahan sistem (Procces): suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

9) Sasaran sistem (Object): tujuan yang ingin dicapai oleh sistem, akan dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan.

b. Pengertian Informasi

Menurut (Anggraeni & Irviani, 2017) “informasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna dan berarti bagi penerimanya, serta untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai suatu keadaan.”

Menurut Seno Wibowo (Jatmika, 2019) “Informasi merupakan aset penting bagi suatu instituti atau organisasi. Oleh karena itu, informasi harus berkualitas, dijaga, dan dipelihara dengan baik.”

(3)

Menurut Elisabet dan Rita (Pambudi et al., 2019) “ Informasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna dan berarti bagi penerimanya, serta untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan menenai suatu keadaan”

c. Pengertian Sistem Informasi

Menurut Wilkinson (Sungkar & Solo, 2019) “sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengoordinasikan sumber daya (manusia, komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasaransasaran perusahaan”.

Menurut (Anggraeni & Irviani, 2017) “sistem informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.” Komponen-komponen sistem informasi menurut (Anggraeni & Irviani, 2017) adalah sebagai berikut:

1) Komponen input, adalah data yang masuk ke dalam sistem informasi.

2) Komponen model, adalah kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3) Komponen output, adalah hasil informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakasi sistem.

4) Komponen teknologi, adalah alat dalam system informasi, teknologi digunakan dalam penerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantau pengendalian sistem. 5) Komponen basis data, adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang

(4)

6) Komponen Kontrol, adalah komponen yang mengendalikan gangguan terhadap sistem informasi.

2.1.2. Web Site

a. Internet

Menurut Nurmanina et.al (Ii & Pustaka, 2017) “Internet adalah sistem global jaringan komputer yang saling berhubungan yang menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani milyaran pengguna di seluruh dunia.” Menurut EMS (Ii & Pustaka, 2017) “Internet merupakan salah satu media pencarian informasi melalui komputer yang dapat menjangkau seluruh dunia.”

Kesimpulannya menurut (Ii & Pustaka, 2017) “internet adalah salah satu media pencarian yang menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani milyaran pengguna di seluruh dunia.”

b. Website

Menurut Yeni Kustianingsih & Devie (Susianto, 2019) menyatakan bahwa:

Website awalnya merupakan suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep hyperlink, yang memudahkan surfer atau pengguna internet melakukan penelusuran informasi di internet. Informasi yang disajikan dengan web menggunakan konsep multimedia, informasi dapat disajikan dengan menggunakan banyak media, seperti teks, gambar, animasi, suara, atau film.

Menurut Nugroho pada (Hendini, 2016) “Web site atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang berasal dari file-file berisi bahasa pemrograman yang saling berhubungan digunakan untuk menampilkan informasi,

(5)

gambar bergerak dan tidak bergerak, suara dan atau gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis.”

Menurut Hidayat (Ii & Pustaka, 2017) “Web site adalah keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dari sebuah domain yang mengandung informasi.”

c. Aplikasi Berbasis Web 1) Web Browser

Menurut Setiawan dalam (Nurmalasari,Hilda, 2019) “Web Browser ialah sebuah aplikasi yang digunakan untuk mempelajari situs-situs di dunia maya.”

Menurut Hastanti, Eka, Indah, & Wardati (Nurmalasari,Hilda, 2019) "Web Browser adalah sebuah perangkat lunak atau software yang berfungsi untuk menampilkan dan melakukan interaksi dengan dokumen-dokumen yang disediakan oleh server web".

Menurut Agus, Marisa & Wijaya (Nurmalasari,Hilda, 2019) “Browser adalah suatu aplikasi atau program yang dijalankan pada perangkat komputer untuk melihat konten yang ada pada media Word Wide Web (WWW) denan memanfaatkan jaringan internet.”

2) Web Server

Menurut Achmad Solichin (Sungkar & Solo, 2019) “Web Server merupakan sebuah perangkat lunak dalam server yang berfungsi menerima permintaan (request) berupa halaman web melalui HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali (response) hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.”

(6)

Menurut Hukama, Yuwono & Nugraha (Nurmalasari,Hilda, 2019) menyatakan: Web Server adalah sebuah software yang memberikan layanan berbasis data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS pada klien yang dikenal dan biasanya kita kenal dengan nama web browser dan untuk mengirimkan Kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa halaman web dan pada umumnya akan berbentuk dokumen HTML.

Menurut Sibero (Nurmalasari,Hilda, 2019) “Web Server adalah sebuah komputer yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak.”

2.1.3. Program

a. Bahasa Pemprograman 1) PHP

Menurut Februariyanti dalam (Nur’Ainun et al., 2017) menyatakan bahwa:

Php merupakan bahasa pemrograman pada sisi server yang memperbolehkan programmer menyisipkan perintah–perintah perangkat lunak web server (Apache, IIS, atau apapun) akan dieksekusi sebelum perintah itu dikirim oleh halaman ke browser yang me-requestnya, contohnya adalah bagaimana memungkinkannya memasukkan tanggal sekarang pada sebuah halaman web setiap kali tampilan tanggal dibutuhkan.

Menurut Priyanto dan Jauhari pada (Achmad sidik et al., 2017) “PHP adalah suatu bahasa scripting khususnya digunakan untuk web development. Karena sifatnya yang server side scripting, maka untuk menjalankan php harus menggunakan web server.”

Menurut (Jatmika, 2019) “PHP atau kependekan dari Hypertext Preprocessor adalah salah satu bahasa pemrograman open source yang sangat cocok atau

(7)

dikhususkan untuk pengembangan sebuah Web dan dapat di tanamkan pada sebuah skrip HTML.”

b. Aplikasi Pendukung 1) PhpMyAdmin

Menurut Barri, Lumenta & Wowor dalam (Nurmalasari,Hilda, 2019) PhpMyAdmin adalah perangkat lunak bebas yang ditulis dalam Bahasa pemprograman PHP yang digunakan untuk menangani administrasi MySQL melalui Word Wide Web (WWW). phpMyAdmin mendukung berbagai operasi MySQL, diantaranya mengelola basis data, table-tabel, bidang (fields), relasi (relation), indeks, pengguna (users), perijinan (permission) dan lain-lain.

Menurut Achyani, Wahyudi & Yusuf (Nurmalasari,Hilda, 2019) “PhpMyAdmin merupakan aplikasi yang berbasiskan web dan ditulis menggunakan bahasa pemprograman PHP.”

2) Sublim Text

menurut (Nurmalasari,Hilda, 2019) menyatakan bahwa:

Aplikasi text editor untuk menulis kode. Banyak sejumlah bahasa program yang ada pada aplikasi ini. Diantaranya PHP, CSS, C, C++, HTML, ASP, Java, dan sebagainya. Keunggulan dari Sublime Text 3 mempunyai banyak packpage dan plugin yang beragam serta Multiple Selections/Multi Editing yang bisa membantu pekerjaan pengguna. Beberapa kelebihan dari penggunaan Sublime Text 3 antara lain :

a) Aplikasi yang ringan

(8)

b) Split Mode

Kita bisa membuka 2 atau lebih sekaligus progam dalam waktu bersamaan tanpa harus berpindah-pindah tab.

c) Multi Selection

Kemampuan untuk bisa merubah beberapa kode di baris atau kolom yang berbeda dalam waktu bersamaan.

d) Command Pallete

Bisa mengakses file shortcut dari sublime text. untuk menjalankannya kalian tinggalklik di keyboard CTRL+SHIFT+P.

3) Xampp

Menurut Priyanto dan Jauhari (Achmad sidik et al., 2017) menyatakan bahwa: Xampp merupakan paket PHP berbasis open source yang dikembangkan oleh komunitas Open Source, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas program Aphace HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis degan bahasa pemrogaman PHP dan pearl. Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun), Apacche, MySQL, PHP dan Pearl. Program ini tersedia dalam GNU General Public License dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat melayani tampilan halaman web yang dinamis.

Menurut Riyanto (Ii & Pustaka, 2017) “XAMPP merupakan paket PHP dan MySQL berbasis open source, yang dapat digunakan sebagai tool pembantu pengembangan aplikasi berbasi PHP”

(9)

Menurut EMS (Ii & Pustaka, 2017) “XAMPP merupakan salah satu paket web server yang praktis karna mengisntal langsung Apache (server), MySQL (database), dan PHP yang yang tersedia untuk multisistem operasi (windows dan Linux).”

2.1.4. Framework

Menurut Destiningrum & Adrian (Nurmalasari,Hilda, 2019) “Framework adalah kumpulan intruksi-intruksi yang dikumpulkan dalam class dan function-function dengan fungsi masing-masing untuk memudahkan developer dalam memanggilnya tanpa harus menuliskan syntax program yang sama berulang-ulang serta dapat menghemat waktu.”

Framework yang digunakan dalam dalam perancangan website, antara lain: a. CodeIgniter

CodeIgniter dapat mempercepat proses pembuatan web, semua Class dan modul yang dibutuhkan sudah ada dan tinggal menggunakannya kembali pada aplikasi web yangdibuat.

Menurut Purbandian (Nurmalasari,Hilda, 2019) “CodeIgniter adalah sebuah framework yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP yang bertujuan untuk memudahkan para programmer web untuk membuat atau mengembangkan aplikasi berbasis web.”

b. Bootstrap

Menurut (Nurmalasari,Hilda, 2019) “Bootstrap merupakan salah satu framework CSS yang sangat populer di kalangan pencinta pemprograman website. Dengan Bootstrap, proses desain website tidak dibuat dari nol, sehingga proses desain

(10)

website lebih cepat dan mudah. Bahkan tanpa kita membuat skrip CSS sedikit pun, kita sudah dapat membuat desain website yang bagus.”

2.1.4. Basis Data a. Pengertian Basis Data

Menurut Supono & Putratama dalam (Nurmalasari,Hilda, 2019) “Basis data (atau database) adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.”

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (Ii & Pustaka, 2017) “Basis data adalah sistem komputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah ada yang diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan.”

Menurut Kristanto (Ii & Pustaka, 2017) “Basis data adalah kumpulan data yang dapat digambarkan sebagai aktifitas dari satu atau lebih organisasi yang berelasi.”

b. MySQL

Menurut Hidayatullah dalam (Nur’Ainun et al., 2017) menyatakan bahwa:

MySQL adalah salah satu aplikasi DBMS yang sudah sangat banyak digunakan oleh para pemrograman aplikasi web. Contoh DBMS lainnya adalah: PostgresSQL (freeware), SQL Server, MS Access dari Microsoft, DB2 dari IBM, Oracle Corp, Dbase, FoxPro, dan sebagainya. Database Management System (DBMS) adalah aplikasi yang dipakai untuk mengelola basis data.

Menurut Priyanto dan Jauhari (Achmad sidik et al., 2017) “MySQL adalah salah satu aplikasi DBMS yang sudah sangat banyak digunakan oleh para pemrogram aplikasi web.”

(11)

Menurut (Jatmika, 2019) “MySQL adalah sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multiuser, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia.”

2.1.5. Model Pengembangan Perangkat lunak

Menurut Sukamto dan Shalahuddin pada (Ramdhani et al., 2018) menjelaskan bahwa “Model SDLC yaitu air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian, dan tahap mendukung (support)” Adapun tahap-tahap dalam model waterfall sebagai berikut:

a. Analisis kebutuhan perangkat lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak perlu didokumentasikan.

b. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.

(12)

Desain harus ditranslasi ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain. d. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

Sistem/Rekayasa Informasi

Gambar 2.1 Waterfall Sumber: (Yulia & Informasi, 2017)

2.1.6. Pengertian Penyewaan

Menurut Wirasta dan Imam pada (Rismayani & Hasyrif SY, 2016) menyatakan: Penyewaan berasal dari kata dasar sewa yang mendapat tambahan kata imbuhan pedan akhiran an. Sewa sendiri mempunyai arti yaitu merupakan suatu proses kegiatan pinjam-meminjam, sedangan penyewaan adalah suatu kegiatan yang melayani jasa peminjaman dengan tidak mengabaikan suatu ketentuan atau kesepakatan dan syarat-syarat yang berlaku didalam organisasi tersebut guna mencapai satu tujuan Bersama.

Dikutip dari KBBI pada (Sungkar & Solo, 2019) “sewa adalah uang yang dibayarkan karena memakai atau meminjam sesuatu; ongkos; biaya pengangkutan (transpor).”

(13)

2.2. Teori Pendukung

Dalam pembuatan program diperlukan beberapa teori pendukung antara lain sebagai berikut:

2.2.1. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Rosa dan Shalahuddin pada (Sari & Novita, 2019) “ERD dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika.ERD digunakan untuk pemodelan basis data relasional.”

Menurut (Astuti & Rapiyanta, 2018) “Entity relationship diagram (ERD) ini menunjukkan hubungan antara orang, objek, tempat, konsep atau kejadian di dalam sistem.”

Gambar 2.2. Contoh ERD Sumber: (Astuti & Rapiyanta, 2018)

(14)

2.2.2. Logical Record Structure (LRS)

Menurut Ladjamudin pada (Sari & Novita, 2019) “Logical Record Structure (LRS) merupakan hasil transformasi ERD ke LRS yang memulai proses kardinalitas dan menghilangkan atribut-atribut yang saling berelasi”

Menurut Ladjamudin pada (Sari & Novita, 2019) “Pentranformasikan ERD dan LRS ini memiliki aturan-aturan yang mempengaruhi langkah pentranformasian yaitu kardinalitas.” Adapun kardinalitas tersebut yaitu:

a. 1:1 (one to one)

Relasi yang terjadi antara 1 entity dengan entity lainnya yang memiliki hubungan 1:1.

b. 1:M (one to many)

Relasi yang terjadi antara 1 entity dengan entity lainnya yang memiliki hubungan 1:M.

c. M:N (many to many)

Relasi yang terjadi antara 1 entity dengan entity lainnya yang memiliki hubungan M:N. Pada relasinya ini biasa digunakan table bantuan untuk memecahkan relasi tersebut menjadi 1:1 atau 1:M.

2.2.3. Modeling Language (UML)

Menurut Rosa dan Shalahuddin pada (Sari & Novita, 2019) mengemukakan Pada perkembangan teknik pemprograman berorientasi objek, munculah sebuah standarisasi bahasa pemodelan untuk pembangunan berorientasi objek, yaitu Unified Modeling Language (UML). UML muncul karena adanya kebutuhan pemodelan visual untuk menspesifikasikan, menggambarkan, membangun, dan dokumentasi dari sistem perangkat lunak. UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan

(15)

komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung.

Menurut Munawar (Sungkar & Solo, 2019) “UML (Unified Modelling Language) adalah salah satu alat bantu yang sangat handal di dunia pengembangan sistem yang berorientasi objek”.

Menurut (Muslihudin, 2016) “UML singkatan dari Unified Modeling Language yang berarti Bahasa pemodelan standar.” Menurut (Muslihudin, 2016) UML diaplikasikan untuk maksud tertentu, biasanya antara lain untuk:

a. Merancang perangkat lunak.

b. Sarana komunikasi antara perangkat lunak dengan proses bisnis.

c. Menjabarkan sistem secara rinci untuk analisis dan mencari apa yang diperlukan sistem.

d. Mendokumentasi sistem yang ada, proses-proses dan organisasinya.

Para pengembang sistem berorientasi objek menggunakan Bahasa model untuk menggambarkan, membangun dan mendokumentasikan sistem yang mereka rancang. Yang termasuk kedalam UML yaitu use case diagram, activity diagram, class diagram dan sequence diagram.

2.2.4. Use Case Diagram

Menurut Suhedar dan Gunandi pada (Rismayani & Hasyrif SY, 2016) “Use case diagram adalah rangkaian/uraian sekelompok yang saling terkait dan membentuk sistem secara teratur yang dilakukan atau diawasi oleh sebuah aktor. Use case digunakan untuk membentuk tingkah-laku benda/ things dalam sebuah model serta direalisasikan oleh sebuah collaboration.”

Menurut (Muslihudin, 2016)“Diagram ini memperlihatkan himpunan use case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini terutama sangat penting

(16)

untuk mengorganisasi dan memodelkan perilaku suatu sistem yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.”

Menurut (Salam et al., n.d.) “Diagram use case ini yaitu model sistem yang telah dibuat, disini use case menjelaskan interaksi dari beberapa actor di dalamnya untuk mengetahui fungsi yang berada di dalamnya, dan sistem apa saja yang berhak menggunkan sesuai fungsinya.”

Gambar 2.3. Contoh Use Case Sumber: (Salam et al., n.d.)

2.2.5. Activity Diagram

Menurut (Muslihudin, 2016) “Diagram Aktivitas adalah tipe khusus dari diagram status yang memperlihatkan aliran dari suatu aktivitas ke aktivitas lainnya dalam suatu sistem. Diagram ini terutama penting dalam suatu sistem serta

(17)

pemodelan fungsi-fungsi suatu sistem dan memberi tekanan pada aliran kendali antar objek.”

Menurut Suhedar dan Gunandi pada (Rismayani & Hasyrif SY, 2016) “Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.”

Gambar 2.4. Contoh Activity Diagram Sumber: (Untuk et al., 2018)

(18)

2.2.6. Class Diagram

Menurut (Muslihudin, 2016) “diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka-antarmuka, kolaborasi-kolaborasi, serta relasi-relasi. Diagram ini umum dijumpai pada pemodelan sistem berorientasi objek.”

Menurut (Untuk et al., 2018) “Class Diagram merupakan diagram yang menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem.”

Gambar 2.5. Contoh Class Diagram Sumber: (Untuk et al., 2018)

2.2.7. Sequence Diagram

Menurut Suhedar dan Gunandi pada (Rismayani & Hasyrif SY, 2016)

Sequence diagram (diagram urutan) adalah suatu diagram yang memperlihatkan atau menampilkan interaksi-interaksi antar objek di dalam sistem yang disusun pada

(19)

sebuah urutan atau rangkaian waktu. Interaksi antar objek tersebut termasuk pengguna, display, dan sebagainya berupa pesan/message. Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai sebuah respon dari suatu kejadian/even untuk menghasilkan output tertentu.

Menurut (Untuk et al., 2018) “Sequence Diagram menjelaskan secara detil urutan proses yang dilakukan sistem untuk mencapai tujuan dari use case. Interaksi yang terjadi antar class, operasi apa saja yang terlibat, urutan antar operasi, dan informasi yang diperlukan oleh masing-masing operasi.”

Gambar 2.6. Contoh Sequence Diagram Sumber: (Untuk et al., 2018)

Gambar

gambar bergerak dan tidak bergerak, suara dan atau gabungan dari semuanya itu baik  yang bersifat statis maupun dinamis.”
Gambar 2.1 Waterfall  Sumber: (Yulia & Informasi, 2017)
Gambar 2.2. Contoh ERD  Sumber: (Astuti & Rapiyanta, 2018)
Gambar 2.3. Contoh Use Case  Sumber: (Salam et al., n.d.)
+4

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponen mendefinisikan sistem sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai

Pengertian Sistem adalah sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.. Sistem

Bonczek, dkk., (1980) mendefinisikan SPK sebagai sistem berbasis komputer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi: sistem bahasa (mekanisme untuk

Menurut Bonzeek dalam Turban (2007:137) mendefinisikan DSS sebagai sistem berbasis komputer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi; sistem bahasa

Dengan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk

Menurut Abdul Kadir (2003 : 10) dalam buku yang berjudul Pengenalan Sistem Informasi, “Sistem informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, komputer,

Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.. Sistem

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem adalah interaksi antar personal atau komponen dalam sebuah lingkungan yang bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan..